Anda di halaman 1dari 6

BAB 1

PENDAHULUAN

A. Latar Belakang Masalah


Dikaitkan, bahwa pendidikan merupakan maslah
kehidupan manusia. Pendiidkan sebagai sebuah proses berada
dan berkembang bersama dengan proses perkembangan yang
berlangsung dalam kehidupan manusia. Bahkan pada
hakikatnya kedua proses itu adalah satu. Pendidikan identik
dengan perkembanagn manusia itu sendiri titik.
Pemahaman seperti itu agaknya takjauh berbeda
dengan pandangan islam. Hal ini dapat dirujuk dari pernyataan
Rasul Allah SAW:”aku dibangkitkan hanyalah untuk
menyempurnakan akhlak.” Menyempurnakan akhlak manusia
yang merupakan upaya Muhummah SAW. Dalam
pengembangan tugas kerasulan beliau. Menyempurnalkan
akhlak bukan aktifitas yang bersiufat instan (sekali jadi). Upaya
tersebut merupakan sebuah proses yang berlangsung sejalan
dengan perkembangan manusia itu sendiri.
Pengangkatan Muhammad Saw. Sebagai Rasul Allah
Juga melalui prosees. Semua terpantau dari sejarah hidup
Muhammad Saw bahkan lengkap dengan silsilah beliau. Sejarah
terbuka dari perjalanan hidup laki-laki yatim piatuh yang sejak
usiah bocah sudah diakui khalayak sebagai Al-Amin. Dalam
perjalanna hidup menuju stataus menuju rasul, Muhammad
senantiasa memperoleh bimbingan langsung dari Alla Swt.
Semuanya terangkum dalam sabda beliau: Tuhanku” telah
mendidikku, dan dengan demikian menjadilah pendidikan ku
yang terbaik”.
Pemikiran filosofis dalam islam berkembang dalam
berbagai bidang perkembanganya meliputi kebutuhan jamanya
masing-masing. Misalnya pada periode awal sepeninggal Rasul
Allah saw, sesuai dengan kondisi kebangkitan islam, maka
pemikiran tersebut lebih terpusat pada masalah politik dan
syariah. Filsafat politik islam ini kemudian mengasilkan
berbagai teori mengenai politik, antara lain sistem ke khalifahan
dan imamah. Demikian pula dalam bidang syariah yang
bersumber dari filsafat hukum islam menghasilkan teori-teori
mengenai hukun islam.
Sebagai dikemukakan Jhon Dewey, filsafat pendidikan
adalah teori umum dari pendidikan, landasan dari semua
pemikiran pendidikan. Dikatan landasan, karena filsafat
pendidikan melahirkan pemikiran-pemikiran yang teoretis
mengenai pendidikan memerlikan iluminasi dan bantuan dan
p0enyelesaianya dari filsafat. Dengan demikian, menurut imam
Barnadib, filsafat pendidikan adalah ilmu oendidikan yang
bersendikan filsafat atau filsafat yang diterapkan dalam usaha
pemecahan dalam masalah-masalah pendidikan.
Berdasarkan pemahaman diatas, filsafat pendidikan
islam dapat diartikan sebagai pelaksanaan pandangan dan
kaidah pemikiran filosofis dalam pengalaman masyarakat
muslim yang disebut pendidikan. Kaidah pemikiran filosofis
yang bersumber dari nila-nilan ajaran islam. Filsafat pendidikan
juga dapat diartikan sebagai gagasan tentang pelaksanaan
pendidikan islam yang bersumber dari nilai-nilai ajaran islam.
Atau penerapan pemikiran filosofis tentang pendidikan islam
yang diterapkan dalam penyelenggaraan pendidikan islam.
Dari pemahan tersebut dapat dikatakan bahwa
pemikiran filsafat pendidikan islma baru berbentuk gagasan.
Sebagai gagasan, pemikiran filsafat dimaksud belum dapat di
aplikasikan dalam aktivitas pendidikan islam. Namun gagasan
tersebut dijadikan sumber bagi perumusan teori-teori keilmuan
tentang pendidikan islam. Teori-teori ini menghasilkan
rangkaian dari komponen yang terangkai dalam sistem
pendidikan islam.
BAB 2

