Anda di halaman 1dari 20

BAB I

PENDAHULUAN
A. Latar Belakang

Gaji umumnya merupakan pembayaran atas penyerahan jasa yang

dilakukan oleh karyawan yang mempunyai jenjang jabatan jabatan manajer,

sedangkan upah umumnya merupakan pembayaran atas penyerahan jasa yang

dilakukan oleh karyawan pelaksana. Umumnya, gaji dibayarkan secara tetap per

bulan, sedangkan upah dibayarkan berdasarkan hari kerja, jam kerja, atau jumlah

satuan produk yang dihasilkan oleh karyawan.

Sistem akuntansi penggajian dan pengupahan dalam perusahaan


manufaktur melibatkan fungsi kepegawaian, fungsi keuangan, dan fungsi akuntasi.
Fungsi kepegawaian bertanggung jawab dalam pengangkatan karyawan, penetapan
jabatan, penetapan tarif gaji dan upah, promosi dan penurunan pangkat, mutasi
karyawan, penghentian karywawan dari pekerjaannya, dan pencapaian berbagai
tunjangan kesejahteraan karyawan serta perhitungan gaji dan upah karyawan.
Fungsi keuangan bertanggung jawab atas pelakasanaan pembayaran gaji dan upah
serta sebagai tunjangan kesejahteraan karyawan. Fungsi akuntansi bertanggung
jawab atas pencatata biaya tenaga kerja dan distrubusi biaya tenaga kerja untuk
kepentingan perhitugan harga pokok produk dan penyediaan informasi guna
pengawasan biaya tenaga kerja.

B. Rumusan Masalah
1. Apa yang dimaksud dengan sistem penggajian dan pengupahan?
2. Apa dokumen yang terkait dalam sistem?
3. Apa fungsi yang terkait dalam sistem?
4. Bagaimana penjelasan unsur pengendalian intern dalam sistem
penggajian dan pengupahan?
5. Bagaimana sistem otorisasi yang dilakukan dalam sistem ini?
6. Bagaimana praktik sistem penggajian dan pengupahan yang sehat?
7. Bagaimana sistem penggajian dan pengupahan dalam lingkungan data
elektronik?

1
C. Tujuan
1. Untuk mengetahui sistem penggajian dan pengupahan
2. Untuk mengetahui dokumen yang terkait dalam sistem penggajian dan
pengupahan
3. Untuk mengetahui fungsi yang terkait dalam sistem
4. Untuk memahami penjelasan unsur pengendalian intern dalam sistem
penggajian dan pengupahan
5. Untuk mengetahui sistem otorisasi yang dilakukan dalam sistem
6. Untuk mengetahui surat otorisasi produksi
7. Untuk mengetahui praktik sistem penggajian dan pengupahan yang sehat
8. Untuk mengetahui sistem penggajian dan pengupahan dalam lingkungan
data elektronik

2
BAB II

PEMBAHASAN

Dalam perusahan manufakur, pembayaran kepada karyawan biasanya


dibagi menjadi dua golongan: gaji dna upah. Gaji umumnya merupakan
pembayaran atas penyerahan jasa yang dilakukan oleh karyawana yang mmpunyai
jenjang jabatan maneger, sedangkan upah umumnya merupakan pembayaran atas
penyerahan jasa yang dilakukan oleh karyawan pelaksana (buruh). Umumnya gaji
dibayarkan secara tetap per bulan, sedangkan upah dibyarkan berdasarkan hari
kerja, jam kerja, jumlah kerja atau jumlah satuan produk yang dihasilkan oleh
karyawan.

Sistem akuntansi penggajian dan pengupahan dalam perusahaan


manufaktur melibatkan fungsi kepegawaian, fungsi keuangan, dan fungsi akuntasi.
Fungsi kepegawaian bertanggung jawab dalam pengangkatan karyawan, penetapan
jabatan, penetapan tarif gaji dan upah, promosi dan penurunan pangkat, mutasi
karyawan, penghentian karywawan dari pekerjaannya, dan pencapaian berbagai
tunjangan kesejahteraan karyawan serta perhitungan gaji dan upah karyawan.
Fungsi keuangan bertanggung jawab atas pelakasanaan pembayaran gaji dan upah
serta sebagai tunjangan kesejahteraan karyawan. Fungsi akuntansi bertanggung
jawab atas pencatata biaya tenaga kerja dan distrubusi biaya tenaga kerja untuk
kepentingan perhitugan harga pokok produk dan penyediaan informasi guna
pengawasan biaya tenaga kerja.

