Anda di halaman 1dari 14

MODUL1

PENGENALAN JARINGAN KOMPUTER & PENGKABELAN

TUGAS PENDAHULUAN
1. Jelaskan beberapa jenis kabel UTP!
2. Sebutkan dan jelaskan fungsi dari setiap pin pada kabel UTP sesuai standar
EIA/TIA-T568-A atau T-568-B!

I. Tujuan Praktikum
a. Pengenalan jaringan
b. Mengetahui device-device jaringan
c. Mengenal jenis-jenis kabel dan tipe pengkabelan yang sering digunakan dalam
jaringan
d. Instalasi Ethernet dan koneksi jaringan dalam skala kecil

II. Dasar Teori

1. Pengenalan Jaringan Komputer


Jaringan komputer adalah sebuah kumpulan komputer, printer dan peralatan
lainnya yang terhubung dalam satu kesatuan. Informasi dan data bergerak melalui
kabel-kabel atau tanpa kabel sehingga memungkinkan pengguna jaringan komputer
dapat saling bertukar dokumen dan data, mencetak pada printer yang sama
dan bersama-sama menggunakan hardware/software yang terhubung dengan jaringan.
Setiap komputer, printer atau periferal yang terhubung dengan jaringan disebut node.
Sebuah jaringan komputer dapat memiliki dua, puluhan, ribuan atau bahkan jutaan
node.

2. Jenis-Jenis Jaringan Komputer


Secara umum jaringan komputer dibagi atas lima jenis, yaitu ;
1. Local Area Network (LAN)
Local Area Network (LAN), merupakan jaringan milik pribadi di
dalam sebuah gedung atau kampus yang berukuran sampai beberapa kilometer.
LAN seringkali digunakan untuk menghubungkan komputer-komputer pribadi
dan workstation dalam kantor suatu perusahaan atau pabrik-pabrik untuk
memakai bersama sumberdaya (resouce, misalnya printer) dan saling bertukar
informasi.
2. Metropolitan Area Network (MAN)
Metropolitan Area Network (MAN), pada dasarnya merupakan versi
LAN yang berukuran lebih besar dan biasanya menggunakan teknologi yang
sama dengan LAN. MAN dapat mencakup kantor-kantor perusahaan yang
letaknya berdekatan atau juga sebuah kota dan dapat dimanfaatkan untuk
keperluan pribadi (swasta) atau umum. MAN mampu menunjang data dan suara,
bahkan dapat berhubungan dengan jaringan televisi kabel.
3. Wide Area Network (WAN)
Wide Area Network (WAN), jangkauannya mencakup daerah geografis
yang luas, seringkali mencakup sebuah negara bahkan benua. WAN terdiri
dari kumpulan mesin mesin yang bertujuan untuk menjalankan program-
program (aplikasi) pemakai.
4. Internet
Sebenarnya terdapat banyak jaringan didunia ini, seringkali
menggunakan perangkat keras dan perangkat lunak yang berbeda-beda . Orang
yang terhubung ke jaringan sering berharap untuk bisa berkomunikasi dengan
orang lain yang terhubung ke jaringan lainnya. Keinginan seperti ini memerlukan
hubungan antar jaringan yang seringkali tidak kampatibel dan berbeda. Biasanya
untuk melakukan hal ini diperlukan sebuah mesin yang disebut gateway guna
melakukan hubungan dan melaksanakan terjemahan yang diperlukan, baik
perangkat keras maupun perangkat lunaknya. Kumpulan jaringan yang
terinterkoneksi inilah yang disebut dengan internet.

Jaringan Tanpa Kabel


Jaringan tanpa kabel merupakan suatu solusi terhadap komukasi yang tidak bisa
dilakukan dengan jaringan yang menggunakan kabel. Misalnya orang yang ingin
mendapat informasi atau melakukan komunikasi walaupun sedang berada diatas mobil
atau pesawat terbang, maka mutlak jaringan tanpa kabel diperlukan karena koneksi kabel
tidaklah mungkin dibuat di dalam mobil atau pesawat. Saat ini jaringan tanpa kabel
sudah marak digunakan dengan memanfaatkan jasa satelit dan mampu memberikan
kecepatan akses yang lebih cepat dibandingkan dengan jaringan yang menggunakan kabel.
Wireless LAN dan Hotspot.

