Anda di halaman 1dari 54

TUGAS E-BOOK

MATA KULIAH KEWARGANEGARAAN


KABUPATEN SERANG

Oleh:

Anggi Pratiwi (1315041009)

JURUSAN TEKNIK KIMIA


FAKULTAS TEKNIK
UNIVERSITAS LAMPUNG
2013

i
DAFTAR ISI

Cover .............................................................................................................. i
Daftar Isi ........................................................................................................ ii
Kata Pengantar ............................................................................................. iv
BAB I. PNDAHULUAN
1.1 Kilas Pandang Sejarah Kabupaten Serang ......................................... 1
1.2 Topografi & Geografi Kabupaten Serang ............................................ 8
1.3 Logo Kota Serang .................................................................................... 9
1.4 Visi dan Misi Kabupaten Serang ........................................................... 9
1.5 Profil dan Karakteristik Kabupaten Serang ........................................ 10
1.5.1 Masyarakat & Seni Budaya Serang ................................................ 12
1.5.2 Pertanian ............................................................................................ 12
1.5.3 Industri ............................................................................................... 13
1.5.4 Pariwisata .......................................................................................... 13
1.5.5 Kesenian ............................................................................................. 13
1.5.6 Posisi Kabupaten Serang .................................................................. 14
1.6 Kewarganegaraan ................................................................................... 15
1.7 Dinamika Internal ................................................................................... 15
BAB II IDENTITAS NASIONAL
2.1 Identitas Nasional ................................................................................... 17
2.1.1 Pengertian Identitas Nasional .......................................................... 17
2.2 Identitas Nasional Kota Serang ............................................................. 17
2.2.1 Keadaan Geografis Kota Serang ..................................................... 17
2.2.2 Objek Wisata Kota Serang ............................................................... 18
2.3 Beberapa Kasus di Kota Serang ............................................................ 18
2.4 Demokrasi di Kota Serang ..................................................................... 21
2.5 Hukum ..................................................................................................... 22
2.5.1 Dasar Hukum Kabupaten Serang ................................................... 22
2.5.2 Penegakkan hukum ........................................................................... 22
2.6 Disintegerasi ............................................................................................ 23
2.7 Kemiskinan dan Pengangguran ............................................................ 26
2.7.1 Angka kemiskinan ............................................................................. 26

ii
2.7.2 Pengangguran .................................................................................... 26
2.8 Terwujudnya semboyan bhineka tunggal ........................................... 27
2.9 Kondisi lingkungan hidup ...................................................................... 27
BAB III. NEGARA DAN KONSTITUSI
3.1 Pengertian Negara, Kabupaten, Suku Bangsa dan Konstitusi ........... 29
3.2 Peraturan Daerah ................................................................................... 30
3.3 Revisi Undang-Undang ........................................................................... 31

BAB IV. HUBUNGAN NEGARA DAN WARGA NEGARA

4.1 Pengertian Hak dan Kewajiban ............................................................. 32


4.2 Hak dan Kewajiban Warga Negara Menurut UUD 1945 .................. 33
4.3 Pelaksanaan Hak dan Kewajiban Negara dan Warga Negara di Negara
Pancasila ................................................................................................. 34
BAB V. DEMOKRASI INDONESIA
5.1 Konsep Dasar Demokrasi ....................................................................... 35
5.1.1 Pengertian .......................................................................................... 35
5.1.2 Konsep Demokrasi ............................................................................ 35
5.2 Prinsip-Prinsip dan Indikator Demokrasi ........................................... 36
5.2.1 Prinsip-prinsip Demokrasi ............................................................... 36
5.3 Pelaksanaan Demokrasi di Indonesia sejak orde lama, orde baru,
dan Era Reformasi .................................................................................. 37
5.3.1 Demokrasi di Indonesia Masa Orde Lama ..................................... 37
5.3.2 Demokrasi di Indonesia Masa Orde Baru ...................................... 37
5.3.3 Demokrasi di Indonesia Era Reformasi .......................................... 38
5.4 Pendidikan demokrasi ............................................................................ 39
5.4.1 Demokrasi pendidikan ...................................................................... 39
5.4.2 Pelaksanaan Demokrasi Pendidikan di Indonesia ........................ 41
Daftar Pustaka ................................................................................... 43
Lampiran ........................................................................................... 44

iii
KATA PENGANTAR

Puji syukur atas kehadirat Allah SWT karena berkat rahmat dan hidayah-
Nya penulis dapat menyelesaikan pembuatan e-book ini dengan tepat
waktu. Semakin hari dan semakin tingginya dunia globalisasi, sifat
nasionalisme yang dimiliki rakyat Indonesia semakin memudar, terutama
kita mahasiswa merupakan calon penerus bangsa. Dengan adanya mata
kuliah Kewarganegaraan bagi mahasiswa yang bertujuan untuk menjadikan
putra atau putri bangsa yang memiliki kewarganegaraan yang tinggi. Tidak
hanya bangga menjadi seorang warga dari sebuah desa, kecamatan,
kabupaten, kota hingga negara, akan tetapi juga mengetahui hak dan
kewajiban warga negara.

Dalam e-book ini penulis akan membahas tentang kehidupan masyarakat


yang ada di kota Serang. Serang merupakan sebuah kota yang berada di
provinsi Banten. Serang merupakan ibukota provinsi Banten yang berada
tepat di sebelah utara provinsi Banten. Dengan slogannya yaitu “Kota
Serang Madani”.

Kehidupan masyarakat disana sudah tidak primitive lagi, karena sudah


terakses dengan teknologi-teknologi canggih di era globalisasi ini. Namun
masyarakatnya tetap membaur satu dengan yang lainnya, tidak individualis
seperti dikota-kota besar lain seperti Jakarta yang tak mau berbaur dengan
tetangga, bahkan tak kenal walau hanya terpisah beberapa meter tanah yang
memisahkan rumah mereka.

Cara berfikir masyarakat serang juga sudah modern, mereka sudah tidak
lagi mempercayai keyakinan animism dan dinamisme seperti orang zaman
dahulu. Mereka sudah mengenal Tuhan dan beragama seperti pada sila
pertama yang maksudnya membebaskan kita untuk memeluk agama yang
kita yakini. Masyarakat Serang juga sudah mulai berfikir kritis tentang
sesuatu hal yang sedang dihadapi oleh mereka.

iv
Namun dibalik semua itu kota serang juga harus melakukan suatu
perubahan yang lebih baik. Misalnya, kebersihan kota, perbaikan
transportasi umum, jalan, dan sebagainya.

Bandar Lampung, 16 Januari 2013

Anggi Pratiwi

v
BAB I
PENDAHULUAN

1.1 Kilas Pandang Sejarah Kabupaten Serang

Sejarah Kabupaten Serang tentunya tidak terlepas daripada sejarah Banten pada
umumnya, karena Serang semula merupakan bagian dari wilayah Kerajaan/
Kesultanan Banten yang berdiri pada Abad ke XVI dan Pusat Pemerintahannya
terletak di daerah Serang.

Sebelum abad ke XVI, berita-berita tentang Banten tidak banyak tercatat dalam
sejarah, konon pada mulanya Banten masih merupakan bagian dari kekuasaan
Kerajaan Sunda, penguasa Banten pada saat itu adalah Prabu Pucuk Umum,
Putera dari Prabu Sidaraja Pajajaran. Adapun pusat Pemerintahannya bertempat di
Banten Girang (±3 Km di Selatan Kota Serang) pada abad ke VI, Islam mulai
masuk ke Banten di bawa oleh sunan Gunung Jatiatau Syech Syarifudin
Hidayatullah yang secara berangsur-angsur mengembangkan Agama Islam di
Banten dan sekitarnya serta dapat menaklukan pemerintahan Prabu Pucuk Umum
(Tahun 1524-1525 M). Selanjutnya Beliau mendirikan Kerajaan/Kesultanan
Islam di Banten dengan mengangkat puteranya bernama Maulana Hasanuddin
menjadi Raja / Sultan Banten yang pertama yang berkuasa ± 18 tahun (Tahun
1552-1570 M). Atas prakarsa Sunan Gunung Jati, pusat pemerintahan yang
semula bertempat di Banten Girang dipindahkan ke Surosowan Banten lama
(Banten lor) yang terletak ± 10 Km di sebelah Utara Kota Serang.

Setelah Sultan Hasanuddin wafat (Tahun 1570), digantikan oleh puteranyayang


bernama Maulana Yusuf sebagai Raja Banten yang kedua (Tahun 1570-1580 M)
dan selanjutnya diganti oleh Raja / Sultan yang ketiga, keempat dan seterusnya
sampai dengan terakhir Sultan yang ke 21 (Dua Puluh Satu) yaitu Sultan
Muhammad Rafiudin yang berkuasa pada Tahun 1809 sampai dengan 1816. Jadi
periode Kesultanan/Kerajaan Islam di Banten berjalan selama kurun waktu ± 264
Tahun yaitu dari Tahun 1552 s/d 1816.

1
Pada zaman Kesultanan ini banyak terjadi peristiwa-peristiwa penting, terutama
pada akhir abad ke XVI (Juni 1596), dimana orang-orang Belanda datang untuk
pertama kalinya mendarat di Pelabuhan Banten dibawah pimpinan Cornelis De
Houtman dengan maksud untuk berdagang. Namun sikap yang congkak dari
orang-orang Belanda tidak menarik simpati dari Pemerintah dan Rakyat Banten
saat itu, sehingga sering timbul ketegangan diantara masyarakat Banten dengan
orang-orang Belanda.

Pada saat tersebut, Sultan yang bertahta di Banten adalah Sultan yang ke IV yaitu
Sultan Abdul Mufakir Muhammad Abdul Kadir yang waktu itu masih belum
dewasa/bayi, sedang yang bertindak sebagai walinya adalah Mangkubumi
Jayanegara yang wafat kemudian pada tahun 1602 dan diganti oleh saudaranya
yaitu Yudha Nagara.

Pada Tahun 1608 Pangeran Ramananggala diangkat sebagai Patih Mangkubumi.


Sultan Abdul Mufakir mulai berkuasa penuh dari Tahun 1624 s/d Tahun 1651
dengan R amanggala sebagai Patih dan Penasehat Utamanya. Sultan Banten yang
ke VI adalah Sultan Abdul Fatah cucu Sultan ke V yang terkenal dengan julukan
Sultan Ageng Tirtayasa yang memegang tampuk pemerintahan dari Tahun 1651
sampai dengan 1680 (±selama 30 Tahun). Pada masa pemerintahannya Bidang
Politik, Perekonomian, Perdagangan, Pelayaran maupun Kebudayaan berkembang
maju dengan pesat. Demikian pula kegigihan dalam menetang Kompeni Belanda.
Atas kepahlawanannya dalam perjuangan menentang Kompeni Belanda, maka
berdasarkan Surat Keputusan Presiden Republik Indonesia, Sultan Ageng
Tirtayasa dianugrahi kehormatan predikt sebagai Pahlawan Nasional.

Pada waktu berkuasanya Sultan Ke VI ini, sering terjadi bentrokan dan


peperangan dengan para Kompeni Belanda yang pada waktu itu telah berkuasa di
Jakarta. Dengan cara Politik Adu Domba (Devide Et Impera) terutama dilakukan
antara Sultan Ageng Tirtayasa yang anti Kompeni dengan puteranya Sultan Abdul
Kahar (Sultan Haji) yang pro Kompeni Belanda dapat melumpuhkan kekuasaan
Sultan Ageng Tirtayasa. Sultan Ageng Tirtayasa akhirnya tidak berdaya dan
menyingkir ke pedalaman, namun dengan bujukan Sultan Haji, Sultan Ageng
Tirtayasa dapat ditangkap kemudian ditahan dan dipenjarakan di Batavia hingga

2
wafatnya pada tahun 1692. Namun sekalipun Sultan Ageng Tirtayasa sudah wafat,
perjuangan melawan Belanda terus berkobar dan dilanjutkan oleh pengikutnya
yang setia dengan gigih dan pantang menyerah.

Sejak wafatnya Sultan Ageng Tirtayasa, maka kesultanan Banten mulai mundur
(suram), karena para Sultan berikutnya sudah mulai terpengaruh oleh kompeni
Belanda sehingga pemerintahannya mulai labil dan lemah.

Pada Tahun 1816 Kompeni Belanda dibawah pimpinan Gubernur Vander Ca


pellen datang ke Banten dan mengambil alih kekuasaan Banten dari Sultan
Muhammad Rafiudin. Belanda membagi wilayah menjadi tiga bagian/negeri yaitu
Serang, Lebak dan Caringin dengan kepala negerinya disebut Regent (Bupati),
sebagai Bupati pertama untuk Serang diangkat Pangeran Aria Adi Santika dengan
pusat pemerintahannya tetap bertempat di keraton Kaibon.

Pada tanggal 3 Maret 1942, Tentara Jepang masuk ke Daerah Serang melalui
Pulau Tarahan dipantai Bojonegara. Jepang mengambil alih Karesidenan yang
pada waktu itu dikuasai oleh Belanda, sedangkan Bupatinya tetap dari pribumi
yaitu RM Jayadiningkrat. Kekuasaan Jepang berjalan selama kurang lebih tiga
setengah tahun.

Setelah tanggal 17 Agustus 1945, kekuasaan Karesidenan beralih dari tangan


Jepang kepada Republik Indonesia dan sebagai Residennya adalah K.H. Tb.
Achmad Chatib serta sebagai Bupati Serang adalah KH. Syam’un, sedangkan
untuk jabatan Wedana dan Camat-camat banyak diangkat dari para Tokoh Ulama.

