Anda di halaman 1dari 11

LAPORAN

PRAKTIKUM EKOLOGI TUMBUHAN


“ FENOLOGI “

DISUSUN
OLEH

NAMA : Dita Ariani


NIM : F1071151062
KELOMPOK : 5 ( LIMA )

PROGRAM STUDI PENDIDIKAN BIOLOGI


JURUSAN PENDIDIKAN MIPA
FAKULTAS KEGURUAN DAN ILMU PENDIDIKAN
UNIVERSITAS TANJUNGPURA
PONTIANAK
2017
BAB I
PENDAHULUAN
A. Latar Belakang
Fenologi merupakan sebuah respon dari tanaman terhadap faktor-faktor lingkungan
pada suatu daerah yang mana merupakan manifestasi dari interkasi komponen struktur dan
fungsi tanaman terhadap lingkungannya.Fenologi tumbuhan adalah kalender dari peristiwa-
peristiwa penting dalam sejarah kehidupan tumbuh-tumbuhan seperti waktu pertunasan,
waktu pertumbuhan daun baru, waktu pengguran daun, waktu berbuah, waktu berbunga serta
waktu pertumbuhan diameter batang. Fenologi dan laju perkembangan suatu tanaman
dipengaruhi oleh berbagai penyusun faktor iklim seperti suhu, panjang hari dan persediaan
air. Sifat-sifat fenologi yang menentukan kerangka sementara di mana bahan tersebut
mengalami pertumbuhan.
Dalam fenologi terdapat fase vegetatif dan fase reproduktif. Fase vegetatif tampak dari
perkembangan akar, batang, dan daun. Fase ini berhubunga dengan pembelahan sel,
pemanjangan sel, dn tahap pertama diferensiasi. Dalam proses pembalahan sel diperlukan
karbohidrat dalam jumlah yang besar karena dinding sel terbentuk dari selulosa dan
protoplasmanya dari gula. Pembelahan sel terjadi dalam jaringan meristematis pada titik
tumbuh batang daun, ujung akar, dan kambium.

