Anda di halaman 1dari 20

Pengertian Pendidikan Menurut Para Ahli

Pengertian pendidikan menjadi hal yang sebaiknya kita juga perlu ketahui untuk menambah
wawasan kita terhadal hal yang selalu berkaitan dengan kehidupan kita sehari – hari, karena
kita selalu melewati proses pendidikan maka oleh sebab itulah kita sebagai pelaku harus
paham juga apa pengertian pendidikan itu sendiri.

Pengertian pendidikan bukan hanya untuk di ketahui belaka melainkan dengan


memahaminya lalu berusaha untuk menjalankan perosesnya berdasarkan apa yang memang
tertuang dalam pengertian pendidikan tersebut. Kita terlalu sering melihat berbagai kejadian
nyata yang mencoreng nama baik dari pendidikan tersebut mungkin salah satu penyebabnya
adalah dikarenakan mereka tidak menguasai nilai – nilai apa yang di artikan dalam kata
pendidikan itu sendiri.

Berkaitan dengan Pengertian Pendidikan para Ahli telah menyampaikan pendapat mereka
masing – masing tentang apa itu penertian pendidikan, namun sebelum kependapat para Ahli
kita akan bahas tentang kata Pendidikan itu sendiri :

Kata Pendidikan berdasarkan KBI berasal dari kata ‘didik’ dan kemudian mendapat imbuhan
‘pe’ dan akhiran ‘an’, maka kata ini mempunyai arti proses atau cara atau perbuatan
mendidik.

Kata Pendidikan Juga berasal dari Bahasa yunani kuno yaitu dari kata “ Pedagogi “ kata dasarnya “
Paid “ yang berartikan “ Anak “ dan Juga “ kata Ogogos “ artinya “ membimbing ”. dari beberapa kata
tersebut maka kita simpulkan kata pedagos dalam bahasa yunani adalah Ilmu yang mempelajari
tentang seni mendidik Anak .

Secara bahasa definisi pendidikan adalah proses pengubahan sikap dan tata laku seseorang
atau kelompok orang dalam usaha mendewasakan manusia melalui upaya pengajaran dan
pelatihan yang sesuai prosedur pendidikan itu sendiri.

Kemudian kita berlanjut pada UU tentang adanya pendidikan tersebut, Menurut UU No. 20
tahun 2003 pengertian Pendidikan adalah sebuah usaha yang di lakukan secara sadar dan
terencana untuk mewujudkan suasana belajar dan proses pembelajaran agar peserta didik
secara aktif mengembangkan potensi dirinya untuk memiliki kekuatan spiritual keagamaaan,
membangun kepribadian, pengendalian diri, kecerdasan, akhlak mulia, serta ketrampilan
yang diperlukan dirinya, masyarakat, bangsa, dan Negara. Undang – undang inilah yang
menjadi dasar berdidirinya proses pendidikan yang ada di Negara Indonesia.

Pengertian pendidikan menurut para Ahli, sebelum kita mengambil pendapat para filosofi
pendidikan dari orang barat, maka kita mengambil pengertian pendidikan berdasarkan apa
yang di sampaikan oleh bapak pendidikan Nasional Indonesia Ki Hajar Dewantara, beliau
telah menjelaskan tentang pengertian pendidikan sebagai berikut :
“ Pendidikan yaitu tuntutan di dalam hidup tumbuhnya anak-anak, adapun maksudnya,
pendidikan yaitu menuntun segala kekuatan kodrat yang ada pada anak-anak itu, agar
mereka sebagai manusia dan sebagai anggota masyarakat dapatlah mencapai keselamatan
dan kebahagiaan setinggi-tingginya.” Ki Hajar Dewantara.

Pengertian pendidikan atau definisinya menurut pendapat para Ahli lain yaitu :
Pengertian pendidikan menurut : Prof. Dr. M.J Langeveld :
“ Pendidikan ialah pemberian bimbingan dan bantuan rohani bagi yang masih
memerlukannya”.

Prof. Zaharai Idris seorang Ahli Epistimologi juga menyampaikan pendapatnya tentang
pengertian pendidikan ialah :
“ Pendidikan ialah serangkaian kegiatan komunikasi yang bertujuan, antara manusia
dewasa dengan si anak didik secara tatap muka atau dengan menggunakan media dalam
rangka memberikan bantuan terhadap perkembangan anak seutuhnya” .

pengertian pendidikan menurut H. Horne :


“ Pendidikan adalah proses yang di lakukan terus menerus dari penyesuaian yang lebih
tinggi bagi makhluk manusia yang telah berkembang secara fisik dan mental, yang bebas dan
sadar kepada vtuhan, seperti termanifestasi dalam alam sekitar intelektual, emosional dan
kemanusiaan dari manusia” .

Pengertan pendidikan menurut Ahmad D. Marimba :


Beliau juga berpendapat bahwa Pendidikan adalah ” bimbingan atau pimpinan secara sadar
oleh pendidik terdapat perkembangan jasmani dan rohani terdidik menuju terbentuknya
kepribadian yang utama“.

Terakhir Pengertian Pendidikan Menurut John Dewey :


“ Pendidikan adalah proses pembentukan kecakapan-kecakapan yang fundamental secara
intelektual dan emosional ke arah alam dan sesama manusia” .

Dari beberapa pendapat yang telah disampaikan oleh para Ahli di atas maka kita bisa
mengambil kesimpulan bawah pengertian pendidikan ialah proses melakukan bimbingan,
pembinaan atau pertolongan yang diberikan oleh orang dewasa kepada perkembangan anak
untuk mencapai kedewasaannya dengan tujuan agar anak cukup mampu untuk melaksanakan
tugas hidupnya sendiri secara mandiri tidak terlalu bergantung terhadap bantuan dari orang
lain.

Pelaku pendidikan menurut saya selaku penulis artikel ini, bisa di lakukan oleh siapa saja
selama orang tersebut memiliki akal sehat, kita tidak bisa membatasi hanya orang dewasa
saja yang bisa memberikan pendidikan kepada anak, karena seorang anakpun sejatinya juga
bisa memberikan pendidikan baik berupa ilmu atau pengalaman kepada orang dewasa selama
bisa di percaya secara valid.

Sedikit mengarah pada Kata “ Pendidik ” itu sendiri para ahli juga membagi beberapa
kategori orang yang berperan pada dunia pendidikan sebagai berikut :

Pendidik adalah orang yang memikul pertanggungjawaban untuk mendidik. Dwi Nugroho
Hidayanto, menginventarisasi bahwa pengertian pendidik meliputi: Orang Dewasa, Orang
Tua, guru, Pemimpin masyarakat, pemuka atau pemimpin agama.

 Berdasarkan aturan yang berlaku untuk menjadi seorang pendidik di perlukan karakter
sebagai berikut :
kematangan diri yang stabil, memahami diri sendiri, mandiri, dan memiliki nilai-nilai
kemanusiaan.
 kematangan sosial yang stabil, memiliki pengetahuan yang cukup tentang masyarakat,
dan mempunyai kecakapan membina kerjasama dengan orang lain.
 kematangan profesional (kemampuan mendidik), yaitu menaruh perhatian dan sikap
cinta terhadap anak didik serta mempunyai pengetahuan yang cukup tentang latar
belakang anak didik dan perkembangannya, memiliki kecakapan dalam menggunkan
cara-cara mendidik.

