Anda di halaman 1dari 7

NAMA : YOGA FAISAL NUR

KELAS : 2 D3K PLN B

NRP : 1303167049

MENGENAL KWH METER LEBIH DALAM

KWH meter merupakan suatu alat ukur yang banyak dipakai baik di lingkungan
perumahan, perkantoran maupun industri. Alat ukur ini sudah mengalami perkembangan yang
begitu luar biasa dalam beberapa tahun terakhir ini. Pada awalnya, fungsi utama dari KWH
meter ialah untuk menghitung pemakaian energi listrik. Dengan perkembangan teknologi yang
luar biasa, maka KWH meter berkembang menjadi suatu alat ukur otomatis yang bisa
mengirimkan hasil pengukurannya kepada perusahaan listrik yang bersangkutan.

Fungsi- fungsi dari bargainser adalah :

• Pembatas daya yang digunakan oleh pelanggan (sesuai dengan kontrak pemasangan)

• Mencatat daya yang dipakai oleh konsumen. Karena itu ada yang menyebutnya “kWh
Meter” atau “Meteran Listrik” (kWh : kilowatt hour)

• Saklar utama pemutus aliran listrik bila terjadi kelebihan pemakaian daya oleh pelanggan,
adanya gangguan hubung singkat dalam instalasi listrik rumah pelanggan atau sengaja dimatikan
untuk keperluan perbaikan instalasi listrik rumah.

BAGIAN – BAGIAN KWH METER

DAN FUNGSINYA

1. Badan (body) terdiri dari :

a. Bagian atas

b. Bagian bawah

2. Kumparan arus terdiri dari :

a. Pada kWh meter 1 phasa kumparan arus 1 set

b. Pada kWh meter 3 phasa 3 kawat kumparan arus 2 set

c. Pada kWh meter 3 phasa 4 kawat kumparan 3 set

Pada kumparan arus dilengkapi dengan kawat tahanan atau lempengan besi yang

berfungsi sebagai pengatur Cosinus phi (factor kerja)

Kumparan Tegangan terdiri dari :


Pada kWh meter 1 phasa

3. Piringan

Piringan kWh meter ditempatkan dengan dua buah bantalan (atas dan bawah) yang

digunakan agar piringan kWh meter dapat berputar dengan mendapat gesekan sekecil

mungkin.

4. Circuit Breaker (MCB)

Seperti yang dijelaskan sebelumnya, MCB inilah komponen yang bertugas memutus aliran
listrik bila terjadi pemakaian daya yang berlebihan oleh konsumen atau bila terjadi gangguan
hubung singkat dari suatu peralatan listrik di rumah. Pun saat melakukan perbaikan instalasi
listrik rumah, komponen ini sebaiknya dimatikan.

5. Meter Listrik (kWh Meter)

Sebagai penunjuk besarnya daya listrik yang telah digunakan pelanggan. Satuannya dalam
kWh (kilowatt hour). Indikatornya terlihat dari angka-angka yang tercatat. Petugas
pencatat PLN yang rutin berkunjung tiap bulan selalu mencatat angka-angka ini.

6. Spin Control

Merupakan sebuah komponen yang bekerja dengan berputar bila terjadi pemakaian daya listrik.
Semakin besar daya yang dipakai maka perputaran akan semakin cepat. Besarnya daya
pemakaian akan dicatat oleh “meter listrik” dan bila kelebihan akan dibatasi oleh MCB.

7. Pengaman Listrik (“Sekering” atau “Panel Hubung Bagi”)

Bagian ini lebih dikenal orang dengan nama “Sekering”. Asalnya dari bahasa Belanda
“Zekering”. Dalam bahasa Inggris biasa disebut “Fuse”.

Fungsi utamanya adalah mengamankan instalasi bila terjadi masalah seperti hubung singkat di
peralatan listrik dengan cara memutus arus listriknya.

Dalam bagian pengaman listrik ini, instalasi listrik rumah dibagi dalam kelompok atau grup
(kadang disebut juga dengan istilah Panel Hubung Bagi). Tujuan paling utama adalahtentu saja
faktor keamanan. Apabila ada masalah pada suatu peralatan listrik, misal hubung singkat, maka
tidak keseluruhan aliran listrik ke rumah akan terputus. Dan akan lebih mudah mencari bagian
dari instalasi listrik tersebut yang bermasalah. Syaratnya tentu saja pemilik rumah harus tahu
pembagian grup ini.