Dengan datangnya Tentara Belanda ke Indonesia yang menimbulkan Class/Agresi


ke I sekitar Tahun 1964/1947. Daerah Banten/Serang menjadi Daerah Blokade
yang dapat bertahan dari masuknya serbuan Belanda, dan putus hubungan dengan
Pemerintah Pusat yang pada saat itu di Yogyakarta, sehingga daerah Banten
dengan ijin Pemerintah Pusat mencetak uang sendiri yaitu Oeang Republik
Indonesia Daerah Banten yang dikenal dengan ORIDAB.

Pada tanggal 19 Desember 1948 pada waktu itu Class/Agresi II. baru Serdadu
Belanda dapat memasuki Daerah Banten/Serang untuk selama 1 (satu) tahun dan

3
setelah KMD Tahun 1949, Belanda meninggalkan kembali Daerah
Banten/Serang, yang selanjutnya Daerah Serang menjadi salah satu Daerah
Kabupaten di Wilayah Propinsi Jawa Barat.

Yang sekarang sejak tanggal 4 Oktober 2000, terbentuknya Propinsi Banten maka
Kabupaten Serang resmi menjadi Bagian dari Propinsi Banten. Kemudian sejak
adanya Jabatan Regent atau Bupati pada Tahun 1826 sampai sekarang, telah
terjadi 32 kali pergantian Bupati. Dari uraian diatas dapat disimpulkan bahwa
Pemerintahan di Serang telah mengalami 4 (empat) kali masa peralihan
kekuasaan/pemerintahan, yaitu :

1. Pemerintahan Kesultanan Kerajaan Banten yang berkuasa selama ± 290


Tahun, dimulai sejak Sultan Maulanan Hasanuddin yaitu Tahun 1526
sampai Tahun 1816. Dan saat berdirinya Keratan Surosoan sebagai pusat
Pemerintahanyang ditandai dengan penobatan Pangeran Sabakingking
dengan Pangeran Hasanuddin pada tanggal 1 Muharram 933 H / 8
2. Oktober1526 M, kemidian dijadikan landasan penetapan sebagai Hari Jadi
Kabupaten Serang.
3. Pemerintah Hindia Belanda yang berkuasa selama ± 126 Tahun yaitu pada
tahun 1816 sampai Tahun 1942.
4. Pemerintah Jepang yang baru berkuasa selama ± 3,6 Tahun yaitu dari
Tahun1942 sampai Tahun 1945.
Pemerintah Republik Indonesia dimulai sejak diproklamasikannya
Kemerdekaan Republik Indonesia tanggal 17 Agustus 1945 sampai
sekarang.

Berdasarkan Peraturan Daerah Kabupaten Tingkat II Serang No.17 Tahun 1985


tentang Hari Jadi Kabupaten Serang pada Bab. II Penetapan Hari Jadi Pasal 2
Yaitu Hari Jadi Kabupaten Serang ditetapkan pada tanggal 8 Oktober Tahun
1526 M.

4
1. DAFTAR URUTAN REGENT KESULTANAN DAN REGENT
(BUPATI)

1. Maulan Hasanuddin Panembahan Surosoan Tahun 1552


2. Maulana Yusuf Panembahan Pakalangan Tahun 1570
3. Maulan Muhammad Pangeran Ratu Banten Tahun 1580
4. Sultan Abdul Mufakir Mahmud Tahun 1596
5. Sultan Abdul Maali Achmad Kenari Tahun 1640
6. Sultan Ageng Tirtayasa Abdul Fathi Abdul Fatah Tahun 1651
7. Sultan Haji Abu Hasri Abdul Khahar Tahun 1672
8. Sultan Abdul Fadhal Tahun 1687
9. Sultan Abdul Mahasin Jainul Abidin Tahun 1690
10. Sultan Muh. Syofai Jainul Arifin Tahun 1733
11. Sultan Syarifudin Ratu Wakil Tahun 1750
12. Sultan Muh. Wasi Jainul Arifin Tahun 1752
13. Sultan Muh. Arif Jainul Asyikin Tahun 1753
14. Sultan Abdul Mafakh Muh. Aliudin Tahun 1773
15. Sultan Muhyidin Zainussalihin Tahun 1799
16. Sultan Muh. Ishak Jainul Mutaqin Tahun 1801
17. Sultan Pangeran Wakil Natawijaya Tahun 1803
18. Sultan Aliudin (Aliudin II) Tahun 1803
19. Sultan Pangeran Wakil Suramanggala Tahun 1808
20. Sultan Muhammad Syafiudin Tahun 1809
21. Sultan Muhammad Rafiudn Tahun 1813

2. Nama-Nama Regent (Bupati) yang Menjabat di Pemerintah


Kabupaten Serang

1. Pangeran MudzafarAdi Santika (Regent) Tahun 1816-1827


2. Agoes Rajak RA Djayakusumaningkrat (Regent) Tahun 1828-1840
3. R.T. Mandoera Radja Djadjanagara (Bulhasan) Tahun 1820-1848
(Regent)
4. R. Toemegoeng Basudin Tjandranagara (Regent) Tahun 1849-1870

5
5. R.T. Pandji Gondokoesoemo (TB. Hanafi) Tahun 1870-1888
(Regent)
6. R. Toemegoeng Soetadiningkrat Murwan (Regent) Tahun 1888-1893
7. R. Tumenggung Bagus Djaja (Regent) Tahun 1893-1898
8. R. Ariadjayaatmaja (M. Ijan) Waamemen (Regent) Tahun 1898-1901
9. R.A. Achmad Djayadiningkrat (Regent) Tahun 1901-1904
10. R. Toemenggoeng Prawiro Kusoeman Tahun 1904-1931
(Limbangan) (Regent)
11. R.A.A. Abas Soerianata Atmadja (Priangan) Tahun 1931-1935
(Regent)
12. R.A.A Hilman Djajadiningkrat (Banten) (Regent) Tahun 1935-1945
13. Kolonel K.H. Syam’un (Bupati) Tahun 1945-1949
14. Mas Parmadidjaya (Bupati) Tahun 1949-1950
15. Entol Oyong Tarnaya (Bupati) Tahun 1950-1955
16. Mas Adjenam Bin Mas Basa (Bupati) Tahun 1955-1957
17. M. Sirian Sutawidjaya (Bupati) Tahun 1957-1959
18. R. Bidin Suria Gunawan (Pj. Bupati) Tahun 1959-1960
19. M.H Gogo Rafiudin Sandjadirdja (Bupati) Tahun 1960-1962
20. Letnan Kolonel TB. Suwandi (Bupati) Tahun 1962-1968
21. Letnan Kolonel H. Tb. Saparudin (Bupati) Tahun 1968-1974
22. H.S Ronggowaluyo (Pj. Bupati) Tahun 1974-1975
23. Letnan Kolonel H.Tb. Saparudin (Bupati) Tahun 1975-1978
24. Drs. Kartika Suryasaputra (Bupati) Tahun 1978-1978
25. Letnan Kolonel Atmawidjaya (Bupati) Tahun 1978-1983
26. H. Tjakra Sumarna (Bupati) Tahun 1983-1988
27. H. MA. Sampurna (Bupati) Tahun 1988-1993
28. Kolonel H. Sukron Roshadi (Bupati) Tahun 1993-1998
29. Kolonel Inf. Solichin Dachlan (Bupati) Tahun 1998-1999
30. R. Nuriana/ Gubernur Jawa Barat (Pj. Bupati) Tahun 1999
31. Drs. H. Rosadi Natawisastra Tahun 1999-2000
32. Drs. H. Bunyamin, MM. MBA. Tahun 2000-2005
33. Drs. A. Rivai, M.Si (Pj. Bupati) Tahun 2005

6
34. Drs.H.A. Taufik Nuriman, MM. MBA. (Bupati) Tahun 2005-2010
35. Drs.H.A. Taufik Nuriman, MM. MBA. (Bupati) Tahun 2010-2014

Bupati Serang

Nama : Drs.H.A. Taufik Nuriman, MM. MBA.)


Tempat, Tgl. Lahir : Serang, 2 Oktober 1953
Alamat : Jl. Jagarayu No.45 Ciracas – Serang
Anggota Keluarga
Istri : Hj. E. Ratna Dewi Mulyaningsih Nuriman,
S.Ip.
Anak Pertama : Esa Kurniati
Anak Kedua : Eki Baihaki
Orang Tua
Ayah : KH. M. Nuriman (Alm.)
Ibu : Hj. Sohrabah

Wakil Bupati Serang

Nama : Hj. Rt. Tatu Chasanah


Tempat, Tgl. Lahir : Serang, 23 Juli 1967
Alamat : Jl. Veteran No.24, Serang
AnggotaKeluarga
Suami : Ir. John Chaidir
Anak Pertama : Pilar Saga Ichsan
Anak Kedua : Kamila Ratu Chaidir
Anak Ketiga : Adam Sulaiman Al-Hasani
Orang Tua
Ayah : Prof. Dr. H. Tb. Chasan Sochib (Alm.)
Ibu : Hj. Wasiah

Harta Kekayaan Pejabat


 Harta kekayaan Taufik Nuriman Rp 8.652.259.685. yang terdiri dari
tanah dan bangunan Rp 6,5 miliar. Harta bergerak lainnya berupa
logam mulia dan batu mulia. Rp 230 juta. Taufik juga memiliki 5
mobil (berbagai merek) dan dua sepeda motor senilai Rp 816 juta.
Taufik juga memiliki tabungan berupa giro dan kas lainnya yang
mencapai Rp 1 miliar
 Harta kekayaan Tatu mencapai Rp 9.083.632.000. Harta Tatu
Chasanah terdiri atas harta tidak bergerak berupa tanah dan bangunan
senilai Rp 4,1 miliar yang tersebar di Kota dan Kabupaten Serang,
Lebak, Tasikmalaya, dan Bandung. Selain itu ada juga harta bergerak
berupa mobil 9 unit beragam merek dan 3 unit sepeda motor senilai

7
Rp 1,6 miliar. Kemudian logam mulia dan harta bergerak lainnya
dengan nilai Rp 985 juta, sementara surat berharga yang diinvestasikan
Tatu sejak 2005 sampai 2010 mencapai Rp 2,3 miliar.

1.2 Topografi & Geografi Kabupaten Serang


Kabupaten Serang memiliki luas 172.402,25 Ha. Topografi bervariasi mulai
dari pantai sampai pegunungan dengan ketinggian 0 - 1.788 meter dpl,
berhawa sedang 26˚-30˚Celcius dengan curah hujan sedang 142 mm/bulan.
Kabupaten serang di aliri 4 sungai yaitu sungai Cidurian, Ciujung, Cibanten
dan Cidanau. Seluruh kawasan mempunyai aksesibilitas yang tinggi,
mendapat layanan listrik dan telepon yang memadai, tersedia jaringan internet
dan telepon genggam serta mempunyai sumber air baku/bersih yang
mencukupi.
Di sektor industri, terdapat dua zona industri yaitu Zona Industri serang Barat
dan Zona Industri Serang Timur. Zona Industri Serang Barat terletak di
Kecamatan Bojonegara, Puloampel dan Kramatwatu dengan luas total 4,000
Ha berada di sepanjang pantai Teluk Banten untuk pengembangan industri
mesin, logam dasar, kimia, maritim dan pelabuhan. Sudah beroperasi 64
perusahaan seperti Industri Gunanusa Utama Fabricators dan Berlian Sarana
Utama. Sedangkan Zona Industri Serang Timur terletak di Kecamatan
Cikande dan Kragilan dengan luas kawasan industri 1.115 ha. Terdapat
beberapa kawasan industri seperti Nikomas Gemilang, Indah Kiat dan Modern
Cikande.
Selain sektor industri, kabupaten Serang juga memiliki potensi dibidang
pertanian seperti kelapa dan melinjo yang menjadi khas Banten. Di sektor
kelautan potensi yang ada berupa ikan bandeng,udang windu, rumput laut dan
perikanan tambak. Sektor pariwisata juga memiliki potensi yang cukup besar.
Hal ini mengingat terdapat lokasi wisata berupa Pantai Anyer dan awasan
Heritage BAnten lama. Daya tarik wisata lain adalah Mercusuar, Karang
Bolong dan Anyer Kidul, Rawa Dano, Cagar Alam Pulau Dua, Pemandian air
Panas Batukuwung dll.

8
1.3 Logo Kota Serang

Bentuk dasar logo = perisai segi 6 (enam), melambangkan:

 Awal berdirinya kota serang dibentuk oleh 6 (enam) kecamatan;Kasemen,


Taktakan, Cipocok Jaya,Serang, Walantaka dan Curug.
 6 (enam) Rukun Iman
Kegigihan dan ketahanan masayarakat kota Serang dalam menghadapi
semua tantangan di masa depan
 Bintang segi 5 (lima),melambangkan Rukun Islam dan asas Ketuhanan
yang Maha Esa
 Gapura (Kaibon)
 Kaibon merupakan ciri khas Banten yang sudah menjadi bagian dari
sejarah Banten dan dengan sendirinya merupakan ciri khas dan bagian tak
terpisahkan dari kota Serang
 Gapura/pintu gerbang, menegaskan posisi kota Serang sebagai ibukota
Provinsi Banten yang merupakan pintu gerbang Provinsi Banten
 Gapura/pintu gerbang berarti pintu gerbang menuju kemakmuran dan
kesejahteraan masyarakat kota Serang di semua bidang.

