Anda di halaman 1dari 10

SATUAN ACARA PENYULUHAN/ PEMBELAJARAN (SAP)

MOBILISASI DINI PASIEN POST OPERASI


AMBUN SURI LANTAI 1 RSUD
DR. ACHMAD MOCHTAR
BUKITTINGGI
2018

Pokok Bahasan : Mobilisasi Pasien Post Operasi


Sasaran : Pasien dan keluarga di Ruang Ambun Suri Lantai 1
Tempat : Ruang Ambun Suri Lantai 1 RSUD DR. Achmad Mochtar
Hari/ Tanggal : Sabtu, 31 Maret 2018
Waktu : Menyesuaikan

A. Latar belakang
Masalah kesehatan terus berkembang mengikuti perkembangan ilmu
pengetahuan dan teknologi serta masyarakat yang dinamis, semakin memacu
tenaga kesehatan untuk terus meningkatkan kuantitatif dan pelayanan dalam
upaya mencapai tujuan pembangunan kesehatan. Walaupun pengetahuan
semakin berkembang tapi bisa saja dalam menangani suatu penyakit tidak
begitu efisien, terutama dengan pasien post operasi harus memerlukan
penanganan yang berkompetent. Pada pasien post operasi misalnya, seorang
pasien memerlukan perawatan yang maksimal demi mempercepat proses
kesembuhan luka pasca bedah bahkan penyembuhan fisik pasien itu sendiri.
Pengembalian fungsi fisik pasien post-op dilakukan segera setelah operasi
dengan latihan napas dan batuk efektf serta latihan mobilisasi dini.
Masalah yang sering terjadi pada post operasi adalah ketika pasien
merasa terlalu sakit atau nyeri dan faktor lain yang menyebabkan mereka
tidak mau melakukan mobilisasi dini dan memilih untuk istirahat di tempat
tidur (Kozier et al, 2005). Dalam masa hospitalisasi, pasien sering memilih
untuk tetap di tempat tidur sepanjang hari, meskipun kondisi mereka mungkin
membolehkan untuk melakukan aktivitas atau pergerakan lain (Berger &
Williams, 2006).
Banyak pasien dirumah sakit yang harus menjalani imobilisasi,
apakah harus tirah baring karena terapi atau karena penyakit yang diderita.
Salah satunya adalah pasien yang menjalani paska operasi laparostomi.
Padahal hampir semua jenis pembedahan, setelah 24-48 jam pertama paska
bedah, pasien dianjurkan untuk segera meninggalkan tempat tidur atau
melakukan mobilisasi dini (Kozier et al, 2005). Menurut Oldmeadow et al
(2006) ambulasi dini dianjurkan segera pada 48 jam pasien paska operasi.
Pasien post laparatomi memerlukan perawatan yang maksimal untuk
mempercepat pengembalian fungsi tubuh. Hal ini dilakukan segera setelah
operasi dengan latihan napas dan batuk efektif dan mobilisasi dini.Perawatan
post laparatomi merupakan bentuk perawatan yang diberikan kepada pasien
yang telah menjalani operasi pembedahan perut.
Tujuan perawatannya adalah mengurangi komplikasi, meminimalkan
nyeri,mempercepat penyembuhan, mengembalikan fungsi pasien semaksimal
mungkin seperti sebelum operasi, mempertahankan konsep diri dan
mempersiapkan pulang, hal ini dilakukan sejak pasien masih di ruang pulih
sadar (Arif, 2010). Dengan melihat kondisi pasien post operasi laparatomi
yang memerlukan perawatan maka perlu dilakukannya intervensi dengan
maksud untuk mengurangi tegangan melalui latihan pernapasan dan
mobilisasi dini untuk mempercepat proses kesembuhan dan kepulangan
pasien serta dapat memberikan kepuasan atas perawatan yang diberikan.