B. Rumusan Masalah
1. Apa itu fenologi?
2. Kenapa digunakan kacang hijau?
3. Fase-fase pertumbuhan kacang hijau?
4. Bagaimana perbedaan hasil pengamatan di naungan dan di lapangan?
5. Apa saja faktor yang membedakan hasil pengamatan dikedua perlakuan?
C. Tujuan
Tujuan dilakukannya praktikum mengenai fenologi adalah untuk mengamati
perkembangan kacang hijau dari germinasi hingga berusia 4 minggu.
BAB II
KAJIAN TEORI
Fenologi adalah ilmu yang mempelajari pengaruh iklim atau lingkungan sekitar
terhadap penampilan suatu organisme atau populasi. Aspek utama yang dipelajari adalah
bagaimana alam berubah sejalan dengan perjalanan siklus atau waktu. Ilmu ini dapat dianggap
sebagai bagian dari ekologi dan biogeografi (Khairil, 2011).
Fenologi tumbuhan adalah kalender dari peristiwa-peristiwa penting dalam sejarah
kehidupan tumbuh-tumbuhan seperti waktu pertunasan, waktu pertumbuhan daun baru, waktu
pengguran daun, waktu berbuah, waktu berbunga serta waktu pertumbuhan diameter batang.
Fenologi dan laju perkembangan suatu tanaman dipengaruhi oleh berbagai penyusun faktor
iklim seperti suhu, panjang hari dan persediaan air. (Mekki, 2005).
Fenologi pada daerah tropic memiliki sejumlah cirri-ciri yang khas jika dibandingkan
dengan daerah temprat. Sifat-sifat fenologi yang menentukan kerangka sementara dimana
bahan tersebut mengalami pertumbuhan. Sebagai sebuah individu, tanaman harus mampu
menanggapi atau dapat memberikan respon untuk dapat hidup pada lingkungan di dunia ini.
Satu strategi yang sesuai untuk satu populasi tanaman adalah bila semua inndividu memiliki
resistensi terhadap suatu kerusakan atau mampu memberikan berbagai macam respon.
Didalam respon tersebut mungkin diungkapkan sebagai fenotif yang berbeda diantara
individu atau di dalam individu pada waktu yang berbeduntuk satu pupulasi( Fitter, dan Hay ,
1991).
Proses pertumbuhan menunjukkan pertambahan ukuran dan berat kering yang tidak
dapat balik (irreversibel) yang mencerminkan pertambahan protoplasma mungkin karena
ukuran dan jumlahnya bertambah. Pertambahan protoplasma melalui reaksi di mana air ,
karbondioksida dan garam-garam anorganik diubah menjadi bahan hidup yang mencakup
pembentukan karbohidrat (proses fotosintesis), pengisapan dan gerakan air dan hara (proses
absorbs dan translokasi), penyusunan perombakan protein dan lemak dari elemen C dari
persenyawaan organik (proses metabolisme) dan tenaga kimia yang dibutuhkan didapat dari
respirasi. Tiga fase utama yang mudah dikenali yaitu fase logaritmik, fase linier, fase penuaan
(Salisbury, 1992).
Kondisi lingkungan yang sesuai selama pertumbuhan akan merangsang tanaman untuk
berbunga dan menghasilkan benih. Kebanyakan speises tidak akan memasuki masa
reproduktif jika pertumbuhan vegetatifnya belum selesai dan belum mencapai tahapan yang
matang untuk berbunga, sehubungan dengan ini terdapat dua rangsangan yang menyebabkan
perubahan itu terjadi, yaitu suhu dan panjang hari (Mugnisjah dan Setiawan, 1995).
Fenologi diduga merupakan sebuah respon dari tanaman terhadap faktor-faktor
lingkungan pada suatu daerah yang mana merupakan manifestasi dari interaksi komponen
struktur dan fungsi tanaman terhadap lingkungannya. Perbedaan fenologi antara daerah
setempat dengan daerah geografi lainnya mungkin disebabkan perbedaan factor genetik,
produksi, rantai makanan, dekomposisi, toleransi tanaman dan respon terhadap gangguan.
Fenologi seharusnya merupakan bagian dari studi produktivitas sejak adanya hubungan aliran
energi. Menurut Sutarno et all (1997) studi tentang perilaku kejadian tiap organisme atau
tumbuhan dalam hubungannya dengan perubahan-perubahan iklim disebut dengan fenologi.
Untuk faktor iklim yang dipergunakan dalam penelitian fenologi pada umumnya adalah curah
hujan, karena curah hujan secara langsung atau tidak langsung penting untuk pengaturan
waktu dan ruang dalam pembentukan bunga dan buah pada tumbuhan tropis.
Secara garis besar, faktor-faktor lingkungan dibagi dua yaitu; faktor biotik dan abiotik.
Tetapi secara terperinci faktor-faktor tersebut dibagi menjadi 7 bagian yaitu: tanah, air, suhu,
cahaya, atmosfir, api, biotik. Iklim merupakan salah satu komponen lingkungan yang
terpenting yang mempengaruhi pertumbuhan tanaman. Faktor-faktor iklim tersebut meliputi
cahaya matahari, temperatur, curah hujan, kelembaban udara dan angin. Beberapa faktor
lingkungan yang berpengaruh pada pertumbuhan dan perkembangan tanaman ialah faktor
tanah, suhu, dan cahaya (Odum, E. P. 1998)

Keseimbangan air adalah faktor iklim utama yang mempengaruhi


tumbuhan. Ketersediaan air menentukan musim-musim pertumbuhan yang mungkin ada.
Walaupun demikian suhu dapat berpengaruh besar terhadap laju pertumbuhan daun dan laju
perkembanga tanaman di daerah tropik.Fenologi dan laju perkembangan suatu tanaman
tergantung faktor iklim seperti suhu, hara, dan persediaan hara. Sifat-sifat khas fenologi
menentukan kerangka sementara dimana bahan kering didistribusikan keberbagai bagian
tanaman. Titik-titik kardinal fenologi jagung yang diakui secara luas adalah perkecambahan,
inisiasi bunga, pembuangan (antesis dan perambuatan), dan kemasakkan fisiologi. Untuk
jagung-jagung didaerah tropik, penanaman sampai pemasakan biji ditentukan oleh ; suhu,
ketersedian lengas, pengiliran tanaman, dan kebutuhan ketersdian pangan yang tepat waktu.
Laju perkecambahan akan menurun dengan menurunnya potensial lengas tanah. Suhu tanah
26 – 300 C adalah optimun pada waktu perkecambahan semai awal (Dirjen Dikti, 1987).
BAB III
METODOLOGI
A. Waktu dan tempat
Hari/Tanggal : 22 Oktober – 19 November 2017
Waktu : 13.00-15.00 WIB
Tempat : Laboratorium Pendidikan Biologi dan Lapangan disekitar Laboratorium
FKIP UNTAN

