Anda di halaman 1dari 1

Bergerak dalam bidang usahaa kuliner, warung AREMA dalam kaitannya pada

manajemen risiko, belum memiliki pengendalian risiko yang tepat. Pada


kenyataannya, pemilik warung kurang memperhatikan risiko yang ternyata dapat
dikurangi. Untuk itu, ada beberapa saran yaitu: (1) Melihat pasar, maksudnya
pemilik warung harus melihat makanan apa yang digemari oleh masyarakat dan
memaksimalkan penjualan produknya disitu, selebihnya dapat menjual produk
lain. (2) Menyinggung saat kenaikan harga bahan baku, tentu menjadi masalah.
Namun hal ini dapat diatasi dengan mencari alternatif sumber pembelian bahan
baku lain dan lebih murah, terutama untuk beberapa bahan baku yang terbilang
umum serta banyak dipasaran. Dengan begitu, akan membuat ongkos produksi
menjadi lebih rendah. Selain itu, berkaitan dengan skala ukuran yang perlu
dikoreksi, yakni dengan melakukan penyesuaian bentuk atau volume makanan
yang disajikan. (3) Warung AREMA dapat membuat terobosan baru menggunakan
skema penjualan dengan sistem paket makanan, jadi makanan plus minuman
menjadi satu menu. Dengan demikian, akan memudahkan baik bagi penjual
maupun pembeli dalam melakukan pencatatan dan pemesanan makanan. (4)
Dalam melakukan pencatatan pengeluaran dan pendapatan harian, sebaiknya
warung AREMA mengubah cara pencatatannya. Dilakukan lebih detail, supaya
pendapatan dan pengeluaran yang terjadi dapat dilihat secara rinci untuk
menentukan strategi lain yang mana mungkin diperlukan dalam pengembangan
usaha. (5) Sebaiknya, pemilik warung makan AREMA lebih memperhatikan
pembagian tugas bagi karyawan. Dengan membagi pekerjaan masing-masing
karyawan sehingga dalam proses produksi makanan dapat berjalan lebih efektif
dan efisien.