Anda di halaman 1dari 10

BAB II

DASAR TEORI

2.1. Anatomi Thorax


Thorax adalah bagian atas batang tubuh yang terletak antara leher dan abdomen.
Cavitas Thoracis yang dibatasi oleh dinding thorax berisi thymus, jantung (cor), paru
(pulmo), bagian distal trakea dan sebagian besar esofagus.
A. Dinding Thorax
Dinding Thorax terdiri dari kulit, fascia, saraf, otot dan tulang.
o Kerangka Dinding Thorax
Kerangka dinding thorax membentuk sangkar dada osteokartilaginous yang
melindungi jantung, paru paru dan organ abdomen misalnya hepar. Kerangka thorax
terdiri dari :
 Vertebra thoracis (12) dan discus intervertebralis
Vertebra dari berbagai daerah berbeda dalam ukuran dan sifat khas lainnya dan
vertebra dalam satu daerahpun dengan lain memperlihatkan perbedaan yang lebih
kecil. Vertebra yang khas terdiri dari corpus vertebra dan arcus vertebra.Corpus
vertebra adalah bagian ventralis dan menanggung berat tubuh. Arcus Vertebrae
adalah bagian dorsal vertebra yang terdiri dari pediculus arcus vertebra dan
lamina arcus vertebra.
 Costa (12 pasang) dan cartilago costalis
Costae adalah tulang pipih yang sempit dan lengkung, dan membatasi bagian
terbesar sangkar toraks terdiri dari:
 Ketujuh (kadang-kadang delapan) kostae I disebut kosta sejati
(vertebrosternal) karena menghubungkan vertebra dengan sternum
melalui kartilago kostalis.
 Kosta VIII sampai kosta X adalah kosta tak sejati (vertebrokondral)
karena kartilago kostalis masing-masing kosta melekat pada kartilago
kostalis tepat diatasnya.

1
 Kosta XI dan kosta XII adalah kosta bebas atau kosta melayang karena
ujung kartilago kostalis masing-masing kosta berakhir dalam susunan otot
abdomen dorsal.

 Sternum
Sternum adalah tulang pipih yang memanjang dan membatasi bagian ventral
sangkar toraks. Sternum terdiri atas tiga bagian: manubrium sterni, corpus sterni,
dan processus xiphoideus.

Gambar 2.1 Penampang ventral sangkar dada osteokondral memperlihatkan


sendi sendi dinding thorax.
o Apertura Thoracis
Cavitas thoraxis berhubungan dengan leher melalui Apertura Thoracis Superior
yang berbentuk seperti ginjal. Apertura thoracis superior ini yang terletak miring
dilalui oleh struktur yang memasuki atau meninggalkan cavitas thoracis yakni
tenggorok (trachea), kerongkongan (esophagus), pembuluh dan saraf. Apertura
Thoracis Superior dibatasi oleh:
 Vertebra T1
 Pasangan costa 1 berikut cartilago costalis
 Tepi atas manubrium
Cavitas thoracis berhubungan dengan abdomen melalui Apertura thoraxis inferior
yang ditutup oleh diafragma. Apertura thoracis inferior dibatasi oleh:
 Vertebra T12
 Pasangan costa XII
2
 Cartilagines costales VII-XII

o Otot, Saraf dan Vaskularisasi Dinding Thorax


Otot
Beberapa otot melekat pada costa (misalnya otot abdomen ventrolateral dan
beberapa otot punggung dan leher). Otot dada yang menutupi dinding thorax
ventral biasanya beraksi pada ekstremitas superior tetapi musculus pectoralis
major juga berguna sebagai otot pembantu pada pernapasan dan membantu
meluaskan cavitas thoracis pada inspirasi dalam dan dilakukan kuat kuat.
Musculus Scalenus yang melintas dari leher ke costa I atau costa II juga
berguna sebagai otot pernapasan pembantu dengan mengangkat costa I dan
costa II sewaktu inspirasi kuat. Musculus serratus posterior, musculus
levator costarum, musculus intercostalis dan musculuc subcostalis
digolongkan otot thorax sejati.

