Anda di halaman 1dari 10

PETUNJUK PRAKTIKUM BIOLOGI

PROGRAM STUDI ILMU KEPERAWATAN (S1)


UNIVERSITAS PESANTREN DARUL ‘ULUM (UNIPDU)
JOMBANG

Disusun oleh:
Dr. Abdul Ghofur, M.Si
Dra. Amy Tenzer, M.S
Dra. Titi Judani, M.Kes
Mohamad Amin, S.Pd, M.Si, Ph.D

Jurusan Biologi
Fakultas Matematika dan lmu Pengetahuan Alam
Universitas Negeri Malang
Januari 2007
PENGAMATAN STRUKTUR SEL HEWAN DAN TUMBUHAN

A. TEORI DASAR

Tubuh setiap organisme tersusun dari sel (untuk organisme uniseluler) atau
sel-sel (untuk organisme multiseluler). Sel merupakan unit terkecil dari
organisme, baik secara struktural maupun fungsional. Artinya, selain sebagai
penyusun terkecil tubuh organisme, sel juga mampu melakukan segala bentuk
aktivitas kehidupan, misalnya pencernaan, respirasi, ekskresi, reproduksi, dan
sebagainya. Aktivitas sel tersebut dilakukan oleh organel-organel yang terdapat di
dalam sel, misalnya inti (nukleus), mitokondria, ribosom, badan golgi, dan lain-
lain.
Pada makhluk hidup multiseluler terdapat proses-proses aktivitas hidup
yang kompleks. Terdapat perbedaan fungsi-fungsi khusus yang dilakukan oleh
sel, karena itu terdapat berbagai bentuk dan struktur sel sesuai dengan fungsinya. .
Misalnya, karena adanya perbedaan dalam hal pertukaran ion, metabolisme ion
perbedaan fungsi lainnya, maka sel hewan berbeda dengan sel tumbuhan.

B. TUJUAN
1 . Mempelajari struktur sel hewan dan sel tumbuhan
2. Mempelajari perbedaan sel hewan dan sel tumbuhan.

C. ALAT DAN BAHAN


1. Mikroskop
2. Kaca benda
3. Kaca penutup
4. Beaker glass
5. Pipet
6. Silet
7. Tusuk gigi
8. Bawang merah
9. Air
10. Methylen blue

D. CARA KERJA
1 . Pengamatan sel hewan
• Sediakan kaca benda bersih, beri setetes air di atasnya
• Koreklah epitel pipi bagian dalam dengan menggunakan ujung tumpul tusuk
gigi. Oleskan hasil korekan tersebut pada tetesan air di kaca benda
• Tambahkan setetes methyleen blue, kemudian tutupkah dengan kaca
• Amati di bawah mikroskop dengan pembesaran lemah, kemudian lanjutkan
pengamatan dengan pembesaran kuat. Gambarlah beberapa sel yang
tampak.

2. pengamatan sel tumbuhan


• Sediakan kaca benda bersih, beri setetes air di atasnya
• Kupaslah umbi bawang merah, sayatlah epidermisnya yang berwarna ungu
setipis mungkin dengan menggunakan silet atau kuku, letakkan di etas

1
tetesan air pada kaca benda, lalu tutuplah dengan kaca penutup.
• Amati di bawah mikroskop dengan pembesaran lemah, kemudian lanjutkan
pengamatan dengan pembesaran kuat. Gambarlah beberapa sel yang
tampak.

E. ANALISIS DATA
Buatlah analisis secara deskriptif mengenai struktur sel epidermis epitel pipi
dan sel bawang merah yang saudara amati.

F. DISKUSI
1. Mengapa tidak semua organel dalam sel dapat terlihat di bawah mikroskop
dengan pembesaran 40 x 10? Jelaskan!
2. Sebutkan perbedaan sel hewan dan sel tumbuhan yang terlihat dari hasill
pengamatan saudara!
3. Selain perbedaan pada no. 2, adakan perbedaan yang lain antara sel hewan
dan sel tumbuhan? Jelaskan!
4. Sebutkan fungsi semua organel yang terdapat pada sel hewan!

