Anda di halaman 1dari 18

TUGAS KELOMPOK

Evaluasi Penurunan Produktivitas World Youth Boy pada

lantai 3 sebagai akibat relayout pertukaran space world

men

Diajukan Sebagai Salah Satu Syarat Untuk Menyelesaikan


Career Development Program-Assistant Store Manager Batch 20

Disusun Oleh :
NAMA & NIK :
1. PANDU SAGITA (CDP ASM 459)
2. FITRIANA D.R. (CDP ASM 471)
3. TEGUH BUDIANO (CDP ASM 474)

Career Development Program-Assistant Store Manager Batch 20

PT. MATAHARI DEPARTMENT STORE, TBK


KARAWACI
2018
KATA PENGANTAR

Pujisyukur penulis panjatkan ke hadirat Tuhan Yang Maha Esa, karena atas
perkenaan dan limpahan rahmatNya, maka penulis mampu menyelesaikan paper ini.
Paper ini merupakan salah satu prasyarat Menyelesaikan Career Development
Program-Assistant Store Manager Batch 20 di PT. Matahari Dept Store Tbk.
Pada kesempatan ini penulis ingin menyampaikan ucapan terima kasih
kepada semua pihak yang telah membantu penulis dalam menyelesaikan tugas
paper ini, terutama kepada :
1. Bapak Andre Rumantir, selaku Human Resources Director yang telah
memberikan kesempatan kepada penulis untuk mengikuti program CDP
Assistant Store Manager , dengan segala masukan, nasehat maupun spirit
yang tiada henti buat siapapun dan dimanapun
2. Ibu Dian M Widiastuti, selaku Head of Training and Development yang
telah memberikan banyak ilmu dan bimbingan selama mengikuti program
CDP Assistent Manager
3. Ibu Imelda dan Ibu Riana selaku program Manager CDP Assistent
Manager yang telah mensuport, membimbing dan mengarahkan penulis di
program CDP Assistent Manager
4. Bapak Enrico Matanda Tobing sebagai Store Manager MDS 655 Atrium
Plaza, yang telah banyak memberikan pengarahan, serta pembelajaran selama
masa penyusunan paper penulis.
5. Bapak Nugroho dan Bapak Arry selaku Assistant SM yang memeberikan
support dan bimbinganya selama penulis merampungkan paper ini.
6. Bpk/Ibu rekan-rekan staf Supervisor, Coordinator penulis haturkan
banyak terima kasih atas kerjasamanya selama ini.
7. Seluruh Karyawan/karyawati, awak toko MDS 655 Atrium Plaza
Palangkaraya tanpa terkecuali
8. Dan kepada pihak yang tidak sempat penulis sebutkan satu per satu.,
semoga paper ini bisa bermanfaat bagi MDS 655 Atrium Plaza khususnya dan
semua Toko Matahari Departement Store pada umumnya.

Saran dan kritik serta koreksi yang sifatnya membangun sangat penulis
harapkan, selain untuk penyempurnaan project ini sekaligus untuk menambah
wawasan dan memberikan paradigma berfikir dalam mengapresiasikan tugas dan
tanggung jawab kerja. Mohon maaf atas kekurangan yang ada dalam penulisan
maupun isi dari makalah ini.

Palangkaraya, 16 Maret 2018

Penulis
. DAFTAR ISI

Kata Pengantar…………………………………………………………………… 3
DaftarIsi……………………………………………………………………….…. 4
Daftar Gambar……………………………………………………………….…. 4
Daftar Table………………………………………………………………….…. 4
BAB 1 PENDAHULUAN
1. LATAR BELAKANG …………………………………………………..
2. TUJUAN ………………………………………………………………..
3. METODOLOGI PENELITIAN ………………………………………..
4. RUMUSAN PEMBAHASAN …………………………………………..
5. BATASAN PEMBAHASAN …………………………………………...
BAB 2: PEMBAHASAN TOWS & PSDM ANALYSIS
Pembahasan TOWS
1. Menganalisa lingkungan eksternal dan internal
i. Analisa lingkungan eksternal
 Analisa makro (PESTLE)
 Analisa mikro (industri retail) di wilayah sekitar (5-
FORCES)
 Menghitung bobot analisa lingkungan eksternal
ii. Analisa lingkungan internal (core competency)
 Analisa kelemahan
 Analisa kekuatan
 Menghitung bobot analisa lingkungan internal
2. Mengembangkan matriks TOWS dan analisa
3. Mengembangkan analisa strategis >> Mengembangkan analisa
keputusan strategik
4. Mengembangkan rencana tindakan strategik

