Anda di halaman 1dari 55

BAB I

PENDAHULUAN

1.1 Latar Belakang


Istilah hubungan masyarakat internal (employee relations) di dalam dunia public
relations, yaitu publik yang terdiri dari para karyawan menjadi bagian utama
dari unit usaha, perusahaan atau instansi itu sendiri. Keberadaan public
relations dinilai penting bagi perusahaan karena berperan sebagai jembatan
komunikasi antara perusahaan dengan publik internal maupun eksternal sehingga
menciptakan hubungan yang harmonis dan kerja sama team yang solid. Dalam
mempertahankan mutu pelayanan, sangat diperlukan adanya menejemen dan
organisasi yang berkualitas. Public relations memiliki arti penting dalam sebuah
perusahaan yaitu sebagai sumber informasi yang mampu menjembatani antara
kepentingan perusahaan dengan kepentingan publik, baik publik internal
maupun eksternal. selain itu perusahaan sangat penting untuk memberikan
kondisi lingkungan yang membuat karyawan nyaman saat bekerja sehingga
dapat menciptakan kelompok kerja yang mempunyai jiwa pemimpin dan
memiliki semangat kerja yang tinggi, dimana pada akhirnya akan membentuk
sikap perilaku karyawan atau anggota sesuai dengan visi dan misi yang ingin
dicapai.

Hubungan karyawan dipengaruhi oleh hubungan internal antar karyawan


dengan karyawan lainnya, atau hubungan antara karyawan dengan manajemen
perusahaan yang efektif. Pihak perusahaan wajib menciptakan komunikasi
internal yang baik karena langsung menyangkut dengan kepentingan-
kepentingan yang mendasar dari pihak perusahaan sendiri. Perushaan harus
menyadari bahwa karyawan merupakan ujung tombak sekaligus representasi
dari kebijakan perusahaan. Baik buruknya suatu perusahaan dapat dilihat dari
kinerja karyawan, komunikasi internal yang baik akan meningkatkan
produktivitas. Hal ini tercipta bukan hanya karena seluruh karyawan bekerja lebih

1 Universitas Budi Luhur


2

keras, akan tetapi yang lebih penting mereka bekerja sungguh-sungguh, ikhlas,
lebih bersemangat, lebih terampil dan efisien.

Inilah yang diinginkan oleh Watch Club Indonesia, perusahaan distributor


jam tangan original yang telah beroperasi sejak tahun 2004. Memiliki cabang di
berbagai kota di seluruh Indonesia. Produk yang dijual merupakan produk resmi
yang diberikan oleh produsen masing-masing merk.

Store Watch Club Indonesia


6

Gambar 1.1
Grafik Data Store Watch Club Indonesia
Sumber : Manager HRD Watch Club Indonesia

Watch Club Indonesia memiliki 35 toko yang tersebar di 14 kota. Dari setiap
toko, Watch Club Indonesia mempercayai seorang store head yang bertanggung
jawab untuk memimpin dan mengelola kegiatan usaha/bisnis perusahaan, dan juga
bertindak sebagai penyampai pesan direksi dalam hubungan kegiatan usaha.
Seorang store head harus memimpin para karyawan yang bekerja di masing-masing
toko. Di setiap toko terdapat 5-7 karyawan yang bekerja. Seorang store head
haruslah mempunyai kemampuan kepemimpinan dan mampu menjadi pemimpin

Universitas Budi Luhur


3

para karyawannya agar para karyawan tetap memiliki semangat kerja sehingga
tujuan perusahaan dapat tercapai.
Seperti yang sampaikan oleh CEO Watch Club Indonesia Bapak Leo, dalam
memimpin perusahaan Bapak Leo selaku CEO Watch Club tidak pernah
memposisikan dirinya sebagai bos terhadap karyawannya, melainkan pemimpin
dan selalu menghormati para karyawannya di setiap cabang. Dengan sikap ini, CEO
Watch Club Indonesia berkeinginan untuk menularkan sifat leadership dan rasa
memiliki perusahaan (sense of belonging) kepada para store head, sehingga para
store head di setiap cabang dapat menularkannya kepada karyawan-karyawannya.
Store head dan karyawan pun dapat bekerja dengan penuh rasa semangat dan
nyaman dalam menjalankan sebuah cabang dan dapat memberikan pelayanan
terbaik kepada para pelanggan Watch Club Indonesia.
Untuk mendapatkan store head dan karyawan yang mampu menjadi leader
dan motivator dalam bekerja bukanlah hal yang mudah. Untuk membentuk sifat
tersebut perlu adanya kegiatan-kegiatan dalam menumbuhkan leadership, motivasi
dan semangat untuk menunjang pekerjaan dalam sebuah perusahaan. Salah satu
kegiatan yang dilakukan oleh Watch Club Indonesia untuk menumbuhkan
leadership dan semangat berkerja kepada para karyawannya adalah dengan
mengadakan kegiatan games outbound dalam konteks employee relations.
Kepemimpinan merupakan faktor terpenting dalam suatu organisasi.
Menurut Stogdi dalam M. Sobry Sutikno, “Terdapat hampir sama banyaknya
definisi tentang kepemimpinan dengan jumlah orang yang telah mencoba
mendefinisikannya.” Stogdill menyatakan bahwa, “Kepemimpinan sebagai konsep
manajemen dapat dirumuskan dalam berbagai macam definisi tergantung dari mana
titik tolak pemikirannya.” Beberapa pengertian kepemimpinan adalah berikut ini:
 Kepemimpinan adalah suatu proses yang mempengaruhi aktivitas
kelompok yang diatur untuk mencapai tujuan bersama
 Kepemimpinan adalah kegiatan dalam mempengaruhi orang lain untuk
bekerja keras dengan penuh kemauan untuk tujuan kelompok
 Kepemimpinan adalah kegiatan mempengaruhi orang lain agar ikut
serta dalam mencapai tujuan umum.

Universitas Budi Luhur


4

 Kepemimpinan adalah suatu kegiatan mempengaruhi orang lain untuk


bekerja sama guna mencapai tujuan tertentu yang diinginkan. (Sutikno,
2004 : 15)
Kegiatan employee relations memberikan dorongan pada karyawan melalui
beragam aktifitas. Perwujudan dari aktivitas tersebut berupa gerakan-gerakan usaha
untuk bekerja dengan sungguh-sungguh yang pada akhirnya akan meningkatkan
dan memajukan perusahaan. Produktivitas kerja dari karyawan merupakan kualitas
dari kegiatan employee relations yang dapat berpengaruh dalam menumbuhkan
leadership dan semangat kerja karyawannya. Sebagaimana menurut Robbin,
“kegiatan employee relations suatu proses yang menjelaskan intensitas, arah, dan
ketentuan suatu individu dalam usaha untuk mencapai tujuan”. (Robbin, 2008: 222)
Salah satu bentuk hubungan dalam aktifitas Public Relations yang mengatur
hubungan antara perusahaan dan karyawannya adalah employee relations.
“Employee relations adalah sekolompok orang-orang yang sedang bekerja di suatu
perusahaan yang jelas baik secara fungsional, organisasi maupun teknis dan jenis
pekerjaan yang dihadapinya”. (Ruslan, 2010: 279)
Untuk menjalankan employee relations, Public Relations Watch Club
Indonesia berperan penting dalam penyelenggaraan kegiatan dan penyambung
informasi antara perusahaan dan karyawan agar kegiatan employee relations dapat
diikuti oleh seluruh karyawan seluruh di Indonesia. Bukan hanya sebagai
penyambung lidah, Public Relations Watch Club Indonesia juga membantu dalam
menyelenggarakan kegiatan employee relations yang diadakan perusahaan dan
bekerjasama kepada pihak eksternal yang turut mendukung kegiatan ini.
Hal tersebut sesuai dengan intisari definisi Public Relations oleh Rex
Harlow, dari San Fransisco Amerika Serikat yang menjadi acuan para anggota
International Public Relations Association, yang berbunyi :
Public Relations merupakan komunikasi dua arah antara organisasi dengan
public secara timbal balik dalam rangka mendukung fungsi dan tujuan
manajemen dengan meningkatkan pembinaan kerja sama serta pemenuhan
kepentingan bersama.

Kegiatan employee relations dalam suatu perusahaan dapat dilaksanakan


dalam bentuk berbagai macam aktifitas dan program, antara lain 1.program
pendidikan dan pelatihan; 2.program motivasi kerja berprestasi; 3.program

Universitas Budi Luhur


5

penghargaan; 4.program acara khusus (special events); 5.program media


komunikasi internal. .
Maka dari itu, Public Relations Watch Club Indonesia memilih acara
employee relations dalam agenda meeting nasionalnya untuk memberikan motivasi
dan juga dorongan para karyawannya untuk berkerja sebagai team dalam mencapai
tujuan perusahaan. Kegiatan games outbound ini merupakan kegiatan yang dpat
menumbuhkan jiwa kepemiminan dalam diri seseorang dan dapat bekerja secara
team. Kegiatan yang diikuti oleh para direksi, store head, dan juga karyawan dari
seluruh Indonesia, diadakan selama dua hari satu malam dan di Hotel Yasmin
Puncak Jawa Barat.
Pengertian games outbound adalah bentuk pembelajaran perilaku
kepemimpinan dan manajemen di alam terbuka dengan pendekatan yang unik dan
sederhana tetapi efektif karena pelatihan ini tidak sarat dengan teori-teori melainkan
langsung diterapkan pada elemen-elemen yang mendasar yang bersifat sehari-hari,
seperti : saling percaya, saling memperhatikan serta sikap proaktif dan komunikatif.
Dimensi alam sebagai obyek pendidikan bisa menjadi laboratorium sesungguhnya
dan tempat bermain yang mengasyikan dengan berbagai metodenya. Games
outbound juga mempunyai tujuan yang bermanfaat bagi perusahaan atau bagi
peserta yang mengikutinya, diantaranya :
1. Mengetahui dan memahami adanya “individual differences” yaitu tiap
individu adalah unik.
2. Mampu melakukan penilaian pada diri sendiri “Self Assessment” bahwa
kekuatan diri ada pada tangan kita sendiri dan pada pilihan-pilihan kita.
3. Meningkatkan kepekaan “Self Awareness” terhadap orang lain.
4. Meningkatkan kepercayaan diri dan keberanian mengambil resiko“Risk
Taking Behavior”.
5. Meningkatkan ketrampilan komunikasi.
6. Mampu membuat perencanaan dengan pertimbangan resiko dan
konsekuensinya.
7. Mampu membentuk tim yang efektif / kekompakan.
8. Meningkatkankemampuan kepemimpinan.
9. Menumbuhkan sikap ksatria dan sportif. (Ancok, 2003: 129)

Berdasarkan penjelasan di atas, peneliti melakukan analisis pesan yang


dikomunikasikan Watch Club Indonesia kepada para karyawan dalam kegiatan

Universitas Budi Luhur


6

games outbound, untuk sampai pada kesimpulan apakah games outbound ini sesuai
dengan tujuan yang ingin dicapai Watch Club Indonesia.

1.2 Rumusan Masalah


Berdasarkan latar belakang yang diuraikan sebelumnya, maka peneliti
menetapkan rumusan sebagai berikut : “Bagaimana cara yang digunakan dalam
pengelolaan hubungan employee relations di Watch Club Indonesia untuk
menumbuhkan leadership?”

1.3 Tujuan Penelitian


1. Untuk mengetahui isi yang terjalin antara manajemen dan bawahan Watch
Club Indonesia.
2. Untuk mengetahui kegiatan atau aktivitas employee relations yang
diterapkan Watch Club Indonesia.

1.4 Manfaat Penelitian


Ada beberapa manfaat penelitian ini, yaitu sebagai berikut :
1. Aspek Teoritis
Dengan adanya penelitian ini, diharapkan adanya pengembangan ilmu
komunikasi khususnya dalam bidang Public Relations dan juga untuk
menambah ilmu pengetahuan mengenai teori-teori yang berkaitan
dengan penelitian ini seperti teori disonansi kognisi dan lainnya.
2. Aspek Praktis
Peneliti berharap, penelitian ini dapat memberikan kontribusi untuk
perusahaan dan menjadikan acuan dalam pengadaan kegiatan rutin
Games Outbound sebagai wadah bagi karyawan untuk meningkatkan
leadership dan motivasi dalam bekerja antara sesama pekerja dan antar
atasan perusahaan.

