Anda di halaman 1dari 31

BAB I

PENDAHULUAN

A. Latar Belakang

Tulang merupakan rangka pembentuk dan penopang tubuh utama manusia,


termasuk jaringan dan organ didalamnya. Kerangka manusia terdiri dari tulang
keras, tulang rawan (kartilago), sendi, serta ligament (jaringan ikat) dan tendon.
Tulang adalah jaringan keras yang merupakan komponen utama pembentuk
rangka.

Tidak hanya sebagai penyangga tubuh, tulang pun memiliki tugas utama
sebagai alat gerak dan memberikan bentuk tubuh serta mempertahankannya.
Berkoordinasi dengan otot dan saraf, tulang akan mampu menghasilkan gerakan
yang baik. Melalui sumsum tulang kita mendapatkan sel darah merah alami untuk
tubuh.

Ketika usia semakin bertambah dan pola hidup mulai tidak teratur, maka
tulang mulai kehilangan kepadatannya sehingga meningkatkan terjadinya berbagai
macam penyakit tulang, misalnya osteoporosis, rakhitis dan sebagainnya. Untuk
mengembalikan dan menjaga kesehatan tulang, maka kita harus mencukupi
asupan nutrisinya.

Nutrisi untuk tulang berasal dari makanan yang dimakan sehari-hari. Seperti
halnya bagian tubuh lain, tulang pun memerlukan asupan makanan yang tepat
untuk pertumbuhan dan kesehatannya. Hal ini penting untuk memastikan setiap
nutrisi yang masuk dalam tubuh supaya tetap menjaga agar tulang agar senantiasa
kuat dan mampu menjalankan fungsinya dengan baik. Oleh karena pentingnya
nutrisi bagi kesehatan tulang, maka makalah ini dibuat.

Transportasi adalah proses pengedaran berbagai zat yang diperlukan


keseluruh tubuh dan pengambilan zat-zat yang tidak diperlukan untuk dikeluarkan
dari tubuh. Alat transportasi pada manusia terutama adalah darah. Di dalam tubuh
darah beredar dengan bantuan alat peredaran darah yaitu jantung dan pembuluh
darah Selain peredaran darah, pada manusia terdapat juga peredaran limfe (getah
bening) dan yang diedarkan melalui pembuluh limfe. Pada hewan alat transpornya
adalah cairan tubuh, dan pada hewan tingkat tinggi alat transportasinya adalah
darah dan bagian-bagiannya. Alat peredaran darah adalah jantung dan pembuluh
darah

B. TUJUAN PENULISAN
1. Tujuan umum
Dalam penulisan makalah ini diharapkan mahasiswa mampu mengenal
dan mengetahui tentang nutrisi tulang, peredaran darah dan proses
kontraksi otot
2.Tujuan khusus
Tujuan khusus dalam penulisan makalah ini adalah
a. Memahami pengertian, fungsi, kelainan dan nutrisi untuk tulang.
b. Mengetahui proses kontraksi otot dan peredaran darah
BAB II

PEMBAHASAN

A. Tulang
1. Definisi

Tulang dan otot merupakan jaringan yang paling banyak mengisi tubuh
manusia. Tulang merupakan jaringan tubuh yang berfungsi untuk menopang
tubuh dan bagian-bagiannya. Karena fungsi untuk menopang tulang
mempunyai struktur yang kaku. Otot berfungsi untuk menggerakkan tulang
dan sendi, ada yang untuk menggerakan organ tubuh, dan ada yang khusus
untuk memompa darah di jantung.
Tulang belakang manusia terdiri dari 7 ruas tulang leher, 12 ruas tulang
punggung/dada, 5 ruas tulang pinggang, dan satu tulang panggul yang terdiri
dari 5 ruas yang menyatu. Diujung bawah terdapat 4 ruas tulang ekor yang
sangat kecil. Di bagian dalam tulang ini terdapat rongga memanjang ke
bawah dinamakan canalis vertebralis (vertebra canal) yang berisi sumsum
belakang atau medulla spinalis (spinal cord). Bedakan sumsum tulang ini
dengan sumsum tulang kuning dan merah karena sumsum belakang ini adalah
jaringan saraf, bagian dari susunan saraf pusat (Daniel S. Wibowo, 2005)
2. Fungsi tulang
a. Membentuk Tubuh Manusia
Gabungan beragam tulang yang membentuk sebuah konstruksi
Rangka tubuh manusia yang pada akhirnya memberikan bentukan dan
menunjang bagian tubuh yang lain sehingga manusia dapat duduk,
berdiri, berjalan atau berlari dengan bantuan otot.Tanpa tulang manusia
hanya akan berupa tumpukan daging yang tidak bisa berbuat apa-apa,
tidak dapat berdiri tegak, berjalan, membungkuk, jongkok, dan apalagi
berlari, maka dengan adanya tulang tubuh maka hal ini dapat kita
lakukan.
b. Melindungi organ vital tubuh.
Konstruksi tulang yang keras dan padat serta bentuk tulang yang
unik memiliki keuntungan yaitu dapat melindungi bagian tubuh yang
lain yang dekat atau yang melekat padanya, sehingga apabila terdapat
benturan keras yang terjadi pada tubuh kita maka tulang berfungsi
meredam benturan secara langsung tersebut, atau secara otomatis
mengalirkan getaran akibat benturan kebagian tubuh atau tulang yang
lain.
c. Tempat pembentukan sel darah merah (hematopoiesis).
Sel darah merah adalah jenis sel darah yang paling banyak dan
berfungsi membawa oksigen ke jaringan-jaringan tubuh mahluk
bertulang belakang, pada manusia, sel darah merah dibuat di sumsum
tulang belakang, sel darah merah sendiri aktif selama 120 hari sebelum
akhirnya dihancurkan.
d. Tempat Merekatnya Otot
Tempat melekatnya otot pada tulang disebut “ujung otot” atau yang
lebih sering dikenal dengan nama“Tendon”. terbagi atas dua jenis
yaitu “Origo” dan “Insersio”. Origo adalah ujung otot yang melekat
pada tulang yang tidak bergerak ketika otot berkontraksi. Sedangkan
Insersio adalah bagian ujung otot lain yang melekat pada tulang yang
bergerak ketika otot berkontraksi.

e. Tempat penimbunan & penyimpanan calcium & fosfor.

Tulang yang keras mengandung banyak zat kapur yaitu kalsium


karbonat, kalsium fosfat, sedikit zat perekat, dan protein dan sedikit zat
perekat sehingga bersifat keras, tidak lentur. Selain osteoblas dan
osteosit, terdapat pula osteoklas. Osteoklas adalah sel tulang yang
dapat mensekresikan enzim untuk merombak sel tulang menjadi ion-ion
mineral (kalsium dan fosfor). Ion-ion tersebut akan dilepaskan ke
dalam darah dan berfungsi membantu dalam pengaturan kadar kalsium
darah. Tulang keras bersifat tidak elastis dan berwarna lebih gelap.
Tulang keras tersusun atas osteosit (sel tulang yang telah matang) dan
matriks, serta di bungkus oleh periosteum.