Sementara di sisilain seorang pendidik yang juga sekaligus berperan sebagai guru harus bisa
memberikan hal – hal yang berkaitan dengan pendidikan anak didiknya, diantara peran yang
harus di jalankan seorang guru atau pendidik :

pemberi atau pengagas rencana, sebagai penginisiasi, sebagai motivator bagi anak didiknya,
sebagai pengamat, pengantipasi, pengevaluasi, sebagai seorang teman sekaligus sebagai
wali orang tua anak didiknya.
Demikian ulasan mengenai pengertian pendidikan baik secara asal muasal, secara bahasa
maupun berdasarkan apa yang disampaikan oleh para Ahli, semoga pengertian pendidikan ini
bisa memberikan tambahan wawasan kita semua lebih luas lagi.
Kritik saran anda seputar tulisan pengertian pendidikan silahkan di sampaikan via komentar.
Terimakasih.
Source :
– Wikipedia
– Ahmad D. Marimba, Pengantar Filsapat Pendidikan Islam, (Bandung : PT.Al-Ma’arif , t.
– Th), cet. Ke-1, h. 20
– Zahara Idris, Dasar-Dasar Kependidika, ( Bandung : Angkasa. T.th ). h. 11
– Prof. Dr. H. Ramayulis, Ilmu Pendidikan Islam. (Jakarta; Kalam Mulia, Cet ke-4 2004), h.
1
– Sutari Imam Bernadib, Pengantar Ilmu Pendidikan, (Yogyakarta : Yayasan Penerbit FIP
IKIP, t. Th), Cet. Ke-10, h. 5
– Sudirman.et. al. Ilmu Pendidikan. (Bandung : PT. Rosdakarya, 1991 ). Cet. Ke-5. h.4
– Madyo Ekosusilo. R.B, Kasihadi. Dasar-Dasar Pendidikan, (Semarang : Effhar Publising.
1990 ), Cet. Ke-1, h.12

https://www.lebahmaster.com/pengertian-pendidikan/

Pengertian, Definisi, Tujuan Pendidikan Menurut Para Ahli


adminkd | October 28, 2015 | Definisi Pendidikan, P, Pendidikan, Pengertian Pendidikan, Tujuan
Pendidikan | No Comments

Pengertian, Definisi, Tujuan Pendidikan Menurut Para Ahli – Pendidikan merupakan suata hal yang
sangat penting bagi semua individu dan hampir seluruh individu/personal pernah merasakan
pendidikan dari dulu sampai saat ini. Kata pendidikan ini emang sudah tidak asing lagi didengar
ditelinga kita, karena kita semua pernah menempuh pendidikan agar tercapainya sebuah cita-cita
dan keinginan. berikut akan dijelaskan pengertian dan definisi dari pendidikan itu sendiri serta
tujuan dari pendidikan.

Definisi dan Pengertian Pendidikan Secara Umum :


Pengertian Pendidikan menurut wikipedia :
Pendidikan adalah suatu pembelajaran pengetahuan, keterampilan, dan kebiasaan sekelompok
orang yang diturunkan dari satu generasi ke generasi berikutnya melalui pengajaran, pelatihan, atau
penelitian. Pendidikan sering terjadi di bawah bimbingan orang lain, tetapi juga memungkinkan
secara otodidak.

Pendidikan Menurut KBBI (Kamus Besar Bahasa Indonesia) :


kata pendidikan secara berasal dari kata “didik” dengan mendapatkan imbuhan “pe” dan akhiran
“an“, yang berarti cara, proses atau perbuatan mendidik. Kata pendidikan secara bahasa berasal dari
kata “pedagogi” yakni “paid” yang berarti anak dan “agogos” yang berarti membimbing, jadi
pedagogi adalah ilmu dalam membimbing anak

Pengertian Pendidikan Menurut UU (Undang-undang) :


Pengertian pendidikan menurut Undang Undang SISDIKNAS no. 20 tahun 2003, adalah sebagai usaha
sadar dan terencana untuk mewujudkan suasana belajar dan proses pembelajaran sedemikian rupa
supaya peserta didik dapat mengembangkan potensi dirinya secara aktif supaya memiliki
pengendalian diri, kecerdasan, keterampilan dalam bermasyarakat, kekuatan spiritual keagamaan,
kepribadian serta akhlak mulia

Pengertian Pendidikan Menurut Para Ahli :


 Prof. Herman H. Horn : Beliau berpendapat bahwa pendidikan adalah suatu proses dari
penyesuaian lebih tinggi bagi makhluk yang telah berkembang secara fisik dan mental yang
bebas dan sadar kepada Tuhan seperti termanifestasikan dalam alam sekitar, intelektual,
emosional dan kemauan dari manusia.
 Carter V. Good : Mengartikan pendidikan sebagai suatu proses perkembangan kecakapan
seseorang dalam bentuk sikap dan prilaku yang berlaku dalam masyarakat. Proses dimana
seseorang dipengaruhi oleh lingkungan yang terpimpin khususnya didalam lingkungan
sekolah sehingga dapat mencapai kecakapan sosial dan dapat mengembangkan
kepribadiannya.
 Frederick J. Mc Donald : mengemukakan pendapatnya bahwa pendidikan ialah suatu proses
yang arah tujuannya adalah merubah tabiat manusia atau peserta didik.
 Driyarkara : Pendidikan diartikan sebagai suatu upaya dalam memanusiakan manusia muda
atau pengangkatan manusia muda ke taraf yang insani.
 Prof. Dr. John Dewey : Menurutnya pendidikan merupakan suatu proses pengalaman.
Karena kehidupan merupakan pertumbuhan, maka pendidikan berarti membantu
pertumbuhan batin manusia tanpa dibatasi oleh usia. Proses pertumbuhan adalah proses
penyesuaian pada setiap fase dan menambah kecakapan dalam perkembangan seseorang
melalui pendidikan.
 Prof. H. Mahmud Yunus : Yang dimaksud pendidikan ialah suatu usaha yang dengan sengaja
dipilih untuk mempengaruhi dan membantu anak yang bertujuan untuk meningkatkan ilmu
pengetahuan, jasmani dan akhlak sehingga secara perlahan bisa mengantarkan anak kepada
tujuan dan cita-citanya yang paling tinggi. Agar memperoleh kehidupan yang bahagia dan
apa yang dilakukanya dapat bermanfaat bagi dirinya sendiri, masyarakat, bangsa, negara dan
agamanya.
 M.J. Langeveld : Pendidikan merupakan upaya dalam membimbing manusia yang belum
dewasa kearah kedewasaan. Pendidikan adalah suatu usaha dalam menolong anak untuk
melakukan tugas-tugas hidupnya, agar mandiri dan bertanggung jawab secara susila.
Pendidikan juga diartikan sebagai usaha untuk mencapai penentuan diri dan tanggung
jawab.
 Martinus Jan Langeveld : Pendidikan adalah upaya menolong anak untuk dapat melakukan
tugas hidupnya secara mandiri supaya dapat bertanggung jawab secara susila. Pendidikan
merupakan usaha manusia dewasa dalam membimbing manusia yang belum dewasa
menuju kedewasaan.
 Gunning dan Kohnstamm : Pendidikan adalah proses pembentukan hati nurani. Sebuah
pembentukan dan penentuan diri secara etis yang sesuai dengan hati nurani
 John Dewey : Pendidikan sinergis dengan pertumbuhan dan tidak memiliki akhir selain
dirinya sendiri

Tujuan Pendidikan :
Tujuan Pendidikan Menurut Undang-undang (Kemdiknas) :

“Undang-Undang Nomor 20 tahun 2003 tentang Sistem Pendidikan Nasional, Pasal 3, tujuan
pendidikan nasional adalah mengembangkan potensi peserta didik agar menjadi manusia
yang beriman dan bertakwa kepada Tuhan Yang Maha Esa, berakhlak mulia, sehat, berilmu,
cakap, kreatif, mandiri, dan menjadi warga negara yang demokratis serta bertanggung
jawab.”