B. Tujuan Umum
Setelah mengikuti kegiatan penyuluhan diharapkan peserta
mengetahui tentang mobilisasi dini post operasi

C. Tujuan Khusus
Setelah mengikuti penyuluhan diharapkan peserta akan mampu :
1. Menjelaskan pengertian mobilisasi dini post operasi
2. Menjelaskan tujuan mobilisasi dini post operasi
3. Menjelaskan macam-macam mobilisasi post operasi
4. Menjelaskan rentang gerak dalam mobilisasi
5. Menjelaskan manfaat mobilisasi dini
6. Menjelaskan kerugian bila tidak melakukan mobilisasi
7. Menjelaskan tahap-tahap mobilisasi dini post operasi

D. Metode
Metode yang digunakan untuk melakukan pendidikan kesehatan
adalah cermah, diskusi dan tanya jawab.

E. Media dan Alat


Media yang digunakan untuk melakukan pendidikan kesehatan adalah
berupa leaflet, lembar balik /infocus.
F. Pengorganisasian
1. Moderator : Syandora Putra
2. Pemateri : Rudy Saputra
3. Operator : Mellyana Utamie
4. Observer dan fasilitator : Semua Anggota Kelompok
G. Uraian Tugas
1. Moderator
a. Pada acara pembukaan
1) Membuka acara
2) Memperkenalkan mahasiswa dan dosen pembimbing
3) Menjelaskan topik dan tujuan penyuluhan
4) Menjelaskan kontrak waktu dan bahasa
5) Menjelaskan tata tertib penyuluhan
b. Kegiatan Inti
1) Meminta peserta memberikan pertanyaan atas penjelasan yang
tidak dipahami
2) Memberikan kesempatan pada mahasiswa menjawab pertanyaan
yang diajukan peserta
c. Pada acara penutup
1) Menyimpulkan dan menutup diskusi
2) Mengucapkan salam
2. Pemateri
a. Mempresentasikan materi
b. Mengevaluasi peserta tentang materi yang diberikan
3. Operator
a. Mengoperasikan slide presentasi yang di tampilkan
4. Fasilitator
a. Memotivasi peserta agar berperan aktif
b. Membuat absensi penyuluhan
c. Mengantisipasi suasana yang dapat mengganggu kegiatan penyuluhan
5. Observer
a. Mengawasi proses pelaksanaan kegiatan dari awal sampai akhir
b. Membuat laporan penyuluhan yang telah dilaksanakan

H. SETTING TEMPAT

Penyuluh
Peserta
Operator
fasilitator
observer

I. SUSUNAN KEGIATAN

No Penyaji Peserta Waktu


1 Pembukaan
a. Memberikan salam a. Menjawab salam 5 menit
b. Menanyakan kabar b. Memberi tahu kabar
saat ini saat ini
c. Moderator c. Mendengarkan dan
memperkenalkan memperhatikan
anggota penyuluhan
d. Moderator d. Mendengarkan dan
memperkenalkan memperhatikan
pembimbing klinik
dan akademik
e. Moderator e. Mendengarkan dan
menjelaskan tentang memperhatikan
topic penyuluhan
f. Menentukan dan f. Mengemukakan
menjelaskan kontrak pendapat
waktu, bahasa,
topic, dan tata tertib
penyuluhan.

