Anda di halaman 1dari 6

Nama: Sri Wahyuningsih

NIM : 60700117040

Kelas : B – Ilmu Peternakan

Air dan Karbohidrat

Bahan pakan adalah setiap bahan yang dapat dimakan, disukai, dapat
dicerna sebagian atau seluruhnya, dapat diabsorpsi dan bermanfaat bagi ternak.
Oleh karena itu agar dapat disebut sebagai bahan pakan maka harus memenuhi
semua persyaratan tersebut, sedang yang dimaksud dengan pakan adalah bahan
yang dapat dimakan, dicerna dan diserap baik secara keseluruhan atau sebagian
dan tidak menimbulkan keracunan atau tidak mengganggu kesehatan ternak yang
mengkonsumsinya ( kamal, 1998), sedang yang dimaksud dengan ransum adalah
campuran beberapa bahan pakan yang disusun sedemikian rupa sehingga zat gizi
yang dikandungnya seimbang sesuai kebutuhan ternak ( Indah dan Sobri, 2001).
Komponen pakan yang dimanfaatkan oleh ternak disebut zat gizi (Tillman et al,
1999). Pakan berfungsi sebagai pembangunan dan pemeliharaan tubuh, sumber
energi, produksi, dan pengatur proses-proses dalam tubuh. Kandungan zat gizi
yang harus ada dalam pakan adalah protein, lemak, karbohidrat, mineral, vitamin
dan air.

1. Air
Pemanasan global yang terjadi saat ini merupakan fenomena
meningkatnya suhu permukaan bumi yang mengakibatkan perubahan lingkungan
biogeofisik antara lain berupa perubahan iklim. Perubahan iklim yang terjadi
berdampak pada ketersediaan dan kualitas air. Air adalah komponen nutrien
penting yang harus terpenuhi, kekurangan air akan mempengaruhi pertumbuhan,
reproduksi dan produksi ternak (Pfost dan Fulhage, 2001). Air juga diperlukan
untuk menjaga cairan tubuh, keseimbangan ion, menjaga suhu tubuh, membantu
mencerna dan metabolisme nutrien (Looper dan Walder, 2007). Menurut Undang-
Undang Nomor 18 Tahun 2009 tentang Peternakan dan Kesehatan Hewan
disebutkan bahwa air yang dipergunakan untuk kepentingan peternakan dan
kesehatan hewan harus memenuhi persyaratan baku mutu air yang sesuai dengan
peruntukannya. Sapi perah adalah ternak yang paling banyak membutuhkan air,
air digunakan sapi perah sebagai bahan baku air susu. Oleh karena itu produksi
susu sapi perah sangat dipengaruhi oleh kuantitas dan kualitas air yang
dikonsumsinya.
Ternak memperoleh air dari 3 sumber yaitu air minum, air dari bahan
makanan, dan air dari hasil oksidasi karbohidrat, lemak, dan protein. Ransum
komersial unggas mengandung air lebih kurang 10 %, jadi kebutuhan air bagi
ayam sebagian besar berasal dari air minum. Kualitas air dipengaruhi oleh adanya
bakteri Eschericia coli, pH air, kadar magnesium, kadar nitrat dan nitrit, kadar
sodium/klorida, serta mineral lainnya.
Fungsi air pada makanan ternak adalah sebagai berikut:
- Sebagai penghantar panas yang baik.
- Memudahkan dalam pencernaan makanan pada ternak.
- Berfungsi untuk melarutkan & mengedarkan nutrient keseluruh tubuh
- Membawa sisa-sisa metabolisme untuk dikeluarkan.
- Sebagai penyusun cairan tubuh & mempertahankan bentuk sel.
Air pada ternak berasal dari air minum, air dalam pakan dan air metabolic.
Dari setiap gram pakan dapat menghasilkan air metabolic 0,57 gram. Kadar air
dalam hijauan sekitar 80 % sedangkan kadar air bijian kering dan hasil ikutannya
sekitar 10-15%. Kadar air tanaman muda lebih tinggi dari pada tanaman yang tua.
Kadar air tertinggi pada ternak yang baru lahir tinggi, semakin tua kadar air
berkurang.
1. Semakin tua ternak, kadar mineral lebih tinggi sedangkan kadar air
menurun.
2. Pada tanaman muda mempunyai vakuola yang lebih besar.
3. Pencernaan pakan melalui hidrolisis air, contoh sukrosa sukrosa
dihidrolisis oleh enzim sukrase.
Aktifitas otot selama 20 menit yang menghasilkan panas dapat
menggumpalkan albumin. Fungsi air disini adalah sebagai penyerap panas
sehingga albumin dalam tubuh ternak tidak menggumpal
Faktor-faktor yang mempengaruhi hilangnya kadar air adalah:
1. Melaui saluran pencernaan dan air kencing. Contoh buang air besar
kandungan air yang dibuang .
2. Bahan makanan kering yang membutuh kan banyak air untuk
mencernanya.
3. Melalui saluran pernafasan dan kulit.
4. Temperatur yang tinggi juga menyebabkan faktor yang mempengaruhi
hilangnya air dalam tubuh, contoh pada suhu tinggi ayam akan melakukan
painting.
Apabila ternak kehilangan air melalui keringat 2-5 % dari berat tubuh maka
akan mengurangi nafsu makan (Anoreksia), bila kekurangan sekitar 10% dari
berat badan akan menyebabkan sakit kepala, hilang ingatan dan suara menjadi
kabur. Secara umum hilangnya air akan mengganggu faali tubuh.
Selama terjadi kenaikan hilangnya air dalam tubuh maka,
1. Terjadinya pertambahan denyut jantung dan naiknya temperatur rektal.
2. Pernafasan bertambah cepat.
3. Terjadi peningkatan konsentrasi larutan darah.
4. Volume darah berkurang dan peredaran darah semakin sulit.

