Anda di halaman 1dari 7

3.

RENCANA INTERVENSI KEPERAWATAN

DIAGNOSA RENCANA TINDAKAN


NO RASIONAL
KEPERAWATAN TUJUAN/KRITERIA HASIL INTERVENSI
1 Nyeri akut berhubungan  Setelah diberikan asuhan  Kaji ulang skala nyeri  Mengidentifikasi kebutuhan
dengan trauma mekanis, keperawatan diharapkan nyeri dan intervensi yang tepat
pembesaran jaringan atau  Untuk mengalihkan
ibu berkurang dengan  Anjurkan ibu agar
distensi efek-efek hormonal perhatian dan rasa nyeri yang
menunjukkan skla nyeri 0-1, menggunakan
 Ibu mengatakan nyerinya dirasakan
 Tekhnik relaksasi dan  Memperlancar pengeluaran
berkurang atau hilang, tidak
distraksi rasa nyeri lochea, mempercepat
merasa nyeri saat mobilisasi
involusi, dan mengurangi
dan TTV dalam batas normal
 Motivasi untuk mobilisasi nyeri secara bertahap
 Meningkatkan sirkulasi pada
sesuai indikasi
 Berikan kompres hangat perineum
 Melonggarkan sistem saraf
perifer sehingga rasa nyeri

Kolaborasi berkurang.
 Celegasi pemberian
analgetik  Menghilangkan nyeri

Asuhan Keperawatan PNC Klien dengan Post Partum Page 16


2 Ketidak efektifan menyusui  Setelah diberikan asuhan  Kaji ulang tingkat  Membantu dalam
berhubungan dengan tingkat keperawatan, diharapkan ibu pengetahuan dan mengidentifikasi kebutuhan
pengetahuan, pengalaman dapat mencapai kepuasan pengalaman ibu tentang saat ini agar memberikan
sebelumnya, tingkat menyusui dengan ibu menyusui sebelumnya intervensi yang tepat.
dukungan, karaktristik  mengungkapakan proses  Demonstrasikan dan  Posisi yang tepat biasanya

payudara situasi menyusui, bayi tinjau ulang teknik mencegah luka atau pecah
mendapat air susu ibu yang menyusui puting yang dapat merusak
cukup dan mengganggu
 Anjurkan ibu
 Agar kelembaban pada
mengeringkan puting
patudara tetap dalam batas
setelah menyusui
normal
3 Resiko tinggi terhadap  Setelah diberikan asuhan  Tinjau ulang kadar  Dapat mengetahui
cedera berhubungan dengan keperawatan diharapkan hemoglobin serta kesengjangan kondisi ibu
biokimia efek anastesi, cedera pada ibu tidak terjadi kehilangan darah sewaktu dan intervensi yang cepat
profil darah abnormal dengan menunjukkan ibu melahirkan, observasi dan dan tepat
dapat mendemonstrasikan catat tanda anemia
 Meningkatkan sirkulasi dan
prilaku unsur untuk  Anjurkan mobilisasi dan
aliran darah ke ekstremitas
latihan dini secara
menurunkan faktor resiko,
bawah
bertahap
melindungi harga diri bebas  Bahaya eklamsi ada diatas
 Kaji ada hiperfleksia sakit
dari komplikasi 72 jam post partum sehingga

Asuhan Keperawatan PNC Klien dengan Post Partum Page 17


kepala atau gangguan dapat diketahui dan
penglihatan diintraksikan
4 Resiko tinggi terhadap  Setelah diberikan asuhan  Kaji lochea kontraksi  Untuk dapat mendeteksi
infeksi berhubungan dengan keperawatan diharapkan uterus, dan kondisi jahitan tanda infeksi lebih dini dan
trauma jaringan, penurunan infeksi pada ibu tidak terjadi
episiotomy mengintervensi dengan tepat
ditandai dengan ibu dapat  Sarankan pada ibu agar
hemoglobin, prosedur  Pembalut yang lembab dan

invasive, pecah ketuban, mengganti pembalut tiap banyak darah merupakan


mendemonstrasikan teknik
malnutrisi 4 jam media yang menjadi tempat
untuk menurunkan resiko
perkembangbiakan kuman.
infeksi, dan tidak terdapat  Pantau tanda-tanda vital
 Peningkatan suhu lebih dari
tanda-tanda infeksi
38 ° C menandakan infeksi
 Lakukan rendam bokong  Untuk memperlancar
sirkulasi ke perineum dan
 Sarankan ibu mengurangi edema
 Membantu mencegah
membersihkan perineal
kontaminasi rektal melalui
dari depan ke belakang.
vagina
5 Perubahan eliminasi urin  Setelah diberikan asuhan  Kaji dan catat cairan  Mengetahui balance cairan
berhubungan dengan efek keperawatan diharapkan ibu masuk dan keluar tiap 24 pasien sehingga diintervensi
hormonal, trauma mekanis, tidak mengalami gangguan jam dengan tepat
eliminasi/ buang air kecil  Anjurkan berkemih 6-8
edema jaringan, efek  Melatih otot-otot perkemihan