2 Pelaksanaan
a. Mengkaji a. Mengemukakan 20 menit
pengetahuan audiens pendapat
tentang mobilisasi
dini post operasi
b. Memberi b. Mendengarkan
reinforcement
positif (+)
c. Menjelaskan tentang c. Mendengarkan dan
pengertian memperhatikan
mobilisasi dini post
operasi
d. Mengkaji d. Mengemukakan
pengetahuan adiens pendapat
tentang tujuan
mobilisasi dini post
operasi
e. Memberikan e. Mendengarkan
reinforcement (+)
f. Mejelaskan tujuan f. Mendengarkan dan
mobilisasi dini post memperhatikan
operasi
g. Menjelaskan g. Mendengarkan dan
macam-macam memperhatikan
mobilisasi post
operasi
h. Menjelaskan rentang h. Mendengarkan dan
gerak dalam memperhatikan
mobilisasi
i. Menjelaskan i. Mendengarkan dan
manfaat mobilisasi memperhatikan
dini
j. Menjelaskan j. Mendengarkan dan
kerugian bila tidak memperhatikan
melakukan
mobilisasi
k. Menjelaskan tahap- k. Mendengarkan dan
tahap mobilisasi dini memperhatikan
post operasi
l. Memberi l. Mengajukan
kesempatan audiens pertanyaan jika ada
untuk bertanya yang belum paham

m. Motivasi audiens m. Mengulang kembali


untuk mengulang
kembali apa yang
telah dijelaskan
n. Memberikan n. Mendengarkan
reinforcement
positif /pujian atas
jawaban yang tepat
3 Penutup
a. Memberi pertanyaan a. Menjawab 5 menit
akhir sebagai
evaluasi
b. Bersama adiens b. Mendengarkan
menyimpulkan
materi yang telah
dibicarakan
c. Menutup c. Mendengarkan
penyuluhan dan
mengucapkan salam
Total waktu kegiatan : 30 menit

H. Evaluasi
1. Evaluasi Struktur
a. 75 % atau lebih peserta menghadiri acara
b. Alat dan media sesuai rencana
c. Peran dan fungsi masing-masing sesuai dengan yang direncanakan
2. Evaluasi Proses
a. Pelaksanaan kegiatan sesuai dengan waktu yang direncanakan
b. Peserta penyuluhan mengikuti kegiatan dari awal sampai akhir
c. Peserta berperan aktif dalam jalannya diskusi.
3. Evaluasi Hasil
Setelah diberikan penyuluhan diharapkan 75 % peserta mampu :
a. Menyebutkan pengertian mobilisasi dini pada pasien post operasi
b. Menyebutkan tujuan, macam-macam imobilisasi pasien post operasi
c. Menyebutkan manfaat, kerugian, manfaat dan rentang gerak dalam
mobilisasi pasien post operasi
J. Materi
Terlampir
TINJAUAN TEORI
MOBILISASI DINI PASIEN POST OPERASI
A. Pengertian Mobilisasi Dini Post Operasi
Mobilisasi setelah operasi yaitu proses aktivitas yang dilakukan
setelah operasi dimulai dari latihan ringan diatas tempat tidur sampai
dengan bisa turun dari tempat tidur, berjalan ke kamar mandi dan berjalan
ke luar kamar (Brunner & Suddarth, 2002). Menurut Carpenito (2000),
Mobilisasi dini merupakan suatu aspek yang terpenting pada fungsi
fisiologis karena hal itu esensial untuk mempertahankan kemandirian.
Konsep mobilisasi dini sebenarnya adalah huntuk mencegah komplikasi
paska operasi. Dari Kedua definisi tersebut dapat disimpulkan bahwa
mobilisasi dini adalah suatu upaya mempertahankan kemandirian sedini
mungkin dengan cara membimbing penderita untuk mempertahankan
fungsi fisiologis. Mobilisasi dini juga didefenisikan sebagai suatu
pergerakan, posisi atau adanya kegiatan yang dilakukan pasien setelah
beberapa jam post/pasca operasi.

B. Tujuan Mobilisasi Dini Post Operasi


Beberapa tujuan dari mobilisasi menurut Susan J. Garrison (2004),
antara lain:
1. Mempertahankan fungsi tubuh
2. Memperlancar peredaran darah
3. Membantu pernafasan menjadi lebih baik
4. Mempertahankan tonus otot
5. Memperlancar eliminasi alvi dan urine
6. Mempercepat proses penutupan jahitan operasi
7. Mengembalikan aktivitas tertentu, sehingga pasien dapat kembali
normal dan atau dapat memenuhi kebutuhan gerak harian.
8. Memberikan kesempatan perawat dan pasien berinteraksi atau
berkomunikasi.

