Anda di halaman 1dari 7

Pencemaran lingkungan sudah menjadi hal yang harus diperhatikan terutama di kota-kota

besar dan kota-kota industri. Salah satunya berupa polutan dan tidak sedikit dari polutan-polutan
yang berbahaya. Salah satu polutan yang sangat berbahaya adalah dioksin. Dioksin merupakan
polutan dengan efek toksik yang merugikan. Senyawa ini dihasilkan dari kegiatan rumah-
tangga maupun kegiatan industry, serta pembakaran tidak sempurna. Senyawa ini sulit didegradasi
sehingga akan menetap di tanah. Jika mahkluk hidup terpapar oleh dioksin, senyawa ini akan
mengendap di dalam tubuh dan dapaat diturunkan pada generasi selanjutnya. Efek dari terpaparnya
mahkluk hidup oleh dioksin antara lain menurunnya system kekebalan tubuh, kanker, absisi
daun,dan lain sebagainya,sehingga pengaruh dioksin terhadap lingkungan,biodiversitas dan
kesehatan sangat merugikan.

Pengetahuan tentang dioksin dan bahayanya perlu diedukasikan kepada


masyarakat. Sebagian besar masyarakat Indonesia belum mengetahui apa itu dioksindan seberapa
besar bahaya yang dapat ditimbulkan oleh dioksin itu sendiri. Aktivitasumah-tangga seperti
pembakaran sampah, pemakaian pemutih berlebihan, ataupun makan makanan yang sudah
tercemar dioksin akan menimbulkan gangguan pada sistem homeostasis makhluk hidup.Dengan
adanya bahaya dioksin di Indonesia, masyarakat seharusnya sudahmulai melakukan upaya untuk
menghindari kontaminasi dioksin dan mengurangi atau menghentikan aktivitas yang mempunyai
produk samping dioksin. Sudah banyak gagasan yang mengilhami kegiatan pengurangan ini.Salah
satu contoh pengurangan dioksin adalah pada perusahaan pulp dankertas adalah penggunaan
enzim organic pengganti klorin dalam proses pemutihan kertas. Edukasi terhadap masyarakat
merupakan hal penting karena dengan adanyakemauan dari masyarakat untuk menghindari
aktivitas yang menghasilkan dioksin dengan sendirinya akan mengurangi paparan dioksin tersebut.

Dioksin merupakan senyawa organic yang terdiri dari dua gugus benzene yang
dihubungkan oleh atom oksigen yang membentuk cincin dan mempunyai atom klorida berikatan
dengan gugus benzenanya (WHO,). Dioksin merupakan anggota dari hidrokarbon aromatik yang
terhalogenasi (halogenatedaromatic hydrocarbon, HAH) dan merupakan senyawa aromatic
trisiklik.Anggota dari dioksin adalah polychlorinated dibenzodioxin
(PCDD),polychlorinated dibenzofuran (PCDF), dan polychlorinated biphenyls mirip-dioksin,
dengan senyawa yang paling poten adalah 2,3,7,8-tetrachlorodibenzo-p-dioxin (TCDD). Ketiga
jenis senyawa tersebut mempunyai kesamaan fungsi danstruktur.Dioksin berbentuk padat pada
suhu ruang dan susah menguap. Senyawa ini berdispersi di dalam atmosfer sebagai aerosol
partikulat. Senyawa ini tidakberbau dan dalam bentuk padatan berupa kristal tak berwarna yang
terakumulasi dalam tanah dan sedimen. Bersifat stabil dan lipofilik, sehingga dengan mudah
terakumulasi pada hewan-hewan yang mempunyai lapisan lemak pada tubuhnya dan sukar untuk
dimusnahkan. Sedikit dioksin saja yang masuk ke dalam tubuh(part per trillion) sudah dapat
menimbulkan efek toksiksitas yang berbahaya.Menurut WHO, kadar normal dioksin yang dapat
ditoleransi oleh tubuh manusia adalah 10 pg/kg berat tubuh.
Adapun sumber dan proses industri yang menghasilkan dioksin. Dioksin dapat
dihasilkan dari alam ataupun proses-proses yang berkaitan dengan kehidupan manusia. Di
alam, dioksin dihasilkan dari letusan gunung berapi dan kebakaran hutan alami. TCDD terbentuk
dari hasil proses pabrik yang menggunakan fenol terklorinasi atau saat pembakaran material
terklorinasi. Dioksin juga dihasilkan oleh produk produk dari berbagai macam proses industri
termasuk peleburan; pemutihan dengan klorin (chlorine bleaching) pada pabrik pulp dan
kertas; dan produksi herbisida dan pestisida.Yang paling buruk adalah pembakar sampah (waste
incinerator) yang tidak terkontrol, berhubungan dengan pembakaran tak sempurna.Pada pabrik
pulp dan kertas, teknik yang paling sering digunakan untuk memutihkan pulp dan kertas adalah
teknik chlorine bleaching. Hasil dari proses ini menyumbangkan klorin yang menjadi bahan baku
pembentukan dioksin dan setiap tahun, kertas yang dihasilkan oleh pabrik tersebut mencapai
jutaan ton,mengindikasikan banyaknya proses pemutihan yang terjadi dan banyaknya
terbentuk dioksin.