Osteosit berasal dari osteoblas (sel tulang muda). Matriks tulang


tersusun dari kalsium fosfat dan kalsium karbonat sehingga bersifat
keras. Matriks tulang yang tersusun padat disebut tulang kompak
sedangkan matriks tulang yang tersusun berongga disebut tulang spons,
tulang dapat menjadi rapuh karena berbagai hal. Misalnya, kekurangan
kalsium dan faktor usia.

f. Sebagai alat gerak pasif.

Sebuah Jaringan didalam tubuh kita yang hanya akan bergerak


apabila terdapat suatu dorongan atau tekanan terhadapnya, didalam
tubuh kita adalah, hal ini dikatakan pasif karena untuk dapat
"berbergerak" tulang tidak dapat melakukan pergerakkannya sendiri
karena membutuhkan tekanan dari jaringan yang ada di sekitarnya.

g. Tempat Penyimpanan Energy (Lemak Di Sumsum Kuning)

Tulang pipa ( panjang ) yang bentuknya bulat panjang bulat seperti


pipa, pada kedua ujungnya berongga, didalamnya berisi sumsum
kuning dan lemak ( sumsum kuning merupakan cadangan
pembentukansumsum merah yang berfungsi tempat pembentukan sel
darah merah dan sel darah putih,

3. Penyakit Tulang

Tulang-tulang pada manusia sering mengalami gangguan baik


gangguan tulang sejak lahir, karena makanan yang kita konsumsi setiap
hari, posisi tubuh yang salah, terkena penyakit, kecelakaan, dan lain-lain.
Di bawah ini adalah faktor-faktor yang menyebabkan penyakit pada
tulang.
a. Kebiasaan posisi tubuh yang salah
Posisi duduk yang salah dapat menyebabkan gangguan pada tulang. Jika
posisi duduk dengan punggung membungkuk maka tulang belakang akan
melengkung ke kiri, ke kanan, ke depan, atau ke belakang.
Melengkungnya tulang belakang tersebut dipengaruhi oleh posisi dan
kebiasaan duduk. Kelainan tulang punggung dapat dibedakan menjadi
tiga:
1) Skoliosis, yaitu tulang punggung yang terlalu melengkung ke
kiri atau ke kanan.
2) Kifosis, yaitu tulang punggung terlalu melengkung ke belakang.
3) Lordosis, yaitu tulang punggung yang terlalu melengkung ke
depan.
Oleh karena itu kita harus membiasakan duduk dengan sikap
yang benar yaitu duduk dengan sikap tegak dan tidak
membengkok ke kanan atau ke kiri.

b. Gangguan tulang karena penyakit

Beberapa penyakit tulang dapat disebabkan oleh mikroorganisme, baik


virus maupun bakteri, di antaranya sebagai berikut.

1) Polio, Penyakit ini disebabkan oleh virus polio yang menyerang


tulang, sehingga menjadi lumpuh (tidak bertenaga) atau
pertumbuhannya mengecil dan tidak sempurna.
2) Layuh semu,Layuh semu terjadi akibat infeksi penyakit sifilis
pada anak semasa dalam kandungan akibat tertular oleh ibu
yang mengidap penyakit sifilis, akibatnya tulang-tulang anggota
gerak pada bayi atau anak menjadi layuh atau tidak bertenaga.
3) Kaku sendi, Kaku sendi merupakan cacat pada persendian di
mana sendi tidak dapat digerakkan. Penyakit ini disebabkan
karena persendian terinfeksi penyakit sifillis atau gonorhoe
sehingga minyak sendi menjadi kering dan tidak dapat
digerakkan, misalnya pada lutut yang tidak dapat dibengkokkan.
Kaku sendi biasanya ini terjadi pada orang dewasa.
4) Kanker tulang, Virus juga dapat merusak pertumbuhan sel-sel
tulang yang tidak terkendali, sehingga di beberapa tempat pada
tulang dapat tumbuh benjolan-benjolan yang dapat berpindah-
pindah dan timbul rasa sakit. Penyakit ini dapat menyebabkan
kematian.
5) Artritis merupakan gangguan pada persendian tulang yang
terjadi karena beberapa sebab. Misalnya karena timbunan asam
urat (artritis gout), karena menipisnya lapisan tulang rawan
(osteoartritis), karena serangan kuman tertentu (artritis
eksudatif) atau karena berkurangnya cairan sinoval (artritis
sikka). Semuanya menyebabkan sendi menjadi terasa sakit
ketika digerakkan. Penyakit arthiritis ini disebabkan terjadinya
peradangan yang terjadi pada persendian.

c. Gangguan/kelainan tulang yang disebabkan oleh faktor keturunan (sifat


keturunan)

Suatu sifat keturunan pada orang tua yang bersifat menurun akan
diwariskan kepada keturunannya, sifat itu disebut gen. Misalnya,
kelainan bentuk tulang punggung yang dialami orang tua yang
disebabkan oleh gen maka akan diwariskan kepada keturunannya.
Contoh kelainan ini adalah bentuk kaki X atau O. Kelainan bentuk kaki
X atau O disebabkan oleh faktor keturunan dan gangguan–gangguan
saat seorang ibu mengandung, misalnya ibu tersebut kekurangan
vitamin D dan kalsium.
d. Gangguan/kelainan tulang yang disebabkan oleh makanan
Pertumbuhan tulang-tulang sangat tergantung dari makanan yang kita
makan setiap hari. Makanan yang kita makan harus mengandung zat-
zat yang dibutuhkan untuk pertumbuhan tulang. Misalnya,
mengandung zat kapur, fosfor dan vitamin D. Kekurangan zat kapur
(kalsium) dan vitamin D pada tulang, dapat menyebabkan
pertumbuhan tulang pada kaki terganggu, akibatnya tulang menjadi
lunak dan bengkok. Jika bengkoknya ke dalam, kaki membentuk
huruf X, tetapi jika bengkoknya keluar, membentuk huruf O. Pada
orang tua, jika kekurangan kalsium maka punggung dapat
membungkuk.

1) Osteoporosis

merupakan kelainan pada tulang dimana kondisi tulang menjadi


lebih lunak dari biasanya keadaan tulangnya akan rapuh dan
keropos. . Osteoporosis bisa terjadi karena kekurangan hormon-
hormon tertentu yang berperan dalam perekatan kalsium pada
tulang. osteoporosis Ini disebabkan karena berkurangnya kadar
kalsium dalam tulang. Seiring dengan bertambahnya usia
seseorang, maka kadar kalsium akan berkurang sedikit demi
sedikit,

2) Rakhitis
Rakhitis disebabkan karena kekurangan vitamin D. Hal ini terjadi karena
tubuh kurang mendapat sinar matahari yang cukup. Padahal vitamin D
dibutuhkan untuk proses pelekatan kalsium pada tulang. Penyakit rakhitis
ini menyebabkan kondisi tulang seseorang yang lunak..rakhitis ini
disebabkan dalam tubuh seseorang kekurangan vitamin D. Vitamin ini
berfungsi untuk mengabsorpsi fosfor dan berperan dalam metabolisme
kalsium.