1.4 Visi dan Misi Kabupaten Serang

Visi Kabupaten Serang:


“Terwujudnya Kepemerintahan yang Amanah menuju Kabupaten Serang
Terdepan yang Islami, Berkeadilan dan Sejahtera”

9
Misi Kabupaten Serang:
1. Meningkatkan Kualitas Manajemen Pemerintahan
2. Meningkatkan Prasarana dan Sarana Publik
3. Meningkatkan kualitas sumber daya aparatur
4. Meningkatkan kualitas sumber daya manusia melaluipendidikan dan
pelayanan kesehatan
5. Menyelenggarakan pembangunan berwawasan lingkungan
6. Menghayati dan mengembangkan nilai-nilai religius islam
7. Meningkatkan potensi ekonomi daerah.

1.5 Profil dan Karakteristik Kabupaten Serang

Kabupaten Serang terletak di ujung Pulau Jawa bagian barat, adalah salah satu
Kabupaten dari 4 Kabupaten dan 3 Kota di wilayah Provinsi Banten yaitu
Kabupaten Lebak, Kabupaten Pandeglang, Kabupaten Tangerang, Kota Cilegon
dan Kota Tangerang, Kota Tangsel

Pengembangan potensi wilayah Kabupaten Serang tak dapat dipisahkan sebagai


bagian integral Provinsi Banten, sesuai dengan kondisi dan potensi wilayah serta
sosial ekonomi masyarakatnya menekankan pengembangan pembangunan pada
pertanian, industri, parawisata, perdagangan dan jasa.

Kabupaten Serang mempunyai kekuatan sumber daya alam dan sumber daya
manusia potensial yang bertekad bulat bahu membahu membangun wilayahnya
secara maksimal.

Mengandalkan kekayaan sumber alamnya cukup berlimpah serta pemberdayaan


seluruh potensi yang ada, Kabupaten Serang akan mampu membuat dasar pijakan
kuat sebagai modal untuk membangun wilayah Kabupaten Serang seoptimal
mungkin guna mencapai kesejahteraan sebesar-besarnya bagi rakyatnya.

Masyarakat Kabupaten Serang memiliki sifat-sifat religius, kekeluargaan dan


kegotongroyongan yang cukup kental. Sikap dan perilaku dalam kehidupan
sehari-hari mempunyai kesetiakawanan sosial yang tinggi dilandasi oleh

10
kesadaran penuh rasa tanggung jawab untuk ikut menjaga keamanan dan
ketertiban di wilayahnya, sehingga potensi konflik gejolak politik di Kabupaten
Serang relatif rendah. Situasi ini jelas mendukung suasana yang tentram dan aman
serta kondusif untuk perkembangan dunia usaha, sehingga membuat banyak
investor merasa tenang dan nyaman melakukan aktivitasnya berusaha di wilayah
Kabupaten Serang.

Dengan latar belakang budaya yang kental dan sejarah heroik rakyatnya yang
terkenal gagah berani melawan penjajah Belanda dulu, memberikan warisan
warna khas keteguhan dan kegigihan masyarakat Serang dalam membangun
wilayah Serang untuk kesejahteraan dan kemakmuran bersama secara maksimal.
Semuanya tercermin pada lambang Kabupaten Serang yang bermottokan " Sepi
Ing Pamrih, Rame Ing Gawe " yang berarti " Semangat Selalu Bekerja Keras,
Tanpa MeMasyarakat & Seni Budaya Serang

"Masyarakat Serang menganut agama Islam dan berlatar budaya Islam yang taat
dan patuh. Masyarakat Serang memiliki religiositas tinggi, berasas gotong royong,
dan hidup secara kekeluargaan. Masyarakat memiliki tanggung jawab besar untuk
menjaga ketertiban sehingga Serang relatif mampu membebaskan diri dari
berbagai konflik etnik, sosial dan ekonomi. Suasana kondusif ini menciptakan
kenyamanan untuk dunia usaha. Berbagai usaha besar dan skala menengah telah
tumbuh dan berkembang di Serang.

Perjalanan panjang sejarah dan keterbukaan Serang telah membentuk masyarakat


terdiri atas berbagai suku. Bukan hanya Jawa dan Sunda, tapi juga menyambut
kedatangan bangsa Arab, Cina, dan India. Kini semuanya telah menyatu, menjadi
masyarakat Serang. Mereka hidup rukun damai dalam komunitas besar, tinggal
menyebar di perkotaan dan pedesaan. Jumlah penduduk Kabupaten Serang hanya
1,6 juta jiwa, dengan komposisi laki-laki dan perempuan berimbang, dan laju
populasi 2%. Penduduk tersebar merata di wilayah kabupaten seluas 1.700 km2,
hidup di dataran rendah dari 0 m sampai 1.778 m di atas permukaan laut.

Memandang lanskap Kabupaten Serang dari udara akan terlihat wilayah indah. Di
bagian utara berbatasan dengan Laut Jawa, merupakan dataran luas dan rawa

11
pasang surut. Makin selatan, dataran berubah menjadi perbukitan subur, dan
makin selatan lagi berubah menjadi pegunungan yang diselimuti hutan lebat. Ke
arah barat, akan tampak Selat Sunda yang berombak tenang dengan pantai
memanjang dari utara ke selatan.ngharap Imbalan " .

1.5.1 Masyarakat & Seni Budaya Serang

"Masyarakat Serang menganut agama Islam dan berlatar budaya Islam yang taat
dan patuh. Masyarakat Serang memiliki religiositas tinggi, berasas gotong royong,
dan hidup secara kekeluargaan. Masyarakat memiliki tanggung jawab besar untuk
menjaga ketertiban sehingga Serang relatif mampu membebaskan diri dari
berbagai konflik etnik, sosial dan ekonomi. Suasana kondusif ini menciptakan
kenyamanan untuk dunia usaha. Berbagai usaha besar dan skala menengah telah
tumbuh dan berkembang di Serang.

Serang memiliki iklim tropis dengan curah hujan 3,92 mm/hari. Suhu rata-rata
antara 25ºC – 27ºC, dengan tekanan dan kelembaban 81.00 mb/bulan. Angin lebih
banyak bertiup dari barat dengan sesekali dari timur ketika musim kemarau.
Flora-fauna di Kabupaten Serang mendapat tempat di hati masyarakat serta bebas
berkembang. Fauna utama yakin memiliki lebih dari 50 jenis burung di habitat
Pulau Dua, pulau khusus yang dijadikan cagar alam bagi burung-burung yang
transit dari benua Australia dan Afrika.

1.5.2 Pertanian

Kabupaten Serang memiliki lahan pertanian sangat luas yang dikelola oleh
masyarakat. Memberikan hasil pertanian yang beragam seperti buah-buahan
pisang, mangga, rambutan, dan durian untuk konsumsi lokal dan memasok
kebutuhan buah kota Jakarta. Serang juga memiliki perkebunan rakyat yang
menghasilkan kelapa, kacang tanah, melinjo, kopi, cengkeh, lada, karet, vanili,
kakao, dan bumbu-bumbu. Juga untuk memenuhi kebutuhan lokal serta lebih
banyak untuk memasok kebutuhan masyarakat Jakarta.

12
1.5.3 Industri

Di sektor industri, terdapat dua zona industri yaitu Zona Industri serang Barat dan
Zona Industri Serang Timur. Zona Industri Serang Barat terletak di Kecamatan
Bojonegara, Puloampel dan Kramatwatu dengan luas total 4,000 Ha berada di
sepanjang pantai Teluk Banten untuk pengembangan industri mesin, logam dasar,
kimia, maritim dan pelabuhan. Sudah beroperasi 64 perusahaan seperti Industri
Gunanusa Utama Fabricators dan Berlian Sarana Utama. Sedangkan Zona Industri
Serang Timur terletak di Kecamatan Cikande dan Kragilan dengan luas kawasan
industri 1.115 ha. Terdapat beberapa kawasan industri seperti Nikomas Gemilang,
Indah Kiat dan Modern Cikande.

1.5.4 Pariwisata

Selain sektor industri, kabupaten Serang juga memiliki potensi dibidang pertanian
seperti kelapa dan melinjo yang menjadi khas Banten. Di sektor kelautan potensi
yang ada berupa ikan bandeng,udang windu, rumput laut dan perikanan tambak.
Sektor pariwisata juga memiliki potensi yang cukup besar. Hal ini mengingat
terdapat lokasi wisata berupa Pantai Anyer dan awasan Heritage Banten lama.
Daya tarik wisata lain adalah Mercusuar, Karang Bolong dan Anyer Kidul, Rawa
Dano, Cagar Alam Pulau Dua, Pemandian air Panas Batukuwung, serta air terjun.

1.5.5 Kesenian

Masyarakat Serang dan Banten tidak bisa dilepaskan dari ekspresi kesenian
bernafaskan agama Islam, yang sangat mendominasi seni budaya Serang dan
Banten pada umumnya. Debus, merupakan salah satu atraksi kesenian
kebanggaan yang tumbuh subur di wilayah Serang. Permainan Debus bernuansa
magis, dan kadang membuat miris dan ngeri bagi yang melihatnya. Tapi
permainan ini sekaligus sebagai bukti betapa manusia mampu bertahan dari
ancaman apa pun asalkan beriman dan bertakwa.

Kesenian lain masih banyak lagi, antara lain Terbang Gede, yang memuji
kebesaran Illahi. Masih ada Gacle, yang juga bernuansa magis. Ada pula Ubrug,

13
Wayang Kulit, Angklung Buhun, Kuda Kepang, dan Patingtung. Semua masih
hidup dan mendapat tempat di hati masyarakat Serang

Debus

Asal-usul kata " Debus " itu sendiri belum jelas, tapi ada yang berpendapat kata
Debus berarti " Tembus " . Pada permainan Debus memang ada atraksi berusaha
menembus tubuh manusia dengan logam runcing ukuran besar, bahkan dipalu
dengan palu besar. Kesenian Debus bersifat turun temurun dan hanya diwariskan
secara terbatas. Tak ada lembaga formal yang khusus mendalami dan mendidik
pemain Debus. Semua berlangsung informal dan tradisional. Muncul secara alami,
dan tumbuh di daerah pedesaan, tanpa rekayasa, trik, atau tipuan dal"

1.5.6 Posisi Kabupaten Serang

Pada tahun 2007 terjadi pemekaran wilayah Kabupaten Serang dan Kota Serang
(Undang-undang Nomor 32 Tahun 2007) menjadi 28 Kecamatan di Kabupaten
Serang dan 6 Kecamatan di Kota Serang. Adapan kecamatan yang masuk Kota
Serang adalah Kecamatan Serang, Cipocok Jaya, Taktakan, Kasemen, Curug dan
Walantaka). Dan untuk langkah selanjutnya di Kota Serang pada tahun 2009 akan
membentuk kelompok kerja AMPL Kota Serang yang terpisah dengan Pokja
AMPL Kabupaten Serang.

Secara Geografis wilayah Kabupaten Serang terletak pada koordinat 5°50’ sampai
dengan 6°21’ Lintang Selatan dan 105°0’ sampai dengan 106°22’ Bujur Timur.
Jarak terpanjang menurut garis lurus dari utara keselatan adalah sekitar 60 km dan
jarak terpanjang dari Barat ke Timur adalah sekitar 90 km, sedangkan kedudukan
secara administratif berbatasan dengan :

si dengan Laut Jawa

14
Kabupaten Serang memiliki wilayah cukup luas 1.734,09 Km² dan sumber daya
alam yang banyak namun masih terbatas dalam pemanfaatanya. Kondisi lahan di
Kabupaten Serang terbagi menjadi dua bagian yaitu kawasan lindung dan
kawasan budidaya. Pola penggunaan lahan pada kawasan budidaya, sebagian
besar penggunaan lahannya terdiri atas persawahan yaitu sawah tadah hujan dan
irigasi, tegalan, kebun campuran, perkampunngan, perumahan dan jasa. Sesuai
dengan topografinya Kabupaten Serang memiliki wilyah dataran dan
bergelombang berada pada ketinggian 0 m – 1.778 m diatas permukaan laut
dengan curah hujan rata-rata 145,3 mm/bl. Suhu udara di Kabupaten Serang
berkisar 23,1 – 31,3 ˚C, sedangkan tingkat kelembaban rata-rata sekitar 78 % dan
rata-rata penyinaran matahari mencapai 69,2 %. Jika dibandingkan dengan luas
wilayahnya maka tingkat kepadatan penduduk Kabupaten Serang adalah 1.076
jiwa/km persegi, dengan okupasi mata pencaharian penduduk terbanyak adalah
petani.

1.6 Kewarganegaraan
Jumlah penduduk sampai bulan Desember 2010:
Berjumlah 1.570.083 jiwa dengan komposisi
Laki-laki 801.919 jiwa
Perempuan 768.164 jiwa
Disdukcapil mencatat, saat ini ada 700 warga asing di Kabupaten Serang yang
mayoritas berasal dari Taiwan dan Korea yang bekerja di kawasan industri
Serang timur. Di Nikomas ada 300 orang, Eagle Nice tujuh orang , Asa
Bintang empat orang, Singlong Brother empat orang, King Paper empat orang.
Kalau digabung dengan yang lain-lain itu 700 orang.

1.7 Dinamika internal

Rancangan Peraturan Daerah (raperda) izin hiburan yang semula masuk dalam
Program Legislasi Daerah (Prolegda) 2012 Kota Serang ditolak oleh
masyarakat Kota Serang. Pasalnya, dengan munculnya raperda dianggap
hanya akan melegalkan tempat hiburan.
Wakil Ketua Komisi III DPRD Kota Serang, Agus A Subarli membenarkan,
DPRD Kota Serang sengaja membatalkan pembahasan Raperda Izin Hiburan
pada tahun ini. Selain banyak penolakan dari mayarakat, adanya perda itu juga
belum disetujui sejumlah fraksi di DPRD Kota Serang.