3. Topologi Jaringan Komputer


Topologi adalah suatu cara menghubungkan komputer yang satu dengan
komputer lainnya sehingga membentuk jaringan. Cara yang saat ini banyak
digunakan adalah bus, token- ring, star dan peer-to-peer network. Masing-masing
topologi ini mempunyai ciri khas, dengan kelebihan dan kekurangannya sendiri.

1. Topologi BUS

Keuntungan
1. Hemat kabel
2. Layout kabel sederhana
3. Mudah dikembangkan

Kerugian
1. Deteksi dan isolasi kesalahan sangat kecil
2. Kepadatan lalu lintas
3. Bila salah satu client rusak, maka jaringan tidak bisa berfungsi.
4. Diperlukan repeater untuk jarak jauh

2. Topologi TokenRING
Metode token-ring (sering disebut ring saja) adalah cara menghubungkan
komputer sehingga berbentuk ring (lingkaran). Setiap simpul mempunyai tingkatan
yang sama. Jaringan akan disebut sebagai loop, data dikirimkan kesetiap simpul dan
setiap informasii yang diterima simpul diperiksa alamatnya apakah data itu untuknya
atau bukan
Keuntungan
Hemat Kabel

Kerugian
1. Peka kesalahan
2. Pengembangan jaringan lebih kaku

3. Topologi STAR
Kontrol terpusat, semua link harus melewati pusat yang menyalurkan data
tersebut kesemua simpul atau client yang dipilihnya. Simpul pusat dinamakan stasium
primer atau server dan lainnya dinamakan stasiun sekunder atau client server. Setelah
hubungan jaringan dimulai oleh server maka setiap client server sewaktu-waktu
dapat menggunakan hubungan jaringan tersebut tanpa menunggu perintah dari server.

Keuntungan
1. Paling fleksibel
2. Pemasangan/perubahan stasiun sangat mudah dan tidak mengganggu
bagian jaringan lain
3. Kontrol terpusat
4. Kemudahan deteksi dan isolasi kesalahan/kerusakan
5. Kemudahaan pengelolaan jaringan

Kerugian
1. Boros kabel
2. Perlu penanganan khusus
3. Kontrol terpusat (HUB) jadi elemen kritis

4. Topologi Peer-to-peer Network


Peer artinya rekan sekerja. Peer-to-peer network adalah jaringan komputer yang
terdiri dari beberapa komputer (biasanya tidak lebih dari 10 komputer dengan 1-2 printer).
Dalam sistem jaringan ini yang diutamakan adalah penggunaan program, data dan printer
secara bersama-sama.
Pemakai komputer bernama Dona dapat memakai program yang dipasang di
komputer Dino, dan mereka berdua dapat mencetak ke printer yang sama pada saat yang
bersamaan. Sistem jaringan ini juga dapat dipakai di rumah. Pemakai komputer yang
memiliki komputer ‘kuno’, misalnya AT, dan ingin memberli komputer baru, katakanlah
Pentium 3/4, tidak perlu membuang komputer lamanya. Ia cukup memasang netword card di
kedua komputernya kemudian dihubungkan dengan kabel yang khusus digunakan untuk
sistem jaringan. Dibandingkan dengan ketiga cara diatas, sistem jaringan ini lebih
sederhana sehingga lebih mudah dipelajari dan dipakai.

4. Manfaat Jaringan Komputer


1. Resource Sharing,
dapat menggunakan sumberdaya yang ada secara bersama-sama. Misal seorang
pengguna yang berada 100 km jauhnya dari suatu data, tidak mendapatkan kesulitan
dalam menggunakan data tersebut, seolah-olah data tersebut berada didekatnya. Hal
ini sering diartikan bahwa jaringan computer mangatasi masalah jarak.
5. Reliabilitas tinggi, dengan jaringan komputer kita akan mendapatkan
reliabilitas yang tinggi dengan memiliki sumber-sumber alternatif persediaan.
Misalnya, semua file dapat disimpan atau dicopy ke dua, tiga atu lebih
komputer yang terkoneksi ke jaringan. Sehingga bila salah satu mesin rusak,
maka salinan di mesin yang lain bisa digunakan.
2. Menghemat uang. Komputer berukuran kecil mempunyai rasio harga/kinerja
yang lebih baik dibandingkan dengan komputer yang besar. Komputer besar seperti
mainframe memiliki kecapatan kira-kira sepuluh kali lipat kecepatan computer
kecil/pribadi. Akan tetapi harga mainframe seribu kali lebih mahal dari computer
pribadi. Ketidakseimbangan rasio harga/kinerja dan kecepatan inilah membuat para
perancang sistem untuk membangun sistem yang terdiri dari computer komputer
pribadi.
3. Berbagi saluran komunikasi (internet).
4. Memudahkan komunikasi antar pemakai jaringan.

