Anda di halaman 1dari 11

LAPORAN PRAKTIKUM FARMAKOGNOSI II

TENTANG DESTILASI TANAMAN RIMPANG BANGLE

DISUSUN OLEH :

ARMANDO.SIMBOLON

15010010

SEMESTER IV

KELAS A

SEKOLAH TINGGI TEKNOLOGI INDUSTRI DAN FARMASI BOGOR

2017-2018
LAPORAN PRAKTIKUM DESTILASI

RIMPANG BANGLE

BAB I

PENDAHULUAN

A. Latar Belakang

Dalam industri kimia unit reaksi dan pemisahan merupakan 2 hal yang penting.

Kedua unit tersebut berperan dalam menentukan kapasitas pabrik sebagai penghasil produk

yang memenuhi spesifikasi produk. Persaingan yang ketat menyebabkan industri mulai

mencari cara untuk mendapatkan proses reaksi dan pemisahan yang mampu member

perolehan maksimal dengan kebutuhan energy dan biaya yang sedikit mungkin.

Saat ini banyak sekali bermunculan industri-industri penyulingan minyak atsiri

yang menggunakan teknologi distilasi baik yang untuk skala besar maupun skala kecil di

Indonesia. Industri-industri ini jumlahnya didominasi oleh industri-industri skala rakyat

yang menggunakan teknologi distilasi. Industri skala rakyat ini biasanya memerlukan

waktu distilasi yang cukup lama. Waktu yang lama ini mengakibatkan

konsumsi energi untuk distilasi menjadi sangat besar yang mengakibatkan keuntungan

penyuling menjadi berkurang

Destilasi reaktif merupakan kombinasi dari reaksi dan destilasi dalam suatu alat. Alat

destilasi reaktif ini memiliki fungsi yang sama dengan reactor yang dirangkai dengan

separator. Dibandingkan system reactorseparator yang terangkai, alat destilasi reaktif

memiliki kelebihan yaitu konversi reaksi yang lebih tinggi, pengurangan biaya konstruksi,

pengurangan beban panas.


Berdasarkan latar belakang di atas maka dilakukan percobaan yang berjudul

“Destilasi”.

B. Rumusan Masalah

Rumusan masalah dalam percobaan ini adalah:

1. Bagaimana mengetahui prinsip dasar proses destilasi secara sedrehana?

2. Berapa persen hasil destilasi dari sampel minuman bersoda (tebs)?

C. Tujuan Percobaan

Tujuan dalam percobaan ini adalah:

1. Untuk mengetahui prinsip dasar proses destilasi secara sederhana.

2. Untuk memisahkan/ menguapkan pelarut dari maserat


BAB II

TINJAUAN PUSTAKA

Destilasi adalah metode pemisahan zat-zat cair dari campurannya berdasarkan

perbedaan titik didih. Pada proses destilasi sederhana, suatu campuran dapat dipisahkan bila

zat-zat penyusunnya mempunyai perbedaan titik didih cukup tinggi. Proses destilasi terdiri

atas dua bagian, yaitu bagian pertama terdiri dari uap yang terembunkan disebut destilat, dan

bagian kedua adalah cairan yang tertinggal disebut residu, yang susunannya lebih banyak

komponen yang sukar menguap.

Distilasi merupakan pemisahan komponen-komponen dalam satu larutan

berdasarkan distribusi substansi-substansi pada fase gas dan fase cair dengan

menggunakan perbedaan volatilitas dari komponen-komponennya yang cukup besar.

Transfer massa minyak dari dalam butiran padatan ke solvent meliputi dua proses seri,

yakni difusi dari dalam padatan ke permukaan butiran dan transfer massa dari permukaan

padatan ke solven. Jika salah satu proses

berlangsung lebih cepat, maka kecepatan perpindahan massa dikontrol oleh proses

yang lebih lambat.

Dasar pemisahan pada destilasi adalah perbedaan titik didih komponen cairan yang

dipisahkan pada tekanan tertentu. Penguapan diferensial dari suatu campuran cairan

merupakan bagian terpenting dalam proses pemisahan dengan destilasi, diikuti dengan

penampungan material uap dengan cara pendinginan dan pengembunan dalam kondensor

pendingin-air.