PEMBAHASAN

A. Ruang Lingkup Kajian Filsafat Pendiudikan Islam


Filsafat pendiidkan islam yang bertumpuh pada pemikiran
mengenai masalah pendiidkan islam tak dapat dilepaskan dari tugas dan
misi kerasulan, yakni untuk menyempurnakan akhlak. Kemudian
penyempurnaan akhlak terkait pula dengan hakikat pencipta manusia,
yakni menjadi pengabdi Allah yang setia, maka manusia juga takdapat
melepaskan statusnya selaku khalifah Allah dimuka bumi.
Potensi yang dimiliki manusia untuk mrlakukan kebaiakan dan
keburukan, serta kecenderunganya yang mendasar pada kebaikan
seharusnya mengantarkan manusisa memperkenankan kepada perintah
Allah ( agama-Nya) yang dinyatakan sesuai denagan fitrah atau asal
kejadian manusia. Hubungan tersebut mengacu poada hakikat penciptaan,
akhlak mulia, dan tugas ke khalifahan yang diamanatkan oleh snag
pencipta kepada manusia. Bial dirunut, pemikiran filsfat pendidikan islam
pada hakikatnya berda pada permasalahan-permasalahan dari ketiga faktor
dimaksud. Pertama, bagaimana upaya manusia memiliki akhlak yang
mulia. Kedua, dengan akhlak mulia ini manusia mampu menempatkan
dirinya sebagai pengabdi Allah yang setia. Ketiga, kesetiaan dalam
pengabdian yang di dasarkan atas niali-nilai akhlak ini diharapkan
manusia mampu mengeban amanhnya dalam menjalankan tugas sebagai
khalifah Allah secara benar, baik, dan sempurnah.
Islam sebagai agama serta pandangan hidup muslim,
bagaimanapin akan berbeda dengan pandangan hidyp yang bersumber dari
ideologi sebagai produk pemikiran filsafat. Olehnya filsfat pendidikan
islam punya karakter dan prinsip- prinsip khusus. Makanya dalam
pandangan kahaursyid Ahmad, pendapat yang menyatak bahwa meniru
sistem pendidikan suatu bangsa tau negara lain tanpa merusak sistem
mereka sendiri adalah pemhaman yang keliru. Sesungguhnya mereka tidak
bisa mengambil begitu saja sistem pendiidkan assing, kecuali jika mereka
ingin menghancurkan kebudayaan mereka sendiri.
Dalam pandangan Omar Mohammad al-Toumy al-Syabany,
filsafat pendidikan ialah pelaksanaan pandangan falsafat dan kaidah
falsafat dalam bidang pendidikan. Titik berat filsafat pendidiakan adalah
pada pelaksanaan prinsip-prinsip dan kepercayaan yang menjadi dasar
filsafat dalam menyelesaikan masalah-masalah pendidiakn secara praktis.1
Dengan demikian, ruang lingkup kajian filsafat pendidikan Islam
mencakup prinsip dan kepercayaan yang menjadi dasar filsafat itu sendiri,
serta faktor-faktor yang berhubungan dengan upaya penyelesaian masalah
pendidikan Islam.
Selanjutnya Omar Mohammad Al-Toumy Al-Syabany
mengemukakan ilmu prinsip dasar dalam kajian filsafat pendidiakn Isalm.
Kelima prinsip tersebut mencakup:
1. Pandangan Islam terhadap jagat raya, meliputi pemikiran, bahwa:
a. Pandangandan tingkah laku manusia, serta akhlaknya selain
dipengaruhi oleh lingkungan sosial juga dipengaruhi oleh
lingkungan fisik (benda-benda alam)
b. Lingkungan dan yang termasuk jagat raya adalah segala yang
diciptakan Allah, baik makhluk hidup maupun benda-benda
alam.
c. Setiap wujud (keberadaan) memiliki dua aspek, yakni materi
dan ruh.
d. Alam senantiasa mengalami perubahan menurut ketentuan-
ketentuan dan pencipta-Nya (Sunah Allah)
e. Keteraturan garak alam merupakan bukti bahwa alam
merupakan bukti bahwa alam ditata dalam suatu taatnan yang
tunggal sebagai Sunah Allah.
f. Alam merupakan sarana yang disediakan bagi manusia untuk
meningkatkan kemampuan dirinya.
g. Pencipta alam (Allah) adalah Wujud yang berada di luar alam,
dan memiliki kesempurnaan, serta sama sekali terhindar dari
segala cacat cela.
2. Pandangan Islam terhadap manusia, memuat pemikiran bahwa:
a. Manusia adalah makhluk (ciptaan) Allah yang paling mulai,
sesuai dengan hakikat kejadiannya.
b. Manusia diberi beban amanat sebaagai khalifah (mandataris)
Allah di bumi guna memakmurkannya.
c. Manusia memiliki kemampuan untuk berkomunikasi,
kemampuan belajar, dan kemampuan untuk mengembangkan
diri.
1
Omar Mohammad al-Toumy al-Syabany:30
d. Manusia adalah makhluk yang memiliki dimensi jasmani, rohani
(mental), dan ruh (spiritual).
e. Manusia bertumbuh dan berkembang sesuai dengan potensi
genetika (faktor keturunan) dan lingkungan yang memegaruhi.
f. Manusia meiliki faktor perbedaan individu.
g. Manusia memiliki sifat fleksibilitas (keluwesan) dan memiliki
kemampuan untuk mengubah serta menhembangkan diri.
h. Manusia memiliki motivasi dan kebutuhan.
3. Pandangan Islam terhadap masyarakat berisi pemikiran, bahwa:
a. Masyarakat merupakan kumpulan individu yang terikat oleh
kesatuan dari berbagai aspek seperti tanah air, budaya, agama,
tradisi, dan lain-lain.
b. Agama itu adalh kaidah, ibadah dan muamalah.
c. Masyarakat Islam memiliki identitas tersendiri yang secara
prinsip berbeda dari masyarakar lain.
d. Dasar pembinaan masyarakat Islam adalah akidah, keimanan
tentang wujud, dan keesaan Allah.
e. Ilmu adalah dasar yang terbaik bagi kemajuan masyarakat.
f. masyarakat selalu mengalami perubahan.
g. Pentingnya individu dan keluarga dalam masyarakat.
4. Pandangan islam terhadap pengetahuan manusia memuat
pemikiran bahwa:
a. Pengetahuan adalah potensi yang dimiliki manusia dalam upaya
until meningkatkan kehidupan individu dan masyarakat.
b. Pengetahuan terbentuk berdasarkan kemampuan nalar manusia
dengan bantuan penginderaan.
c. Pengetahuan manusia memiliki kadar dan tingkatan yang
berbeda sesuai dengan objek, tujuan, dan metodenya.
d. Pengetahuan manusia pada hakikatnya adalah hasil penafsiran
dan pengungkapn kembali terhadap masalah-masalah yang
berkaitan dengan ciptaan Allah.
e. Pengetahuan dapat diperoleh dengan berbaagi cara seperti
pengamatan langsung, penelitian, kajian terhadap peristiwa,
rangkuman dan berbagai pendapat, ataupun melalui bimbingan
Ilahi.
f. Pengetahuan hakiki adalah pengetahuan yang didasari oleh
akidah, karena dapat memberikan ketentraman batin.