3) Mikrosefalus

Mikrosefalus merupakan kelainan pada tulang kepala bayi dimana


ukurannya lebih kecil dari biasanya atau tidak proporsional/semestinya.
Penyebabnya adalah kurangnya asupan kalsium ketika masa kehamilan.
Penderita kelainan mikrosefalus ini akan mengalami keadaan di mana
pertumbuhan tulang-tulang tengkorak terlambat, sehingga bentuk kepala
kecil. Kelainan mikrosefalus merupakan bawaan dari lahir. mikrosefalus
Ini disebabkan karena ketika sedang hamil, seorang ibu kurang mendapat
vitamin A dan zat kapur/kalsium.

e. Gangguan/kelainan tulang karena kecelakaan


Gangguan/kelainan tulang karena kecelakaan antara lain:

1) Fraktura, jika terjadi patah tulang pada saat kecelakaan. Contoh


kelainan ini adalah bentuk kaki X atau O. Kelainan bentuk kaki X
atau O disebabkan oleh faktor keturunan dan gangguan–gangguan
saat seorang ibu mengandung, misalnya ibu tersebut kekurangan
vitamin D dan kalsium.

2) Fisura, jika tulang mengalami retak.

3) Urai sendi, jika terjadi pergeseran sendi karena selaput sendi sobek.
d. Kalus, jika tulang yang patah akibat kecelakaan, kemudian timbul
gelembung pada bagian sambungan tulang, tempat sambungan tulang
yang menggelembung setelah sembuh

.
4. Nutrisi untuk Tulang
Nutrisi adalah proses dimana tubuh manusia menggunakan makanan
untuk membentuk energi, mempertahankan kesehatan, pertumbuhan dan
untuk berlangsungnya fungsi normal setiap organ baik antara asupan
nutrisi dengan kebutuhan nutrisi (Rock CL :2004).

Nutrisi juga dapat dikatakan adalah suatu proses organisme


menggunakan makanan yang dikonsumsi secara normal melalui proses
degesti, absorbsi, transportasi, penyimpanan, metabolisme dan
pengeluaran zat-zat yang tidak digunakan untuk mempertahankan
kehidupan, pertumbuhan, dan fungsi normal dari organ-organ, serta
menghasilkan energi. Sedangkam (Supariasa :2001).

Berikut adalah beberapa nutrisi untuk tulang yang dibutuhkan :

a. Kalsium

Sebagian besar kalsium berada di dalam tulang dan gigi.


Diperkirakan hanya satu persen kalsium yang ada di dalam tubuh,
sementara sisanya ada dalam tulang dan gigi. Kalsium yang cukup dapat
membantu mempertahankan massa tulang. Pada orang dewasa, selain
membantu kerja otot dan sistem saraf, kalsium juga sangat penting untuk
memperlambat osteoporosis dan mengatur pembekuan darah bila terluka.

Bagi yang berusia 19-50 tahun, kebutuhan kalsium hariannya


mencapai 1.000 mg. Untuk usia di atas 51 tahun, memerlukan kalsium
per harinya sekitar 1.200 mg. Bayi dan anak-anak pun memubuhkan
kalsium yang cukup. Kebutuhan kalsium per hari untuk bayi mencapai
300-400 mg, sementara untuk anak-anak 500-800 mg per hari.

Kalsium ini dapat diperoleh dari makanan yang sehari-hari


dikonsumsi. Misalnya, tahu dan tempe. Bisa juga mendapatkannya dari
susu, telur, daging, ikan, bayam, dan brokoli. Bagi penggemar ceker
ayam, perlu diketahui bahwa ceker ayam mengandung zat
hydroxyapatite. Zat ini, memiliki komponen yang sama dengan
komponen tulang dan lapisan keras mamalia.

b. Vitamin D

Vitamin D memiliki peran penting dalam membantu penyerapan


kalsium oleh tulang. Dengan mengkonsumsi makanan yang mengandung
Vitamin D dapat membantu meningkatkan penyerapan kalsium 2,5 kali.
Kebutuhan kalsium per hari mencapai 200 IU sampai 400 IU. Untuk
mendapatkan Vitamin D tersebut, bisa dengan mengkonsumsi makanan
seperti kerang, keju, kuning telur, sereal, roti gandum, ikan salmon,
butter dan margarin.

c. Vitamin K

Vitamin ini mampu mengaktifkan protein tulang untuk mengunci


nutrisi penting ke dalam struktur tulang yang membuat tulang menjadi
kuat dan sehat. Vitamin ini bisa diperoleh dengan mengkonsumsi
makanan seperti bayam, susu, telur, brokoli, dan minyak sayur seperti
zaitun. Setiap harinya Anda membutuhkan asupan vitamin ini sebanyak
150 mcg.

d. Magnesium

Magnesium memiliki fungsi untuk menjaga keseimbangan kalsium


dalam tubuh dan membantu memelihara kekuatan tulang. Dalam sehari,
dibutuhkan sekitar 300-400 mg magnesium. Untuk bisa memenuhinya,
bisa mengkonsumsi makanan seperti beras merah, sayuran hijau, atau
kacang-kacangan. Jika ingin yang lebih mudah, bisa mengkonsumsi
oatmeal.
e. Zinc
Zinc dapat mencegah kerusakan tulang, berperan dalam
pembentukan kolagen untuk pembentukan tulang, serta membantu
jalannya oksigen ke sel darah yang berguna untuk mengatasi kerusakan
pada sendi. Zinc dapat memperoleh pada bayam, kacang-kacangan,
gandunm, daging ayam atau sapi, dan asparagus. Setiap harinya,
dibutuhan zinc sebesar 8-11 mg.
f. Vitamin C
Vitamin yang banyak ditemukan pada buah-buahan dan sayuran
ini, akan membantu dalam proses pembentukan tulang dan tulang rawan.
Jika ingin memiliki jaringan sendi yang sehat, dapat mengkonsumsi
vitamin yang ini secara cukup. Per hari butuhkan 500-1000 mg
VitaminC.
g. Vitamin E

Vitamin E dapat diperoleh dengan mengkonsumsi kacang-


kacangan, kecambah, pisang, strawberry, mentega dan asparagus.
Vitamin yang satu ini akan membantu meningkatkan oksigen ke otot
dengan meningkatkan kemampuan gerak otot dan tulang. Sebanyak 400
IU per hari sudah cukup untuk memenuhi kebutuhan vitamin E.

h. Protein

Protein merupakan zat utama untuk membentuk matriks tulang.


Protein memiliki peran seperti rangka yang memberikan struktur,
dukungan dan fleksibilitas. Protein ini dapat ditemukan dalam susu, ikan,
tahu, tempe, dan putih telur. Kebutuhan protein bagi tubuh per harinya
0,8 gr sampai 1,5 gr per kilogram berat badan.

i. Fosfor

Fosfor sangat membantu dalam pembentukan tulang dan gigi.


