Anda di halaman 1dari 11

The Anatomy of an Entrepreneur

Are Successful Women Entrepreneurs Different From Men?


- a Review and Analysis -

Pendahuluan
Pada paper ini kami membahas dan menganalisa penelitian berjudul “The
Anatomy of an Entrepreneur. Are Successful Women Entrepreneurs Different From
Men?”. Penelitian yang ditulis oleh Cohoon et all (2010) ini bertujuan untuk
mengeksplorasi perbedaan antara wirausahawan wanita dengan wirausahawan pria
dalam hal motivasi, latar belakang dan pengalaman. Belum banyak penelitian yang
membahas tentang wirausahawan wanita. Sementara itu terdapat kebutuhan untuk
memahami lebih dalam agar dapat mengetahui pendukung ataupun penghalang wanita
dalam menjadi seorang wirausahawan. Maka dari itu berdasarkan manfaatnya
penelitian ini dapat digolongkan sebagai basic research karena berusaha mengisi
“gap” tersebut.
Penelitian ini adalah penelitian kuantitatif yang menggunakan sample total
responden yaitu para wirausahawan sukses dengan 59% dari sample yang dipilih
adalah wirausahawan yang telah berhasil mendirikan dua atau lebih perusahaan. Data
sample yang diambil bersifat comparable karena sample yang diambil semuanya
adalah wirausahawan dalam industri yang sama yaitu di area yang berkaitan dengan
komputer atapun pada bidang teknik serupa. Sample yang diteliti juga memiliki
kesamaan dalam hal waktu dan umur ketika mendirikan perusahaan mereka.
Berdasarkan sumber datanya, data yang digunakan dalam penelitian ini adalah
data sekunder karena diambil dari sebuah website yang menyediakan informasi
perusahaan yaitu OneSource Information Services Companies database yang sejak
tahun 2014 lalu telah berubah nama menjadi Avention, Inc, sebuah platform penyedia
data bisnis yang berbasis di Massachusetts, Amerika Serikat. Penelitian ini tergolong
cross-sectional research yang memotret pada satu titik dengan pengumpulan data
yang dilakukan pada 2008-2009. Sementara itu bila dilihat dari sudut padang

1
paradigma, penelitian ini tergolong dalam paradigma feminis karena berusaha
mengangkat topik berkaitan dengan wanita.

Hasil Penelitian
Berikut adalah 5 poin penting temuan dalam penelitian ini:
1. Top Factors Motivating Women to Become Entrepreneurs

Dengan adanya kesetaraan gender dijaman sekarang ini, banyak wanita yang
melirik dunia kerja dengan menjadi wirausahawan. Keputusan seorang wanita untuk
menjadi wirausahawan ditentukan oleh beberapa faktor; salah satu yang utama adalah
dukungan dari lingkungan sekitar (keluarga dan teman yang juga seorang
wirausahawan). Faktor yang lainnya dapat juga berupa:
1. Keinginan untuk membangun kekayaan
2. Keinginan untuk memanfaatkan ide bisnis yang mereka miliki
3. Daya tarik budaya startup
4. Keinginan lama untuk memiliki perusahaan mereka sendiri
5. Bekerja untuk orang lain tidak menarik bagi mereka

2
Wirausahawan wanita yang sukses biasanya memiliki pandangan ataupun
keinginan untuk kaya ataupun menjadi role model dalam suatu budaya (dahulu
wirausahawan adalah pria dan wanita hanya bekerja di rumah). Namun ada juga
wanita yang berwirausaha dikarenakan tidak ada pekerjaan lain, hal ini juga menjadi
alasan bagi para pria. Menurut beberapa responden, alasan mereka ingin berwirausaha
adalah karena ingin produk mereka ikut menjadi bagian dari perubahan pada market
place. Penelitian menyebutkan bahwa ada kesamaan antara wirausahaan pria dan
wanita yang sukses, yaitu rerata hanya memiliki 1 anak dan baru memulai perusahaan
pada usia sekitar 40 tahun. Karena adanya kesetaraan gender, wanita ingin dipandang
secara adil dengan pria,bahkan dari segi gaji. Dengan lemahnya 2 hal tersebut wanita
jadi cenderung untuk memulai usahanya sendiri (menjadi wirausahawan)