B. Alat dan Bahan


Alat : Kaliper, penggaris atau meteran kertas berpetak, timbangan, pot, embrat.
Bahan: Biji kacang hijau, tanah dan air.

C. Cara kerja
1. Praktikum ini dilakukan bersamaan dan menggunakan praktikum pengaruh faktor iklim
terhadap pertumbuhan tanaman.
2. Dicatat perkembangan semenjak tahap germinasi, saat kotiledon mulai tampak, saat
daun pertama muncul, saat pertumbuhan daun masa vegetatif, saat mulai reproduktif.
Agar tidak kehilangan periode tersebut pengamatan dilakukan setiap hari.
3. Dicatat data temperature udara, presipitasi, kelembaban dan cahaya setiap hari. Dicatat
hal lain yang mungkin terjadi.
4. Dianalisa data dan dibuat grafiknya.
5. Dibandingkan fenologi tanaman kacang hijau dikedua tempat.

BAB IV
HASIL DAN PEMBAHASAN
A. Hasil Pengamatan
1. Tabel Pengamatan
No Hari ke- Pengamatan Lapangan Pengamatan Naungan
1 1 - -
2 2 - -
3 3 - -
4 4 Kotiledon mulai nampak Kotiledon mulai nampak
5 5 Daun pertama muncul Daun pertama muncul
6 6 Daun pertama muncul Daun pertama muncul
7 7 Pertumbuhan daun masa vegetatif Pertumbuhan daun masa vegetatif
8 8 Pertumbuhan daun masa vegetatif Pertumbuhan daun masa vegetatif
9 9 Pertumbuhan daun masa vegetatif Pertumbuhan daun masa vegetatif
10 10 Pertumbuhan daun masa vegetatif Pertumbuhan daun masa vegetatif
11 11 Pertumbuhan daun masa vegetatif Pertumbuhan daun masa vegetatif
12 12 Pertumbuhan daun masa vegetatif Pertumbuhan daun masa vegetatif
13 13 Pertumbuhan daun masa vegetatif Pertumbuhan daun masa vegetatif
14 14 Pertumbuhan daun masa vegetatif Pertumbuhan daun masa vegetatif
15 15 Pertumbuhan daun masa vegetatif Pertumbuhan daun masa vegetatif
16 16 Pertumbuhan daun masa vegetatif Pertumbuhan daun masa vegetatif
17 17 Pertumbuhan daun masa vegetatif Pertumbuhan daun masa vegetatif
18 18 Pertumbuhan daun masa vegetatif Pertumbuhan daun masa vegetatif
19 19 Pertumbuhan daun masa vegetatif Pertumbuhan daun masa vegetatif
20 20 Pertumbuhan daun masa vegetatif Pertumbuhan daun masa vegetatif
21 21 Pertumbuhan daun masa vegetatif Pertumbuhan daun masa vegetatif
22 22 Pertumbuhan daun masa vegetatif Pertumbuhan daun masa vegetatif
23 23 Pertumbuhan daun masa vegetatif Pertumbuhan daun masa vegetatif
24 24 Pertumbuhan daun masa vegetatif Pertumbuhan daun masa vegetatif
25 25 Pertumbuhan daun masa vegetatif Pertumbuhan daun masa vegetatif
26 26 Pertumbuhan daun masa vegetatif Pertumbuhan daun masa vegetatif
27 27 Pertumbuhan daun masa vegetatif Pertumbuhan daun masa vegetatif
28 28 Pertumbuhan daun masa vegetatif Pertumbuhan daun masa vegetatif
29 29 Pertumbuhan daun masa vegetatif Pertumbuhan daun masa vegetatif
30 30 Pertumbuhan daun masa vegetatif Pertumbuhan daun masa vegetatif

Tabel 2 Pengamatan Jumlah Daun


Minggu ke-
Pot 1 2 3 4
L N L N L N L N
1 2 2 4 - 3 - - -
2 2 2 5 2 6 6 6 -
3 2 2 3 3 3 - - -
4 2 2 4 2 12 - 14 -
5 2 2 4 2 11 - 12 -
Rata-rata 2 2 4 1,8 7 1,2 6,4 -

Keterangan :
(-) : Tanaman kacang hijau telah mati.