Kebutuhan harian fosfor mencapai 500 gr per hari. Fosfor dapat dipenuhi
dengan mengkonsumsi telur dan ikan.

j. Vitamin B
Dengan mengkonsumsi makanan mengandung vitamin B sebanyak
50 mg per hari, akan membantu tubuh untuk memperbaiki fungsi-fungsi
selnya, terutama tulang dan saraf halus. Daging, telur, hati, ikan, susu dan
kacang-kacangan adalah produk makanan yang mengandung vitamin B.

k. Asam folat

Asam folat memiliki peran dalam proses sintesis DNA. Kebutuhan


hariannya mencapai 400 mg sampai 600 mg dan dapat ditemukan pada
bayam dan brokoli. Asam folat membantu meregenerasi pembentukan
tulang dan mempercepat penyembuhan tulang yang patah.

l. Fluorida (Floride)

Mungkin di pasta gigi. Flouride ini membantu untuk memperkuat


tulang dan gigi. Kandungan flouride ternyata terkandung juga pada air
putih dan ikan laut.

m. Omega-3
Omega-3 juga telah terbukti sangat baik untuk sendi yang sehat.
Asam lemak Omega-3 dapat membentuk senyawa prostaglandin yang
diketahui memiliki sifat anti-peradangan sehingga risiko nyeri sendi
dapat dikurangi. Selain itu omega-3 juga diketahui dapat mempercepat
penyembuhan ligament (jaringan ikat antara tulang dengan tulang).
Makanan yang banyak mengandung omega-3 misalnya salmon, sardine,
herring, kacang-kacangan, dan kedelai.
n. Glucosamine & Chondroitin

Kombinasi suplemen glucosamine dan chondroitin dapat


membantu mengurangi nyeri sendi serta mencegah kerusakan persendian,
terutama pada penderita osteoarthritis. Glucosamine merupakan salah
satu komponen penyusun tulang rawan dan minyak synovial (cairan
sendi). Konsumsi glucosamine dapat meningkatkan volume minyak
synovial sehingga dapat mencegah peradangan sendi. Sementara itu,
chondroitin merupakan komponen utama penyusun tulang rawan yang
melapisi tulang dan sendi. Karena itulah, konsumsi chondroitin sangat
baik untuk melapisi sendi sehingga mencegah osteoarthritis.

Kombinasi glucosamine dan chondroitin lebih efektif dalam


mengurangi nyeri sendi dan memperbaiki fungsi sendi dibandingkan
suplementasi hanya dengan glucosamine atau hanya dengan chondroitin.
Karena itu, lebih disarankan menggunakan kombinasi keduanya dalam
mencegah osteoarthritis.

o. Air
Secara umum, air memang sangat diperlukan untuk kebutuhan
fungsional tubuh dan menyusun lebih dari 60% keseluruhan berat tubuh
orang dewasa. Pelumas sendi atau yang dikenal sebagai cairan synovial
sebagian besar terdiri dari air. Konsumsi air yang cukup sangat baik
untuk membantu sistem bantalan sendi dan melumasi jarak antar sendi
sehingga gesekan atau nyeri sendi dapat dihindari. 20% kebutuhan air
dapat dipenuhi dari makanan, akan tetapi 80% tetap diperoleh dari
minuman. Untuk itulah perlu konsumsi 8 gelas air setiap hari untuk sendi
yang sehat.

B. Kontraksi Otot
1. Pengertian Kontraksi otot
Kontraksi otot adalah proses terjadinya pengikatan aktin dan
miosin sehingga otot memendek. Aktin merupakan bentuk
jaring otot yang berfungsi untuk membentuk permukaan sel, pigmen
penyusun otot yang berdinding tipis, protein yang merupakan unsure
kontraksi dalam otot. Sedangkan Miosin adalah protein dalam otot
yang mengatur kontraksi dan relaksasi filament penyusun otot yang
berdinding tebal.

2. Periode kontraksi otot terdiri dari:


a. Periode Latent (PL)  Periode pemberian rangsang sampai
terjadinya respon.
b. Periode Kontraksi (PK)  Periode pemendekan otot atau kontraksi.
c. Periode Relaksasi (PR)  Periode kembalinya otot pada keadaan
semula setelah mengalami kontraksi.

3. Karakteristik Otot
a. Kontraktibilitas yaitu kemampuan untuk memendek
b. Ekstensibilitas yaitu kemampuan untuk memanjang
c. Elastisitas yaitu kemampuan untuk kembali ke ukuran semula
setelah memendek atau memanjang
4. Faktor-faktor yang mempengaruhi kontraksi otot

Kontraksi otot dipengaruhi oleh beberapa faktor antara lain :


a. Treppe atau staircase effect, yaitu meningkatnya kekuatan kontraksi
berulang kali pada suatu serabut otot karena stimulasi berurutan
berseling beberapa detik. Pengaruh ini disebabkan karena
konsentrasi ion Ca2+ di dalam serabut otot yang meningkatkan
aktivitas miofibril.
b. Summasi, berbeda dengan treppe, pada summasi tiap otot
berkontraksi dengan kekuatan berbeda yang merupakan hasil
penjumlahan kontraksi dua jalan (summasi unit motor berganda
dan summasi bergelombang).
c. Fatique adalah menurunnya kapasitas bekerja karena pekerjaan
itu sendiri.
d. Tetani adalah peningkatan frekuensi stimulasi dengan cepat
sehingga tidak ada peningkatan tegangan kontraksi.
e. Rigor terjadi bila sebagian terbesar ATP dalam otot telah
dihabiskan, sehingga kalsium tidak lagi dapat dikembalikan ke RS
melalui mekanisme pemompaan.
Metode pergeseran filamen dijelaskan melalui mekanisme kontraksi
pencampuran aktin dan miosin membentuk kompleks akto-
miosin yang dipengaruhi oleh ATP. Miosin merupakan produk, dan
proses tersebut mempunyai ikatan dengan ATP. Selanjutnya ATP yang
terikat dengan miosin terhidrolisis membentuk kompleks miosin ADP-
Pi dan akan berikatan dengan aktin. Selanjutnya tahap relaksasi
konformasional kompleks aktin, miosin, ADP-pi secara bertahap
melepaskan ikatan dengan Pi dan ADP, proses terkait dan terlepasnya
aktin menghasilkan gaya fektorial.
5. Mekanisme Kontraksi Otot
Dimulai dengan pembentukan kolin menjadi Asetilkolin yang
terjadi di dalam otot. Proses itu akan diikuti dengan penggabungan antara
ion kalsium, troponium, dan tropomisin. Penggabungan ini memacu
penggabungan miosin dan aktin menjadi aktonmiosin. Terbentuknya
Aktonmiosin menyebabkan sel otot memendek (berkontraksi) pada
plasma sel, ion kalsium akan berpisah dari troponium sehingga aktin dan
miosin juga terpisah dan otot akan kembali relaksasi. Yang terjadi pada
waktu kontraksi, filamen Aktin akan meluncur atau mengerut diantara
miosin kedalam zona H (Zona H adalah bagian terang antara 2 pita),
dengan demikian serabut otot memendek atau yang tetap panjang adalah
pita A (pita Gelap), sedngkan pita I (pita terang) dan zona H bertambah
pendek waktu kontraksi.
Lalu ujung miosin dapat mengikat ATP dan menghidrolisis menjadi
ADP. Beberapa energi dilepaskan dengan cara memotong pemindahan
ATP ke miosin yang berubah ke konfigurasi energi tinggi. Miosin yang
berenergi tinggi ini kemudian mengikatkan diri dengan kedudukan
khusus pada aktin membentuk jembatan silang. Kemudian simpanan
energi miosin dilepaskan dan ujung miosin lalu beristirahat dengan
energi rendah pada saat ini terjadi relaksasi.