Pembahasan PSDM
 Analisa kelemahan (analisa masalah saat ini) (ambil 1
kelemahan di toko yg menjadi masalah)
a. Identifikasi masalah
b. Mengumpulkan data dan menganalisa data
c. Mengidentifikasi penyebab dan memverifikasi
akar penyebab masalah (root cause analysis)
d. Rencana penanggulangan

BAB III PENUTUP


KESIMPULAN…………………………..…………………….............................. 20
SARAN …………………………………………................................................ 21

BAB 3: KESIMPULAN DAN SARAN


5. KESIMPULAN
6. SARAN

DAFTAR PUSTAKA
BAB I
PENDAHULUAN

1. Latar Belakang
Kondisi dunia ritel di indonesia pada tahun 2017 ini menunjukan trend
penurunan pertumbuhan, menurut Asosiasi Pengusaha Ritel Indonesia (Aprindo)
menyebut pertumbuhan penjualan industri ritel menurun drastis hingga 20 %
sepanjang kuartal I 2017 dibandingkan dengan periode yang sama tahun lalu yang
mencapai Rp40 triliun, melihat pertumbuhan bisnis industri ritel kuartal I yang
cenderung merosot, diperkirakan peluang bisnis hingga tutup tahun nanti tidak akan
memuaskan seperti tahun-tahun sebelumnya
Untuk menyikapi hal tersebut, Matahari Department Store harus bisa
menggunakan kekuatan untuk menangkap peluang yang ada di masing- masing
sektor yaitu dengan cara mengelola potensi yang sudah ada, agar menghasilkan
sales yang jauh lebih maksimal. Matahari Departement Store yang sudah membuka
gerai hingga 156 diseluruh Indonesia menetapkan bahwa peningkatan Sales dan
produktivitas adalah target keberhasilan yang harus dicapai.
Matahari Atrium Plaza 655 merupakan Toko yang beroperasi sejak tanggal 5
November 1995 dengan luas gross space 10.716 M2 yang terdiri dari 4 (empat)
lantai, lantai 1 (satu) ditempati oleh Bag, Accecories, Watches, Cosmetic dan Shoes,
dan lantai 2 (dua) ditempati oleh Ladies world, Youth girl, dan Intimate, Lantai 3
(tiga) ditempati Youth Boy & Mens dan lantai 4 (empat) ditempati Home, Children
and Toys.
Pada periode Januari – Februari 2018 sales MDS Atrium mengalami peningkatan
Produktivitas dibandingkan tahun 2017. Berikut data peningkatan produktivitas LY
vs TY :

Table 1.1 Data peningkatan Produktivitas januari – februari 2018 vs 2017


Berdasarkan tabel diatas diketahui bahwa Produktivitas MDS Atrium plaza pada
periode januari – Februari 2018 mengalami peningkatan/growth produktivitas cukup
tinggi yaitu 10,58%, namun 2nd Floor mengalami penurunan produktivitas sebesar
( 0,5% ). Pada 2nd floor terdiri dari 3 world yaitu Ladies, Youth Girls dan Intimate.
Diantara 3 world tersebut, hanya ladies world yang mengalami penurunan
produktivitas, hal ini berpengaruh karena Adanya Ekspansi dan re-lay out pada 2nd
floor tahun 2017 dan masih belum menunjukkan hasil yang signifikan. Berikut data
pencapaian produktivitas Ladies Jan-Feb 2017 vs 2018 :

