Anda di halaman 1dari 5

BAB IV

ANALISIS BISNIS & STUDI KELAYAKAN USAHA

4.1 ANALISIS BISNIS


Analisis bisnis merupakan analisis atas prospek dan risiko perusahaan untuk
kepentingan pengambilan keputusan bisnis. Dalam analisis bisnis, analisis laporan
keuangan merupakan bagian penting dan tak terpisahkan. Salah satunya dengan
mengevaluasi informasi yang tersedia tentang situasi keuangan perusahaan. Target
penjualan merupakan alat yang digunakan untuk mengukur growth rate dari suatu
produk.

Anggaran Usaha
Dengan sejumlah modal utama, dan dengan aliran kas tiap tahunnya, griya
penitipan pasien pasca stroke ini diharapkan dapat mengalami peningkatan pendapatan
30% tiap tahunnya serta dapat memenuhi target penjualan dan reservasi, maka kafe ini
akan mendapat keuntungan yang tinggi.

Perkiraan Pendapatan
Perkiraan pendapatan didapatkan dari hasil penjualan per- hari, minggu, bulan,
tahun dikurangi dengan total biaya dari produk yang dijual (cost of goods sold (COGS))
per hari, dikalikan harga, kemudian dikalikan selama 12 bulan, sehingga didapatkan
gross profit.

Manufacturing Overhead
- Promosi

- Gaji

- Pengeluaran tidak terduga

- Listrik, air, telepon

- Angsuran

- Pajak
Fixed Cost:

ITEMS AMOUNT PRICE TOTAL PRICE PRICE/MONTH

sewa tempat 1 unit/thn Rp. 15.000.000 Rp.15.000.000 Rp.1.250.000

Interior 1 unit Rp. 700.000 Rp. 700.000 Rp. 140.000


Rp. 24.000
Meja kecil 3 sets/2 th @ Rp. 80.000 Rp. 240.000
Rp. 21.000
Meja Kursi 1 set/ 2th Rp. 500.000 Rp. 500.000
Rp. 200.000
bed 10 unit/ 2th @ Rp 500.000 Rp. 5.000.000
Rp. 125.000
Kursi roda 5 unit/ 2th @ Rp 600.000 Rp. 3.000.000
Rp. 25.000
Kruk ketiak 2 unit/ th @ Rp 150.000 Rp. 300.000
Rp. 20.000
Kruk siku 2 unit/ th @ Rp 120.000 Rp. 240.000
Rp. 5.000
Reflex Hammer 3 unit/3th @ Rp. 50.000 Rp. 150.000
Rp. 30.000
Stetoskop 3 unit/ th @ Rp 120.000 Rp. 360.000
Rp. 20.000
Tensimeter 3 unit/ 2th @ Rp. 160.000 Rp. 480.000
Alat ukur Berat
Rp. 12.500
badan 1 unit/th Rp 150.000 Rp. 150.000
Alat ukur tinggi
Rp. 4.000
badan 1 unit/2th Rp. 100.000 Rp. 100.000
Rp. 21.000
Handuk/ th 5 unit/th @ Rp. 50.000 Rp. 250.000
Rp. 3.000
Piring kecil 1 dozen/th @ Rp 25.000 Rp. 25.000
Rp. 3.000
Mangkuk 1 dozen/th @ Rp 35.000 Rp. 35.000
Rp. 48.000
Kulkas 1 unit/2th Rp.1.160.000 Rp. 1.160.000
Rp. 5.000
gelas 1 dozen/th @ Rp 60.000 Rp. 60.000
Rp. 7.500
Sendok & Garpu 2 dozen/th @ Rp 45.000 Rp. 90.000
Rp. 7.500
Dispenser 1 unit/2 th Rp.180.000 Rp. 180.000
Rp. 3.000
Kompor Gas 1 unit/ 3th Rp.100.000 Rp. 100.000
Rp. 1.000
Panci 1 unit/5th Rp.60.000 Rp. 60.000
Rp. 2.500
Pisau 3 units/th @ Rp 10.000 Rp. 30.000
Rp. 2.000
Telenan 2 units/th @ Rp 10.000 Rp. 20.000
Rp. 8.500
Blender 1 unit/2th Rp.200.000 Rp. 200.000
Rp. 300.000
Biaya tak terduga Rp. 300.000
Rp. 2.288.500
TOTAL Rp. 28.700.000