Pada produksi herbisida terbentuk juga beberapa jenis dioksin seperti asam 2,4,5-
triklorofenoasetat, dan Agent Orange (campuran dari asam 2,4-diklorofenoasetat dan
asam 2,4,5-triklorofenoasetat) yang digunakan oleh militer AS untuk melawan tentara
VietKong pada perang Vietnam antara tahun1962-1971. Pestisida ini bersifat umum dan banyak
dipakai para petani sebagai pembasmi hama yang merugikan.Pada pembakaran sampah yang tak
terkontrol, dioksin dapat terbentuk jika pembakaran tidak mencapai suhu 850°C. Beberapa rumah
sakit dianggap sebagai penyumbang dioksin terbesar karena tidak mempunyai insinerator yang
memadai. Banyak limbah rumah sakit merupakan senyawa organic dan jika dibakar bersama
klorin maka dapat terbentuk dioksin.Pencemaran tak langsung dapat terjadi pada mahkluk hidup.
Dioksinyang masuk ke dalam tubuh hewan tidak dapat dihancurkan oleh sel-sel imun,sehingga
menetap dalam tubuh. Dioksin akan berpindah dari hewan satu kehewan lain melalui rantai
makanan. Manusia sebagai konsumen tertinggi dalamrantai makanan menimbun semua
dioksin yang didapat dari hewan yang menjadi makanannya. Karena bersifat lipofilik,
dioksin diduga terakumulasi dijaringan lemak hewan
Dioksin sangat berbahaya bagi kesehatan, bahkan pada konsentrasi yang kecil pun bisa
mengakibatkan gangguan kesehatan yang serius, sedangkan dalam jumlah besar bersifat
karsinogenik. Berdasarkan data IARC (International Agency for Research on Cancer) dioksin
termasuk kepada karsinogenik kelas 2B, dimana kelas 2B merupakan karsinogenik yangmemiliki
bukti terbatas pada manusiadan kurang dari bukti yang cukup pada hewan.
EPA pada tahun 1997 telah mengkonfirmasi bahwa dioksin yang paling berbahaya yaitu
2,3,7,8-TCDD, selanjutnya analisis ulang pada tahun 2003 terhadap resiko kanker dari dioksin
menyatakan bahwa dosis aman atau ambang batas dioksin tidak menyebabkan kanker tidak/belum
diketahui, walaupun litelatur lain menyatakan bahwa resiko kanker yang diakibatkan dari dioksin
terjadi pada level diatas.
Pada tahun 1998 WHO menetapkan ambang batas aman konsumsi dioksin, yaitu 1-4
pikogram /kg berat badan (pikogram = g = part per trilion = ppt). Hasil penelitian dari Universitas
Kiel dan EPA menunjukan bahwa secara normal tubuh manusia dewasa dapat menerima dioksin 1-
10 pg/kg bb/hari tanpa membahayakan kesehatan. Sedangkan konsentrasi yang aman untuk bayi
adalah 0,008 pg/kg bb/hari.
Selain itu beberapa negara juga menerapkan aturan ambang batas toleransi konsentrasi
dioksin yang diijinkan dalam tubuh manusia, antara lain adalah Amerika 0,006 pg/kg bb/hari,
Kanada 10 pg/kg bb/hari, dan Jerman 1 pg/kg bb/hari.
Dioksin masuk ke dalam tubuh melalui selaput sel, kemudian bersatu dengan protein dasar
reseptor dan ikut masuk ke dalam inti sel. Di sini, dioksin berinteraksi dengan DNA dan
menyerang gen yang mengkontrol banyak reaksi biokimia seperti sintesis dan metabolisme
hormon, enzim, maupun faktor pertumbuhan, sehingga berdampak pada kelainan janin sampai
