Anda di halaman 1dari 9

PROPOSAL TERAPI AKTIVITAS KELOM[POK

DI RUANG BELIMBING RSKD DUREN SAWIT

Diajukan sebagai tugas Keperawatan Jiwa

Penyusun :
Muhamad Irfan Rasyid
(18170000065)

SEKOLAH TINGGI ILMU KESEHATAN INDONESIA MAJU JAKARTA


PROGRAM STUDI PROFESI NERS
FAKULTAS ILMU KEPERAWATAN
2018
BAB I
TERAPI AKTIVITAS KELOMPOK
ISOLASI SOSIAL

A. TOPIK
SESI 1 : TAKS (Terapi Aktivitas Kelompok Sosialisasi) Memperkenalkan Diri

B. TUJUAN
1. Tujuan umum:
Klien mampu memperkenalkan diri dengan menyebutkan: nama lengkap,
nama panggilan, asal dan hobi
2. Tujuan khusus:
a. Klien mampu menyebutkan nama lengkap
b. Klien mampu menyebutkan nama panggilan
c. Klien mampu menyebutkan asal
d. Klien mampu menyebutkan hobby
e. Klien mampu melakukan kontak mata
f. Klien mampu duduk tegak
g. Klien mampu menggunakan bahasa tubuh yang sesuai
h. Klien mampu mengikuti kegiatan dari awal sampai akhir

C. LANDASAN TEORI
Sosilaisasi adalah kemampuan untuk berhubungan dan berinteraksi dengan
orang lain (Gail W Stuart, 2007). Penurunan sosialisasi dapat terjadi pada
individu yang menarik diri, yaitu percobaan untukmenghindari interaksi
dengan orang lain. Individu yang mempunyai mekanisme koping maladaptive
bila tidak segera melibatkan terapi baik yang menimbulkan masalah-masalah
yang lebih banyak dan buruk.Hampir diseluruh dunia terdapat sekitar 450 juta
(11%) orang yang mengalami skizofrenia (ringan sampai berat) (WHO, 2006).
Hasil survey kesehatan Mental Rumah Tangga di Indonesia menyatakan 185
orang per 1000 penduduk Indonesia mengalami skizofrenia (ringan sampai
berat). Berdasarkan survey di Rumah Sakit masalah keperawatan yang paling
banyak ditemukan adalah menarik diri (17,91%), halusinasi (26,39%),
perilaku kekerasan (17,41%), dan harga diri rendah (16,92%). (Pikiran Rakyat
Bandung, 2007). Penatalaksaan klien dengan riwayat menarik diri dapat
dilakukan salah satunya dengan pemberian intervensi Terapi Aktktivitas
Kelompok Sosialisasi, yang merupakan terapi modalitas keperawatan jiwa
dalam sebuah aktivitas secara kolektif dalaqm rangka pencapaian penyesuaian
psikologis , perilaku dan pencapaian adaptif optimal pasien.
a. Tujuan Dan Manfaat TAK Sosialisasi memperkenalkan diri:
1) Mempunyai banyak teman
2) Menambah Pengetahuan
3) Mudah mendapat bantuan orang lain
4) Dapat membagi pengalaman dengan orang lain
5) Dapat membagi perasaan dengan orang lain
6) Dapat mengetahui perasaan orang lain
b. Kerugian Tidak Bersosialisasi
1) Tidak mempunyai teman
2) Kurang pengetahuan
3) Susah mendapatkan bantuan dari orang lain
4) Dikucilkan dari orang lain
5) Tidak dapat berbagi perasaan dengan orang lain
c. Teknik Sosialisasi yang Baik
1) Memberikan ucapan salam
2) Bersosialisasi dengan orang lain secara bertahap dengan cara :
memperkenalkan diri (tatap muka, tersenyum dan membalas senyum)
3) Ikut dalam kegiatan kelompok di lingkungan : senam pagi, mengikuti
kegiatan jahit menjahit (untuk perempuan), menonton TV bersama
teman.
4) Mengikuti aturan/ etika di lingkungan (sopan santun)
5) Apabila meninggalkan teman bicara sebaiknya mengucapkan salam
perpisahan sesuai situasi

D. KLIEN
1. Kriteria
a. Pasien yang sehat fisik
b. Pasien yang sudah diintervensi oleh perawat
c. Pasien isolasi social yang sudah dapat bersosialisasi
d. Pasien yang dapat membaca dan menulis
e. Pasien yang menyetujui kontrak
f. Pasien yang belum mengikuti TAKS

2. Proses Seleksi
Klien diseleksi berdasarkan pengkajian dari perawat. Penyeleksian
masalah berdasarkan masalah keperawatan. Selanjutnya dilakukan kontrak
dengan klien.