Pembagian grup dalam suatu instalasi listrik rumah, dalam hal ini adalah yang paling umum,
biasanya per area, misalnya :

• Antara bagian depan dan bagian belakang rumah.

• Antara sayap kiri atau sayap kanan rumah.

• Untuk rumah 2 lantai, bisa dibagi per lantai

• Antara berbagai macam beban listrik, seperti pompa air, lampu, stop kontak, AC dan lain-
lain.
Saat ini ada 2 macam bargainser, yaitu analog dan digital. Model analog masih sangat umum
dipakai di perumahan, sedangkan model digital biasanya lebih digunakan untuk pelanggan PLN
pra-bayar (dikenal dengan system pulsa). Untuk system ini, pelanggan hanya perlu membayar
terlebih dahulu sejumlah uang kepada PLN (bisa melalui ATM dengan memasukkan kode
pelanggan yang diperlukan) dan kemudian mendapatkan kode semacam voucher untuk
dimasukkan dalam bargainser tersebut. Persis seperti membeli pulsa pra-bayar.

Termasuk dalam alat ini adalah sambungan kabel pentanahan (“Arde” atau “Grounding”).
Mengenai pentanahan akan dibahas dalam bagian terakhir.

• Pengaman lebur (“Sekering” atau” Fuse”)

Box tipe pengaman lebur (Sekering)

Merupakan komponen pengaman listrik yang sifat kerjanya meleburkan kawat yang dipasang
didalam komponen tersebut apabila kawat tersebut dilewati dengan arus hubung singkat tertentu.
Jenis kawatnya berbeda-beda untuk tiap hantar kawat dengan arus nominal tertentu, misal 2A
(Ampere), 4A, 6A dst.

Ada dua jenis dari komponen ini, yaitu tipe kawat lebur dan tipe tombol. Untuk tipe kawat lebur
mempunyai prinsip kerja seperti penjelasan di atas dan untuk menormalkan kembali perlu
diganti dengan pengaman lebur yang baru. Sedangkan untuk tipe tombol (seperti gambar diatas),
bila terjadi masalah hubung singkat maka arus listrik akan terputus dan untuk menormalkan
kembali cukup dengan menekan tombol yang besar tersebut. Tombol kecil berfungsi untuk
memutus aliran listrik.

Komponen pengaman tipe lebur ini mulai jarang digunakan karena ada kerepotan tersendiri bila
putus karena terjadi masalah. Apalagi bila persediaan sekering di rumah tidak ada. Tetapi secara
jujur perlu diakui bahwa komponen ini akan bekerja sempurna memutus listrik bila terjadi
masalah, asal saja komponen ini original kawatnya tanpa kita rubah sendiri. Berbeda dengan tipe
berikut yaitu MCB yang mempunyai fungsi sebagai pemutus arus lsitrik bila kelebihan beban
atau terjadi hubung singkat, pengaman lebur hanya berfungsi bila terjadi hubung singkat saja.

• Pengaman thermal (“MCB” atau “Circuit Breaker”)

Pengaman tipe MCB

Merupakan komponen listrik yang bekerja dengan system thermal atau panas. Didalamnya
terdapat bimetal, dimana bila arus listrik yang mengalir melebihi ukuran tertentu (karena
kelebihan beban atau terjadi hubung singkat) dari MCB ini, maka bimetal ini secara mekanis
akan memutus aliran listrik dan menggerakkan tuas ke posisi “OFF”. Untuk menormalkan
kembali sangat mudah, hanya dengan mengembalikan tuas ke posisi “ON”.

Jenis ini lebih banyak digunakan di instalasi listrik rumah. Hanya saja komponen ini punya
kelemahan, yaitu bila secara mekanis ada masalah maka MCB ini tidak akan bekerja. Karena
itulah perlu memilih MCB dengan kualitas baik dan bukan melulu yang paling murah.