kanker.
Beberapa penyakit yang dapat ditimbulkan oleh paparan dioksin yang telah diteliti
diantaranya adalah, diabetes melitus, gangguan jantung, chloracne, beberapa jenis kanker, aberasi
gigi, penurunan produksi hormon testoteron, endometriosis, serta penurunan sistem imun.Ini
contoh beberapa penyakit dari dampak dioxin,yaitu :
a. Diabetes melitus
Dioksin dapat mempengaruhi transport gula, sehingga meningkatkan glukosa serum pada
manusia. Akibatnya melemahnya toleransi glukosa sehingga beresiko timbulnya diabetes. Hal ini
dibuktikan oleh Steenland (2001), dimana seseorang dengan kadar dioksin diatas 15 ppt (part per
trilion) mempunyai plasma insulin yang tinggi dibandingkan dengan seseorang yang kadar
dioksinnya dibawah 15 ppt.
b. Gangguan jantung
Dioksin dapat merubah fungsi morfologi jantung. Pengaruh dioksin mencakup gangguan
fungsional, gangguan preatherosklerosis di aorta, degenerasi myocardial. Selain itu, dioksin
menyebabkan meningkatnya serum trigliserida dan kolesterol yang dikenal sebagai faktor pemicu
penyakit jantung
c. Chloracne
Chloracne adalah penyakit yang ditimbulkan karena tereksposnya seseorang oleh klorofenol.
Ciri-ciri chloracne adalah timbulnya letusan kulit, bisul seperti jerawat pada remaja dan
menyebabkan rasa sakit di sekujur tubuh.
d. Kanker
Badan penelitian kanker internasional telah menetapkan bahwa dioksin dapat menyebabkan kanker
pada manusia dan hewan. Para pekerja industri kimia yang banyak terekspos dioksin memiliki
resiko kanker sampai lima kali lipat dibandingakan para pekerja lain yang sedikit terekspos.
Sebuah penelitian menemukan kasus peningkatan kematian 5-9 tahun setelah peristiwa
meledaknya pabrik kimia di Saveso Italia yang disebabkan oleh beberapa jenis kanker terutama
pada perut, liver, paru-paru, melanoma, rectum, dan saluran kencing.
e. Aberasi gigi
Penelitian menyebutkan dioksin dapat merusak email gigi dan mempengaruhi pertumbuhan gigi
anak-anak yang masih dalam masa pertumbuhan. Hal ini terlihat pada anak-anak yang konsentrasi
dioksin nya 26.000ng/kg serum lipid mengalami kerusakan email gigi.
f. Penurunan hormon testosteron
Penelitian menyebutkan para pekerja yang terekspos dioksin akan mengalami penurunan produksi
sperma.
g. Endometriosis
Dioksin dapat berpengaruh buruk terhadap sistem imun yang bertentangan dengan produksi
hormon sitokin dan mengubah cairan peritonial yang mendorong angiogenesis. Selain itu
perubahan pada sel atau predisposisi genetik bisa mempengaruhi indivisdu untuk memodulasi
imunologi, hal ini menyebabkan infiltrasi dan adhesi pada sel-sel endometrial dalam selaput
rongga perut bagian dalam. Kedua faktor ini bersinergi untuk mempengaruhi pertumbuhan dan
memperburuk endometriosis.
h. Penurunan sistem imun
Ada hubungan positif antara paparan dioksin dan penurunan konsentrasi sel darah putih, lifosit,
konsentrasi IgG dan IgM yang dapat mengakibatkan penurunan sistem pertahanan tubuh.