Prinsip dasar dalam proses destilasi yaitu berdasarkan perbedaan titik didih,

senyawa dengan titik didih yang paling rendah akan terpisahkan terlebih dahulu. Air
pendingin dimasukkan dari ujung yang paling dekat dengan adaptor, dan air keluar melalui
ujung pendingin yang lain. Termometer dipasangsedemikian rupa sehingga dapat

menunjukkan titik didih senyawa yang sedang dipisahkan. Ujung termometer diletakkan tepat

pada posisi ujung pendingin.

Metode destilasi yang umum digunakan dalam

produksi minyak atsiri adalah destilasi air dan destilasi uap-air. Karena metode tersebut

merupakan metode yang sederhana dan membutuhkan biaya

yang lebih rendah jika dibandingkan dengan

destilasi uap. Namun belum ada penelitian tentang

pengaruh kedua metode destilasi tersebut terhadap

minyak atsiri yang dihasilkan. Minyak atsiri dalam tanaman aromatik diselubungi oleh

kelenjar minyak, pembuluh–pembuluh, kantung minyak atau rambut

granular. Sebelum diproses, sebaiknya bahan

tanaman dirajang (dikecilkan ukurannya) terlebih

dahulu. Namun dalam proses destilasi tradisional pada umumnya ukuran bahan yang

digunakan tidak seragam, karena proses pengecilan ukurannya hanya

melalui proses penghancuran sederhana.

Syarat utama pemisahan campuran cairan dengan cara destilasi adalah semua

komponen yang terdapat di dalam campuran haruslah bersifat volatil. Pada suhu yang sama,

tingkat penguapan pada masing-masing komponen akan berbeda-beda. Hal ini berarti bahwa

pada suhu tertentu, komponen yang lebih volatil dalam campuran cairan akan lebih banyak

membangkitkan uap. Sifat yang demikian ini akan terjadi sebaliknya, yakni pada suhu

tertentu fasa cairan akan lebih banyak mengandung komponen yang kurang volatil. Jadi

cairan yang setimbang dengan uapnya pada suhu tertentu memiliki komposisi yang berbeda.

Perbedaan komposisi dalam kesetimbangan uap-cairan dapat dengan mudah dipelajari pada

destilasi pemisahan campuran alkohol dari air.

Proses destilasi pada suhu tertentu, cairan yang setimbang dengan uapnya
mempunyai komposisi yang berbeda. Uap selalu lebih banyak mengandung komponen yang
lebih volatil demikian juga terjadi sebaliknya. Pada suhu berbeda komposisi uap cairannya

akan berbeda. Dengan demikian maka komposisi uap yang setimbang dengan cairannya akan

berubah sejalan dengan perubahan suhu.

persentase senyawa yang terdapat dalam minyak hasil destilasi uap -air

mempunyai nilai yang lebih besar dari pada minyak

hasil destilasi air. Sehingga dapat disimpulkan bahwa pada minyak hasil destilasi uap-air

memiliki

randemen yang lebih tinggi karena senyawa

senyawa yang terekstrak lebih banyak. Dibandingkan dengan destilasi air,

destilasi dengan uap-air lebih unggul karena proses

dekomposisi minyak lebih kecil (hidrolisa ester, polimerisasi, resinifikasi, dan lain-lain).

Pada destilasi air beberapa jenis ester misalnya linalil

asetat akan terhidrolisa sebagian, persenyawaan

yang peka seperti aldehid, mengalami polimerisasi karena pengaruh air mendidih.

Kecepatan difusi destilasi dipengaruhi oleh

beberapa faktor, antara lain susunan bahan dalam ketel, suhu dan tekanan uap, berat jenis

dan kadar air dari bahan, serta berat molekul dari komponen kimia dalam sampel.

Tekanan uap merupakan hasil pergerakan molekular yang mengalami peningkatan

dengan meningkatnya temperatur. Jika tekanan uap sama atau lebih besar dari tekanan luar,

maka cairan akan mendidih tepat pada temperatur panas penguapan. Pendidihan itu akan

berlangsung terus hingga cairan menguap sempurna atau hingga kesetimbangan antara cairan

dan uap tercapai.