Informasi yang dibutuhkan oleh manejemen dari kegiatan penggajian dan


pengupahan adalah:

1. Jumlah biaya gaji dan upah yang menjadi beban perusahaan selama periode
akuntansi tertentu.
2. Jumlah biaya gaji dan upah yang menjadi beban setiap pusat
pertanggungjawaban selama periode akuntansi tertentu.
3. Jumlah gaji dan upah yang diterima setiap karyawan selama periode
akuntansi terttentu.
4. Rincian unsur biaya gaji dan upah menjadi beban perusahaan dan setiap
pusat pertanggungjawaban selama periode akuntansi tertentu.

3
A. Dokumen yang Digunakan.

Dokumen yang digunakan dalam sistem akuntansi penggajian dan


pengupahan adalah :

1. Dokumen pendukung perubahan gaji dan upah


2. Kartu jam hadir
3. Kartu jam kerja
4. Daftar gaji dan rekap daftar upah
5. Surat pernyataan gaji dan upah
6. Amplop gaji dan upah
7. Bukti kas keluar
1. Dokumen pendukung perubahan gaji dan upah.

Dokumen-dokumen ini umumnya dikeluarkan oleh fungsi kepegawaian


berupa surat-surat keputusan yang bersangkutan dengan karyawan, seperti
misalnya surat keputusan pengangkatan karyawan baru, kenaikan pangkat,
perubahan tarif upah, penurunan pangkat, pemeberhentian semnentara dari
pekerjaan (skorsing), pemindahan dan lain sebagainya. Tembusan dokumen-
dokumen ini dikirimkan ke fungsi pembuat daftar gaji dan upah untuk kepentingan
pembuatan daftar gaji dan upah.

2. Kartu Jam Hadir.

Dokumen ini digunakan oleh fungsi pencatat waktu untuk mencatat jam
hadir setiap karyawan di perusahaan. Catatan jam hadir karyawan ini dapat berupa
daftar hadir biasa, dapat pula berbentuk kartu hadir yang diisi dengan mesin
pencatat waktu.

Kartu jam kerja

Dokumen ini digunakan untuk mencatat waktu yang dikonsumsi oleh


tenaga kerja langsung pabrik guna mengerjakan pesanan tertentu. Dokumen ini
diisi oleh mandor pabrik dan diserahkan ke fungsi pembuat daftar gaji dan upah
untuk kemudian dibandingkan dengan kartu jam hadir, sebelum digunakan untuk
distribusi biaya upah langsung kepada setiap jenis produk atau pesanan. Catatan
waktu kerja ini hanya dibutuhkan dalam perusahaan yang produksinya berdasarkan
pesanan. Dalam perusahaan ini diperlukan informasi biaya tenaga kerja langsung

4
pabrik untuk setiap pesanan yang diproduksi. Dalam perusahaan yang diproduksi
massa, karyawan pabrik mengerjakan pekerjaan yang sama dari hari ke hari,
sehingga tidak diperlukan data untuk melakukan distribusi biaya tenaga kerja
langsung pabrik. Semua biaya tenaga kerja langsung dalam perusahaan ini
dibebankan langsung kepada produk yang sama.

Daftar Gaji dan Upah.

Dokumen ini berisi jumlah gaji dan upah bruto setiap karyawan, dkurangi
potongan-potongan berupa PPh Pasal 21, utang karyawan, iuran untuk organisasi,
dan lain sebagainya.

3. Surat Pernyataan Gaji dan Upah

Dokumen ini dibuat oleh fungsi pembuat daftar gaji dan upah bersamaan
dengan pembuatan daftar gaji dan upah atau dalam kegiatan yang terpisah dari
pembuatan daftar gaji dan upah. Dokumen ini dibuat sebagai catatan bagi setiap
karyawan mengenai rincian gaji dan upah yang diterima setiap karyawan beserta
berbagai potongan yang menjadi beban setiap karyawan.

4. Amplop Gaji dan Upah.

Uang gaji dan upah karyawan diserahkan kepada setiap karyawan dalam
amplop gaji dan upah. Di halaman muka amplop gaji dan upah setiap karyawan ini
berisi informasi mengenai nama karyawan. Nomor identifikasi karyawan da jumlah
gaji bersih yang diterima karyawan dalam bulan tertentu.

5. Bukti Kas Keluar

Dokumen ini merupakan perintah pengeluaran uang yang dibuat oleh fungsi
akuntansi kepada fungsi keuangan, berdasarkan informasi dalam daftar gaji dan
upah yang diterima dari fungsi pembuat daftar gaji dan upah.

Catatan Akuntansi yang Digunakan.