Dioksin merupakan bahan kimia yang sangat stabil dan tahan terhadap proses perusakan
alamiah selama bertahun-tahun. Dibawah permukaan tanah dioksin akan mengendap tanpa
mengalami perubahan terhadap waktu. EPA memperikarakan waktu paruh dioksin di lapisan tanah
antara 10-30 tahun.
Di dalam air dioksin membentuk sedimen dan masuk kembali ke perairan ketika sedimen
diganggu. Dioksin juga terbang di udara dan terhirup oleh makhluk hidup yang ada disekitarnya.
Kemudan dioksin jatuh ke tanah dan bisa mencemari proses yang ada di lingkungan seperti tempat
pengembalaan ternak dan terakumulasi dalam daging dan susu mereka. Partikel dioksin juga dapat
jatuh secara langsung ke dalam sungai dan perairan lain.
Cara untuk mengurangi dioxin yaitu:
Untuk dapat menahan laju pertumbuhan senyawa dioksin di udara, khususnya dari
pembakaran sampah di perkotaan, maka perlu dilakukan pengendalian sampah secara terpadu.
1. Pertama harus memberikan kesadaran pada masyarakat untuk dapat memisahkan sampah-
sampah organic yang mudah terdegradasi oleh mikroorganisme dengan sampah yang susah
terdegradasi seperti plastic. Sampah-sampah plastic yang susah terdegradasi harus dikumpulkan
dan jangan dibakar begitu saja karena berpotensi untuk menghasilkan dioksin.Sebaiknya sampah-
sampah tersebut diolah dengan system 4R yaitu :
1. Reduce (Mengurangi); sebisa mungkin lakukan minimalisasi barang atau material yang kita
pergunakan. Semakin banyak kita menggunakan material, semakin banyak sampah yang
dihasilkan.
2. Reuse (Memakai kembali); sebisa mungkin pilihlah barang-barang yang bisa dipakai kembali.
Hindari pemakaian barang-barang yang disposable (sekali pakai, buang). Hal ini dapat
memperpanjang waktu pemakaian barang sebelum ia menjadi sampah.
3. Recycle (Mendaur ulang); sebisa mungkin, barang-barang yg sudah tidak berguna lagi, bisa
didaur ulang. Tidak semua barang bisa didaur ulang, namun saat ini sudah banyak industri non-
formal dan industri rumah tangga yang memanfaatkan sampah menjadi barang lain.
4. Replace (Mengganti); teliti barang yang kita pakai sehari-hari. Gantilah barang barang yang
hanya bisa dipakai sekali dengan barang yang lebih tahan lama. Juga telitilah agar kita hanya
memakai barang-barang yang lebih ramah lingkungan, misalnya, ganti kantong keresek kita
dengan keranjang bila berbelanja, dan jangan pergunakan styrofoam karena kedua bahan ini tidak
bisa didegradasi secara alami.
2. Pemerintah daerah, dimana daerahnya memproduksi sampah dalam jumlah yang sangat besar
maka harus menyediakan incinerator yang mampu melakukan pembakaran sampah berkisar antara
800 – 1100 0C, sebab dengan incinerator yang mampu membakar sampah hingga temperature
10000C tidak akan menghasilkan dioksin. Terjadinya dioksin dalam pembakaran sampah, dapat
dikendalikan dengan penguraian suhu tinggi dioksin atau prehormon melalui pembakaran
sempurna yang stabil. Untuk itu, penting untuk mempertahankan suhu tinggi gas pembakaran
dalam tungku pembakaran, menjaga waktu keberadaan yang cukup bagi gas pembakaran, serta
pengadukan campuran antara gas yang belum terbakar dan udara dalam gas pembakaran.
3. Pencegahan pembentukan senyawa de novo yang juga merupakan penyebab munculnya
dioksin, pendinginan mendadak serta pengkondisian suhu rendah gas pembakaran akan efektif.
4. Terhadap debu terbang yang dikumpulkan dengan penghisap debu yang banyak mengandung
dioksin, ada teknologi pemrosesan reduksi khlorinat dengan panas. Untuk udara atmosfir yang
dikembalikan, karena menggunakan reaksi reduksi khlorinat dengan menukar khlor yang
terkandung dalam dioksin dengan hidrogen, dengan terus memanaskan debu terbang pada suhu
diatas 8000C dioksin dalam debu dari jumlah totalnya akan terurai. Ini digunakan sebagai
teknologi yang dapat menguraikan dioksin dengan energi input lebih sedikit dibandingkan dengan
peleburan.
5. Menggunakan Titanium dan Ultraviolet
Kini, sebuah teknologi baru telah dikembangkan untuk memecahkan dioksin yang
menyusahkan ini, yakni dengan memaparinya dengan cahaya dan mengubahnya menjadi sesuatu
yang tidak berbahaya.
Alat yang baru dikembangkan ini adalah sebuah alat untuk menghilangkan dioksin yang