Tujuan Pendidikan Menurut Undang-undang (versi amandemen) :

Pasal 31, ayat 3 menyebutkan, “Pemerintah mengusahakan dan menyelenggarakan satu


sistem pendidikan nasional, yang meningkatkan keimanan dan ketakwaan serta ahlak mulia
dalam rangka mencerdaskan kehidupan bangsa, yang diatur dengan undang-undang.”
Pasal 31, ayat 5 menyebutkan, “Pemerintah memajukan ilmu pengetahuan dan teknologi
dengan menunjang tinggi nilai-nilai agama dan persatuan bangsa untuk kemajuan peradaban
serta kesejahteraan umat manusia.”

BAB II
PEMBAHASAN

Pendidikan vokasional merupakan penggabungan antara teori dan praktik secara


seimbang dengan orientasi pada kesiapan kerja lulusannya. Kurikulum dalam pendidikan
vokasional, terkonsentrasi pada sistem pembelajaran keahlian (apprenticeship of learning)
pada kejuruan-kejuruan khusus (specific trades). Kelebihan pendidikan vokasional ini, antara
lain, peserta didik secara langsung dapat mengembangkan keahliannya disesuaikan dengan
kebutuhan lapangan atau bidang tugas yang akan dihadapinya.
Pendidikan kecakapan hidup merupakan isu sentral dalam pelayanan pendidikan. Hal
tersebut merupakan jembatan penghubung antara penyiapan peserta didik di lembaga
pendidikan dengan masyarakat dan dunia kerja.
Pembekalan kecakapan hidup secara khusus menjadi muatan kurikulum dalam bentuk
pelajaran keterampilan fungsional dan kepribadian profesional. Disamping pembekalan
kecakapan hidup melalui mata pelajaran iptek dengan pendekatan tematik, induktif, dan
berorientasi kebutuhan masyarakat di wilayahnya.
Kecakapan hidup adalah berbagai jenis keterampilan yang memampukan remaja-
remaja menjadi anggota masyarakat yang aktif, produktif dan tangguh. Departemen
Pendidikan Nasional mengkategorikan keterampilan-keterampilan ini menjadi empat
kelompok yaitu akademik, personal, sosial dan vokasional.
Pendidikan vokasi adalah pendidikan tinggi yang diarahkan pada penguasaan keahlian
terapan tertentu, yang mencakup program pendidikan diploma 1, diploma 2, diploma 3, dan
diploma 4, maksimal setara dengan program pendidikan sarjana. Lulusan pendidikan vokasi
akan mendapatkan gelar vokasi.
Dikotomi antara pendidikan liberal dan pendidikan vokasi atau education for life dan
education for earning living selalu menjadi bahan diskusi yang sangat menarik. Menjadi
bahan diskusi yang menarik karena kedua jenis pendidikan ini tidak bisa dipisahkan secara
tegas (Finch & Crunkilton). Dapat kami contohkan seperti selembar uang kertas yang
memiliki dua sisi berbeda. Menerawang satu sisi memunculkan bayangan disisi sebaliknya.
Dibulak-balik tetap harus berdampingan sebagai alat bayar yang sah. Jika hanya ada satu sisi
maka uang itu tidak sah lagi sebagai alat bayar. Demikian juga dengan pendidikan vokasi dan
pendidikan liberal/umum tidak bisa dinihilkan salah satunya.

A. Perbedaan Pendidikan Liberal dan Pendidikan Vokasi


Paradigma pendidikan liberal tidak bisa lepas dari akar filosofisnya yaitu positivisme.
Konsep pendidikan liberal ialah pandangan yang mengedepankan aspek pengembangan
potensi, perlindungan hak-hak dan kebebasan (freedom). Paham individualistik sangat kuat
mempengaruhi paradigma pendidikan liberal. Pendidikan liberal menekankan pada
pemberdayaan individu.
Sedangkan paradigma pendidikan vokasi sangat berbeda yaitu menekankan pada
pendidikan yang menyesuaikan dengan permintaan pasar (demand driven). Kebersambungan
(link) diantara pengguna lulusan pendidikan dan penyelenggara pendidikan dan kecocokan
(match) diantara employee dengan employer menjadi dasar penyelenggaraan dan ukuran
keberhasilan pendidikan vokasi. Keberhasilan penyelenggaraan pendidikan vokasi dapat
dilihat dari tingkat mutu dan relevansi yaitu jumlah penyerapan lulusan dan kesesuaian
bidang pekerjaan dengan bidang keahlian yang dipilih dan ditekuninya. Pendidikan vokasi
melayani sistim ekonomi, sistim sosial, dan politik.

B. Pendidikan Vokasi di Indonesia


Pendidikan vokasional yang berorientasi pada pembekalan kecakapan hidup merupakan
bisnis inti dari pendidikan nonformal. Penanaman penguasaan keterampilan vokasional
memacu kreativitas dan mengembangkan pemahaman peran individu dalam kehidupan sosial.
Pendidikan vokasional di Indonesia adalah seluruh pendidikan vokasional yang
diselenggarakan di Indonesia, baik itu secara terstruktur maupun tidak terstruktur. Secara
terstruktur, pendidikan di Indonesia menjadi tanggung jawab Kementerian Pendidikan
Nasional Republik Indonesia (Kemdiknas), dahulu bernama Departemen Pendidikan dan
Kebudayaan Republik Indonesia (Depdikbud). Di Indonesia semua penduduk wajib
mengikuti pendidikan dasar selama sembilan tahun, enam tahun di sekolah dasar/madrasah
ibtidaiyah dan tiga tahun di sekolah menengah pertama/madrasah tsanawiyah.
Dunia pendidikan Indonesia terus berbenah, mengikuti perubahan jaman yang juga
berlangsung sebegitu cepatnya. Di tengah terpaan berbagai masalah sosial, ekonomi, maupun
politik yang berujung pangkal pada kegagalan pendidikan, penyelenggaraan proses
pendidikan tetap memunculkan inovasinya.
Program pendidikan diploma yang menghasilkan sumber daya siap pakai menjadi
senjata ampuh untuk menghadapi persaingan global. Di kancah internasional, program vokasi
menjadi andalan berbagai bangsa untuk membangun keberhasilan sistem kerja berbasis
keterampilan.
Muara akhir sekaligus tujuan dari keberhasilan penyelenggaraan pendidikan tinggi
adalah terserapnya peserta didik ke pasar tenaga kerja selepas menyelesaikan studinya. Demi
menjawab tantangan dunia kerja yang membutuhkan tenaga kerja trampil, tak dapat disangkal
lulusan program pendidikan berbasis vokasional sesungguhnya memiliki peluang lebih tinggi
serta kesempatan yang lebih luas untuk dapat memenangkan kompetisi tersebut.