Catatan akuntansi yang digunakan dalam penctaatn gaji dan upah adalah :

1. Jurnal umum
2. Kartu harga pookok produk
3. Kartu biaya
4. Kartu penghasilan karyawan
5
 Jurnal Umum. Dalam pencatatan gaji dan upah ini jurnal umum digunakan
untuk mencatat distribusi biaya tenaga kerja ke dalam setiap departemen
dalam perusahaan.
 Kartu Harga Pokok Produk. Catatan ini digunakan untuk mencatatat upah
tenaga kerja langsung yang dikeluarkan untuk pesanan tertentu.
 Kartu Biaya catatan. Catatan ini digunakan untuk mencatat biaya tenaga
kerja tidak langsung dan biaya tenaga kerja nonproduksi setiap departemen
dalam perusahaan. Sumber informasi untuk pencatatan dan kartu biaya ini
adalah bukti memorial. Kartu biaya dapat menggunakan formulir rekening
dengan debit.
 Kartu Penghasilan Karyawan catatan ini digunakan untuk mencatat
penghasilan dan berbagai potongannya yang diterima leh etiap karyawana.
Informasi dalam kartu penghasilan ini dipakai sebagai dasar perhitungan
PPh Pasal 21 yang menjadi beban setiap karyawan. Di samping itu, kartu
penghasilan karyawan ini digunakan sebagai tanda terima gaji dan upah
karyawan dengan ditandatanaganinya kartu tersebut oleh karyawan yang
bersangkutan. Dengan tanda tangan pada kartu penghasilan karyawan ini,
setiap karyawan hanya mengetahui gaji atau upahnya sendiri, sehingga
rahasia penghasilan karyawan tertentu tidak diketahui oleh karyawan yang
lain.
B. Fungsi yang Terkait

Fungsi yang terkait dalam sistem akuntansi penggajian dan pengupahan adalah
sebagai berikut :

1. Fungsi kepegawaian
2. Fungsi pencatat waktu
3. Fungsi pembuat daftar gaji dan upah
4. Fungsi akuntansi
5. Fungsi keuangan

Fungsi kepegawaian. fungsi ini bertanggung jawab untuk mencari karyawan baru,
menyeleksi calon karyawan, memutuskan penempatan karyawan baru, membuat
surat keputusan tarif gaji dan upah karyawan, kenaikan pangkat dan golongan gaji,
mutasi karyawan, dan pemberhentian karyawan.

6
Fungsi Pencatat Waktu. Fungsi ini bertanggung jawab untuk menyelenggarakan
catatan waktu hadir bagi semua karyawan perusahaan. Sistem pengendalian intern
yang baik mensyaratkan fungsi pencatatan waktu hadir karyawan tidak boleh
dilaksanakan oleh fungsi operasi atau oleh fungsi pembuat daftar gaji dan upah.

Fungsi Pembuat Daftar Gaji dan Upah. Fungsi ini bertanggung jawab untuk
membuat daftar gaji dan upah yang berisi penghasilan bruto yang menjadi hak dan
berbagai potongan yang menjasi beban setiap karyawan selama jagka waktu
pembayaran gaji dan upah. Daftar gaji dan upah diserahkan oleh fungsi pembuat
daftar gaji dan upah kepada fungsi akuntansi guna pembuatan bukti kas keluar yang
dipakai sebagai dasar untuk pembayaran gaji dan upah kepada karyawan.

Fungsi Akuntansi. Dalam sistem akuntansi penggajian dan pengupahan, fungsi


akuntansi bertanggung jawab untuk mencatat kewajiban yang timbul dalam
hubungan ya denga pembayaran gaji dan upah karyawan, utang pajak, utang dana
dan pensiun). Fungsi akuntansi yang menangani sistem akuntansi penggajian dan
pengupahan berada di tangan; Bagian Utang, Bagian Kartu Biaya, dan Bagian
Jurnal.

 Bagian Utang. Bagian ini memegang fungsi pencatat uang yang dalam
siistem akuntansi penggajian dan pengupahan bertanggung jawab
untuk memproses pembayaran gaji dan upah seperti yang tercantum
dalam daftar gaji dan upah. Bagian ini menerbitkan bukti kas keluar
yang memberi otorisasi kepada fungsi pembayaran gaji dan upah untuk
membayarkan gaji dan upah kepada karyawan seperti yang tercantum
dalam daftar gaji dan upah tersebut.
 Bagian Kartu Biaya. Bagian ini memegang fungsi akuntansi biaya yang
dalam sistem akuntansi penggajian dan pengupahan bertanggung jawab
untuk mencatat distribusi biaya ke dalam kartu harga pokok produk dan
kartu biaya berdasarkan rekap daftar gaji dan upah dan kartu jam
kerja(untuk tenaga kerja langsung pabrik)
 Bagian Jurnal. Bagian memegang fungsi pencatat jurnal yang
bertanggung jawab untuk mencatat biaya gaji dan upah dalam jurnal
umum.