5. Perangkat jaringan
1. Repeater
Berfungsi untuk menerima sinyal kemudian meneruskan kembali sinyal yang
diterima dengan kekuatan yang sama. Dengan adanya repeter, sinyal dari
suatu komputer dapat komputer lain yang letaknya berjauhan.

2. HUB
Fungsinya sama dengan repeater hanya hub terdiri dari beberapa port,
sehingga hub disebut juga multiport repeter. Repeater dan hub bekerja di
physical layer sehingga tidak mempunyai pengetahuan mengenai alamat yang
dituju. Meskipun hub memiliki beberapa port tetapi tetap menggunaka metode
broadcast dalam mengirimkan sinyal, sehingga bila salah satu port sibuk maka
port yang lain harus menunggu jika ingin mengirimkan sinyal.

3. Bridge
Berfungsi seperti repeater atau hub tetapi lebih pintar karena bekerja pada lapisan
data link sehingga mempunyai kemampuan untuk menggunakan MAC address
dalam proses pengiriman frame ke alamat yang dituju.

4. Switch
Fungsinya sama dengan bridge hanya switch terdiri dari beberapa port
sehingga switch disebut multiport bridge. Dengan kemampuannya tersebut jika salah
satu port pada switch sibuk maka port-port lain masih tetap dapat berfungsi.
Tetapi bridge dan switch tidak dapat meneruskan paket IP yang ditujukan
komputer lain yang secara logic berbeda jaringan.

2. Pengkabelan
Setiap jenis kabel mempunyai kemampuan dan spesifikasinya yang berbeda, oleh
karena itu dibuatlah pengenalan tipe kabel. Ada beberapa jenis kabel yang dikenal secara
umum, yaitu twisted pair (UTPunshielded twisted pair dan STP shielded twisted pair),
coaxial cable dan fiber optic.