Universitas Budi Luhur


BAB II
TINJUAN PUSTAKA

2.1 Kajian Penelitian Terdahulu


Pada bagian ini, peneliti membandingkan hasil dari beberapa penelitian
yang merupakan hasil penelitian dari skripsi sebelumnya. Penelitian ini dijadikan
literatur oleh peneliti sebagai perbandingan bagi penelitian yang peneliti lakukan.
Acuan perbandingan yang diamati peneliti adalah persamaan serta perbedaan yang
terdapat dalam penelitian terdahulu tanpa menilai dari segi kesalahan dan
kekurangan dari penelitian terdahulu yaitu, objek penelitian, tujuan penelitian,
rumusan masalah, teori yang digunakan, metode penelitian serta hasil penelitian
melainkan dijadikan sebagai relevasi dengan penelitian yang telah dilakukan oleh
peneliti saat ini.
2.1.1 Evaluasi Kegiatan Employee Relations dalam Upaya Meningktakan
Produktivitas Kerja Karyawan Inna Garuda Yogyakarta (Studi
Deskriptif pada Karyawan Hotel Inna Garuda Yogyakarta dalam
Upaya Meningkatkan Produktivitas Kerja Karyawan)
Penelitian ditulis oleh Erny Ermawaty (2011), mahasiswa Universitas
Pengembangan Nasional “veteran”. Rumusan Masalah penelitian ini adalah
evaluasi pelaksanaan kegiatan employee relations yang diterapkan di hotel Inna
Garuda yogyakarta dapat meningkatkan produktivitas kerja karyawan?. Tujuan
Penelitian ini untuk mendeskripsikan kegiatan employee relations di Hotel Inna
Garuda yogyakarta serta mengevaluasi pelaksanaan kegiatan employee relations di
hotel inna Garuda Yogyakarta. Teori Penelitian adalah Teori hubungan manusia
Elton Mayo dengan menggunakan metode penelitian analisis studi kasus dengan
pendekatan kualitatif. Hasil Penelitian ini adalah kegiatan employee relations yang
dibangun sangat baik. Hal ini dapat dilihat dari banyaknya program-program yang
telah disusun dan dikembangkan oleh pihak internal hotel. Penilaian positif dari
karyawan mengenai kegiatan employee relations yang diterapkan di hotel Inna
Garuda Yogyakarta dapat mendukung usaha peningkatan produktivitas kerja

7 Universitas Budi Luhur


8

karyawan dan ternyata usia dan adannya rasa senioritas ternyata bukanlah suatu
hambatan dalam menghasilkan suatu produktivitas.
2.1.2 Strategi Komunikasi Organisasi Dalam Pengelolaan Iklan Komunikasi
Internal Fisopol UMJ untuk Meningkatkan Motivasi Kerja Karyawan.
Penelitian ditulis oleh Nisa Amalia (2010), mahasiswa Universitas
Muhammadiyah Jakarta. Rumusan Masalah penilitan ini adalah bagaimana
strategi komunikasi organisasi dalam pengelolaan iklan komunikasi internal
Filsopol UMJ untuk Meningkatkan Motivasi Kerja Karyawan. Tujuan Penelitian
untuk mengetahui komunikasi organisasi dalam pengelolaan Iklan Komunikasi
Internal Fisipol UMJ untuk meningkatkan Motivasi kerja karyawan. Metode
Peneliatian yang digunakan adalah deskriptif kuantitatif. Teknik pengumpulan
data menggunakan wawancara mendalam dan studi pustaka. Hasil Penelitian
adalah permasalahan yang dihadapi organisasi dalam Fakultas Fisipol UMJ
membutuhkan strategi komunikasi yang baik sebagai alat operasional dalam
pengelolaan iklan komunikasi internal.
2.1.3 Strategi komunikasi Program Special Event Sebagai Sarana Untuk
memperkuat Internal Engagement
Penelitian ini ditulis oleh Andini Rizky Wijanarko (2013), mahasiswa
Universitas Padjajaran Bandung. Rumusan Masalah strategi kegiatan perusahaan
PT.Pertamina (persero) di dalam organisasinya yaitu Fungsi Communication yang
bertugas untuk mengontrol pengelolaan komunikasi internal perusahaan kegiatan-
kegiatan perushaan dan konsolidasi pembinaan SDM. Tujuan Penelitian Untuk
Mengetahui kegiatan Program Special Event perusahaan PT.Pertamina (persero)
sebagai sarana untuk memperkuuat internal engagement menjadi tujuan strategi
komuniksi kantor pusat. Metode Penelitian yang digunakan adalah deskriptif
kualitatif. Hasil Penelitian Terdapat pengaruh kegiatan special Event
PT.Pertamina dalam miningkatkan kinerja pekerja secara individu.

Universitas Budi Luhur


9

Tabel 2.1
Tinjauan Perbandingan Penelitian Terdahulu Dengan
Penelitian Yang Dilakukan

Judul Evaluasi Kegiatan Strategi Strategi Aktivitas Employee


Penelitian Employee Komunikasi komunikasi Relations Watch
Realtions dalam Organisasi Program Special Club Indonesia
Upaya Dalam Event Sebagai Dalam
Meningktakan Pengelolaan Sarana Untuk Menumbuhkan
Produktivitas Iklan memperkuat Leadership
Kerja Karyawan Komunikasi Internal Karyawan
Inna Garuda Internal Fisopol Engagement
Yogyakarta (Studi UMJ untuk
Deskriftif pada Meningkatkan
Karyawan Hotel Motivasi Kerja
Inna Garuda Karyawan.
Yogyakarta dalam
Upaya
Meningkatkan
Produktivitas
Kerja Karyawan)
Peneliti Erni Ermawaty Nisa Amalia Andini Rizky Mahathir Muhammad
Halim Wijanarko
Lembaga Universitas Universitas Universitas Universitas Budi
dan tahun Pembangunan Muhammadiyah Padjajaran Luhur 2016
Nasinal “veteran” Jakarta tahun 2010 bandung
2011 2013

Masalah Bagaimana Bagaimana Bagaimana Bagaimana cara yang


Penelitian evaluasi strategi strategi kegiatan digunakan dalam
pelaksanaan Komunikasi perusahaan pengelolaan hubungan
kegiatan employee Organisasi dalam PT.Pertamina employee relations di
relations yang pengelolaan Iklan (persero) di dalam watch Club Indonesia
diterapkan di hotel Komunikasi organisasinya untuk menumbuhkan
Inna Garuda Internal Fisopol yaitu Fungsi leadership?
Yogyakarta dalam UMJ untuk Communication
meningkatkan meningkatkan yang bertugas
produktivitas kerja motivasi kerja untuk mengontrol
karyawan? karyawan? pengelolaan
komunikasi
internal
perusahaan
kegiatan-kegiatan
perushaan dan
konsolidasi
pembinaan SDM?
Tujuan Untuk Untuk Mengetahui Untuk Untuk Mengetahui
Penelitian mengdeskripsikan komunikasi Mengetahui secara mendetail isi
kegiatan Employee Organisasi dalam kegiatan Program pesan Public Relations
Relations di Hotel Pengelolaan Iklan Special Event Watch Club Indonesia
Inna Garuda Komunikasi perusahaan dalam menumbuhkan
yogyakarta serta Internal Fisipol PT.Pertamina leadership dan
mengetahui UMJ untuk (persero) sebagai semangat dan motivasi
pelaksanaan sarana untuk kerja karyawan.

Universitas Budi Luhur


10

kegiatan employee Meningkatkan memperkuuat


relations di hotel Motivasi Kerja internal
inna Garuda engagement
Yogyakarta menjadi tujuan
strategi komuniksi
kantor pusat.
Metode Pendekatan Deskriptif Deskriptif Deskriptif Kualitatif
Penelitian Kualitatif Kualitatif Kualitatif
Hasil Kegiatan employee bagaimana strategi Terdapat Kegiatan employee
Penelitian relations yang komunikasi pengaruh relations yang
dibangun sudah organisasi yang kegiatan special dijalankan Watch Club
sangat baik. Hal ini dilakukan dalam Event Indonesia dapat
dapat dilihat dari komunikasi PT.Pertamina meningkatkan jiwa
banyaknya internal Fisispol dalam leadership kepada
program-program UMJ miningkatkan karyawan.
yang telah disusun meningkatkan kinerja pekerja
dan dikembangkan motivasi kerja secara individu
oleh pihak internal karyawan
hotel.

2.2 Kerangka Teoritis


2.1.1 Definisi Public Relations
Definisi Public Relations menurut Cutlip-Center-Broom yang dikutip oleh
Morisan dalam buku manajemen Public Relations adalah “the planned of effort to
influence opinion through good character and responsible performance, based on
mutually satisfactory tow-way communications”. (usaha terencana untuk
mempengaruhi pandangan melalui karakter yang baik serta tindakan yang
bertanggung jawab, didasarkan atas komunikasi dua arah yang saling memuaskan).
(Morrisan, 2008: 7). Sedangkan Rex F. Harlow mendefinisikan Public Relations
sebagai :
Fungsi manajemen yang khas yang mendukung dan memelihara jalur
bersama bagi komunikasi pengertian, penerimaan dan kerja sama antar
organisasi dengan khalayak; melibatkan manajemen dalam permasalahan
atau persoalan; membantu manajemen memperoleh penerangan mengenai
dan tanggapan terhadap opini publik; menetapkan dan menegaskan
tanggung jawab manajemen dalam memanfaatkan perubahan secara afektif
dalam penerapannya sebagai system peringatan secara dini guna membantu
mengantisipasi kecenderungan; dan menggunakan penelitian serta teknik-
teknik komunikasi yang sehat dan etis sebagai kegiatan utama. (Ruslan,
2010: 16)

Universitas Budi Luhur


11

Dari penjelasan di atas, keberadaan Public Relations sangatlah penting di


dalam sebuah perusahaan. Public Relations pada intinya senantiasa membangun
komunikasi atau menjadi jembatan komunikasi antara perusahaan dengan
khalayaknya (baik internal maupun eksternal) dimana tujuannya adalah untuk
menciptakan pengertian, kepercayaan dan meminimalisir kesalahan dalam
penyampain informasi yang ada di dalam perusahaan ataupun sebuah organisasi
tersebut.

2.2.2 Internal Relations


Ada bagian dalam Public Relations, yakni internal Public Relations yang
menangani komunikasi perusahaan dengan karyawan. Besar kecilnya departemen
internal Public Relations dari suatu perusahaan bergantung pada tiga hal utama
yaitu :
1. Ukuran atau skala perusahaan itu sendiri
2. Nilai atau arti penting fungsi fungsi humas di mata pihak manajemen
atau pimpinan perushaan yang bersangkutan.
3. Karakteristik khas kehumasan yang memang berbeda-beda bagi
masing-masing perusahaan. (Anggoro, 2011: 21-22)

Tingkat efektivitas internal Public Relations juga dapat di pengaruhi tiga


hal pokok yaitu :
1. Keterbukaan pihak manajemen
2. Kesadaran dan pengakuan pihak manajemen akan nilai dan arti penting
komunikasi dengan para karyawan.
3. Keberadaan seorang manajer komunikasi yang tidak hanya ahli dan
berpengalaman, tetapi juga didukung oleh sumber-sumber daya teknis
yang modern. (Abdurrahman, 1995: 34)
Internal relations menempatkan karyawan atau anggota perusahaan sebagai
komponen yang penting dalam kerja humas. Karyawan yang mempunyai semangat
kerja yang tinggi merupakan salah satu tujuan dari internal Public Relations.
Hubungan pimpinan dan bawahan akan berjalan dengan baik bila kedua belah pihak
saling membutuhkan satu sama lainya. Untuk menciptakan suasana yang harmonis
seorang pimpinan harus berkomunikasi dengan bawahan baik secara vertikal
maupun horizontal.

Universitas Budi Luhur


12

2.2.3 Fungsi Public Relations


L.F. Urwick dalam bukunya Element of administration (1976) menjelaskan
bahwa aktivitas Public Relations sebagai salah satu fungsi manajemen organisasi
melalui bentuk 3 unsur yang berkaitan dengan fungsi tersebut adalah sebagai
berikut.
1. Manajemen mekanik
Fungsi manajemen mekanik ini melalui dengaan melakukan
pengamatan dimasa mendatang, Perencanaan dan pengorganisasian.
2. Manajemen dinamik
Merupakan fungsi menejeman dinamik ini terdiri dari unsur-unsur,
komando pengarahan, koordinasi dan pengawasan.
3. Manajemen relasi
Sedangkan fungsi hubungan atau relasi publik ini merupakan salah satu
tugas manajemen Public Relations yang utama dalam manajemen
perusahaan, yaitu untuk melaksanakan :
a. Berupaya mendengarkan pendapat dan aspirasi publik, serta mampu
untuk mengidentifikasikan keinginan-keinginan publik khalayak
sasaranya.
b. Menyampaikan sumbang saran dan ide atau gagasan kreatif tertentu
yang positif kepada pimpinan organisasi demi manfaat bersama bagi
perusahaan dan publik.
c. Mampu menciptakan suasana iklim yang kondusif dan hubungan
yang harmonis serta positif untuk kalangan internal perusahaan,
mulai dari tingkat pimpinan ke bawahannya atau sebaliknya, dengan
membangun hubungan baik bagi kedua belah pihak dalam suatu
organisasi. (Adair, 2008: 128)
Fungsi dan tanggung jawab manajemen Public Relations untuk membangun
suatu yang menguntungkan bagi terciptanya hubungan baik antara organisasi/
perusahaan dengan publik sasarannya, dan melalui tanggung jawab tersebut
merupakan akuntabilitas bagi fungsi Public Relations terhadap organisasinya.
Berkaitan dengan fungsi Public Relations tersebut ada tiga dasar prinsip-prinsip
fungsi manajemen Public Relations, sebagai berikut :
a. Tujuan aktivitas fungsi Public Relations adalah untuk mengembangkan
dan memelihara hubungan social dan lingkungan hidup yang baik,
sesuai dengan tujuan terbaik dari pihak organisasi yang dapat
meningkatkan kemakmuran bersama. Artinya, tanggung jawab social
manajemen Public Relations untuk mengarahkan bagi keputusan
pimpinan perusahaan atau organisasi untuk membantu pengembangan
dan memelihara lingkungan social yang menguntungkan kedua belah
pihak. Misalnya, perkembangan masalah perhatian negative publik
terhadap munculnya tingkat ekologi lingkungan hidup yang kini banyak