Hal lain yang perlu diperhatikan adalah, mulai dari bagian Pengaman listrik inilah menjadi
tanggung jawab pelanggan. Bagian ini sangat “customized”, sesuai dengan permintaan
pelanggan dan dipasang oleh instalatir listrik bersamaan dengan bagian instalasi listrik lainnya.
Bila terjadi masalah pada bagian ini, pelanggan bisa menghubungi instalatir listrik tersebut atau
petugas PLN pun masih bisa membantu bila kondisi darurat seperti malam hari.
Dalam beberapa proyek pemasangan instalasi listrik rumah, instalatir listrik kadangkala
membuat terminal kabel pentanahan atau arde tersambung dalam box pengaman ini. Sehingga
kabel pentanahan dari bargainser PLN akan dihubungkan di terminal ini.

Prinsip KWH

KWH-meter sebagai alat penghitung pemakaian energi listrik, bekerja menggunakan


metode induksi medan magnet dimana medan magnet tersebut menggerakan piringan yang
terbuat dari alumunium.Model konstruksi dari kWh- meter ini ditunjukkan oleh gambar 1 dimana
pada bagian piringan terdapat sumbu yang berfungsi untuk menggerakkan pencacah digit
sebagai tampilan jumlah kWh-nya.Pada bagian inti besi berbentuk U dipasang buah belitan arus
menggunakan kawat berpenampang besar. Inti besi berbentuk E-I dengan satu belitan tegangan
dipasang pada kaki tengah inti besi menggunakan penampang kawat halus namun jumlah belitan
tegangan lebih banyak.

Torsi ini sebanding dengan fluks Fp dan arus IF serta harga cosinus dari sudut antaranya.
Karena Fp dan IF sebanding dengan tegangan E dan arus beban I, maka torsi motor sebanding
dengan EI cos θ, yaitu daya aktif yang diberikan ke beban. Karena itu kecepatan putaran
piringan sebanding dengan daya aktif yang terpakai. Semakin besar daya yang terpakai,
kecepatan piringan semakin besar, demikian pula sebaliknya.

Secara umum perhitungan untuk daya listrik dapat di bedakan menjadi tiga macam,
yaitu :
· Daya kompleks S(VA) = V.I
· Daya reaktif Q(VAR) = V.I sin f
· Daya aktif P(Watt) = V.I cos f

Cara Penghitungan Biaya pada KWH METER

Sebelum melakukan prenghitungan biaya pada KWH METER ANALOG,yang harus


diperhatikan adalah:

· Putaran dari Piringan Kwh.

Semakin banyak alat listrik yang agan gunakan, maka putaran kwh Meter tersebut akan
semakin cepat. Itu artinya daya aktif (watt) yang agan pakai juga semakin banyak, itu berarti
pula angka di stand kwh meter akan semakin cepat bertambah.

· Kecepatan Putaran Piringan Kwh Meter


Inilah yang akan kita hitung dengan stopwatch.Untuk menghitung putaran piringan kwh
Meter agan harus memperhatikan tanda berwarna hitam pada piringan kwh Meter. Tanda hitam
inilah yang menjadi patokan mulai dan berhenti saat menghitung putarn piringan kwh Meter.

· Konstanta Dari Kwh Meter Tersebut.


Coba lihat di nam plate kwh Meter, disana akan ditemukan banyak spesifikasi dari
meteran listrik tersebut. Konstanta kwh Meter selalu diikuti satuan Putaran/kwh atau Put/kwh.
Sebagai contoh adalah konstanta 900 Put/kwh. Maksudnya, untuk menghasilkan angka 1 kwh
di stand meter piringan kwh harus berputar sebanyak 900 kali. Konstanta kwh Meter berbeda-
beda, jadi harus melihat langsung di name plate kwh Meter tersebut. Konstanta yang umum
adalah 900 Put/kwh, 1250 Put/kwh, 720 Putkwh dan 600 Put/kwh.

Selanjutnya ini cara penghitungan biaya pada kwh meter analog:

*Perhatikan name plate kwh Meter di rumah agan, carilah konstanta dari KWH meter tersebut.

Catat hasilnya, misal : 900 Put/kwh

* Siapkan stopwatch, jika agan gag punya bisa gunakan stopwatch yang ada di HandPhone.

