Anda di halaman 1dari 2

ATMOSFER BUMI

2.1 Evolusi Atmosfer

Bumi lahir sekitar 4.5 miliar tahun yang lalu tanpa atmosfer. Menurut teori modern, bumi
terbentuk oleh penimbunan (akumulasi) secara lambat partikel-partikel padat dan dingin
dengan berbagai ukuran. Material ini adalah reruntuhan yang ditinggalkan oleh matahari
akibat pengerutan (kontraksi) hingga ukurannya menjadi sebesar sistem matahari seperti
sekarang.

Menurut ahli geologi, pada mulanya atmosfer bumi mengandung karbon dioksida berkadar
tinggi. Pada waktu itu ozonosfer belum ada karena oksigen belum terbentuk sehingga radiasi
ultra violet matahari dapat menembus sampai ke permukaan bumi. Kondisi ini tidak
memungkinkan adanya kehidupan di bumi kecuali pada perairan yang sangat dalam dimana
radiasi berenergi tinggi dari matahari tidak sampai.

Sekitar 3.5 miliar tahun yang lalu mulai terjadi evolusi makhluk hidup berklorofil
(mengandung zat hijau daun) yang memungkinkan adanya proses fotosintesis yang
memerlukan karbon dioksida, CO2. Akibatnya, kadar CO2 di atmosfer berkurang dan
sebaliknya kadar oksigen O2 bertambah. Tanaman hijau pertama yang tumbuh masih bersifat
primitif (tanaman tingkat rendah). Tanaman ini mempunyai kapasitas menyerap air dan
karbon dioksida dan kemudian mengubahnya menjadi karbohidrat dan oksigen melalui proses
fotosintesis. Melalui energi foton matahari dalam reaksi fotokimia, terbentuklah ozonosfer
(lapisan ozon, O3). Kondisi ini menyebabkan temperatur permukaan bumi turun sehingga
makhluk hidup berevolusi ke darat.

Tetapi, ada beberapa episode kepunahan massal yang menurut teori disebabkab ileh tabrakan
bumi dengan benda langit lain atau kativitas vulkanik yang dahsyat. Teori ini, pertama
menganggap bahwa sebaran debu menghalangi sinar matahari yang mengakibatkan proses
fotosintesis terhenti dalam periode lama. Kedua, teori ini menganggap telah terjadi kebakaran
secara besar-besaran yang mengakibatkan hujan asam dahsyat. Kepunahan yang terjadi,
misalnya pada 240 dan 60 juta tahun yang lalu menimpa jenis Dinosaurus. Kepunahan ini
mengurangi dominasi hewan melata dan memberi kesempatan pada hewan menyususi untuk
berkembang biak, termasuk manusia.

Atmosfer berasal dari kata Yunani “atmos” yang berarti uap dan “sphaira” berarti bulatan
Menurut Priwirowardoyo (1996), uap air memegang peranan penting dalam meteorologi
karena:

a. Sumber dari semua bentuk kondensasi (pengembunan) dan presipitasi (curahan).


b. Mempengaruhi suhu karena mampu menyerap radiasi.
c. Mempengaruhi evaporasi (penguapan) dan evapotranspirasi.
d. Dapat berubah fasa menjadi cair atau padat. Hal yang berbeda dibanding gas lain di
atmosfer
e. Mempengaruhi kestabilan atmosfer melalui pemanasan dan pendinginan adiabatik.