Daftar Pustaka

_________. 2010. http://id.wikipedia.org/wiki/Pendidikan_vokasi. (diakses tanggal 24-03-2011)


_________. 2011. http://id.wikipedia.org/wiki/Pendidikan_di_Indonesia. (diakses tanggal 24-03-
2011)
Sugiama, Gima A. 2008. http://www.polban.ac.id/index.php/component/content/article/41-info-
poli/93-belajar-dari-kemajuan-sbm-nyp-singapore. (diakses tanggal 24-03-2011)

http://knowmywork.blogspot.co.id/2012/02/vokasional.html

Teknik sipil
Dari Wikipedia bahasa Indonesia, ensiklopedia bebas

Artikel atau bagian artikel ini tidak memiliki referensi atau sumber tepercaya sehingga
isinya tidak bisa dipastikan. Bantu perbaiki artikel ini dengan menambahkan referensi yang
layak. Tulisan tanpa sumber dapat dipertanyakan dan dihapus sewaktu-waktu oleh
Pengurus.
Jembatan San Francisco-Oakland Bay

Daftar isi
 1 Cabang-cabang ilmu teknik sipil
 2 Materi utama
 3 Aplikasi ilmu teknik sipil di Indonesia
 4 Tokoh teknik sipil Indonesia
 5 Lihat pula

Cabang-cabang ilmu teknik sipil


 Struktural: Cabang yang mempelajari masalah struktural dari materi yang digunakan untuk
pembangunan. Sebuah bentuk bangunan mungkin dibuat dari beberapa pilihan jenis
material seperti baja, beton, kayu, kaca atau bahan lainnya. Setiap bahan tersebut
mempunyai karakteristik masing-masing. Ilmu bidang struktural mempelajari sifat-sifat
material itu sehingga pada akhirnya dapat dipilih material mana yang cocok untuk jenis
bangunan tersebut. Dalam bidang ini dipelajari lebih mendalam hal yang berkaitan dengan
perencanaan struktur bangunan, jalan, jembatan, terowongan dari pembangunan pondasi
hingga bangunan siap digunakan.

 Geoteknik: Cabang yang mempelajari struktur dan sifat berbagai macam tanah dan batuan
dalam menopang suatu bangunan yang akan berdiri di atasnya. Cakupannya dapat berupa
investigasi lapangan yang merupakan penyelidikan keadaan-keadaan tanah suatu daerah,
penyelidikan laboratorium serta perencanaan konstruksi tanah dan batuan, seperti:
timbunan (embankment), galian (excavation), terowongan tanah lunak (soft soil tunnel),
terowongan batuan (rock/mountain tunnel), bendungan tanah/batuan (earth dam, rock fill
dam), dan lain-lain.

 Manajemen Konstruksi: Cabang yang mempelajari masalah dalam proyek konstruksi yang
berkaitan dengan ekonomi, penjadwalan pekerjaan, pengembalian modal, biaya proyek,
semua hal yang berkaitan dengan hukum dan perizinan bangunan hingga pengorganisasian
pekerjaan di lapangan sehingga diharapkan bangunan tersebut selesai tepat waktu.

 Hidrologi: Cabang yang mempelajari air, distribusi, pengendalian dan permasalahannya.


Mencakup bidang ini antara lain cabang ilmu hidrologi air (berkenaan dengan cuaca, curah
hujan, debit air sebuah sungai dsb), hidrolika (sifat material air, tekanan air, gaya dorong air
dsb) dan bangunan air seperti pelabuhan, irigasi, waduk/bendungan(dam), kanal.
 Teknik Lingkungan: Cabang yang mempelajari permasalahan-permasalahan dan isu
lingkungan. Mencakup bidang ini antara lain penyediaan sarana dan prasarana air besih,
pengelolaan limbah dan air kotor, pencemaran sungai, polusi suara dan udara hingga teknik
penyehatan.

 Transportasi: Cabang yang mempelajari mengenai sistem transportasi dalam perencanaan


dan pelaksanaannya. Mencakup bidang ini antara lain konstruksi dan pengaturan jalan raya,
konstruksi bandar udara, terminal, stasiun dan manajemennya.

 Informatika Teknik Sipil: Cabang baru yang mempelajari penerapan Komputer untuk
perhitungan/pemodelan sebuah sistem dalam proyek Pembangunan atau Penelitian.
Mencakup bidang ini antara lain dicontohkan berupa pemodelan Struktur Bangunan
(Struktural dari Materi atau CAD), pemodelan pergerakan air tanah atau limbah, pemodelan
lingkungan dengan Teknologi GIS (Geographic information system).

Keluasan cabang dari teknik sipil ini membuatnya sangat fleksibel di dalam dunia kerja.
Profesi yang didapat dari seorang ahli bidang ini antara lain: perancangan/pelaksana
pembangunan/pemeliharaan prasarana jalan, jembatan, terowongan, gedung, bandar udara,
lalu lintas (darat, laut, udara), sistem jaringan kanal, drainase, irigasi, perumahan, gedung,
minimalisasi kerugian gempa, perlindungan lingkungan, penyediaan air bersih, survey lahan,
konsep finansial dari proyek, manajemen projek dsb. Semua aspek kehidupan tercangkup
dalam muatan ilmu teknik sipil.

Perbedaan dari arsitek, terletak pada posisi ahli teknik sipil dalam sebuah proyek. Arsitek
menyumbangkan rancangan, ide, kemungkinan pelaksanaan pembangunan di atas kertas.
Hasil rancangan tersebut diserahkan selanjutnya kepada staf ahli bidang teknik sipil untuk
pelaksanaan pembangunan. Tahapan ini, ahli teknik sipil melakukan perbaikan/saran dari
pelaksanaan perencanaan, koordinasi dalam proyek, mengamati jalannya proyek agar sesuai
dengan perencanaan. Selain itu, ahli teknik sipil juga membangun konsep finansial dan
manajemen proyek atas hal-hal yang memengaruhi jalannya proyek.

Ahli teknik sipil tidak hanya berurusan dengan pembangunan sebuah proyek bangunan, tetapi
di bidang lain seperti yang berkaitan dengan informatika, memungkinkan untuk
memodelisasi sebuah bentuk dengan bantuan program CAD, pemodelan kerusakan akibat
gempa, banjir. Hal ini sangat penting di negara maju sebagai tolak ukur kelayakan
pembangunan sebuah bangunan vital yang mempunyai risiko dapat menelan korban banyak
manusia seperti reaktor nuklir atau bendungan, jika terjadi kegagalan perencanaan teknis.
Rancangan bangunan tersebut biasanya dimodelkan dalam komputer dengan diberikan
faktor-faktor ancaman bangunan tersebut seperti gempa dan keruntuhan struktur material.
Peran ahli teknik sipil juga masih berlaku walaupun fase pembangunan sebuah gedung telah
selesai, seperti terletak pada pemeliharaan fasilitas gedung tersebut.

Materi utama
 Matematika teknik
 Mekanika teknik
 Analisis struktur
 Konstruksi baja
 Konstruksi beton
 Konstruksi kayu
 Konstruksi gelas
 Mekanika tanah
 Teknik Pondasi
 Hidrologi
 Hidrolika
 Bangunan air
 Manajemen konstruksi
 Dinamika Struktur
 Earthquake engineering
 Informatika
 Ilmu Ukur Tanah
 Struktur bangunan sipil
 Rekayasa Jalan Raya

https://id.wikipedia.org/wiki/Teknik_sipil

Mengenal Jurusan Teknik Sipil Secara Benar


Kampus By Fadli On September 12, 2017 0 Comments

Tahukah kamu bahwa salah satu jurusan teknik paling tua dalam sejarah adalah jurusan
teknik sipil? Konon, ilmu teknik sipil sendiri telah ada semenjak zaman mesir kuno dan
mesopotamia sekitar 4000 – 2000 SM. Bayangkan, bagaimana cara orang-orang terdahulu
membangun piramida yang besar dan kokoh itu? Itu disebabkan karena sudah mulai
berkembangnya ilmu yang sangat penting bagi peradaban manusia hingga saat ini.

Tapi sayangnya, masih banyak yang salah kaprah mengenai jurusan teknik sipil. Oleh karena
itu, kali ini kami akan membantu kamu mengenal salah satu jurusan favorit di kampus ini.
Mudah-mudahan dengan begitu kamu bisa lebih paham dari sebelumnya. Yuk, disimak.