E. PENGORGANISASIAN
1. Waktu
a. Hari / tanggal :
b. Jam : WIB
c. Acara : menit
- Fase Orientasi : menit
- Fase Kerja : menit
- Fase Terminasi : menit +
Menit

d. Tempat : Ruang Belimbing RSKD DUREN SAWIT


1
e. Jumlah pasien : orang
Keterangan:
= Leader
= Co-Leader
= Fasit
= Pasien
= Observer

2. Tim terapis
a. Leader :
- Melakukan validasi perasaan pasien hari ini
- Memimpin dalam menginstruksikan terapi aktivitas kelompok
Merencanakan, mengontrol, dan mengatur jalannya terapi.
Menetapkan tujuan dan peraturan kelompok
Membacakan tujuan dan peraturan kelompok sebelum kegiatan
dimulai
Memberi reinforcement positif

b. Co leader :
Membantu tugas leader
Menyampaikan informasi dari fasilitator ke leader
Mengingatkan leader bila ada kegiatan yang menyimpang
Mengingatkan pemimpin untuk lamanya waktu kegiatan
Bersama leader menjadi contoh kerjasama yang baik

c. Fasilitator :
- Ikut serta dalam anggota sebagai anggota kelompok
- Memotivasi anggota kelompok yang kurang atau tidak aktif
selama TAK berlangsung
- Menyiapkan alat/media
- Mengantisipasi hal – hal diluar rencana

3. Metode dan media


a. Metode
- Dinamika Kelompok
- Diskusi dan Tanya jawab
- Bermain Peran dan Simulasi

b. Media
- Laptop
- Speeker
- Jadwal Kegiatan Harian
- Bola Tenis
- Buku catatan dan pulpen

F. PROSES PELAKSANAAN
1. Persiapan
a. Memilih klien sesuai dengan indikasi, yaitu isolasi sosial
b. Membuat kontrak dengan klien
c. Mempersiapkan alat dan tempat pertemuan
2. Orientasi
Pada tahap ini terapis melakukan:
a. Salam terapeutik
1) Salam dari terapis kepada klien
2) Perkenalkan nama dan panggilan terapis
b. Evaluasi/ validasi:
1) Menyakan perasaan klien saat ini
c. Pelaksanaan tujuan dan aturan main
1) Menjelaskan tujuan kegiatan, yaitu memperkenalkan diri.
2) Menjelaskan aturan main berikut:
- Jika ada klien yang akan meninggalkan kelompok harus
meminta ijin kepada terapis.
- Lama kegiatan 45 menit
- Setiap klien mengikuti kegiatan dari awal sampai selesai.

3. Tahap kerja
a. Leptop yang beriisi lagu-lagu akan dihidupkan serta bola diedarkan
berlawanan dengan arah jarum jam (yaitu kearah kanan yang sedang
memgang bola) dan pada saat music dihentikan maka anggota
kelompok yang memegang bola memperkenalkan dirinya
b. Hidupkan kembali music dan edarkan bola tenis berlawanan dengan
arah jarum jam
c. Pada saat music dihentikan, anggota kelompok yang memegang bola
mendapat giliran untuk menyebutkan: salam, nama lengkap, nama
panggilan, hobi dan asal. Dimulai dari terapis sebagai contoh
d. Tulis nama panggilan pada papan nama / kertas dan tempel / pakai
e. Ulangi b, c, dan d sampai semua anggota kelompok mendapatkan
giliran
f. Beri pujian untuk tiap keberhasilan anggota kelompok dengan member
tepuk tangan

4. Tahap Terminasi
a. Evaluasi Respon Subjektif
1) Terapis menyakan perasaan klien setelah mengikuti TAK
2) Terapis memberikan pujian atas keberhasilan kelompok
3) Kemampuan Verbal
Nama Klien
No. Aspek yang dinilai
1. Menyebutkan nama Lengkap
2. Menyebutkan nama panggilan
3. Menyebutkan asal
4. Menyebutkan hobi
Jumlah
b. Evaluasi Respon Objektif
Nama Klien
No. Aspek yang dinilai
1. Kontak Mata

2. Duduk tegak
3. Menggunakan bahasa tubuh
yang sesuai
4. Mengikuti kegiatan dari awal
sampai akhir
Jumlah

c. Rencana Tindak Lanjut


1) Terapis menganjurkan tiap anggota kelompok melatih
memperkenalkan diri kepada orang lain di kehidupan sehari-hari.
2) Terapis menganjurkan memasukan kegiata
memperkenalkan diri pada jadwal kegiatan harian.
d. Kontrak yang akan datang
1) Menyepakati kegiatan berikut yaitu berkenalan dengan
anggota kelompok
2) Menyepakati waktu dan tempat

DAFTAR PUSTAKA
Keliat, Budi Anna. (2015). Keperawatanh Jiwa Terapi Aktivitas Kelompok.
Jakarta: EGC