1. Thin Ethernet (Thinnet)


Thin Ethernet atau Thinnet memiliki keunggulan dalam hal biaya yang relatif
lebih murah dibandingkan dengan tipe pengkabelan lain, serta pemasangan
komponennya lebih mudah. Panjang kabel thin coaxial/RG-58 antara 0.5 – 185 m
dan maksimum 30 komputer terhubung. Kabel coaxial jenis ini banyak dipergunakan
di kalangan radio amatir, terutama untuk transceiver yang tidak memerlukan output
daya yang besar. Untuk digunakan sebagai perangkat jaringan, kabel coaxial jenis ini
harus memenuhi standar IEEE 802.3 10BASE2, dimana diameter rata-rata berkisar
5mm dan biasanya berwarna hitam atau warna gelap lainnya. Setiap perangkat
(device) dihubungkan dengan BNC T-connector. Kabel jenis ini juga dikenal sebagai
thin Ethernet atau ThinNet.
Kabel coaxial jenis ini, misalnya jenis RG-58 A/U atau C/U, jika diimplementasikan
dengan Tconnector dan terminator dalam sebuah jaringan, harus mengikuti aturan
sebagai berikut:
1. Setiap ujung kabel diberi terminator 50-ohm.
2. Panjang maksimal kabel adalah 1,000 feet (185 meter) per segment.
3. Setiap segment maksimum terkoneksi sebanyak 30 perangkat jaringan (devices)
4. Kartu jaringan cukup menggunakan transceiver yang onboard, tidak perlu
tambahan transceiver, kecuali untuk repeater.
5. Maksimum ada 3 segment terhubung satu sama lain (populated segment).
6. Setiap segment sebaiknya dilengkapi dengan satu ground.
7. Panjang minimum antar T-Connector adalah 1,5 feet (0.5 meter).
8. Maksimum panjang kabel dalam satu segment adalah 1,818 feet (555 meter).
9. Setiap segment maksimum mempunyai 30 perangkat terkoneksi.
2. Thick Ethernet (Thicknet)
Dengan thick Ethernet atau thicknet, jumlah komputer yang dapat dihubungkan dalam
jaringan akan lebih banyak dan jarak antara komputer dapat diperbesar, tetapi biaya
pengadaan pengkabelan ini lebih mahal serta pemasangannya relatif lebih sulit
dibandingkan dengan Thinnet. Pada Thicknet digunakan transceiver untuk menghubungkan
setiap komputer dengan sistem jaringan dan konektor yang digunakan adalah konektor
tipe DIX. Panjang kabel transceiver maksimum 50 m, panjang kabel Thick Ethernet
maksimum 500 m dengan maksimum 100 transceiver terhubung. Kabel coaxial jenis ini
dispesifikasikan berdasarkan standar IEEE 802.3 10BASE5, dimana kabel ini mempunyai
diameter rata-rata 12mm, dan biasanya diberi warna kuning; kabel jenis ini biasa disebut
sebagai standard ethernet atau thick Ethernet, atau hanya disingkat ThickNet, atau bahkan
cuman disebut sebagai yellow cable.Kabel Coaxial ini (RG-6) jika digunakan dalam
jaringan mempunyai spesifikasi dan aturan sebagai berikut:
1. Setiap ujung harus diterminasi dengan terminator 50-ohm (dianjurkan
menggunakan terminator yang sudah dirakit, bukan menggunakan satu buah
resistor 50-ohm 1 watt, sebab resistor mempunyai disipasi tegangan yang
lumayan lebar).
2. Maksimum 3 segment dengan peralatan terhubung (attached devices) atau berupa
populated segments.
3. Setiap kartu jaringan mempunyai pemancar tambahan (external transceiver).
4. Setiap segment maksimum berisi 100 perangkat jaringan, termasuk dalam hal ini
repeaters.
5. Maksimum panjang kabel per segment adalah 1.640 feet (atau sekitar 500 meter).
6. Maksimum jarak antar segment adalah 4.920 feet (atau sekitar 1500 meter).
7. Setiap segment harus diberi ground.
8. Jarang maksimum antara tap atau pencabang dari kabel utama ke perangkat
(device) adalah 16 feet (sekitar 5 meter).
9. Jarak minimum antar tap adalah 8 feet (sekitar 2,5 meter).
3. Twisted Pair Ethernet
Kabel Twisted Pair ini terbagi menjadi dua jenis yaitu shielded dan
unshielded. Shielded adalah jenis kabel yang memiliki selubung pembungkus (
Shielded Twisted Pair ) sedangkan unshielded tidak mempunyai selubung
pembungkus ( Unshielded Twisted Pair ). Untuk koneksinya kabel jenis ini
menggunakan konektor RJ-11 atau RJ-45.
Pada twisted pair (10 BaseT) network, komputer disusun membentuk suatu
pola star. Setiap PC memiliki satu kabel twisted pair yang tersentral pada HUB.
Twisted pair umumnya lebih handal (reliable) dibandingkan dengan thin coax karena
HUB mempunyai kemampuan data error correction dan meningkatkan kecepatan
transmisi Saat ini ada beberapa grade, atau kategori dari kabel twisted pair.
Kategori 5 adalah yang paling reliable dan memiliki kompabilitas yang tinggi, dan
yang paling disarankan. Berjalan baik pada 10Mbps dan Fast Ethernet (100Mbps).
Kabel kategori 5 dapat dibuat straight-through atau crossed.

