Anda di halaman 1dari 4

1.

Kreatinin

Kreatinin adalah produk akhir metabolisme kreatinin yang dibuang


melalui ginjal . Kreatinin sebagian besar terdapat pada otot rangkam tempat
zat ini berperan dalam penyimpanan energi sebagai kreatin fosfat (CP).
Kreatinin merupakan hasil pemecahan kreatin fosfat otot, diproduksi oleh
tubuh secara konstan tergantung massa otot. Kadar kreatinin berhubungan
dengan massa otot, menggambarkan perubahan kreatinin dan fungsi ginjal.

Kadar kreatinin berada dalam keadaan relatif konstan, sehingga


menjadikannya sebagai penanda filtrasi glomelurus yang baik . Bila kadar
kreatinin lebih kecil dari 1 mg/dl berarti kemampuan filtrasi masih baik.
Kadar kreatinin darah menaik pada kelainan :
a. Pre-renal : bila RPF menurun
b. Renal : semua penyakit gagal ginjal
c. Post renal : bila ada abstruksi saluran kemih (batu ginjal)

Penyakit yang ditimbulkan akibat kelebihan kadar kreatinin yaitu gagal


ginjal, penyakit ini dapat dibantu diagnosis dengan melihat hasil tes
laboratorium disamping pemeriksaan penunjang lainnya, anamnesis dan
pemeriksaan fisik.

Pemeriksaan Laboratorium :
Metode : Jaffe reaction (fixed time)
Prinsip : kreatinin akan bereaksi dengan asam pikrat dalam suasana alkali
membentuk komplek yang berwarna kuning jingga. Dengan salisilat dan klorida.
Intensitas warna yang terbentuk sesuai dengan kadar kreatinin dalam sampel,
diukur pada panjang gelombang 490 nm.
Reaksi :
kreatinin + asam pikrat → komplek kuning jingga dan Diukur pada panjang
gelombang 490 nm.
Sampel :
 Serum
 Plasma heparin
 Urin
Alat dan bahan
Alat yang digunakan : Bahan yang digunakan :
1. Fotometer 1. Sampel (serum)
2. Mikropipet 10 µL dan 1.000 µL 2. Reagen Urea
3. Kuvet 3. Standar urea
4. Tip kuning dan biru 4. Aquades
5. Tabung reaksi kecil
6. Parafilm

Cara Kerja

Blanko Standar Sampel

Aquades 100 µL - -

Standar - 100 µl -

Serum - - 100 µL

Pereaksi 1000 µL 1000 µL 1000 µL

Campur sampai homogen dan inkubasi selama 30 detik, baca absorban


standar dan sampel (A1) terhadap blanko pada panjang gelombang 490 nm. Tepat
2 menit kemudian baca kembali absorban standar dan sampel (A2).
Interpretasi Hasil
Nilai normal
Wanita : 0,5-0,9 mg/dL
Laki-laki : 0,6-1,1 mg/dL
Kreatinin ↑ : adanya kerusakan atau gangguan faal ginjal.
2. Creatinin Clearance TEST
Klirens suatu zat adalah jumlah mililiter plasma yang dibersihkan oleh
ginjal dari zat tersebut per menit. Jadi kreatinin klirens adalah jumlah mL plasma
yang dibersihkan kreatininnya oleh ginjal dalam waktu 1 menit.
Test ini untuk menentukan kemampuan fungsi ginjal lebih teliti dalam
menyaring atau membersihkan darah, menggunakan perhitungan berdasarkan
pengukuran kadar kreatinin darah, kreatinin urin 24 jam, berat badan, tinggi
badan, dan volume urin yang dikumpulkan selama 24 jam, pengumpulan urin
selama 24 jam tidak boleh ada yang terbuang.

Cara Kerja :
 Orang sakit tidak boleh berkemih beberapa jam sebelum percobaan
 Urin 24 jam catat waktunya
 Pada waktu porsi urin terakhir dikeluarkan diambil darah vena
 Ukur tinggi badan dan berat badan
 Tentukan volume urin 24 jam
 Tentukan kadar kreatinin dalam urin
 Tentukan kadar kreatinin dalam darah
Pemeriksaan klirens-kreatinin dengan Rumus

Keterangan:
Ccr : klirens kreatinin
Ucr : kreatinin urin
Vur : volume urin dalam 24 jam
Pcr : kadar kreatinin serum
1,73/A : faktor luas permukaan tubuh
A adalah luas permukaan tubuh yang diukur dengan menggunakan tinggi
dan berat tubuh. Luas permukaan tubuh pasien bervariasi berdasarkan
keadaan tertentu seperti obesitas ataupun anak-anak.

Nilai normal klirens kreatinin:


 Pria :107-137 ml/menit.
 Wanita: 87-107ml/menit.