2. Karbohidrat
Karbohidrat memiliki rumus umum Cn(H2O)n atau (CH2O)n dan masih
dibagilagi ke dalam empat kelompok yaitu monosakarida, disakarida,
oligosakarida dan polisakarida. Monosakarida berasa manis, larut dalam air, dapat
dikristalkan dan disebut dengan gula reduksi. Monosakarida yang banyak terdapat
di dalam tumbuhan ialah glukosa dan fruktosa yang keduanya isomer satu dengan
yang lain, sedang disakarida yang banyak terdapat di dalam tumbuhan ialah
sukrosa, maltosa dan selobiosa (Dwidjoseputro 1992). Sukrosa yang terdiri dari
glukosa dan fruktosa bukan termasuk gula reduksi.
Jenis karbohidrat lain yaitu oligosakarida dan polisakarida disusun oleh
unit-unit monosakarida dan memiliki rumus umum yang berbeda. Amilum adalah
polisakarida yang merupakan bentuk simpanan pada sel-sel tumbuhan termasuk
buah, sedang selulosa atau serat kasar merupakan komponen struktural yang
menyusun dinding sel tumbuhan. Anggota polisakarida lain yaitu pektin
mempunyai peranan dalam proses pelunakan buah yang sudah matang
Karbohidrat adalah zat organik utama yang terdapat dalam tumbuh-
tumbuhan dan biasanya mewakili 50 sampai 75 persen dari jumlah bahan kering
dalam bahan makanan ternak. Karbohidrat sebagian besar terdapat dalam biji,
buah dan akar tumbuhan. Zat tersebut terbentuk oleh proses fotosintesis, yang
melibatkan kegiatan sinar matahari terhadap hijauan daun. Hijauan daun
merupakan zat fotosintetik aktif pada tumbuh-tumbuhan. Zat tersebut merupakan
molekul yang rumit dengan suatu struktur yang serupa dengan struktur
hemoglobin, yang terdapat dalam darah hewan. Hijauan daun mengandung
magnesium : hemoglobin mengandung besi. Lebih terperinci lagi, karbohidrat
dibentuk dari air (H2O) berasal dari tanah, karbondioksida (CO2) berasal dari
udara dan energi berasal dari matahari. Suatu reaksi kimiawi sederhana yang
memperlihatkan suatu karbohidrat (glukosa) disintesis oleh fotosintesis dalam
tumbuh-tumbuhan adalah sebagai berikut :
6CO2 + 6H2O + 673 cal —-> C6H12O6 + 6 O2
1. Monosakarida
Monosakarida adalah gula-gula sederhana yang mengandung lima atau enam
atom karbon dalam molekulnya. Zat tersebut larut dalam air. Monosakharida yang
mengandung enam karbon mempunyai formula molekul C6H12O6. Termasuk di
dalamnya glukosa (juga dikenal sebagai dekstrosa) terdapat pada tubuhan, buah
masak, madu, jagung manis, dan sebagainya. Pada hewan zat tersebut terutama
terdapat dalam darah yang pada konsentrasi tertentu adalah sangat vital untuk
kehidupan.
2. Disakarida
Disakarida adalah karbohidrat yang mengandung dua molekul gula-gula
sederhana. Mempunyai formula umum C12H22O11. Karenanya zat tersebut
mewakili dua molekul gula sederhana minus air (dua atom hidrogen dan satu atom
oksigen). Disakarida yang sangat penting adalah sukrosa, maltosa dan laktosa.