6. Energi Pada Otot


ATP merupakan sumber energi utama untuk kontraksi otot. ATP
berasal dari oksidasi karbohidrat dan lemak. Kontraksi Otot merupakan
interaksi antara Aktin dan miosin yang memerlukan ATP
ATP →ADP+P Aktin + Miosin Aktonmiosin
ATP ase
Sebelum ATP berekasi dengan Aktin dan miosin terlebih dahulu ATP
dipecah menjadi ADP dan Asam fosfat (H3PO4). Dan jika kontraksi Otot
terus berlagsung otot menggunakan cadangan energi dalam bentuk
kreatinfosfat dan oksimioglobin.
Kreatinfosfat merupakan persenyawaan fosfat berenergi tinggi yang
terdapat dalam konsentrasi tinggi otot yang selanjutnya kreatinfosfat
dipecah menjadi kreatin dan asam fosfat dan membebaskan energi. Dan
energi yang dibebaskan tadi digunakan untuk menyintesis ATP bersama
ADP.
Kreatin
Fosfo kreatin + ADP Kreatin + ATP
Fosfokinase
Dan pemecahan ATP dan Fosfokreatin untuk menghasilkan energi
tidak memerlukan oksigen sehingga fase kontraksi otot disebut fase
Anaerob. Jadi pada kontraksi otot energi yang digunakan berupa ATP
yang diubah menjadi ADP dan ADP bersama fosfokreatin mensintetis
ATP.
Otot yang berkontraksi dalam waktu lama dapat mengalami
kelelahan, hal ini disebabkan menurunnya ATP dan fosfokreatin,
sedangkan ADP, AMP dan Asam laktat naik konsentrasinya dan kontraksi
otot yang terus menerus bekerja memerlukan Energi banyak dan
menghabiskan cadangan oksigen otot. Dalam keadaan demikian, Energi
untuk kontraksi diperoleh dari pemecahan glikogen kram otot.
Sehingga dalam keadaan istirahat, Otot berelaksasi dan Asam laktat
dioksidasi menjadi Air (H2O) dan karbondioksida (CO2) dan
membebaskan energi sehingga energi yang dibebaskan untuk
pembentukan ATP dan Fosfokreatin yang digunakan untuk berelaksasi.
Dan energi yang dibebaskan juga digunakan untuk membentuk kembali
glikogen dari asam laktat
Skema Energi
ATP →ADP+H3PO4+Energi ( untuk pemanfaatan seketika)
Kreatinfosfat → kreatin + H3PO4 + Energi (sintesis ATP dan ADP)
Glikogen →Asam laktat+Energi (untuk risintesis kreatinfosfat)
Asam laktat+O2 →H2O+CO2+Energi (risintesis asam laktat menjadi
glikogen)

C. Peredaran darah
1. Pengertian Sistem Peredaran Darah
Sistem peredaran darah atau sistem kardiovaskular adalah suatu sistem
organ yang berfungsi memindahkan zat ke dan dari sel. Sistem ini juga
menolong stabilisasi suhu dan pH tubuh (bagian dari homeostasis).
2. Jenis sistem peredaran darah
a. Sistem Peredaran Darah Terbuka
Sistem peredaran darah terbuka artinya dalam peredarannya, darah
dan cairan lainnya tidak selamanya beredar atau berada di dalam
pembuluh darah. Darah menuju jaringan tanpa melalui pembuluh.
Pada saat tertentu darah meniggalkan pembuluh darah dan langsung
beredar dalam rongga-rongga tubuh dan akhirnya kembali lagi ke
dalam tubuh. Sitem Peredaran Darah Terbuka terdiri-dari jantung
yang merupakan pusat peredaran darah, sejumlah sinus (rongga) dan
sejumlah arteri. Jantung terletak dibagian tengah belakang dada,
berdinding otot tebal, berbentuk sadel atau tabung yang terbungkus
oleh perikardium. Arteri merupakan saluran yang berasal dari
jantung, mempunyai valve (katub-katub) yang mencegah darah
masuk kembali ke jantung.
Pada sistem peredaran darah terbuka, terdapat empat jenis arteri
berikut:
1). Arteri Optalmik (mata)
2) Dua arteri antenna
3) Dua arteri hati
4) Arteri dorsal abdominalis
b. Sistem Peredaran Darah Tertutup
Peredaran darah tertutup adalah sirkulasi darah ke seluruh tubuh
melalui pembuluh – pembuluh darah. Pada sistem peredaran darah
lni. Darah diedarkan melewati arteri dan kembali ke jantung
melewati vena. Contoh cacing tanah (Lumbricus terrestris). Pada
cacing tanah, sistem peredarannya terdiri dari cairan darah, beberapa
pembuluh darah, dan jantung sebagai pusat peredaran.
Darah cacing tanah terdiri atas plasma darah dan benda darah. Darah
cacing tanah berwarna m erah disebabkan oleh adanva hemoglobin
yang larut dalam plasma darah.
Jantung dan saluran darahnva memiliki katup sehingga darah
tidak mengalir kembali ke jantung. Aliran darah disebabkan oleh
kontraksi lengkung jantung. Jantung memompa darah dari saluran
darah dorsal ke saluran darah ventral kemudlian ke seluruh tubuh.
Pertukaran gas terjadi di jaringan-jaringan tubuh, Dari seluruh tubuh,
darah menuju bagian dorsal tubuh, darah menuju bagian dorsal
tubuh. Dari bagian dorsal tubuh darah kembali ke jantung.
Sistem peredaran darah, yang merupakan juga bagian dari kinerja
jantung dan jaringan pembuluh darah (sistem kardiovaskuler)
dibentuk. Sistem ini menjamin kelangsungan hidup organisme,
didukung oleh metabolisme setiap sel dalam tubuh dan
mempertahankan sifat kimia dan fisiologis cairan tubuh.

