Anda di halaman 1dari 25

KATA PENGANTAR

Puji syukur kami panjatkan kehadirat Tuhan Yang Maha Esa karena dengan rahmat dan

karunia-Nya lah kami dapat menyelesaikan makalah “Kewajiban Jangka Panjang” ini. Dan

juga kami berterima kasih pada Ibu Jeni Susanti, S.E.,M.Agb selaku Dosen mata kuliah

Akuntansi Keuangan 2 yang telah memberikan tugas ini kepada kami.

Kami sangat berharap makalah ini dapat berguna dalam rangka menambah wawasan

serta pengetahuan kita mengenai Kewajiban Jangka Panjang. Kami juga menyadari

sepenuhnya bahwa di dalam tugas ini terdapat kekurangan-kekurangan dan jauh dari apa yang

kami harapkan. Untuk itu, kami berharap adanya kritik, saran dan usulan demi perbaikan

dimasa yang akan datang, mengingat tidak ada sesuatu yang sempurna tanpa sarana yang

membangun.

Semoga makalah ini dapat dipahami bagi siapapun yang membacanya. Sekiranya

makalah yang telah disusun ini dapat berguna bagi kami sendiri maupun orang yang

membacanya.

Jimbaran, Maret 2018

Penulis

i
DAFTAR ISI

KATA PENGANTAR ............................................................................................................................ i


DAFTAR ISI.......................................................................................................................................... ii
BAB I PENDAHULUAN ...................................................................................................................... 1
A. Latar Belakang ............................................................................................................................ 1
B. Rumusan Masalah ....................................................................................................................... 2
BAB II LANDASAN TEORI ............................................................................................................... 3
A. Pengertian ................................................................................................................................... 3
1. Utang ....................................................................................................................................... 3
2. Utang Jangka Panjang (Long Term Liabilities) ...................................................................... 3
B. Jenis-Jenis Utang Jangka Panjang............................................................................................... 3
C. Bagian-bagian Obligasi ............................................................................................................... 4
BAB III ISI ............................................................................................................................................ 8
1. Pencatatan Pengeluaran Obligasi ................................................................................................ 8
2. Prosedur Amortisasi Agio Dan Disagio Obligasi ..................................................................... 10
3. Pencatatan Utang Obligasi ........................................................................................................ 12
4. Pelunasan Obligasi Sebelum Jatuh Tempo ............................................................................... 15
5. Obligasi Berseri ........................................................................................................................ 16
6. Pelunasan Obligasi Berseri Sebelum Saat Jatuh Tempo ........................................................... 16
7. Prosedur Amortisasi Agio Atau Disagio Obligasi Berseri Jika Tahun Buku Tidak Sama
Dengan Tahun Obligasi ............................................................................................................ 18
8. Pertukaran Obligasi ................................................................................................................... 19
9. Pelunasan Pengeluaran Dengan Menggunakan Dana Yang Diperoleh Dari Pengeluaran
Obligasi Baru ............................................................................................................................ 20
BAB IV SIMPULAN.......................................................................................................................... 22
DAFTAR PUSTAKA .......................................................................................................................... 23

ii
BAB I
PENDAHULUAN

A. Latar Belakang
Utang akuntansi merupakan bagian dari sebuah perusahaan. Utang dalam
perusahaan ada dan tumbuh karena adanya aktivitas di dalam perusahaan seperti
misalnya terjadi pembelian secara kredit dalam perusahaan A. Jadi, satu hal yang dapat
dipastikan dari hutang ini adalah bahwa setiap perusahaan pasti memiliki hutang.
Walaupun hampir semua perusahaan memiliki hutang, besarnya hutang yang dimiliki
oleh satu perusahaan tidak akan sama dengan perusahaan lainnya. Besarnya hutang
yang dimiliki biasanya berdasarkan besarnya permasalahan yang dihadapi perusahaan
dalam masalah keuangannya. Semakin besar jumlah keuangan yang dibutuhkan akan
semakin besar pula beban yang dimiliki oleh suatu perusahaan untuk melunasinya.

Salah satu permasalahan yang dihadapi perusahaan memiliki tanggungan hutang


yang besar adalah sistem pengembalian hutang tersebut. Sistem pengembalian hutang
harus diperhitungkan dengan matang. Jika tidak, sudah pasti keuangan perusahaan
menjadi tidak stabil dan kemungkinan keterpurukan ekonomi perusahaan akan terjadi.
Apabila sudah seperti ini munculnya permasalahan baru dalam perusahaan akan sangat
mungkin terjadi.

Utang juga sering disebut sebagai sumber dana atau sumber modal yang
didapatkan dari pemberi utang atau kreditor. Berdasarkan cara dan waktu pelunasannya,
utang dalam akuntansi dibagi menjadi 2 jenis yaitu Utang Jangka Pendek (Current
Liabilities) dan Utang Jangka Panjang (Long Term Liabilities). Dalam paper ini, akan
dibahas mengenai Utang Jangka Panjang (Long Term Liabilities).

Utang Jangka Panjang (Long Term Liabilities) umumnya timbul apabila


perusahaan membutuhkan tambahan dana. Apabila dana ini akan digunakan untuk
investasi dalam aktiva tetap yang akan memberikan hasil dalam jangka panjang seperti
misalnya untuk pembuatan gedung atau pembelian mesin, maka dana yang dibutuhkan
diperoleh dari hutang jangka panjang atau modal sendiri. Nilai perusahaan ditentukan
oleh struktur modal. Semakin tinggi proporsi hutang, maka semakin tinggi harga saham.
Namun, pada titik tertentu peningkatan hutang akan menurunkan nilai perusahaan
karena manfaat yang diperoleh dari penggunaan utang lebih kecil dari daripada biaya
1
yang ditimbulkan. Utang jangka panjang merupakan kewajiban yang dapat dibayar
lebih dari 1 tahun. Para pemilik perusahaan lebih suka menciptakan hutang pada tingkat
tertentu yang menaikkan nilai perusahaan.