2. Secondary Motivations for Becoming an Enterpreneur

Data menunjukkan bahwa baik wanita dan pria baru memulai bisnis start-up
ketika mereka sudah menikah dan telah memiliki 1 anak. Hasil penelitian
menunjukkan bahwa tidak adanya perbedaan yang signifikan antara motivasi pria dan
wanita dalam memulai wirausaha. Sebagian besar pria dan wanita memulai bisnis
start-up karena mereka ingin keluar dari pekerjaan mereka. Bagi wanita, isu work-life-
balance menjadi salah satu alasan banyak wanita memulai bisnis start-up (DeMartino

3
& Barbato, 2003). Yang juga mereka inginkan adalah pendekatan yang wajar dan
kompensasi yang wajar dari manajemen. Selain itu juga, ada indikasi mengenai
mengapa wanita hendak menjadi wirausaha adalah terkait dengan adanya keinginan
untuk mendapatkan perlakuan yang wajar dan kompensasi yang telah dinaikan. Hal ini
menjadi mendekatkan diri pada relief technique.

3. The importance of Human Capital

Faktor penting saat memulai bisnis bagi rata-rata pria maupun wanita adalah
pengalaman industri dan kerja mereka sebelumnya. Faktor ini dianggap sangat penting
dalam menentukan keberhasilan start-up mereka. Selain pengalaman, modal manusia
dalam bentuk pendidikan universitas, dinilai rata-rata, sangat penting Dalam
perbedaan yang signifikan secara data statistik, wanita lebih banyak daripada pria,
percaya bahwa pengalaman kerja sebelumnya sangat penting untuk memulai
keberhasilan start-up.

4
Sementara itu perbedaan signifikan dalam hasil antara pria dan wanita adalah
sebagai berikut :

● Wanita percaya sangat penting untuk memiliki pengalaman kerja


sebelumnya, inilah yang paling berpengaruh apakah itu karena mereka
kurang percaya diri untuk memulai bisnis tanpa pengalaman
sebelumnya, salah satu penyebabnya bisa berupa stereotip gender yang
mengurangi kepercayaan diri perempuan, terutama di bidang teknis yang
didominasi laki-laki. Banyak wanita percaya bahwa rekam jejak sangat
berharga dalam kondisi ini karena ini menunjukkan kompetensi mereka.
Manfaat jaringan professional lebih ditekankan oleh wanita
● Professional/Business Networks : bagi wanita sangat penting, sementara
bagi pria kurang penting.
Karena Wanita sangat menekankannya pada jaringan professional,
bertujuan untuk kedekatan dan ketertarikan bahwa pilihan kedekatan
ditentukan oleh hubungan kelurga, dalam jaringannya proporsi kontak
yang lebih tinggi dalam jaringan sosialnya.ini tentunya meningkatkan
profil bisnis, kaloborasi bisnis, mendapatkan mitra bisnis. Sedangkan
jaringan sosial pria lebih dibentuk oleh adanya kesamaan aktivitas.
Lebih percaya pada kemampuan mereka. jaringan sosial, menyediakan

5
wirausahawan sumber daya yang lebih luas dan membantu mereka
mencapai tujuannya.

4. The Importance of Social Capital

FIGURE 4: MINE SOURCES OF FUNDING

Perempuan lebih baik dalam hal menyimpan dananya dari mitra bisnis ketimbang laki-
laki

6
Tidak bisa dipungkiri bahwa, perempuan dalam dunia bisnis memiliki akses tidak
sebaik laki-laki. Dimana kita kembali pada hakekat kehidupan yaitu laki-lakilah yang harus
bekerja dan mencari nafkah bagi keluarganya. Oleh sebab itu, ajaran yang selama ini ada
semakin membuat wanita hanya sebagai pandasi bagi laki-laki.
Dalam penelitian ini dikemukakan bahwa perempuan jauh lebih baik dalam hal
menyimpan dananya dari rekan atau mitra bisnis mereka. Laki-laki cenderung lebih
loyal dalam hal ini. Karena laki-laki memikirkan bagaimana caranya supaya bisa
memiliki rekan bisnis atau mentor yang banyak. Di kalangan pengusaha, laki-laki
merasakan tekanan yang lebih besar daripada perempuan untuk menjadi pencari
nafkah tetapi untuk perempuan, hal itu tidak menjadi masalah. Perempuan mampu
lebih mandiri secara finansial dibanding laki-laki.

7
Sumber daya yang dimiliki

Laki-laki Perempuan

Untuk tujuan operasional, Laki-laki Sebaliknya, para perempuan umumnya


bergerak lebih cepat, lebih analitis, lebih mengumpulkan lebih banyak data,
fokus dan berkonsentrasi lebih pada tujuan mempertimbangkan konteksnya, berpikir
jangka pendek dan aturan. jangka panjang, dan mengandalkan intuisi
dan simpati mereka dalam berbisnis.