Fungsi Keuangan

7
Fungsi ini bertanggung jawab untuk mengisi cek guna pembayaran gaji dan
upah dan menguangkancek tersebut ke bank, uang tunai tersebut kemudian
dimasukkan ke dalam amplop gaji dan upah setiap karyawan, untuk selanjutnya
dibagikan kepada karyawan yang berhak.

C. Jaringan Prosedur yang Membentuk Sistem.


1. Prosedur Pencatatan Waktu Hadir.

Prosedur ini bertujuan untuk mencatat waktu hadir karyawan. Pencatatan


waktu hadir ini diselenggarakan oleh fungsi pencatat waktu dengan menggunakan
daftar hadir pada pintu masuk kantor administrasi atau pabrik. Pencatatan waktu
hadir dapat menggunakan daftar hadir biasa, yang karyawan harus
menandatanganinya setiap hadir dan pulang dari perusahaan atau dapat
menggunakan kartu hadir (berupa clock card) yang diisi secara otomatis dengan
menggunakan mesin pencatat waktu (time recorder machine). Pencatatan waktu
hadir ini diselenggarakan untuk menentukan gaji dan upah karyawan.bagi
karyawan yang di gaji bulanan, daftar hadir digunakan untuk menentukan apakah
karyawan dapat memperoleh gaji penuh, atau harus dipotong akibat ketidakhadiran
mereka. Daftar hadir ini juga digunakan untuk menentukan gaji dan upah karyawan.
Bagi karyawan yang digaji bulanan, daftar hadir digunakan untuk menentukan
apakah karyawan dapat memperoleh gaji penuh, atau harus dipotong akibat
ketidakhadiran mereka. Daftar hadir ini juga digunakan untuk menentukan apakah
karyawan bekerja diperusahaan dalam jam biasa atau jam lembur, sehingga dapat
digunakan untuk menentukan apakah karyawan akan menerima gaji saja atau
menerima tunjangan lembur .

2. Prosedur Pencatatan Waktu Kerja.

Dalam perusahaan manufaktur yang produksinya berdasarkan pesanan,


pencatatan waktu kerja diperlukan bagi karyawan yang bekerja di fungsi produksi
untuk keperluan distribusi biaya upah karyawan kepada produk atau pesanan yang
menikmati jasa karyawan tersebut. Jika misalnya seorang karyawan pabrik hadir di
perusahaan selama 7 jam dalam suatu hari kerja, jumlah jam hadir tersebut dirinci
menjadi waktu kerja dalam tiap-tiap pesanan yang dikerjakan. Dengan demikian
waktu kerja ini dipakai sebagai dasar pembebanan biaya tenaga kerja langsung
kepada produk yang diproduksi.

8
3. Prosedur Pembuatan Daftar Gaji dan Upah.

Dalam prosedur ini, fungsi pembuat daftar gaji dan upah membuat daftar
gaji dan upah karyawan. Data yang dipakai sebagai dasar pembuatan daftar gaji
adalah surat-surat keputusan mengenai pengangkatan karyawan baru, kenaikan
pangkat, pemberhentian karyawan, penurunan pangkat, daftar gaji bulan
sebelumnya, dan daftar hadir. Jika gaji karyawan melebihi penghasilan tidak kena
pajak, informasi mengenai potongan PPh Pasal 21 dihitung oleh fungsi pembuat
daftar gaji dan upah atas dasar data yang tercantum dalam kartu penghasilan
karyawan. Potongan PPh Pasal 21 ini dicantumkan dalam daftar gaji dan upah.

4. Prosedur Distribusi Biaya Gaji dan Upah.

Dalam prosedur distribusi biaya gaji dan upah, biaya tenaga kerja
didistribusikan kepada departemen-departemen yang menikmati manfaat tenaga
kerja. Distribusi biaya tenaga kerja ini dimaksudkan untuk pengendalian biaya dan
perhitungan harga pokok produk.