Universitas Budi Luhur


13

tercemar oleh polusi udara dan air limbah tersebut harus mendapat
perhatian penuh manajemen Public Relations.
b. Public Relations yang baik akan menciptakan penilaian hasil kinerja
yang baik, pengakuan dan penghargaan secara umum menguntungkan
organisasi. Khususnya, mampu memelihara pelaksanaan komunikasi
yang baik dengan publik sasarannya untuk membangun kinerja,
pengakuan dan penghargaan umum yang menguntungkan. Misalnya,
bagaimana disatu pihak perusahaan berorentasi profit, dan harus
mengeluarkan sejumlah dana untuk menetralisir pencemaran udara dan
air limbah sebagai upaya perduli atau melestarikan lingkungan hidup di
lain pihak. Selanjutnya kemampuan fungsi manajemen Public Relations
untuk memperoleh tingkat kinerja organisasi, pengakuan dan
penghargaan publik yang secara umum positif.
c. Keberadaan organisasi hanya tergantung dari penerimaan pihak publik
dan eksistensi perusahaan tersebut dapat disesuaikan dengan hasil
kontribusi terhadap kepentingan social sebagaimana pandangan yang
sama dengan manajemen Public Relations untuk menetapkan keputusan
untuk meyakinkan kegiatan organisasi selalu memperhatikan
keseimbangan antara tujuan meraih keuntungan dan perhatian
kepentingan publik. (Ross, 1997: 48-50)

Dari penjelasan di atas, Public Relations berfungsi untuk memupuk,


menumbuhkan, dan mendorong sikap serta perilaku yang dapat membantu
tercapainya mutual understanding yang didapatkan saat Public Relations
melakukan kegiatan perusahaan untuk membina hubungan antara publik internal
dan publik eksternal untuk menciptakan hubungan yang harmonis antara
perusahaan dengan publiknya.
2.2.4 Employee Relations
Salah satu bagian internal Public Relations sebagai adalah kegiatan
Employee Relations. Maksud dan tujuan kegiatan komunikasi hubungan
masyarakat internal yang dilaksanakan Public Relations melalui program kerja
Employee Relations, adalah sebagai sarana komunikasi internal secara timbal balik
yang dipergunakan dalam suatu organisasi/perusahaan dan untuk menghilangkan
kesalahpahaman atau hambatan komunikasi antara manajemen perusahaan dengan
para karyawannya.
Selanjutnya Employee Relations dalam suatu organisasi atau perusahaan
dapat dilaksanakan dalam bentuk berbagai macam aktifitas dan program, antara lain
sebagai berikut :

Universitas Budi Luhur


14

1. Program pendidikan dan pelatihan


Program pendidikan dan pelatihan dilaksanakan oleh perusahaan, dalam
upaya meningkatkan kinerja dan keterampilan karyawan, dan kualitas
maupun kuantitas pemberian jasa pelayanan dan lain sebagainya.
2. Program motivasi kerja berprestasi
Program tersebut dikenal dengan istilah Achievement Motivation
Training (AMT), dimana dalam pelatihan ini diharapkan dapat
mempertemukan antara motivasi dan pretasi (etos) kerja serta disiplin
karyawan dengan harapan dari pihak perusahaan dalam mencapai
produktivitas yang tinggi.
3. Program penghargaan
Yang dimaksud disini adalah upaya pihak perusahaan (pimpinan)
memberikan suatu penghargaan kepada karyawan, baik yang beprestasi
kerja maupun cukup lama masa pengabdian pekerjaan. Dalam hal ini,
penghargaan yang diberikan itu akan menimbulkan loyalitas dan rasa
memiliki (sense of belonging) yang tinggi terhadap perushaan.
4. Program acara khusus
Yakni merupakan program khusus yang sengaja dirancang diluar bidang
perkerjaan sehari-hari, misalnya dalam rangka event ulang tahun
perusahaan, diadakan kegiatan keagamaan, olahraga, lomba dan hingga
berpiknik bersama yang dihadiri oleh pimpinan dan semua para
karyawannya. Kegiatan dan program tersebut dimaksudkan untuk
menumbuhkan rasa keakraban bersama di antara sesama karyawan dan
pimpinan.
5. Program media komunikasi internal
Membentuk media komunikasi internal melalui bulletin, news release
(majalah dinding) dan majalah perushaan yang berisikan pesan,
informasi dan berita yang berkaitan dengan kegiatan antarkryawan atau
perushaan dan pimpinan. (Ruslan, 2010: 277-279)
Seorang Public Relations dalam kegiatan Employee Relations berperan
penting dalam menjembatani antara perusahaan dan karyawan agar terciptanya
tujuan yang memberikan dampak positif bagi perusahaan dan juga karyawan itu
sendiri. Biasanya kegiatan yang dilakukan oleh perusahaan yaitu mengadakan
kegiatan berkumpul dengan karyawan, dari 5 kegiatan Employee Relations menurut
Rosady Ruslan dalam buku Manajemen Public Relations dan media komunikasi
yang sesuai dengan kegiatan Employee Relations yang dapat dilakukan pihak
perusahaan yang sesuai dengan “Program motivasi kerja berprestasi” yaitu Games
Outbound. Melalui kegiatan Games Outbound ini seorang Public Relations sangat
berperan jika masalah-masalah teknis yang terjadi antara keduanya.

Universitas Budi Luhur


15

2.2.5 Definisi Teamwork


Team work bisa diartikan sebagai kerja tim atau kerjasama, team work atau
kerja sama tim merupakan bentuk kerja kelompok dengan keterampilan yang saling
melengkapi serta berkomitmen untuk mencapai misi yang sudah disepakati
sebelumnya untuk mencapai tujuan bersama secara efektif dan efisien. Harus
disadari bahwa teamwork merupakan peleburan berbagai pribadi yang menjadi satu
pribadi untuk mencapai tujuan bersama.Sebuah tim itu sangat memebutuhkan
kemauan untuk saling bergandengan-tangan menyelesaikan pekerjaan. Bisa jadi
satu orang tidak menyelesaikan pekerjaan atau tidak ahli dalam pekerjaan A, namun
dapat dikerjakan oleh anggota tim lainnya.
Inilah yang dimaksudkan dengan kerja tim, beban dibagi untuk satu tujuan
bersamaserta saling melengkapi antar sesama. Kerja tim sebagai proses kerja
dinyatakan Buchholz (2000), Teamwork is theprocess of working in a group by
participative leadership, shared responsibility,aligned on purpose, intensive
communication, future focused, focused on task,creative talents and rapid response
to get the aims of the organizatio. Dijelaskan bahwa Kerja tim adalah proses kerja
dalam kelompok dengan adanya kepemimpinan yang partisipatif, tanggung jawab
yang terbagi, 20 penyamaan tujuan, komunikasi yang intensif, fokus pada masa
depan, fokus pada tugas, bakat kreatif dan tanggapan yang cepat untuk mencapai
tujuan organisasi. (Armstrong dan Baron, 1998 :15)

2.2.6 Definisi Kepemimpinan

Pengertian kepemimpinan oleh P.Pigors dalam bukunya Leadership and


Domination “bahwa kepemimpinan adalah suatu proses dorong mendorong yang
mengontrol daya guna manusia dalam mengejar tujuan bersama, melalui interaksi
yang berhasil dari bermacam macam perbedaan individual”.

M. Stogdill memberikan pengertian kepemimpinan dalam wilayah manajerial


dikarenakan banyaknya perbedaan mengenai pengertian kepemimpinan.
Menurutnya, kepemimpinan adalah proses mengarahkan dan mempengaruhi

Universitas Budi Luhur


16

aktivitas yang berhubungan dengan tugas dari para anggota kelompok. Terdapat
tiga hal yang perlu kita ambil dari definisi kepemimpinan diatas yaitu:

1. Kepemimpinan harus melibatkan orang lain, yaitu bawahan atau


pengikut. Dibutuhkan kesediaan dari para anggota, bawahan atau
pengikut untuk menerima arahan dari pemimpin, untuk mempertegas
status pemimpin dan memungkinkan terjadinya proses kepemimpinan.
Tanpa bawahan maka semua sifat kepemimpinan seorang manajer akan
menjadi tidak relevan.
2. Kepemimpinan memiliki sebaran kekuasaan yang tidak sama antara
pemimpin dan anggota kelompok. Pemimpin memiliki wewenang untuk
mengarahkan beberapa aktivitas anggota organisasi ataupun kelompok,
yang caranya tidaklah perlu sama dengan pemimpin satu dan lainnya.
3. Selain sah dalam memberikan perintah atapun pengarahan kepada
anggota ataupun pengikut, dalam kepemimpinan, pemimpin dapat
memengaruhi anggota kelompok atau organisasi dengan berbagai cara.

2.2.7 Motivasi Kerja Karyawan

Setiap perusahaan/ organisasi pasti menginginkan untuk mencapai tujuan

organisasi, maka untuk mencapai tujuan tersebut, sumber daya manusia mempunyai

peranan yang sangat penting bagi sebuah perusahaan. Karena sumber daya manusia

sebagai penggerak agar bisa sesuai dengan apa yang dikehendaki oleh perusahaan

/ organisasi, maka pimpinan manajemen memahami motivasi karena motivasi yang

menentukan sikap dan perilaku karyawan / pekerja untuk melaksanakan tugasnya

dengan semangat. Atau dengan kata lain perilaku mencerminkan yang paling

sederhana dari motiasi kerja seorang karyawan / pekerja. Biasanya motivasi itu

akan bisa habis atau berhenti manakala seseorang atau karyawan sudah tercapai

cita-citanya. Tetapi motivasi tersebut akan muncul kembali manakala seseorang

tersebut mempunyai keinginan yang baru dan akan berusaha untuk mencapainya

tujuan tersebut.

Universitas Budi Luhur


17

Motivasi adalah suatu dorongan baik dari orang lain maupun dari diri

sendiri untuk mengerjakan suatu pekerjaan dengan sadar dan semangat untuk

mencapai target tertentu. Biasanya seorang pekerja / karyawan untuk mencapai

target tertentu pasti ada faktor-faktor yang mendorong atau memberi semangat

faktor tersebut. Kebutuhan atau keinginan seseorang tidak akan sama antara yang

satu dengan yang lain. Keinginan dan kebutuhan itu terjadi pada diri seseorang

pekerja / karyawan. Proses mental merupakan proses pembentukan presepsi pada

diri seseorang, yang dilihat dan didalaminya dari lingkungan dan sekitarnya.

Dengan sikap yang berbeda-beda itu, maka motivasi untuk melakukan aktivitas

dalam memanfaaatkan sesuatu yang dihadapinya juga akan berbeda pula. (Mulyadi,

2015 : 87)

Menurut Abraham Sperling dalam bukunya mendefinisikan “Motivasi

adalah sebagai suatu kencenderungan untuk beraktifitas, dimulai dari dorongan dari

dalam diri dan diakhiri penyusian diri. Penyusaian diri dikatakan untuk meuaskan

diri”. (Mangkunegara, 2011 : 93)

Menurut William J.Stanton mendefinisikan bahwa Motivasi adalah

kebutuhan yang distimulasi yang berorientasi kepada tujuan individu dalam

mencapai rasa puas.

Motif adalah suatu perangsang keinginan dan daya penggerak kemauan

bekerja seseorang setiap motif mempunyai tujuan tertentu yang igin dicapai.

sedangkan disisilain bahwa motif adalah keadaan kejiwaan yang mendorong,

mengatifkan atau menggerakkan dan motif itulah yang mengarahkan dan

Universitas Budi Luhur


18

menyalurkan perilaku sikap, dan tidak tanduk seseorang yang selalu dikaitkan

dengan pencapaian organisasi. (Edy Sutrisno 1009:10)

Motivasi ini sangat penting bagi tinggi rendahnya produktivitas

perusahaan. Tanpa adanya motivasi dari para karyawan untuk bekerja sama bagi

kepentingan perusahaan, maka tujuan yang telah ditetapkan tidak akan tercapai.

Sebaliknya apabila terdapat suatu jaminan atas keberhasilan perusahaan dalam

mencapai tujuannya.

Maka dari itu seorang pemimpin dalam hal ini seorang Public Realtions

harus bisa selalu memberika motivasi kerja yang tinggi kepada semua karyawan /

pekerja guna untuk menyelesaikan tugas-tugasnya dengan baik dan tepat sesuai

dengan tujuan perusahaan / organisasi. Semua pemimpin harus sadar dengan

mengakuinya bahwa motivasi adalah bukan satu-satunya untuk mencapai tingkat

prestasi kerja yang tinggi pada karyawan / pekerja. Banyak faktor lain yang bisa

mempengaruhi motivasi antara lain : sikap karyawan, pengetahuan atau

keterampilan, pengalaman kerja, dan peranan serta presepsi karyawan.

2.2.8 Prinsip-prinsip Motivasi

Dalam pekerjaan atau sebagai pekerja / karyawan tentunya terdapat

beberapa prinsip motivasi antara lain :

a. Prinsip kerja sama.