2
ENZIM KATALASE

A. TEORI DASAR
Metabolisme adalah keseluruhan reaksi kimia yang terjadi di dalam tubuh
organisme. Metabolisme terdiri dari reaksi penguraian (katabolisme) den peristiwa
penyusunan (anabolisme). Agar reaksi-reaksi berjalan lebih cepat, diperlukan
suatu katalisator. Katalisator merupakan zat yang dapat mempercepat reaksi,
tetapi zat itu sendiri tidak ikut bereaksi. Katalisator di dalam sel organisme disebut
biokatalisator atau enzim. Ciri-ciri enzim antara lain merupakan suatu protein,
diperlukan dalam jumlah sedikit, dapat bekerja secara bolak balik, bekerja secara
khusus dan sensitif terhadap perubahan lingkungan.
Katalase digolongkan sebagai salah satu enzim peroksidase, karena dapat
bekerja untuk mempercepat penguraian H2O2 menjadi H2O dan O2,

B. TUJUAN
1. Untuk mengetahui kerja enzim katalase
2. Untuk mengetahui kekhususan kerja enzim katalase
3. Untuk membuktikan bahwa enzim katalase merupakan protein 4. Untuk
mengetahui pengaruh suhu terhadap kerja enzim katalase.

C. ALAT DAN BAHAN


1 . mortar dan pestle 13. timbangan
2. centrifuge listrik 14. kaca arloji
3. tabung centrifuge 15. termometer belong
4. tabung reaksi 16. hati ayam
5. rak tabung reaksi 17. akuades
6. beaker glass 1 00 ml. 250 ml 18. larutan H2O2 2%
7. gelas ukur 10 ml 19. larutan gula 2%
8. pipet 20. larutan CuS04 1 %
9. lampu spirtus 21. larutan NaOH 5%
10. kakitiga & kasa 22. es
11. corong 23. kain koso
12. skalpel 24. korek api

D. CARA KERJA
1 . Kerja enzim katalase
• Timbanglah hati ayam seberat 10g, iris-irislah dengan skalpel kemudian
haluskan dengan mortar dan pestle.
• Tambahkan 30 ml akuades, aduk, lalu saringlah menggunakan corong dan kain
kasa. Tampunglah ekstrak yang diperoleh dalam beaker glass 100 ml.
• Masukkan ekstrak hati ke dalam tabung centrifuge, lalu putarlah dengan
sentrifuge listrik selama 15 menit dengan kecepatan 2500 rpm. Cairan bening
yang terdapat di bagian alas tabung disebut supernatan.
• Masukkan 1 ml H2O2 2% ke dalam tabung reaksi, tambahkan 5 tetes
supernatan. Amati apa yang terjadi.

3
2. Kekhususan kerja enzim katalase
• Masukkan 1 ml larutan gula 2% ke dalam tabung reaksi.
• Tambahkan 5 tetes supernatan ke dalam tabung reaksi di atas. Amati apakah
terjadi juga reaksi seperti pada percobaan 1?

3. Enzim katalase merupakan protein


• Masukkan 1 ml supernatan ke dalam tabung reaksi, lalu lakukan uji Biuret
dengan cora menambahkan 4 fetes larutan CuSO4 1 % dan 4 fetes larutan
NaOH 5%, jangan dikocok.
• Amati perubahan yang terjadi pada permukaan larutan

4. Pengaruh suhu terhadap kerja enzim katalase


• Sediakan 3 tabung reaksi bersih, beri kode I, II dan III; isilah masing-masing
dengan 1 ml supernatan.
• Sediakan 3 tabung reaksi bersih, beri kode A, B, dan C; kemudian isilah
masing-masing dengan 1 ml larutan H2O2 2%.
• Rendamlah tabung reaksi I ke dalam air es (suhu + 4°C) selama 10 men it"
kemudian teteskan 5 fetes supernatan ini ke dalam larutan H2O2 2% dalam
tabung reaksi A. Amati hasilnya.
• Rendamlah tabung reaksi II ke dalam air dengan suhu + 37oC) selama 10
menit, kemudian teteskan 5 tetes supernatan ini ke dalam larutan H2O2 2%
dalam tabung reaksi B. Amati hasilnya.
• Rendamlah tabung reaksi III ke dalam air mendidih (suhu + 95oC selama 10
menit, kemudian teteskan 5 tetes supernatan ini ke dalam larutan H2O2 2%
dalam tabung reaksi C. Amati hasilnya.
• Bandingkan hasil pengamatan yang terjadi pada tabung A, B, dan C.