B. Rumusan Masalah
1. Apa yang dimaksud dengan utang dan utang jangka panjang?
2. Apa saja jenis-jenis utang jangka panjang?
3. Bagaimana cara pencatatan pengeluaran obligasi dengan cara:
a. Yang dicatat hanya obligasi yang terjual
b. Obligasi yang terjual dan yang belum terjual dicatat
4. Bagaimana cara menghitung amortisasi agio dan disagio dengan metode garis
lurus dan agio dengan metode bunga efektif?
5. Bagaimana cara pencatatan utang obligasi?
6. Bagaimana penarikan obligasi sebelum saat jatuh tempo?
7. Bagaimana cara penghitungan amortisasi dengan metode obligasi beredar?
8. Bagaimana cara menghitung agio yang dibatalkan?
9. Bagaimana cara menghitung amortisasi agio atau disagio obligasi berseri jika
tahun buku tidak sama dengan tahun obligasi?
10. Bagaimana cara mencatat jurnal saham yang dikeluarkan untuk menukar
obligasi dengan:
a. Laba-rugi pertukaran obligasi diakui
b. Laba-rugi pertukaran obligasi tidak diakui
11. Bagaimana prosedur pencatatan terhadap disagio dan biaya penjualan dengan:
a. Disagio yang belum diamortisasi dibebankan sebagai kerugian
b. Disagio yang belum diamortisasi ditangguhkan pembebanannya

2
BAB II
LANDASAN TEORI

A. Pengertian
1. Utang
Dalam ilmu teori akuntansi, utang didefinisikan sebagai pengorbanan
ekonomis dimasa yang akan datang yang dilakukan oleh perusahaan dalam bentuk
penyerahan aktiva, jasa, sebagai akibat dari transaksi atau peristiwa masa lalu.
Pengorbanan ekonomis artinya penyerahan (yang harus dikeluarkan) oleh
perusahaan dalam bentuk aktiva atau jasa (jasa bisa berarti pesanan yang belum
dipenuhi namun sudah menerima pembayarannya). Sedangkan yang dimaksud
dengan transaksi masa lalu adalah transaksi yang dilakukan oleh perusahaan hingga
menyebabkan utang tersebut ada. Contohnya yaitu peminjaman ke pihak bank atau
pihak lain, menerima pesanan dengan uang muka, dan lain sebagainya.

2. Utang Jangka Panjang (Long Term Liabilities)


Utang Jangka Panjang (Long Term Liabilities) merupakan kewajiban pada
pihak tertentu yang wajib dilunasi dengan jangka waktu lebih dari 1 periode
akuntansi (1 tahun) dihitung sejak tanggal pembuatan neraca per 31 Desember atau
akan dilunasi dari sumber-sumber yang bukan dari kelompok aktiva lancar. Utang
jangka panjang biasanya timbul karena adanya kebutuhan dana untuk pembelian
tambahan aktiva tetap,kenaikan jumlah tenaga kerja permanen, membeli
perusahaan lain atau mungkin juga untuk melunasi utang-utang yang lain.

B. Jenis-Jenis Utang Jangka Panjang


1. Utang Hipotek

Utang hipotek adalah utang jangka panjang dengan jaminan aktiva tetap.
Biasanya ada 4 pencatatan pada hutang hipotek, diantaranaya adalah :

1. Jurnal Pada Saat Penutupan Hipotek


2. Jurnal Penyesuaian Utang Hipotek
3. Jurnal Pembalik Utang Hipotek
4. Jurnal Pada Saat Membayar Angsuran Utang Hipote

2. Utang Obligasi

3
Utang Obligasi adalah utang yang diperoleh melalui penjualan surat
obligasi. Apabila perusahaan membutuhkan tambahan modal kerja tetapi tidak
dapat melakukan emisi saham baru, dapat dipenuhi dengan cara utang jangka
panjang. Dalam hal sulit mencari utang yang jumlahnya besar dari satu sumber,
perusahaan dapat mengeluarkan surat obligasi. Surat obligasi ini akan dapat
dijual bila reputasi perusahaan perusahaan cukup baik dan dipandang akan
dapat tetap berdiri selama jangka waktu beredarnya obligasi tersebut. Harga jual
obligasi tergantung pada tarif bunga obligasi. Semakin besar bunganya, harga
jual obligasi tersebut akan semakin tinggi dan sebaliknya semakin rendah
tingkat bunga obligasi tersebut semakin rendah pula harga jual obligasi.
Pengeluaran obligasi dari suatu perusahaan dapat dilakukan dengan cara
penjualan langsung atau melalui lembaga-lembaga keuangan.

C. Bagian-bagian Obligasi
1. Pencatatan Pengeluaran Obligasi
Obligasi yang dikeluarkan dicatat dalam rekeningnya sebesar nilai
nominal. Dalam hal harga jual obligasi tidak sama dengan nominal, selisihnya
dicatat tersendiri yaitu bila dijual di atas nominal selisihnya dicatat dalam
rekening agio obligasi, jika harga jualnya dibawah nilai nominal, selisihnya
dicatat dalam rekening disagio obligasi.
Pengeluaran obligasi dapat dicatat dengan dua cara yaitu :
a. Yang dicatat hanya obligasi terjual atau
b. Obligasi yang terjual dan yang belum terjual dicatat
2. Prosedur Amortisasi Agio Dan Disagio Obligasi

Penjualan obligasi dengan harga yang lebih besar atau lebih kecil dari
nominalnya menimbulkan agio atau disagio obligaso. Agio atau disagio obligasi
merupakan kapitalisasi dari perbedaan tarif bunga obligasi dengan tinggat
bunga umum selama umur obligasi.

Amortisasi agio atau disagio obligasi dapat dilakukan dengan cara garis lurus
ataupun bunga efektif.

Bila obligasi dijual dibawah nilai nominal sehingga timbul disagio maka
perhitungan beban bunga periodik dan nilai buku obligasi dilakukan dengan cara
sebagai berikut.

Biaya bunga = Bunga yang dibayarkan ditambah amortisasi disagio

4
Nilai buku obligasi = Nilai nominal dikurangi disagio yang belum
diamortisasi

Selain menggunakan metode garis lurus unruk amrtisasi agio atau disagio,
perusahaan dapat menggunakan metode bunga efektif. Bila digunakan metode
bunga efektif, maka biaya bunga efektif tiap periode tidak sama besarnya.