Table 1.2 Data perbandingan Growth Space dan produktivitas Ladies world
Dari table diatas menunjukkan bahwa Produktivitas Ladies Mengalami penurunan
sebesar (7,00%) yang disebabkan oleh menurunnya growth produktivitas DP Ladies
sebesar (20,69%) sedangkan ekspansi mengalami penambahan space sebesar 32,81
%. Atas dasar hal tersebut penulis tertarik mencari tahu permasalahan yang ada di
world Ladies dengan menggunakan analisis SWOT & PSDM sehingga menemukan
solusi untuk mengatasi permasalahan tersebut.
2. Metodologi Penelitian
Metode penelitian yang akan digunakan pada penelitian ini adalah
Metodologi kuantitatif yang merupakan jenis penelitian yang lebih sistematis,
spesifik, dan tersetruktur. Serta metode ini memiliki rencana dengan baik dari awal
proses sampai menentukan kesimpulan penelitian. Sehingga hasil penelitian lebih
mendetail dan jelas, ditambah dengan pengunaan tabel, grafik, atau diagram
memudahkan orang dalam membacanya.

3. Tujuan
Dari uraian yang telah dipaparkan di atas, maka tujuan dari pembuatan makalah
ini adalah:
1. Diharapkan Penulis mampu menganalisa kondisi eksternal dan internal
Industri retail menggunakan pendekatan TOWS anlysis di MDS Atrium 655.
2. Penulis Mampu menganalisa masalah Internal MDS Atrium 655 dan
menemukan Problem solving secara sistematis dengan menerapkan PSDM.
4. Rumusan Masalah
Dari uraian yang telah dipaparkan di atas, maka rumusan masalah ini adalah:
1. Bagaimana menerapkan analisis SWOT di MDS Atrium Plaza?
2. Bagaimana mengatasi masalah dengan menggunakan PSDM di MDS Atrium
Plaza.?
5. Batasan Masalah
Berdasarkan latar belakang masalah diatas, penulis membatasi masalah hanya
pada analisa TOWS dan PSDM di MDS Atrium Plaza untuk meningkatkatan Growth
Produktivitas Sales DP Ladies World.
BAB 2:
PEMBAHASAN TOWS & PSDM ANALYSIS

A. PEMBAHASAN TOWS

Analisis TOWS adalah analisis yang mengutamakan mempelajari dan


menginvestigasi peluang faktor eksternal, karena bersifat lebih dinamis dan bersaing,
yang kemudian dilanjutkan menganalisa faktor internal. Dengan mengidentifikasi
beberapa rencana aksi yang dapat meningkatkan posisi perusahaan, analisis TOWS
memungkinkan manajemen untuk memilih beberapa strategi yang paling efektif dan
memanfaatkan peluang yang tersedia.
1. Menganalisa lingkungan external makro dan mikro
- Analisa lingkungan external makro
Dalam menganalisa faktor external makro, dibutuhkan analisa mendalam
yang mempengaruhi baik secara langsung maupun tidak langsung yang berada di
luar kendali perusahaan (uncontrollable factors). Untuk menganalisa hal tersebut
dibutuhkan analisa dengan menggunakan metode PESTLE Analysis.
PESTLE Analysis berguna untuk menyimpulkan lingkungan luar dimana bisnis
beroperasi. Dalam riset pasar untuk wilayah Jakarta pusat didapati aspek-aspek
sebagai berikut :
 Politik
Jakarta Pusat sebagai pusat pemerintahan rentan terhadap isyu politik,
selama 2017 terjadi beberapa aksi demo seperti demo buruh pada
bulan mei 2017 dan aksi-aksi damai yang digelar di Monumen
national (Monas) berpotensi mengganggu stabilitas keamanan &
perekonomian.
 Ekonomi
Dalam aspek ekonomi berkaitan dengan Biaya-biaya sumber daya
yang dibutuhkan perusahaan yang dapat berubah setiap waktu karena
pengaruh faktor-faktor ekonomi seperti kenaikan tingkat inflasi di
jakarta pusat yang lebih rendah dibanding nasional yaitu 0,43%
sedangkan nasional 0,62% sehingga dapat mendorong pertumbuhan
ekonomi. (Sumber: BPS Provinsi DKI Jakarta)
 Sosial Kebudayaan
Pergeseran pola belanja masyarakat dari offline ke online sangat
terasa di Jakarta, Potensi pertumbuhan e-commerce mencapai 39,6%
di Indonesia setiap tahunya, penggunaan smart phone mencapai 43%
dan berkembangnya transportasi online mendorong Jakarta menjadi
market place terbesar konsumen belanja online. (Sumber:
Katadata.co.id)
 Perkembangan Teknologi
Tingkat kemajuan teknologi memiliki peranan berarti pada penentuan
produk dan jasa yang akan diproduksi, peralatan yang digunakan dll.
Kemudahan akses teknologi informasi di Indonesia dapat dilihat dari
penggunaan internet mencapai 132.7 juta jiwa 51% dari populasi, dan
pengguna Internet di Jakarta mencapai 4,6 juta dengan penetrasi 43%.
(Sumber: Katadata.co.id)
 Legal
Kebijakan pemerintah mengenai subsidi KJP ( Kartu Jakarta Pintar )
yang program strategis untuk memberikan akses bagi warga DKI
Jakarta dari kalangan masyarakat tidak mampu untuk mengenyam
pendidikan minimal sampai dengan tamat SMA/SMK dengan dibiayai
penuh dari dana APBD Provinsi DKI Jakarta. (Sumber:
kjp.jakarta.co.id)
 Enviroment
Masih sering terjadinya banjir di jakarta apabila intensitas curah hujan
tinggi, curah hujan yang berpotensi menyebabkan banjir di Jakarta
pusat adalah curah hujan yang dalam satu jam mencapai lebih dari 20
milimeter atau 100 milimeter dalam sehari. Titik-titik banjir di Jakarta
pusat meliputi Cempaka putih, Johar baru, dan kartini daerah sekitar
yang juga menjadi langganan banjir semanggi, manggarai, gunung
sahari,dan dukuh bawah. (Sumber:www.bmkg.go.id)
Analisa lingkungan external mikro