E. ANALISIS DATA
Buatlah analisis deskriptif dari hasil pengamatan setiap percobaan yang
saudara lakukan!

F. DISKUSI
1 . Apakah peran enzim katalase dalam tubuh? Jelaskan!
2. Jelaskan organel yang menghasilkan enzim katalase!
3. Jelaskan asal H2O2 yang terdapat di dalam tubuh! Apa yang terjadi bila banyak
H2O2 tertimbun dalam jaringan tubuh?
4. Jelaskan mengapa enzim katalase banyak terdapat di dalam hati!
5. Selain suhu, faktor-faktor apa sajakah yang dapat mempengaruhi kerja enzim?
Jelaskan!

4
SISTEM REPRODUKSI

A. TEORI DASAR
Reproduksi merupakon salah satu ciri makhluk hidup yang bertujuan
untuk melestarikan jenisnya. Sistem reproduksi disebut juga sistem
perkembangbiakan atau sistem genitalia. Sistem reproduksi manusia berfungsi
untuk menghasilkan sel kelamin (gamet), menyalurkan gamet jantan dan betina
untuk memelihara embrio yang berkembang di dalamnya.
Sistem reproduksi laki-laki terdiri atas: 1) kelenjar kelamin/gonad (testis),
yang merupakan organ utama dari sistem ini; 2) saluran reproduksi terdiri dari
epididimis, vas deferens, ductus ejaculatorius, uretra; 3) kelenjar seks asesori
terdiri dari: kelenjar prostat, vesikula seminalis, kelenjar bulbouretra; dan 4) organ
kelamin luar atau organ kopulasi yaitu penis.
Sistem reproduksi perempuan terdiri atas: 1) kelenjar kelamin/gonad
(ovarium) yang merupakan organ utama dari sistem ini; 2) saluran reproduksi
terdiri dari oviduk, uterus. dan vagina; 3) organ kelamin luar (vulva) yang terdiri
dari labia minora, labia mayora dan klitoris.

B. TUJUAN
1. Mengenal susunan sistem reproduksi manusia (laki-Iaki dan perempuan)
2. Mendeskripsi organ-organ penyusun sistem reproduksi manusia (laki-Iaki dan
perempuan)

C . ALAT DAN BAHAN


1. Torso manusia
2. Model sistem reproduksi laki-Iaki
3. Model sistem reproduksi perempuan

D. CARA KERJA
1. Pelajarilah torso manusia, amati posisi dan susunan sistem reproduksinya, serta
buatlah gambarnya
2. Pelajarilah model sistem reproduksi loki-laId carl dan omatl testis, saluron
3. Pelajarilah model sistem reproduksi perempuan cari dan amati ovarium, saluran
reproduksi, organ kelamin luar. Buatlah gambarnya.

E. ANALISIS DATA
BuatJah analisis deskriptif dari hasil pengamatan saudara.

F. DISKUSI
1. Pada waktu embrio, testis berada dalam rongga perut, pada waktu bayi lahir,
testis telah berada dalam skrotum. Jelaskan mengapa testis manusia harus turun
ke rongga skrotum.
2. Sebutkan fungsi masing-masing bagian saluran reproduksi laki-laki.
3. Jelaskan fungsi kelenjar-kelenjar seks asesori laki-laki.
4. Selaln menghasilkan sel telur, jelaskan fungsi ovarium yang lain.
5. Jelaskan fungsi masing-masing bagian saluran reproduksi perempuan.

5
PENGAMATAN SEL KELAMIN

A. TEORI DASAR
Sel kelamin atau gamet merupakan komponen penting sistem reproduksi
karena dari persatuan antara sel kelamin jantan dan betina terbentuklah zigot yang
akan berkembang menjadi individu baru.
Sel kelamin jantan disebut spermatozoid (jamak: spermotozoid) dihasilkan di
tubulus seminiferus dalam testis melalui proses spermatogenesis. Proses
spermatogenesis pada laki-laki berlangsung sejak usia akil balig sampai seumur
hidup.
Spermatozoid terdiri atas bagian kepala, leher, bagian tengah, dan ekor
yang berupa flagel panjang. Setalah dikeluarkan daril testis, sperma belum
mempunyai kemampuan bergerak (belum motil). Motilitas sperma baru diperoleh
setelah mengalami aktivasi (pematangan fisiologis) di dalam epididimis bagian
kauda.
Sel kelamin betina disebut sel telur (ovum), dihasilkan dalam ovarlum melalui
proses oogenesis. Proses oogenesis pada perempuan berlangsung sejak masa
embrio sampai tercapainya usia menopause.
Perkembangan sel telur di ovarium terjadi di dalam folikel-folikel telur. Sel
telur dilengkapi dengan membran sel yang disebut dengan plasmalema atau
oolema untuk melindungi sitoplasma, inti, yolk dan organel-organel dalam sel.