4. Fiber Optic
Jaringan yang menggunakan Fiber Optic (FO) biasanya perusahaan besar,
dikarenakan harga dan proses pemasangannya lebih sulit. Namun demikian, jaringan
yang menggunakan FO dari segi kehandalan dan kecepatan tidak diragukan.
Kecepatan pengiriman data dengan media FO lebih dari 100Mbps dan bebas
pengaruh lingkungan.
Network Interface Card (NIC)
Kebanyakan kartu jaringan adalah kartu internal, yaitu kartu jaringan yang di pasang
pada slot ekspansi di dalam computer maupun sudah onboard di motherboard. Beberapa
komputer seperti komputer MAC, menggunakan sebuah kotak khusus yang ditancapkan ke
port serial atau SCSI port komputernya. Pada komputer notebook ada slot untuk kartu
jaringan yang biasa disebut PCMCIA slot Kartu jaringan yang saat ini populer digunakan
adalah Ethernet, lalu diikuti oleh Token Ring, dan LocalTalk,
1. Ethernet Card
Kartu jaringan Ethernet biasanya dibeli terpisah dengan komputer, kartu Jaringan
ethernet umumnya telah menyediakan port koneksi untuk kabel Koaksial ataupun
kabel twisted pair, jika didesain untuk kabel koaksial konenektorya adalah BNC, dan
apabila didesain untuk kabel twisted pair maka akan punya konektor RJ-45. Beberapa
kartu jaringan ethernet kadang juga punya konektor AUI. Semua itu di koneksikan
dengan koaksial, twisted pair,ataupun dengan kabel fiber optik.
Disamping kabel coax, Ethernet juga dapat menggunakan jenis kabel lain yakni
UTP (Unshielded Twisted Pair). Kabel UTP yang biasa digunakan adalah kabel
yang terdiri dari 4 pasang kabel yang terpilin. Dari 8 kabel yang tersebut, hanya 4
kabel yang terpakai untuk menerima dan mengirim data (Ethernet).
Sedang perangkat lain pendukung UTP yaitu, konektor kabel UTP (RJ-45) dan
HUB/SWITCH.

2. LocalTalk Connectors/Konektor LocalTalk


LocalTalk adalah kartu jaringan buat komputer macintosh, ini menggunakan
sebuah kotak adapter khusus dan kabel yang terpasang ke Port untuk printer.
Kekurangan dari LocalTalk dibandingkan Ethernet adalah kecepatan laju transfer
datanya, LocalTalk hanya dapat beroperasi pada kecepatan 230 Kbps atau setara
dengan 0.23 Mps
3. Token Ring Cards
Kartu jaringan Token Ring terlihat hampir sama dengan Kartu jaringan Ethernet.
Satu perbedaannya adalah tipe konektor di belakang kartu jaringannya, Token Ring
umumnya mempunyai tipe konektor 9 Pin DIN yang menyambung Kartu jaringan ke
Kabel Network.
Pemasangan konektor RJ ke ujung Kabel UTP/STP
EIA/TIA menspesifikasikan konektor RJ-45 untuk kabel UTP. RJ (Register Jack)
45 merupakan spesifikasi pengkabelannya (wiring sequence). Terdapat 8 kabel berwarna
: 4 diantaranya membawa tegangan listrik, disebut “tip” (T1 sampai T4) dan 4 berikutnya
sebagai ground, disebut “ring” (R1 sampai R4).
Tip dan ring merupakan istilah pada saat masa-masa kabel telepon. Sekarang
dinamakan positive dan negative kabel yang berpasangan. Sehingga tip dan ring
disebut pasangan positive dan negative. Pasangan pertama disebut T1 dan R1.
Agar terdapat aliran listrik yang benar dari jack ke konektor sehingga
jaringan dapat terwujud maka spesifikasi urutan pengkabelan disesuaikan dengan
standar EIA/TIA-T568-A atau T-568-B.
Untuk koneksi antar komputer, ada dua tipe penyambungan kabel UTP/STP ini, yaitu
1. Straigh through cable
Pemasangan susunan kabel pada konektor RJ45 pada satu ujung kabel sama dengan
ujung lainnya. Pengkabelan jenis ini gunakan untuk pemasangan peripheral yang
berbeda, seperti untuk menghubungkan konsentrator (Hub, Switch dll) dengan
komputer.
Hubungan Straight Trough digunakan pada hubungan : PC dengan Hub, PC dengan
Switch.
Berikut table pemetaan kabel yang terpasang konektornya.
Tabel Pengkabelan Straight Troug