15
Adanya penolakan itu karena masyarakat belum paham pentingnya Perda Izin
Hiburan di Kota Serang. Mereka masih menilai bahwa keberadaan perda itu
hanya akan melegalkan tempat-tempat hiburan saja.meskipun sebenarnya
Perda itu akan berfungsi sebagai payung hukum dalam mengatur dan memberi
batasan yang jelas terhadap keberadaan tempat hiburan di Kota Serang.
Artinya, jika Perda izin hiburan itu ada, di dalamnya akan bisa mengatur mana
saja hiburan yang dilarang dan mana yang diperbolehkan.
Perda itu bukan melegalkan, tapi tempat hiburan harus diatur oleh aturan yang
jelas, sehingga keberadaannya tidak liar. Karena dalam Perda itu juga akan
dibahas tentang tempat hiburan yang sesuai dengan adat, budaya, serta norma
yang berlaku di Kota Serang.
Agus mengakui tidak adanya Perda tentang hiburan bukan berarti saat ini di
Kota Serang tidak ada tempat hiburan. Masyarakat Kota Serang memang
dikenal religius, untuk itu perlu waktu lama dalam memberikan pengertian
kepada masyarakat terkait hal tersebut.
Dengan adanya Perda, sejumlah tempat hiburan harus disesuaikan dengan
aturan yang ada. Perda itu bukan melegalkan, tapi lebih kepada kebutuhan
dalam hukum untuk mengatur tempat hiburan di Kota Serang, sehingga
keberadaannya sesuai dengan etika yang dipegang masyarakat Kota Serang.
Namun , Tokoh Masyarakat Kota Serang, Matin Syarqowi mengatakan, perda
izin hiburan apapun bentuknya sangat tidak sesuai dengan masyarakat Kota
Serang, yang religius. Ia mensinyalir, pembuatan Perda hiburan yang disetujui
sebagian anggota DPRD Kota Serang itu adalah pesanan dari para pengusaha
hiburan.
Sampai kapan pun, masyarakat Kota Serang harus menolak adanya Perda itu,
karena hanya akan melegalkan tempat hiburan di Kota Serang, dan jelas ini
tidak sesuai dengan kultur masyarakat. Pendapat yang diberikan bertolak
belakang.

16
BAB II
IDENTITAS NASIONAL

2.1 Identitas Nasional


2.1.1 Pengertian Identitas Nasional
Salah satu cara untuk memahami identitas suatu bangsa adalah dengan cara
membandingkan bangsa satu dengan bangsa yang lain dengan cara mencari sisi-
sisi umum yang ada pada bangsa itu. Identitas nasional (national identity) adalah
kepribadian nasional atau jati diri nasional yang dimiliki suatu bangsa yang
membedakan bangsa satu dengan bangsa yang lain (Tim Nasional Dosen
Pendidikan Kewarganegaraan,2011: 66). Ada beberapa faktor yang menjadikan
setiap bangsa memiliki identitas yang berbeda-beda. Faktor-faktor tersebut
adalah: keadaan geografi, ekologi, demografi, sejarah, kebudayaan, dan watak
masyarakat. Watak masyarakat di negara yang secara geografis mempunyai
wilayah daratan akan berbeda dengan negara kepulauan.

2.2 Identitas Nasional Kota Serang


2.2.1 Keadaan Geografis Kota Serang
Secara Geografis wilayah Kabupaten Serang terletak pada koordinat 5°50’ sampai
dengan 6°21’ Lintang Selatan dan 105°0’ sampai dengan 106°22’ Bujur Timur.
Jarak terpanjang menurut garis lurus dari utara keselatan adalah sekitar 60 km dan
jarak terpanjang dari Barat ke Timur adalah sekitar 90 km, sedangkan kedudukan
secara administratif berbatasan dengan :

Cilegon dan Selat Sunda

17
2.2.2 Objek Wisata Kota Serang
Beberapa tempat wisata di kota Serang diantaranya adalah:
 Masjid Agung Banten
Masjid Agung Banten terletak di Desa Banten Lama, Kecamatan
Kasemen, Kota Serang, Propinsi Banten, sekitar 10 km sebelah utara Kota
Serang. Tampat ini merupakan situs bersejarah peninggalan Sultan
Maulana Hasanuddin, putera Sunan Gunung Jati, sekitar tahun 1552-1570.
Selain sebagai obyek wisata ziarah (terdapat makam-makam kesultanan
Banten), Masjid Agung Banten juga merupakan obyek wisata pendidikan
dan sejarah. Dengan mengunjungi masjid ini, wisatawan dapat
menyaksikan peninggalan bersejarah kerajaan Islam di Banten pada abad
ke-16 M, serta melihat keunikan arsitekturnya yang merupakan perpaduan
gaya Hindu Jawa, Cina, dan Eropa.

 Keraton Surosowan
 Keraton Kaibon
 Museum Banten Lama
 Taman wisata Wulandira

Sektor pariwisata juga memiliki potensi yang cukup besar. Hal ini mengingat
terdapat lokasi wisata berupa Pantai Anyer dan awasan Heritage Banten lama.
Daya tarik wisata lain adalah Mercusuar, Karang Bolong dan Anyer Kidul,
Rawa Dano, Cagar Alam Pulau Dua, Pemandian air Panas Batukuwung, serta
air terjun.

2.3 Beberapa Kasus di Kota Serang


a. Korupsi yang Dilakukan oleh Pemerintah Kota Serang
Dua kasus korupsi menjadi batu sandungan yang membuat Atut menjadi
berita nasional, dibahas di hampir semua media baik cetak maupun
elektronik. Kasus-kasus tersebut adalah proyek pengadaan alat kesehatan
Pemprov Banten dan dugaan suap yang melibatkan kalangan Mahkamah
Konstitusi.

18
Jauh sebelum KPK mengarahkan mata panah ke Atut, berbagai lembaga
anti korupsi non-pemerintah sudah jauh lebih dulu mengendus praktik
kotor dinasti Atut. Sebut saja Indonesia Corruption Watch dan Masyarakat
Transparansi Anggaran Banten, adalah dua LSM yang getol membuka
bobrok yang melingkari sang gubernur.
Per 13 Oktober 2013, ICW melalui wakil koordinatornya, Ade Irawan
membuka masalah tersebut kepada media. Dikatakan, bahwa terdapat 175
proyek dikuasai oleh 10 perusahaan yang seluruhnya berada di tangan
keluarga Atut. Tak berhenti di situ, juga terdapat 24 perusahaan yang juga
berinduk ke keluarga Atut. Maka itu, diklaim oleh pihak LSM itu, terdapat
total Rp 1,148 triliun keuntungan dari situ menjadi milik Atut dan
keluarga.
Lalu bagaimana modus itu dilakukan? Menurut pihak ICW, modusnya
mirip arisan. Perusahaan yang mengikuti pengadaan adalah perusahaan
dari keluarga Atut, atau jika tidak, kroninya. Hal itu juga dikuatkan dengan
pernyataan Oman Abdurrahman dari Mata Banten, yang menyebut,
penentuan proyek dilakukan secara sistematis sebelum Anggaran
Pendapatan dan Belanja Daerah disahkan.
Tentu saja, jalan KPK menjalani peran dan tugas mereka mengusut itu
semua tak begitu saja berjalan mulus. Pada Jumat ketika pertama kali Ratu
Atut ditahan, massa yang bergerak mengepung kantor komisi tersebut,
menjadi sorotan berbagai media cetak dan elektronik. Mereka bahkan
mengeluarkan berbagai pernyataan yang bernada intimidasi, salah satunya
mereka mengancam akan menduduki kantor KPK.
Pengerahan massa tersebut menjadi tanda tanya kalangan media. Kuat
dugaan bahwa itu dilakukan oleh kalangan dekat dengan tokoh nomor satu
di Banten itu. Namun dugaan tersebut pun mendapatkan bantahan dari
pihak keluarganya. Mereka mengklaim bahwa aksi massa dilakukan
berdasarkan inisiatif masyarakat Banten sendiri, “Karena mencintai
gubernurnya,” ujar seorang peserta aksi tersebut kepada salah satu media
televisi nasional.

19
Di pihak lain, sebelum penahanan Atut juga sudah terdapat komplain dari
adik kandungnya, Chaeri Wardana yang acap disapa Wawan. Hal itu
disampaikan oleh Firman Wijaya yang tak lain merupakan pengacara
suami wali kota Tangerang Selatan pada Kamis 19 Desember lalu yang
bertempat di gedung KPK. Menurut Firman, Wawan mengaku prihatin
dan mempertanyakan, kenapa KPK terlalu cepat memberikan status
tersangka kepada kakak kandungnya tersebut.
Sekarang, setelah Atut ditahan, drama yang terjadi tentu saja kian jauh.
Masalah yang timbul seperti api yang terus menjalar. Syukur-syukur jika
api tersebut tak menghanguskan nurani, dan menggosongkan pikiran
masyarakat Banten. Lebih bersyukur lagi jika tidak sampai terjadi perang
antara sesama penduduk Banten antara yang pro dan kontra terhadap Atut.
Mudah-mudahan KPK tidak dibiarkan berjalan sendiri oleh pemerintah.

b. Kepemimpinan Jaman pada periode pertama, yang tak mengubah


Serang menjadi kota yang lebih baik.
Hal itu ditandai dengan banyaknya infrastruktur jalan yang rusak.
Di Serang, terdapat proyek pembangunan Sport Center Banten. Proyek
yang dikerjakan di lahan Desa Kemanisan, Kecamatan Curug, Kota
Serang, Banten, itu disebut banyak masalah, mulai dari pembebasan lahan
hingga pengerjaannya.
Indonesia Corruption Watch pun menganggap proyek senilai Rp 1,7 triliun
itu bukan untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat, tetapi untuk
keuntungan politik kelompok atau dinasti tertentu.
Peraturan daerah tentang rencana tata ruang dan tata wilayah Kota Serang
baru terbit pada 2011. Surat yang diteken Wali Kota Jaman itu terbit jauh
setelah perencanaan proyek dibuat pada 2008. Dalam Pasal 39 Perda
Nomor 6 itu disebutkan bahwa kawasan strategis Provinsi Banten di Kota
Serang di antaranya adalah Sport Center di Curug.

20
2.4 Demokrasi di Kota Serang
Masyarakat Kota Serang membutuhkan figur alternatif dalam upaya
mengembangkan demokrasi serta melakukan perubahan di Kota Serang dalam
menghadapi Pilkada Kota Serang pada 5 September 2013.
Demokrasi harusnya diwarnai dengan gegap gempitanya partisipasi rakyat,
sayangnya ini tidak terjadi pada masyarakat Kota Serang. Ada semacam
embrio sikap apatis karena pengalaman pilkada sebelumnya, serta 'hopeless'
terhadap keadaan dan nasib Kota Serang ke depankondisi tersebut sangat
mengkhawatirkan sehingga membutuhkan upaya besar untuk membangkitkan
harapan masyarakat tersebut.
Namun demikian, upaya tersebut tidak mudah, karena defisit kepercayaan
terhadap kelas menengah dan lembaga swadaya masyarakat yang lebih banyak
menjadi operator kekuasaan daripada menjadi aktor demokrasi yang mewakili
kepentingan rakyatnya.
Tokoh masyarakat tidak terlalu optimis akan efektifitas sosialisasi
konvensional dan sejenisnya yang dilakukan KPU, karena animo dan
partisipasi rakyat dengan sendirinya akan meningkat manakala ada figur
alternatif yang dapat menjadi simbol perlawanan terhadap 'status quo'
sekaligus simbol yang merepresentasi harapan rakyat.
Media memiliki peran besar untuk menemukan dan menyosialisasikan figur
alternatif tersebut, karena secara empiris ada korelasi keberpihakan media
dengan terjadi atau tidak terjadinya perubahan rezim.
Selain itu, defisit kepercayaan juga terjadi pada partai politik, bahkan dinilai
paling parah.
Partai Politik mengalami disfungsi, sehingga belum mampu merepresentasi
kepentingan rakyat, bahkan lebih condong pada elit penguasa.
Kota Serang akan memasuki fase stabilisasi kekuasaan pada pilkada
mendatang. Sehingga bila pilkada Kota Serang gagal menghadirkan harapan
baru bagi rakyat, maka akan butuh waktu 10 hingga 20 tahun lagi untuk
menciptakan momentum untuk perubahan.
Demokrasi harusnya diwarnai dengan gegap gempitanya partisipasi rakyat,
sayangnya ini tidak terjadi pada masyarakat Kota Serang. Ada semacam

21
embrio sikap apatis karena pengalaman pilkada sebelumnya, serta 'hopeless'
terhadap keadaan dan nasib Kota Serang ke depankondisi tersebut sangat
mengkhawatirkan sehingga membutuhkan upaya besar untuk membangkitkan
harapan masyarakat tersebut.
Namun demikian, upaya tersebut tidak mudah, karena defisit kepercayaan
terhadap kelas menengah dan lembaga swadaya masyarakat yang lebih banyak
menjadi operator kekuasaan daripada menjadi aktor demokrasi yang mewakili
kepentingan rakyatnya.
Tokoh masyarakat tidak terlalu optimis akan efektifitas sosialisasi
konvensional dan sejenisnya yang dilakukan KPU, karena animo dan
partisipasi rakyat dengan sendirinya akan meningkat manakala ada figur
alternatif yang dapat menjadi simbol perlawanan terhadap 'status quo'
sekaligus simbol yang merepresentasi harapan rakyat.
Media memiliki peran besar untuk menemukan dan menyosialisasikan figur
alternatif tersebut, karena secara empiris ada korelasi keberpihakan media
dengan terjadi atau tidak terjadinya perubahan rezim.
Selain itu, defisit kepercayaan juga terjadi pada partai politik, bahkan dinilai
paling parah.
Partai Politik mengalami disfungsi, sehingga belum mampu merepresentasi
kepentingan rakyat, bahkan lebih condong pada elit penguasa.
Kota Serang akan memasuki fase stabilisasi kekuasaan pada pilkada
mendatang. Sehingga bila pilkada Kota Serang gagal menghadirkan harapan
baru bagi rakyat, maka akan butuh waktu 10 hingga 20 tahun lagi untuk
menciptakan momentum untuk perubahan.