Seluk-beluk Jurusan Teknik Sipil


Dulu, semasa masih belum kuliah penulis bahkan ngira jurusan teknik sipil ini adalah tempat
belajar agar bisa bekerja sebagai pegawai negeri sipil, tapi ternyata bukan. Jurusan teknik
sipil pada dasarnya adalah ilmu yang mempelajari tentang bagaimana merancang,
membangun, merenovasi hingga menjaga keutuhan gedung, infrastruktur hingga ke
lingkungan untuk kemasalahatan manusia.

Keberadaan ilmu teknik sipil sangat penting bagi populasi manusia, terutama dalam sektor
hunian hingga ke transportasi. Jalanan, gedung-gedung, jembatan dan lainnya itu adalah hasil
buah tangan insinyur teknik sipil. Bahkan ilmu ini juga bermanfaat bagi militer untuk
membangun benteng pertahanan dan sebagainya.

Apa saja yang dipelajari?

Di jurusan teknik sipil sendiri banyak aspek yang perlu kita pelajari. Ini seperti cabang-
cabang dari disiplin ilmu teknik sipil tersebut. Setiap cabang memiliki ahli tersendiri, oleh
karena itu ketika kamu nanti atau saat ini kuliah di teknik sipil alangkah lebih baik untuk
fokus di satu bidang saja. Nah, berikut cabang-cabang ilmu yang adalah dalam tubuh teknik
sipil:

1. Struktural
Cabang ilmu struktural mempelajari seluk-beluk dari material dan stuktural yang digunakan
dalam pembangunan. Misalkan dalam membangun pondasi bahan apa yang dibutuhkan,
campuran semennya berapa, kedalaman podasi berapa. Berbeda jenis gedung tentu beda
pula pondasinya, tak mungkin sama rumah biasa dengan gedung bertingkat. Secara
sederhana, cabang ilmu struktural berperan penting dalam perancanaan struktur
infrastruktur dari pembangun hingga siap digunakan.
2. Geoteknik
Cabang satu ini mempelajari hal-hal terkait tanah, dimulai dari struktur tanah hingga batuan
dalam menompang bangunan yang didirikan di atasnya. Lebih jauh lagi, ada ilmu mekanika
tanah dalam jurusan teknik sipil. Ada penyelidikan keadaan tanah mulai dari kontur hingga
penyelidikan laboratorium.
3. Manajemen Konstruksi
Cabang inilah yang sangat penting dalam perusahaan konstruksi atau kontraktor.
Manajemen ini sangat berkaitan dengan ekonomi, maka mahasiswa teknik sipil juga akan
belajar bagaimana membuat Rancangan Anggaran Biaya (RAB), penjadwalan pekerjaan,
pengembalian modal, biaya proyek hingga hal-hal yang berkaitan dengan hukum dan
perizinan.
4. Hidrologi
Cabang ilmu satu sangat terpakai dalam membangun bendungan, kanal, waduk dan lainnya.
Di dalamnya terdapat pelajaran mengenai curah hujan, debit air sungai, tekanan air dan
sebagainya.
5. Teknik Lingkungan
Teknik lingkungan mencakup permasalahan lingkungan seperti AMDAL, air bersih, limbah
dan sebagai macamnya. Pada saat ini ilmu teknik lingkungan juga sudah berkembang sendiri,
terdapat beberapa jurusan teknik lingkungan di berbagai kampus di Indonesia. Namun pada
dasarnya, ilmu ini adalah bagian dari ilmu teknik sipil.
6. Transformasi
Mencakup sistem transportasi, perencanaan dan pengelolaannya. Macet di jalanan itu juga
bagian kajian insinyur teknik sipil lho.
7. Informasi Teknik Sipil
Berkaitan dengan pemetaan wilayah atau perencanaan menggunakan perangkat lunak.
Mainan dari cabang baru ini seperti CAD dan GIS (geographic information system).

Berbeda dengan arsitektur

Tak sedikit juga orang yang bingung mengenai beda jurusan teknik sipil dan arsitektur. Ilmu
arsitektur sendiri hanya mempelajari bentuk atau desain dari bangunan, yang diutamakan
adalah keindahan dan filosofi bangunan. Sementara jurusan teknik sipil lebih luas kepada
bagaimana perencanaan bangunan dari awal hingga selesai dibuat. Bahkan termasuk
manajemen proyek pengerjaannya. Seorang arsitek bisa bekerja sama dengan insinyur teknik
mesin untuk mewujudkan bangunan yang telah didesainnya, karena arsitek itu sendiri tidak
bisa merencanakan pembuatan bangunan sehebat apapun dia menggambar.

Banyak juga mahasiswa perempuannya


Fakultas teknik itu memang terkenal dengan cowok-cowoknya yang bejibun, tapi bukan
berarti tak ada cewek lho. Nah, jurusan teknik sipil adalah salah satu yang memiliki banyak
mahasiswi (setidaknya dibanding teknik mesin). Jadi, buat kamu yang cewek tidak perlu
khawatir jika ingin masuk jurusan satu ini.

Apakah kuliah di jurusan teknik sipil itu sulit?

Pertanyaan satu ini kerap dilontarkan oleh banyak orang. Pada dasarnya pelajaran apapun
akan sulit kalau kita tidak mau menyeriuskannya. Kalau belajar dengans serius ya bisa
gampang. Di teknik sipil sendiri tidak terlalu sulit pelajarannya, yang sulit adalah mengatur
waktu dengan baik untuk bisa mengerjakan seabrek tugas dan proyek yang diberikan dosen
dan laboratorium.

Prospek kerja yang luas

Sejauh manusia masih butuh infrastruktur dan jalanan masih digunakan, kebutuhan akan
lulusan jurusan satu ini tidak akan habis. Seorang lulusan teknik sipil bisa bekerja di instansi
pemerintah seperti Kementerian Pekerjaan Umum, atau di beberapa BUMN seperti Waskita,
Wika, Nindya dan sebagainya. Bisa juga bekerja di perusahaan konstruksi milik swasta dan
sebagainya.

Tentu saja berbeda dengan tukang biasa

Terakhir, sebelum tulisan ini ditutup, kita semua perlu benar-benar memahami bahwa lulusan
teknik sipil itu beda jauh dengan tukang. Mereka memang sama-sama mengerjakan
bangunan, tapi tukang langsung mengaduk semen, menyusun bata dan sebagainya, kalau
insinyur teknik sipil hanya mengawasi orang yang mengerjakan hal itu. Tukang bekerja
berdasarkan pengalaman dan pengetahuan seadanya. Insinyur teknik sipil bekerja matang
dengan rencana karena keilmuannya. Jadi, beda banget lho ya.

Intip juga: 25 Jurusan dengan Gaji Tertinggi di Dunia

Nah, itulah tadi sekilas pengenalan jurusan teknik sipil. Jurusan ini sangat cocok bagi kamu
yang ingin menjadi seorang profesional di bidang rekayasa atau teknik. Tapi, alangkah lebih
baik kamu memperkuat pemahamanmu mengenai ilmu fisika dan matematika karena kedua
ilmu itu akan sangat penting dalam ilmu teknik sipil ini. Semoga artikelnya bermanfaat.
Jangan lupa dikomentari dan dibagikan.

1. Pengertian Standar Sarana dan Prasarana Pendidikan


Sarana adalah perlengkapan pembelajaran yang dapat dipindah-pindah.

Standar sarana adalah sarana yang diperlukan untuk menunjang proses


pembelajaran, termasuk di dalamnya buku-buku Panduan Belajar, penggunaan
teknologi informasi /komunikasi, dll.