Usaha-usaha untuk memperbaiki unjuk kerja distilasi uap telah dilakukan. Hakiki

(2007) menggunakan boiler berpenghalang untuk memperpanjang waktu kontak uap


dengan daun cengkeh. Adanya waktu kontak
yang lebih baik terbukti mampu mengurangi waktu distilasi yang cukup
signifikan.. Pemasangan penghalang (baffle) dalam ketel akan

menyebabkan kesulitan ketika memasukkan dan mengeluarkan daun cengkeh. Penggunaan

tekanan untuk menaikkan titik didih air menyebabkan kenaikan biaya alat karena

harus menggunakan peralatan yang lebih tebal agar tahan terhadap tekanan.

Salah satu cara mempercepat waktu distilasi adalah dengan cara mempercepat

proses perpindahan massa minyak dari dalam daun ke separating agent (steam). Kecepatan

distilasi minyak atsiri pada umumnya dikontrol oleh kecepatan difusi molekul

minyak atsiri di dalam air di dalam jaringan sel daun atau ranting suatu bahan. Salah

satu cara untuk mempercepat kecepatan transfer massa secara difusi adalah dengan

meningkatkan suhu sistem (biasanya dengan uap air). Suhu steam

dapat dinaikkan dengan cara memanfaatkan hubungan tekanan uap suatu larutan terhadap

titik didihnya. Distilasi dengan menggunakan steam dengan suhu

yang tinggi pada tekanan atmosferis disebut

Super Steam Distillation. Pada penelitian ini,

uap jenuh bersuhu tinggi diperoleh dengan cara menguapkan campuran air-gliserol.

Kondensor merupakan peranti penukar kalor khusus yang digunakan untuk

mencairkan uap dengan mengambil kalor. Kalor laten itu diambil dengan menyerapnya ke

dalam zat cair yang lebih dingin yang disebut pendingin. Karena suhu pendingin di dalam

kondensor itu tentu meningkat karena itu, maka alat itu dengan demikian juga bekerja sebagai

pemanas. Kondensor dibagi atas 2 golongan yaitu kondensor selonsong dan tabung, dan juga

kondensor kontak. Arus pendingin dan arus uapnya, yang keduanya adalah air, bercampur

secara fisik, dan meninggalkan kondensor sebagai satu arus tunggal.

Labu alas bulat merupakan peralatan gelas yang mempunyai alas bulat dan leher

panjang dengan mulut sempit. Labu alas bulat digunakan untuk memanaskan atau

mendidihkan larutan. Pada penggunaan untuk destilasi maka labu alas bulat ini masih
disambung dengan pendingin dan peralatan gelas yang lain.
BAB III

METODE PERCOBAAN

A. Alat dan Bahan

1. Alat

Alat yang digunakan dalam percobaan ini yaitu penangas air , aerator, kondensor,labu alas

bulat 500 mL, termometer 110oC, gelas ukur 50 mL, erlenmeyer 300 mL, statif dan klem, selang,

gabus berlubang.

2. Bahan

Bahan yang digunakan dalam percobaan ini yaitu Metanol, Rimpang Bangle

SIMPLISIA BANGLE

ZINGIBER PURPUREUM ROXB

Bangle merupakan salah satu tanaman asia seperti india, srilangka dan beberapa Negara di
asia tenggara termasuk Indonesia. Bangle merupakan satu dari beberapa jenis
tanaman penghasil minyak atsiri yang memiliki potensi cukup menjanjikan sebagai komoditi
ekspor.

Di Indonesia sendiri, tanaman ini banyak dimanfaatkan oleh sebagian besar masyarakat
sebagai bahan baku pembuatan ramuan obat tradisional ( jamu). Jamu yang berasal dari
bangle ini cukup berkhasiat dalam mengatasi sejumlah penyakit seperti nyeri sendi, cacingan
pada anak, susah buang air besar, sakit kuning, masuk angin, dan lain sebagainya. Sedangkan
dibeberapa Negara lainnya seperti India, Thailand, dan Bangladesh, rimpang bangle
digunakan sebagai bahan aroma terapi, bumbu dapur, obat-opbatan, antiseptic, insektisida,
dan sebagai bahan campuran dalam pembuatan parfum mawar.