2.5 Hukum
2.5.1 Dasar Hukum Kabupaten Serang
UU No. 32/2007
2.5.2 Penegakkan hukum
Aparat daerah sering merasa ragu-ragu untuk bertindak karena takut
melanggarketentuan yang ada. Keraguan bertindak tersebut akan
merugikan masyarakat ketika aparatdaerah enggan untuk melaksanakan
proyek-proyek terkait dengan penyediaan barang danjasa untuk keperluan

22
penyediaan pelayanan publik karena ketakutan akan
tersangkutpelanggaran hukum. Inilah satu penyebab dari rendahnya
penyerapan anggaran yangpada gilirannya akan menyebabkan
membengkaknya Sisa Lebih Perhitungan Anggaran(SILPA) daerah.
Kondisi tersebut jelas tidak menguntungkan perekonomian daerah
yangakan berimbas kepada perekonomian nasional di tengah persaingan
akibat globalisasi yangsemakin menuntut kecepatan bertindak.UU kota
Serang yang telah di revisi akan mengatur melalui mekanisme aparat
pengawas internalpemerintah yang dalam hal ini adalah BPKP untuk
berperan sebagai ”clearing house”untuk menentukan apakah suatu
pelanggaran yang disangkakan terhadap aparat daerahtersebut masuk
dalam ranah administrasi (non yustisia) atau ranah pidana (pro
yustisia).Pengaturan tersebut akan memberi kepastian hukum bagi aparat
daerah untuk tidak raguragubertindak sepanjang koridor hukum positif
yang berlaku.

2.6 Disintegerasi
Aksi teror/sabotase adalah semua tindakan yang menyebabkan keresahan
masyarakat, kerusakan bangunan, dan mengancam atau membahayakan jiwa
seseorang/banyak orang oleh seseorang/golongan tertentu yang tidak
bertanggung jawab.
Aksi teror/sabotase biasanya dilakukan dengan berbagai alasan dan berbagai
jenis tindakan seperti pemboman suatu bangunan/tempat tertentu, penyerbuan
tiba-tiba suatu wilayah, tempat, dan sebagainya. Aksi teror/sabotase sangat
sulit dideteksi atau diselidiki oleh pihak berwenang karena direncanakan
seseorang/golongan secara diam-diam/rahasia.
Bencana aksi teror/sabotase pada suatu tempat, wilayah, maupun daerah tidak
dapat diperkirakan karena hal itu terjadi secara tiba-tiba dan dalam waktu yang
singkat.

Tips Penanganan Bencana

1. Jika mendengar seseorang merencanakan suatu rencana yang


membahayakan jiwa seseorang/orang banyak, segera laporkan kepada
pihak berwenang.
2. Selalu berhati-hati dimana pun?anda berada.
3. Bila melihat seseorang/banyak orang dengan perilaku sangat
mencurigakan, segera laporkan pada pihak berwenang.

23
Kerusuhan Sosial

Kerusuhan atau Konflik Sosial adalah suatu kondisi dimana terjadi huru-
hara/kerusuhan atau perang atau keadaan yang tidak aman di suatu daerah
tertentu yang melibatkan lapisan masyarakat, golongan, suku, ataupun
organisasi tertentu.

Indonesia sebagai negara kesatuan pada dasarnya dapat mengandung


potensi kerawanan akibat keanekaragaman suku bangsa, bahasa, agama,
ras dan etnis golongan, hal tersebut merupakan faktor yang berpengaruh
terhadap potensi timbulnya konflik. Dengan semakin marak dan
meluasnya konflik akhir-akhir ini, merupakan suatu pertanda menurunnya
rasa nasionalisme di dalam masyarakat.

Kondisi seperti ini dapat terlihat dengan meningkatnya konflik yang


bernuansa SARA, serta munculya gerakan-gerakan yang ingin
memisahkan diri dari NKRI akibat dari ketidakpuasan dan perbedaan
kepentingan. Apabila kondisi ini tidak dikelola dengan baik akhirnya akan
berdampak pada disintegrasi bangsa. Permasalahan ini sangat kompleks
sebagai akibat akumulasi permasalahan ideologi, politik, ekonomi, sosial
budaya dan keamanan yang saling tumpang tindih, apabila tidak cepat
dilakukan tindakan-tindakan bijaksana untuk menanggulangi sampai pada
akar permasalahannya maka akan menjadi problem yang berkepanjangan.

Kekhawatiran tentang perpecahan (disintegrasi) bangsa di tanah air


dewasa ini yang dapat digambarkan sebagai penuh konflik dan pertikaian,
gelombang reformasi yang tengah berjalan menimbulkan berbagai
kecenderungan dan realitas baru. Segala hal yang terkait dengan Orde
Baru termasuk format politik dan paradigmanya dihujat dan dibongkar.
Bermunculan pula aliansi ideologi dan politik yang ditandai dengan
menjamurnya partai-partai politik baru. Seiring dengan itu lahir sejumlah
tuntutan daerah-daerah diluar Jawa agar mendapatkan otonomi yang lebih
luas atau merdeka yang dengan sendirinya makin menambah problem,
manakala diwarnai terjadinya konflik dan benturan antar etnik dengan
segala permasalahannya.

Penyebab timbulnya disintegrasi bangsa juga dapat terjadi karena


perlakuan yang tidak adil dari pemerintah pusat kepada pemerintah daerah
khususnya pada daerah-daerah yang memiliki potensi sumber
daya/kekayaan alamnya berlimpah/ berlebih, sehingga daerah tersebut
mampu menyelenggarakan pemerintahan sendiri dengan tingkat
kesejahteraan masyarakat yang tinggi.

Selain itu disintegrasi bangsa juga dipengaruhi oleh perkembangan politik


dewasa ini. Dalam kehidupan politik sangat terasa adanya pengaruh dari
statemen politik para elit maupun pimpinan nasional, yang sering
mempengaruhi sendi-sendi kehidupan bangsa, sebagai akibat masih
kentalnya bentuk-bentuk primodialisme sempit dari kelompok, golongan,

24
kedaerahan bahkan agama. Hal ini menunjukkan bahwa para elit politik
secara sadar maupun tidak sadar telah memprovokasi masyarakat.
Keterbatasan tingkat intelektual sebagian besar masyarakat Indonesia
sangat mudah terpengaruh oleh ucapan-ucapan para elitnya sehingga
dengan mudah terpicu untuk bertindak yang menjurus ke arah terjadinya
kerusuhan maupun konflik antar kelompok atau golongan.

Kebijakan Penanggulangan

Adapun kebijakan yang diperlukan guna memperkukuh upaya integrasi


nasional adalah sebagai berikut :

1. Membangun dan menghidupkan terus komitmen, kesadaran dan kehendak


untuk bersatu.
2. Menciptakan kondisi yang mendukung komitmen, kesadaran dan
kehendak untuk bersatu dan membiasakan diri untuk selalu membangun
konsensus.
3. Membangun kelembagaan (Pranata) yang berakarkan nilai dan norma
yang menyuburkan persatuan dan kesatuan bangsa.
4. Merumuskan kebijakan dan regulasi yang konkret, tegas dan tepat dalam
aspek kehidupan dan pembangunan bangsa, yang mencerminkan keadilan
bagi semua pihak, semua wilayah.
5. Upaya bersama dan pembinaan integrasi nasional memerlukan
kepemimpinan yang arif dan efektif.

Strategi Penanggulangan

Adapun strategi yang digunakan dalam penanggulangan disintegrasi


bangsa antara lain :

1. Menanamkan nilai-nilai Pancasila, jiwa sebangsa dan setanah air dan rasa
persaudaraan, agar tercipta kekuatan dan kebersamaan di kalangan rakyat
Indonesia.
2. Menghilangkan kesempatan untuk berkembangnya primodialisme sempit
pada setiap kebijaksanaan dan kegiatan, agar tidak terjadi KKN.
3. Meningkatkan ketahanan rakyat dalam menghadapi usaha-usaha
pemecahbelahan dari anasir luar dan kaki tangannya.
4. Penyebaran dan pemasyarakatan wawasan kebangsaan dan implementasi
butir-butir Pancasila, dalam rangka melestarikan dan menanamkan
kesetiaan kepada ideologi bangsa.
5. Menumpas setiap gerakan separatis secara tegas dan tidak kenal
kompromi.
6. Membentuk satuan sukarela yang terdiri dari unsur masyarakat, TNI dan
Polri dalam memerangi separatis.
7. Melarang, dengan melengkapi dasar dan aturan hukum setiap usaha untuk
menggunakan kekuatan massa.

25
Untuk mendukung terciptanya keberhasilan suatu kebijaksanaan dan
strategi pertahanan disarankan :

1. Penyelesaian konflik vertikal yang bernuansa separatisme bersenjata harus


diselesaikan dengan pendekatan militer terbatas dan professional guna
menghindari korban dikalangan masyarakat dengan memperhatikan aspek
ekonomi dan sosial budaya serta keadilan yang
2. bersandar pada penegakan hukum.
3. Penyelesaian konflik horizontal yang bernuansa SARA diatasi melalui
pendekatan hukum dan HAM.
4. Penyelesaian konflik akibat peranan otonomi daerah yang menguatkan
faktor perbedaan, disarankan kepemimpinan daerah harus mampu
meredam dan memberlakukan reward and punishment dari strata pimpinan
diatasnya.
5. Guna mengantisipasi segala kegiatan separatisme ataupun kegiatan yang
berdampak disintegrasi bangsa perlu dibangun dan ditingkatkan institusi
inteligen yang handal.

2.7 Kemiskinan dan Pengangguran


2.7.1 Angka kemiskinan

Angka kemiskinan di kota Serang masih sangat tinggi. Menurut data bps
2010 tercatat 70.746 (12.26%) dari 576,961 jiwa tergolong miskin. Secara
teoritis kndisi kemiskinan di kota serang diduga berasal dari:
a. Kapasitas wilayah yang rendah sebagaimana dtunjukkan oleh sumber daya
alam yang rendah, teknologi rendah dan kelembagaan yang masih belum
berfungsi.
b. Sumber daya manusia yang rendah sebagaimana ditunjukkan oleh tingkat
pendidikn yang rendah, keshtan yang rendah, akredibilitas terhadap
kelembagaan yang rendah dan kurangnya mata pencaharian alternatif,di
samping geografis dan sistem nilai budya yang melekat dalam kehidupan
masyarakat.

Sekitar 188,70 km dari luas wilayah kota serang , terdapat sedikitnya


2.700 Ha lahan kritis yang tidak diamanfaatkan . sektor perikanan dan
peternakan juga persawahan sebagai penghasil beras masi belum
terorganisir.
2.7.2 Pengangguran

Struktur penduduk menurut pekerjaan (data 2007):

 Menganggur 217.086 orang 16,24%


 Mengurus rumah tangga saja 362.392 orang 27,11%
 Perdagangan 174.384 orang 13,05%
 Buruh harian lepas 100.056 orang 7,49%
 Pekerjaan lain yang tidak 436.037 orang 32,62%
menentu

26
 Lainnya (wiraswasta, pegawai 46.650 orang 3,49%
negeri, pegawai swasta, pejabat
politik, dll)

2.8 Terwujudnya semboyan bhineka tunggal


Arti Bhinneka Tunggal Ika adalah berbeda-beda tetapi tetap satu. Secara
mendalam Bhinneka Tunggal Ika memiliki makna walaupun di Indonesia
terdapat banyak suku, agama, ras, kesenian, adat, bahasa, dan lain sebagainya
namun tetap pada satu kesatuan bangsa dan tanah air. Begitu juga di Kota
Serang, semboyan Bhineka Tunggal Ika sudah terwujud di kota Serang,
masyarakat yang memiliki perbedaan pendapat dari sisi agama dan sosial
dapat bersatu dan menjalin kerja sama yang salig menguntungkan.