1. Pertama, darah mengangkut oksigen dari paru-paru ke sel dan


karbon dioksida dalam arah yang berlawanan .
2. Kedua, yang diangkut dari nutrisi yang berasal pencernaan
seperti lemak, gula dan protein dari saluran pencernaan dalam
jaringan masing-masing untuk mengonsumsi, sesuai dengan
kebutuhan mereka, diproses atau disimpan.
Metabolit yang dihasilkan atau produk limbah (seperti urea atau
asam urat) yang kemudian diangkut ke jaringan lain atau organ-
organ ekskresi (ginjal dan usus besar). Juga mendistribusikan darah
seperti hormon, sel-sel kekebalan tubuh dan bagian-bagian dari
sistem pembekuan dalam tubuh.
3. jenis pembuluh darah
a. Pembuluh Nadi ( Arteri )
Pembuluh nadi atau arteri adalah pembuluh darah berotot yang
membawa darah dari jantung. Fungsi ini bertolak belakang dengan
fungsi pembuluh balik yang membawa darah menuju jantung.
Sistem sirkulasi sangat penting dalam mempertahankan hidup.
Fungsi utamanya adalah menghantarkan oksigen dan nutrisi ke
semua sel, serta mengangkut zat buangan seperi karbon dioksida.
Pada negara berkembang, dua kejadian kematian utama disebabkan
oleh infark miokardium dan stroke pada sistem pembuluh nadi,
misalnya arterosklerosis.
Sistem pembuluh nadi memiliki bagian tekanan yang tinggi pada
sistem sirkulasi. Tekanan darah biasanya menunjukkan tekanan pada
pembuluh nadi utama. Tekanan pada saat jantung mengembang dan
darah masuk ke jantung disebut diastol. Tekanan sistol berarti
tekanan darah saat jantung berkontraksi dan daeah keluar jantung.
Tekanan darah ini dapat dikur dengan tensimeter atau
sfigmomanometer.

Lapisan terluar disebut tunika adventitia yang tersusun dari


jaringan penyambung. Di lapisan selanjutnya terdapat tunika media
yang tersusun atas otot polos dan jaringan elastis. Lapisan terdalam
adalah tunika intima yang tersusun atas sel endothelial. Darah
mengalir di dalam pada lumen.
Terdapat beberapa jenis pembuluh nadi pada tubuh:
1) Arteri pulmonaris, pembuluh ini membawa darah yang telah
dideoksigenasi yang baru saja dialirkan dari paru-paru
2) Arteri sistemik, pembuluh darah ini membawa darah menuju
arteriol dan kemudian ke pembuluh kapiler, di mana zat nutrisi dan
gas ditukarkan.
3) Aorta
Aorta adalah pembuluh nadi terbesar dalam tubuh yang keluar dari
ventrikel jantung dan membawa banyak oksigen.
4) Arteriol
Arteriol adalah pembuluh nadi terkecil yang berhubungan dengan
pembuluh kapiler.
5) Pembuluh kapiler, Pembuluh ini bukan pembuluh nadi
sesungguhnya. Di sinilah terjadinya pertukaran zat yang menjadi
fungsi utama sistem sirkulasi. Pembuluh kapiler adalah pembuluh
yang menghubungkan cabang-cabang pembuluh nadi dan cabang-
cabang pembuluh balik yang terkecil dengan sel-sel tubuh.
Pembuluh nadi dan pembuluh balik itu bercabang-cabang, dan
ukuran cabang-cabang pembuluh itu semakin jauh dari jantung
semakin kecil. Pembuluh kapiler sangat halus dan berdinding tipis.
b. Pembuluh Balik (Vena)
Pembuluh balik atau vena adalah pembuluh yang membawa darah
menuju jantung. Darahnya banyak mengandung karbon dioksida.
Umumnya terletak dekat permukaan tubuh dan tampak kebiru-
biruan. Dinding pembuluhnya tipis dan tidak elastis. jika diraba,
denyut jantungnya tidak terasa.
Pembuluh vena mempunyai katup sepanjang pembuluhnya. Katup
ini berfungsi agar darah tetap mengalir satu arah. Dengan adanya
katup tersebut, aliran darah tetap mengalir menuju jantung. Jika vena
terluka, darah tidak memancar tetapi merembes. Dari seluruh tubuh,
pembuluh darah balik bermuara menjadi satu pembuluh darah balik
besar, yang disebut vena cava. Pembuluh darah ini masuk ke jantung
melalui serambi kanan. Setelah terjadi pertukaran gas di paru-paru,
darah mengalir ke jantung lagi melalui vena paru-paru. Pembuluh
vena ini membawa darah yang kaya oksigen. Jadi, darah dalam
semua pembuluh vena banyak mengandung karbon dioksida kecuali
vena pulmonalis. Vena diselubungi oleh otot rangka dan memiliki
sebuah katup yaitu Valvula Semilunaris.
Pembuluh balik yang masuk ke jantung adalah sebagai berikut
1) Vena Kava
Vena kava bercabang-cabang menjadi pembulu yang lebih kecil
yaitu vena. Ada dua macam vena kava, yaitu vena kava superior
dan vena kava inferior.
a) Vena kava superior
Vena ini membawa darah yang mengandung CO2 dari
bagian atas tubuh ( kepala, leher, keserambi kanan jantung
b) Vena kava inferior
Vena ini membawa darah yang mengandung CO2 dari
bagian tubuh lainnya dan anggota badan bawah tubuh
keserambi kanan jantung.
c) Vena Pulmonalis
Vena ini membawa darah yang mengandung O2 dari paru-
paru keserambi kiri jantung. Salah satu penyakit yang
menyerang pembuluh balik adalah varises.

c. Jantung
Jantung (bahasa Latin, cor) adalah sebuah rongga, rongga organ
berotot yang memompa darah lewat pembuluh darah oleh kontraksi
berirama yang berulang. Istilah kardiak berarti berhubungan dengan
jantung, dari kata Yunani cardia untuk jantung. Jantung adalah salah
satu organ manusia yang berperan dalam sistem peredaran darah.

Jantung terletak dalam rongga dada agak sebelah kiri, di antara


paru-paru kanan dan paru-paru kiri. Massanya kurang lebih 300
gram, besarnya sebesar kepalan tangan. Jantung adalah satu otot
tunggal yang terdiri dari lapisan endothelium. Jantung terletak di
dalam rongga torakik, di balik tulang dada. Struktur jantung berbelok
ke bawah dan sedikit ke arah kiri. Jantung hampir sepenuhnya
diselubungi oleh paru-paru, namun tertutup oleh selaput ganda yang
bernama perikardium, yang tertempel pada diafragma. Lapisan
pertama menempel sangat erat kepada jantung, sedangkan lapisan
luarnya lebih longgar dan berair, untuk menghindari gesekan antar
organ dalam tubuh yang terjadi karena gerakan memompa konstan
jantung.
Jantung dijaga di tempatnya oleh pembuluh-pembuluh darah yang
meliputi daerah jantung yang merata/datar, seperti di dasar dan di
samping. Dua garis pembelah (terbentuk dari otot) pada lapisan luar
jantung menunjukkan di mana dinding pemisah di antara serambi &
bilik jantung. Struktur internal jantung Secara internal, jantung
dipisahkan oleh sebuah lapisan otot menjadi dua belah bagian, dari
atas ke bawah, menjadi dua pompa. Kedua pompa ini sejak lahir
tidak pernah tersambung. Belahan ini terdiri dari dua rongga yang
dipisahkan oleh dinding jantung. Maka dapat disimpulkan bahwa
jantung terdiri dari empat rongga, serambi kanan & kiri dan bilik
kanan & kiri.

