Anda di halaman 1dari 14

TEKNIK ANAVA SATU JALUR (ONE

WAY ANAVA) YANG DILAKUKAN


SECARA MANUAL
Posted on Wednesday, 23 March 2016

A. DASAR TEORI

Alat yang digunakan untuk menganalisis kesamaan dua sampel atau

kelompok populasi yang masing-masing berdistribusi independen,

berdistribusi normal dan memiliki variansi yang homogen adalah T-tes.

Namun jika sampel lebih dari 2 sampel maka t-tes tidak dapat digunakan.

Alat yang digunakan untuk menguji kesamaan 3 sampel atau lebih adalah

ANAVA.

ANAVA adalah cara yang digunakan untuk menganalis data hasil

eksperimen, observasi yang terdiri dari K kelompo (K>2) (Siregar,

2004:333)

1. Anava satu jalur (one way anava)

Anava satu jalur salah satu dari banyak jenis anava, adalah cara yang

digunakan untuk menganalisa data 3 atau lebih kelompok yang berskala

interval atau rasio yang berasal dari variabel bebas (Basuki, Ismed. PPT 7:

ANAVA 1).

Langkah – langkah menghitung ANAVA 1 jalur :

1) Hipotesis

a. Hipotesis anava 1 jalur

H0 : µ1 = µ2 = µ3
H1 : paling sedikit satu tanda sama dengan tidak berlaku.

2) Menghitung jumlah (sum of square) total (JKt), antar kelompok (JKa), dan

dalam kelompok (JKd). berikut rumus yang digunakan untuk menghitung

jumlah kuadrat:

a. Jkt = ∑x2 – (∑x)2/N

b. Jka =[(∑x1)2/n1 + (∑x2)2/n2 + ….(∑xk)2/nk]

c. Jkd = Jkt - Jka

Keterangan :

 (∑x)2/n = sk = cf = suku koreksi (correction factor).

 N = jumlah subyek

3) Menghitung derajat kebebasan (degree of freedom) total (dbt), antar

kelompok (dba) dan dalam kelompok (dbd). berikut rumus yang digunakan

untuk menghitung derajat kebebasan:

a. Dbt = N-1

b. Dba = K-1

c. Dbt = N – K

Dimana :

 Db = derajat kebebasan

 N = jumlah subyek

 K = jumlah kelompok

4) Menghitung rata-rata kuadrat (mean of square ) antar kelompok (Rka), dan

dalam kelompok (Rkd). berikut rumus yang digunakan untuk menghitung

rata-rata kuadrat:

 Rka =Jka /dba


 Rkd = Jkd /dbd

5) Menghitung rasio F dimana F rasio itu adalah perbandingan antara rata –

rata kuadrat antar kelompok dengan rata-rata kuadrat dalam kelompok.

 F = Jka /Rkd

6) Melakukan interpretasi dan uji signifikansi pada rasio F. ada dua F yang

digunakan untuk melakukan interpretasi dan uji signifikansi yaitu: F

empirik dan F teoritik. Dimana F empirik adalah adalah rasio F atau F hasil

hitung dan F teoritik adalah F yang diperoleh dari tabel F. untuk

menentukan nilai F teoritik pada tabel sama seperti menentukan nilai t

tabel. Namun yang perlu diperhatikan dalam menentukan F tabel adalah :

 Derajat kebebasan pembilang = derajat kebebasan antar kelompok, dan

 Derajat kebebasan penyebut = derajat kebebasan dalam kelompok

Setelah menentukan F teoritik maka langkah selanjutnya membandingkan

F empirik dan F teoritik. Jika:

 F empirik ≥ F teoritik ; maka diinterpretasikan signifikan yang berarti ada

perbedaan.

 F empiric < F teoritik; maka diinterpretasikan tidak signifikan yang berarti

tidak terdapat perbedaan.