2. Crossover cable
Berbeda dengan pemasangan kabel lurus, penggunaan kabel terbalik ini digunakan
untuk komunikasi antar computer (langsung tanpa konsentrator), atau juga untuk
mengcascade HUB jika diperlukan. Walupun sekarang, ada beberapa jenis HUB yang
dicascade tanpa harus menggunakan kabel terbalik, karena dapat juga menggunakan
kabel lurus.
Hubungan Crossover digunakan untuk hubungan : PC dengan PC, Hub dengan
Hub, Switch dengan Switch, Router dengan Router, PC dengan RouterPC dengan
Modem
Tabel Pengkabelan
Crossover

Catatan:
Koneksi antar Hub atau Switch dapat menggunakan kabel “straight” dengan memasang
pada port uplink. Pada beberapa tipe Hub, terdapat tombol kecil yang dapat berfungsi
menjadikan port sebagai “UPLINK”.

3. Peralatan Praktikum

1. Ethernet
2. Cramping tools
3. Konektor RJ 45
4. Kabel UTP
5. LAN Tester
6. Komputer

4. Langkah-langkah Praktikum
Pembuatan kabel
1. Siapkan kabel UTP dan RJ 45 sebagai interfacenya
2. Potong jaket ujung kabel kira-kira 1.5 cm dengan cutter atau gunting, dan
buanglah jaket tersebut. Hati-hati dalam mengupas jaket, jangan sampai kabel
yang ada di dalamnya ikut terpotong.
3. Untwist atau buka lilitan masing-masing pasangan kabel
4. Untuk membuat kabel straight-trough, crossover maupun rollover, lihat standard
T568-A atau T568-B
5. Sesuaikan masing-masing jenis kabel dengan standardnya, lalu luruskan hingga
memungkinkan untuk bisa dimasukkan ke dalam RJ 45
6. Bila sudah dimasukkan ke RJ 45, crimpinglah dengan menggunakan
peralatan yang ada agar kabel menjadi permanen dan tidak mudah
goyah
7. Periksa terlebih dahulu urutan kabelnya sebelum dicrimping, karena kabel yang
sudah dicrimping tidak dapat dicabut lagi. Artinya jika kita salah
mengurutkan pasangan atau memasukkan ke RJ 45 nya kurang
sempurna, besar kemungkinan kabel tidak dapat dipakai
8. Laporkan hasil kabel yang telah Anda buat

2. Test kabel
1. Kabel yang sudah dicrimping dapat dideteksi kesalahannya dengan memakai
cable tester (misal : Fluke 620 LSN CableMeter)
2. Bila cable tester tidak ada, pasangkan kabel tersebut dari NIC ke hub (bila jenisnya
straight-through) dan antar workstation jika jenis kabelnya adalah crossover.
3. Pakailah perintah ping untuk uji coba kabel. Apabila koneksi dapat terbentuk,
berarti pembuatan kabel Anda sudah benar. Sebaliknya, jika koneksi tak dapat
terbentuk, berarti ada kesalahan dalam proses cabling.
4. Amati hasilnya dan catat

3. Pemasangan jaringan menggunakan kabel UTP


1. Pasang NIC yang tipe medianya kabel UTP ke slot di motherboard PC
yang akan disambungkan
2. Persiapkan kabel UTP crossover dan straight-trough dan pasang ke NIC
masing-masing.
3. Cobalah pasang UTP straight-trough untuk PC ke hub dan
UTP crossover dari PC ke PC
4. Pastikan bahwa driver LAN card sudah terinstall
5. Beri IP address yang unik untuk tiap workstation. Address tersebut bisa
diisi dengan cara mengklik kanan Network Neighborhood. Tanyakan kepada
asisten mengenai pengisian IP lebih lanjut
6. Bila jaringan telah terbentuk, coba jalankan aplikasi yang berhubungan
dengan jaringan
7. Amati hasilnya dan catat pada system dengan bagian yang berbeda-beda
4. a. Jelaskan cara untuk menedeteksi adanya NIC pada komputer! (buktikan dengan
printscreen)
b. setelah berhasil melakukan pengkabelan UTP lakukanlah perintah ping, tracerout/tracert,
arp. Jelaskan fungsi dan hasil uji koneksi kabel kalian!

5. Tugas Praktikum
a. Buatlah jaringan adhoc dengan wireless pada komputer kalian masing-masing
b. Buatlah dan konfigurasi untuk melakukan sharing internet!