Anda di halaman 1dari 3

Reaksi dari persenyawaan Perak(I)

A.

Pada percobaan reaksi dari persenyawaan perak(I) langkah pertama ditambahkan larutan
Kalium kromat berupa larutan berwarna kuning kepada 3 ml larutan perak nitrat berupa
larutan tidak berwarna. Berdasarkan hasil pengamatan terbentuk endapan berwarna
merah. Hasil pengamatan sesuai dengan teori bahwa ion Ag+ direaksikan dengan ion CrO4-
akan membentuk endapan merah perak kromat. Berikut persamaan reaksi yang terjadi:

2AgNO3(aq) + K2CrO4(aq)  Ag2CrO4(s) + 2KNO3(aq)

2Ag+(aq) + CrO42-(aq)  Ag2CrO4(s) (Ksp Ag2CrO4 = 2,4 x 10-12)

Jenis reaksi: Reaksi pengendapan

Endapan merah perak kromat dibagi menjadi dua. Bagian pertama diasamkan dengan asam
nitrat encer (berupa larutan tidak berwarna). Endapan merah perak kromat larut dalam
asam nitrat encer dan menghasilkan larutan yang berwarna kuning-orange (jingga). Hasil
pengamatan tersebut sesuai dengan teori bahwa endapan perak kromat larut dalam asam
nitrat encer dan warna larutan berubah menjadi jingga karena terbentuk ion-ion dikromat.
Berikut persamaan reaksi yang terjadi:

2Ag2CrO4(s) + 2HNO3(aq)  4Ag+(aq) + Cr2O72-(aq) +2NO3- (aq) + H2O(l)

Jenis Reaksi: Reaksi Pelarutan

Pada bagian kedua endapan merah perak kromat ditambahkan larutan ammonia berupa
larutan tidak berwarna. Endapan merah perak kromat larut dalam penambahan ammonia
menghasilkan larutan berwarna hijau kekuningan muda. Hasil pengamatan tersebut sesuai
dengan teori bahwa endapan merah kromat larut dalam ammonia membentuk kompleks
perak diamin(I) berupa larutan tidak berwarna atau pucat/muda dan ion kromat berupa
larutan berwarna kuning.

Ag2CrO4(s) + 4NH3(aq) 2[Ag(NH3)2]+ (aq) + CrO42-(aq)

Jenis Reaksi: Reaksi pelarutan

KESIMPULAN:

1. Ion perak dapat bereaksi dengan ion kromat membentuk endapan merah perak kromat
sedangkan bereaksi dengan ion hidroksi membentuk endapan coklat perak oksida.

2. Endapan kromat larut dalam asam nitrat dan ammonia


3. Endapan perak oksida larut dalam reagensia ammonia berlebih namun tidak larut dalam
reagensia natrium hidroksida berlebih.

B.

Pada percobaan reaksi dari persenyawaan perak(I) larutan perak nitrat berupa larutan tidak
berwarna dimasukkan pada dua tabung reaksi yang berbeda. Pada bagian pertama
ditambahkan tetes demi tetes larutan ammonia encer berupa larutan tidak berwarna hingga
berlebih. Penambahan larutan ammonia pada tetes pertama terbentuk endapan putih.
Endapan tersebut larut pada penambahan tetes ke-3. Berdasarkan teori endapan putih
tersebut merupakan endapan perak hidroksida yang ketika didiamkan akan terurai menjadi
endapan coklat perak(I) hidroksida. Berikut persamaan reaksi yang terjadi:

 2AgNO3(aq) + 2NH4OH(aq)  2AgOH(s) + 2NH4NO3(aq)


 AgOH(s) Ag2O(aq) + H2O(l) (Ksp AgOH = 1,52 x 10-8)
Ag2O(s) + 2NH4NO3(aq) + NH4OH(aq)  2Ag(NH3)2NO3(aq) + 4H2O(aq)
(Ksp Ag2O = 1,9 x 10-8)

Pada bagian kedua ditambahkan tetes demi tetes larutan natrium hidroksida hingga
berlebih, berupa larutan tidak berwarna. Penambahan larutan natrium hidroksida pada
tetes pertama membentuk endapan coklat. Endapan tersebut tetap tidak larut pada
penambahan tetes ke-10. Hasil pengamatan tersebut sesuai dengan teori bahwa ion Ag+
saat direaksikan dengan ion OH- akan membentuk endapan coklat perak oksida. Endapan
tersebut tidak larut dalam reagensia berlebih. Berikut persamaan reaksi yang terjadi:

 AgNO3(aq) + NaOH(aq)  Ag2O(s) + H2O(l) + NaNO3(aq)


2Ag+(aq) + 2OH-(aq)  Ag2O(s) + H2O(l) (Ksp Ag2O = 1,9 x 10-8)

KESIMPULAN:

Ion Perak(I) saat direaksikan dengan larutan ammonia membentukendapan putih perak
hidroksida yang apabila didiamkan akan menjadi endapan perak(I) oksida yang larut dalam
reagensia berlebih sedangkan apabila ion perak(I) direaksikan dengan larutan natrium
hidroksida akan menghasilkan endapan coklat perak oksida yang tidak larut dalam reagensia
natrium hidroksida berlebih.

Percobaan 9: Reaksi pembentukan cermin perak

Pada percobaan reaksi pembentukan cermin perak dicampurkan 1ml larutan garam perak
nitrat 10%, beruapa larutan tidak berwarna dengan 1 ml larutan NaOH 1%, berupa larutan
tidak berwarna. Setelah pencampuran terbentuk endapan coklat. Selanjutnya ditambahkan
2 ml ammonia 10%, berupa larutan tidak berwarna. Endapan tersebut larut dalam
penambahan ammonia menghasilkan larutan tidak berwarna. Hasil pengamatan tersebut
sesuai dengan teori bahwa ion Ag+ bereaksi dengan larutan natrium hidroksida membentuk
endapan coklat Ag2O yang larut dalam ammonia karena membentuk kompleks perak
diamin(I) yang berupa larutan tidak berwarna atau berwarna pucat. Berikut persamaan
reaksi yang terjadi:

2Ag+(aq) + 2OH-(aq)  Ag2O(s) + H2O(l) (Ksp Ag2O = 1,9 x 10-8 )

Ag2O(s) + 4NH3(aq) + H2O(aq)  2[Ag(NH3)2]+ (aq) + 2OH-(aq)

Larutan yang terbentuk ditambah larutan glukosa 2% , berupa larutan tidak berwarna.
Penambahan glukosa berfungsi sebagai reduktor dalam pembentukan cermin perak. Reaksi
tersebut merupakan reaksi redoks ditunjukan dengan perubahan bilangan oksidasi perak
dari +1 menjadi 0. Berikut persamaan reaksi yang terjadi:
IKI REAKSI REDOKS E AKU
2Ag+(aq) +2e  2Ag(s) E0 = +0,799 V
SEK BINGUNG
C6H12O6(aq)+ 2H2O(l)  C5H12O6-COO-(aq) + 4H+(aq) + 2e E0 = -0,05 V

2Ag+(aq) + C6H12O6(aq)+ 2H2O(l)  2Ag(s) + C5H12O6-COO-(aq) + 4H+(aq) Esel =+0,0794 V

Larutan yang terbentuk kemudian di panaskan dalam penangas air hingga terbentuk cermin
perak berwarna keperakan yang menempel di dinding tabung.