2. Pos Hoc Test

Uji F pada anava hanya memebrikan petunjuk ada tidaknya perbedaan

mean-mean kelompok. Jika ada beda antara mean - mena dan peneliti

ingin mengetahui signifikansi perbedaan itu maka harus dilakukan analisa

menggunakan Pos Hoc Test. Ada banyak jenis Pos Hoc Test yang dapat

digunakan untuk mengetahui beda signifikansi. Namun yang akan


digunakan dalam penelitian ini adalah Uji HSD (High significance

Difference) dan Uji LSD (Least Significance Different). Berikut rumus untuk

HSD dan LSD:

 HSD0,05 = q0,05 ((MSE/n1) +(MSE/n2))

 LSD0,05 = t0,05 ((MSE/n1) +(MSE/n2))

 Beda = x1topi – x2topi 

Keterangan:

 MSE = mean square error

 N = jumlah subyek

Jika beda > dari HSD atau LSD maka dikatakan beda signifikan

Jika beda < dari HSD atau LSD maka dikatakan beda tidak signifikan

B. PERMASALAHAN

1. Uji Beda Mean Anava 1 Jalur

2. Uji Post Hoc

C. PEMBAHASAN

Ada hipotesis yang menyatakan bahwa hasil belajar model PBL,

Discovery, dan direct instruction adalah sama. Untuk membuktikan

hipotesis itu, diterapkanlah ke 3 model pembelajaran itu pada mapel teknik

listrik pada 3 kelas yang berbeda. Nilai ujian akhir yang diperoleh siswa

untuk tiap model adalah berikut:

Tabel hasil belajar

PBL DISCOVERY DI TOTAL

No. X1 (X1)2 X2 (X2)2 X3 (X3)2 Xt (Xt)2


1 30 900 70 4900 78 6084 178 11884

2 50 2500 70 4900 78 6084 198 13484

3 58 3364 70 4900 80 6400 208 14664

4 60 3600 70 4900 80 6400 210 14900

5 63 3969 73 5329 80 6400 216 15698

6 63 3969 73 5329 80 6400 216 15698

7 63 3969 73 5329 80 6400 216 15698

8 63 3969 73 5329 83 6889 219 16187

9 65 4225 73 5329 85 7225 223 16779

10 65 4225 75 5625 85 7225 225 17075

11 65 4225 75 5625 85 7225 225 17075

12 65 4225 75 5625 85 7225 225 17075

13 68 4624 75 5625 85 7225 228 17474

14 68 4624 75 5625 85 7225 228 17474

15 68 4624 75 5625 85 7225 228 17474

16 68 4624 75 5625 85 7225 228 17474

17 70 4900 75 5625 85 7225 230 17750

18 70 4900 75 5625 85 7225 230 17750

19 70 4900 75 5625 85 7225 230 17750

20 70 4900 75 5625 88 7744 233 18269

21 76 5776 90 8100 166 13876

22 78 6084 90 8100 168 14184

23 95 9025 95 9025
JML 1262 81236 1624 119980 1937 163501 4823 364717

1. Uji Beda Mean ANAVA 1 Jalur

1. Hipotesis

o H0 : µ1 = µ2 =µ3 ; Fempirik < Fteroritik

o H1 : paling sedikit satu tanda sama dengan tidak berlaku; Fempirik ≥ Fteroritik

2. Metode 1

o Menghitung jumlah kuadrat (Jkt, Jka, dan Jkd)

Jkt =∑(xt)2-(∑xt)2/N

=364717-(4823)2/65

=364717-23261329/65

=6850.4

Jka = [(∑x1)2/n1 + (∑x2)2/n2 + (∑x3)2/n3] - sk

=[(1262)2/20 + (1624)2/22 + (1937)2/23] - 357866.6

= 79632.2 + 119880.7 + 163129.1 - 357866.6

= 4775,4

Jkd = Jkt – Jka

= 6850.4 - 4775,4

= 2075

o Menghitung derajat kebebasan (dbt, dba, dan dbd)

dbt = N-1 = 65 -1 = 64

dba = K-1 = 3 – 1 = 2

dbd = dbt - dba = 64 – 2 = 62

o Menghitung rata-rata kuadrat (Rka, dan Rkd)


