Anda di halaman 1dari 3

Spesifikasi Teknis

contoh yang telah diuji/diperiksa dan telah mendapatkan persetujuan dari Manajemen Konstruksi.

 Penyimpanan
Kawat las harus disimpan pada tempat tertutup/terlindung kering dan tidak lembab untuk menjaga
agar tidak rusak pada saat digunakan.

4.3. PEKERJAAN BLACK STEEL/STAINLESS STEEL SOLID DAN PIPA

a. Lingkup Pekerjaan
Bagian ini meliputi pengadaan bahan, tenaga, peralatan dan perlengkapan serta pemasangan dari
semua pekerjaan besi black steel solid dan pipa/hollow stainless steel pada Railing tangga darurat,
vertical leader, dan pada bagian-bagian lain sesuai yang ada gambar-gambar.

b. Pengendalian Pekerjaan
Seluruh pekerjaan ini harus sesuai dengan salah satu standar yang disebutkan dalam :
BS-1387
SII-0295-80
American Society for Testing and Materials (ASTM)
American Welding Society (AWS)
American Institute of Steel Construction (AISC)
American National Standard Institute (ANSI)
Standar Nasional Indonesia (SNI) :
SNI 03-1729-2002 – Tata Cara Perencanaan Struktur Baja untuk Bangunan Gedung

c. Bahan-Bahan
1. Pipa black steel dengan diameter 2.5”, 2”, 1.5”, 1” dengan ketebalan 1.2 mm untuk tangga
darurat.
2. Sambungan harus dengan menggunakan las khusus (argon) dan digerenda halus dan dislab
sehingga permukaan rata mengkilap tidak nampak sambungannya.
3. Sambungan belokan pada railing harus menggunakan.
4. Bagian yang tertanam harus menggunakan angker baja plat strip tebal 3mm.
5. Tutup ring untuk bagian pipa yang tertanam di dinding.
6. Contoh bahan
7. Pelaksana harus menyerahkan contoh-contoh pipa stainless dan aksesorisnya kepada
Manajemen Konstruksi untuk mendapatkan persetujuannya.

d. Pengerjaan
1. Semua bahan yang didatangkan harus dalam kondisi baru.
2. Pemborong harus menyediakan contoh (moke-up) yang disetujui Manajemen Konstruksi.
3. Semua pengelasan kecuali ditunjukan lain, harus memakai las listrik. Yang dimaksud dengan
pengelasan disini adalah “Electric Arc Welding”. Pengelasan harus mengikuti cara-cara mutakhir
sesuai dengan “AWS Standard”.
4. Pengelasan setiap pertemuan sambungan pipa harus tertutup penuh oleh las dan di haluskan,
dan di slab.
5. Keterangan lengkap mengenai lokasi, ukuran dari pekerjaan las, terlihat dalam gambar-gambar
kerja. Penyimpangan dari ketentuan ini harus seijin Manajemen Konstruksi.

4.4. PEKERJAAN USUK / KASO, RENG BAJA RINGAN

a. Lingkup Pekerjaan
Meliputi pengadaan bahan-bahan, peralatan, tenaga, dan pemasangan pekerjaan, usuk dan reng baja ringan,
rangka lisplank atap, klos-klos pengait dan pekerjaan baja ringan lainnya sesuai gambar dan petunjuk
Manajemen Konstruksi .
b. Pengendalian Pekerjaan
Semua bahan baja harus sesuai dengan standar-standar :
SNI.03-1727-1989

Pembangunan Gedung R.Soegondo (Kompleks INCLUS, Pusat Pelatihan Bahasa dan Jurusan) FIB-UGM 27
Spesifikasi Teknis