Sukrosa ditemukan dalam ubi manis atau gula tebu dan tiap molekul
mengandung satu molekul glukosa (dekstrosa) dan satu molekul fruktosa
(levulosa). Sukrosa rasanya sangat manis dan lazimnya digunakan untuk membuat
manis bahan makanan, jadi merupakan gula yang digunakan sehari-hari dan
digunakan untuk masak. Sukrosa terdapat pula dalam buah-buahan masak, dan
getah pohon serta tersebar luas di alam.
Maltosa ditemukan dalam biji yang sedang tumbuh dan mengandung dua
molekul glikosa. Gula tersebut manisnya kurang lebih sepertiga manisnya
sukrosa. Laktosa adalah gula susu dan hanya terdapat dalam susu (atau hasil-hasil
dari susu). Zat tersebut terdiri dari satu molekul glukosa dan satu molekul
galaktosa. Laktosa tidak dapat digunakan oleh ayam karena sekresi pencernaan
ayam yang tidak mengandung enzim laktosa yang diperlukan untuk mencerna
laktosa.
3. Trisakarida
Trisakarida terdiri dari tiga molekul monosakarida yaitu galaktosa, fruktosa
dan glukosa. Raffinosa adalah suatu trisakarida yang terdapat dalam gula biet dan
biji kapas.
4. Polisakarida
Polisakarida mempunyai formula kimiawi umum (C6H10O5)n. Berarti bahwa
zat tersebut mengandung banyak molekul gula-gula sederhana. Kedua golongan
utama dari polisakharida adalah pati dan selulosa, meskipun masih ada golongan-
golongan lebih kecil lainnya yang kurang penting. Selulosa merupakan kelompok
organik terbanyak di alam; hampir 50 persen zat organik dalam tumbuh-tumbuhan
diduga terdiri dari selulosa. Meskipun selulosa dan pati kedua-duanya adalah
polisakharida yang terdiri dari unit-unit glikogen, ayam hanya mempunyai enzim
yang dapat menghidrolisa pati. Karenanya selulosa tidak dapat dicerna sama
sekali. Selulosa terutama terdapat dalam dinding sel dan bagian tumbuh-tumbuhan
yang berkayu.
Hewan ruminansia (sapi, domba dan kambing) yang mempunyai
mikroorganisme selulolitik dalam perut besarnya dapat menyerap selulosa dan
membuat hasil-hasil akhirnya (asam lemak atsiri) berguna bagi hewan itu sendiri.
Dalam proses pencernaan tersebut banyak energi telah hilang sehingga selulosa
bagi hewan ruminansia mempunyai nilai gizi yang jauh lebih rendah
dibandingkan dengan pati yang mudah dicerna. Pada ayam, selulosa lebih banyak
digunakan untuk membatasi penggunaan zat-zat makanan, terutama dalam
pertumbuhan ayam dara. Dalam penyusunan ransum, selulosa diistilahkan dengan
nama "serat kasar".
Pati merupakan polisakarida terpenting dalam tumbuh-tumbuhan, karenanya
merupakan zat paling penting dalam ransum ternak. Pada sebagian besar tumbuh-
tumbuhan, pati disimpan didalam buah, biji dan akar. Bila pati dirombak, maka
akan menghasilkan banyak molekul gukosa. Glikogen atau "pati hewan" terdapat
dalam jumlah sedikit dalam hati, otot dan jaringan-jaringan lain dari tubuh hewan.
Glukogen mengandung banyak molekul glukosa.