Bila obligasi dijual dengan disagio, perhitungan amortisasinya dilakukan


dengan cara yang sama seperti metode bunga relatif. Perbedaan yang ada adalah
sebagai berikut:

Debit biaya bunga = Namaa obligasi yang dibayar ditambah amortisasi disagio
Nilai buku obligasi = Nilai buku periode sebelumnya ditambah amortisasi
disagio
3. Pencatatan Utang Obligasi
Apabila obligasi dijual tidak tepat pada tanggal pembayaran bunga,
pembeli obligasi disamping membayar harga obligasi juga harus membayar
bunga berjalan sejak tanggal bunga terakhir sampai dengan tanggal penjualan
obligasi tersebut.
Amortisasi agio atau disagio dapat dicatat setiap bulan, setiap tanggal
pembayaran bunga atau setiap akhir periode dengan jurnal penyesuaian yang
lain.
4. Pelunasan Obligasi Sebelum Jatuh Tempo

Obligasi bisa ditarik untuk dibayar kembali sebelum saat jatuh


temponya. Selisih antara jumlah pelunasan dengan jumlah nilai buku obligasi
dicatat sebagai laba atau rugi karena penarikan obligasi. Nilai buku obligasi
adalah nilai nominal ditambah dengan agio yang belum diamortisasi atau
dikurangi dengan disagio yang belum diamortisasi.

Apabila terdapat biaya penjualan obligasi, maka biaya penjualan yang belum
diamortisasi juga dikurangkan pada nilai nominal obligasi. Laba atau rugi yang
timbul dari pelunasan obligasi, dimasukkan dalam elemen – elemen luar biasa
(extra ordinary).

Obligasi yang ditarik dari peredaran dapat dipisahkan menjadi 2, yaitu :

a) Obligasi yang ditarik dan tidak akan dijual kembali.


Dalam keadaan seperti ini, rekening utang obligasi didebit sebesar jumlah
nominal obligasi yang ditarik.

b) Obligasi yang ditarik nantinya akan dijual kembali.


Dalam keadaan seperti ini, pada waktu penarikan obligasi yang didebit adalah
rekening treasury bonds. Rekening treasury bonds ini bukannya rekening
aktiva, tetapi merupakan pengurang terhadap rekening utang obligasi.
Treasury bonds ini didebit dengan jumlah nilai nominal, jika obligasi dijual

5
lagi, maka rekening ini juga dikredit dengan jumlah nilai nominal. Selisih
antara nominal dengan jumlah uang yang diterima dalam penjualan treasury
bonds dicatat sebagai agio atau disagio.
5. Obligasi Berseri

Obligasi yang pelunasannya dilakukan dalam satu seri disebut obligasi


berseri. Disini saat jatuh tempo obligasi tidak bersamaan, tetapi urut dalam
jumlah-jumlah tertentu. Masalah pencatatan obligasi berseri timbul jika
obligasi ini dijual dengan agio atau disagio. Perhitungan amortisasi agio atau
disagio setiap periode akan menurun sesuai dengan penurunan jumlah utang
obligasi. Amortisasi agio atau disagio dari obligasi berseri bisa dilakukan
dengan cara garis lurus ataupun bunga efektif.

Agio obligasi diamortisasi dengan menggunakan suatu presentase yang di


hitung sebagi berikut :
Nominal obligasi yang beredar dalam periode itu
Persentase amortisasi = Jumlah nominal obligasi yang beredar seluruh periode

6. Pelunasan Obligasi Berseri Sebelum Saat Jatuh Tempo

Apabila obligasi berseri yang beredar ditarik untuk dilunasi sebelum


tanggal jatuh temponya maka agio atau disagio yang berhubungan dengan
obligasi yang ditarik tadi harus dibatalkan.

7. Prosedur Amortisasi Agio Atau Disagio Obligasi Berseri Jika Tahun


Buku Tidak Sama Dengan Tahun Obligasi
Jika obligasi berseri jatuh tempo pada tanggal yang berbeda dengan tahun
buku perusahaan, maka perhitungan amortisasi agio atau disagio harus
memperhatikan lamanya jangka waktu peredaran dalam tiap tahun.

8. Pertukaran Obligasi
Apabila terjdi pertukaran obligasi dengan saham, maka pada saat
pertukaran perlu dipertimbangkan adanya agio atau disagio obligasi yang
belum diamortisasi, karena agio atau disagio yang belum diamortisasi ini akn
mempengaruhi besarnya nilai buku obligasi.
Saham yang dikeluarkan untuk menukar obligasi bisa dicatat dengan
enggunakan salah satu cara dibawah ini:
1) Saham yang dikeluarkan nilainya dicatat sebesar harga pasar saham tersebut
pada tanggal pertukaran. Kalau ada selisih antara harga pasar saham dengan
nilai buku obligasi, dicatat sebagai laba atau rugi pertukaran obligasi.
2) Saham yang dikeluarkan nilainya dicatat sebesar nilai buku obligasi yang
ditukarkan. Jadi dalam cara ini tidak ada laba atau rugi karena pertukaran
obligasi.

6
9. Pelunasan Pengeluaran Dengan Menggunakan Dana Yang Diperoleh Dari
Pengeluaran Obligasi Baru
Obligasi yang jatuh tempo bisa dilunasi dengan dana yang tersedia dalam
perusahaan. Dana ini sumbernya bisa bermacam-macam seperti :
 Dari uang tunai (kas)
 Dari uang tunai yang berasal dari dana pelunasan obligasi (DPO)
 Dari uang yang diterima dengan mengeluarkan obligasi baru

Penggunaan salah satu dari ketiga sumber dana tersebut tidak


menimbulkan masalah baru dalam pencatatannya. Masalah yang timbul dalam
pelunasan obligasi dengan dana dari pengeluaran obligasi baru ialah apabila
terdapat disagio dan biaya penjualan obligasi lama yang belum diamortisasi.
Ada beberapa prosedur yang dapat digunakan untuk memperlakukan disagio
dan biaya penjualan obligasi lama yang belum diamortisasi
a) Disagio dan biaya penjualan yang belum diamortisasi dibebankan ke rugi/laba
sebagai kerugian (loss) pada saat pelunasan.
b) Disagio dan biaya penjualan yang belum diamortisasi akan diamortisasikan
selama sisa umur obligasi lama.
c) Disagio dan biaya penjualan yang belum diamortisasi akan diamortisasikan
selama umur obligasi baru.
Disagio dan biaya penjualan yang belum hanya dapat diamortisas
selama periode yang memperoleh manfaat dari disagio dan biaya penjualan
tersebut. Oleh karena itu amortisasinya paling lama juga selama sisa umur
obligasi yang lama. Sedangkan prosedur untuk membebankan disagio dan
biaya penjualan yang belum diamortisasi sebaga kerugian pada saat pelunasan
(a) dibenarkan karena disagio dan biaya penjualan itu sudah tidak memberikan
manfaat lagi, karena obligasinya sudah dilunas.