Rka =Jka/dba

=4775,4/2

= 2387,7

Rkd = Jkd/dbd

=2075/62

= 33,47

o Menghitung rasio F

F = Rka/Rkd

=2387,7/33.47

= 71,3

o Melakukan uji signifikansi

Dengan menggunakan dba = 2 dan dbd = 62 maka diperoleh harga F teoritik

dalam tabel nilai F sebesar 3,134 pada taraf kesalahan 5% dan 4,968 pada

taraf kesalahan 1%.

o Tabel ringkasan ANAVA model pembelajaran

Tabel ringkasan

Sumber Fempiri Interpreta


Df Jk Rk Fteoritik
variansi k si

Antarkelompo 4775, 2387, 3,134(5% Sangat


2 71,3
k 4 7 ) Signifikan

Dalam 6 4,968(1% Sangat


2075 33,47
kelompok 2 ) Signifikan
6 6850.
Total
4 4

Berdasarkan hasil hitung diperoleh Fempirik ‘71,3’ Dengan dfa = 2 dan

dfd = 62 maka diperoleh harga F tabel (Fteoritik ) sebesar 3,134 pada taraf

kesalahan 5% dan 4,968 pada taraf kesalahan 1%. Sehingga dapat

disimpulkan F hasil hitung jatuh didaerah penerimaan H1, dengan demikian

dapat disimpulkan bahwa terdapat perbedaan rata-rata hasil belajar mapel

teknik listrik yang diajar dengan menggunakan MPK (63,1), MPL(73,82),

dan MPBM(84,22) secara sangat signifikan.

3. Metode 2

T1 = 1262; T2= 1624; T3 = 1937

T = T1 + T2 + T3 = ∑Xij = 4823

o Faktor koreksi

CF =(∑Xij)2 /N

=(4823)2/65

=23261329/65

= 357866,6

o Sum square

SST =(∑Xij)2 - CF

=[(∑X1)2 +(∑X2)2 + (∑X3)2]– CF

= 81236 + 119980 + 163501 - 357866,6 = 6850.4

SSP =(∑Ti)2/ni – CF

=[12622/20 + 16242/22 + 19372/23]– 357866.6


= 79632.2 + 119880.7 + 163129.1 - 357866.6 = 4775,4

SSE = SST - SSP

= 6850.4 – 4775,4 = 2075

o Degree of freedom

DfT = N-1 = 65 – 1= 64

DfP = K-1 = 3 – 1= 2

DfE = DfT - DfP = 64 – 2 = 62

o Mean square

MSP =SSP/DfP = 4775,4/2 = 2387,7

MSE = SSE/DfP =2075/62 = 33,47

o Menghitung rasio F

F = MSP/MSE = 2387,7/33,47 = 71,3

o Melakukan uji signifikansi

Dengan menggunakan dbP = 2 dan dbE = 62 maka diperoleh harga F teoritik

dalam tabel nilai F sebesar 3,134 pada taraf kesalahan 5% dan 4,968 pada

taraf kesalahan 1%.

o Tabel ringkasan ANAVA model pembelajaran

Tabel ringkasan

Sumber
DF SS MS Fempirik Fteoritik Interpretasi
variansi

Antar Sangat
2 4775,4 2387,7 71,3 3,134(5%)
perlakuan Signifikan
Dalam Sangat
62 2075 33,47 4,968(1%)
perlakuan Signifikan

Total 64 6850.4

Berdasarkan hasil hitung diperoleh Fempirik ‘71,3’ Dengan dfa = 2 dan

dfd = 62 maka diperoleh harga F tabel (Fteoritik ) sebesar 3,134 pada taraf

kesalahan 5% dan 4,968 pada taraf kesalahan 1%. Sehingga dapat

disimpulkan F hasil hitung jatuh didaerah penerimaan H1, dengan demikian

dapat disimpulkan bahwa terdapat perbedaan rata-rata hasil belajar mapel

teknik listrik yang diajar dengan menggunakan MPK (63,1), MPL(73,82),

dan MPBM(84,22) secara sangat signifikan.