B. TUJUAN

1. Mengenel morfologi spermatozoid dan sel telur mamalia.


2. Mengamati perbedaan sel kelamin yang diambil dari bagian-bagian sistem
reproduksi yang berbeda.

C. ALAT DAN BAHAN


1. alat seksi 7. kaca penutup
2. papan seksi 8. pipet
3. gelas arloji 9. beaker glass 100 ml
4. skalpel 10. mencit jantan dan betina
5. mikroskop 11. larutan Ringer untuk mamalla
6. kaca benda 12. akuades

D. CARA KERJA
• Pengamatan spermatozoid:
1. Matikan mencit jantan dengan melakukan dislokasi leher.
2. Bedahlah skrotumnya dan ambillah testisnya, bersihkon testis dari lemak yang
menempel kemudian cucilah dengan larutan Ringer.
3. letakkan testis pada kaca arloji, iris-irislah dengan skalpel, tambahkan larutan
Ringer sampai terbentuk suspensi.
4. Teteskan beberapa tetes suspensi testis di atas kaca benda, lalu amatilah di
bawah mikroskop dengan pembesaran 40 x 10. Gambarlah beberapa sperma
yang tampak. Perhatikan apakah sperma tersebut dapat bergerak.

6
5. lakukan prosedur di atas untuk mengamati sperma yang diambil dari epididimis
dan vas deferens.

• Pengamatan sel telur


1. Matikan mencit betina dengan melokukan dislokasi leher dan bedahlah.
2. Ambilah ovariumnya, cucilah dengan larutan Ringer.
3. Letakkan ovarium pada kaca arloji, Irislah sedikit dengan skalpel, letakkan di
atas kaca benda, tambahkan larutan Ringer, lalu tutuplah dengan kaca penutup.
Tekanlah kaca penutup dangan cara menggelindingkan pensil.
4. Amatl sediaan sal telur di bawah mlkroskop dengan pembesaran 40 x 10. Amati
sel telur yang tampak. Sel-sel apakah yang menyertai sel telur tersebut?
5. Ambillah oviduk mencit, letakkan dalam kaca arloji, iris-irislah dengan skalpel,
tambahkan larutan Ringer sampai terbentuk suspensi.
6. Teteskan suspensi oviduk ke atas kaca benda, tutuplah dengan kaca penutup,
kemudian amatilah di bawah mikroskop dengan pembesaran 40 x 10. Amatilah
sel telur yang tampak.

E. ANALISIS DATA
Analisislah secara deskriptif data yang saudara peroleh dari masing-masing
pengamatan.

F. DISKUSI
1. Jelaskan perbedaan struktur dan motilitas spermatozoid yang diambil dari testis,
epididimis, dan vas deferens!
2. Dapatkah sperma mencit yang diambil dari testis digunakan untuk membuahi
sel telur secara in vitro? Jelaskan!
3. Dapatkah sel telur yang diambil dari ovarium dibuahi oleh spermatozoid ecara
in vitro? Jelaskan!
4. Jelaskan perbedaan sel telur yang terdapat di dalam ovarium dan yang terdapat
di dalam oviduk!