Gambar 2.2 Penampang ventral dinding thorax memperlihatkan susunan otot


otot yang menyusun dinding thorax.
Saraf
Segera setelah melewati foramen intervertebralis kedua belas pasang
nervi thoracici terpecah menjadi rami anteriores dan rami posteriores. Rami
anteriores nervi thoracici I-XI membentuk nervi intercostalis yang memasuki
spatia intercostalia. Ramus anterior nervus thoracicus XII yang terdapat
kaudal dari costa XII disebut nervus subcostalis. Rami posterior melintas ke

3
arah dorsal tepat lateral dari processus articularis vertebra untuk
mempersarafi otot, tulang, sendi dan kulit di punggung.
Nervus intercostalis yang khas (ketiga sampai keenam) memasuki
spatium interkostalis disebelah dorsal antara pleura parietalis dan membran
intercotalis interna. Mula mula saraf tersebut melintasi permukaan dalam
membran intercostalis interna dan musculus intercostalis internus didekat
pertengahan spatium intercostalis. Disini saraf saraf memasuki sulcus costale
tepat kaudal arteri intercostalis dan terlindungi sulcus costalis.
Vaskularisasi
Pemasokan darah arterial untuk dinding thorax berasal dari
 Arteri subclavia melalui arteri thoracica interna dan arteri
intercostalis terkranial.
 Arteri axillaris
 Aorta melalui arteri intercostalis dan arteri subcostalis
Vena intercostalis mengiringi arteri intercostalis dan terletak paling dalam
dalam sulcus costae. Dimasing masing sisi terdapat 11 vena intercostalis
posterior dan satu vena subcostalis. Vena intercostalis posterior
beranastomosis dengan vena intercostalis anterior yang merupakan anak
cabang vena thoracica interna. (Gerald,2008) (Keith,2012)

Gambar 2.3 Penampang ventral pada dinding thorax memperlihatkan


arteri,vena dan nervus intercostalis.

4
B. Cavitas Thorax
Rongga thorax adalah suatu ruangan yang ditutupi oleh dinding thorax, yang terdiri dari
3 kompartemen:

Gambar 2.4 Menunjukkan bagian organ dalam thorax khususnya paru paru dan pleura
o Dua kompartemen lateral “cavum pulmonal” yang terdiri dari paru-paru dan
pleura
 Pleura
Pleura (selaput paru) adalah selaput tipis yang membungkus paru – paru,
pleura terdiri dari 2 lapis yaitu:
 Pleura visceralis, selaput paru yang melekat langsung pada paru –
paru
 Pleura parietalis, selaput paru yang melekat pada dinding toraks
Pleura visceralis dan parietalis tersebut kemudian bersatu membentuk
kantong tertutup yang disebut rongga pleura (cavum pleura). Di dalam
kantong terisi sedikit cairan pleura yang diproduksi oleh selaput tersebut.
 Paru paru

5
Paru-paru adalah organ berbentuk pIramid seperti spons dan berisi udara,
terletak dikedua sisi jantung dalam rongga dada dan dilindungi secara
melingkar oleh rongga yang dibentuk oleh rangka iga atau paru2 berada di
dalam kavitas torasikus dan terlindung dari cedera mekanis akibat rangka iga.
Bagian medial paru2 adalah area yg disebut mediastinum yg berisi organ
jantung dan bagian inferior paru2 adalah diafragma yg merupakan salah satu
otot pernapasan.
 Paru Kanan memiliki 3 Lobus; Paru kiri memiliki 2 lobus.
 Dasar masing – masing paru terletak pada diafragma dibawahnya.
Apeks (ujung atas) terletak setingkat klavikula. Pada permukaan
medial masing – masing paru terdapat suatu bentukan yg disebut
hilus, tempat bronkus primer dan tempat arteri dan vena pulmonalis
memasuki paru.

Gambar 2.5 Memperlihatkan struktur trakea, bronkus, bronkiolus, lobus paru


dan struktur bagian pleura
o Satu kompartemen sentral “mediastinum” yang terdiri dari : jantung, pembuluh
darah besar pars thorakalis, trakea pars thorakalis, oesofagus, timus, dan
struktur lainnya
Bagian tengah cavitas thoracis yakni ruang antara kedua kantong pleura dikenal
sebagai mediastinum. Mediastinum meluas dari apertura thoracis superior ke
diafragma disebelah kaudal dan dari strenum dan cartilago costalis disebelah
ventral ke corpus vertebrae thoracicae. Struktur mediastinum diliputi jaringan
ikat,pembuluh darah dan limfe serta susunan lemak.
Rongga mediastinum terdiri dari bagian superior dan inferior, dimana bagian
yang inferior dibagi menjadi :