2. Post Hoc Test

 Rata – rata setiap kelompok model pembelajaran

o Rata –rata Model MPK

x1topi =∑Xi/n =1262/20 = 63,1

o Rata –rata Model MPL

x2topi =∑Xi/n =1624/22 = 73,82

o Rata –rata Model MPBM

x2topi =∑Xi/n =1973/23 = 84,22

o Beda 2 rata-rata (mean)

 MPK vs MPL

Beda = x1topi – x2topi 

= 63,1 – 73,82 

= 10,72

 MPK vs MPBM
Beda = x1topi – x3topi 

= 63,1 – 84,22 

= 21,12

 MPL vs MPBM

Beda = x2topi – x3topi 

= 73,82 – 84,22 

= 10,4

o Uji HSD (Highly Significance Diffrence)

Q0,05 = 3,39

 MPK vs MPL

HSD0,05 = (q0,05) ((MSE/n1) +(MSE/n2))

= (3,39) ((33,47/20) +(33,47/22))

= (3,39) (1,786)= 6,05

 MPK vs MPBM

HSD0,05 = (q0,05)((MSE/n1) +(MSE/n3))

= (3,39) ((33,47/20) +(33,47/23))

= (3,39) (1,769)

= 5,996

 MPL vs MPBM

HSD0,05 = (q0,05) ((MSE/n2) +(MSE/n3))

= (3,39) ((33,47/22) +(33,47/23))

= (3,39) (1,7253)

= 5,85

 Tabel
Tabel perbandingan HSD0,05 dengan beda Mean

Beda Antara Besar Beda HSD0,05 Kesimpulan

Beda
MPK vs MPL 10,72 6,05
Signifikan

MPK vs Beda
21,12 5,996
MPBM Signifikan

MPL vs Beda
10,4 5,85
MPBM Signifikan

o Uji LSD (Least Significance Diffrence)

t0,05 = 1,999

 MPK vs MPL

LSD0,05 = (t0,05)((MSE/n1) +(MSE/n2))

= (1,999) ((33,47/20) +(33,47/22))

= (1,999) (1,786)

= 3,57

 MPK vs MPBM

LSD0,05 = (t0,05) ((MSE/n1) +(MSE/n3))

= (1,999) ((33,47/20) +(33,47/23))

= (1,999) (1,769)

= 3,54

 MPL vs MPBM

LSD0,05 = (t0,05) ((MSE/n2) +(MSE/n3))

= (1,999) ((33,47/22) +(33,47/23))


= (1,999) (1,7253)

= 3,45

 Tabel

Tabel perbandingan LSD0,05 dengan beda Mean

Beda Antara Besar Beda LSD0,05 Kesimpulan

Beda
MPK vs MPL 10,72 3,57
Signifikan

MPK vs Beda
21,12 3,54
MPBM Signifikan

Beda
MPL vs MPBM 10,4 3,45
Signifikan

D. KESIMPULAN

1. Setelah kami melakukan perhitungan secara manual untuk membuktikan

benar atau tidaknya suatu hipotesis yang menyatakan bahwa tidak ada

perbedaan hasil belajar menggunakan model MPK, MPL dan MPBM dapat

kami simpulkan bahwa hipotesis itu ditolak dan yang benar adalah ada

perbedaan yang sangat signifikan hasil belajar menggunakan model MPK,

MPL dan MPBM.

Daftar pustaka

Sudjana. 2005. Metoda Statistika. Bandung: Tarsito.

Hadi, Sutrisno. 1986. Statistik. Yogyakarta: ANDI OFFSET

Simbolon, Hotman. 2009. Statistika. Yogyakarta: GRAHA ILMU


Sarwoko. 2007. Statistik Inferensi untuk Ekonomi dan Bisnis. Yogyakarta: ANDI

OFFSET

Ismed, Basuki dan Sudarmono. 2014. Analisa Variansi (ANAVA) (ppt 7).

Surabaya