Untuk mengupayakan motivasi, karyawan perlu diberi kesempatan
untuk memberikan pendapat dan membantu atau pemikiran dalam
membuat dan menentukan tujuan yang akan dicapai oleh pimpinan.
Dengan bantuan karyawan / pekerja untuk menuju ke tujuan yang
diinginkan perusahaan tidak akan mengalami kesulitan, karena
bawahan atau karyawan akan termotivasi untuk semangat bekerja.
b. Prinsip Berkomunikasi.
Pada perusahaan / organisasi sebuak komunikasi sangat menentukan
dalam membuat keputusan. Oleh karena itu seorang pimpinan harus

Universitas Budi Luhur


19

selalu mengkomunikasikan segala sesuatu yang berhubungan dengan


usaha pencapaian tugas. Dengan komunikasi yang jelas dan tepat maka
seluruh pekerja akan lebih mudah dimotivasi kerjanya.
c. Prinsip mengakui bantuan pekerjaan bawahan
Seseorang harus mempunyai prinsip bahwa suatu keberhasilan itu, bisa
berhasil dengan baik apabila didukung oleh semua pihak. Oleh sebab itu
sebagai pimpinan harus menyadari bahwa bawahan selalu punya andil
dalam pekerjaan untuk mencapai tujuan. Dengan pengakuan pimpinan
tersebut maka pekerja / karyawan akan labih mudah dimotivasi bekerja.
d. Prinsip penguasa
Sebagai pimpinan harus berani mengambil keputusan dalam hal
penugasan atau memberikan wewenang kepada bahawannya, atas
pekerjaan yang akaan dilakukan, dengan kepercayaan antara atasan
kepada bawahan itu semua akan membuat karyawan / pekerjaaan
termotivasi untuk mencapai untuk mencapai tujuan yang diharpakan
oleh pimpinan pada perusahaan / organisasi.
e. Prinsip memperhatikan karyawan
Seorang pimpinan yang selalu memberikan perhatian terhadap apa yang
diinginkan oleh pekerja / karyawan, akan bisa membuat karyawan /
pekerja tersebut tersebut termotivasi, yang pada akhirnya pekerja /
karyawan akan bekerja sesuai dengan apa yang diharapkan oleh para
pemipinan perusahaan organisasi.
(Mulyadi, 2015 : 93)

2.2.8 Definisi Outbond


Outbound adalah kegiatan di alam terbuka. Outbound juga dapat memacu
semangat belajar. Outbound merupakan sarana penambah wawasan pengetahuan
yang didapat dari serangkaian pengalaman berpetualang sehingga dapat memacu
semangat dan kreativitas seseorang. Oleh karena itu, Kimpraswil menyatakan
bahwa ”outbound adalah usaha olah diri (olah pikir dan olah fisik) yang sangat
bermanfaat bagi peningkatan dan pengembangan motivasi, kinerja dan prestasi
dalam rangka melaksanakan tugas dan kepentingan organisasi secara lebih baik
lagi” (Ancok, 2003: 215)
Kegiatan Outbound sudah merambah ke dalam dunia pendidikan. Banyak
lembaga pendidikan yang menerapkan metode ini dalam proses pengajaran, dan
pengggunaannya dinilai memberikan konstribusi positif terhadap kesuksesan
belajar. Adapun paradigma dalam kegiatan outbound tentunya sangat cocok untuk
diterapkan pada berbagai kelompok usia di dunia pendidikan. Paradigma
pembelajaran yang diterapkan adalah :

Universitas Budi Luhur


20

a. Berpusat pada peserta


b. Mengembangkan kreativitas peserta
c. Kondisi menyenangkan
d. Mengembangkan beragam kemampuan
e. Menyediakan pengalaman belajar yang beragam
f. Belajar melalui berbuat konstekstual
g. Pendidikan adalah proses memanusiawikan manusia kembali
h. Meliputi tiga kelompok belajar yaitu : kesadaran magis, kesadaran naif,
kesadaran kritis. (Ancok, 2003: 223)

2.2.7 Tujuan dan manfaat Outbond


Tujuan outbound secara umum untuk menumbuhkan rasa percaya dalam
diri guna memberikan proses terapi diri (mereka yang berkelainan) dalam
berkomunikasi, dan menimbulkan adanya saling pengertian, sehingga terciptanya
saling percaya antar sesama. Outbound sendiri mengedepankan kegiatan permainan
yang mampu menumbuhkan motivasi pada diri pesertanya. Biasanya pola
permainan yang diadakan melibatkan kerjasama antar team ataupun masing-masing
individu itu sendiri, melatih pikiran dan aktifitas fisik yang memiliki unsur positif.
Menurut Badiatul Muchlisin menyebutkan manfaat dari kegiatan di alam
terbuka (outbond), diantaranya :
a. Komunikasi efektif (effective communication)
b. Pengembangan tim (team building)
c. Pemecahan Masalah (problem solving)
d. Kepercayaan Diri (Self confidence)
e. Kepemimpinan (Leadership)
f. Kerja sama (Sinergi)
g. Permainan yang menghibur dan menyenangkan (fun games)
h. Konsentrasi/ fokus (concentration)
i. Kejujuran/sportivitas (Ancok, 2003: 3)

Manfaat yang telah disebutkan di atas satu persatu sangat berkaitan satu
sama lain dan sangat berpengaruh dalam menumbuhkan motivasi kerja pada
karyawan. Namun dalam penelitian ini hanya memakai beberapa teori yang sesuai
dengan penelitian ini. Dalam penelitian ini kegiatan Games Outbound menjadi
salah satu factor dalam memotivasi pekerja/karyawan selain itu, kegiatan ini
menjadi hal positif bagi karyawan maupun perusahaan.

Universitas Budi Luhur


21

2.2.8 Pesan Public Relations


Kemampuan pemimpin dalam berkomunikasi, memotivasi, memacu,
menggugaah agar orang lain mau bekerja sesuai dengan rencana yang telah
digariskan, dengan harapan timbulnya semangat bawahan untuk meningkatkan
kinerja mereka.
Sehubungan dengan definisi karakteristik kemimpinan, George R Terry
dalam bukunya Principles of Management, (1972), mendifinisikan kepemimpinan
sebagai berikut : “Kepemimpinan merupakan hubungan dimana seseorang atau
pimpinan dapat mempengaruhi pihak lain untuk mau bekerja sama guna mencapai
tujuan yang diinginkan oleh pimpinan yang bersangkutan”. (Ruslan, 2010: 6)
Jhon E. Marston dalam bukunya Modern Public Relations (1988)
menjelaskan strategi komunikasi Public Relations sebagai berikut : “Public
Relations adalah sesuatu yang direncanakan berupa komunikasi persuasife yang
didesain untuk mempengaruhi segmen publik tertentu”. (Ruslan, 2010: 6)
Dari definisi tersebut, dapat ditarik kesimpulan bahwa seseorang pemimpin
harus memiliki suatu kemampuan untuk dapat “mempengaruhi” pihak lain melalui
komunisuasif (communication and persuasive) atau dikenal dalam istilah
komunikasi manajemen (management communication) dan komunikasi antar
manusia (human relations). Artinya, aktivitas Public Relations dalam melakukan
komunikasi tersebut mengandung unsur-unsur pendekatan persuasive yaitu antara
lain :
1. Pemaksaan dan hukuman (Coercive and punishment) yakni berupa
otoritas pemimpin untuk memberikan instruksi pelaksanaan tugas
kepada pihak lain dengan ancaman sanksi-sanksi tertentu. Artinya
apabila tugas yang seharusnya dilaksanakan itu ternyata diabaikan,
maka pelaksanaan tugas tersebut mendapatkan ancaman sanksi
hukuman, dari yang paling ringan dan hingga bentuk hukuman lebih
berat.
2. Penekanan (pressure approach), hampir sama dengan unsur pemaksaan,
tetapi lebih lunak. Dalam pendekatan ini pihak-pihak yang menerima
instruksi diharuskan atau ditekankan sedemikian rupa untuk mencapai
suatu target prestasi tertentu. Kalau behasil maka dia akan memperoleh
sesuatu penghargaan. Sebaliknya, jika tidak maka ketidakberhasilan
tersebut berarti ketidakmampuan pelaksanaan mencapai standar kerja
yang telah disepakati atau dianggap tidak memilki prestasi optimal.

Universitas Budi Luhur


22

3. Penghargaan (reward approach). Dalam pendekatan ini memberikan


janji untuk memberikan janji untuk memberikan imbalan atau
penghargaan, sebagai perangsang, bagi mereka yang mencapai prestasi
atau produktivitas pada level tertentu.
4. Legimitasi (legitimate approach ) berupa perintah, tugas atau instruksi
dan keputusan tertentu yang dilakukan oleh pihak lain secara sah dan
dalam sebuah organisasi yang resmi.\
5. Referensi (referent approach) yaitu pelaksanaan tugas oleh pihak
bawahan atau yang dipimpin bedasarkan kekaguman atau karisma dari
pihak pemimpinya (suri teladan)
6. Keahlian (expert approach). Dalam hal ini keahlian pimpinan tersebut
merupakan daya tariknya. Misalnya sebagai isntruktur atau
komunikator, dia angggap sebagai pakar dalam metode komunikasi
penyampian pesan, informasi, materi kuliah dan sebagainya. Hal ini
akan membawa pengaruh yang positif terhadap bawahannya, sehingga
menimbulkan rasa hormat serta kekaguman. (Ruslan, 2010: 7-8)
Tujuan utama dari manajemen Public Relations adalah mengevaluasi dan
mengantisipasi efek dari setiap tujuan usulan, kebijakan, perencanaan dan
kepentingan kegiatan pihak organisasi dengan pihak publiknya. Artinya,
manejemen Public Relations harus berupaya apakah usulan/gagasan tersebut dapat
dilaksanakan dengan baik, dan metode yang tepat serta efektif dari sudut pandangan
tindakan Public Relations.

Universitas Budi Luhur


23

2.3 Kerangka Pemikiran

AKTIVITAS EMPLOYEE RELATIONS WATCH CLUB INDONESIA


DALAM MENUMBUHKAN LEADERSHIP KARYAWAN

Bagaimana cara yang digunakan dalam pengelolaan hubungan


employee relations di Watch Club Indonesia untuk menumbuhkan
leadership?

Konsep Employee Relations

Untuk mengetahui aktivitas employee relations yang diterapkan


Watch Club Indonesia

Gambar 2.1
Kerangka Pemikiran

Universitas Budi Luhur


24

BAB III
METODOLOGI PENELITIAN

3.1 Paradigma Penelitian


Paradigma merupakan pola atau model tentang bagaimana sesuatu
distruktur (bagian dan hubungannya) atau bagaimana bagian-bagian berfungsi
(perilaku yang di dalamnya ada konteks khusus atau dimensi waktu). Menurut
Harmon (1970), paradigma adalah sebagai cara mendasar untuk mempersepsi.
Berpikir , menilai dan melakukan yang berkaitan dengan sesuatu dengan cara
khusus tentang visi realitas. Capra (1996) mendefinisikan paradigma sebagai
konstelasi konsep, nilai-nilai presepsi dan praktek yang dialami bersama oleh
masyarakat, yang membentuk visi khusus tentang realitas dasar tentang cara
mengorganisasikan dirinya (Moleong, 2004 : 49)
Di dalam penelitian ini peneliti menggunakan paradigma post positivisme.
Post positivisme merupakan pemikiran yang menggugat asumsi dan kebenaran-
kebenaran positivisme (seperti ontologi realisme, espistomologi, obyektif, dan
aksiologi bebas niali) dengan bentuk pemikiran yang menghargai prinsip
nasionalisme, subyektivisme, dan nilai-nilai yang hadir denga sendirinya.
Pemikiran post postivisme merupakan aliran yang ingin memperbaiki
kelemahan kelemahan positivisme yang hanya mengandalkan kemampuan
pengamatan langsung terhadap obyek yang diteliti. Secara ontologis, post
positivisme bersifat critical realism. Critical realism memandang bahwa realitas
memang ada dalam kenyataan sesuai dengan hukum alam, tetapi suatu hal yang
mustahil bila peneliti dapat melihat realitas tersebut secara benar (apa adanya,
sebagaimana keyakinan positivisme). Oleh karena itu, secara metodologis
pendekatan eksperimental melalui observasi-sebagaimana dijelaskan positivisme
tidaklah cukup, tetapi harus menggunakan metode triangulasi, yaitu penggunaan
bermacam-bermacam metode, sumber data, peniltian dan teori. (Azmi, 2013: 114)
Berdasarkan pandangan ahli tersebut dapat disimpulkan oleh peneliti bahwa
post positivisme adalah aliran yang ingin memperbaiki kelemahan positivisme. Satu
sisi post positivisme sependapat dengan positivisme bahwa realitas itu memang

Universitas Budi Luhur


25

nyata sesuai dengan hukum alam. Tetapi pada sisi lain post positivisme berpendapat
manusia tidak mungkin mendapatkan kebenaran dari realitas apabila peneliti
membuat jarak dengan realitas atau tidak terlibat secara langsung dengan realitas.
Hubungan antara peneliti dengan realitas harus bersifat interaktif.

3.2 Pendekatan Penelitian


Pendekatan yang dilakukan dalam penelitian ini dengan menggunakan
pendekatan kualitatif. Peneliti mengambil pendekatan kualitatif bertujuan untuk
mengumpulkan data sebanyak banyaknya secara lengkap melalui sumber yang
terbatas. Dimaksud dengan sumber dalam penelitian ini adalah Watch Club
Indonesia.
Peneliti memilih pendekatan kualitatif berdasarkan judul penelitian yang
digunakan peneliti untuk mengetahui bagaimana Peran Public Relations dalam
kegiatan outbound untuk meningkatkan motivasi karyawan Watch Club Indonesia.
Kriyantono (2006: 69) berpendapat :
Jenis riset analisis ini bertujuan untuk membuat deskriptif secara sitematis,
faktual, dan akurat tentang fakta-fakta dan sifat-sifat populasi atau obyek
tertentu. Riset ini untuk menggambarkan realitas yang sedang terjadi tanpa
menjelaskan hubungan antar faktor.

