Anda di halaman 1dari 2

Penerapan Kurikulum 2013 di SMA Negeri 8 Bandung

Kurikulum memiliki peran yang sangat penting dalam aktivitas belajar dan
pembelajaran. Kurikulum merupakan dasar patokan dalam kegiatan pembelajaran
di berbagai sekolah baik mulai dari jenjang Sekolah Dasar hingga Sekolah
Menengah Atas. Kurikulum yang diterapkan di SMA Negeri 8 Bandung adalah
KTSP, lalu berubah mengikuti aturan pemerintah menjadi kurikulum 2013. Saat
menggunakan KTSP, sumber yang utama adalah guru, namun saat menggunakan
kurikulum 2013, sumber yang utama bukan lagi guru tetapi siswa diharapkan
dapat mencari sendiri materi-materi yang berkaitan dengan pembelajaran. Tidak
terdapat kendala dalam perubahan penggunaan kurikulum dari KTSP menjadi
kurikulum 2013, hal tersebut karena adanya korelasi yang baik antara pihak
sekolah, siswa dan wali siswa. Usaha yang dilakukan oleh pihak sekolah antara
lain pengkondisian bahasa oleh guru untuk menuntun siswa agar menyenangi guru
dan mata pelajarannya, membuat serta mendesain sekolah sedemikian rupa
sehingga dapat menjadi tempat yang nyaman seperti rumah kedua bagi siswa
dalam meningkatkan prestasi akademik maupun non akademiknya. Usaha yang
dilakukan oleh pihak wali siswa yaitu pembiayaan segala fasilitas yang
mendukung aktivitas pembelajaran seperti telepon genggam, komputer, laptop ,
dan lain-lain. Usaha yang dilakukan pihak siswa sendiri adalah memberi respon
positif terhadap usaha yang dilakukan oleh pihak sekolah dan walinya, serta
meningkatkan prestasi akademik dan non akademik masing-masing individu.
Metode yang digunakan guru dalam mengajar matematika di SMA Negeri
8 Bandung yaitu metode penemuan terbimbing. Point penting guru adalah sikap
terbuka terhadap semua siswa, bertanya langsung tentang argumen setiap siswa
terkait materi yang diajarkannya, pemberian nilai secara akademik dan non
akademik. Guru hanya memberi stimulus dan jembatan pemikiran dalam
mengajarkan materi terhadap siswa, namun membimbing siswa sebaik dan
senyaman mungkin dalam proses kognitif untuk menemukan konsep dasar setiap
materi matematika yang diajarkannya. Guru tidak mengajarkan semua materi
matematika berdasarkan RPP, karena hal terebut terkesan kaku, guru selalu
mengkondisikan situasi dimana siswa akan nyaman belajar. Media yang
digunakan guru untuk pengolahan nilai siswa yaitu SPSS. Guru matematika di
sekolah ini, akan memecah satu materi yang panjang menjadi beberapa sub
materi, yang mana satu sub materi mewakili satu RPP. Penilaian aspek afektif,
kognitif dan psikomotor siswa tidak hanya dilakukan ketika berada di sekolah
atau ketika pembelajaran sedang berlangsung saja, namun juga dilakukan saaat
siswa tidak berada di sekolah atau bukan dalam jam pembelajaran. Kemampuan
guru dalam berbaur dengan siswa dan memposisikan dirinya sebagai siswa bisa
membuat siswa nyaman dan termotivasi untuk belajar matematika.