Standar sarana dan prasarana adalah Standar nasional pendidikan yang berkaitan
dengan kriteria minimal tentang ruang belajar, tempat berolahraga, tempat
beribadah, perputakaan, laboratorium,bengkel kerja, tempat bermain, tempat
berkreasi dan berrekreasi, serta sumber belajar lain, yang diperlukan untuk
menunjang proses pembeljaran termasuk penggunaan tehnologi informasi dan
komonikasi.

Ada lima faktor penting yang harus ada pada proses belajar mengajar yaitu: guru,
murid, tujuan, materi dan waktu. Ketidak adaan salah satu faktor saja dari faktor
tersebut, maka tidak mungkin terjadi proses belajar mengajar. Dengan 5 faktor
tersebut, proses belajar mengajar dapat dilaksanakan walaupun kadang-kadang
dengan hasil yang minimal pula. Hasil tersebut dapat ditingkatkan apabila ada
sarana penunjang, yaitu faktor fasilitas/Sarana dan Prasarana Pendidikan.

“Sarana adalah segala sesuatu yang dapat dipakai sebagai alat dalam mencapai
maksud atau tujuan; alat; media”.1 Menurut E. Mulyasa, “Sarana pendidikan adalah
peralatan dan perlengkapan yang secara langsung dipergunakan dan menunjang
proses pendidikan, khususnya proses belajar, mengajar, seperti gedung, ruang kelas,
meja kursi, serta alat-alat dan media pengajaran”.

Sarana pendidikan merupakan sarana penunjang bagi proses belajar-mengajar.


Menurut Tim Penyusun Pedoman Pembakuan Media Pendidikan Departemen
Pendidikan dan Kebudayaan, yang dimaksud dengan: “Sarana pendidikan adalah
semua fasilitas yang diperlukan dalam proses belajar-mengajar, baik yang bergerak
maupun yang tidak bergerak agar pencapaian tujuan pendidikan dapat berjalan
dengan lancar, teratur, efektif dan efisien”.3

Jadi, dapat disimpulkan bahwa yang dimaksud sarana pendidikan adalah semua
fasilitas yang secara langsung dan menunjang proses pendidikan, khususnya proses
belajar mengajar, baik yang bergerak maupun yang tidak bergerak agar pencapaian
tujuan pendidikan dapat berjalan dengan lancar, teratur, efektif dan efesien.

Sedangkan pengertian prasarana secara etimologis (arti kata) prasarana berarti alat
tidak langsung untuk mencapai tujuan. Dalam pendidikan misalnya : lokasi/tempat,
bangunan sekolah, lapangan olah raga, uang dan sebagainya. Sedang sarana seperti
alat langsung untuk mencapai tujuan pendidikan, misalnya : ruang, buku,
perpustakaan, laboratorium dan sebagainya.4

Sedangkan menurut Ibrahim Bafadal bahwa “prasarana pendidikan adalah semua


perangkat kelengkapan dasar yang secara tidak langsung menunjang pelaksanaan
proses pendidikan di sekolah”.

Jadi, dapat disimpulkan bahwa yang dimaksud dengan prasarana pendidikan adalah
fasilitas yang secara tidak langsung menunjang jalannya proses pendidikan atau
pengajaran, seperti halaman, kebun, taman sekolah, jalan menuju sekolah, tetapi
dimanfaatkan secara langsung untuk proses belajar mengajar, seperti taman sekolah
untuk pengajaran biologi, halaman sekolah sebagai sekaligus lapangan olah raga,
komponen tersebut merupakan sarana pendidikan.

2. Jenis-jenis Sarana dan Prasarana Pendidikan


Fasilitas atau benda-benda pendidikan dapat ditinjau dari fungsi, jenis atau sifatnya,
yaitu:
1. Ditinjau dari fungsinya terhadapa kegiatan pembelajaran , prasarana pendidikan
berfungsi tidak langsung (kehadirannya tidak sangat menentukan). Sedangkan
sarana pendidikan berfungsi langsung (kehadirannya sangat menentukan) terhadap
berlangsungnya pembelajaran.
2. Ditinjau dari jenisnya, fasilitas pendidikan dapat dibedakan menjadi fasilitas fisik
dan fasilitas nonfisik.
3. Ditinjau dari sifat barangnya, benda-benda pendidikan dapat dibedakan menjadi
barang bergerak dan barang tidak bergerak, yang kesemuanya dapat mendukung
pelaksanaan tugas.

3. Macam-macam Standar Sarana dan Prasarana Pendidikan


Adapun macam-macam Sarana dan Prasarana yang di perlukan di sekolah demi
kelancaran dan keberhasilan kegiatan proses pendidikan sekolah adalah :
a. Ruang kelas: tempat siswa dan guru melaksanakan proses kegiatan belajar
mengajar.
b. Ruang perpustakaan: tempat koleksi berbagai jenis bacaan bagi siswa dan dari
sinilah siswa dapat menambah pengetahuan.
c. Ruang laboratorium ( tempat praktek) : tempat siswa mengembangkan
pengetahuan sikap dan keterampilan serta tempat meneliti dengan menggunakan
media yang ada untuk memecahkan suatu masalah atau konsep pengetahuan .
d. Ruang keterampilan adalah tempat siswa melaksanakan latihan mengenai
keterampilan tertentu.
e. Ruang kesenian: adalah tempat berlangsungnya kegiatan-kegiatan seni
f. Fasilitas olah raga: tempat berlangsungnya latihan-latihan olahraga.

3. Pemeliharaan Sarana dan Prasarana


Untuk menyempurnakan pelaksanaan administrasi Sarana dan Prasarana para ahli
menyarankan beberapa pedoman pelaksanaan administrasinya, diantaranya adalah
sebagai berikut :
a. Kepala sekolah tidak terlalu menyibukkan diri secara langsung dengan urusan
pelaksanaan administrasi Sarana dan Prasarana pengajaran.
b. Melakukan sistem pencatatan yang tepat sehingga mudah di kerjakan.
c. Senantiasa di tinjau dari segi pelayanan untuk turut memperlancar pelaksanaan
program pengajaran.

Adapun masalah yang sering timbul dalam pemeliharaan Sarana dan Prasarana di
sekolah adalah pengrusakan yang di lakukan oleh siswa –siswa di sekolah itu sendiri.
Namun ada beberapa upaya yang bisa di lakukan dalam menangani masalah
tersebut diantaranya adalah :
a. Membangkitkan rasa memiliki sekolah pada siswa –siswi
b. Sarana dan prasarana sekolah di siapkan yang prima sehingga tidak mudah di
rusak
c. Membina siswa untuk disiplin dengan cara yang efektif dan di terima oleh semua
siswa .
d. Memupuk rasa tanggung jawab kepada siswa untuk menjaga dan memelihara
keutuhan dari sarana dan prasarana sekolah yang ada.

Koordinasi dalam mengelola dan memelihara sarana dan prasarana sekolah agar
tetap prima adalah tugas utama dari administrator , oleh karena itu para petugas
yang berhubungan dengan sarana dan prasarana sekolah bertanggung jawab
langsung kepada kepala sekolah Adapun kebijaksanaan yang di perlukan dalam
memelihara dan mengelola sarana dan prasarana sekolah adalah :
a. Membina hubungan kerja sama yang baik dengan petugas
b. Memimpin kerja sama dengan staf yang membantu petugas.
c. Memberikan pelatihan pada petugas untuk peningkatan kerjanya.
d. Mengawasi pembaharuan dan perbaikan sarana dan prasarana
e. Mengadakan inspeksi secara periodik dan teliti terhadap sarana dan prasarana.