menggunakan suatu zat yang disebut Titanium dioksida. Titanium Oksida adalah senyawa yang
banyak digunakan dalam pembuatan cat. Jika dikenai pada cahaya, terutama sinar ultra violet,
maka senyawa tersebut akan bereaksi dengan oksigen di udara, dan dapat memecahkan materi-
materi organik. Peralatan baru tersebut memanfaatkan sifat Titanium Oksida ini. Alat ini dipasang
pada pipa gas buangan fasilitas pembakar sampah atau incinerator. Bila sampah dibakar, maka
dioksin di dalam gas yang melalui pipa itu akan diurai menjadi karbon dioksida dan air, dengan
mengenai Titanium Oksida dalam alat itu dengan sinar ultra violet.
Dengan menggunakan silika gel (bahan penyerap kelembaban), para ilmuwan telah
berhasil menggunakan Titanium dioksida untuk mengurai dioksin. Silika gel tersbut yang
berdiameter 3 mm dan permukaannya dilapisi oleh Titanium Oksida digunakan pada alat tersebut.
Permukaan silika gel ini memiliki banyak lubang, sehingga memperbesar luas permukaannya, dan
itu akan menarik dioksin terus menerus dengan daya serap yang besar.
Dioksin yang diserap ke dalam silika gel tersebut kemudian diurai oleh Titanium Oksida
yang dikenai pada sinar ultra violet. Hal yang menguntungkan, silika gel tembus pandang sehingga
cahaya dapat menembusnya dan menyebabkan reaksi kimia di seluruh tempat. Oleh karena itu, hal
ini dapat memecahkan dioksin dengan keandalan tinggi lebih dari 99 persen.
Peralatan yang baru dikembangkan ini sangat mudah untuk dipasangkan pada fasilitas
pembakar sampah/incinerator yang sudah ada. Dan juga teknologi baru ini ramah lingkungan. Di
masa lalu, cara menguraikan dioksin adalah dengan membakarnya pada suhu yang sangat tinggi —
sekitar 1000 derajat celcius –, namun dengan teknologi baru ini tidak diperlukan lagi energi
sebanyak itu.
Alat ini hanya perlu memaparkan Titanium dioksida pada sinar ultra violet, jadi biaya
operasinya hampir dapat dikatakan sangat rendah.
6. Mengurai Dioksin dengan Enzim
Baru-baru ini, Prof. K. Inoue dkk dari Kyoto University Jepang mengumumkan sebuah
cara baru menguraikan dioksin, yakni dengan menggunakan enzim hasil penemuannya. Enzim
buatan ini diperoleh dengan cara mengubah struktur gen pada enzim pengurai obat yang dimiliki
oleh semua binatang mamalia.
Pada dasarnya binatang mamalia memiliki sekumpulan enzim yang disebut cytocrom P-
450, yang bekerja menguraikan zat kimia di dalam tubuh sehingga menjadi tidak beracun.
Kumpulan enzim ini dapat juga menguraikan jenis dioksin yang tingkat toksisitasnya rendah,
namun tidak sanggup menguraikan jenis dioksin dengan tingkat toksisitas sangat tinggi seperti
2,3,7,8-tetrachlorodibenzo-p-dioxin (TCDD). Prof. Inoue dkk membuat enzim buatan pengurai
dioksin jenis ini dengan cara mengambil satu jenis enzim dalam cytocrom P450 dari tikus. Dengan
metoda transgenik, gen dalam enzim ini diubah agar bisa membentuk molekul enzim dimana
bagian yang berfungsi mengikat zat kimia yang ingin diurai menjadi lebih panjang, kemudian gen
ini ditransfer ke ragi. Dari hasil penelitian diketahui bahwa enzim buatan ini dapat menguraikan 1
molekul 2,3,7,8-TCDD perjam, yang berarti kecepatan mengurainya 10~100 kali lebih tinggi dari
enzim yang ada pada tubuh manusia.
Penelitian ini masih dalam tahap awal. Namun, menurut Prof. Inoue, jika ini berhasil akan
dapat diaplikasikan secara luas di berbagai bidang seperti menguraikan dioksin dalam bahan
makanan, tanah dan lain sebagainya.
Perlu diketahui, lebih dari 90% dioksin yang masuk kedalam tubuh kita adalah melalui
makanan, baru sisanya melalui pernafasan. Berarti, enzim temuan ini bisa jadi alat canggih untuk
menanganani dioksin yang sudah menjadi momok seluruh dunia.
Jadi pada intiny, yaitu :

1. Dioksin merupakan polutan berbahaya yang disintetis bahan organic dengan


klorin.Pengaruh dioksin terhadap lingkungan adalah menurunkan vegetasi tanah dan dapat
mengganggu system imun hewan,sehingga dapat menyebabkan penurunan populasi yang
berakibat pada keanekaragaman hayati
2. Efek dioksin terhadap kesehatan manusia banyak sekali,dimulai dari supresi system
imun,kanker,keguguran,diabetes mlitus dan sebagainya

3. Pencegahan dan penanggulangan efek dioksin yang paling utama ialah harus adanya
kesadaran dari masyarakat tentang bahaya dioksin