Variabel Cost (Tiap Bulan)

ITEMS PRICE

Alcohol sweb Rp. 100.000

Teh Rp. 50.000

Gula Rp. 100.000

Listrik Rp. 150.000

Air Galon Rp. 88.000

Telur Rp. 135.000

Bihun Rp. 48.000

Tahu Rp. 52.000

Beras Merah Rp. 286.000

Brokoli Rp. 85.000

Daging Rp. 850.000

Saus Tomato Rp. 60.000

Kecap Manis Rp. 39.000


Bumbu dapur Rp. 190.000

Jagung manis Rp. 82.000

Gaji 5 Karyawan Rp. 7.500.000

TOTAL Rp.9.819.000

Tabel target pendapatan per bulan


TARGET JUMLAH
JENIS PAKET HARGA PERPAKET
PAKET/BULAN PENDAPATAN
20 Rp. 5.000.000
Penitipan/ Hari Rp. 250.000
10 Rp. 13.500.000
penitipan/ minggu Rp. 1.350.000
5 Rp. 27.500.000
penitipan/ bulan Rp. 5.500.000
10 Rp. 1.000.000
tambahan antar jemput Rp. 100.000 PP
Rp. 48.000.000
Total

a. Biaya Produksi setiap Bulan


= Fixed Cost + Variable Cost
= Rp. 2.288.500+ Rp. 9.819.000
= Rp. 12.107.500

b. Keuntungan / Laba setiap Bulan


= Income – Production Cost
= Rp. 48.000.000- Rp. 12.107.500
= Rp. 35.892.500
c. Periode Kembalinya Modal Utama (BEP / Break Eeven Point)
= (Investment + Production Cost) : (Profit x Period)
Contoh Perhitungan
= (28.700.000+ 12.107.500) : (35.892.500x1 month)
= 40.807.500 : 35.892.500
= 2 months
Hal ini berarti modal awal usaha akan kembali dalam jangka waktu 2 bulan sejak bisnis
dijalankan

4.2 STUDI KELAYAKAN USAHA


Griya penitipan pasien post stroke diharapkan mampu membantu
pemulihan pasien post stroke. Sasaran diarahkan kepada mereka keluarga yang
memiliki kesibukan tinggi dan mempunyai keluarga post rawat inap stroke. Griya
penitipan pasien post stroke bukan hanya sekedar tempat penitipan biasa,
karena pelayanan yang disediakan meliputi terapi, diet sesuai kebutuhan kalori.
Griya penitipan pasien pasca stroke ini memiliki banyak peluang menjadi salah
satu bisnis yang sukses. Pertama, berdasarkan dari segi sosial. Usaha ini
mampu memberikan dampak positif bagi orang-orang yang mengalami
pemulihan pasca stroke karena mereka bisa saling bertukar pendapat dan
pengalaman selama menjaga kondisi tubuh. Kedua, berdasarkan analisis
industri. Di Malang belum ada tempat penitipan pasien pasca stroke dan
menyediakan layanan terapi khusus stroke sehingga bisa dikatakan belum ada
pesaing. Dan yang ketiga, berdasarkan kondisi ekonomi, rentang harga dari griya
penitipan pasien pasca stroke ini sesuai dengan harga normal. Usaha ini layak
untuk dilanjutkan karena griya penitipan pasien pasca stroke ini telah mencapai 3
aspek dalam studi kelayakan usaha.
Dan dari hasil BEP, usaha ini mampu mencapai modal balik dalam jangka
waktu 4,5 bulan sejak bisnis dijalankan. Sehingga usaha ini menjadi salah satu
usaha yang menjanjikan dan layak untuk dikembangkan.