Anda di halaman 1dari 1

Asma merupakan penyakit yang sering dijumpai pada anak.

Kejadian asma meningkat dihampir seluruh


dunia, Dalam dekade terakhir ini terjadi peningkatan angka kejadian dan derajatasma terutama
pada anak-anak di seluruh dunia, baik di negara maju maupun di negara berkembang. Walaupun
tehnologi kedokteran dan pengetahuan tentang patologi, patofisiologi,dan imunologi asma
berkembang sangat pesat, tetapi mekanisme dasar perkembangan penyakitini belum diketahui
pasti. Banyak ditemui bayi dan batita sering mengalami mengi pada saatterkena infeksi
saluran napas akut dan pada perkembangan selanjutnya jarang menjadi asma dikemudian
hari.Beberapa hal yang belum terungkap jelas tersebut mengakibatkan definisi asma pada anak sulituntuk
dirumuskan. Menegakkan diagnosis dan pengobatan asma juga sering mengalamikesulitan sehingga
sering terjadi
under/overdiagnosis
atau
under/overtreatment
.

Dalammengatasi masalah tersebut di dunia internasional terdapat beberapa panduan yang


dianut,antara lain
Global Institute for Asthma
(GINA) yang disusun oleh
National Lung, Heart, and Blood Institute
yang bekerja sama dengan WHO dan NAEPP (
National Asthma Education and Prevention Program
(1997).GINA mendefinisikan asma secara lengkap sebagai berikut: gangguan inflamasi kronis salurannapas
dengan banyak sel yang berperan, antara lain sel mast, eosinofil, dan limfosit T. Padaorang
yang rentan, inflamasi ini menyebabkan episode mengi yang berulang, sesak napas, rasadada
tertekan, dan batuk, khususnya pada waktu malam atau dini hari. Gejala ini
biasanya berhubungan dengan penyempitan jalan napas yang luas dan bervariasi, sebagian
besar bersifatreversibel baik spontan maupun dengan pengobatan. Inflamasi ini juga
berhubungan denganhiperreaktivitas jalan napas terhadap pelbagai rangsangan.Batasan ini
sangat lengkap, tetapi dalam penerapan klinis untuk anak tidak praktis, oleh karenaitu KNAA
(Konsensus Nasional Asma Anak) memberi batasan sebagai berikut: Asma adalahmengi berulang
dan/atau batuk persisten dengan karakteristik timbul secara episodik,cenderung pada malam/dini
hari (nokturnal), musiman, setelah aktivitas fisik, serta mempunyairiwayat asma atau atopi lain dalam
keluarga atau penderita sendiri.Asma secara klinis praktis adalah adanya gejala
batuk dan/atau mengi berulang, terutama padamalam hari (
nocturnal
),
reversible
(dapat sembuh spontan atau dengan pengobatan) dan biasanya terdapat atopi pada pasien dan
atau keluarganya.Yang dimaksud serangan asmaadalah episode perburukan yang progresif
akut dari gejala-gejala batuk, sesak nafas, mengi,rasa dada tertekan, atau berbagai kombinasi
dari gejala-gejala tersebut.Penggolongan asma tergantung pada derajat penyakitnya (aspek
kronik) dan derajatserangannya (aspek akut). Berdasar derajat penyakitnya, asma
dibagi menjadi (1) asmaepisodik jarang, (2) asma episodik sering dan (3) asma persisten.
Berdasarkan derajatserangannya, asma dikelompokkan menjadi (1) serangan asma ringan,
(2) sedang dan (3) berat.Faktor resiko terjadinya asma anak bergantung pada faktor herediter
dan lingkungan, juga padaumur. Bila salah satu orang tua menderita asma, kemungkinan anak-anak
mereka menderitaasma adalah 25%, bila kedua orang tua menderita asma kemungkinannya meningkat
menjadi50%. Asma pada orang tua laki-laki merupakan prediktor yang sangat kuat untuk
diturunkan keanak-anak mereka.