3. Prinsip dan tata tertib.


Setiap sekolah memiliki prinsip-prinsip dan tata tertib mengenai penggunaan dan
pemeliharaan sarana dan prasarana sekolah, hal itu bertujuan untuk mempermudah
administrator dalam mengawasi dan mengatur sarana dan prasarana yang ada di
sekolah tersebut.

4. Hubungan Antara Sarana dan prasarana dengan Program Pengajaran


Jenis peralatan dan perlengkapan yang di sediakan di sekolah dan cara-cara
pengadministrasiannya mempunyai pengaruh besar terhadap proses belajar
mengajar. Persediaan yang kurang dan tidak memadai akan menghambat proses
belajar mengajar , demikian pula administrasinya yang jelek akan mengurangi
kegunaan alat-alat dan perlengkapan tersebut, sekalipun peralatan dan
perlengkapan pengajaran itu keadaannya istimewa. Namun yang lebih penting dari
itu semua adalah penyediaan sarana di sekolah di sesuaikan dengan kebutuhan anak
didik serta kegunaan hasilnya di masa mendatang.

5. Pemeliharaan Sarana dan Prasarana Pendidikan


Pemeliharaan merupakan kegiatan penjagaan atau pencegahan dari kerusakan
suatu barang, sehingga barang tersebut selalu dalam kondisi baik dan siap pakai.
Pemeliharaan dilakukan secara continue terhadap semua barang-barang inventaris
kadang-kadang dianggap sebagai suatu hal yang sepele, padahal pemeliharaan ini
merupakan suatu tahap kerja yang tidak kalah pentingnya engan tahap-tahap yang
lain dalam administrasi sarana dan prasarana. Sarana dan prasarana yang sudah
dibeli dengan harga mahal apabila tidak dipelihara maka tidak dapat dipergunakan.

Pemeliharaan dimulai dari pemakai barang, yaitu dengan berhati-hati dalam


menggunakannya. Pemeliharaan yang bersifat khusus harus dilakukan oleh petugas
professional yang mempunyai keahlian sesuai dengan jenis barang yang
dimaksud.Pelaksanaan barang inventaris meliputi:
a. Perawatan
b. Pencegahan kerusakan
c. Penggantian ringan

Pemeliharaan berbeda dengan rehabilitasi, rehabilitasi adalah perbaikan berskala


besar dan dilakukan pada waktu tertentu saja.
 DAFTAR PUSTAKA

Soetjipto, Prof. Profesi Keguruan. Rineka Cipta. Jakarta. 2004


Http://Media.Diknas.Go.Id
Oteng, Sutisna. Administrasi Pendidikan. Penerbit Angkasa. Bandung. !985
Burhanuddin, Yusak. Administrasi Pendidikan. Pustaka Setia. Bandung. 2005
Yusak Burhanudin. Aministrasi Pendidikan. Bab III, Hlm 77.
Http://Media.Diknas.Go.Id
Sutisno, Oteng. Administrasi Pendidikan. Bab II. Hlm 33.
Ibid…. Hlm 53.
Prof. Soetjipto. Profesi Keguruan. Bab VII. Hlm 172.
 http://ninukdwiwuriyani.blogspot.co.id/2010/01/standar-sarana-dan-prasarana-
pendidikan.html

Pengertian Laboratorium
Laboratorium (disingkat lab) adalah tempat riset ilmiah, eksperimen, pengukuran ataupun
pelatihan ilmiah dilakukan. Laboratorium biasanya dibuat untuk memungkinkan
dilakukannya kegiatan-kegiatan tersebut secara terkendali (Anonim, 2007). Sementara
menurut Emha (2002), laboratorium diartikan sebagai suatu tempat untuk mengadakan
percobaan, penyelidikan, dan sebagainya yang berhubungan dengan ilmu fisika, kimia, dan
biologi atau bidang ilmu lain.
Pengertian lain menurut Sukarso (2005), laboratorium ialah suatu tempat dimana dilakukan
kegiatan kerja untuk mernghasilkan sesuatu. Tempat ini dapat merupakan suatu ruangan
tertutup, kamar, atau ruangan terbuka, misalnya kebun dan lain-lain.
Berdasarkan definisi tersebut, laboratorium adalah suatu tempat yang digunakan untuk
melakukan percobaan maupun pelatihan yang berhubungan dengan ilmu fisika, biologi, dan
kimia atau bidang ilmu lain, yang merupakan suatu ruangan tertutup, kamar atau ruangan
terbuka seperti kebun dan lain-lain.

2.2. Fungsi Laboratorium


Menurut Sukarso (2005), secara garis besar laboratorium dalam proses pendidikan adalah
sebagai berikut:
1. Sebagai tempat untuk berlatih mengembangkan keterampilan intelektual melalui kegiatan
pengamatan, pencatatan dan pengkaji gejala-gejala alam.
2. Mengembangkan keterampilan motorik siswa. Siswa akan bertambah keterampilannya
dalam mempergunakan alat-alat media yang tersedia untuk mencari dan menemukan
kebenaran.
3. Memberikan dan memupuk keberanian untuk mencari hakekat kebenaran ilmiah dari
sesuatu objek dalam lingkungn alam dan sosial.
2.1.
4. Memupuk rasa ingin tahu siswa sebagai modal sikap ilmiah seseorang calon ilmuan.
5. Membina rasa percaya diri sebagai akibat keterampilan dan pengetahuan atau penemuan
yang diperolehnya.
Lebih jauh dijelaskan dalam Anonim (2003), bahwa fungsi dari laboratorium adalah sebagai
berikut :
1. Laboratorium sebagai sumber belajar
Tujuan pembelajaran fisika dengan banyak variasi dapat digali, diungkapkan, dan
dikembangkan dari laboratorium. Laboratorium sebagai sumber untuk memecahkan masalah
atau melakukan percobaan. Berbagai masalah yang berkaitan dengan tujuan pembelajaran
terdiri dari 3 ranah yakni: ranah pengetahuan, ranah sikap, dan ranah keterampilan/afektif.
2. Laboratorium sebagai metode pembelajaran
Di dalam laboratorium terdapat dua metode dalam pembelajaran yakni metode percobaan dan
metode pengamatan

3. Laboratorium sebagai prasarana pendidikan


Laboratorium sebagai prasarana pendidikan atau wadah proses pembelajaran. Laboratorium
terdiri dari ruang yang dilengkapi dengan berbagai perlengkapan dengan bermacam-macam
kondisi yang dapat dikendalikan, khususnya peralatan untuk melakukan percobaan.

2.3. Peranan Laboratorium Sekolah


Berdasarkan Kurikulum Tingkat Satuan Pendidikan (KTSP) guru fisika sangat dituntut dalam
kreatifitas membuat alat-alat sederhana yang mampu menjelaskan teori dan konsep fisika,
sesuai dengan peralatan yang ada dan kondisi daerahnya agar tervisualisasi sehingga mudah
dipahami dan dimengerti siswanya. Untuk itu peranan laboratorium fisika menjadi sangat
penting, karena laboratorium merupakan pusat proses belajar mengajar untuk mengadakan
percobaan, penyelidikan atau penelitian (Ar1, 2007).
Adapun peranan laboratorium sekolah antara lain :
1. Laboratorium sekolah sebagai tempat timbulnya berbagai masalah sekaligus sebagai
tempat untuk memecahkan masalah tersebut.
2. Laboratorium sekolah sebagai tempat untuk melatih keterampilan serta kebiasaan
menemukan suatu masalah dan sikap teliti.
3. Laboratorium sekolah sebagai tempat yang dapat mendorong semangat peserta didik untuk
memperdalam pengertian dari suatu fakta yang diselidiki atau diamatinya.
4. Laboratorium sekolah berfungsi pula sebagai tempat untuk melatih peserta didik bersikap
cermat, bersikap sabar dan jujur, serta berpikir kritis dan cekatan.
5. Laboratorium sebagai tempat bagi para peserta didik untuk mengembangkan ilmu
pengetahuannya (Emha, 2002).

