Anda di halaman 1dari 8

Program Individu

Nama :Lina M aria Fatima Fone Naitkakin.

Nim :0908012853.

Semester :VII (Tujuh).

Jurusan/ Fakultas :Pendidikan Dokter/Kedokteran.

1. Melakukan Penyuluhan dan Simulasi Cara Mencuci Tangan memakai sabun


kepada anak-anak Sekolah Dasar Inpres Boking Kelas II.

Tujuan : Program ini dilaksanakan dengan tujuan agar anak-anak benar-


benar memahami tentang kebersihan dan kesehatan serta
pembiasaan cuci tangan sebelum makan,sesudah buang air
besar, sesudah buang air kecil dan sesudah bermain.

Metode: Metode yang digunakan adalah metode ceramah dan simulasi.

Sasaran: Anak-anak Sekolah Dasar Inpres Boking Kelas II.

Waktu: 14 januari 2013 jam 10.00- 10.30 WITA.

Tempat: Sekolah Dasar Inpres Boking,berlokasi di dusun 2 desa Boking


Kecamatan Boking.

Proses: Kegiatan dimulai dari meminta izin di Kepala Sekolah setelah


itu memasuki kelas dan membrikan ceramah dan simulasi
kepada anak-anak Sekolah Dasar Inpres Boking kelas II setelah
itu saya memperhatikan mereka mempraktekan cara mencuci
tangan dengan sabun sampai kegiatan ini selesai dilakukan.

Pelaksanaan: Kegiatan penyuluhan dan simulasi ini berlangsung dengan baik


yang ditandai dengan adanya antusias dari anak-anak saat
mencuci tangan memakai sabun.
Hambatan : Kegiatan ini dilakukan dengan baik oleh beberapa siswa namun
ada kendalanya yaitu tidak semua siswa mengerti bahasa
Indonesia sehingga penyampaian informasi menjadi kurang
maksimal.

Gambar 1. Gambar 2.

Simulasi cara mencuci tangan dengan sabun Memperhatikan siswa mempraktekkan cara
mencuci tangan dengan sabun
2. Pelatihan Dokter kecil di Sekolah Dasar Inpres Boking Kelas IV,V dan VI

Tujuan: Melatih siswa kelas IV,V dan VI menjadi dokter kecil agar
mereka lebih mengerti dan memahami bagaimana mengukur
tanda vital pada manusia yaitu pengukuran tanda vital (tekanan
darah,pegukuran nadi,pengukuran suhu dan pengukuran
pernapasan) serta mereka dapat memahami bagaimana cara
merawat luka dengan sederhana nika terjadi luka di kompleks
sekolah, cara mengukur Indeks Masa Tubuh (IMT), cara
mengatasi mimisan yang baik di sekolah.

Metode: Metode yang saya gunakan adalah ceramah dan demonstrasi.

Sasaran: Anak-anak Sekolah Dasar Inpres Boking Kelas IV,V dan VI.

Waktu: 22 januari 2013 jam 13.00-17.00.

Tempat: Sekolah Dasar Inpres Boking Kelas IV,V dan IV.

Proses: Kegiatan dimulai dari meminta izin di Kepala Sekolah setelah


itu memasuki kelas dan membrikan ceramah dan demonstrasi
kepada anak-anak Sekolah Dasar Inpres Boking kelas IV,V dan
VI kemudian saya memperhatikan mereka mempraktekkan
pengukuran tekanan darah,pengukuran nadi, pengukuran suhu
pengukuran pernapasan, cara merawat luka dengan sederhana
saat terkena luka di sekolah, cara mengukur Indeks Masa Tubuh
serta cara merawat mimisan sampai kegiatan selesai.

Pelaksanaan: Kegiatan penyuluhan dan simulasi ini berlangsung dengan baik


yang ditandai dengan adanya antusias dari anak-anak saat
mereka melakukan pengukuran tanda vital ( pengukuran
tekanan darah,pengukuran suhu, pengukuran nadi dan
pengukuran pernapasan), merawat luka dengan sederhana saat
luka di sekolah, mengukur Indeks Masa Tubuh dan mengatasi
siswa yang mimisan di sekolah.
Hambatan: Kegiatan ini dilakukan tanpa adanya hambatan.
Gambar 3. Gambar 4.

Melatih siswa melakukan pengukuran Melatih siswa untuk merawat luka dengan
tekanan darah. baik.
3. Penyuluhan tentang Pencegahan Penyakit Malaria dan Pencegahan Demam
Berdarah kepada masyarakat Desa Boking.

Tujuan: Agar masyarakat dapat mengenal gejala-gejala penyakit


malaria dan penyakit demam berdarah, dapat melakukan
pertolongan pertama di rumah serta masyarakata dapat
memahami tentang bagaimana cara mencegah penyakit malaria
dan cara mencegah penyakit demam berdarah karena yang saya
ketahui dari kepala desa dan dari kepala puskesmas penyakit
yang paling banyak di desa Boking adalah penyakit malaria dan
demam berdarah.

Metode: Metode yang saya digunakan adalah penyuluhan.

Sasaran: Masyarakat desa Boking.

Waktu: 23 januari 2013 jam 19.30-20.00.

Tempat: di halaman depan Kantor Camat Boking.


Proses: Kegiatan ini dimulai dengan memberitahukan kepada
masyarakat lewat gereja,sekolah dan puskesmas setelah itu
melakukan persiapan materi dan persiapan diri kemudian
melakukan penyuluhan tentang pencegahan penyakit malaria
dan pencegahan penyakit demam berdarah kepada masyarakat.

Pelaksanaan: Kegiatan penyuluhan ini dilakukan dengan baik yang ditandai


dengan antusias dari masyarakat saat mengikuti penyuluhan dan
masyarakat memberikan pertanyaan.

Hambatan: Kegiatan ini dilakukan tanpa ada hambatan.

Gamabar 6.
Gambar 5.
Masyarakat yang hadir dalam Penyuluhan
Penyuluhan tentang Pencegahan Penyakit
Pencegahan Penyakit Malaria dan
Malaria dan Pencegahan Penyakit Demam
Pencegahan Penyakit Demam Berdarah.
Berdarah.