AZ/NZs 1170-2002. AZ/NZs 1170.1-2002, AZ/NZs 1170.2-2002


ASTM: A 1003/A 1003M-05
AS 3565.1-2002, AS3566.2-2002

c. Bahan-Bahan
1. Persyaratan Bahan
 Gording atap utama menggunakan C 150 x 50 x 20 x 3.2.
 Spesifikasi Bahan Usuk baja ringan terbuat dari baja ringan mutu tinggi G 550 tebal C-75.75
(0,80mm tct) , Tegangan maksimum 550 Mpa, modulus elastisitas 200.000 Mpa, dengan
lapisan anti karat zincalume Z 220 ketebalan lapisan 220 gr/m2, ukuran sesuai gambar.
 Spesifikasi Baut (screw), Sekrup khusus berlapis galvanis untuk struktur baja ringan dengan
kelas ketahanan korosi tingkat 2 berlapis zinc, panjang 16 mm, kepadatan alur 16 alur,
diameter badan dengan alur 4,80 mm tanpa alur 3,8 mm. Kekuatan mekanikal gaya geser 5,1
kN, gaya aksial 8,6 kN, gaya torsi 6,5 kN.
 Reng baja ringan profil U dengan ukuran TS 40.45 (0,50 mm).
 Bahan baja ringan yang dipakai sekualitas produk dari LYSAGHT/BLUESCOP SMARTRUSS.

2. Pengujian Bahan
Bahan-bahan yang akan digunakan harus sudah lulus test pengujian dari pabrik pembuatnya.

3. Contoh Bahan
Pelaksana harus menyerahkan contoh-contoh bahan, brosur-brosur dan peraturan teknis (regulation
codes) yang berlaku dan setiap bahan yang diserahkan harus sesuai dengan contoh-contoh yang
telah diuji/diperiksa dan telah mendapatkan persetujuan dari Manajemen Konstruksi.

4. Penyimpanan
Usuk reng baja ringan harus disimpan pada tempat tertutup/terlindung kering dan tidak lembab,
terlindung dari benturan, beban, untuk menjaga agar tidak rusak pada saat digunakan.

d. Pelaksanaan
1. Jarak antar Usuk Baja Ringan maksimal 800 mm, dengan jarak reng menyesuaikan genteng atap
2. Ikatan antara usuk dengan gording dengan menggunakan klos/potongan baja ringan dari profil C yang
digunakan untuk bahan usuk dengan ikatan menggunakan baut/screw.
3. Ikatan antara reng dengan usuk menggunakan baut/screw.
4. Contoh Pengerjaan
Apabila dipandang perlu, Manajemen Konstruksi dapat meminta Pelaksana untuk mengadakan
contoh pengerjaan, khususnya untuk pekerjaan sambungan-sambungan dan harus diperlihatkan
kepada Konsultan Manajemen Konstruksi untuk disetujui.

5. Pengerjaan sambungan/ikatan
Semua sambungan antara usuk dan reng, kecuali ditunjukan lain, harus memakai baut atau kait
dengan bahan yang sama (baja ringan). Seluruh pekerjaan harus dilakukan di lapangan.
Penyimpangan dari persetujuan ini harus seijin Manajemen Konstruksi.

6. Persyaratan Kerja
 Pelaksana harus mempelajari dan memahami keadaan tempat yang ada, agar dapat mengetahui
hal-hal yang akan mempengaruhi/ mengganggu kelangsungan pekerjaan.
 Pelaksana harus menyediakan peralatan, alat-alat pengatur dan alat-alat pengaman tambahan
yang diwajibkan oleh ketentuan-ketentuan dan peraturan-peraturan yang berlaku di Indonesia.
 Pelaksanaan pekerjaan hanya boleh dilaksanakan bila wakil Manajemen Konstruksi hadir di
lapangan.

7. Pengujian Pekerjaan
 Pengujian dan pemeriksaan hasil pekerjaan oleh Manajemen Konstruksi dilakukan secara berkala
selama masa pelaksanaan dalam hal penyambungan.

