Anda di halaman 1dari 3

Perubahan emosi dan psikologis ibu pada masa nifas terjadi karena perubahan peran. tugas.

dan
tanggung jawab menjadi orangtua. Suami istri mengalami perubahan peran menjadi orangtua sejak
masa kehamilan. Dalam periode masa nifas, muncul tugas orangtua dan tanggung jawab baru yang
disertai dengan perubahan-perubahan perilaku.

Periode masa nifas merupakan masa perubahan besar bagi ibu baru dan keluarganya. Peran dan
harapan sering berubah sebagai keluarga yang menyesuaikan dengan tambahan keluarga baru
mereka dan mereka belajar untuk "menjadi ibu” (Mercer, 2004].

Banyak perubahan psikologis terjadi pada ibu selama waktu ini. Asuhan kebidanan harus berfokus
pada membantu ibu dan keluarganya untuk menyesuaikan diri dengan perubahan ini dan
meringankan tranSisi ke peran orangtua.

Penyesuaian dilakukan terhadap semua perubahan baru. Keluarga memulai peran baru. pada
beberapa ibu dapat menyebabkan gangguan psnkologis. seperti postpartum blues dan bila tidak
ditangani dapat berlanjut menjadi d pres: postpartum. _

AdaptaSi psikologis Postpartum yaitu ibu biasanya mengalami penyesuaian _ psikologis selama
masa postpartum Reva Rubm meneliti adaptaSi ibu melahirkan pada tahun 1960 yang
mengidentifikaa tiga fase yang dapat membantu bidan '
memahami perilaku ibu setelah melahirkan. Dikemubakan bahwa setiap fase meliputi rentang
waktu tertentu dan berkembang melalui fase secara berurutan.
Tahapan Rubin dalam Adaptasi Psikologis Ibu

1. Fase taking in (fase ketergantungan) Lamanya 3 hari pertama setelah melahirkan. Fokus pada
d'ri ibu sendiri,tidak pada bayi, ibu membutuhkan waktu untuk tidur dan istirahat Pasif, ibu
mempunyai ketergantungan dan tidak bisa membuat keputusan. lbu memerlukan bimbingan dalam
merawat bayi dan mempunyai perasaan takjub ketika melihat bayinya yang baru lahir.

2. Fase taking hold (fase independen) Akhir hari ke-3 sampai hari ke-10. Aktif, mandiri, dan bisa
membuat keputusan. Memulai aktivitas perawatan diri, fokus pada perut, dan kandung kemih.
Fokus pada bayi dan menyusui. Merespons instruksi tentang perawatan bayi dan perawatan diri
dapat mengungkapkan kurangnya kepercayaan diri dalam merawat bayi.

3. Letting go (fase interdependen)

Terakhir hari ke-10 sampai 6 minggu postpartum. lbu sudah mengubah peran barunya Menyadari
bayi merupakan bagian dari dirinya. lbu sudah dapat menjalankan perannya.
Menjadi orangtua merupakan pengalaman yang kompleks. dan dipengaruhi oleh harapan dari
keluarga. masyarakat. dan harapan orangtua itu sendiri. Perawatan bayi sangat membawa
perubahan dalam kehidupan ibu dan ayahnya. serta anggota keluarga lainnya. Beberapa ibu
mempunyai sedikit atau tidak memiliki pengalaman merawat bayi. sedangkan ibu merasa harus
bertanggung jawab. Hal ini kemungkinan akan membatasi ibu dalam kehidupan sosialnya.
Kekhawatiran yang ibu rasakan antara lain merasa terabaikan dan rasa kekecewaan.
Kekhawatiran ibu selama periode postpartum:

| Merasa terabaikan. Beberapa jam sebelumnya. ibu merupakan pusat perhatian. semua orang
bertanya tentang kesejahteraan dan kesehatannya. Sekarang tiba-tiba. bayi adalah kepentingan
utama. Ibu mungkin merasa bingung dan cemburu. Tanggung jawab bersama untuk perawatan
bayi dapat membantu meringankan perasaan ini.

I Kekecewaan. Emosi yang bercampur baur dapat memperlihatkan kekecewaan dan sulit bagi ibu
untuk segera merasa positif tentang seorang bayi yang tidak memenuhi harapan mereka. Keletihan
dapat mengakibatkan tidak bereaksi positif terhadap bayinya.

Hubungan Awal antara Orangtua dan Bayi

Proses nterakSi dan katan antara bu dan bay (attachment! Bond ng terkadang disebut attachment
sebagai " katan'. untuk mengganrbarkan ia man hubungan antara orangtua dan bayi ikatan bu dan
bay nya d pengaruhi 0 eh banyak faktor, termasuk status sosial ekonomi ibu. riwayat keluarga.
panutan, s stem pendukung, faktor budaya, dan pengalaman melahirkan. Bdan perlu
mempertimbangkan variabel variabel ini ketika menilai proses keter'katan antara ibu dan bayinya
Hal ini iuga penting untuk dicatat bahwa perempuan mulai menunjukkan perilaku ikatan tidak
hanya dalam periode postpartum, tetapi Juga se ama kehamilan Tenaga kesehatan memiliki
beberapa kesempatan untuk menilai bagamana perempuan hamil kemungkinan mempunyai ikatan
dengan Janinnya.

Dalam kesehatan ibu-bayi yang baru lahir, ikatan mengacu pada hubungan emosional antara ibu
dan bayinya. Attachment ini timbal balik; sang ibu dan perilaku attachment bayi. Bayi merespons
ibu dengan menggenggam, tersenyum, dan menangis. Namun, perilaku ini tidak diskriminatif
sebelum sekitar 8 minggu. Bidan dapat menilai perilaku attachment dengan mengamati interakSi
antara ibu dan bayinya.

implikasi dari keinginan untuk menunjukkan kasih sayang kepada bayi dapat menimbulkan rasa
bersalah pada sebagian orangtua dan tidak menunjukkan ikatan emosional yang kuat dengan
bayinya saat bayi lahir. Penting sekali untuk mengenali hubungan orangtua yang mengembangkan
Jalinan kaSih sayang
dengan bayinya menurut cara dan kebiasaan mereka. Penilaian ikatan harus dimulai segera setelah
melahirkan dan terus berlanjut selama tahun pertama kehidupan bayi. Sebagian perempuan
melakukan ikatan positif bayi mereka yang baru lahir. Namun. ada beberapa ibu yang tidak
membentuk ikatan tepat dengan bayi mereka.

Penting untuk diperhatikan bahwa selama periode postpartum awal. banyak faktor yang dapat
mempengaruhi attachment. termasuk anestesi setelah operasi sectio cesarean. sakit. atau
pengalaman traumatis melahirkan. Bidan perlu mempertimbangkan faktor-faktor ini ketika
menilai attachment. Gejala mal-attachment dicatat. bidan harus waspada untuk melaporkan dan
mendokumentasikan reaksi negatif yang menonjol dari salah satu atau kedua orangtua. dan terus
memantau ibu dan bayi. karena hal ini dapat merupakan pertanda awal kesulitan dalam
pengasuhan di masa yang akan datangsayang.
Nen mang, memeluk

Seth cara dan bernyanyi

Nem'Lh pos'si berhadapan

Pergekspres'kan rasa bangga mempunyai bayi

Perilaku Mal-Attachment

Menolak untuk melihat bayi Menolak untuk menyentuh atau memegang bayi Menolak untuk
memberi nama bayinya

Komentar negatif tentang bayinya Menolak untuk menanggapi atau merespons negatif terhadap
isyarat bayi (misalnya,

bayi menangis, tersenyum;