2.9 Kondisi lingkungan hidup


Dalam perspektif pengelolaan dan pelestarian lingkungan hidup (LH), para
pejabat di Kabupaten Serang terbilang masih lips services alias basa-basi.
Akibatnya, situasi dan kondisi lingkungan di berbagai lokasi tampak sangat
memprihatinkan dan mengkhawatirkan. Kawasan pantai rusak berat dilanda
abrasi, bantaran sungai kotor dan tercemar, pusat kota bau bacin akibat
sampah yang tak pernah tertangani secara serius.
Basa-basi para pejabat Serang dalam pelestarian LH tampak dari tak pernah

27
terwujudnya rencana proyek pembangunan pemecah ombak di Desa Lontar.
Padahal niat tersebut pernah 'dideklarasikan' dalam seremoni penananam
pohon bakau itu juga. Malang, hingga kini masyarakat tak sempat mendapat
kabar tentang kelanjutannya" Segala kata yang diucapkan pejabatdalam
seremoni tersebut, hilang ditelan angin yang berbisik.
Berikutnya, kita beralih ke Serang Tenggara. Ruas jalan sekitar 14 kilometer
yang terbentang antara.
Pamarayan-Kibin kondisinya ibarat kubangan kerbau saja. Karena itu pula
semua angkot bertrayek.
Serang-Pamarayan tidak berani menempuh jalur tersebut. Semuanya
mengambil jalan memutar via Cikeusal danCurug, atau Kopo-Ciruas. Meski
demikian, di sepanjangjalan pedesaan ini tak terlihatsampah menggunung atau
berserakan.
Lain halnya ketika berada di wilayah Desa Cijeruk Kecamatan Kibin. Aroma
sub-urban kembali tercium. Bantaran kali irigasi yang semula bersih, terlihat
'acak adut'. Orang-orang sekitar seolah tak peduli terhadap kebersihan dan
keindahan, kendati di dekatnya terpampang plank "Dilarang Buang Sampah
Sembarang". Begitu pula di jembatan Kragilan, sampah menggunung hingga
bertahun-tahun.
Jangan tanya soal persampahan dalam kawasan Kota Serang. Bau bacin alias
memualkan, tak hanya melingkupi Pasar Rau dan kantor Dinas PU Pemprov,
tapi juga menusuk hidung warga yang melintasi Jl Brigjen KH Syam'un dan Jl
Mayor Syafei (Kepandean). Selain itu bau yang sama kerap terendus di Jl
Achmad Chatib (Kedalingan), Jl Yumaga (Benggala), dan Jl Juhdi (Kantin).
Bahkan belakangan, tumpukan sampah mulai menyerbu jalan lingkar selatan
yang dinamai Jl Tb Suwandi.

28
BAB III
NEGARA dan KONSTITUSI

3.1 Pengertian Negara, Kabupaten, Suku Bangsa dan Konstitusi


 Negara
Negara adalah suatu wilayah dimana di dalamnya terdapat kumpuan
masyarakat yang memiliki kekuasaan politik, ekonomi, militer, dan
budaya.
 Kabupaten
Kabupaten adalah pembagian wilayah administratif di Indonesia setelah
provinsi, yang dipimpin oleh seorang bupati. Selain kabupaten, pembagian
wilayah administratif setelah provinsi adalah kota. Secara umum, baik
kabupaten dan kota memiliki wewenang yang sama. Kabupaten bukanlah
bawahan dari provinsi, karena itu bupati atau wali kota tidak bertanggung
jawab kepada gubernur. Kabupaten maupun kota merupakan daerah
otonom yang diberi wewenang mengatur dan mengurus urusan
pemerintahannya sendiri.
 Suku Bangsa
Pengertian suku bangsa dengan simpel adalah kelompok spesifik yang
mempunyai kesamaan latar belakang. Selanjutnya diterangkan bahwa
pengertian suku bangsa, atau kelompok etnik adalah perkumpulan orang
yang mempunyai latar belakang budaya, bahasa, rutinitas, style hidup, dan
ciri-ciri fisik yang sama. Masing-masing mereka mengidentifikasikan diri
pada satu dengan yang lain.
Eksistensi satu suku akan diakui bila telah memperoleh pengakuan dari
masyarakat yang ada di luar suku itu sendiri. Proses terciptanya sesuatu
suku dinamakan etnogenesis. Sistem pengaturan yang dianut oleh sebagian
besar suku bangsa di indonesia adalah sistem menurut garis keturunan
bapak, ibu, atau apalagi keduanya.

29
 Konstitusi
Konstitusi atau Undang-undang adalah sebuah norma sistem politik dan
hukum bentukan pada pemerintahan negara yang biasanya dalam bentuk
tertulis.

3.2 Peraturan Daerah


Banyaknya Perda dan Rancangan Peraturan Daerah (Raperda) yang
bermasalah seringmenimbulkan reaksi publik yang luas. Ketidakpuasan warga
dan pemangku kepentinganterhadap Perda sudah jamak terjadi dan
memperlukan pengaturan yang jelas dan efektif. Dalambidang keuangan
daerah, tahun 2008 Kementerian Keuangan (Kemenkeu) membatalkan
lebihdari 2000 Perda dari sekitar 7200 Perda tentang pajak dan retribusi,
karena dinilai bertentangandengan peraturan perundangan yang lebih tinggi.
Dalam bidang lainnya, muncul banyak Perdayang bias gender dan mengancam
wawasan kebangsaan. Dalam konteks desentralisasi sekarangini, polemik
muncul tentang siapa yang memiliki kewenangan melakukan review
terhadapPerda dan peraturan Kepala Daerah, pemerintahan yang lebih tinggi
(executive review) ataulembaga peradilan (judicial review)?
Undang-Undang Nomor 10 Tahun 2004 (UU No. 10/2004) tentang Tata
CaraPenyusunan Peraturan Perundang-Undangan, telah mengatur dengan jelas
tentang prosespembentukan Perda, termasuk keharusan adanya partisipasi
masyarakat dalam pembentukanPerda. Namun, aturan ketentuan dalam UU
No. 10/2004 belum secara efektif mampu menangkalmunculnya Perda yang
bertentangan dengan kepentingan umum dan/atau peraturan yanglebih tinggi.
Terbukti dengan munculnya banyak Perda bermasalah. Pembatalan
Perdabermasalah melalui Perpres juga dinilai tidak sesuai mengingat besaran
jumlah Perda yangharus ditinjau ulang sangat besar. Penguatan pengaturan
tentang pembentukan Perda perludilakukan dalam Revisi UU No. 32/2004,
namun hendaknya pengaturan baru tersebut tidakbertentangan dan mengulang
hal yang sudah diatur dalam UU No. 10/2004.

30
3.3 Revisi Undang-Undang

Undang-Undang Nomor 32 Tahun 2004 (UU No. 32/2004) tentang


pemerintahan daerah telah berhasil menyelesaikan beberapa persoalan
penyelenggaraan pemerintahan daerah, namun ternyata dalam pelaksanaannya
muncul beberapa masalah baru yang perlu memperoleh perhatian Pemerintah
Pusat dan semua pemangku kepentingan. Revisi UU No. 32/2004 dilakukan
dengan tujuan untuk memperbaiki berbagai kelemahan dari UU No. 32/2004
terkait dengan konsep kebijakan desentralisasi dalam negara kesatuan,
ketidakjelasan pengaturan dalam berbagai aspek penyelenggaraan
pemerintahan daerah, dan hubungan antara pemerintah dengan warga dan
kelompok madani. Revisi ini selanjutnya disebut RUU tentang Pemerintahan
Daerah. Makalah kebijakan ini terdiri 4 bagian utama, yaitu konsep dan
masalah dalam desentralisasi di Indonesia, proses pembahasan RUU tentang
pemerintahan daerah, materi muatan dan peran gubernur selaku wakil
pemerintah pusat. Masalah tentang desentralisasi yang diuraikan terdiri dari
Pembagian Urusan, Peran Gubernur sebagai Wakil Pemerintah Pusat,
Musyawarah Pimpinan Daerah (Muspida), Kepegawaian Daerah, Perangkat
Daerah, Kecamatan, Peraturan Daerah (Perda), Pembangunan Daerah,
Keuangan Daerah, Pelayanan Publik, Partisipasi Masyarakat, Kawasan
Perkotaan, Kawasan Khusus, Kerjasama antar Daerah, Desa, Pembinaan dan
Pengawasan (Binwas), Tindakan Hukum terhadap Aparatur Daerah, Inovasi
Daerah, serta Teknis Penyelenggaraan Pemerintahan. Adanya Revisi UU No.
32/2004 ini diharapkan dapat memberi kesempatan untuk membangun
kerangka hukum penyelenggaraan pemerintahan daerah yang menyeluruh,
visioner, dan efektif merespon berbagai masalah yang sekarang dan mungkin
terjadi di masa mendatang dalam penyelenggaraan pemerintahan daerah di
Indonesia.

31
BAB IV
HUBUNGAN NEGARA DAN WARGA NEGARA

4.1 Pengertian Hak dan Kewajiban

Pengertian Hak
Hak adalah sesuatu yang mutlak menjadi milik kita dan penggunaannya
tergantung kepada kita sendiri.Contoh dari hak adalah:

1. Setiap warga negara berhak mendapatkan perlindungan hukum;


2. Setiap warga negara berhak atas pekerjaan dan penghidupan yang layak;
3. Setiap warga negara memiliki kedudukan yang sama di mata hukum dan
di dalam pemerintahan;
4. Setiap warga negara bebas untuk memilih, memeluk dan menjalankan
agama dan kepercayaan masing-masing yang dipercayai;
5. Setiap warga negara berhak memperoleh pendidikan dan pengajaran;
6. Setiap warga negara berhak mempertahankan wilayah negara kesatuan
Indonesia atau nkri dari serangan musuh;dan
7. Setiap warga negara memiliki hak sama dalam kemerdekaan berserikat,
berkumpul mengeluarkan pendapat secara lisan dan tulisan sesuai undang-
undang yang berlaku.

Pengertian Kewajiban

Kewajiban adalah sesuatu yg dilakukan dengan tanggung jawab.Contoh


dari kewajiban adalah:

1. Setiap warga negara memiliki kewajiban untuk berperan serta dalam


membela, mempertahankan kedaulatan negara indonesia dari serangan
musuh;
2. Setiap warga negara wajib membayar pajak dan retribusi yang telah
ditetapkan oleh pemerintah pusat dan pemerintah daerah (pemda);

32
3. Setiap warga negara wajib mentaati serta menjunjung tinggi dasar negara,
hukum dan pemerintahan tanpa terkecuali, serta dijalankan dengan sebaik-
baiknya;
4. Setiap warga negara berkewajiban taat, tunduk dan patuh terhadap segala
hukum yang berlaku di wilayah negara Indonesia;dan
5. Setiap warga negara wajib turut serta dalam pembangunan untuk
membangun bangsa agar bangsa kita bisa berkembang dan maju ke arah
yang lebih baik.

Antara hak dan kewajiban harus dipenuhi manusia secara seimbang.


Dalam kondisi masyarakat demikian kewajiban lebih menonjol daripada
hak, karena orang lebih cenderung berbuat untuk orang lain daripada diri
sendiri. Ketika seseorang berbuat untuk orang lain yang itu dipahami
sebagai kewajibannya, maka otomatis orang lain akan mendapatkan
haknya, demikian pula ketika orang lain menjalankan kewajibannya maka
kita juga mendapatkan hak kita. Perdebatan hak dulu atau kewajiban dulu
bisa didekatidengan pendekatan yang lebih sosio-kultural dari
masyarakatnya, sehingga kita lebih bijaksana dalam melihat persoalan hak
dan kewajiban ini. Hak asasi yang berpusat pada manusia akan
mengesampingkan nilai-nilai ketuhanan. Sedangkan hak asasi yang
berpusat pada Tuhan akan menjadikan nilai dan kaidah ketuhanan sebagai
dasar perumusan hak asasi. Kebabasan manusia selalu ditempatkan pada
kerangka kaidah ketuhanan.

4.2 Hak dan Kewajiban Menurut UUD 1945


Sebagaimana yang telah diatur oleh UUD 1945 maka kita harus
melaksankan hak dan kewajiban kita sebagai warga negara dengan
tertib,yang meliputi:

1. Hak dan kewajiban dalam bidang politik;


2. Hak dan kewajiban dalam bidang sosial budaya;
3. Hak dan kewajiban dalam bidang hankam;dan
4. Hak dan kewajiban dalam bidang ekonomi.

33
4.3 Pelaksanaan Hak dan Kewajiban Masyarakat di Kota Serang
Pertama, Pancasila perlu dimengerti secara tepat dan benar baik dari
pengertian, sejarah, konsep, prinsip dan nilai-nilai yang terkandung di
dalamnya.
Kedua, pedoman pelaksanaan
Ketiga, perlunya lembaga yang bertugas mengawal pelaksanaan
Pancasila.
Dalam konteks pelaksanaan hak dan kewajiban, maka tiga hal penting
sebagaimana disebut di atas juga perlu ada, yaitu perlu mengerti prinsip-
prinsip dasar hak dan kewajiban negara dan warga negara, terdapat pedoman
pelaksanaannya dan ada lembaga yang mengawalnya. Tiga hal ini tentu tidak
berdiri sendiri khusus terkait dengan hak dan kewajiban negara dan warga
negara, namun merupakan kesatuan gerak besar revitalisasi Pancasila dalam
semua bidang kehidupan.

No. Permasalahan Negara Warga negara

1. Kesejahteraan sosial Kewajiban: Hak:


Penanganan
Secepatnya memiliki
penyandang
lembaga tersendiri yang masalah
kesejahteraan
mengurus masalah
sosial seperti
tersebut. pengemis, anak
jalanan dan
lainnya.