5. Prosedur Pembayaran Gaji dan Upah.

Prosedur pembayaran gaji dan upah melibatkan fungsi akuntansi dan fungsi
keuangan. Fungsi akuntansi membuat perintah pengeluaran kas kepada fungsi
keuangan untuk menulis cek guna pembayaran gaji dan upah. Fungsi keuangan
kemudian menguangkan cek tersebut ke bank dan memasukkan uang ke amplop
gaji dan upah. Jika jumlah perusahaan banyak, pembagian amplop gaji dan upah
biasanya dilakukan oleh juru bayar. Pembayaran gaji dan upah dapat dilakukan
dengan membagikan cek gaji dan upah kepada karyawan.

D. Penjelasan Unsur Pengendalian Intern

Fungsi pembuatan daftar gaji dan upah harus terpisah dari fungsi
pembayaran gaji dan upah. Dalam sistem akuntansi penggajian dan pengupahan,
fungsi personalia, bertanggung jawab atas tersedianya berbagai informasi operasi,
seperti nama karyawan, jumlah karyawan, pangkat, jumlah tanggungan keluarga,
tarif upaah dan berbagai tarif kesejahteraan karyawan. Informasi ini dipakai sebagai
dasar untuk menghasilkan informasi akuntansi berupa gaji dan upah yang disajikan
dalam daftar gaji dan upah, yang selanjutnya digunakan untuk dasar pembayaran
gaji dan upah kepada karyawan.

9
Karena eratnya informasi operasi yang dihasilkan oleh fungsi personalia
dengan informasi akuntansi yang dihasilakan sebagai dasar pembayaran gaji dan
upah tersebut, fungsi personalia dapat dikategorikan sebagai pemegang fungsi
akuntansi. Fungsi akuntansi harus dipisahkan dari fungsi penyimpanan. Dalam
sistem akuntansi penggajian dan pengupahan, fungsi pembuat daftar gaji dan upah
merupakan fungsi akuntansi, yang bertanggung jawab atas penghitungan
penghasilan setiap karyawan. Hasil perhitungan penghasilan karyawan ini
didasarkan pada berbagai surat keputusan yang diterbitkan oleh fungsi
kepegawaian dan dituangkan dalam daftar gaji dan upah. Fungsi keuangan
merupakan fungsi pnyimpanan, yang dalam struktur organisasi berada di tangan
fungsi pembayaran gaji dan upah kasa. Dengan dipisahkannya dua fungsi tersebut,
hasil penghitungan gaji dan upah yang dilakukan oleh fungsi pembuatan daftar gaji
dan upah dicek ketelitian dan keandalannya oleh fungsi keuangan, sebelum gaji dan
upah dibayarkan kepada karyawan yang berhak.

Fungsi pencatatan waktu hadir harus terpisah dari dari fungsi operai. Waktu
hadir merupakan waktu yang dipakai sebagai salah satu dasar untuk penghitungan
gaji dan upah karyawan. Dengan demikian, ketelitian dan keandalan data waktu
hadir karyawan sangat menentukan ketelitian dan keandalan data gaji dan upah
setiap karyawan. Utuk menjamin keandalan data waktu hadir karyawan, pencatatan
waktu hadir tidak boleh dilaksanakan oleh fungsi operasi (seperti fungsi produksi
dan fungsi teknik).

E. Sistem Otorisasi dasasn Prosedur Pencatatan

Setiap orang yang namanya tercantum dalam daftar gaji dan upah harus
memiliki surat keputusan pengangkatan sebagai karyawan perusahaan yang
ditandatangani oleh Direktur utama. Karena pembayaran gaji dan upah didasarkan
atas dokumen daftar gaji dan upah, maka perlu dilakukan pengawasan terhadap
nama-nama karyawan yang dimasukkan dalam daftar gaji dna upah. Untuk
menhindari pembayaran gaji dan upah kepada karyawan yang tidak berhak, setiap
pencantuman nama karyawan dalam daftar gaji dan upah harus mendapat otoriskasi
oleh yang berwenang. Setiap orang yang namanya tercanum dalam daftar gaji dan
upah harus memiliki surat keputusan pengangkatan sebagai karyawan perusahaan

10
yang ditandatangai oleh manejemen puncak (misalnya Direktur Utama). Dengan
unsur sistem pengendalian intern ini dapat dihindari terjadinya pembayaran gaji dan
upah kepada orang yang tidak berhak untuk menerimanya.

Setiap perubahan gaji dan upah karyawan karena perubahan pangkat,


perubahan tarif gaji dan upah, tambahan keluarga harus didasarkan pada surat
keputusan direktur keuangan. Untuk menjamin keandalan data gaji dan upah
karywawan, setiap perubahan unsur yang dipakai sebagai dasar perubahan pangkat,
perubahan tarif gaji dan upah, serta tambahan keluarga harus didasarkan pada surat
keputusan Direktur Keuangan.