B. Pembahasan
Pada praktikum kali ini praktikan melakukan percobaan yang berjudul “Fenologi”,
adapun tujuan dlakukannya percobaan ini yaitu untuk mengamati perkembangan kacang hijau
dari germinasi hingga berusia 4 minggu. Adapun bahan utama yang digunakan dalam
percobaan ini yaitu Biji Kacang hijau (Phaseollus radiatus), media berupa tanah dan Air.
Adapun percobaan ini dilakukanselama 4 minggu dengan memberikan 2 perlakuan yang
berbeda. Sebagian ditempatkan di lapangan terbuka dan yang lainnya ditempatkan di
naungan. Pengamatan yang dilakukan meliputi fase pertunasan, munculnya daun baru,
pengguguran daun, waktu berbunga dan berbuah.
Fenologi adalah ilmu tentang periode fase-fase yang terjadi secara alami pada
tumbuhan. Berlangsungnya fasefase tersebut sangat dipengaruhi oleh keadaan lingkungan
sekitar, seperti lamanya penyinaran, suhu dan kelembaban udara (Yulia, 2006). Sedangkan
fenologi tumbuhan adalah kalender dari peristiwa-peristiwa penting dalam sejarah kehidupan
tumbuh-tumbuhan seperti waktu pertunasan, waktu pertumbuhan daun baru, waktu pengguran
daun, waktu berbuah, waktu berbunga serta waktu pertumbuhan diameter batang. Fenologi
dan laju perkembangan suatu tanaman dipengaruhi oleh berbagai penyusun faktor iklim
seperti suhu, panjang hari dan persediaan air. (Mekki, 2005).
Pada praktikum mengenai fenologi ini, digunakan Kacang hijau(Phaseolus radiatus)
sebagai tanaman yang akan diamati proses pertumbuhan dan fase-fasenya. Alasan
Digunakannya tanaman ini dikarenakan cepat tumbuh, tidak memerlukan waktu yang lama
dalam pertumbuhannya dan fasenya mudah untuk diamati. Untuk pengamatan, dibuat
perbandingan antara pertumbuhan tanman pada tempat pertumbuhan yang tertutupi naungan
dan di lapangan.
Pada fase pertumbuhan ini terdapat proses perkecambahan biji yang dipengaruhi oleh
ketersediaan air, yang berperan penting dalam mengaktifkan kerja enzim. Selanjutnya terjadi
pemecahan amilum (cadangan makanan) untuk pertumbuhan embrio. Perkecambahan
tergantung pada imbibisi yaitu penyerapan air akibat potensi air yang rendah pada biji yang
kering. Air yang berimbibisi menyebabkan biji kacang hijau mengembang dan memecahkan
kulit dan memicu perubahan metabolik pada embrio sehingga menyebabkan biji tersebut
melanjutkan pertumbuhan. Enzim akan mulai mencerna cadangan makanan yang disimpan
pada kotiledon dan nutrientnya berpindah ke bagian embrio yang sedang tumbuh adapun
organ yang muncul dari biji adalah radikula yaitu akar embrionik (Pratiwi, 2004).
Tiga fase utama yang mudah dikenali yaitu fase logaritmik, fase linier, fase penuaan.
Fase logaritmik,ukuran bertambah secara eksponsial sejalan dengan waktu. Ini berarti laju
pertumbuhan lambat pada awalnya tetapi kemudian meningkat terus laju berbanding lurus
dengan ukuran organisme, semakin besar organisme semakin cepat ia tumbuh.Fase linear,
pertambahan ukuran berlangsung secara konstan, biasanya pada laju maksimum selama
beberapa waktu lamanya. Pada batang tak bercabang fase linear disebabkan oleh aktivitas
yang konstan dari meristem apikal.Fase penuaan, laju pertumbuhan yang menurun saat
pertumbuhan sudah mencapai kematangan dan mulai menua.