7
BAB III
ISI
1. Pencatatan Pengeluaran Obligasi
Pada tanggal 1 Januari 2005 PT Manophos merencanakan pengeluaran obligasi
sebesar Rp1.000.000,00 dengan bunga 10% per tahun. Obligasi akan dijual pada waktu
yang berbeda-beda tergantung pada kebutuhan uang. Misalnya transaksi penjualan
yang terjadi seperti dibawah ini, maka jurnal yang dibuat sebagai berikut :

a. Yang dicatat hanya obligasi terjual


Transaksi Jurnal
1 Januari 2005
Merencanakan
pengeluaran obligasi Tidak ada jurnal
10%, Rp1.000.000,00

1 April 2005 Kas Rp735.000,00


Obligasi nominal Utang obligasi Rp700.000,00
Rp700.000,00 dijual Agio obligasi 35.000,00
dengan kurs 105
18 Juli 2005 Kas Rp99.000,00
Obligasi nominal Disagio obligasi 1.000,00
Rp100.000,00 dijual Utang obligasi Rp100.000,00
dengan kurs 99%

b. Obligasi yang terjual ataupun belum terjual dicatat

1 Januari 2005
Merencanakan Obligasi yang belum terjual Rp1.000.000,00
pengeluaran obligasi 10%, Otorisasi utang obligasi Rp1.000.000,00
Rp1.000.000,00
1 April 2005
Obligasi nominal Kas Rp735.000,00
Rp700.000,00 dijual Obligasi yang belum terjual Rp700.000,00
dengan kurs 105 Agio obligasi 35.000,00

8
18 Juli 2005
Obligasi nominal Kas Rp99.000,00
Rp100.000,00 dijual Disagio obligasi 1.000,00
dengan kurs 99% Obligasi yang belum terjual Rp100.000,00
Jurnal ketika pencatatan agio atau disagio obligasi dilakukan pada waktu pesanan diterima :

a. Hanya obligasi yang terjual yang dicatat

1 Januari 2005
Merencanakan
pengeluaran obligasi Tidak ada jurnal
10%, Rp1.000.000,00
(@Rp 1.000,00)
1 Mei 2005
Diterima pesanan 200 Kas Rp735.000,00
lembar obligasi Piutang pesanan obligasi 121.200,00
dengan kurs 101. Obligasi yang belum terjual Rp200.000,00
Pembayaran pertama Agio obligasi 2.000,00
sebesar 40%
1 Juli 2015
Diterima uang sisa
pesanan 60% dari Kas Rp 40.450,00
obligasi sebanyak 75 Piutang pesanan obligasi Rp 40.450,00
lembar
= 60%x75xRp
1.010,00
= Rp 40.450,00
1 Juli 2015
75 lembar obligasi Utang obligasi dipesan Rp 75.000,00
diserahkan kepada Utang obligasi Rp 75.000,00
pesanan

9
b. Obligasi yang terjual ataupun yang belum terjusl dicatat

1 Januari 2005
Merencanakan pengeluaran Obligasi yg belum terjual Rp 1.000.000,00
obligasi 10%, Rp1.000.000,00 Otoritas utang obligasi Rp 1.000..000,00
(@Rp 1.000,00)
1 Mei 2005
Diterima pesanan 200 lembar Kas Rp 80.800,00
obligasi dengan kurs 101. Piutang pesanan obligasi 121.200,00
Pembayaran pertama sebesar Utang obligasi dipesan Rp 200.000,00
40% Agio obligasi 2.000,00
1 Juli 2015
Diterima uang sisa pesanan
60% dari obligasi sebanyak 75 Kas Rp 40.450,00
lembar Piutang pesanan obligasi Rp 40.450,00
= 60%x75xRp 1.010,00
= Rp 40.450,00
1 Juli 2015
75 lembar obligasi diserahkan Utang obligasi dipesan Rp 75.000,00
kepada pesanan Obligasi yg belum terjual Rp 75.000,00

2. Prosedur Amortisasi Agio Dan Disagio Obligasi


Misalnya PT Risa Fadila mengeluarkan obligasi nominal Rp1.000.000,00 umur
5 tahun, bunga 5% per tahun dibayar tiap setengah tahun. Obligasi tersebut dijual
dengan harga Rp1.050.000,00. Tabel perhitungan amortisasi obligasi nampak sebagai
berikut.

TABEL PERHITUNGAN AMORTISASI AGIO METODE GARIS LURUS

Pembayar Bunga yang Amortisasi


Tahun Agio Nilai Buku
an Bunga Dibayar (5% Agio 1/10 x Bunga Efektif
Ke Obligasi Obligasi
Ke x nominal) Rp50.000,00
Rp50.000,00 Rp1.050.000,00
1 1 Rp50.000,00 Rp5.000,00 Rp45.000,00 45.000,00 1.045.000,00
2 50.000,00 5.000,00 45.000,00 40.000,00 40.000,00
2 3 50.000,00 5.000,00 45.000,00 35.000,00 35.000,00
4 50.000,00 5.000,00 45.000,00 30.000,00 30.000,00

10
3 5 50.000,00 5.000,00 45.000,00 25.000,00 25.000,00
6 50.000,00 5.000,00 45.000,00 20.000,00 20.000,00
4 7 50.000,00 5.000,00 45.000,00 15.000,00 15.000,00
8 50.000,00 5.000,00 45.000,00 10.000,00 10.000,00
5 9 50.000,00 5.000,00 45.000,00 5.000,00 5.000,00
10 50.000,00 5.000,00 45.000,00 - -

Berikut ini contoh perhitungan amortisasi disagio. Misalnya PT Risa Fadila mengeluarkan
obligasi sebesar nominal Rp1.000.000,00. Umur 5 tahun, bunga 10% dibayarkan tiap
setengah tahun. Obligasi tersebut dijual dengan harga Rp925.000,00. Tabel perhitungan
amortisasi disagio obligasi nampak sebagai berikut:

TABEL PERHITUNGAN AMORTISASI DISAGIO METODE GARIS LURUS

Amortisasi
Bunga yang
Tahun Pembayaran Disagio 1/10 Bunga Disagio Nilai Buku
Dibayar (5%
Ke Bunga Ke x Efektif Obligasi Obligasi
x nominal)
Rp75.000,00
Rp75.000,00 Rp925.000,00
1 1 Rp50.000,00 Rp7.500,00 Rp57.500,00 67.500,00 932.500,00
2 50.000,00 7.500,00 57.500,00 60.000,00 940.000,00
2 3 50.000,00 7.500,00 57.500,00 52.500,00 974.500,00
4 50.000,00 7.500,00 57.500,00 45.000,00 955.000,00
3 5 50.000,00 7.500,00 57.500,00 37.500,00 962.500,00
6 50.000,00 7.500,00 57.500,00 30.000,00 970.000,00
4 7 50.000,00 7.500,00 57.500,00 22.500,00 977.500,00
8 50.000,00 7.500,00 57.500,00 15.000,00 985.000,00
5 9 50.000,00 7.500,00 57.500,00 7.500,00 992.500,00
10 50.000,00 7.500,00 57.500,00 - 1.000.000,00