C. Macam-Macam Mobilisasi
Menuruit Priharjo, 2000, mobilisasi dibagi menjadi dua yakni :
1. Mobilisasi secara pasif
Mobilisasi dimana pasien dalam menggerakkan tubuhnya
dengan cara dibantu dengan orang lain secara total atau keseluruhan.
2. Mobilisasi secara aktif
Mobilisasi dimana pasien dalam menggerakkan tubuh
dilakukan secara mandiri tanpa bantuan dari orang lain.
D. Rentang gerak dalam mobilisasi
Menurut Carpenito (2000) dalam mobilisasi terdapat tiga rentang
gerak yaitu :
1. Rentang gerak pasif
Rentang gerak pasif ini berguna untuk menjaga kelenturan otot-
otot dan persendian dengan menggerakkan otot orang lain secara pasif
misalnya perawat mengangkat dan menggerakkan kaki pasien.
2. Rentang gerak aktif
Hal ini untuk melatih kelenturan dan kekuatan otot serta sendi
dengan cara menggunakan otot-ototnya secara aktif misalnya
berbaring pasien menggerakkan kakinya.
3. Rentang gerak fungsional
Berguna untuk memperkuat otot-otot dan sendi dengan
melakukan aktifitas yang diperlukan.

E. Manfaat Mobilisasi Dini


Menurut Mochtar (2005), manfaat mobilisasi bagi anak post
operasi adalah :
1. Penderita merasa lebih sehat dan kuat dengan early ambulation.
Dengan bergerak, otot-otot perut dan panggul akan kembali normal
sehingga otot perutnya menjadi kuat kembali dan dapat mengurangi
rasa sakit dengan demikian anak merasa sehat dan membantu
memperoleh kekuatan, mempercepat kesembuhan, terutama penutupan
luka jahitan. Faal usus dan kandung kencing lebih baik. Dengan
bergerak akan merangsang peristaltic usus kembali normal. Aktifitas
ini juga membantu mempercepat organ-organ tubuh bekerja seperti
semula.
2. Mencegah terjadinya trombosis dan tromboemboli, dengan mobilisasi
sirkulasi darah normal/lancar sehingga resiko terjadinya trombosis dan
tromboemboli dapat dihindarkan.

F. Kerugian Bila Tidak Melakukan Mobilisasi


Berikut beberapa kerugian bila tidak melakukan mobilisasi post
operasi :
1. Penyembuhan luka menjadi lama
2. Menambah rasa sakit
3. Badan menjadi pegal dan kaku
4. Kulit menjadi lecet dan luka
5. Memperlama perawatan dirumah sakit.
G. Tahap-tahap mobilisasi dini
1. Tahap I : mobilisasi atau gerakan awal : nafas dalam dan batuk,
ekstremitas
2. Tahap II : mobilisasi atau gerak berputar (posisi miring kiri dan kanan)
3. Tahap III : mobilisasi atau gerakan duduk tegak
4. Tahap IV : mobilisasi atau gerakan turun dari tempat tidur (3x/hr)
5. Tahap V : mobilisasi atau gerakan berjalan dengan bantuan (2x/hr)
6. Tahap VI : mobilisasi atau gerakan naik ke tempat tidur
7. Tahap VII : mobilisasi atau gerakan bangkit dari duduk ditempat tidur.
DAFTAR PUSTAKA
Brunner&Suddarth. 2002. Keperawatan Medikal Bedah Vol 1. Jakarta: EGC
Beyer, Dudes (1997). The Clinical Practice Of Medical Surgical Nursing 2nd:
Brown Co Biston.
Potter & Perry. 2005. Buku Ajar Fundamental Keperawatan Volume 2. Jakarta :
EGC.