7
PRAKTIKUM ISOLASI DNA
(Mohamad Amin)

A. Teori Dasar
Isolasi asam nukleat merupakan tahap awal yang sangat menentukan
dalam kerja teknologi gen. Ada bermacam tipe sel yang memiliki perbedaan pada
komposisi membran sel, isi sel termasuk zat-zat di dalamnya dan juga jumlah
asam nukleat yang tiap-tiap objek perlu cara tertentu. Telah banyak ditulis dalam
sejumlah literatur tentang metode preparasi DNA. Berikut ini disampaikan
protokol praktis untuk teknik-teknik isolasi.
Dasar-dasar tahap kerja preparasi asam nukleat adalah:
I. Pemecahan atau lisis sel. .
Metode ini dilakukan dengan cara mekanis melalui homogenasi dengan ditumbuk
mortar dan pistil misainya. Homogenasi dengan N2 cair (materi sel dalam
pendinginan tinggi) merupakkan suatu homogenasi efektif. Buffer untuk
homogenasi harus dalam keadaan stabil pH-nya dan setelah lisis dapat berikatan
dengan materi (isi sel). Melalui pemberian ikatan kompleks akan terjadi ikatan
kation bivalen dimana hal ini berperan sebagai kofaktor nuklease.
2. Sentrigugasi dan filtrasi
Homogenat hasil lisis dipisahkan melalui sentrifugasi dan filtrasi dari
makromolekul yang merupakan komponen sel yang tidak dapat larut. Setelah
tahap ini tersedia suatu lisat yang bersih.
3. Deproteinisasi
Pelarutan protein dilakukan dengan melalui pengocokan lisat bersih dengan fenol
atau campuran fenol-kloroform. Fenol dapat memisahkan fase yang berbeda
melalui pengocokan dengan kloroform murni. Pemisahan fase ini dapat
dilanjutkan dengan sentrifugasi. Efisiensi deproteinisasi dapat dinaikkan melalui
inkubasi lisat dengan protease.
4. Presipitasi .
Presipitasi asam nukleat dapat dicapai dengan mela1ui penambahan ethanol
(ethanol, isopropanol). Efisiensi presipitasi dapat ditingkatkan dengan
pendinginan. Presipitat diendapkan melalui sentrifugasi dan dilarutkan pada
konsentrasi tertentu dari buffer yang dikehendaki.
5. Pemurnian .
Jika perlu, asam nukleat dapat dimurnikan dengan sentrifugasi bertahap seperti
kromatografi. Pemisahan DNA/RNA dari campuran asam nukleat dapat dicapai
melalui inkubasi dengan enzim nuklease yang sesuai (RNAse atau DNAse).

Teknik di atas adalah prosedur dasar yang harus dilalui untuk mendapatkan
ekstrak DNA murni. Namun demikian, prosedur di atas dapat disederhanakan
namun hasil isolat DNA biasanya masih belum murni (crude material) yang
masih tercampur dengan materi protein.

B. Tujuan
Mempelajari cara isolasi DNA dengan teknik sederhana

8
C. Alat dan Bahan
1. Mortar
2. Pistil
3. Tabung reaksi
4. Rak tabling reaksi
5. Gelas ukur
6. Beaker glass
7. Sendok kecil
8. Kain saring/kain kasa
9. Pipet
10. Pisau
11. Pengaduk
12. NaCI
13. Detergen
14. Akuades
15. Berbagai macam buah masak dan lunak .
16. Alkhohol 95% dingin

D. Cara Kerja
Isolasi DNA dari bahan buah-buahan:
1. Kuliti buah lunak (pepaya, mangga, kiwi, dan potong-potong. Kemudian
dengan garpu buatlah menjadi bubur buah di dalam beaker glas plastik 250 ml.
2. Tambahkan pada bahan ini 3 g NaCI, 10 ml detergen dan buat volume hingga
100 ml dengan menambahkan air. I
3. Bahan ini aduk sampai rata dicampur dengan garpu atau pengaduk kemudian
saring dengan saringan dan tampung hasil penyaringan tni.
4. Biarkan bahan hasil saringan ini untuk beberapa menit kemudian ambil 6 ml
dan masukkan ke dalam tabung reaksi/uji.
5. Alirkan 9 ml etanol dingin pada sisi tabung dan tunggu dalam beberapa menit
untuk terjadi presipitasi DNA dan kemudian akan muncul pada permukaan
etanol seperti masa putih berupa benang-benang halus.
6. Benang-benang ini dapat dipindah dengan alat/stik atau pastete dari cianol.

E. Analisis Data
Buatlah analisis secara deskriptif mengenai hasil pengamatan isolasi DNA
dari bahan sel buah-buahan.

F. Diskusi
1. Mengapa dalam isolasi harus didahului dengan menumbuk atau
menghancurkan sel?
2. Apa fungsi penggunaan detergen dan NaCl dalam isolasi DNA?
3. Apa kegunaan alkohol dalam praktikum saudara