Sebagai contoh perhitungan amortisasi agio dengan metode tarif efektif, misalnya PT Risa
Fadila mengeluarkan obligasi nominal Rp1.000.000,00, umur 5 tahun, bunga 10% per
tahun dibayarkan tiap setengah tahun. Pbligasi itu dijual pada awal periode dengan harga
Rp1.081.105,00. Pembeli mengharapkan bunga efektif 9seperti yang berlaku di pasar)
sebesar 8%. Harga jual obligasi sebesar Rp1.081.105,00 dapat dihitung sebagai berikut:

Nilai jauth tempo obligasi Rp1.000.000,00

Nilai tunai Rp1.000.000,00, bunga 8%, 5 tahun = Rp675.560,001)

Nilai tunai bunga Rp50.000,00, sepuluh kali

tiap sepuluh tahun, dengan tarif 8% = 405.545,002)

11
Harga ual obligasi 1.081.105,00

Agio obligasi Rp81.105,00

1) Periode = 10, tarif = 4% = 1.000,00 x 0,67556 Pn7i = (1 + i)- n


1−𝑃𝑛7𝑖
2) Periode = 10, tarif = 4% = 5.000 x 8,11090 (Pn7i = )
𝑖

Agio obligasi sebesar Rp81.105,00 yang diamirtisasi selama umur obligasi dengan metode
bunga efektif pada tabel berikut:

TABEL PERHITUNGAN AORTISASI AGIO METODE BUNGA EFEKTIF

Obligasi berbunga 10% dengan yield (hasil) diharapkan 8%

Kredit Kas
Tahun Pembayaran Debit Biaya Debit Agio Nilai Buku
(Bunga yang
Ke Bunga Ke Bunga Obligasi Obligasi
Dibayar)
1) 2)
Rp1.081.105,00
1 1 Rp43.244,20 Rp6.755,80 Rp50.000,00 1.074.349,20
2 42.973,97 7.026,03 50.000,00 1.067.323,17
2 1 42.692,93 7.307,07 50.000,00 1.060.016,09
2 42.400,64 7.599,36 50.000,00 1.052.416,74
3 1 42.096,67 7.903,33 50.000,00 1.044.513,41
2 41.780,54 8.219,46 50.000,00 1.036.293,94
4 1 41.451,76 8.548,24 50.000,00 1.027.745,70
2 41.109,84 8.890,16 50.000,00 1.018.855,53
5 1 40.754,23 9.245,77 50.000,00 1.009.610,10
2 40.384,40 9.615,60 50.000,00 1.000.000,00
1) Rp1.081.105,00 x 8% x 6/12 = Rp 43.244,20
2) Rp1.000.000,00 x 10% x 6/12 = Rp50.000,00
3) Rp50.000,00 - Rp 43.244,20 = Rp6.755,80
4) Rp1.081.105,00 - Rp6.755,80 = Rp1.074.349,20
*) Dibulatkan

3. Pencatatan Utang Obligasi


Misalnya PT Risa Fadila pada tanggal 31 Desember 2005 memutuskan untuk
mengeluarkan obligasi pada tanggal 1 Mei 2006 sebesar Rp1.000.000,00, bunga 105
per tahun dan jatuh tempo tanggal 1Mei 2011. Bunga obligasi dibayarkan setiap tanggal
1 Mei dan 1 November. Seluruh obligasi dapat dijual pada tanggal 1 Juli 2006 dengan
harga Rp1.029.000,00 (yaitu harga jual Rp1.30.000,00 dikurangi biaya penjualan
Rp1.000,00) ditambah bunga berjalan untuk jangka waktu 1 Mei 2006 sampai dengan
1 Juli 2006. Tahun buku PT Risa Fadila adalah tahun kalender, amortisasi agio dicatat
setiap akhir periode. Umur obligasi dihitung sebagai berikut:
2006 = 6 bulan (1 Juli sampai dengan 31 Desember)

12
2007 = 12 bulan
2008 = 12 bulan
2009 = 12 bulan
2010 = 12 bulan
2011 = 4 bulan
Jumlah = 58 bulan

Dalam perhitungan umur obligasi, yang diperhitungkan adalah lamanya obligasi itu
beredar, taitu sejak tanggal sampai saat jatuh tempo. Agio obligasi sebesar Rp29.000,00
(Rp1.029.000,00 dikurangi Rp1.000.000,00) akan diamortisasikan selama umur oblgasi
yaitu 58 bulan, sehingga amortisasi agio setiap bulannya sebesar Rp29.000,00 : 58 =
Rp500,00. Transaksi penjualan, pembayaran bunga dan amortisasi agio selama umur
obligasi dicatat dalam buku-buku PT Risa Fadila sebagai berikut:
Transaksi Jurnal
01 Juli 2006
Penjualan obligasi

Harga Jual : Rp1.030.000,00 Kas Rp1.045.666,67

Biaya-biaya penjualan 1.000,00 Ulang obligasi Rp100.000,00

Rp1.029.000,00 Agio obligasi 29.000,00


Bunga berjalan (1Mei - 1 Juli)= Biaya bunga obligasi*) 16.666,67
2/12 x 10% x Rp1.000.000,00 16.666,67

Uang yang diterima Rp1.045.666,67

*) Dalam contoh ini bunga berjalan dikreditkan ke rekening biaya bunga obligasi

Pada tanggal 1 November 2006 PT Risa Fadila akan membayar bunga obligasi untuk
setengah tahun dicatat sebagai berikut:

01 November 2006

Pembayaran bunga obligasi Biaya bunga obligasi Rp50.000,00


6/12 x 10% x
Rp1.000.000,00 Kas Rp50.000,00

Pada tanggal 31 Desember dibuat jurnal untuk menyesuaikan (adjustment) buku-buku.


Jurnal penyesuaian yang berhubungan dengan utang obligasi ada 2 yaitu untuk:
1) Mencatat bunga berjalan.
2) Mencatat amortisasi agio.