Dalam fenologi terdapat fase vegetatif dan fase reproduktif. Fase vegetatif tampak
dari perkembangan akar, batang, dan daun. Fase ini berhubunga dengan pembelahan sel,
pemanjangan sel, dan tahap pertama diferensiasi. Dalam proses pembalahan sel diperlukan
karbohidrat dalam jumlah yang besar karena dinding sel terbentuk dari selulosa dan
protoplasmanya dari gula. Pembelahan sel terjadi dalam jaringan meristematis pada titik
tumbuhbatang daun, ujung akar, dan kambium.
Berdasarkan hasil pengamatan kami, kotiledon kecambah kacang hijau pada naungan
maupun lapangan baru muncul pada hari ke-4. Pada hari ke-5 daun pertama muncul dan pada
hari ke 7 mulai pertumbuhan daun masa vegetatif dengan jumlah daunnya 2 pada semua pot
dinaungan maupun di lapangan jumlahnya sama. Pada minggu ke 2 rata-rata dari jumlah daun
pada naungan yaitu 1,8 sedangkan rata-rata jumlah daun kacang hijau di lapangan yaitu 4.
Pada minggu ke 3 rata-rata jumlah daun di naungan 1,2 sedangkan jumlah daun pada
lapangan 7. Hal ini dikarenakan pada kacang hijau di naungan banyak yang sudah tidak
berdaun lagi karena daunnya dimakan ulat. Selain itu batang kacang hijau yang berada di
naungan lebih kecil dan tidak tegak sehingga tanaman kacang hijau di naungan tumbang,
tidak lurus, dan tidak berdiridengan tegak. Pada minggu ke empat kacang hijau yang berada di
naungan semuanya sudah mati karena habis dimakan oleh ulat. Sedangkan rata-rata jumlah
daun pada lapangan 6,4. Sampai minggu kedua, pertumbuhan tinggi tanaman lebih cepat pada
tanaman yang berada di tempat naungan, tetapi jumlah daun lebih banyak pada tanaman yang
berada di lapangan. Hal ini mungkin dikarenakan cahaya matahari yang didapat, sehingga
mempengaruhi pertumbuhan tinggi dan daun. Begitu pula dengan minggu ketiga dan keempat
tanaman kacang hijau pada lapangan mempunyai daun yang lebih banyak dan lebih tinggi
dibandingkan kacang hijau yang berada di naungan.
Dari hasil pengamatan terdapat perbedaan antara tumbuhan yang berada di naungan
dan tumbuhan yang berada di lapangan terbuka. Pada naungan, tumbuhan lebih cepat layu
dibandingkan tempat terbuka (lapangan) yang mengakibatkan pertumbuhan kacang hijau di
tidak semaksimal yang di lapangan. Hal ini dikarenakan kondisi lingkungan pada tempat
naungan yang tidak tembus oleh sinar matahari, sehingga tanaman yang berada di naungan
tidak dapat mengalami atau melakukan proses fotosintesis dengan sempurna dibandingkan
dengan tanaman yang berada dilapangan. Sedangkan pada tanaman yang diletakkan
dilapangan, kondisi lingkungannya sesuai, dari factor cahaya, curah hujan dan lain-lain yang
sesuai selama pertumbuhan akan merangsang tanaman untuk berbunga dan menghasilkan
benih. Kebanyakan speises tidak akan memasuki masa reproduktif jika pertumbuhan
vegetatifnya belum selesai dan belum mencapai tahapan yang matang untuk berbunga,
sehubungan dengan ini terdapat dua rangsangan yang menyebabkan perubahan itu terjadi,
yaitu suhu dan panjang hari.
Selain itu faktor lain yang menyebabkan di daerah naungan perkembangannya lama
yaitu suhu udara rendah dan kelembaban yang lebih tinggi dari daerah di lapangan. cahaya,
suhu, kelembaban, dan curah hujan serta evaporasi daerah penanaman tumbuhan tersebut
(Anwar, 2011).
Salah satu contoh faktor yang mempengaruhi yang mempengaruhi yaitu keseimbangan
air. Keseimbangan air adalah faktor iklim utama yang mempengaruhi tumbuhan. Ketersediaan
air menentukan musim-musim pertumbuhan yang mungkin ada. Walaupun demikian suhu
dapat berpengaruh besar terhadap laju pertumbuhan daun dan laju perkembanga tanaman di
daerah tropik.Fenologi dan laju perkembangan suatu tanaman tergantung faktor iklim seperti
suhu, hara, dan persediaan hara. Sifat-sifat khas fenologi menentukan kerangka sementara
dimana bahan kering didistribusikan keberbagai bagian tanaman. Titik-titik kardinal fenologi
jagung yang diakui secara luas adalah perkecambahan, inisiasi bunga, pembuangan (antesis
dan perambuatan), dan kemasakkan fisiologi. Untuk jagung-jagung didaerah tropik,
penanaman sampai pemasakan biji ditentukan oleh ; suhu, ketersedian lengas, pengiliran
tanaman, dan kebutuhan ketersdian pangan yang tepat waktu. Laju perkecambahan akan
menurun dengan menurunnya potensial lengas tanah. Suhu tanah 26 – 300 C adalah optimun
pada waktu perkecambahan semai awal (Dirjen Dikti, 1987).
BAB V
PENUTUP
A. Kesimpulan
1. Fenologi tumbuhan adalah kalender dari peristiwa-peristiwa penting dalam sejarah
kehidupan tumbuh-tumbuhan seperti waktu pertunasan, waktu pertumbuhan daun baru,
waktu pengguran daun, waktu berbuah, waktu berbunga sertawaktu pertumbuhan
diameter batang..
2. digunakan kacang hijau karena pertumbuhannya cepat dan fase-fasenya mudah untuk
diamati.
3. Tiga fase utama yang mudah dikenali yaitu fase logaritmik, fase linier, fase penuaan.
Dalam fenologi terdapat fase vegetatif dan fase reproduktif.
4. Pengamatan dibuat perbandingan antara pertumbuhan tanaman pada tempat pertumbuhan
yang tertutupi naungan dan di lapangan.
5. Sampai minggu kedua, pertumbuhan tinggi tanaman lebih cepat pada tanaman yang
berada di tempat naungan, tetapi jumlah daun lebih banyak pada tanaman yang berada di
lapangan.
6. Perbedaan pertumbuhan yang berada di naungan dan lapangan. Pada naungan, tumbuhan
lebih cepat layu dibandingkan tempat terbuka (lapangan) yang mengakibatkan
pertumbuhan kacang hijau di tempat ternaung tidak semaksimal pertumbuhan kacang
hijau di lapangan.
7. Faktor-faktor yang mempengaruhi pertumbuhan kacang hijau yaitu ketersediaan air, suhu
lingkungan yaitu suhu udara dan suhu tanah, curah hujan, kelembaban, pH tanah, angin
dan cahaya matahari.