Setiap potongan atas gaji dan upah karyawan selain dari pajak penghasilan
karyawan harus didasarkan surat potongan gaji dan upah yang diotorisasi oleh
fungsi kepegawaian. diatas telah dijelaskan bahwa setiap data yang dipakai sebagai
sebagai dasar penambahan gaji dan upah karyawan harus diotorisasioleh yang
berwenang (Direktur Utama dan Direktur Keuangan) agar data gaji dan upah yang
tercantum dalam daftra gaji dan upah yang diandalkan. Dilain pihak, setiap
pengurangan terhadap penghasilan kartawan harus pula mendapat otorisasi dari
yang berwenamg. Oleh karena itu tidak setiap fungsi dapat melakukan pemotongan
atas gaji dan upah yang menjadi hak karyawan, tanpa mendapat otorisasi dari fungsi
kepegawaian.

F. Praktik yang sehat


Surat order produksi, bukti permintaan dan pengeluaran barang gudang,
bukti kas keluar dan bukti memorial bernomor urut tercetak dan penggunaannya
dipertanggungjawabkan .
Pengawasan terhadap pemakaian berbagai dokumen sumber tersebut
dilakukan dengan membuat formulir dokumen dalam bentu bernomor urut tercetak
yang harus dipertanggungjawabkan oleh fungsi yang berwenang untuk
menggunakannya.
Secara periodik dilakukan rekonsiliasi kartu biaya dengan rekening kontrol
biaya dalam buku besar.
Rekonsiliasi ini digunakan untuk mengecek ketelitian data yang dicatat
dalam kartu biaya dan rekening kontrol biaya yang bersangkutan dalam buku
besar.pencocokan ini dilaksanakan dalam suatu kegiatan yang disebut
penghitungan fisik persediaan.
11
Bagan alir sistem pengawasan produksi dan sistem akuntansi biaya
Prosedur yang digambarkan bagan alirnya meliputi:
1. Prosedur ored produksi
2. Prosedur permintaan dan pengeluaran barang gudang
3. Prosedur pengembalian barang gudang

12
4. Prosedur pencatatan jam kerja dan biaya tenaga kerja langsung
5. Prosedur produk selesai dan pencatatan pembebanan biaya overhead pabrik
6. Prosedur pencatatan biaya overhead pabrik sesungguhnya, biaya
administrasi dan umum, dan biaya pemasaran yang berasal dari pengeluaran
kas yang menggunakan register bukti kas keluar dan jurnal umum
7. Prosedur pencatatan biaya overhead pabrik sesungguhnya, biaya
administrasi dan umum dan biaya pemasaran yang berasal dari pengeluaran
kas dan yang menggunakan register bukti kas keluar
8. Prosedur pencatata biaya overhead pabrik sesungguhnya, biaya adminstrasi
dan umum dab biaya pemasaran yang berasal dari depresiasi, amortiasi ,
deplesi, dan terpakainnya persekot biaya.

Bagain alir dokumen prosedur order produksi


Prosedur order produksi ditujukan untuk mengkoordinasikan kegiatan
pengolahan produk guna memenuhi pesanan pembelian atau kebutuhan produk
untuk jangka waktu tertentu.
Bagain alir dokumen prosedur permintaan dan oengeluaran barang
gudang
Karena umumnya perusahaan manufaktur menyelenggarakan
persediaan untuk bahan bakunya, maka guna pengambilan bahan baku dari
gudang, digunakan prosedur permintaan dan pengeluaran barang gudang.
Prosedur ini digunakan untuk meminta dan mengeluarakan barang-barang yang
digudangkan.

G. Bagan alir dokumen sistem pengupahan


Berikut ini diuraikan sistem pengupahan, yang merupakan sistem
pembayaran atas jasa yang diserahkan oleh karyawan yang bekerja sebagai
karyawan pelaksana, atau kepada karyawan yang jasanya dibayar menurut
jumlah jamatau jumlah produk yang dihasilkan. Karena karyawan yang
upahnya didasarkan pada jam kerja atau harikerja di pabrik yang ada
merupakan tenaga kerja langsung dalam hubungannya dengan produk yang

13
dihasilkan, maka dalam sistem pengupahan ini diperlukan pencatatan waktu
kerja, untuk membebankan upah tenaga kerja langsung kepada produk.
Jurnal untuk mencatat biaya upah dibuat dalam empat tahap yaitu :
1. Tahap pertam. Berdasarkan dokumen bukti kas keluar lembar ke-1, dicatat
oloeh bagian utang kewajiban upah kedalam register bukti kas keluar
sebagai berikut :
Gaji dan upah xxx
Bukti kas keluar yang akan dibayar xxx
2. Tahap kedua. Berdasarkan bukti memorial, bagian jurnak mencatat
distribusi biaya gaji dalam jurnal umum sebagai berikut :
Barang dalam proses biaya tenaga kerja xxx
Biaya overhead pabrik sesungguhnya xxx