Dinding serambi jauh lebih tipis dibandingkan dinding bilik karena


bilik harus melawan gaya gravitasi bumi untuk memompa dari
bawah ke atas dan memerlukan gaya yang lebih besar untuk
mensuplai peredaran darah besar, khususnya pembuluh aorta, untuk
memompa ke seluruh bagian tubuh yang memiliki pembuluh darah.
Tiap serambi dan bilik pada masing-masing belahan jantung
disambungkan oleh sebuah katup. Katup di antara serambi kanan dan
bilik kanan disebut katup trikuspidalis atau katup berdaun tiga.
Sedangkan katup yang ada di antara serambi kiri dan bilik kiri
disebut katup mitralis atau katup bikuspidalis (katup berdaun dua).

Cara Kerja Jantung Pada saat berdenyut setiap ruang jantung


mengendur dan terisi darah (disebut diastol). Selanjutnya jantung
berkontraksi dan memompa darah keluar dari ruang jantung (disebut
sistol). Kedua serambi mengendur dan berkontraksi secara
bersamaan, dan kedua bilik juga mengendur dan berkontraksi secara
bersamaan.
Darah yang kehabisan oksigen dan mengandung banyak
karbondioksida (darah kotor) dari seluruh tubuh mengalir melalui
dua vena berbesar (vena kava) menuju ke dalam atrium kanan.
Setelah atrium kanan terisi darah, ia akan mendorong darah ke dalam
ventrikel kanan melalui katup trikuspidalis. Darah dari ventrikel
kanan akan dipompa melalui katup pulmoner ke dalam arteri
pulmonalis menuju ke paru-paru. Darah akan mengalir melalui
pembuluh yang sangat kecil (pembuluh kapiler) yang mengelilingi
kantong udara di paru-paru, menyerap oksigen, melepaskan
karbondioksida dan selanjutnya dialirkan kembali ke jantung.
Darah yang kaya akan oksigen mengalir di dalam vena pulmonalis
menuju ke atrium kiri. Peredaran darah di antara bagian kanan
jantung, paru-paru dan atrium kiri disebut sirkulasi pulmoner karena
darah dialirkan ke paru-paru. Darah dalam atrium kiri akan didorong
menuju ventrikel kiri melalui katup bikuspidalis/mitral, yang
selanjutnya akan memompa darah bersih ini melewati katup aorta
masuk ke dalam aorta (arteri terbesar dalam tubuh). Darah kaya
oksigen ini disirkulasikan ke seluruh tubuh, kecuali paru-paru. dan
sebagainya.
Fungsi bilik jantung

 Serambi kanan berfungsi untuk menerima darah dari seluruh


tubuh dan kaya karbondioksida.
 Serambi kiri berfungsi untuk menerima darah dari paru-paru
dan kaya oksigen.
 Bilik kanan berfungsi untuk memompa darah ke paru-paru
dan banyak mengandung karbon-dioksida
 Bilik kiri berfungsi untuk memompa darah ke seluruh tubuh
dan banyak mengandung oksigen
DAFTAR PUSTAKA

Alimul H, A Aziz. 2006. Pengantar KDM Aplikasi Konsep & Proses


Keperawatan. Salemba Medika. Jakarta :
Anonim. 2012. Gangguan – gangguan pada Tulang.
http://id.shvoong.com/books/biography/2261737-gangguan-gangguan-pada-
tulang/ Diakses tanggal 18 Mei 2013. Pukul 10.03
Brunner & Suddart, 2002. Buku Ajar Keperawatan Medikal-Bedah Vol.1. Jakarta:
EGC
Towarto, Wartonal. 2007. Kebutuhan Dasar & Prose Keperawatan. Edisi 3.
Jakarta : Salemba Medika.
Daniel S. Wibowo, 2005. Anatomi Tubuh Manusia, Grasindo, Jakarta.
Faisal Yatim, 2006. Penyakit Tulang Dan Persendian, pustaka popular Obor.
Jakarta.
Nuri Handayani. 2009. Buku Kantong Biologi SMA. Pustaka Widyatama.
Yogyakarta.
Rock CL. 2004. Nutrition in the Prevalention and treatment of disease. Di dalam:
Goldman L, Ausiello D, editor. Cecil Textbook of Medicin. Philadelphia:
Saunders Elsevier.
Supariasa IDN, Bakri B, Fajar I. 2001. Penilaian Status Gizi. Jakarta : Penerbit
Buku Kedokteran EGC.

HASIL DISKUSI

1. Bagaimana proses pembentukan vitamin D dengan bantuan sinar matahari ?


(Sukmawati)
Jawab : Sinar matahari memang baik untuk tubuh. Terutama untuk mengubah
provitamin D menjadi vitamin D. Vitamin D yang berasal dari ginjal dan hati
dibentuk oleh sinar UVB dari sinar matahari yang berinteraksi dengan
kolesterol dalam kulit. Kemudian kolesterol itulah yang mengandung
provitamin D dan akan diubah menjadi vitamin D. Dengan cara memaparkan
tubuh terkena sinar matahari selama 5 sampai 15 menit. Tentu ada resiko jika
terpapar sinar matahari terlalu lama. Dan ada baiknya terpapar sinar matahari
mengandung UV B ini sebelum jam 9 pagi khusus untuk pembentukan
vitamin D pada tubuh. Jika seseorang tidak mendapatkan paparan sinar
matahari sama sekali, proses pembentukan vitamin D tersebut tidak akan
terjadi.

2. Jelaskan nutrisi untuk masing-masing penyakit tulang ! (Asih Anisah


Mahmuda)
Jawab :
a. Kelainan pada Tulang Fraktura : Untuk mempercepat penyembuhan tulang
dianjurkan memakan makanan yang bak mengandung kalsium seperti
susu, ikan, keju dan yoghurt
b. Kelainan pada Tulang Bawaan Sejak Lahir : Ibu yang sedang hamil
dianjurkan untuk banyak makan sayur dan susu kalsium untuk
menghindari kelainan bentuk kaki X atau O.
c. Kelainan pada Tulang Arthritis : kelainan pada tulang arthritis disebabkan
oleh penyakit asam urat, namun penyakit ini tidak dapat disembuhkan
dengan nutrisi. Maka untuk itu harus dihindari makanan-makanan yang
dapat memperparah asam urat
d. Gangguan yang Terjadi pada tulang belakang : Untuk menghindari
gangguan tersebut, sebaiknya kita berolahraga secara teratur, menghindari
kebiasaan sikap tubuh yang salah, misalnya cara duduk yang benar yaitu
keadaan tulang belakang harus lurus. Jika kita tidur, sebaiknya berkasur
padat, begitu pula saat duduk di kursi sebaiknya memilih alas duduk yang
padat.
e. Kelainan pada Tulang Osteoporosis : Dianjurkan untuk mengkonsumsi
makanan yang banyak mengandung kalsium. Susu kalsium dosis tinggi
sangat dianjurkan untuk ibu-ibu yang berumur di atas 50 tahun. Selain
minum susu, sebaiknya diimbangi pula dengan olahraga yang teratur.
f. Kelainan pada Tulang Rakhitis : Penderita rakhitis disarankan banyak
mengkonsumsi telur, susu, dan minyak hati ikan. Selain itu, pada pagi hari,
penderita rakhitis disarankan berjemur di bawah sinar matahari karena
sinar matahari pagi dapat membantu pembentukan vitamin D dalam tubuh.
g. Kelainan pada Tulang Mikrosefalus : mikrosefalus Ini disebabkan karena
ketika sedang hamil, seorang ibu kurang mendapat vitamin A dan zat
kapur/kalsium. Ibu hamil dianjurkan banyak mengkonsumsi vitamin A
yang banyak terdapat pada sayuran yang berwarna merah dan kuning,
kuning telur, mentega, minyak ikan, hati, dan susu. Sedangkan zat kapur
(kalsium) dapat diperoleh dari sayuran kubis, brokoli, biji-bijian, susu,
kerang, ikan dan keju