* Perhatikan putaran piringan kwh Meter. Tunggu sampai muncul warna hitam di piringan kwh
Meter.

* Saat tanda hitam muncul dan posisi tepat di tengah, tekan tombol START pada stopwatch.

* Tunggu sampai tanda hitam muncul lagi, itu artinya piringan kwh meter sudah berputar 1 kali.
Untuk perhitungan biasanya jumlah putaran minimal 3 kali.

* Tekan tombol STOP pada stopwatch setelah agan mendapatkan jumlah putaran yang agan
inginkan.

* Catat waktunya (dalam detik), misal dari pengukuran diperoleh hasil 3 putaran =43,52 detik.

* Kalau sudah, untuk menghitung besarnya Watt yang kita pakai adalah =Watt = (3600 x J umlah
Putaran) / (Konstanta x Waktu Putaran) x 1000.

Sebagai contoh pengukuran di atas :


Watt = (3600 x 3) / (900 x 43,52) x 1000
= 0,275 x 1000
= 275 Watt.

Artinya, pada saat pengukuran tadi kita sedang menggunakan daya listrik sebanyak 275
Watt Untuk memperkirakan pemakaian satu bulan (dengan asumsi pemakaian adalah sama
seperti saat pengukuran sepanjang hari); tinggal dikalikan 0,72 (dari 24 jam x 30 hari / 1000),
nanti munculnya dalam bentuk kwh. Misal untuk pengukuran di atas, 275 x 0,72 = 198
kwh/bulan.

Cara menghitung Rp/kwh


kwh (kilowatt – Hour) berarti energi yang digunakan selama 1 jam pemakaian.
1 kwh = energi sebesar 1 kilowatt (1000 watt) digunakan selama 1 jam.

Jadi, lampu 40W selama 1 jam = 40Wh (watt- hour) = 0.04 kwh (kilowatt-hour).
40 wh = 40 / 1000 x 500 = Rp 20 (bukan 40 x 1000)àMakanya kalo 1 kwh = Rp.500
Bedakan antara watt-hour dengan watt :
Watt = Joule / detik.
Lampu 40W = lampu tsb, mengkonsumsi energi listrik sebesar 40 Joule setiap detiknya.
Kalau lampu dinyalakan selama 1 jam = energi listrik yang dikonsumsi adalah 40 Wh (watt-
hour), yang sebenarnya sama dengan 40 Joule/detik x 3600 detik = 144000 Joule.

WIRING KWH METER 1 PHASA

Keterangan :

1. Input fasa, masuk ke kWh meter.

2. Output fasa, masuk MCB.

3. Grounding instalasi.

4. Input netral.

5. Output netral.
GAMBAR REAL KWH METER

Kabel SR (Kabel PLN) dari tiang listrik yang masuk ke kwh 1 phase hanya ada dua yaitu
Phase dan Netral. Berbeda dengan kwh 3 phase yang input nya terdiri dari empat kabel yaitu
RSTN. Kabel SR hitam memiliki ciri berupa sirip/garis halus di sepanjang kabel adalah Phase
(Arus Listrik Positif) dan kabel SR polos adalah Netral (Arus Listrik Negatif). Kedua kabel
tersebut merupakan Input kwh meter 1 phase.

Pada wiring diagram kwh meter 1 phase diatas input kwh 1 phase di tandai dengan huruf
(L) dan di sebelah nya adalah Output juga di tandai dengan huruf (L). Output kwh 1 phase di
hubungkan ke Input MCB (Miniature Circuit Breaker) dan di keluarkan ke melalui Output MCB
sebagai line jaringan instalasi listrik. Sedangkan Netral yang di hubungkan ke jaringan instalasi
listrik dari kwh 1 phase tidak melalui mcb.

Umumnya pada jaringan instalasi lisrik rumah terdapat panel / box breaker, ketiga kabel
output seperti terlihat pada gambar diagram kwh meter 1 phase di atas yaitu kabel Phase, Netral
dan Ground di hubungkan ke box breaker terlebih dahulu sebelum akhirnya di hubungkan ke
rangkaian instalasi listrik rumah.