Bagi laki-laki, hubungan bisnis lebih Perempuan, di sisi lain, mempunyai


bersifat kompetitif, dan kekuasaan jaringan sosial yang lebih luas, yang
ditingkatkan melalui kendali atas informasi membuatnya lebih baik dalam hal
yang bisa dipegang erat daripada dibagi- menemukan nasihat atau sumber daya untuk
bagikan. bisnisnya. Perempuan juga lebih saling
mendukung satu sama lain. Unsur
persaingan masih ada tetapi tidak sekental
antara laki-laki.

8
5. Wanita yang Sukses Memiliki Sumber Daya yang Ia Butuhkan

Pria dan wanita, umumnya memiliki tantangan yang sama ketika berwirausaha.
Keduanya mengalami masalah terbesar pada waktu dan usaha yang dialokasikan
untuk membangun bisnis ini. Pada figure 5, dikatakan bahwa tantangan yang
tergolong cukup besar setelahnya ialah menemukan co-founder. Faktor lain seperti
kegagalan, kesehatan, dan kurangnya pengalaman juga disebut oleh kedua belah
pihak, namun tidak dianggap signifikan.
Tidak memiliki mentor dalam berwirausaha juga bukanlah tantangan yang
berarti bagi keduanya. Wanita yang sukses dalam berwirausaha tidak terlalu
menganggap penting ketersiadaan mentor terhadap bisnis mereka. Hal ini ditunjukkan
dari angka pada figure, dimana hanya 8% wantia menyatakan poin ini sebagai suatu
tantangan. Poin dengan nilai paling kecil dibandingkan yang lainnya.

9
Wanita, lebih mempertimbangkan untuk melindungi aset intelektual
perusahaan. Penulis hanya bisa berspekulasi terkait hal ini. Perempuan umumnya
lebih mementingkan institusi pendidikan dan mempercayai para akademisi (dengan
nilai yang baik) akan mampu berinovasi lebih baik dibandingkan yang lainnya.
Sayangnya, tidak ada penelitian lebih lanjut mengenai hal ini.
Hal yang paling menarik pada bagian ini ialah ketika kita membahas tentang
kepastiaan masa depan. Menjadi wirausahawan merupakan tantangan yang besar. Hal
ini disebabkan pendapatan yang dihasilkan tidaklah pasti. Berbeda dengan ketika
menjadi karyawan kantor. Sebagai pria, pemberi nafkah keluarga, dituntut untuk
memiliki pendapatan yang pasti. Sehingga, hal ini menyebabkan pria dua kali lipat
lebih mementingkan aspek ini dibandingkan dengan perempuan.

Kesimpulan
Dalam masyarakat wirausahawan cenderung memiliki stereotype yang bersifat
maskulin seperti assertive, achievement oriented, dan risk-taking yang cenderung
tidak merepresentasikan wanita. Bertolak belakang dengan sterotyping tersebut,
penelitian yang dilakukan oleh Cohoon (2010) berhasil menemukan bahwa
wirausahawan wanita dan pria ternyata memiliki kesamaaan dalam hal motivasi,
faktor kesuksesan usaha, tantangan dalam usaha, maupun sumber pendanaan. Hal ini
menunjukkan bahwa baik pria maupun wanita memiliki kemungkinan yang sama
besar untuk sukses sebagai wirausahawan.
Penelitian ini juga menemukan beberapa poin perbedaan antara wirausahawan
wanita dengan pria seperti dalam hal memandang tantangan dalam melindungi human
capital yang lebih dianggap sangat penting bagi wanita dibandingkan pria. Namun
penelitian ini belum meneliti secara mendalam penyebab fenomena tersebut.
Temuan penting dalam penelitian ini adalah faktor penentu kesuksesan
wirausaha wanita. Berdasarkan penelitian faktor yang menunjang kesuksesan
wirausahawan wanita adalah mentoring, dukungan dan dana dari partner usaha,
pengalaman sebelumnya, dan professional network yang baik dan luas. Temuan ini
dapat menjadi input bagi pihak yang memiliki concern terhadap perkembangan
wirausahawan wanita.

10
Reference

Cohoon, J., Wadhwa, V., Mitchell, L. (2010, May). The Anatomy of an Entrepreneur
Are Successful Women Entrepreneurs Different From Men?. Kauffman.

https://www.bloomberg.com/research/stocks/private/snapshot.asp?privcapId=398710

11