Anda di halaman 1dari 7

LAMPIRAN :

KEPUTUSAN DIREKTUR RSGM GUSTI HASAN


AMAN PROVINSI KALIMANTAN SELATAN NOMOR
188.4/SK/ 01 /AKR/KPS/RSGM/2017 TANGGAL 12
Januari 2017 TENTANG PEMBERLAKUAN
PANDUAN POLA KETENAGAAN

PANDUAN POLA KETENAGAAN

1. DEFINISI
Salah satu kunci keberhasilan pelayanan rumah sakit adalah
kemampuan merencanakan ketersediaan tenaga (SDM) sebagai unsur
utama dalam pemberian pelayanan. SDM yang memiliki kualifikasi
sesuai dengan standar, kemampuan membina hubungan interpersonal,
dan responsif terhadap perubahan akan menjadi competitive advantage
bagi rumah sakit. Oleh karenanya dibutuhkan perencanaan
komprehensif dari seluruh unsur rumah sakit untuk menyusun
kebutuhan ketenagaan secara makro agar RSGM Gusti Hasan Aman
Provinsi Kalimantan Selatan dapat memberikan pelayanan kesehatan
sesuai dengan harapan pasien. Perencanaan kebutuhan tenaga
disusun berdasarkan pola perhitungan tertentu agar hasil perencanaan
dapat mendekati kebutuhan optimal untuk pelayanan.
2. TUJUAN
a. Tujuan Umum
Terpenuhinya kebutuhan tenaga medis, profesional, dan non medis
baik secara kualitas maupun kuantitas guna menunjang pemberian
pelayanan prima kepada pasien di RSGM Gusti Hasan Aman Provinsi
Kalimantan Selatan
b. Tujuan Khusus
1) Tercukupinya jumlah kebutuhan tenaga medis, profesional,
dan non medis.
2) Tercukupinya kebutuhan tenaga medis, profesional, dan
non medis yang kompeten.
3) Tercapainya kepuasan pelayanan kepada pasien.
4) Sebagai acuan dalam penyusunan pola ketenagaan
berdasarkan kebutuhan dan distribusinya.
5) Sebagai acuan dalam program rekruitmen tenaga medis,
profesional, dan non medis.

1
3. SASARAN
a. Seluruh unit kerja wajib menyusun pola ketenagaan.
b. Perencanaan kebutuhan ketenagaan dihitung berdasarkan pola
ketenagaan.
c. Realisasi ketenagaan sesuai dengan rencana kebutuhan yang
telah diatur dalam Rencana Kerja dan Anggaran (RKA) RSGM Gusti
Hasan Aman Provinsi Kalimantan Selatan

4. POLA KETENAGAAN BIDANG MEDIS


Formula hitung beban kerja dengan metode Ilyas
a. Jumlah kebutuhan tenaga perhari (Y)

BK
Y=
JKE

(dimana BK = JT x WT)

JT x WT
Y=
JKE

b. Jumlah kebutuhan tenaga = Y + (92/273 x Y)

Keterangan:
BK = beban kerja
JKE = jumlah hari kerja efektif selama setahun, yaitu 273 hari
JT = jumlah transaksi per hari
WT = waktu yang dibutuhkan untuk tiap transaksi

5. POLA KETENAGAAN BIDANG KEPERAWATAN

Formula hitung perawat RS dengan metode Ilyas

A x B x 365
TP=
255 x jam kerja/hari

Keterangan:
A = jumlah jam perawatan per 24 jam
B = sensus harian
365 = jumlah hari kerja selama setahun
255 = hari kerja efektif perawat per tahun

{365 - (12 hari libur nasional + 12 hari libur cut tahunan) x 3/4 = 255 hari}
2
FORMULA HITUNG PERAWAT INSTALASI GAWAT DARURAT (IGD)

D x 365
TP=
255 x jam kerja/hari

Keterangan:
TP = tenaga perawat
D = jumlah jam perawatan per 24 jam
365 = jumlah hari kerja di IGD
255 = hari kerja efektif perawat per tahun

{365 - (12 hari libur nasional + 12 hari libur cut tahunan) x 3/4 = 255 hari}

D = {(A1 x S os/hr) + (A2 x S os/hr) + (A3 x S os/hr) + (3 shift/hr x adm tme)}

Keterangan:
A1 = waktu keperawatan pasien kasus gawat darurat
A2 = waktu keperawatan pasien kasus mendesak
A3 = waktu keperawatan pasien kasus tidak mendesak
S os = jumlah pasien
Adm time = waktu administratif yang dibutuhkan untuk
penggantian
24 jam/hr = jumlah 24 jam kerja efektif perawat di IGD

Klasifikasi pasien IGD


- Gawat darurat = 87 menit
- Mendesak = 71 menit
- Tidak mendesak = 34 menit

FORMULA HITUNG PERAWAT INSTALASI BEDAH SENTRAL (IBS)

A x 365
TP=
255 x jam kerja/hari

Keterangan:
TP = tenaga perawat
A = jumlah jam perawatan per 24 jam
365 = jumlah hari kerja di IBS
255 = hari kerja efektif perawat per tahun

A = {(A1 x S os/hr x SP) + (A2 x S os/hr x SP) + (A3 x S os/hr x SP) + (A4 x S os/hr x

