Anda di halaman 1dari 5

Pengertian Pelayanan kesehatan primer

Pelayanan Kesehatan Primer adalah strategi yang dapat dipakai untuk menjamin tingkat
minimal dari pelayanan kesehatan untuk semua penduduk. PHC menekankan pada
perkembangan yang bisa diterima, terjangkau, pelayanan kesehatan yang diberikan adalah
essensial bisa diraih, yang essensial dan mengutamakan pada peningkatan serta kelestarian
yang disertai percaya diri sendiri disertai partisipasi masyarakat dalam menentukan sesuatu
tentang kesehatan.
Primary HealthCare/PHC adalah pelayanan kesehatan pokok yang berdasarkan kepada
metode dan teknologi praktis, ilmiah dan sosial yang dapat diterima secara umum baik oleh
individu maupun keluarga dalam masyarakat, melalui partisipasi mereka sepenuhnya, serta
dengan biaya yang dapat terjangkau oleh masyarakat dan negara untuk memelihara setaip
tingkat perkembangan mereka dalam semangat untuk hidup mandiri (self reliance) dan
menentukan nasib sendiri (self Detemination).
Primary Health Care ( PHC ) adalah pelayanan kesehatan pokok yang berdasarkan kepada
metode dan teknologi praktis, ilmiah dan sosial yang dapat diterima secara umum baik oleh
individu maupun keluarga dalam masyarakat melalui partisipasi mereka sepenuhnya, serta
dengan biaya yang dapat terjangkau oleh masyarakat dan negara untuk memelihara setiap
tingkat perkembangan mereka dalam semangat untuk hidup mandiri (self reliance) dan
menentukan nasib sendiri (self determination). Pelayanan Kesehatan Primer / PHC merupakan
strategi yang dapat dipakai untuk menjamin tingkat minimal dari pelayanan kesehatan untuk
semua penduduk. PHC menekankan pada perkembangan yang bisa diterima, terjangkau,
pelayanan kesehatan yang diberikan adalah essensial bisa diraih, dan mengutamakan pada
peningkatan serta kelestarian yang disertai percaya pada diri sendiri disertai partisipasi
masyakarat dalam menentukan sesuatu tentang kesehatan. Pelayanan kesehatan primer (PHC)
adalah strategi yang dapat dipakai untuk menjamin tingkat minimal dari pelayanan kesehatan
untuk semua penduduk (Lancaster.J dan Stanhope.M, 1997). Pelayanan primer berfokus pada
pelayanan kesehatan individual, sedangkan pelayanan kesehatan primer berfokus pada
perbaikan kesehatan dari seluruh populasi (Perry, Potter. 2009). PHC menekankan pada
perkembangan yang bisa diterima, terjangkau pelayanan kesehatan yang diberikan adalah
esensial bisa diraih, yang esensial dan mengutamakan pada peningkatan serta kelestarian yang
disertai percaya kepada diri sendiri disertai partisipasi masyarakat dalam menentukan sesuatu
tentang kesehatan. Amerika tidak mengadopsi PHC sebagai strategi nasional atau sebagai
strategi alternatif yang minimal dari tingkat kesehatan masyarakat. Perawat kesehatan
masyarakat mempunyai peranan penting dalam menolong orang untuk mempelajari cara
merawat diri sendiri dan mau bekerja dengan masyarakat yang lain dalam mengembangkan
kapasitas atau infrastruktur yang diperluas untuk menjamin pelayanan kesehatan yang esensial
bagi setiap orang (McMahon Rosemary. 2002).