Berdasarkan uraian di atas, maka dapat disimpulkan bahwa penelitian


kualitatif merupakan penelitian yang menghasilkan data deskriptif tertulis maupun
lisan tentang objek yang diteliti.
Pada penelitian ini penulis menggunakan metode penelitian kualitatif dalam
menentukan metode penelitian. Pendekatan penelitian kualitatif diharapkan mampu
menghasilkan suatu uraian mendalam mengenai kewajiban, perilaku, sikap,
tanggapan, opini, perasaan, keinginan serta kemauan suatu individu atau kelompok
organisasi tertentu yang dikaji dari sudut pandang yang utuh, komperehensif dan
holistik. Risetnya dilaksanakan menggunakan teknik-teknik wawancara. Peneliti
kualitatif merupakan penelitian yang mengutamakan segi kualitas data. Melalui
penelitian kualitatif ini, maka peneliti diharapkan akan mampu memberi jawaban
atau menganalisis mengenai masalah yang akan diteliti dan peneliti akan
mengfokuskannya.

Universitas Budi Luhur


26

3.3 Metode Penelitian


Metode penelitian yang digunakan penelitian ini adalah analisis dengan
pendekatan kualitatif.
Riset Kualitatif bertujuan untuk menjelaskan fenomena dengan sedalam-
dalamnya melalui pengumpula data sedalam-dalamnya. Riset ini tidak
mengutamakan besarnya populasi atau sampling bahkan populasi atau
samplingnya sanggat terbatas. Jika data yang terkumpul sudah mendalam
dan bisa menjelaskan fenomena yang diteliti, maka tidak perlu mencari
sampling lainnya. Disini lebih ditentukan adalah persoalan kedalaman
(kualitas) data bukan banyaknya (kuantitas) data. (Kriyantono, 2006: 56)

3.4 Subjek/Objek Penelitian


Keberadaan Key Informan dan Informan penting dalam mengumpulkan
informasi yang diperlukan dalam penelitian. Hal ini dimaksudkan untuk
menyatakan tentang konsep atau tindakan nyata yang dilakukan oleh Public
Relations Watch Club Indonesia dalam melakukan aktivitas employee relations
dengan tujuan untuk menumbuhkan leadership karyawannya. Maka peneliti
memilih key informan dan informan untuk mendapatkan informasi yang mendalam.
Menurut (Ruslan, 2010: 267) dalam buku metode penelitan Public Relations
“Key Informan adalah orang pertama yang merupakan kunci diharapkan menjadi
narasumber dalam suatu penelitian”.
Dalam penelitian ini, informan sangat penting untuk memberikan informasi.
“Informan adalah orang yang dimanfaatkan untuk memberikan informasi tentang
sutuasi dan kondisi latar penelitian”. (Moleong, 2004: 132)
3.4.1 Identitas Key informan
1. Nama : Yuri
Jabatan : HRD Watch Club Indonesia
Alasan peniliti memilih Ibu Yuri sebagai key infroman adalah karena
beliau merupakan ketua panitia dari acara Empolyee Relations yang di
adakan oleh Watch Club Indonesia.
3.4.2 Indentitas Informan
1. Nama : Indra Septyanus
Jabatan : Public Relations Watch Club Indonesia

Universitas Budi Luhur


27

Alasan peneliti memilih Bapak Indra Septyanus sebagai informan adalah


karena beliau merupakan penggagas ide dalam terselanggara nya acara
employee relations Watch Club Indonesia
2. Nama : Angelo
Jabatan : Manager PT. Multimedia Kreasindo Indonesia (event
organizer)
Alasan peneliti memilih Bapak Angelo sebagai infroman karena beliau
yang terlibat sebagai event organizer dalam menjalankan acara event
games outbound Watch Club Indonesia
3.5 Teknik Pengumpulan Data
Teknik pengambilan data merupakan langkah yang paling utama dalam

penelitian, karena tujuan utama dari penelitian adalah mendapatkan data. Tanpa

mengetahui teknik pengumpulan data maka peneliti tidak akan mendapatkan data

yang memenuhi standar data yang memenuhi standar data yang ditetapkan.

“Pengumpulan data dapat dilakukan dalam berbagai setting, berbagai

sumber, dan berbagai cara. Bila dilihat dari sumber datanya, maka pengumpulan

data dapat menggunakan sumber primer dan sumber skunder” (Sugiyono, 2012 :

224)

1. Data Primer
Data primer adalah data yang diperoleh dari sumber pertama atau tangan
pertama di lapangan. Sumber data ini bisa responden atau subjek
penelitian, dari hasil pengisisan kuesioner, wawancara, observasi. Dalam
analisis isi, data primernya adalah isi komunikasi yang diteliti
(Kriyantono, 2006: 41-42)
a. Observasi Partisipan
Dalam penelitian ini, peneliti menggunakan bentuk obsevasi
partisipan. Dalam observasi ini, penelitian terlibat dengan kegiatan
sehari hari orang sedang diamati atau yang digunakan sebagai sumber
data penelitian. Sambil melakukan pengamatan, peneliti ikut
melakukan apa yang dikerjakan oleh sumber data, dan ikut merasakan

Universitas Budi Luhur


28

suka dukanya. Dengan observasi partisipan ini, maka data yang


diperoleh akan lebih lengkap, tajam, dan sampai mengetahui pada
tingkat makna dari setiap perilaku yang nampak. (Sugiyono, 2011:
145)
b. Wawancara
Mendalam adalah suatu cara mengumpulkan data atau informasi
dengan cara langsung bertatap muka dengan informan agar
mendapatkan data yang lengkap dan mendalam (Kriyantono, 2006:
113)

2. Data Sekunder
Data sekunder adalah data yang diperoleh dari sumber kedua atau sumber
sekunder. “Data ini juga dapat diperoleh dari data primer penelitian
terdahulu yang diolah lebih lanjut menjadi bentuk-bentuk seperti tabel,
grafik, diagram, gambar dan sebagainya sehingga menjadi informasi bagi
pihak lain” (Kriyantono, 2006: 42)

Pada penelitian ini, data sekunder diperoleh, melalui studi kepustaskaan


dengan membaca dan mempelajari buku-buku dari para ahli, dokumen-dokumen
yang berhubungan dengan masalah penelitian sebagai pendukung untuk
memberikan gambaran mengenai peran Public Relations Watch Club Indonesia.

3.6 Teknik Analisis Data


Teknik analisis data kualitatif adalah riset yang menggunakan cara berpikir
induktif, yaitu cara berpikir yang berangkat dari hal—hal yang khusus (fakta
empiris) menuju hal-hal yang umum ( tataran konsep). Karena itu secara garis besar
teknik analisis datanya. (Sugiyono, 2012 : 224)

3.7 Lokasi dan Waktu Penelitian


Waktu : Jumat, 22 April 2016, 16.35 WIB
Lokasi wawancara : APL Tower – Central Park, Jakarta Barat
Lokasi Outbound : Yasmin Hotel Puncak Jawa Barat
Waktu Outbound : 28-29 Oktober 2015

Universitas Budi Luhur


29

3.8 Validitas data

Validitas merupakan derajat ketepatan antara data yang terjadi pada obyek
penelitan dengan daya yang dapat dilaporkan oleh peneliti. Dengan
demikian data yang valid adalah data “yang tidak boleh berbeda” antara data
yang dilaporkan oleh peneliti dengan data yang sesungguhnya terjadi pada
obyek penelitian (Sugiyono, 2012: 267)

Triangulasi adalah menganalisis jawaban subjek dengan meneliti


kebenarannya dengan data empiris (sumber data lainnya) yang tersedia. Disini
jawaban subjek di cross-check dengan dokumen, Key Informan dan informan yang
ada.

Triangulasi Sumber
Membandingkan atau mengecek ulang derajat kepercayaan suatu informasi
yang diperoleh dari sumber yang berbeda. Misalnya, membandingkan hasil
pengamatan dengan wawancara, membandingkan apa yang dikatakan
umum dengan yang dikatakan pribadi. (Kriyantono, 2006: 72)

3.9 Definisi Konsep


3.9.1 Employee Relations
Pembangunan hubungan yang baik antara perusahaan dengan karyawan
seharusnya menjadi agenda utama yang dapat diwujudkan salah satunya melalui
penerapan kegiatan employee relations. Menurut Bonar, employee relations adalah
usaha yang mengatur secara khusus hubungan antara pihak manajemen perusahaan
dengan karyawan agar selalau dalam keadaan baik serta sebagai bagian dari
kesatuan sistem organisasi. Pembinaan hubungan baik antara karyawan dengan
pimpinan perusahaan maupun antar karyawan agar selalu dalam keadaan baik
melalui penerapan kegiatan employee relations selain bertujuan untuk memberikan
suatu pengabdian dan mengatur kerja sama di antara anggota, terutama untuk
menciptakan komunikasi internal yang efektif di dalam perusahaan. (Ruslan,
2010:55)
Guna membina hubungan tersebut, Frazier Moore mengemukakan dasar
pelaksanaan kegiatan employee relations adalah berkomitmen dalam menyediakan
pekerjaan sehari-hari, kondisi kerja yang baik, kompetisi yang adil,

Universitas Budi Luhur


30

kesempatanuntuk mengembangkan meningkatkan kompetensi diri, pengakuan atas


pencapaian yang dihasilkan, pengawasan yang baik, kesempatan untuk
mengekspresikan diri dan menyediakan keuntungan yang sesuai bagi para
karyawannya. Dasar-dasar pelaksanaan kegiatan employee relations apabila
diaplikasikan secara optimal maka akan dapat mencapai tujuan-tujuan
organizational yang diharapkan perusahaan.

3.9.4 Kegiatan Outbound


Menurut Ancok dalam buku Managament Training Outbound.
Outbound adalah kegiatan di alam terbuka. Outbound juga dapat memacu
semangat belajar. Outbound merupakan sarana penambah wawasan
pengetahuan yang didapat dari serangkaian pengalaman berpetualang
sehingga dapat memacu semangat dan kreativitas seseorang.

Oleh karena itu, Kimpraswil menyatakan bahwa outbound adalah usaha


olah diri yang sangat bermanfaat bagi peningkatan dan pengembangan motivasi,
kinerja dan prestasi dalam rangka melaksanakan tugas dan kepentingan organisasi
secara lebih baik lagi.
Kegiatan outbound berawal dari sebuah pengalaman sederhana seperti
bermain. Bermain juga membuat setiap anak merasa senang, dan bahagia. Dengan
bermain anak dapat belajar menggali dan mengembangkan potensi, dan rasa ingin
tahu serta meningkatkan rasa percaya dirinya. Oleh karena itu, bermain merupakan
fitrah yang dialami setiap anak.
Pengalaman merupakan guru dalam proses pembelajaran secara alami.
Misalnya, seorang anak mengalami proses alami bermain. Hal itu dalam rangka
menambah dan mengembangkan pengetahuan dari setiap pengalamannya. Jadi,
tidak menutup kemungkinan siapapun berhak bermain baik anak-anak, remaja,
orang dewasa ataupun orang tua. Karena belajar dari sebuah pengalaman dalam
aktivitas bermain dijadikan sebagai sarana pembelajaran yang menyenangkan yang
dapat dilakukan di ruangan terbuka atau tertutup.
Berdasarkan latar belakang tersebut outbound merupakan perpaduan antara
permainan-permainan sederhana, permainan ketangkasan, dan olah raga, serta diisi
dengan petualangan-petualangan. Hal itu yang akhirnya membentuk adanya unsur-
unsur ketangkasan, dan kebersamaan serta keberanian dalam memecahkan

Universitas Budi Luhur


31

masalah. Seperti halnya Iwan menegaskan bahwa “permainan yang disajikan dalam
outbound memang telah disusun sedemikian rupa, sehingga bukan hanya
psikomotorik (fisik) peserta yang ’tersentuh’ tapi juga afeksi (emosi) dan kognisi
(kemampuan berpikir) (Ancok, 2003 : 45)

Universitas Budi Luhur


BAB IV
HASIL PENELITIAN

4.1 Gambaran Umum Organisasi


Watch Club Indonesia adalah perusahaan ritel arloji, yang berdiri sejak
tahun 10 Juni 2004. Watch Club Indonesia yang berkantor pusat di APL Tower Jl.
Tanjung Duren Timur Grogol Petamburan, Jakarta Barat. Watch Club Indonesia
adalah sister company dengan PT. Royal Pillar International. Royal Pillar
International dan Watch Club Indonesia mempunyai direksi yang sama.
Pada awalnya Watch Club Indonesia hanya membuka cabang di Jakarta dan
dengan menjual beberapa brand lokal saja seperti : Christ Verra, Angel dan
Mountechrist. Bapak Leo sebagai CEO Watch Club Indonesia melihat banyaknya
keinginan konsumen yang menginginkan produk-produk international. maka
Watch Club Indonesia mulai mengambil brand arloji international untuk mereka
pasarkan di Indonesia.
Pada tahun 2006 Watch Club Indonesia pertama kali membuka cabang di
luar Jakarta, yaitu Bogor tepatnya di Botani Square di saat bersamaan Botani Square
Mall diresmikan. Sampai saat ini Watch Club Indonesia memiliki 35 store resmi di
seluruh Indonesia. Yang dipimpin oleh Area Manager dan store head yang akan
memberikan pelayanan terbaik untuk para customer Watch Club Indonesia.
Beberapa brand international yang awal dipasarkan di Store Watch Club
Indonesia seperti : Guess, Royal London, CAT, Bonia, Festina, Jeep, Lotus, Fossil,
Catepillar, Timex dan Casio. Dalam dunia fashion, merek ini tergolong kelas
premium.
Target market Watch Club Indonesia adalah mahasiswa hingga para
executive yang berkisar usia 25-50 tahun. Semua brand arloji yang ada di Watch
Club Indonesia dapat anda sesuaikan dengan fashion customer dan juga dapat
sesuaikan dengan kebutuhan aktifitas sehari-hari dan juga dapat menunjang
perkerjaan anda sehari-hari
Watch Club Indonesia mempunyai Visi “menjadi perusahaan retail fashion
terbesar dan terpercaya di Indonesia” dengan visi misi ini Watch Club Indonesia

32 Universitas Budi Luhur


33

ini, kami akan merangkul semua kalangan dan mendatangi setiap kota untuk
melengkapi fashion anda khususnya dalam memilih arloji di Watch Club Indonesia.