Biaya administrasi umum xxx


Biaya pemasaran xxx
Gaji dan upah xxx
Untuk biaya upah tenaga kerja langsung dibebankan ke dalam rekening
barang dalam proses biaya tenaga kerja. Sedangkan untuk tenaga kerja tidak
langsung diperlukan sebagai unsure biaya overhead pabrik dan dibebankan
kedalam rekening biaya overhead pabrik sesungguhnya. Gaji karyawan fungsi-
fungsi non produksi dibebankan kedalam rekening biaya administrasi dan
rekening biaya pemasaran.
3. Tahap ketiga. Berdasarkan dokumen bukti kas keluar yang telah dicap
“lunas” oleh fungsi keuangan, bagian jurnal mencatata pembayaran upah
karyawan ke dalam register cek sebagai berikut :
Bukti kas keluar yang akan dibayar xxx
Kas xxx
4. Tahap keempat. Berdasarkan bukti memorial yang dilampiri dengan rekap
daftar upah, bagian kartu biaya tenaga kerja ke dalam dua buku pembantu :
kartu harga pokok produk dan kartu biaya. Kartu harga pokok produk
digunakan untuk mencatat rincian biaya tenaga kerja langsung yang
digunakan untuk memproduksi pesanan. Kartu harga pokok produk
merupakan rekening pembantu untuk rekening barang dalam proses biaya
tenaga kerja. Kartu biaya ini berisi rekening pembantu yang merinci
14
15
rekening-rekening control: biaya overhead pabrik sesungguhnya, biaya
administrasi umum, dan biaya pemasaran. Uapah tenaga kerja tidak
langsung, upah karyawan fungsi administrasi dan umum (fungsi akuntansi,
fungsi personalia dan umum, fungsi hubungan masyarakat) dan upah
karyawan fungsi pemasaran dicatat kedalam kartu biaya.

H. Sistem Akuntansi Penggajian Dan Pengupahan Dalam Lingkungan


Pengolahan Data Elektronik

Berikut ini diuraikan sistem akuntansi penggajian dan pengupahan dalam


perusahaan yang menggunakan computer sebagai alat pengolah datanya. Unit
organisasi di bagian pengolahan data elektronik yang menangani pengolahan data
penggajian dan penguapahan adalah grup pengawas, konversi data, dan operator
komputer. Semua dokumen yang masuk ke dan yang keluar dari bagian
pengolahan data elektronik harus melalui grup pengawas untuk diverifikasi.
K. Distribusi Biaya Gaji Dan Upah
Distribusi biaya gaji dan upah ditunjukan untuk menghasilkan laporan biaya
tenaga kerja menurut jenisnya (gaji dan upah, tunjangan makan, tunjangan lembur,
biaya kesejahteraan karyawan), menurut hubungannya dengan departemen,
kegiatan, order produksi, atau kombinasi di antara berbagai jenis klasifikai
tersebut.

Distribusi biaya gaji dan upah umumnya dilakukan dengan metode berikut
ini :
1. Metode rekening berkolom

Jika misalnya manajemen menginginkan laporan biaya tenaga kerja


menurut jenisnya per departemen, maka laporan ini dapat dihasilkan dengan
menyediakan rekening biaya berkolom untuk setiap departemen dalam buku
pembantu biaya. Media yang dipakai sebagai sumber informasi untuk posting ke
dalam rekeing berkolom ini adalah rekp daftar gaji dan upah atau jurnal umum.

16
2. Metode summary strip: tiket tunggal

Distribusi biaya upah lansung dapat dilakukan dengan membuat kartu jam
kerja untuk setiap order produksi. Kartu jam kerja ini kemudia diisi dengan tariff
upah karyawan yang bekerja untuk order produksi tersebut dan dikalikan jumlah
jam kerja, serta disimpan dalam arsip sementara menurut order produksi. Lihat
contoh kartu jam kerja pada gambar 11.3. secara periodik kartu jam kerja ini ditotal
jumlah rupiahnya, dan dicatat dalam kartu harga pokok produk. Untuk tenaga kerja
tak langsung, kartu jam kerjanya di isi dengan tariff upahnya kemudian disortasi
menurut klasifikasi biaya tenaga kerja menurut jenis dan departemen. Jumlah rupiah
biaya tenaga kerja tak langsung menurut klasifikasi jenis dan departemen tersebut
diringkas dan diposting kedalam summary strip, yang sekaligus berfungsi sebagai
laporan biaya tenaga kerja.
3. Metode distribusi dengan komputer