Bunga berjalan dan amortisasi agio untuk tahun 2006 dicatat sebagai berikut:

13
(1). Bunga berjalan (1 November - 31 Desember) Biaya buunga obligasi Rp16.666,67

=2/12 x 10% x Rp1.000.000,00 Utang bunga obligasi Rp16.666,67

=Rp16.666,67

Agio obligasi Rp3.000,00

(2). Amortiasi agio (1 Juli - 31 Desember) Biaya bunga obligasi Rp3.000,00


6 bulan x Rp500,00 = Rp3.000,00

Pada tanggal 1 Januari 2007 dibuat jurnal pembalikan (revirsing entry) untuk utang bunga
obligasi, agar nanti pembayaran bunga pada tanggal 1 Mei 2007 dapat dicatat dengan cara
biasa. Jurnal pembalikan itu sebagai berikut:

01 Januari 2007 Utang bunga obligasi Rp16.666,67

Jurnal pembalikan Biaya bunga obligasi Rp16.666,67

Pembayaran bunga obligasi dalam tahun 2007 dicatat sebagai berkut:

01 Mei 2007

Bunga = 6/12 x 10% X Rp1.000.000,00 Biaya bunga obligasi 50.000,00

=Rp50.000,00 Kas 50.000,00

01 November 2007

Bunga = 6/12 x 10% X Rp1.000.000,00 Biaya bunga obligasi 50.000,00

=Rp50.000,00 Kas 50.000,00

Pada tanggal 31 Desember 2007 dibuat jurnal penyesuaian untuk:

1. Mencatat bunga berjalan Biaya buunga obligasi Rp16.666,67


=2/12 x 10% x Rp1.000.000,00 Utang bunga obligasi Rp16.666,67

=Rp16.666,67

2. Mencatat amortisasi agio Agio obligasi Rp6.000,00


12 x Rp500,00 = Rp6.000,00 Biaya bunga obligasi Rp6.000,00

14
Untuk tahun-tahun berikutnya (sampai denga tahun 2001) dibuat jurnal yang sama
seperti tahun 2007. Pada tanggal 1 Mei 2011 yaitu pada saat obligasi jatuh tempo dibuat
jurnal sebagai berikut:

1. Mencatat bunga obligasi dan pelunasan obligasi Utang obligasi Rp1.000.000,00

Bunga = 6/12 x 10% x Rp1.000.000,00 Biaya bunga obligasi Rp50.000,00

Rp50.000,00 Kas Rp1.050.000,00


Obligasi Rp1.000.000,00
Rp1.050.000,00

2. Mencatat amortisasi agio 4 bulan Agio obligasi Rp2.000,00

4 x Rp500,00 = Rp2.000,00 Biaya bunga obligasi Rp2.000,00

4. Pelunasan Obligasi Sebelum Jatuh Tempo

Obligasi PT Risa Fadila, pada tanggal 1 Juli 2008 ditarik sebesar Rp200.000,00 dengan
kurs 102. Jurnal yang dibuat untuk mencatat penarikan obligasi pada tahun 2008 sebagai
berikut :
Transaksi : 1 Juli 2008
a). Amortisasi agio 6 bulan
Rp200.000,00
= 6 x Rp500,00 x = Rp600,00
1.000.000
b). Pembayaran bunga berjalan 1 Mei sampai dengan
1 Juli = 2/12 x 10% x Rp200.000,00
= Rp3.333,33
c). Perhitungan laba/rugi
Nominal Obligasi Rp200.000,00

Agio Rp5.800,00

Amortisasi Agio
2006:
𝑅𝑝200.000,00
6 x 500 x = Rp600,00
1.000.000
2007 :
𝑅𝑝200.000,00
12 x 500 x = Rp1.200,00
1.000.000
2008 :
𝑅𝑝200.000,00
6 x 500 x = Rp600,00
1.000.000
Rp2.400,00

15
Rp3.400,00
Nilai Buku Obligasi Rp203.400,00
Jumlah Pelunasan Rp204.000,00
Rugi Penarikan Obligasi Rp600,00

Jurnal :
Tanggal Keterangan Debit Kredit
Agio Obligasi Rp 600,00
Biaya Bunga Obligasi Rp 600,00

Biaya Bunga Obligasi Rp 3.333,33


Kas Rp 3.333,33

Utang Obligasi Rp 200.000,00


Rugi Penarikan Obligasi Rp 600,00
Agio Obligasi Rp 3.400,00
Kas Rp 204.000,00

5. Obligasi Berseri
PT XYZ pada tanggal 1 Januari 2005 mengeluarkan obligasi sebesar
rp5.000.000,00. Obligasi ini dijual dengan harga Rp5.045.000,00. Obligasi dengan
nominal Rp1.000.000,00 jatuh tempo tiap tanggal 1 Januari mulai tahun 2006. Bunga
obligasi sebesar 10% per tahun. Tahun buku perusahaan adalah sama dengan tahun
kalender.

Bagian Agio Amortisasi


Nominal Obligasi
Tahun Yang Agio Agio Tiap
Yang Beredar
Diamortisasi Tahun
2005 Rp5.000.000,00 5/15 Rp45.000,00 Rp15.000,00
2006 Rp4.000.000,00 4/15 Rp45.000,00 Rp12.000,00
2007 Rp3.000.000,00 3/15 Rp45.000,00 Rp9.000,00
2008 Rp2.000.000,00 2/15 Rp45.000,00 Rp6.000,00
2009 Rp1.000.000,00 1/15 Rp45.000,00 Rp3.000,00
Rp15.000.000,00 15/15 Rp45.000,00

6. Pelunasan Obligasi Berseri Sebelum Saat Jatuh Tempo


Pada tanggal 1 Juli 2007 obligasi dengan nominal Rp500.000,00 yang tanggal
jatuh temponya adalah 1 Januari 2010 ditarik dengan kurs 101 ditambah dengan
bunga berjalan. Amortisasi agio yang dibatalkan adalah mulai 1 Juli 2007 sampai