Dalam menganalisa lingkungan external khususnya external mikro


kita juga menggunakan analisis Five forces – Portres untuk lebih dalam
menggali tentang factor eksternal dalam dunia bisnis retail di sekitar kita serta
sector sector yang mempengaruhi. Five forces model digambarkan bahwa kita
juga bersaing dengan pesaing potensial kita, yaitu mereka yang akan masuk,
para pemasok atau suplier,para pembeli atau konsumen, dan produsen produk-
produk pengganti. Dengan demikian, kita harus mengetahui bahwa ada lima
kekuatan yg menentukan karakteristik suatu industry khusunya di Jakarta
Pusat.
a. Produk / jasa subtitusi
Pemain retail yang ada di Jakarta pusat khususnya disekitar Atrium Plaza
adalah pusat grosir senen jaya yang terhubung langsung ke mall Atrium
Plaza melaui connecting bridge dilantai 3 dan pusat grossir ITC Cempaka
Mas yang berjarak 11 km.
b. Pemain baru
Dibukanya Transmart di Cempaka putih dengan konsep berbelanja,
bersantap dan menonton sebagai new shopping experience dalam satu
kawasan terintergrasi. Transmart cempaka putih juga dilengkapi area
bermain indoor yang dapat menjadi arena bermain bersama keluarga. Nilai
tawar yang tinggi dapat menjadi ancaman bagi Plaza atrium walaupun
jarak tidak terlalu dekat sekitar 12 Km .
c. Konsumen
Kekuatan tawar pembeli untuk wilayah Jakarta sangat besar karena
banyaknya pilihan produk, pilihan harga dan banyaknya barang subtitusi
yang menjadi pilihan konsumen sehingga konsumen mudah mencari
produk pengganti.
d. Pemasok
Dari segi pemasok, di kota Jakarta pusat tidak ada kendala yang
terlalu signifikan karena terintegrasinya akses trnsportasi, akses jalan tol,
dan jarak Pemasok ke Plaza atrium, jarak keduanya terbilang cukup dekat
(sekitar 49km), hanya tingkat kemacetan yang terjadi di jalan tol yang
mungkin menjadi salah 1 kendala untuk pengiriman.
e. Persaingan industry
Dalam persaingan industry retail di daerah Jakarta pusat, terdapat
berbagai macam jenis dari mall-mall besar, pasar modern, pusat grosser
dan pasar tradisional. Dimana masing masing dari pusat retail tersebut
memiliki potensi untuk memecah traffict dari Atrium Plaza.
Perhitungan Bobot Analisa Lingkungan Eksternal

Dari faktor-faktor external baik makro maupun mikro yang mempengaruhi dunia
usaha dapat dilakukan pemberian bobot untuk melihat faktor dominannya