Pembangunan Gedung R.Soegondo (Kompleks INCLUS, Pusat Pelatihan Bahasa dan Jurusan) FIB-UGM 28
Spesifikasi Teknis

 Manajemen Konstruksi akan menguji kekuatan, kualitas dan kerapihan pekerjaan atas biaya
kontraktor.

5. PEKERJAAN KAYU

5.1. PEKERJAAN KAYU HALUS

a. Lingkup Pekerjaan
Bagian ini mencakup hal-hal mengenai pengadaan dan pengerjaan kayu yang tampak, seperti pekerjaan:
Daun pintu kayu jati, rangka pintu kayu jati dengan plint papan kayu jati, pekerjaan lain sesuai dengan
gambar.

b. Pengendalian Pekerjaan
Seluruh pekerjaan kayu harus mengikuti persyaratan-persyaratan dalam :
Peraturan Konstruksi Kayu Indonesia (NI-5, 1961)
Persyaratan Umum Bahan Bangunan di Indonesia (PUBI-1982)
Spesifikasi Bahan Bangunan Bagian A (SK SNI S-04-1989-F)
Satandart Nasional Indonesia (SNI);
1. SNI 03-3233-1998 – Tata Cara Pengawetan Kayu untuk Bangunan Rumah dan Gedung
2. SNI 01-2704-1999 – Kayu Lapis Penggunaan Umum, Mutu
Standar Konstruksi Bangunan Indonesia (SKBI) ;
3. SKBI-4.3.53.1987 – Spesifikasi Kayu Awet untuk Perumbahan dan Gedung

Sebelum memproduksi, Kontraktor harus membuat “moke-up” daun pintu skala 1:1 sekaligus
finishingnya hingga mendapat persetujuan kualitas pengerjaannya oleh Manajemen Konstruksi ,
tim teknis dan perencana, moke up yang telah disetujui Manajemen Konstruksi, harus dipajang
di ruang Manajemen Konstruksi sebagai acuan kontrol pemeriksaan penerimaan kualitas
pekerjaan.

c. Bahan-bahan
1. Kayu jati kualitas II pada umumnya harus kering, secara alami dan secara visual memenuhi
persyaratan, atau telah mendapat persetujuan Manajemen Konstruksi.
2. Kayu jati kering proses (dry kiln) dari kelas awet II, kelas kuat II sesuai dengan NI-5. Kadar air
maksimum 12% untuk tebal kayu sama dengan 7 cm dan 20% untuk tebal kayu diatas 7 cm atau
telah mendapat persetujuan Manajemen Konstruksi.
3. Rangka kayu jati pintu menggunakan ukuran jadi 3,5/12 cm, bagian tepi sekeliling pintu ditutup
dengan plepet list jati tebal 1/4 cm diserut rata hingga sesuai tebal pintu, menutup seluruh
permukaan sisi sekeliling ketebalan pintu.
4. Daun Pintu menggunakan panel kayu jati kelas 2 dengan tebal 2 cm finishing cat melamine.
Kualitas serat permukaan pilihan (bersih dari pola mata kayu dan cacat permukaan sesuai yang
ditunjukan pada gambar-gambar.
5. Perekat tahan air
Dari jenis neoprene based / synthetic resin based sekualitas produk dari Rakoll, Herferin, Aica
Aibon, dan lain-lain yang disetujui Manajemen Konstruksi.

6. Pengikat-Pengikat
Pengikat berupa paku, mur, baut, kawat, sekrup, dan lain-lain harus digalvanisir.

7. Contoh-contoh
Pelaksana harus mengajukan contoh dari bahan yang akan dipakai dan membuat moke-up daun
pintu skala 1:1, untuk mendapatkan persetujuan Manajemen Konstruksi.

8. Semua Kayu difinish melamine, dengan kualitas terbaik.

Pembangunan Gedung R.Soegondo (Kompleks INCLUS, Pusat Pelatihan Bahasa dan Jurusan) FIB-UGM 29