3. Mengapa perempuan lebih cepat mengalami menopause dan apa yang


dimaksud cairan sinovial ? (Dwi Yati Fahrini)
Jawab : Osteoporosis disebabkan karena berkurangnya kadar kalsium dalam
tulang. Seiring dengan bertambahnya usia seseorang, maka kadar kalsium
akan berkurang sedikit demi sedikitOsteoporosis bisa terjadi karena
kekurangan hormon-hormon tertentu seperti hormone estrogen yang berperan
dalam perekatan kalsium pada tulang. Pada perempuan terjadi menopause
yang berarti tidak ada lagi produksi hormoe estrogen sedangkan pada pria
tidak. Hai inilah yang menyebabkan perempuan lebih cepat mengalami
osteoporosis daripada pria.
Cairan sinovial adalah cairan bening lengket yang dilepaskan oleh membran
sinovial dan bertindak sebagai pelumas untuk sendi dan tendon.

4. Apakah faktor genetik sangat berpengaruh pada pertumbuhan tulang ? (A.


Mirza Fauzan)
Jawab : Faktor genetik cukup dominan dalam menentukan tinggi badan
seseorang. Dan faktor ini sudah ada sejak lahir. Seorang anak yang memiliki
ibu dan ayah yang berpostur tinggi biasanya nantinya akan tumbuh menjadi
seorang dewasa yang berpostur tinggi pula. Begitupun sebaliknya. Jika ayah
dan ibunya pendek, maka seringkali anaknya juga memiliki postur yang juga
pendek. Anda dapat mengamati bahwa orang-orang Afrika meskipun tidak
mendapatkan gizi makanan yang baik, namun memiliki postur yang tinggi.
Hal itu dapat terjadi lebih dikarenakan faktor keturunan atau genetik ini.
Secara umum, faktor genetik ibu lebih berpengaruh ketimbang faktor genetik
dari ayah. Ini berarti bahwa Si A yang memiliki ibu tinggi dan ayah pendek
akan berpeluang memiliki tubuh yang lebih tinggi ketimbang si B yang
memiliki ayah tinggi dan ibu pendek. Namun tentu saja hal itu bukanlah suatu
kepastian, namun hanya kecenderungan medis telah diamati.

5. Mengapa minuma bersoda, garam, kafein, alcohol dan minyak terhidrogenasi


harus dikurangi konsumsinya oleh penerita penyakit tulang ? (Triana
Riandani)
Jawab :
a. Minuman bersoda (soft drink)
Sebagian besar minuman soda mengandung asam fosfat yang bisa
meningkatkan laju ekskresi kalsium melalui urine. Selain itu minuman ini
juga kerap lebih disukai dibanding minuman lain yang lebih sehat
sehingga mengurangi asupan kalisum secara keseluruhan.
b. Garam
Konsumsi garam berlebih atau kadar natrium yang spesifik bisa
menyebabkan hilangnya kalsium sehingga tulang akan melemah dari
waktu ke waktu. Para ahli menuturkan seseorang akan kehilangan 40 mg
kalsium dalam urine setiap konsumsi 2.300 mg natrium. Selain garam
meja, garam juga kerap ditemukan pada hampir semua makanan olahan
seperti sereal sarapan dan makanan cepat saji.
Mengonsumsi makanan yang kaya akan kalium bisa membantu
mengurangi hilangnya kalsium di dalam tubuh dan membantu
keseimbangan kadar natrium dalam darah. Makanan kaya kalium seperti
ubi jalar, pisang, tomat dan bayam.
c. Kafein
Kafein tidak hanya terdapat dalam kopi, tapi juga dalam minuman
energi. Karena kafein dapat membentuk ikan kompleks dengan kalsium
yang menghambat pelekatannya pada tulang. Terlalu banyak mengonsumsi
kafein bisa mengancam kesehatan tulang. Untuk mengatasinya cobalah
membatasi asupan kopi, pilihlah minuman teh karena senyawa dalam
tanamannya ada kemungkinan bisa melindungi tulang serta menambahkan
susu pada kopi untuk mengurangi efek melemahnya tulang.
d. Alkohol
Studi menunjukkan konsumsi alkohol berlebih bisa mempengaruhi
kesehatan tulang dan meningkatkan risiko osteoporosis. Hal ini karena
konsumsi alkohol bisa mengganggu pankreas dan penyerapan kalsium
serta vitamin D. Selain itu alkohol juga mempengaruhi fungsi osteoblast
(sel-sel pembentuk tulang) dan mengurangi estrogen yang membuat
renovasi tulang melambat.
e. Minyak terhidrogenasi
Studi menunjukkan vitamin K akan hancur ketika minyak nabati cair
dikonversikan ke dalam bentuk padat melalui proses hidrogenasi
(menjenuhkan). Padahal vitamin K dibutuhkan untuk tulang kuat dan
penyerapan kalsium. Untuk itu cobalah menggantinya dengan minyak
canola dan minyak zaitun.

6. Bagaimana mekanisme penyembuhan pada kelainan tulang fraktura ? (Moh.


Fajrin)
Jawab : Pemulihan untuk kelainan tulang fraktura, yaitu dengan
mengembalikan pada susunan semula secepat mungkin. Pada kasus patah
tulang, untuk menyambungkannya ditambahkan pen atau platina.
Setelah tulang mengalami pertumbuhan dan menyatu, pen/platina akan
diambil kembali. Untuk mempercepat penyembuhan tulang dianjurkan
memakan makanan yang bak mengandung kalsium seperti susu, ikan, keju dan
yoghurt. Kalsium merupakan salah satu nutrisi yang membantu dalam
pertumbuhan tulang. Pada kelainan tulang fraktura, kalsium akan membantu
pertumbuhan tulang pada bagian tulang yang retak atau patah sehingga dapat
mempercepat proses penyembuhan. Lama proses penyembuhannya yaitu
sekitar 6 bulan, tergantung nutrisi yang dikonsumsi penderita.

b. Kon

c. DAFTAR PUSTAKA
Ethel Sloane. 1995. Anatomi Fisiologi untuk
Pemula. Penerbit Buku Kedokteran EGC.
Evelyn C. Pearce. Anatomi dan Fisiologi untuk
Paramedis. Penerbit PT. Gramedia, Jakarta.
Drs. H. Syaifuddin, AMK. Anatomi Fisiologi
Untuk Mahasiswa Keperawatan. Edisi 3.
Penerbit Buku Kedokteran EGC.
http:// wikipedia. Org ( Tgl 21-10-2013, Pukul
21.00)

d. Advertisements