4.1.1 Visi & Misi Perusahaan

Visi : Menjadi perusahaan retail fashion terbesar dan terpercaya di


Indonesia

Misi : Secara konsisten membawa nilai produk fashion yang tepat dan
layanan meningkatkann kualitas gaya hidup konsumen.

4.1.2 Logo Perusahaan


Logo merupakan bagian dari identitas perusahaan yang dirancang terutama
sebagai simbol pembeda untuk dikenali di antara perusahaan-perusahaan lainnya,
sebagai bentuk komunikasi yang mencerminkan nilai-nilai ideal suatu perusahaan
yang sengaja dibentuk, dan memainkan peran yang sangat penting dalam benak
konsumen, khususnya peran dalam menciptakan persepsi yang kuat tentang merek
atau perusahaan, serta mempunyai arti penting karena dapat mengingatkan
khalayak akan perusahaan tersebut. Watch Club Indonesia memiliki logo seperti
gambar di bawah ini :

Gambar 4.2 Logo Perusahaan


Sumber : Manager HRD Watch Club Indonesia

Arti logo : keseluruhan desain yang menampilkan kesan elegan


menyesuaikan dengan suasana gerai yang menawarkan kehangatan antara sesama
pelanggan maupun servis yang diberikan oleh pihak Watch Club Indonesia.

4.1.3 Brand Arloji Watch Club Indonesia

Universitas Budi Luhur


34

4.1.4 Contact Us

Kantor Pusat : APL Tower Lantai 10. Jl. Tj. Duren Tim., RT.9/RW.5, Tj.
Duren Sel., Grogol petamburan, Kota Jakarta Barat,
Daerah Khusus Ibukota Jakarta 11470
Phone : +62 21 - 518400689
Fax : +62 21 – 518400689
Email : wtc.bos@gmail.com
Web : www.watchclub.co.id

4.1.5 Struktur Organisasi Pusat

CEO

Operational Manager

Public Kepala
Finance HRD Audit Driver/Kurir Admin
Relations Gudang

Accounting Area
Manager Marketing Inventory
Universitas Budi Luhur

Cheker
35

Bagan 4.2 Sturktur Perusahaan Pusat


Sumber : Manager HRD Watch Club Indonesia

4.1.6 Struktur Organisasi Store

Area Manager

Store Head

Supervisor Kasir SPG/Sales

Bagan 4.3 Sturktur Store Jakarta


Sumber : Manager HRD Watch Club Indonesia

4.2 Hasil Penelitian dan Pembahasan


Dalam penelitian ini peneliti menentukan objek yang dijadikan key
informan dan informan. Berikut ini adalah key informan dan informan dan
penelitian.
1. Key informan
Ibu Yuri adalah ketua pelaksana penyelenggaraan event family
gathering. Peneliti memilih ibu Yuri sebagai key informan karena
peniliti memandang kompetensi dari ibu Yuri yang menjabat sebagai
ketua pelaksana event family gathering Watch Club Indonesia dapat
memberikan kunci dan sumber informasi yang mengetahui kesuluruhan
informasi mengenai penelitian yang sedang dilakukan oleh peneliti.

Universitas Budi Luhur


36

2. Informan
Bapak Indra Septyanus, selaku Public Relations Watch Club Indonesia.
Peneliti menunjuk bapak Indra Septyanus sebagai informan, karena
menurut peneliti posisi bapak Indra sebagai Public Relations yang
menjalankan manajemen dalam penyelenggaraan event games
outbound dan event family gathering Watch Club Indonesia dan dapat
memberikan data tambahan berupa informasi yang dapat menguatkan
hasil wawancara yang dilakukan peneliti dapatkan dari wawancara
sebelumnya dengan key informan.

4.2.1 Hasil Wawancara Mendalam


Pada bab ini peneliti akan memaparkan dan menjelaskan hasil wawancara
peneliti dengan informan yang telah dilakukan sebelumnya. Sesuai dengan konsep
yang penliti jelaskan pada bab II, yang menjadi fokus penelitian adalah event family
dan games outbound yang dilakukan oleh Watch Club Indonesia.
Berdasarkan hasil penelitian, peneliti menemukan bahwa di Watch Club
Indonesia mempunyai divisi Public Relations. Di Watch Club Indonesia, divisi
Public Relations ini hanya diisi oleh satu orang. Hal tersebut dikarenakan Watch
Club Indonesia hanya berbentuk sebuah organisasi, jadi karyawan tetap bekerja di
Watch Club Indonesia masih terbatas.
Peneliti juga menemukan bahwa Public Relations di Watch Club Indonesia
menjalankan fungsinya sebagai fungsi manajemen, yaitu yang mengatur tentang
perencanaan sampai pelaksanaan yang ada di dalam event family gathering dan
event games outbound. Hal tersebut juga dibenarkan oleh pernyataan HRD Watch
Club Indonesia sebagai ketua pelaksanaan yaitu Ibu Yuri :
“iya betul sekali, di Watch Club Indonesia ini memang ada bagian khusus
untuk posisi Public Relations. Public Relations disini menjalankan
fungsinya manajemen, karena bapak Indra yang merupakan Public
Relations Watch Club Indonesia ini bertugas untuk bertanggung jawab
dalam mengelola dan mengembangkan segala hal di Watch Club Indonesia
ini untuk menjadi lebih baik dan berusaha menjadi yang terdepan dibanding
dengan brand jam tangan lain diluar sana. Selain itu juga untuk membantu
saya sendiri dalam pelaksanaan dan perencanaan penjualan jam tangan
Watch Club Indnesia”.

Universitas Budi Luhur


37

Berdasarkan pernyataan di atas, peneliti menyimpulkan bahwa praktisi


public raltions dalam Watch Club Indonesia menjalankan fungsi dari Public
Relations itu sendiri yaitu fungsi manajemen. Public Relations Watch Club
Indonesia menjalankan fungsinya tersebut membantu HRD dan manager dalam
proses perencanaan sampai pelaksanaan penjualan jam tangan Watch Club
Indonesia.
4.2.2 Melakukan Pertemuan
Sebelum terselenggara event employee relations Watch Club Indonesia, PT.
Multimedia Kreasindo Indonesia yang merupakan event organizer yang dipercaya
oleh Watch Club Indonesia untuk mengelola event nya melakukan sebuah meeting
atau pertemuan terlebih dahulu agar proses-proses perencanaan selanjutnya bisa
dilaksanakan dengan lebih baik dan perencanaan selanjutnya bisa dilaksanakan
dengan lebih baik dan mengurangi resiko yang dapat terjadi. Hal tersebut juga
dijelaskan oleh bapak Indra Septyanus, selaku Public Relations Watch Club
Indonesia yang pernyataannya adalah sebagai berikut :
“Tentu saja kami melakukan metting terlebih dahulu dengan PT.
Multimedia Kreasindo Indonesia, sebelum melakukan perencanaan acara
employee relations ini. Hal ini merupakan tahap yang paling wajib harus
lakukan anara klien dan pihak event organizer. Setelah PT. Multimedia
Kreasindo Indonesia mendapatkan kepercayaan dari kami. PT. Multimedia
Kreasindo Indonesia harus mengetahui apa-apa saja yang dibutuhkan oleh
kami. Maka dari itu kami ingin menanyakan konsep apa saja yang yang
dapat disarankan oleh PT. Multimedia Kreasindo Indoensia untuk family
gathering Watch Club Indonesia.”

Setelah PT. Multimedia Kreasindo Indonesia melakukan meeting atau


pertemuan dengan Watch Club Indonesia mengetahuai bahwa di dalam event yang
diinginkan Watch Club Indonesia adalah employee relations, maka peneliti
menyimpulkan bahwa PT. Multimedia kreasindo Indonesia harus mengetahui apa
saja yang dibutuhkan dan diinginkan oleh Watch Club Indonesia untuk event
employee relations Watch Club Indonesia.
Tujuan dari meeting yang dilakukan PT. Multimedia Kreasindo Indonesia
juga memaparkan hal-hal yang lebih mendetail terhadap kebutuhan dan keinginan
yang diberikan kepada Watch Club Indonesia. Hal ini juga dijelaskan oleh

Universitas Budi Luhur


38

pernyataan Ketua Pelaksana event employee relations selaku Manager HRD Watch
Club Indonesia Ibu Yuri :
“setelah kami melakukan pertemuan dengan pihak EO mengenai event yang
ingin kami selenggarakan yaitu event employee relations. Kami
menginginkan konsep menginginkan acara mengenai kebersamaan,
keceriaan, kekompakaan team dan dapat menumbuhkan semangat dalam
bekerja. Dengan perundingan panjang konsep apa yang akan dibuat untuk
event employee relations ini, maka dari itu pihak event organizer
menawarkan kepada kami untuk mengadakan games outbound agar tujuan
acara kami dapat tersalurkan oleh semua karyawan yang mengikuti. Kami
pun langsung memutuskan untuk mengadakan games outbound dan pihak
event organizer pun mengajukan saran unutk nama acara employee relations
Watch Club Indonesia dengan memasukkan visi misi perusahaan dan
keinginan CEO Watch Club Indonesia. Kami pun emustuskan tema acara
family gathering untuk Watch Club Indonesia adalah “Outbound Training-
Small Team Big Dream”. Selain itu kami juga ingin menanyakan kepada
pihak event organizer pemilihan lokasi acara yang tidak terlalu jauh dan
kami meminta kepada pihak event organizer dapat memberikan saran dan
masukkan untuk lokasi wisata luar kota yang akan dijadikan tempat event
family gathering beserta perincian biaya yang diajukan. Kemudian pihak
event organizer membuat dua pilihan kepada kami diantaranya adalah
Taman Buah Mekasrsari Cibubur atau Hotel Yasmin Puncak. Lalu kami
melakukan perundingan mengenai tempat yang strategis untuk kami dan
kami memilih Hotel Yasmin Puncak untuk mengadakan family gathering
Watch Club Indonesia”.

Peneliti menyimpulkan bahwa PT. Multimedia Kreasindo Indonesia telah


mendapatkan hasil meeting dari pihak klien Watch Club Indonesia. Yang
menginginkan sebuah konsep event kebersamaan, keceriaan, kekompakaan team
dan dapat menumbuhkan semangat dalam bekerja dan tebentuklah event yang
bertemakan “Outbound Training-Small Team Big Dream”. Alasan dari konsep dan
tema event tersebut adalah karena event ini merupakan event family gathering yang
nantinya karyawan-karyawan dari Watch Club Indonesia yang berada Jakarta
maupun yang berada di luar kota dapat menambah kekompakkan dan mempererat
tali silahturahmi antar semua karyawan.
Watch Club Indonesia mengiginkan rincian mulai dari program event,
rundown, sampai games outbund apa saja yang akan diberikan kepada karyawan
dan isi pesan dari games outbund yang menjadi patokan utama Watch Club
Indonesia pada saat acara family gathering.

Universitas Budi Luhur


39

Setelah peneliti mendapatkan jawaban dari tahapan penelitian yang


dilakukan kepada pihak event organizer yaitu PT. Multimedia Kreasindo
Indonesia, peneliti kemudian menganalisis dan melakukan penelitian mengenai
Rundown bahkan games outbound apa saja yang diberikan kepada Watch Club
Indonesia.