3
SP)}

Keterangan:
A1 = waktu keperawatan pasien bedah khusus
A2 = waktu keperawatan pasien bedah besar
A3 = waktu keperawatan pasien bedah sedang
A4 = waktu keperawatan pasien bedah kecil

S os = jumlah pasien
P = jumlah anggota tim perawat/kasus bedah
24 jam/hr = jumlah 24 jam kerja efektif perawat di IBS

Klasifikasi pasien IBS


- Khusus = 4 jam
- Besar = 3 jam
- Sedang = 2 jam
- Kecil = 1 jam

6. POLA KETENAGAAN BIDANG PENUNJANG MEDIS


a. Instalasi Gizi
1) Instalasi Gizi - Shift
1) Jumlah kebutuhan tenaga perhari (Y)
BK
Y= (dimana BK = JT x WT)
JKE

JT x WT
Y=
JKE

2) Jumlah kebutuhan tenaga = Y + (92/273 x Y)

Keterangan:
BK = beban kerja
JKE = jumlah hari kerja efektif selama setahun, yaitu 273 hari
JT = jumlah transaksi per hari
WT = waktu yang dibutuhkan untuk tiap transaksi

2) Instalasi Gizi - Non Shift


a) Jumlah kebutuhan tenaga perhari (Y)
BK
Y= (dimana BK = JT x WT)
JKE

JT x WT
Y=
JKE
4
b) Jumlah kebutuhan tenaga = Y + (76/289 x Y)

Keterangan:
BK = beban kerja
JKE = jumlah hari kerja efektif selama setahun, yaitu 289 hari
JT = jumlah transaksi per hari
WT = waktu yang dibutuhkan untuk tiap transaksi

b. Instalasi Farmasi
a) Jumlah kebutuhan tenaga perhari (Y)
BK
Y=
JKE

(dimana BK = JT x WT)

JT x WT
Y=
JKE

b) Jumlah kebutuhan tenaga = Y + (92/273 x Y)

Keterangan:
BK = beban kerja
JKE = jumlah hari kerja efektif selama setahun, yaitu 273 hari
JT = jumlah transaksi per hari
WT = waktu yang dibutuhkan untuk tiap transaksi

c. Instalasi Rekam Medis


1) Instalasi Rekam Medis - Shift
a) Jumlah kebutuhan tenaga perhari (Y)
BK
Y=
JKE

(dimana BK = JT x WT)

JT x WT
Y=
JKE

b) Jumlah kebutuhan tenaga = Y + (92/273 x Y)

Keterangan:
BK = beban kerja
JKE = jumlah hari kerja efektif selama setahun, yaitu 273 hari
JT = jumlah transaksi per hari
WT = waktu yang dibutuhkan untuk tiap transaksi
5
2) Instalasi Rekam Medis - Non Shift
a) Jumlah kebutuhan tenaga perhari (Y)
BK
Y=
JKE

(dimana BK = JT x WT)

JT x WT
Y=
JKE

b) Jumlah kebutuhan tenaga = Y + (76/289 x Y)

Keterangan:
BK = beban kerja
JKE = jumlah hari kerja efektif selama setahun, yaitu 273 hari
JT = jumlah transaksi per hari
WT = waktu yang dibutuhkan untuk tiap transaksi

7. POLA KETENAGAAN BIDANG NON MEDIS


a. Bidang Non Medis - Shift
1) Jumlah kebutuhan tenaga perhari (Y)
BK
Y= (dimana BK = JT x WT)
JKE

JT x WT
Y=
JKE

2) Jumlah kebutuhan tenaga = Y + (92/273 x Y)

Keterangan:
BK = beban kerja
JKE = jumlah hari kerja efektif selama setahun, yaitu 273 hari
JT = jumlah transaksi per hari
WT = waktu yang dibutuhkan untuk tiap transaksi

b. Bidang Non Medis - Non Shift


1) Jumlah kebutuhan tenaga perhari (Y)
BK
Y= (dimana BK = JT x WT)
JKE

6
JT x WT
Y=
JKE
2) Jumlah kebutuhan tenaga = Y + (76/289 x Y)

Keterangan:
BK = beban kerja
JKE = jumlah hari kerja efektif selama setahun, yaitu 273 hari
JT = jumlah transaksi per hari
WT = waktu yang dibutuhkan untuk tiap transaksi

8. PENUTUP
Pola ketenagaan menjadi dasar bagi RSGM Gusti Hasan Aman
Provinsi Kalimantan Selatan untuk menentukan jumlah kebutuhan
tenaga. Perkembangan rumah sakit berkaitan dengan perencanaan
kebutuhan tenaga yang perlu dituangkan dalam Rencana Kerja dan
Anggaran (RKA) RSGM Gusti Hasan Aman Provinsi Kalimantan Selatan
RKA RSGM Gusti Hasan Aman Provinsi Kalimantan Selatan yang
disusun berbeda-beda setiap tahunnya. Oleh karena itu, seiring dengan
kebutuhan dan perkembangan RSGM Gusti Hasan Aman Provinsi
Kalimantan Selatan, pola ketenagaan akan ditinjau kembali setiap
tahunnya.