Klasifikasi ilmiah dan ciri umum tanaman bangle

Klasifikasi ilmiah

Kingdom : Plantae
Divisi : Spermatophyta
Kelas : Monocotyledoneae
Bangsa : Zingiberales
Suku : Zingiberaceae
Marga : Zingiber
Jenis : Zingiber montanum
Sinonim : Zingiber purpureum Roscoe, Zingiber cassumunar Roxb.

Nama daerah

Bengle (Jawa), panglai (Sunda), pandhiyang (Madura), banggulae (Bali), mungle (Aceh),
bungle (Batak), bengle (Gayo), bangelei, manglai, kekuniran (Minahasa), bale (Ujung
pandang), unin makei, unin pakei (Ambon), banggulai (bima).

Ciri-ciri umum

Bangle adalah salah satu tanaman asia tropika yang tumbuh dengan baik d wilayah yang
memiliki sinar matahari dan kandungan air tanah yang cukup, tektur tanah gembur tapi tidak
tergenang/becek. Bangle umumnya dapat kita temukan di wilayah dataran rendah sampai
wilayah dengan ketinggian 1300 m dpl. Berikut ciri-ciri yang mudah dikenali dari tanaman
bangle.

1. Termasuk herba semusim, batang tegak dengan ketinggian antara 1-1,5 cm. tumbuh
membentuk rumpun yang cukup rapat.
2. Batang pohon semu, tersusun atas kumpulan dari pelepah daun, tidak bertangkai.
3. Bentuk daun lanset ramping, wana hijau, posisi daun tersusun secara menyirip
berseling, bagian ujung daun runcing, mengecil kearah pangkal. Panjang antara 23-53
cm dan lebar 2-32 mm.permukaan daun licin, lemas dan tipis, tidak berbulu,
sedangkan bagian punggunya ditumbuhi bulu halus.
4. Bunga bangle muncul dari permukaan tanah, bentuk gelendong, tangkai semu yang
tersusun dari tumpukan daun penumpu bunga. Bunga memiliki benang sari yang
berwarna putih kekuning-kuningan, dengan bagian ujung keriting.
5. Bentuk buah bulat, dengan ukuran kecil sekitar 17 mm, kulit buah tipis, mengandung
banyak biji yang berukuran kecil-kecil dengan warna ungu.
6. Umbi rimpang agak bulat pendek. Kulit rimpang berwarna coklat muda, bagian dalam
berwarna kuning emas. Rimpang bangle mengeluarkan aroma menyengat, rasa pahit
dan pedas.

Kandungan kimia bangle

Pada bagian rimpang, terkandung sejumlah zat dan senyawa seperti minyak atsiri, amilum,
resin, dan tanin. Senyawa-senyawa tersebut memberikan sejumlah efek farmakologis
diantaranya: antipiretik (penurun panas), ekspektoran (peluruh dahak), peluruh kentut
(karminatif), pembersih darah, pencahar (laksan), vermifuge (obat cacing).

BAB IV

HASIL DAN PEMBAHASAN


BAB V

PENUTUP

A. Kesimpulan
Kesimpulan pada percobaan ini yaitu :

1. Prinsip dasar destilasi secara sederhana adalah perbedaan titik didih dari zat cair dalam

campuran, zat yang memiliki titik didih rendah akan menguap terlebih dahulu kemudian akan

mengembun dan berbentuk cairan pada akhir destilasi.

DAFTAR PUSTAKA

http://tanamanobatherbalkeluarga.blogspot.co.id/2016/04/bangle-zingiber-purpureum-roxb.html

Alimin, dkk. Kimia Analitik. Makassar: Alauddin Press, 2007.

Khamidinal. Teknik Laboratorium kimia. Yogyakarta: Pustaka Pelajar, 2009.

McCabe, Warren L, dkk. Operasi teknik kimia. Jakarta: Erlangga, 1985.