16
dengan 31 Desember 2009. Sedangkan amortisasi agio untuk periode 1 Januari 2007
sampai dengan 30 Juni 2007 (6 bulan) akan dicatat dalam rekening biaya bunga
obligasi. Agio yang dibatalkan dihitung sebagi berikut :
500.000 6
Agio untuk tahun 2007 = x 9.000 x 12 = 750
3.000.000
500.000
Agio untuk tahun 2008 = x 6.000 = 1.500
2.000.000
500.000
Agio untuk tahun 2009 = x 3.000 = 1.500
1.000.000
3.750
Agio yang dibatalkan bisa juga dihitung dengan cara lain sebagai berikut :
Pertama kali dihitung dulu amortisasi agio tahunan untuk tiap pecahan obligasi :
𝐴𝑔𝑖𝑜
=
𝐽𝑢𝑚𝑙𝑎ℎ 𝑛𝑜𝑚𝑖𝑛𝑎𝑙 𝑜𝑏𝑙𝑖𝑔𝑎𝑠𝑖 𝑦𝑎𝑛𝑔 𝑏𝑒𝑟𝑒𝑑𝑎𝑟 𝑠𝑒𝑙𝑢𝑟𝑢ℎ 𝑝𝑒𝑟𝑖𝑜𝑑𝑒
𝑅𝑝45.000,00
= = Rp0,003 per rupiah obligasi, atau sama dengan Rp3.000,00 per
15.000.000,00
Rp1.000.000,00 obligasi.

Pembatalan agio kemudian dihitung sebagai berikut :

Jumlah dari *) Obligasi Waktu


Tahun X Agio Tahunan X Jumlah
Rp1.000.000,00 (Tahun) =

2007
Rp 3.000,00 Rp 750,00

2008 1
Rp 3.000,00 Rp 1.500,00
2009 1
Rp 3.000,00 Rp 1.500,00
Jumlah agio yang dibatalkan Rp 3.750,00
Perhitungan laba - rugi penarikan sebagai berikut :
Nominal Obligasi Rp 500.000,00
Agio yang dibatalkan Rp 3.750,00
Nilai buku obligasi Rp 503.750,00
Pelunasan = 101/100 x Rp500.000,00 Rp 505.000,00
Rugi pelunasan obligasi Rp (1.250,00)
Bunga berjalan = 6/12 x 10% x Rp500.000,00 = Rp25.000,00
Pelunasan obligasi diatas dicatat dengan jurnal sebagai berikut :
Tanggal Keterangan Debit Kredit
Utang Obligasi Rp 500.000,00
Agio Obligasi Rp 3.750,00
Biaya Bunga Obligasi Rp 25.000,00
Rugi Penarikan Obligasi Rp 1.250,00
Kas Rp 530.000,00

17
7. Prosedur Amortisasi Agio Atau Disagio Obligasi Berseri Jika Tahun Buku
Tidak Sama Dengan Tahun Obligasi
Pada tanggal 1 Juni 2005, dikeluarkan obligaqsi berseri dengan nominal
Rp5.000.000,00 bunga 10% dengan harga Rp5.045.000,00. Setiap tanggal 1 April
mulai tahun 2006, obligasi dengan nominal Rp1.000.000,00 jatuh tempo. Agio sebesar
Rp45.000,00 akan diamortisasi selama 1 Juni 2005 sampai dengan 1 April 2010 yaitu
selama 58 bulan. Amortisasi bisa disusun dengan tabel sebagai berikut:

TABEL AMORTISASI AGIO-TAHUN BUKU TIDAK SAMA DENGAN TAHUN


OBLIGASI METODE OBLIGASI BEREDAR

Jumlah
Lamanya Obligasi x Bagian Agio Amortisasi
Obligasi Jumlah
Tahun Beredar Lamanya Jumlah Rp yang Agio tiap
yang Agio
(Bulan) Beredar Diamortisasi Tahun
Beredar

Rp Rp Rp Rp Rp

2005 5.000.000,00 7 35.000.000,00 35.000.000,00 35/170 45.000,00 9.264,71

2006 5.000.000,00 3 15.000.000,00 51.000.000,00 51/170 45.000,00 3.970,59

4.000.000,00 9 36.000.000,00

2007 4.000.000,00 3 12.000.000,00 39.000.000,00 39/170 45.000,00 3.176,47

3.000.000,00 9 27.000.000,00

2008 3.000.000,00 3 9.000.000,00 27.000.000,00 27/170 45.000,00 2.382,35

2.000.000,00 9 18.000.000,00

2009 2.000.000,00 3 6.000.000,00 15.000.000,00 15/170 45.000,00 1.588,24

1.000.000,00 9 9.000.000,00

2010 1.000.000,00 3 3.000.000,00 3.000.000,00 3/170 45.000,00 794,12

58 170.000.000,00

Dalam tabel diatas amortisasi setiap tahun dihitung ebagai berikut:


2005
Lamanya obligasi beredar 1 Juni 2005 sampai dengan 31 Desember 2005 = 7 bulan.
Jumlah obligasi yang beredar = Rp5.000.000,00
7 𝑥 𝑅𝑝5.000.000,00
Amortisasi agio = 𝑥𝑅𝑝45.000,00
𝑅𝑝170.000.000,00

18
= Rp9.2684,71
2006
Lamanya peredaran = 12 bulan, tetapi jumlah obligasi yang berdar ada 2, yaitu karena
adanya pelunasan pada tanggal 1 April 2006 sebesar Rp1.000.000,00. Oleh karena itu
lamanya peredaran dan jumlah obligasi yang beredar dipisahkan menjadi 2.
1 Januari 2006 sampai dengan 1 April 2006 lamanya beredar = 3 bulan
Obligasi yang beredar = Rp5.000.000,00
Jumlah x lamanya beredar = 3 x Rp5.000.000,00 = Rp15.000.000,00
1 April 2006 sampai dengan 31 Desember 2006.
Lamanya beredar = 9 bulan
Obligasi yang beredar =Rp4.000.000,00
Jumlah x lamanya beredar = 9 x Rp4.000.000,00 = Rp36.000.000,00
Jumlah x lamanya berdar obligasi selama tahun 2006 = Rp51.000.000,00
𝑅𝑝51.000.000,00
Amortisasi agio = xRp45.000,00
𝑅𝑝51.000.000,00
=Rp13.500,00

Untuk tahun 2007 dan seterusnya, sampai obligasi sudah dilunasi semua, amortissi
agionya dihitung seperti diatas.

8. Pertukaran Obligasi
Pada tanggal 1 Mei 2006 obligasi dengan nominal Rp1.000.000,00 ditukarkan
dengan 100 lembar saham, nominal @ Rp10.000,00. Data lain yang diketahui adalah
agioobligasi yang belum diamortisasi pada tanggal 1 Mei 2006 sebesar Rp15.000,00,
bunga berjalan Rp10.000,00 dan harga pasar saham pada tanggal 1 Mei 2006 sebesar
Rp10.100,00 per lembar.