Tinjauan Sejarah PHC


Gerakan PHC dimulai resmi pada tahun 1977, ketika sidang kesehatan WHO ke 30. pada
konferensi internasional 1978 di Alma Alta (Uni Soviet) pada tanggal 12 september 1978,
ditentukan bahwa tujuan agar menemukan titik temu dengan PHC. resolusi dikenal dengan
Health For All by the Year 2000 (HFA 2000) atau sehat untuk semua ditahun 2000 adalah
merupakan target resmi dari bangsa-bangsa yang tergabung dalam WHO.
Pada tahun 1981 setelah diidentifikasi tujuan kesehatan untuk semua dan strategi PHC untuk
merealisasikan tujuan, WHO membuat indikator global untuk pemantauan dan evaluasi yang
dicapai tentang sehat untuk semua pada tahun 1986. indikator tersebut adalah
a. Perkembangan sosial dan ekonomi
b. Penyediaan pelayanan kesehatan status kesehatan
c. Kesehatan sebagai objek atau bagian dari perkembangan sosial ekonomi.
Pemimpin perawat yang menjadi kunci dalam mencetuskan usaha perawatan PHC adalah Dr.
Amelia Maglacas pada tahun 1986. Konsep pelayanan primer merupakan pelayanan kesehatan
essensial yang dibuat dan bisa terjangkau secara universal oleh individu dan keluarga di dalam
masyarakat. fokus dari pelayanan kesehatan primer luas jangkauannya dan merangkum
berbagai aspek masyarakat dan kebutuhan kesehatan. PHC merupakan pola penyajian
pelayanan kesehatan dimana konsumen pelayanan kesehatan menjadi mitra dengan profesi dan
ikut seerta mencapai tujuan umum kesehatan yang lebih baik (Mubarak,2006).

Tujuan PHC
a. Tujuan Umum
Menemukan kebutuhan masyarakat terhadap pelayanan yang diselenggarakan sehingga akan
dicapai tingkat kepuasaan pada masyarakat yang menerima pelayanan.
b. Tujuan Khusus
a. Pelayanan harus mencapai keseluruhan penduduk yang dilayani
b. Pelayanan harus dapat diterima oleh penduduk yang dialami
c. Pelayanan harus berdasarkan kebutuhan medis dari populasi yang dilayani
d. Pelayanan harus secara maksimum menggunakan tenaga dan sumber-sumber daya lain dalam
memenuhi kebutuhan masyarakat.
Fungsi PHC
a. Pemeliharaan kesehatan
b. Pencegahan penyakit
c. Diagnosis dan pengobatan
d. Pelayanan tindak lanjut
e. Pemberian sertifikat

Unsur Utama PHC


a. Mencakup upaya-upaya dasar kesehatan
b. Melibatkan peran serta masyarakat
c. Melibatkan kerjasama lintas sektoral

ELEMEN PHC
Dalam pelaksanaan PHC harus memiliki 8 elemen essensial yaitu :
a. Pendidikan mengenai masalah kesehatan dan cara pencegahan penyakit serta pengendaliannya
b. Peningkatan penyedediaan makanan dan perbaikan gizi
c. Penyediaan air bersih dan sanitasi dasar
d. Kesehatan Ibu dan Anak termasuk KB
e. Imunisasi terhadap penyakit-penyakit infeksi utama
f. Pencegahan dan pengendalian penyakit endemic setempat
g. Pengobatan penyakit umum dan ruda paksa
h. Penyediaan obat-obat essensial