6
 mediastinum anterior
 mediastinum medius
 mediastinum superior

Gambar 2.6 Memperlihatkan bagian mediastinum dalam cavitas thorax


 Mediastinum Superior
Mediastinum superior dibatasi oleh :
o Superior : Bidang yang dibentuk oleh vertebrae Th I, costae I dan
incisura jugularis.
o Inferior : Bidang yang dibentuk dari angulus sternal ke vertebrae Th IV
o Lateral : Pleura mediastinalis
o Anterior : Manubrium sterni.
 Mediastinum Inferior
Mediastinum inferior dibagi menjadi : mediastinum anterior, medius, dan
superior.
o Mediastinum anterior terdiri dari : Timus, lemak, dan kelenjar limfe,
dibatasi oleh:
 Anterior : Sternum
 Posterior : Pericardium
 Lateral : Pleura mediastinalis
 Superior : Plane of sternal angle
 Inferior : Diafragma.

7
o Mediastinum medius terdiri dari : Jantung, pericardium, aorta, trakea,
bronkus primer, kelenjar limfe, dibatasi oleh:
 Anterior : Pericardium
 Posterior ; Pericardium
 Lateral : Pleura mediastinalis
 Superior : Plane of sternal angle
 Inferior : Diafragma
o Mediastinum posterior terdiri dari : aorta desenden, oesofagus, vena
azigos, duktus thoracicus, dibatasi oleh:
 Anterior : Pericardium
 Posterior : Corpus VTh 5 – 12
 Lateral : Pleura mediastinalis
 Superior : Plane of sternal angle
 Inferior : Diafragma (Faitz dkk,2004) (Keith,2012)
2.2. Fisiologi Pernapasan
Rongga thorax dapat dibandingkan dengan suatu pompa tiup hisap yang
memakai pegas, artinya bahwa gerakan inspirasi atau tarik napas yang bekerja aktif
karena kontraksi otot intercostals menyebabkan rongga thorax mengembang,
sedangkan tekanan negatif yang meningkat dalam rongga thorax menyebabkan
mengalirnya udara melalui saluran napas atas ke dalam paru. Sebaliknya, mekanisme
ekspirasi atau keluar napas, bekerja pasif karena elastisitas/daya lentur jaringan paru
ditambah relaksasi otot intercostals, menekan rongga thorax hingga mengecilkan
volumenya, mengakibatkan udara keluar melalui jalan napas.
Adapun fungsi dari pernapasan adalah:
1. Ventilasi: memasukkan/mengeluarkan udara melalui jalan napas ke dalam/dari paru
dengan cara inspirasi dan ekspirasi tadi.
2. Distribusi: menyebarkan/mengalirkan udara tersebut merata ke seluruh sistem jalan
napas sampai alveoli
3. Difusi: oksigen dan CO2 bertukar melaluimembran semipermeabel pada dinding
alveoli (pertukaran gas)
4. Perfusi: Darah arterial di kapiler-kapiler meratakan pembagian muatan oksigennya
dan darah venous cukup tersedia untuk digantikan isinya dengan muatan oksigen yang
cukup untuk menghidupi jaringan tubuh.

8
Setiap kegagalan atau hambatan dari rantai mekanisme tersebut akan menimbulkan
gangguan pada fungsi pernapasan, berarti berakibat kurangnya oksigenasi jaringan
tubuh. Hal ini misalnya terdapat pada suatu trauma pada thorax. Selain itu maka
kelainan-kelainan dari dinding thorax menyebabkan terganggunya mekanisme
inspirasi/ekspirasi, kelainan-kelainan dalam rongga thorax, terutama kelainan jaringan
paru, selain menyebabkan berkurangnya elastisitas paru, juga dapat menimbulkan
gangguan pada salah satu/semua fungsi-fungsi pernapasan tersebut (Sherwood,2014)
(Gerald,2008)

9
DAFTAR PUSTAKA

Faiz, Omar dan Moffat, David. 2004. At a Glance Anatomi. Jakarta: Erlangga
Gerald,Tortora. 2008. Prinsip Anatomi dan Fisiologi Tubuh Manusia. Jakarta: EGC
Keith L Moore. 2012. Anatomi Klinis Dasar. Jakarta:EGC
Sherwood,Laurale.2014. Fisiologi Manusia dari Sel ke Sistem. Ed 8. Jakarta:EGC
Sjamsuhidayat, de Jong. 2011.Buku Ajar Ilmu Bedah.Ed 3. Jakarta: Penerbit Buku
Kedokteran ECG.

10