Metode distribusi pendebitan yang timbul dari transaksi penggajian dan


pengupahan dengan menggunakan computer dilakukan dengan member kode
dengan benar, proses sortasi akan dilakukan oleh computer melalui program. Oleh
karena itu, titik berat kegiatan ini terletak pada kerangka pemberian kode terhadap
transaksi gaji dan upah. Jika pendebitan rekening bisaya yang terjadi dari transaksi
penggajian dan pengupahan akan diklasifikasikan menurut jenis biaya tenaga kerja
( misalnya ada 30 jenis biaya tenaga kerja), pusat pertanggungjawaban yang dibagi
menurut hirarki manajemen (misalnya ada 4 jenjang manajemen) dan menurut jenis
produk yang dihasilkan ada 25 jenis produk, maka kerangka pemberian kode
rekening biya dapat disusun seperti yang disajikan pada gambar dibawah ini.
Setiap kartu jam kerja akan diberi kode debit menurut kerangka pemberian
kode tersebut. Jika misalnya upah tenaga kerja langsung (jenis biaya tenaga kerja ke
01) dibebankan pada bagian persiapan (dengan kode organisasi 1212), yang
dikeluarkan untuk produk A (misalnya produk nomor 21), maka kartu jam kerja
tersebut akan diberi kode debit 01121221 dan dicatat dengan computer dengan
menggunakan kode itu. Dengan kerangka tersebut, sehingga arsip transaksi gaji dan
upah yang berupa pita magnetic (lihat gambar 11.12 yang dicopy dibawah) hasil run
1 dapat digunakan untuk meng-update arsip induk biaya, dan selanjutnya dengan
run 2, arsip induk biaya dapat digunakan untuk menghasilkan laporan biaya tenaga

17
kerja yang berupa:
a. Laporan biaya tenaga kerja menurutb jenisnya. Dihasilkan dengan memerintahkan
komputer melakukan sortasi 2 angka pertama kode rekening biaya.
b. Laporan biaya tenaga kerja menurut pusat pertanggungjawaban. Dihasilkan dengan
mensortasi dengan computer 4 angka pada posisi ke dua kode rekening biaya.
c. Laporan biaya tenaga kerja menurut produk. Dihasilkan dengan melakukan sortasi arsip
induk biaya menurut 2 angka pada posisi terakhir dalam kode rekening biaya.

18
BAB III
PENUTUP
A. Kesimpulan

Sistem akuntansi penggajian digunakan untuk menangani transaksi pembayaran atas


penyerahan jasa yang dilakukan oleh karyawan yang mempunyai jenjang jabatan manejer.
Sistem akuntansi pengupahan digunakan untuk menangani transaksi pembayaran atas
penyerahan jasa yang dilakukan oleh karyawan pelaksana.

Ada dua wakyu yang dicatat untuk tenaga kerja langsung: waktu hadir yang merupakan
jumlah waktu karyawan berada diperusahaan dan waktu kerja yang merupakan waktu yang
digunakan oleh tenaga kerja langsung untuk mengerjakan pesanan tertentu. Untuk mencatat
waktu hadir digunakan kartu hadir atau daftar hadir. Untuk mencatat waktu kerja tenaga
kerja langsung digunakan karu jam kerja. Dokumen terakhir ini diguakan untuk
mendistribusikan upah langsung kepada pesanana yang bersangkutan.

Jumlah gaji dan upah yang menjadi hak setiap karyawan untuk jangka waktu
pembayaran gaji dan upah tertentu dihitung dalam daftar gaji dan upah. Atas dasar faktur
gaji dan upah ini, fungsi mengeluarkan kas untuk keperluan pembayaran gaji dan upah
karyawan.

Untuk distribusi gaji dan upah karyawan, dibuat dkumen rekapitulasi gaji dan upah.
Atas dasar dokumen ini, biaya tenaga kerja didistribusikan ke dalam rekening biaya
menurut informasi yang dikehendaki oleh manejemen.

Penghasilan setiap karyawan yang diterima setiap periode pembayaran gaji dan upah
selama setahun dikumpulkan ke dalam kartu penghasilan karyawan. Catatan penghasilan
karyawan yang dicatat dalam catatan tersebut digunakan untuk perhitungan pajak
penghasilan karyawan yang terutang oleh setiap karyawan dalam tahun pajak tertentu.

19
20