PRINSIP PHC
Pada tahun 1978, dalam konferensi Alma Ata ditetapkan prinsip-prinsip PHC sebagai
pendekatan atau strategi global guna mencapai kesehatan bagi semua. Lima prinsip PHC
sebagai berikut :
a. Pemerataan upaya kesehatan Distribusi perawatan kesehatan menurut prinsip ini yaitu
perawatan primer dan layanan lainnya untuk memenuhi masalah kesehatan utama dalam
masyarakat harus diberikan sama bagi semua individu tanpa memandang jenis kelamin, usia,
kasta, warna, lokasi perkotaan atau pedesaan dan kelas sosial.
b. Penekanan pada upaya preventif Upaya preventif adalah upaya kesehatan yang meliputi
segala usaha, pekerjaan dan kegiatan memelihara dan meningkatkan derajat kesehatan
dengan peran serta individu agar berprilaku sehat serta mencegah berjangkitnya penyakit.
c. Penggunaan teknologi tepat guna dalam upaya kesehatan Teknologi medis harus
disediakan yang dapat diakses, terjangkau, layak dan diterima budaya masyarakat (misalnya
penggunaan kulkas untuk vaksin cold storage).
d. Peran serta masyarakat dalam semangat kemandirian Peran serta atau partisipasi
masyarakat untuk membuat penggunaan maksimal dari lokal, nasional dan sumber daya yang
tersedia lainnya. Partisipasi masyarakat adalah proses di mana individu dan keluarga
bertanggung jawab atas kesehatan mereka sendiri dan orang-orang di sekitar mereka dan
mengembangkan kapasitas untuk berkontribusi dalam pembangunan masyarakat. Partisipasi
bisa dalam bidang identifikasi kebutuhan atau selama pelaksanaan. Masyarakat perlu
berpartisipasi di desa, lingkungan, kabupaten atau tingkat pemerintah daerah. Partisipasi lebih
mudah di tingkat lingkungan atau desa karena masalah heterogenitas yang minim.
e. Kerjasama lintas sektoral dalam membangun kesehatan Pengakuan bahwa kesehatan tidak
dapat diperbaiki oleh intervensi hanya dalam sektor kesehatan formal; sektor lain yang sama
pentingnya dalam mempromosikan kesehatan dan kemandirian masyarakat. Sektor-sektor ini
mencakup, sekurang-kurangnya: pertanian (misalnya keamanan makanan), pendidikan,
komunikasi (misalnya menyangkut masalah kesehatan yang berlaku dan metode pencegahan
dan pengontrolan mereka); perumahan; pekerjaan umum (misalnya menjamin pasokan yang
cukup dari air bersih dan sanitasi dasar) ; pembangunan perdesaan; industri; organisasi
masyarakat (termasuk Panchayats atau pemerintah daerah , organisasi-organisasi sukarela ,
dll).

Ciri-Ciri PHC
a. Pelayanan yang utama dan intim dengan masyarakat
b. Pelayanan yang menyeluruh
c. Pelayanan yang terorganisasi
d. Pelayanan yang mementingkan kesehatan individu maupun masyarakat
e. Pelayanan yang berkesinambungan
f. Pelayanan yang progresif
g. Pelayanan yang berorientasi kepada keluarga
h. Pelayanan yang tidak berpandangan kepada salah satu aspek saja
Tanggung Jawab Perawat Dalam PHC
a. Mendorong partisipasi aktif dalam pengenbangan dan implementasi pelayanan kesehatan dan
program pendidikan kesehatan
b. Kerja sama dengan masyarakat, keluarga dan individu
c. Mengajarkan konsep kesehatan dasar dan teknik asuhan diri sendiri
pada masyarakat
d. Memberikan bimbingan dan dukungan kepada petugas pelayanan kesehatan dan kepada
masyarakat
e. Koordinasi kegiatan pengembangan kesehatan masyarakat
(Setiadi, 2016)

DAFTAR PUSTAKA

http://yefi-yefi.blogspot.com/2010/07/pelayanan-kesehatan-primer-primary.html

http://assova.blogspot.com/2012/10/primary-health-care_480.html

http://mayuputri.blogspot.com/2012/06/primary-health-care.html

http://tugaskuliah001.blogspot.com/2013/02/menerepkan-peran-dan-tugas-bidan-dalam.html

http://6tyawibowo.blogspot.com/2010/08/peran-dan-fungsi-bidan.html

http://ainul-mushlihatul-muslimah.blogspot.com/2012/10/primary-health-care-phc.html

http://www.depkes.go.id/index.php/berita/press-release/1558-implementasi-primary-health-
care-di-indonesia.html

https://ompuheso.wordpress.com/2012/11/05/primary-health-care-phc/

http://www.searo.who.int/LinkFiles/Conference_INO-13-July.pdf
http://en.wikipedia.org/wiki/Primary_health_care
http://www.depkes.go.id/index.php/berita/press-release/1558-implementasi-primary-health-
care-di-indonesia.html