2. Demokrasi Hak: Kewajiban:


Gegap gempitanya
Mendapatkan figur
partisipasi rakyat,
alternatif untuk bangun kepercayaan
terhadap kelas
demokrasi
menengah dan
lembaga swadaya
masyarakat, dan
juga kepercayaan
terhadap partai
politik

34
BAB V
DEMOKRASI INDONESIA

5.2 Konsep Dasar Demokrasi


5.2.1 Pengertian
Pengertian Demokrasi secara etimologis, istilah demokrasi berasal dari
bahasa Yunani, demos berarti rakyat dan kratos atau kratein berarti
kekuasaan. Konsep dasar demokrasi adalah rakyat berkuasa (government
of rule by the people). Demokrasi sebagai dasar hidup bernegara diartikan
bahwa pada tingkat terakhir rakyat memberikan ketentuan dalam masalah-
masalah pokok mengenai kehidupannya termasuk dalam menentukan
kehidupan rakyat.. Jadi, Negara demokrasi adalah negara yang
diselenggarakan berdasarkan kehidupan dan kemauan rakyat.Demokrasi
mempunyai arti penting bagi masyarakat yang menggunakannya, sebab
dengan demokrasi, hak masyarakat untuk menentukan sendiri jalannya
organisasi negara terjamin. jadi, istilah demokrasi adalah pemerintahan
dari rakyat, oleh rakyat, dan untuk rakyat. Demokrasi merupakan bentuk
pemerintahan politik yang kekuasaan pemerintahannya berasal dari rakyat
5.2.2 Konsep Demokrasi
Demokrasi adalah sebuah bentuk kekuasaan (kratein) dari, oleh, dan untuk
rakyat (demos). Menurut konsep demokrasi, kekuasaan menyiratkan arti
politik dan pemerintahan, sedangkan rakyat beserta warga masyarakat
didefinisikan sebagai warga negara. Demos menyiratkan makna
diskriminatif atau bukan rakyat keseluruhan, tetapi hanya populus tertentu,
yaitu mereka yang berdasarkan tradisi atau kesepakatan formal mengontrol
akses ke sumber–sumber kekuasaan dan bisa mengklaim kepemilikan atas
hak–hak prerogratif dalam proses pengambilan keputusan yang berkaitan
dengan urusan publik atau pemerintahan. Konsep demokrasi semula lahir
dari pemikiran mengenai hubungan negara dan hukum di Yunani Kuno
dan dipraktekkan dalam kehidupan bernegara antara abad 4 SM - 6 M.
Pada waktu itu, dilihat dari pelaksanaannya, demokrasi yang dipraktekkan
bersifat langsung ( direct democracy), artinya hak rakyat untuk membuat

35
keputusan- keputusan politik dijalankan secara langsung oleh seluruh
warga negara yang bertindak berdasarkan prosedur mayoritas. Di Yunani
Kuno, demokrasi hanya berlaku untuk warga negara yang resmi sedangkan
penduduk yang terdiri dari budak, pedagang asing, perempuan dan anak-
anak tidak dapat menikmati hak demokrasi. Gagasan demokrasi Yunani
Kuno lenyap di dunia barat ketika bangsa Romawi dikalahkan oleh suku
Eropa Barat dan Benua Eropa saat memasuki abad pertengahan (600-
1400). Walaupun begitu, ada sesuatu yang penting yang menjadi tonggak
baru berkenaan dengan demokrasi abad pertengahan, yaitu lahirnya Magna
Charta. Dari piagam tersebut, ada dua prinsip dasar: Pertama, kekuasaan
Raja harus dibatasi; Kedua, HAM lebih penting daripada kedaulatan Raja.
Ada dua peristiwa penting yang mendorong timbulnya kembali demokrasi
yang sempat tenggelam pada abad pertengahan, yaitu terjadinya Raissance
dan Reformasi. Raissanceadalah aliran yang menghidupkan kembali minat
pada sastra dan budaya Yunani Kuno, dasarnya adalah kebebasan berpikir
dan bertindak sedangkan Reformasi yang terjadi adalah revolusi agama
yang terjadi di Eropa Barat abad 16. Dari dua peristiwa penting di atas,
Eropa kemudian masuk ke dalam Aufklarung (AbadPemikiran) dan
Rasionalisme yang mendorong mereka untuk memerdekakan pikiran dari
batas-batas yang ditentukan gereja untuk mendasarkan pada pemikiran
atau akal (rasio) yang pada gilirannya kebebasan berpikir ini menimbulkan
lahirnya pikiran tentang kebebasan politik.
5.3 Prinsip dan Indikator Demokrasi
5.3.1 Prinsip-prinsip Demokrasi
a. Keterlibatan warga negara dalam pembuatan keputusan politik.
b. Tingkat persamaan (kesetaraan) tertentu antara warga negara.
c. Tingkat kebebasan atau kemerdekaan tertentu yang diakui dan dipakai
oleh para warga negara.
d. Penghormatan terhadap supremasi hukum.

Prinsip demokrasi yang didasarkan pada konsep di atas (rule of law), antara
lain sebagai berikut :
a. Tidak adanya kekuasaan yang sewenang-wenang;

36
b. Kedudukan yang sama dalam hukum;
c. Terjaminnya hak asasi manusia oleh undang-undang

5.4 Pelaksanaan Demokrasi di Indonesia sejak orde lama, orde baru, dan Era
Reformasi
5.4.1 Demokrasi di Indonesia Masa Orde Lama
Pada awal negara berdiri, kehidupan demokrasi mengikuti aturan dalam UUD
1945. Presiden yang menjadi pemerintah diberi wewenang luas. Perubahan
terjadi setelah adanya maklumat pemerintah tanggal 16 Oktober 1945 dan 14
November 1945. Namun agresi militer Belanda pertama dan kedua membawa
negara Indonesia menjadi negara Republik Indonesia Serikat.
Negara Republik Indonesia Serikat tidak bertahan lama, karena terjadi
penggabungan dengan Republik Indonesia. Akhirnya tinggal 3 negara bagian,
yaitu Republik Indonesia, Negara Indonesia Timur, dan Negara Sumatra
Timur. Hal ini mengakibatkan wibawa dari Republik Indonesia Serikat
menjadi berkurang. Maka tercapailah kata sepakat untuk mendirikan kembali
NKRI dengan UUDS 1950.
Kedaulatan Rakyat disalurkan melalui sistem banyak partai dengan varian
partai pemerintahan dan partai oposisi. Stabilitas negara sukar dicapai sebab
parlementer dapat menjatuhkan cabinet jika partai oposisis dalam parlemen itu
kuat. Kabinet tidak berumur panjang dan akibatnya banyak program
pemerintah terbengkalai dan menimbulkan banyak masalah.
Dalam era orde lama, pelaksanaan demokrasi di Indonesia terbagi atas 3
periode yaitu periode 1945-1949 (demokrasi dalam pemerintahan masa
revolusi kemerdekaan), periode 1950-1959 (Demokrasi Parlementer), dan
periode 1959-1965 (demokrasi terpimpin)

5.4.2 Demokrasi di Indonesia Masa Orde Baru


Pemerintahan Orde Lama berakhir setelah keluar Surat Perintah Sebelas Maret
1966 yang dikuatkan dengan Ketetapan MPRS No. IX/MPRS/1966. Sebagai
pengganti masa Orde Lama, maka muncul pemerintahan Orde Baru dengan
dukungan kekuatan TNI-AD sebagai kekuatan utama.

37
Pelaksanaan demokrasi masa Orde Baru ditandai perbedaan, yaitu dilaksanakan
pemilihan umum dengan asas langsung, umum, bebas, dan rahasia lebih dari
lima kali untuk memilih anggota DPRD tingkat I, DPRD tingkat II, dan DPRD.
Pemilihan tersebut kemudian membentuk MPR yang bertugas menetapkan
GBHN dan memilih Presiden dan Wakil Presiden.
Dari hasil pemilu 1971 sampai pemilu 1997, pucuk pemerintahan tidak pernah
mengalami pergantian, hanya pejabat setingkat menteri yang silih berganti.
Namun terjadi kemajuan pesat di bidang pembangun secara fisik dengan
bantuan dari negara asing yang memberikan pinjaman lunak. Oleh karena
besarnya pinjaman yang menjadi beban pemerintah, bersamaan dengan krisis
ekonomi maka pemerintahan menjadi goyah. Selain itu, dalam pelaksanaan
penyelenggaraan pemerintahan negara pada rezim orde baru kurang kosekuen
dalam pelaksanaan Pancasila dan UUD 1945. Tanggal 21 Mei 1998 presiden
resmi mengundurkan diri.
Kekuasaan Orde Baru sampai tahun 1998 dalam ketatanegaraan Indonesia tidak
mengamalkan nilai-nilai demokrasi. Praktik kenegaraan Orde Baru dijangkiti
korupsi, kolusi, dan nepotisme.

5.4.3 Demokrasi di Indonesia Era Reformasi


Gerakan reformasi membawa perubahan-perubahan dalam bidang politik dan
usaha penegakkan kedaulatan rakyat, serta meningkatkan peran serta
masyarakat dan mengurangi dominasi pemerintah dalam kehidupan politik.
Pelaksanaan demokrasi pada masa reformasi pada dasarnya adalah demokrasi
dengan mendasarkan pada UUD 1945 yang telah diamandemen oleh MPR.
Dengan penyempurnaan pelaksanaannya, meningkatkan peran lembaga-
lembaga negara dengan menegakkan fungsi, wewenang dan tanggung jawab
yang mengacu pada prinsip pemisahan kekuasaan, (check and balance system
) yang jelas antar lembaga-lembaga eksekutif, legislative, dan yudikatif tidak
ada kekuasaan berlebih pada salah satu lembaga, seperti berikut :
1. Presiden dan wakil Presiden dipilih dengan masa jabatan 5 tahun dan
dapat dipilih kembali satu kali jabatan yang sama.
2. DPA dihapuskan

38
3. Anggota MPR terdiri dari anggota DPR dan DPD dipilih melalui pemilu.
Demokrasi Indonesia saat ini telah dimulai dengan hasil pemilu. Nuansa
demokrasi sangat terasa dalam era reformasi ini, terutama dalam hal
penegakkan HAM dan usaha recovery ekonomi dan kemandirian bangsa.

5.4 Pendidikan demokrasi


5.4.1 Demokrasi pendidikan
Menurut kamus besar bahasa Indonesia, demokrasi diartikan sebagai,
gagasan atau pandangan hidup yang mengutamakan persamaan hak dan
kewajiban serta perlakuan yang sama bagi semua warga negara.
Dalam pendidikan, demokrasi ditunjukkan dengan pemusatan perhatian
serta usaha pada si anak untuk tumbuh dan berkembang menurut
kodratnya.
Dengan demikian tampaklah bahwa demokrasi pendidikan merupakan
pandangan hidup yang mengutamakan persamaan hak dan kewajiban serta
perlakuan yang sama di dalam berlangsungnya proses pendidikan antara
pendidik dan anak didik, serta juga dengan pengeola pendidikan.
Karena itulah demokrasi pendidikan dalam pengertian yang lebih luas,
patut selalu dianalisis sehingga memberikan manfaat dalam praktek
kehidupan dan pendidikan yang paling tidak mengandung hak-hak sebagai
berikut:
a. Rasa hormat terhadap harkat dan martabat sesama manusia.
Dalam hal ini demokrasi dianggap sebagai pilar pertama untuk menjamin
persaudaraan hak manusia dengan tidak memandang jenis kelamin, umur,
warna kulit, agama dan bangsa.
b. Setiap manusia memiliki perubahan ke arah pikiran yang sehat.
Dengan acuan prinsip inilah yang melahirkan adanya pandangan bahwa
manusia itu haruslah dididik, karena dengan pendidikanlah manusia akan
berubah dan berkembang kearah yang lebih sehat dan baik serta sempurna.
c. Rela berbakti untuk kepentingan dan kesejahteraan bersama.

39
Dalam konteks ini, pengertian demokrasi tidaklah berarti dibatasi oleh
kepentingan individu-individu lain, atau dengan kata lain bahwa seseorang
menjadi bebas karena orang lain menghormati kepentingannya.
Maka dari itu prinsip demokrasi pendidikan adalah sangat dipengaruhi
oleh konteks dimana pikiran itu ada, sifat dan jenis masyarakat apa yang
melatarbelakangi masalah tersebut. masyarakat agraris berbeda dengan
masyaraklat modern. Masyarakat pedesaan (prosentasi desa lebih besar
daripada kota), akan juga berbeda adanya. Dalam kaitannya dengan
prinsip-prinsip tersebut, ada 3 butir hal-hal sebagai berikut:
a. Keadilan dalam kesempatan belajar bagi semua warga negara, dengan cara
adanya pembuktian kesetiaan pada sistem politik yang ada.
b. Dalam rangka pembentukan pemerintahan nasional dan karakter bangsa
sebagai bangsa yang baik.
c. Suatu ikatan yang erat dengan cita-cita nasional dalam rangka prinsip
modernisasi bengsa lewat pendidikan/perencanaan pendidikan.