Asuhan Keperawatan PNC Klien dengan Post Partum Page 18


anastesiditandai dengan ditandai dengan Ibu dapat jam post partum
 Berikan teknik  Agar kencing yang tidak
distensi kandung kemih berkemih sendiri dalam 6 – 8
merangsang berkemih dapat keluar, bisa
jam post pasrtum
 Tidak merasa sakit saat seperti rendam duduk, dikeluarkan sehingga tidak
buang air kecil, jumlah urine aliran air keran ada retensi
 Kolaborasi pemasangan  Mengurangi distensi
1,5 – 2 liter/hari
kateter kandung kemih
6 Resiko tinggi terhadap  Setelah diberikan asuhan  Ajarkan ibu agar massage  Memberi rangsangan pada
kekurangan volume cairan keperawatan ibu diharapkan sendiri fundus uteri uterus agar berkontraksi kuat
berhubungan dengan tidak kekurangan volume dan mengontrol perdarahan.
 Pertahankan cairan
penurunan masukan atau  Mencegah terjadinya
cairan ditandai dengan
peroral 1,5-2 liter/hari
penggantian tidak adekuat dehidrasi
cairan masuk dan keluar  Observasi perubahan
 Peningkatan suhu dapat
kehilangan cairan berlebih seimbang, suhu,nadi,tekanan darah
memperhebat dehidrasi
 hemoglobin dalam batas  Periksa ulang kadar
 Penurunan hemoglobin tidak
normal (12,0 sampai 16,0 hemoglobin
boleh melebihi 2 gram% /
gr/dl)
100dl
7 Kontipasi berhubungan  Setelah diberikan asuhan  Anjurkan pasien untuk  Membantu meningkatkan
dengan penurunan tonus keperawatan diharapkan melakukan ambulasi prestaltik gastrointestinal
otot, efek progesteron, konstipasi tidak terjadi pada sesuai toleransi dan
dehidrasi, nyeri perical ibu ditandai dengan ibu meningkatkan secara

Asuhan Keperawatan PNC Klien dengan Post Partum Page 19


ditandai dengan perubahan dapat buang air besar
progresif
 Pertahankan diet reguler
bising usus, feses kurang maksimal hari ketiga post  Makanan seperti buah dan
dengan kudapan diantara
dari biasanya partum, feces lembek sayuran membantu
makanan, tingkatan
meningkatkan pristaltik usus
makan buah dan sayuran
 Anjurkan ibu BAB pada  Mengurangi rasa nyeri
Wc duduk
 Untuk mencegah dan stres
 Kolaborasi pemberian
perineal.
laksantia supositoria

8 Kurang pengetahuan atau  Setelah diberikan asuhan  Berikan informasi tentang  Membantu mencegah
kebutuhan belajar mengenai keperawatan diharapkan perwatan dini (perawatan infeksi, mempercepat
perawatan diri dan bayi pengetahuan ibu tentang perineal) perubahan penyembuhan dan berperan
berhubungan dengan kurang perawatan dini dan bayi fisiologi, lochea, pada adaptasi yang positif
pemahaman, salah bertambah, dengan kreteria perubahan peran, dari perubahan fisik dan
intervensi, tidak tau sumber- ibu dapat mengungkapkan istirahat, keluarga mental
sumber kebutuhan ibu pada masa berencana
 Menambah pengetahuan ibu
 Berikan informasi tentang
post partum
tentang perawatan bayi
 Dapat melakukan aktivitas perawatan bayi yaitu
yang perlu dilakukan dan perawatan tali pusat, ari,

Asuhan Keperawatan PNC Klien dengan Post Partum Page 20


alasannya seperti perawatan memandikan dan
bayi, menyusui, perawatan imunisasi  Memperjelas pemahaman
 Sarankan agar
perineum ibu tentang apa yang sudah
mendemonstrasikan apa
dipelajari
yang sudah diperlajari
9 Keterbatasan gerak dan  Setelah diberikan asuhan  Anjurkan mobilisasi dan  Meningkatkan sirkulasi dan
aktifitas berhubungan keperawatan diharapkan latihan dini secara aliran darah ke ekstremitas
dengan nyeri luka jahitan gerak dan aktifitasbertahap bawah
terkoordinasi dengan kreteria  KIE perawatan luka
perineum  Mempercepat kesembuhan
jahitan perinium luka sehingga memudahkan
sudah tidak nyeri pada luka
gerak aktivita
jahitan pada saat duduk, luka
jahitan perinium sudah tidak
sakit atau nyeri berkurang

4. EVALUASI
 NDX1 : Rasa nyeri teratasi
 NDX2 : Dapat memeberikan ASI dengan efektif
 NDX3 : Infeksi tidak terjadi.
 NDX4 : Infeksi tidak terjadi
 NDX5 : Tidak ada gangguan eliminasi

Asuhan Keperawatan PNC Klien dengan Post Partum Page 21


 NDX6 : Volume cairan dalam batas normal
 NDX7 : BAB Lancar
 NDX8 : Tingkat pengetahuan ibu bertambah mengenai perawatan payudara
 NDX9 : Pemenuhan ADL terpenuhi

Asuhan Keperawatan PNC Klien dengan Post Partum Page 22