Pertukaran ini dicatat dengan jurnal sebagai berikut:


(1). Laba-Rugi Pertukaran Obligasi Diakui

Mencatat amortisasi agio untuk periode Agio obligasi Rpxx


1 Januari 2006 sampai dengan 30 April 2006 Biaya bunga obligasi Rpxx

Biaya bunga
Mencatat pembayaran bunga berjalan sebesar obligasi Rp10.000,00
Rp10.000,00 Kas Rp10.000,00

Mencatat pertukaran obligasi. Utang obligasi Rp1.000.000,00


Modal saham Rp1.000.000,00
Laba-rugi pertukaran dihitung sebagai berikut: Agio saham Rp10.000,00
Harga pasar saham: Laba pertukaran obligasi Rp5.000,00
100 lb x Rp10.100,00 = Rp1.010.000,00
Nilai buku obligasi:
Nominal Rp1.000.000,00

19
Agio yang
belum
diamortisasi Rp15.000,00
Rp1.015.000,00
Laba pertukaran obligasi Rp5.000,00

(2). Laba-Rugi Pertukaran Obligasi Tidak Diakui

Mencatat amortisasi agio untuk periode Agio obligasi Rpxx


1 Januari 2006 sampai dengan 30 April 2006 Biaya bunga obligasi Rpxx

Biaya bunga
Mencatat pembayaran bunga berjalan sebesar obligasi Rp10.000,00
Rp10.000,00 Kas Rp10.000,00

Mencatat pertukaran obligasi. Utang obligasi Rp1.000.000,00


Agio obligasi Rp15.000,00
Modal saham Rp1.000.000,00
Agio saham Rp15.000,00

9. Pelunasan Pengeluaran Dengan Menggunakan Dana Yang Diperoleh Dari


Pengeluaran Obligasi Baru
Obligasi seri A dengan nominal Rp750.000,00 bunga 12% dilunasi dengan
dana yang diterima dari pengeluaran obligasi seri B, nominal Rp1.000.000,00 bunga
10%. Umur obligasi A masih selama 7 tahun dan disagio yang belum diamortisasi
sebesar Rp14000,00 dan ditarik dengan kurs 103. Obligasi B umurnya 10 tahun dan
dijual dengan kurs 99. Jurnal untuk mencatat transaksi di atas sebagai berikut :
1. Disagio yang Belum Diamortisasi Dibebankan sebagai Kerugian
Transaksi Jurnal
Pengeluaran Obligasi B, Rp Kas Rp 990.000,00
1.000.000,00 kurs 99 Disagio obligasi B 10.000,00
Utang obligasi Rp 1.000.000,00
Pelunasan obligasi A Rp 750.000,00 Utang obligasi A Rp 750.000,00
dengan kurs 103, disagio yang belum Rugi pelunasan obligasi 36.500,00
diamortisasikan Rp 14.000,00 Kas Rp 772.500,00
Disagio obligasi A 14.000,00

2. Disagio yang Belum Diamortisasi Ditangguhkan Pembebanannya

20
Pengeluaran Obligasi B, Rp Kas Rp 990.000,00
1.000.000,00 kurs 99 Disagio obligasi B 10.000,00
Utang obligasi B Rp 1.000.000,00
Pelunasan obligasi A Rp 750.000,00 Utang obligasi A Rp 750.000,00
dengan kurs 103, disagio yang belum Biaya pelunasan obligasi A 36.500,00
diamortisasikan Rp 14.000,00 Kas Rp
772.500,00
Disagio obligasi A
14.000,00

Setiap akhir periode, biaya pelunasan obligasi A akan diamortisasi. Jika amortisasinya
selama sisa umur obligasi A, yaitu 7 tahun, maka setiap akhir periode di samping jurnal
untuk mencatat bunga berjalan, dan amortisasi disagio obligasi B, dibuat juga jurnal
untuk mencatat amortisasi biaya pelunasan obligasi A sebesar Rp36.500,00 : 7 =
Rp5.071,43 sebagai berikut:

Amortisasi biaya pelunasan obligasi A Rp 5.071,43


Biaya pelunasan obligasi A Rp 5.071,43

21
BAB IV
SIMPULAN

Utang adalah pengorbanan ekonomis dimasa yang akan datang yang dilakukan oleh
perusahaan dalam bentuk penyerahan aktiva, jasa, sebagai akibat dari transaksi atau peristiwa
masa lalu. Sedangkan Utang Jangka Panjang (Long Term Liabilities) merupakan kewajiban
pada pihak tertentu yang wajib dilunasi dengan jangka waktu lebih dari 1 periode akuntansi (1
tahun) dihitung sejak tanggal pembuatan neraca per 31 Desember atau akan dilunasi dari
sumber-sumber yang bukan dari kelompok aktiva lancar. Utang jangka panjang biasanya
timbul karena adanya kebutuhan dana untuk pembelian tambahan aktiva tetap,kenaikan jumlah
tenaga kerja permanen, membeli perusahaan lain atau mungkin juga untuk melunasi utang-
utang yang lain.

Jenis-jenis utang jangka panjang yaitu ada utang hipotek dan utang obligasi. Pada
bagian-bagian obligasi ada pencatatan pengeluaran obligasi, prosedur amortisasi agio dan
disagio obligasi, pencatatan utang obligasi, pelunasan obligasi sebelum jatuh tempo, obligasi
berseri, pelunasan obligasi berseri sebelum saat jatuh tempo, prosedur amortisasi agio atau
disagio obligasi berseri jika tahun buku tidak sama dengan tahun obligasi, pertukaran obligasi,
dan pelunasan pengeluaran dengan menggunakan dana yang diperoleh dari pengeluaran
obligasi baru.

22
DAFTAR PUSTAKA

Prof. Dr. Zaki Baridwan,M. A. (2015). Intermediate Accounting. Yogyakarta: BPFE.

https://matematikaakuntansi.blogspot.co.id/2017/05/pencatatan-jurnal-utang-
hipotek.html?m=1

http://akuntansi-02.blogspot.co.id/2013/05/timbulnya-hutang-jangka-
panjang.html?m=1

https://uangteman.com/blog/uang-pinjaman/jenis-jenis-hutang-jangka-panjang/

http://yronegrafis.blogspot.co.id/2014/05/makalah-akutansi-ii-utang-jangka-
panjang.html?m=1

23