Jelaslah, dalam konteks demokrasi pendidikan anak tidak saja


dipersiapkan sekedar cerdas dan terampil, tetapi mampu menghargai orang
lain, disamping beriman dan intelektual. Kemampuan demikian
memerlukan pengkayaan pengalaman-pengalaman menghadapi dan
menyelesaikan berbagai masalah kehidupan yang hanya mengkin
diperoleh dan berkembang dalam model pendidikan yang terbuka,
demokratis dan dialogis.
Pada dasarnya, dasar-dasar demokrasi pendidikan menurut Islam
memberikan kebebasan kepada individu (anak didik) untuk
mengembangkan nilai-nilai fitrah yang ada pada dirinya untuk
menyelaraskan dengan perkembangan zaman.
Sebagai acuan pemahaman demokrasi pendidikan dalam Islam,
nampaknya tercermin pada beberapa hal sebagai berikut:
a. Islam mewajibkan manusia untuk menuntut ilmu. Hadits Nabi
Muhammad SAW yang artinya:

40
“Menuntut ilmu adalah wajib hukumnya bagi setiap muslim laki-laki dan
perempuan”
Hadits tersebut mencerminkan bahwa di dalam Islam terdapat demokrasi
pendidikan, dimana Islam tidak membedakan antara muslim laki-laki dan
perempuan dalam hal kewajiban dan hak menuntut ilmu.
b. Adanya keharusan bertanya kepada ahli ilmu.
Didalam al Qur'an surat An Nahl ayat (43) Allah SWT berfirman:
“Dan Kami tidak mengutus kepada mereka, kecuali orang laki-laki yang
kami berikan wahyu kepada mereka; maka bertanyalah kamu nkepada
orang-orang yang mempunyai pengetahuan”. (Qs. An Nahl: 43).
Ayat tersebut mengisyaratkan bahwa apabila pendidik dan anak didik
dalam proses belajar dan dalam pemahaman ilmu-ilmu tersebut terdapat
hal-hal yang kurang dipahami, maka perlu bertanya kepada yang ahli
dalam bidang tersebut.
5.4.2 Pelaksanaan Demokrasi Pendidikan di Indonesia
Demokrasi pendidikan merupakan proses buat memberikan jaminan dan
kepastian adanya persamaan kesempatan buat mendapatkan pendidikan di
dalam masyarakat tertentu.
Pelaksanaan demokrasi pendidikan di Indonesia pada dasarnya telah
dikembangkan sedemikian rupa dengan menganut dan mengembangkan
asas demokrasi dalam pendidikannya, terutama setelah diproklamirkannya
kemerdekaan, hingga sekarang. Pelaksanaan tersebut telah diatur dalam
perundang-undangan yang berlaku di Indonesia, seperti berikut ini:
1. Pasal 31 UUD 1945;
Ayat (1): Tiap-tiap warga negara berhak mendapatkan pengajaran.
Ayat (2): pemerintah mengusahakan dan menyelenggarakan satu sistem
pengajaran nasional, yang diatur dengan undang-undang.
2. Dengan demikian di negara Indonesia, semua warga negara diberikan
kesempatan yang sama untuk menikmati pendidikan, yang
penyelenggaraan pendidikannya diatur oleh satu undang-undang sistem
pendidikan nasional, dalam hal ini tentu saja UU nomor 2 tahun 1989. UU
Nomor 2 tahun 1989 tentang sistem Pendidikan Nasional. Menurut UU ini,

41
cukup banyak dibicarakan tentang demokrasi pendidikan, terutama yang
berkaitan dengan hak setiap warga negara untuk memperoleh pendidikan,
misalnya:
Pasal 5: Setiap warga negara mempunyai hak yang sama untuk
memperoleh pendidikan.
Pasal 6; Setiap warga negara berhak atas kesempatan yang seluas-luasnya
untuk mengikuti pendidikan agar memperoleh pengetahuan, kemampuan
dan keterampilan yang sekurang-kurangnya setara dengan pengetahuan,
kemampuan dan keterampilan tamatan pendidikan dasar.
Pasal 7; Penerimaan seseorang sebagai peserta didik dalam suatu satuan
pendidikan diselenggarakan dengan tidak membedakan jenis kelamin,
agama, suku, ras, kedudukan sosial dan tingkat kemampuan ekonomi, dan
dengan tetap mengindahkan kekhususan satuan pendidikan yang
bersangkutan.
Pasal 8:
-Warga negara yang memiliki kelainan fisik dan atau mental berhak
memperoleh pendidikan luar biasa.
-Warga negara yang memiliki kemampuan dan kecerdasan luar biasa
berhak memperoleh perhatian khusus.
-Pelaksanaan ketentuan sebagaimana yang dimaksud pada ayat (1) dan (2)
ditetapkan dengan peraturan pemerintah.

42
DAFTAR PUSTAKA

http://id.wikipedia.org/wiki/Kabupaten_Serang
http://www.kotaserang.com/2013/07/daftar-kecamatan-keluarahan-desa-dan-
kode-pos-kabupaten-serang.html
http://glosarium.org/arti/?k=suku%20bangsa
http://id.wikipedia.org/wiki/Suku
http://id.wikipedia.org/wiki/Kelompok_etnik
http://id.wikipedia.org/wiki/Antropologi
http://id.wikipedia.org/wiki/Kabupaten
http://id.wikipedia.org/wiki/Daftar_kabupaten_dan_kota_di_Indonesia
http://serangkab.go.id/
http://www.serangkota.go.id/
http://id.wikipedia.org/wiki/Kota_Serang
http://en.wikipedia.org/wiki/Serang
http://id.wikipedia.org/wiki/Demokrasi
http://edywidianto.blogspot.com/2010/02/hak-dan-kewajiban-warga-negara-
dalam.html
http://edoedwardpratama.blogspot.com/2013/03/pengertian-hak-dan-kewajiban-
warga.html
http://madundun.wordpress.com/2010/02/21/pengertian-hak-dan-kewajiban/
http://id.wikipedia.org/wiki/Hak
http://milalanasution.wordpress.com/2013/04/22/pengertian-hak-kewajiban-dan-
warga-negara/
http://mklh11demokrasi.blogspot.com/
http://wwitama.blogspot.com/2013/03/pengertian-dan-konsep-demokrasi.html

43
LAMPIRAN

Biodata Penulis

Penulis buku dilahirkan di Negara Tulang Bawang, Lampung Utara, pada tanggal
12 Januari 1995 dengan nama Anggi Pratiwi. Pendidikan formal yang sudah
ditempuh oleh penulis sebelum di perkuliahan yaitu TK PG Bungamayang, SD
PG Bungamayang, SMP PG Bungamayang, dan SMA N 9 Bandarlampung. Saat
ini penulis dinyatakan sebagai mahasiswa jurusan Teknik Kimia, Fakultas Teknik,
Universitas Lampung dengan NPM 1315041009. Motto hidup penulis adalah
“Harus Bisa” . Jika ada saran dan kritik untuk penulis dapat dikirimkan melalui
e-mail berikut pratiwianggi121@yahoo.com.

Komentar Tetangga

 Kiki Fatmala Dewi (Semarang)


Menurut kiki, kasus korupsi yang terjadi di kota Semarang tidak sebesar
kasus korupsi yang terjadi di kota Serang.

44
Power Point

Slide 1 Slide 2
Kabupaten Serang Sejarah Kabupaten Serang

Sejarah Kabupaten Serang tentunya tidak


terlepas daripada sejarah Banten

Slide 3 Pejabat Kota Serang Slide 4 Topografi & Geografi


Kabupaten Serang
Bupati Serang Wakil Bupati Serang
Taufik Nuriman Tatu Chasanah
Kabupaten Serang memiliki luas 172.402,25 Ha.
Topografi bervariasi mulai dari pantai sampai
pegunungan dengan ketinggian 0 - 1.788 meter
dpl, berhawa sedang 26˚-30˚Celcius dengan
curah hujan sedang 142 mm/bulan.

Slide 5 Bentuk dasar logo = Slide 6 Penjelasan Gambar:


perisai segi 6 (enam),
• Bintang segi 5 (lima),melambangkan
melambangkan: Rukun Islam dan asas Ketuhanan yang
Maha Esa
• Gapura (Kaibon)
•  Kaibon merupakan ciri khas Banten
yang sudah menjadi bagian dari sejarah
Banten dan dengan sendirinya
merupakan ciri khas dan bagian tak
terpisahkan dari kota Serang
 Gapura/pintu gerbang, menegaskan
• posisi kota Serang sebagai ibukota
Provinsi Banten yang merupakan pintu
• gerbang Provinsi Banten
 Gapura/pintu gerbang berarti pintu
gerbang menuju kemakmuran dan
kesejahteraan masyarakat kota Serang
di semua bidang.

45
Slide 7 Visi dan Misi Kabupaten Serang
Slide 8
Visi Kabupaten Serang :

• Terwujudnya Kepemerintahan yang Amanah menuju Kabupaten


Serang Terdepan yang Islami, Berkeadilan dan Sejahtera”
Profil dan Karakteristik
Kabupaten Serang
MISI KABUPATEN SERANG :

• Meningkatkan Kualitas Manajemen Pemerintahan


• Meningkatkan Prasarana dan Sarana Publik
• Meningkatkan kualitas sumber daya aparatur
• Meningkatkan kualitas sumber daya manusia melaluipendidikan
dan pelayanan kesehatan
• Menyelenggarakan pembangunan berwawasan lingkungan
• Menghayati dan mengembangkan nilai-nilai religius islam
• Meningkatkan potensi ekonomi daerah.

Slide 9 Slide 10
Posisi Kabupaten Serang Kewarganegaraan
• Sebelah Utara dibatasi dengan Laut Jawa Jumlah penduduk sampai bulan Desember 2010:
Berjumlah 1.570.083 jiwa dengan komposisi
• Sebelah Timur dibatasi Kabupaten Tangerang • Laki-laki 801.919 jiwa
• Perempuan 768.164 jiwa
• Sebelah Barat dibatasi oleh Kota Cilegon dan
Disdukcapil mencatat, saat ini ada 700 warga asing di
Selat Sunda Kabupaten Serang yang mayoritas berasal dari Taiwan dan
• Sebelah Selatan dibatasi oleh Kabupaten Korea yang bekerja di kawasan industri Serang timur. Di
Nikomas ada 300 orang, Eagle Nice tujuh orang , Asa
Lebak dan Pandeglang. Bintang empat orang, Singlong Brother empat orang, King
Paper empat orang. Kalau digabung dengan yang lain-lain
itu 700 orang.

Slide 11 Slide 12

Identitas Nasional
Dinamika internal Kota Serang

Slide 13 Slide 14
Keadaan Geografis Kota Serang Objek Wisata Kota Serang

• Masjid Agung Banten


Secara Geografis wilayah Kabupaten Serang
• Keraton Surosowan
terletak pada koordinat 5 50’ sampai dengan
• Keraton Kaibon
6 21’ Lintang Selatan dan 105 0’ sampai
• Museum Banten Lama
dengan 106 22’ Bujur Timur.
• Taman wisata Wulandira

46
Slide 15 Slide 16
Beberapa Kasus di Kota Serang Demokrasi di Kota Serang

• Korupsi yang Dilakukan oleh Pemerintah Kota


Serang Masyarakat Kota Serang membutuhkan figur
• Kepemimpinan Jaman pada periode pertama, alternatif dalam upaya mengembangkan
yang tak mengubah Serang menjadi kota yang demokrasi
lebih baik.

Slide 17 Slide 18
Dasar Hukum
Penegakkan hukum
*UU No. 32/2007

Aparat daerah sering merasa ragu-ragu untuk


bertindak karena takut melanggarketentuan
yang ada

Slide 19 Slide 20
kemiskinan

Angka kemiskinan di kota


Serang masih sangat tinggi.
Disintegerasi Menurut data bps 2010
tercatat 70.746 (12.26%)
dari 576,961 jiwa tergolong
miskin.

Slide 21 Slide 22
Pengangguran Terwujudnya semboyan bhineka tunggal

semboyan Bhineka Tunggal Ika sudah terwujud


di kota Serang, masyarakat yang memiliki
perbedaan pendapat dari sisi agama dan sosial
dapat bersatu dan menjalin kerja sama yang
saling menguntungkan.

47
Slide 23 Slide 24
Kondisi lingkungan hidup

Situasi dan kondisi


lingkungan di berbagai
lokasi tampak sangat Pengertian Negara, Kabupaten, Suku
memprihatinkan dan Bangsa dan Konstitusi
mengkhawatirkan.

Slide 25 Slide 26 Revisi Undang-Undang


Undang-Undang Nomor 32 Tahun 2004 (UU No. 32/2004)
tentang pemerintahan daerah telah berhasil menyelesaikan
beberapa persoalan penyelenggaraan pemerintahan daerah, namun

Peraturan Daerah ternyata dalam pelaksanaannya muncul beberapa masalah baru yang
perlu memperoleh perhatian Pemerintah Pusat dan semua pemangku
kepentingan. Revisi UU No. 32/2004 dilakukan dengan tujuan untuk
memperbaiki berbagai kelemahan dari UU No. 32/2004 terkait
dengan konsep kebijakan desentralisasi dalam negara kesatuan,
ketidakjelasan pengaturan dalam berbagai aspek penyelenggaraan
pemerintahan daerah, dan hubungan antara pemerintah dengan
warga dan kelompok madani. Revisi ini selanjutnya disebut RUU
tentang Pemerintahan Daerah.

Slide 27 Slide 28
Hak dan Kewajiban Menurut UUD 1945

Sebagaimana yang telah diatur oleh UUD 1945


maka kita harus melaksankan hak dan kewajiban
Pengertian Hak dan Kewajiban kita sebagai warga negara dengan tertib,yang
meliputi:
• Hak dan kewajiban dalam bidang politik;
• Hak dan kewajiban dalam bidang sosial budaya;
• Hak dan kewajiban dalam bidang hankam;dan
• Hak dan kewajiban dalam bidang ekonomi

Slide 29 Pelaksanaan hak dan kewajiban Slide 30


No. Permasalahan Negara Warga Negara

1 Kewajiban: Hak:
Kesejahteraan sosial
Secepatnya Penanganan

KONSEP DASAR DEMOKRASI


memiliki lembaga penyandang masalah
kesejahteraan sosial
tersendiri yang
seperti pengemis,
mengurus masalah anak jalanan dan
tersebut. lainnya.

2 Demokrasi Hak: Kewajiban:


Gegap gempitanya
Mendapatkan partisipasi rakyat,
figur alternatif kepercayaan terhadap
untuk bangun kelas menengah dan
lembaga swadaya
demokrasi masyarakat, dan juga
kepercayaan terhadap
partai politik

48
Slide 31 Slide 32
Prinsip-prinsip Demokrasi

• Keterlibatan warga negara dalam pembuatan


keputusan politik. Pelaksanaan Demokrasi di Indonesia sejak
• Tingkat persamaan (kesetaraan) tertentu antara orde lama, orde baru, dan Era Reformasi
warga negara.
• Tingkat kebebasan atau kemerdekaan tertentu yang
diakui dan dipakai oleh para warga negara.
• Penghormatan terhadap supremasi hukum.

Slide 33 Slide 34

Pendidikan demokrasi terima kasih … 

49