B. Saran
Sebaiknya pada saaat melakukan pengamatan dan pengukuran lebih teliti lagi agar
data yang didapat bisa akurat.
DAFTAR PUSTAKA

Dirjen Dikti. 1987. Fisiologi Tanaman Budidaya Tropik. Yogyakarta: UGM Press.

Fitter dan Hay. 1991. Fisiologi Lingkungan Tanaman. Yogyakarta : Gajah Mada University
Press.

Harjadi, S.S. 1996. Pengantar Agronomi.Jakarta : Gramedia Pustaka Utama.

Mekki, 2005. Growth-Yield And Seed Quality Of Soybean (Gylcine max L) as Affected by
Organic. Journal AgroBio.Sci.Vol 1: hal 320-324

Odum, E. P. 1998. Dasar-dasarEkologi. Yogyakarta : UGM Press.

Salisbury. 1992.Fisiologi Tumbuhan. Yogyakarta: UGM Press.

Setiawan. 1995. Analisa Vegetasi. Jakarta: Rineka Cipt Press.

Sutarno. 1997.Biologi Jilid 1. Jakarta: Rineka Cipta.

Yulia, Nina. 2006. Biodiversitas. Kajian Fenologi Fase Pembungaan dan Pembuahan
Paphiopedilum glaucophyllum J.J.Sm. var. Glaucophyllum Flowering and fruiting
phenology of Paphiopedilum glaucophyllum J.J. Sm. Var. Pasuruan : LIPI. Vol 8 No 1.
Hal 58-62.