4.2.3 Kegiatan employee relations Watch Club Indonesia

4.2.3.1 Waktu Penyelenggaraan kegiatan employee relations

Waktu dan tanggal : 28-29 Oktober 2015


Tempat : Hotel Yasmin Puncak Jawa Barat
Peserta : 60 orang

4.2.3.2 Program Pendidikan dan Pelatihan


Salah satu upaya yang dapat dilakukan untuk meningkatkan potensi karyawan
adalah dengan cara pendidikan dan pelatihan. Dari kedua istilah tersebut
terdapat berbagai pendapat, seperti yang dijelaskan oleh Notoatmojo :
pendidikan pada umumnya berkaitan dengan mempersiapkan calon
tenaga kerja yang diperlukan oleh sebuah instansi atauorganisasi,
sedangkan pelatihan berkaitan dengan peningkatan kemampuan atau
keterampilan karyawan yang sudah menduduki suatu jabatan.
Program pendidikan dan pelatihan yang dilaksanakan oleh perusahaan
yakni dalam upaya meningkatkan kinerja dan keterampilan (skill) karyawan dan
kualitasmaupun kuantitas pemberian jasa pelayanan . Program pendidikan dan
pelatihan dalam organisasi merupakan suatu unsur pembentuk budaya
perusahaan karena merupakan salah satu upaya penanaman nilai di dalam
perusahaan dan melahirkan jiwa pemimpin bagi perusahaan. Hal tersebut karena
nilai-nilai mendefinisikan “keberhasilan” dan membentuk standar berprestasi
dalam organisasi. (Ruslan, 2002:260)
Karyawan yang memiliki pendidikan dan kemampuan yang baik
nantinya akan menjadi panutan dan meningkatkan kualitas kinerja karyawan.
Dalam hal ini Watch Club Indonesia menjadikan pendidikan dan pelatihan
sebagai prioritas utama untuk karyawannya bertujuan menjadikan hal tersebut

Universitas Budi Luhur


40

sebagai landasan untuk mencapai visi misi perusahaan. Adanya program


pendidikan dan pelatihan akan memberikan banyak dampak positif bagi
karyawan maupun perusahaan. Adapun dampak positif bagi karyawan seperti
menambah pengetahuan dan pengalaman, meningkatkan jiwa kepemimpinan,
dan membuat karyawan lebih termotivasi untuk meraih prestasi, sedangkan
dampak positif bagi perusahaan itu sendiri adalah memiliki tenaga kerja yang
ahli dan terampil, meningkatkan efisiensi dan efektifitas kerja, meningkatkan
produktivitas kerja, meminimalisir terjadinya kesalahan kerja, dan meningkatkan
mutu hasil kerja. Berikut beberapa kegiatan yang diterapkan Watch Club Indonesia
sebagai bentuk pendidikan dan pelatihan kepada karyawan
Kegiatan outbound mempunyai beberapa jenis, yaitu Games Outbound
high impact dan low impact. Dari dua jenis kegiatan outbound yang dapat
berpengaruh besar terhadap motivasi dan kerjasama team adalah kegiatan low
impact. Low Impact Games merupakan segala jenis permainan outbound yang
ringan dan tentu saja tidak berbahaya karena kegiatan ini dilakukan dengan santai
namun seru dan menyenangkan. Dibalik itu semua tersimpan banyak manfaat yang
dapat dipetik kegunaannya dalam mempererat kekompakan sebuah tim atau
kelompok dari individu masing – masing untuk suatu pembangunan sebuah
organisasi maupun perusahaan yang solid.
Berikut ini adalah beberapa permainan games outbound yang di jalankan
PT. Multimedia Kreasindo Indonesia untuk Watch Club Indonesia saat bearda di
Hotel Yasmin Puncak Jawa Barat :
1. Rabbit and Trees
Permainan rabbit and trees, adalah permainan 1 orang peserta akan menjadi
kelinci dan 2 orang peserta menjadi pohon dan sebagai rumah si kelinci. Saat
preconditioning seluruh peserta outbound tetap diharuskan membuat lingkaran
besar sambil berpegangan tangan. Ketika instruktur mengaba-abakan untuk
membuat 1 kelompok berisikan 3 orang, seluruh peserta diharuskan secara cepat
untuk mencari 3 orang. Setelah semua peserta mendapatkan kelompoknya,
kelompok tersebut harus menentukan siapakah 1 orang yang akan menjadi kelinci
dan 2 orang menjadi pohon. Setelah sudah ditentukan peserta yang menjadi pohon

Universitas Budi Luhur


41

harus berhadapan dan saling bepegangan dengan bahu teman yang ada di depannya
dan si kelinci duduk di bawah tangan temannya yang menjadi pohon. Instruktur pun
akan memberikan aba-aba apabila banjir datang, si kelinci harus lari untuk mencari
pohon baru. Ketika instruktur memberikan aba-aba kebakaran hutan datang, yang
harus berpindah adalah pohon untuk mendatangi kelinci yang tetap di tempat.
Kemeriahan dari games rabbit and trees adalah, ketika kelinci harus mencari pohon
yang baru, seluruh peserta yang menjadi kelinci harus saling memperebutkan pohon
yang baru dengan kelinci yang lainnya. Begitu pula dengan pohon, ketika aba-aba
kebakaran hutan datang pohon sambil berepegangan bahu, harus memperebutkan
kelinci dengan pohon lainya dan memperebutkan kelinci yang diam di tempat.
Dalam permainan ini, instruktur akan menjadi kelinci dan pohon siluman, sehingga
akan ada kelinci atau pohon yang tidak akan menemukan teamnya. Diakhir games
rabbit and trees, ketika instruktur memberikan aba-aba gempa bumi datang, maka
pohon harus mengangkat si kelinci ke tangan 2 peserta yang menjadi pohon yang
saling berpegangan dan mengucapkan kata-kata “berhasil” dan ketika ada kelinci
atau pohon yang tidak mendapatkan teamnya akan diberikan hukuman kecil-kecilan
untuk menghibur peserta lain.
Isi Pesan games rabbit and tress : sebenarnya permainan ini hanya bertujuan
untuk fun games atau pemanasan sebelum memasuki games outbound. Tetapi
dalam permainan ini tetap ada pesan yang dapat peserta dapatkan. Dalam dunia
pekerjaan kita diharuskan untuk bekerja team, ketika ada satu orang dari team
mempunyai semangat kerja yang baik dibandingkan anggota lainya, anggota dalam
team tersebut haruslah tetap menghargai dan memberikan penghargaan kepada
anggota yang mempunyai semangat kerja yang baik dan bersama-sama
mengucapkan kata-kata “berhasil”.

Universitas Budi Luhur


42

Gambar 4.2 Peserta Saat Bermain Rabbit and Tress


(sumber : Hasil Observasi, 2017)
Permainan rabbit and tress tidak hanya permainan fun games saja tetapi di dalam
permainan ini mempunyai tujuan yang harus dicapai untuk seluruh peserta. Saat
menentukan peserta bedasarkan gender atau yang bertubuh lebih kecil menjadi
kelinci dan bertubuh besar menjadi pohon, seluruh peserta akan mengira mereka
akan tetap bersama dengan kelinci yang mereka tentukan, tetapi ketika instruktur
mulai memberikan aba-aba dan mengacak posisi kelinci dan pohon. Secara acak
pohon tidak akan mengetahui siapakah kelinci yang ada bersama peserta yang
menjadi pohon begitupun sebaliknya. Ketika pohon bersama kelinci yang bertubuh
lebih besar sang pohon tetap harus menerima siapapun kelincinya. Dan disesi
terakhir saat instruktur memberikan aba-aba gempa bumi datang diharuskan kelinci
naik ke atas tangan sang pohon dan seluruh peserta dinyatakan berhasil ketika
peserta yang menjadi pohon dapat mengangkat si kelinci di atas tangan sang pohon
dan bersama-sama mengatakan “berhasil”. Keseruan dan gelak tawapun terjadi
ketika ada peserta yang menjadi kelinci memiliki tubuh lebih besar dari peserta
yang menjadi pohon. Seluruh peserta yang mengikuti permainan ini terlihat tetap
berhasil mengangkat kelinci yang memiliki tubuh yang lebih besar. Sehingga
seluruh peserta tetap mengapresiasi keberhasilan mereka dan tetap memberikan
support kepada sang kelinci yang menjadi bagain team.

2. Pre Conditioning and Grouping


Di saat pre conditioning para peserta akan melakukan pemanasan sebelum
melakukan games outbound. Dan pada saat pre conditioning peserta akan dibentuk
menjadi sebuah lingkaran besar dan saling berpenggangan tangan. Dalam lingkaran
tersebut, biasanya para peserta berpegangan tangan hanya dengan teman yang kenal
dekat, tetapi saat memulai grouping dengan permainan wind games semua perserta
akan diacak dengan cara, instruktur memberikan aba-aba untuk mencari 1
kelompok berisikan 3 orang sambil berpelukan atau berpenggangan tangan. Setelah
semua peserta mengerti cara permainan wind games, saatnya untuk mencari

Universitas Budi Luhur


43

kelompok/team dimulai. Di saat inilah semua peserta tidak akan mengetahui siapa
team leader mereka. Dalam permainan ini seorang bawahan di perusahaan dapat
menjadi team leader dan seorang atasan dapat menjadi anggota, begitu juga
sebaliknya. Sehingga komunikasi dapat terjalin dengan baik. Saat nya instruktur
akan membagi kelompok dengan bermain wind games yang dimana peserta akan
terbagi seacara acak dengan tujuan untuk mencari kelompok games outbound dan
mencari team leader dalam group tersebut.

Gambar 4.5 Peserta Bermain Wind Games and Grouping


(sumber : Hasil Observasi, 2017)
Dalam permainan wind games peserta akan mulai mencari kelompok sesuai
dengan aba-aba yang diberikan isntruktur. Seluruh peserta akan merasa panik dan
teburu-buru untuk mencari kelompoknya karna dalam hitungan ke 3 seluruh peserta
harus mendapatkan kelompoknya sesuai dengan aba-aba instruktur. Seperti pada
gambar yang ada di atas, awalnya isntruktur akan memberikan contoh peserta
diharuskan mencari kelompok berisikan 5 orang, dalam foto ke 2 peserta harus
mecari kelompok berisikan 7 orang dan saat aba-aba terakhir peserta diharuskan
mencari kelompok berisikan 10 orang. Tujuan kenapa peserta diberikan contoh 3
kali untuk mecari kelompok, guna untuk mengacak peserta untuk tidak berada
dalam posisi yang sama sehingga tujuan untuk mendapatkan kelompok secara acak
dapat tercapai.
3. Mumble Jumble
Permainan Mumble Jumble, semua anggota kelompok termasuk team leader
akan diberikan penutup mata yang masing-masing penutup mata tersebut sudah
diberi angka dari urutan terkecil sampai terbesar secara acak dan hanya orang itu

Universitas Budi Luhur


44

sendiri yang tahu angka yang mereka punya tanpa mengetahui angka anggota
kelompok yang lain. Team leader dengan mata tertutup harus menyusun angka
yang diberikan kepada anggota kelompoknya sesuai dengan urutan angka dari
angka terkecil berada paling depan dan yang terbesar berada dipaling belakang.
Dengan aturan permainan, para anggota kelompok tidak boleh melihat dengan
sengaja angka yang berada dianggota lain. Para anggota tidak boleh mengeluarkan
suara sedikitpun untuk memberitahukan angka yang mereka miliki kepada team
leader atau anggota lain. Instruktur akan memberikan waktu 2 menit kepada Team
Leader untuk menyusun strategi bersama anggotanya. Ketika dirasa cukup saatnya
permainan akan dimulai dan para anggota akan menghadap ke belakang terlebih
dahulu, instruktur akan menepuk pundak para angggota untuk berbalik badan dan
akan diperlihatkan angka yang akan diberikan kepada mereka tanpa anggota lain
mengetahui angka yang diberikan oleh instruktur.

Gambar 4.9 Peserta Yang Berhasil Dalam Mengikuti


Games Mumble Jumble
(sumber : Hasil Observasi, 2017)
4. Bio Hazard
Permainan Bio Hazard, adalah permainan kepercayaan dan keselarasan.
Seorang team leader akan diberikan botol kosong yang harus diletakkan di atas
kepalanya. Team leader akan duduk di dalam kotak yang sudah diberi pembatas tali
berdiamter 1x1 m. Tugas dari para anggota adalah harus membawa botol yang
berisikan air dan harus dipindahkan ke dalam botol kosong yang berada di atas

Universitas Budi Luhur


45

kepala dari team leader. Peraturan permainan ini adalah, para anggota tidak
diperkenankan untuk menyentuh botol yang berisi air dengan anggota tubuhnya.
Melainkan para anggota akan diberikan seuntas tali yang masing-masing anggota
harus memegang tali tersebut untuk mengikatkan tali ke botol yang beiriskan air
dan botol tersebut dapat terangkat sehingga dapat dipindahkan ke botol kosong
yang berada diatas kepala sang team leader. Kelompok yang dapat mengisi air ke
botol team leader yang masih kosong dengan cepat dan penuh, kelompok tersebut
lah pemenangnya.

Gambar 4.10 Peserta Yang Tidak Berhasil Dalam Mengikuti


Games Bio Hazard
(sumber : Hasil Observasi, 2017)
5. Save Bomb
Permainan Save Bomb, adalah permainan pengorbanan dan kesabaran yang
tinggi. Para pemain diharuskan untuk mengeluarkan bola pimpong dengan
memasukan air disebuah paralon yang mempunyai lubang. Para anggota kelompok
harus berkorban untuk menahan lubang-lubang tersebut dengan anggota tubuhnya
agar air yang dialirkan ke dalam paralon tidak keluar dari lubang paralon tersebut.
Sehingga bola pimpong berhasil keluar dari paralon.

Universitas Budi Luhur


46

Gambar 4.12 Peserta Yang Berhasil Dalam Mengikuti


Games Save Bomb
(sumber : Hasil Observasi, 2017)
6. Moving Ball
Permainan moving ball, adalah permainan kesabaran dan kejujuran. Para
pemain diharuskan duduk dan membentuk lingkaran tugas peserta harus
memindahkan bola menggunakan anggota tubuh bagian paha dan dengkul dari
peserta satu ke peserta lainnya, hingga membuat suatu putaran/rotasi. Saat peserta
memindahkan bola ke peserta lainya, peserta yang akan memindahkan bola tidak
diperbolehkan menggunakan tangan dan apabila bola menyetuh tanah bola akan
diletakkan kembali di titik awal bola berputar. Peserta juga tidak boleh
menggangkat tumit kaki dan tangan dari tanah, bola akan dimulai dari team leader
menuju peserta lainya, apabila bola berhasil kembali keposisi team leader maka
baru terhitung point untuk team. Peserta harus memutarkan bola sebanyak-
banyakya untuk mendapatkan point tertinggi.