Dari perhitungan diatas dapat skor EFAS +0.175 angka tersebut menunjukan peluang untuk
pengembangan usaha di dunia retail memiliki peluang dan mengantisipasi ancaman.
2. Menganalisa lingkungan internal

Dalam menganalisa lingkungan internal dari MDS Atrium 655 penulis focus pada
analisa core competencies yakni menganalisa suatu kumpulan proses, keterampilan
dan teknologi yang perludimiliki toko tersebut untuk dapat memberikan nilai tambah
pada konsumen. Berikut analisa kekuatan dan kelemahanya :

Analisa kelemahan
 Product asshortment lengkap dari brand nasional hingga
internasional

 tenant fashion terbesar dan terlengkap dimall

 Segmen Customer bervariasi dari middle low dan middle up

 lokasi strategis berada dipusat perkantoran, pemerintahan &


perhotelan

 support merchandise oleh supplier

 Produktivitas cukup tinggi yaitu 1,8 juta

 CCR tinggi 70%Building facility sering mengalami kerusakan

Analisa kekuatan

 toko tidak memiliki public area untuk customer ( Toilet )

 Service cashier masih belum maksimal

 turunnya growth poduktivitas lantai 2 periode jan - feb 2018 vs 2018

 Pintu enterance ladies ditutup pukuk 18.00

 Brand Cv Ladies formal tidak tergrouping by category

 Penerangan after relamping masih belum maksimal dibanding


kompetitor

 Building facility sering mengalami kerusakan

Menghitung bobot analisa lingkungan internal


B. PEMBAHASAN PSDM

2.2.1 Analisa Kelemahan

Berdasarkan analisa tows pada pembahasan sebelumnya, Faktor internal yang

menjadi kelemahan MDS Atrium Plaza bisa diklasifikasikan sebagai berikut :

Berdasarkan data table diatas kelemahan MDS Atrium plaza yang bisa dilakukan

improvement adalah Turunnya produktivitas Lantai 2 dan World Youth boy tidak

mencapai target pada periode Jan – feb 2018.

Dari dua permasalahan diatas , turunnya produktivitas lantai 2 yang terdiri dari world

Ladies, intimate dan Youth Girl menjadi permasalahan yang paling dominan yang

harus dilakukan improvement. Adapun matrix diagramnya sebagai berikut :

2.2.1.1 Identifikasi Masalah

Dari Matrix diagram diatas diketahui bahwa project thema terpilih adalah turunnya

produktivitas lantai 2 antara Jan – Feb 2017 vs 2017 . Ada beberapa hal yang bisa

diidentifikasikan sebagai penyebab dominan turunnya produktivitas lantai 2


dibanding tahun lalu. Pada tahun 2017 di Lantai 2 dilakukan ekspansi dan re-layout

untuk 3 world yaitu ladies, Intimate dan Youth girl. Adapun data Growth space

ekspansi dan growth produktivitas lantai 2 sebagai berikut :

Dari table diatas diketahui Bahwa World ladies mempunyai growth space paling

tinggi tetapi mengalami penurunan produktivitas.

2.2.2.1 Pengumpulan dan analisa data

Data yang terkumpul dari analisa produktivitas by floor periode januari-

february 2017 vs 2018 akan disimpulkan sesuai grafik dibawah ini.

Kesimpulan : Berdasarkan diagram batang diatas untuk perbandingan produktivitas

diketahui bahwa produktivitas 2nd floor mengalami penurunan sebesar -12,35%

dan merupakan satu-satunya floor yang mengalami penurunan produktivitas.


Dari analisa lantai dua penulis menganalisa lebih dalam, mengenai produktifitas by

world yang ada di lantai 2 yang akan disajikan dalam bentuk grafik sebagai berikut :

Kesimpulan : Berdasarkan diagram batang diatas diketahui bahwa produktivitas

Ladies mengalami penurunan sebesar -14,62%.

Dari data diatas menunjukan diantara ketiga world yang berada dilantai 2, growth

ekspansi space ladies merupakan ekspansi yang terluas dengan penambahan space

meningkat 32,91% atau sebesar 300,33M2, akan tetapi peningkatan space ladies

tidak diikuti dengan peningkatan produktivitas sales.