2.4 Pengelolaan Laboratorium


Selama ini pengelolaan laboratorium sekolah belum dapat dilakukan sebagaimana mestinya.
Bahkan terkesan ruang laboratorium yang dibangun tidak berfungsi. Tidak sedikit ruangan
yang dibangun bagi kegaiatan laboratorium sekolah ada yang berubah fungsi. Tentu saja hal
tersebut sangat disayangkan dan merugikan.
Banyak faktor-faktor yang menyebabkan bergesernya laboratorium sebagai tempat untuk
mengamati, menemukan, dan memecahkan suatu masalah manjadi ruang kelas ataupun
gudang, antara lain :
1. Kurangnya kemampuan dalam mengelola laboratorium sekolah.
2. Kurangnya pemahaman terhadap makna dan fungsi laboratorium sekolah serta
implikasinya bagi pengembangan dan perbaikan sistem pembelajaran IPA. Ironisnya
keberadaan laboratorium sekolah dianggap membebani sehingga jarang dimanfaatkan sebagai
mana mestinya.
3. Terbatasnya kemampuan guru dalam penguasaan mata pelajaran.
4. belum meratanya pengadaan dan penyebaran alat peraga Kit IPA sehingga menyulitkan
bagi pusat kegiatan guru untuk menjalankan fungsi pembinaannya kepada para guru (Emha,
2002).
Berdasarkan hasil pemantauan Direktorat Pendidikan Menengah Umum dan Inspektorat
Jendral dalam Anonim (2003), Laboratorium IPA-Fisika yang pemanfaatan dan
pengelolaannya sebagai sumber belajar yang belum optimal atau tidak digunakan disebabkan
oleh berbagai faktor antara lain:
1. Kemampuan dan penguasaan guru terhadap peralatan dan pemanfaatan bahan praktek
masih belum memadai
2. Kurang memadai baik secara kualitas maupun kuantitas tenaga laboratorium
3. Banyak alat-alat laboratorium dan bahan yang sudah rusak yang belum diadakan kembali
4. Tidak cukupnya/terbatasnya alat-alat dan bahan mengakibatkan tidak setiap siswa
mendapat kesempatan belajar untuk mengadakan eksperimen.

2.5 Kelengkapan Alat Dan Bahan


Hal ini menuntut para guru fisika membuat lembar kerja siswa yang merangsang siswa untuk
bekerja dan mencoba menemukan teori, konsep, rumus fisika sederhana, sehingga mereka
dilatih untuk menjadi peneliti-peneliti muda.
Dalam proses belajar mengajar diperlukan berbagai peralatan yang memadai untuk
menunjang kelancaran pelaksanaan kegiatan belajar mengajar. Dalam hal ini alat peraga
mempunyai peranan yang sangat penting bahkan dapat menentukan berhasil atau tidaknya
kegiatan proses belajar mengajar. Secara garis besar alat peraga, ada yang mudah dibuat dan
ada yang sukar dibuat. Alat yang mudah dibuat dinamakan alat peraga sederhana karena
dapat menggunakan bahan murah dan mudah didapat dari lingkungan sekitar dan dapat pula
dibuat sendiri oleh guru atau bersama-sama dengan peserta didik. Penggunaan dan
pembuatan alat peraga sederhana dapat merangsang kreativitas para guru atau peserta didik
untuk mengembangkan kemampuannya dalam membuat alat peraga, sedangkan alat yang
sukar akan dibuatkan oleh instansi yang memerlukan dan kemudian disebarkan ke sekolah
(Emha, 2002).
Adapun administrasi alat praktek IPA menurut sukarso (2005), terdiri dari beberapa bagian
antara lain :
1. Kartu stok adalah untuk mengetahui jumlah alat/bahan yang tersedia di laboratorium dan
tempat penyimpanannya
2. Buku inventaris, memuat catatan tentang jumlah semua macam barang yang ada di
laboratorium termasuk perabot laboratorium
3. Daftar alat/bahan sesuai LKS
4. Buku harian kegiatan laboratorium berguna untuk merekam semua kejadian dalam
kegiatan laboratorium
5. Label, memuat kode alat, nama alat dan jumlah alat dan keterangan mengenai kondisi alat
tersebut
6. Format permintaan alat/bahan, biasanya diisi oleh guru bila akan melaksanakan kegiatan
laboratorium dan diberikan kepada laboran sebelum kegiatan dilakukan
7. Jadwal kegiatan laboratorium.
2.6 Pelaksanaan Kegiatan Praktikum Fisika
Untuk melaksanakan kegiatan di laboratorium fisika perlu perencanaan yang sistematis agar
dapat dicapai tujuan pembelajaran secara optimal. Kegiatan praktikum fisika dapat
dilaksanakan di dalam laboratorium atau di luar laboratorium (di lapangan), tergantung pada
kepentingannya di dalam membahas konsep dan subkonsep. Dalam hal ini guru fisika dengan
pertimbangannya dapat mengetahui alat mana yang dapat di bawa ke lapangan dan mana
yang harus ada di laboratorium atau tidak mungkin di bawa ke luar.
Dalam anonim (2003), Langkah-langkah praktis pelaksanaan kegiatan laboratorium fisika
adalah sebagai berikut :
1. Guru Fisika pada awal tahun pelajaran dan semester sebaiknya menyusun program
semester yang ditanda tangani oleh kepala sekolah. Tujuannya untuk mengidentifikasi
kebutuhan alat/bahan serta menyusun jadwal dan untuk keperluan supervisi bagi kepala
sekolah.
2. Setiap akan melaksanakan kegiatan laboratorium, guru sebaiknya mengisi format
permintaan/peminjaman alat/bahan kemudian diserahkan kepada penanggung jawab teknis
laboratorium atau laboran. Ini diperlukan untuk mempersiapkan alat/bahan serta mengecek
fungsi tiap-tiap alat.
3. Di laboratorium, guru tidak hanya memberikan bimbingan kepada siswa untuk melakukan
eksperimen, tetapi guru dapat pula menyampaikan konsep atau subkonsep non eksperimen,
yang memerlukan alat bantu, misalnya cara menggunakan osiloskop.
4. Kegiatan di lapangan juga dapat dilakukan yang merupakan laboratorium alam. Dalam
melaksanakan kegiatan di laboratorium alam ini adalah untuk menyampaikan atau
menerapkan aplikasi-aplikasi dari materi fisika dalam kehidupan sehari-hari. Guru harus
sudah menyiapkan fasilitas, alat seadanya ataupun siap memberikan pemahan konsep tentang
aplikasi dari materi.
Kegiatan praktikum fisika dapat dan seharusnya dilaksanakan di laboratorium, baik
laboratorium yang disiapkan terlebih dahulu yang dilengkapi dengan segala macam peralatan
yang dibutuhkan untuk praktik, dapat pula di laboratorium alam yang memiliki fasilitas
seadanya sesuai dengan alam yang ada disekitar sekolah. Laboratorium ini diharapkan dapat
menempatkan cara belajar fisika sebagaimana seharusnya yang akan dapat melibatkan siswa
belajar, baik secara langsung maupun tidak langsung. Sehingga siswa dapat lebih memahami
materi dibandingkan dengan pembelajaran biasa.

https://wanmustafa.wordpress.com/2011/06/12/pengertian-dan-fungsi-laboratorium/