Gambar 4.13 Peserta Yang Berhasil Dalam Mengikuti


Games Moving Ball
(sumber : Hasil Observasi, 2017)
7. Three Musketeers
Permainan Three Musketeers, adalah permainan 3 pendekar bisu, pendekar tuli
dan pendekar buta. Dalam Permainan ini mengharuskan para anggota kelompok
menjadi pendekar bisu, satu orang anggota menjadi pendekar tuli dan satu orang

Universitas Budi Luhur


47

anggota yang terakhir menjadi pendekar buta yang ditutup matanya. Permainan ini
para anggota harus saling melengkapi kekurangan anggota lain untuk
menyampaikan informasi kepada orang di depannya. Dengan masing-masing
kekurangan tersebut semua anggota team harus bisa menyampaikan informasi yang
diberikan dengan tepat. Dapat dicontohkan apabila dalam satu kelompok terdepat
10 orang maka 8 orang harus menjadi pendekar bisu yang tidak bisa berbicara dan
harus menyampaikan kata-kata dengan tidak boleh berbicara layaknya orang bisu
dan hanya memberikan isyarat dan gerakan tubuh untuk menyampaikan kata-kata
yang diberikan. Orang ke 9 diharuskan menjadi pendekar tuli yang tidak bisa
mendengar tetapi dapat berbicara dan melihat sehingga isyarat dan gerakan tubuh
dari pendekar bisu dapat diberitahukan kepada pendekar buta melalui penjelasan
suara. Dan orang ke 10 menjadi pendekar buta yang tidak dapat melihat tetapi dapat
mendengar dan merasakan gerakan tangannya. Pendekar buta akan ditutup matanya
dengan sehelai kain dan pendekar buta diberikan kertas dan spidol dimana pendekar
buta harus menggambarkan kata-kata apa yang di berikan oleh pendekar tuli dan
pendekar bisu dan menjdikannya sebuah gambar. Instruktur akan menilai dari hasil
gambar pendekar buta, apakah gambar yang digambarkan sesuai dengan kata-kata
yang diberikan pada awal pendekar bisu.

Gambar 4.15 Peserta Mengikuti Games Three Musketir


(sumber : Hasil Observasi, 2017)
Sumber Foto : PT. Multimedia Kreasi Indonesia

4.2.3.3 Program Motivasi Kerja berprestasi

Universitas Budi Luhur


48

Dalam kegiatan employee relations Watch Club Indonesia yang diadakan


di Hotel Yasmin Puncak Jawa barat. Dalam salah satu agenda acara employee
relations diadakan kegiatan program motivasi kerja berprestasi pada acara malam
hari setelah kegiatan games outbound, tujuan diadakan kegiatan program motivasi

kerja beprestasi adalah dimana dalam kegiatan ini dapat mempertemukan antara
motivasi dan prestasi semangat kerja serta disiplin karyawan dengan harapan dari
pihak perusahaan dalam mencapai produktivitas yang tinggi. Maka dari itu, dalam
kegiatan malam hari dihadirkan motivator untuk memberikan motivasi kepada
setiap karyawan setelah menjalankan games outbound. Kehadiran seorang
motivator dalam acara malam hari karena, dalam setiap games outbound yang telah
di jalankan oleh setiap karyawan mempunyai pesan moral dan maksud tujuan dalam
setiap permainannya yang dapat direalisasikan ke dunia perkejaan dan dapat
menumbuhkan jiwa leadership pada setiap karyawan sehingga dalam pekerjaan
sehari hari dapat tercapai tujuan bersama dalam bekerja sebagai team. Setiap
kelompok games outbound harus bersaing untuk mendapatkan point tertinggi
dengan kelompok lain yang telah menjalankan games outbound. Kelompok yang
berhasil meraih point tertinggi dalam setiap permainannya pihak perusahaan sudah
menyiapkan hadiah sebagai rasa apresiasi kepada setiap kelompok karna telah
mengikuti kegiatan games outbound dengan baik dan berhasil meraih point
tertinggi.

Gambar 4.15 Motivator Memberikan Motivasi Kepada Karyawan Watch


Club Indonesia
(sumber : Hasil Observasi, 2017)

Universitas Budi Luhur


49

Dengan adanya materi yang diberikan motivator kepada setiap pemenang


dan juga kepada seluruh karyawan, diharapkan juga bahwa para peserta games
outbound dapat menumbuhkan jiwa leadership mereka dalam acara ini dan juga
dapat meralisasikan nya pada setiap pekerjaan bersama dengan teman-temannya.
4.2.3.4 Program Penghargaan
Sebagai bentuk usaha untuk mendapatkan tenaga kerja yang
profesional sesuai dengan tuntutan jabatan diperlukan suatu pembinaan yang
berkesinambungan, yaitu suatu usaha kegiatan perencanaan, pengorganisasian,
penggunaan dan pemeliharaan tenaga kerja agar mampu melaksanakan tugas
dengan efektif dan efisien. Sebagai langkah nyata dalam hasil pembinaan maka
diadakan pemberian penghargaan pegawai yang telah menunjukan prestasi kerja
yang baik. Adapun pengertian dan penghargaan dalam perusahaan kerap dalam
bentuk pemberian piagam dan sejumlah uang dari perusahaan. Ada juga
perusahaan yang meberikan penghargan kepada pegawai karena masa kerja dan
pengabdiannya dapat dijadikan teladan terhadap pegawai lainnya. Program
penghargaan termasuk sebagai budaya perusahaan yang bertujuan menanamkan
nilai – nilai dan memotivasi karyawan untuk bekerja maksimal dan profesional,
memberikan yang terbaik untuk perusahaan. Sehingga karyawan terbaik nantinya
akan dipilih dan diberikan penghargaan. Karyawan yang terpilih nantinya akan
menjadi panutan bagi karyawan lain untuk bisa menjadi yang terbaik pula.

Pemberian penghargaan karena masa kerja pegawai bertujuan untuk


memotivasi gairah dan loyalitas di perusahaan. Pemberian penghargaan tersebut
merupakan upaya perusahaan dalam memberikan balas jasa atas hasil kerja
pegawai, sehingga dapat mendorong pegawai bekerja lebih giat dan berpotensi.
Watch Club Indonesia menerapkan program penghargaan sebagai salah satu
aktivitas employee relations dalam bentuk hadiah atau apresiasi perusahaan
terhadap karyawan, hal itu disebabkan oleh beberapa hal, diantaranya kinerja
atau prestasi kerja melampaui target penjualan, ada juga penghargaan setelah 20
tahun bekerja, kemudian mendapatkan hadiah mendali emas dari perusahaan,
bahkan perusahaan memberikan penghargaan karena pegawai telah berhasil

Universitas Budi Luhur


50

menuntaskan proyek khusus lebih cepat dari tenggang waktu, dan mutunya
memuaskan Berikut dapat dilihat prestasi yang diraih oleh karyawan yang
mewakili Watch Club Indonesia :

Gambar 4.15 Pemberian Penghargaan Kepada Karyawan Watch Club


Indonesia
(sumber : Hasil Observasi, 2017)
Dari foto di atas dapat dilihat bahwa penghargaan terhadap karyawan
merupakan salah satu faktor dalam meningkatkan semangat kerja dan loyalitas
karyawan dalam bekerja. Dan dengan adanya program penghargaan ini menjadi
motivasi untuk karyawan lain agar dapat bekerja lebih semangat dan lebih baik
untuk mencapai tujuan perushaan.

4.2.3.5 Program Acara Khusus


Salah satu program yang ada di Watch Club Indonesia adalah program
acara khusus yang diterapkan sebagai salah satu aktivitas humas dalam employee
relations. Program acara khusus merupakan salah satu budaya organisasi yang
termasuk dalam ritual yang rutin dilaksanakan dalam waktu-waktu tertentu.
Menurut Macmara :

special event (acara khusus) adalah suatu acara khusus yang dibuat
dan dilaksanakan perusahaan oleh perusahaan secara istimewa yang di
kemas kedalam program kegiatan public relations di suatu perusahaan,
special event (acara khusus) dirancang untuk menyampaikan informasi
kepada publikmengenai produk ataupun perusahaan. (Ruslan, 2004 : 233)

Universitas Budi Luhur


51

Dalam hal ini pihak manajemen perusahaan tidak hanya membuat


program yang bersifat formal saja, perusahaan membuat sebuah program acara
khusus yang bertujuan menghilangkan kejenuhan, adapun beberapa kegiatan
acara khusus yang diterapkan di Watch Club Indonesia seperti :

Gambar 4.16 makan bersama dengan Karyawan Watch Club Indonesia


(sumber : Hasil Observasi, 2017)
CEO Watch Club Indonesia mengajak karyawan untuk makan bersama di
beberapa tempat wisata setelah melaksanakan kegiatan employee relations, dalam
acara tersebut diisi acara-acara tarian,hiburan, makan-makan, pada acara puncak
biasanya diisi dengan undian berhadiah, dan lainnya. Agar karyawan mersakan
perhatian lebih dari pihak perusahaan. Dengan acara ini berarti memberikan
kesempatan kepada seluruh bagian internal perusahaan untuk lebih
meningkatkan rasa kebersamaan, meningkatkan semangat kerja dan loyalitas
karyawan.
Pada tahap akhir peneliti melakukan evaluasi setelah pelaksanaan event
games outbound Watch Club Indonesia berakhir. Dalam evaluasi ini PT.
Multimedia Kreasindo Indonesia mengevaluasi tentang bagaimana pendapat pihak
Watch Club Indonesia mengenai efek acara employee relations yang dijalankan.
Indra Septyanus memberikan pernyataan mengenai efek games outbund yang
dijalankan PT. Multimedia Kreasindo Indonesia.
“ya memang dari kami Watch Club Indonesia merasakan efek dari acara
employee relations ini. Salah satunya ada seorang peserta yang datang ke
kantor menggunakan seragam acara employee relations, peserta tersebut
merasakan kebersamaan dan senang dengan adanya acara ini. Ada juga

Universitas Budi Luhur


52

karyawan yang ya mungkin orang ini memang punya sifat semangat dan
konsisten dalam bekerja, tapi setelah acara ini ada 3 orang supervisor yang
dinaikin jabatannya menjadi area manager, yang tadi nya cuma pegang 1
toko jadi megang beberapa toko di areanya. Dan dari pihak event organizer
nya selama acara employee relations nya juga dapat dibilang berhasil
karena, saat acara malam hari pada saat motivator memberi motivasi
banyak karyawan yang kena dari maksud games outbound ada juga peserta
yang nangis pas acara malemnya”.

Setelah mendapatkan data hasil wawancara dari nara sumber yaitu bapak
Indra Septyanus peniliti menyimpulkan dari acara employee relations yang
dijalankan PT. Kreasindo Multimedia Indonesia sudah dianggap berhasil dan
mempunyai efek setelah acara outbound training Watch Club Indonesia. Hal
tersebut dikarenakan acara employee relations berjalan dengan lancar, games
outbound berjalan sesuai rundown dan saat pemberian motivasi pada malam hari
para peserta memberikan dampak yang baik pada acara “outbound training small
team big dream”.

BAB V
KESIMPULAN DAN SARAN

5.1 Simpulan
Berdasarkan pembahasan pada bab sebelumnya maka peneliti, dapat
memberikan kesimpulan games outbound yang diberikan sudah sesuai dengan
tujuan, diantaranya yaitu :
1. Watch Club Indonesia dapat mencetak bibit pemimpin untuk
menjalankan fungsi manajeman perusahaan dan menjalankan tugas di
setiap store Watch Club Indonesia.
2. Watch Club Indonesia dapat mencetak pemimpin untuk diberikan
kerpercayaan lebih dalam menjadi area manager.

Universitas Budi Luhur


53

3. Setiap karyawan menularkan hasil positif dari acara employee relations


kepada karyawan lainya, sehingga terjalin team work yang baik.

Acara employee relations Watch Club Indonesia sudah maksimal dan terasa
hasilnya kepada karyawan yang mengikuti acara “outbound training small team big
dream”. Hal tersebut dikarenakan tujuan acara yang diinginkan Watch Club
Indonesia kepada pihak event organizer PT. Multimedia Kreasindo Indonesia
berjalan sesuai dengan keinginan dan tujuan awal acara ini berlangsung dan acara
event games outbound ini dapat dinikmati oleh seluruh peserta.

5.2 Saran
Pada kesempatan ini peneliti juga ingin memberikan beberapa saran untuk
perbaikan :
1. Saran akademis
Semoga penelitian berikutnya dapat memperluas pengetahuan terutama
mengenai Public Relations dalam menjalankan tugas-tugas perusahaan
dalam meningkatkan motivasi kerja dan menciptakan sikap leadership
dalam perusahaan.
2. Saran praktis
Praktisi public relations agar kreatif dalam menyusun program kerja dan
jangan ragu untuk bekerja sama dengan pihak-pihak luar perusahaan
yang expert di bidangnya sehingga hasil kerja public relations dapat
maksimal.

Universitas Budi Luhur


54

Universitas Budi Luhur


55 Universitas Budi Luhur