Anda di halaman 1dari 2

SINTESIS DAN UJI KATALITIK MOF BERBASIS Zr UiO-66

Farhan Ramadzan Nursanto (10514025, A1)


Irfan Hadi Prasetyo (10514065, A2)
Galuh Sukmarani (10514069, A1)
Kelompok A1.A2

I. PENDAHULUAN dihasilkan kemudian disaring dan dicuci


dengan 20 mL etanol dan dikeringkan di
Metal Organic Framework (MOF) udara. Kristal yang dihasilkan kemudian
adalah suatu material silang (hibrid) yang ditimbang dan direkristalisasi dengan
memiliki struktur kristalin berpori yang metode difusi uap.
terbentuk antara ion atau kluster logam
yang berkoordinasi dengan ligan organik. Bagian 2: Uji Katalisis UiO-66 pada
MOF memiliki ikatan kimia yang kuat Reaksi Asetalisasi
serta logam dan ligan yang dapat Sebanyak 3,5 g garam Mohr
divariasikan dan dimodifikasi untuk (NH4)2Fe(SO4)2.6 H2O dilarutkan dengan
katalis reaksi organik tertentu. MOF 10mL air hangat dan 2 tetes H2SO4 3M
dapat diaplikasikan sebagai katalis reaksi dalam gelas kimia 50 mL. Dalam gelas
organik karena memiliki luas permukaan kimia lain dibuat larutan oksalat H2C2O4
yang besar dengan konsentrasi 10 g/100mL air.
Ditambahkan 16 mL larutan oksalat
II. BAHAN KIMIA, PERALATAN, DAN kedalam larutan garam Mohr lalu
CARA KERJA dipansakan sampai mendidih dan
terbentuk endapan kuning. Larutan
Bahan kimia didekantasi dan endapannya dicuci
Garam Mohr [(NH4)2Fe(SO4).6H2O]. dengan 25mL air hangat sebanyak 2 kali.
FeCl3.6H2O, 1,10-fenantrolin, Dibuat larutan K2C2O4 dengan
etilendiamin, K2C2O4, H2C2O4, etanol konsentrasi 2,5 g/7,5 mL air. Endapan
p.a, NaClO4, H2SO4 3M dan 18 M, H2O2 yang sudah dicuci dilarutkan dengan
5%, aqua dm, es batu. larutan K2C2O4 dengan suhu 40oC.
Larutan dipanaskan sampai mendidih
Peralatan dan ditambahkan sedikit demi sedikit
Gelas kimia 50 mL, gelas kimia 100 H2C2O4 diperoleh wrna larutan hijau
mL, labu Erlenmyer, gelas ukur, spatula, muda. Larutan didinginkan dan disaring.
batang pengaduk magnetik, pipet tetes, Hasil kristal direkristalisasi dengan
pemanas listrik, alat penyaringan metode difusi uap.
Buchner.
III. HASIL DAN PEMBAHASAN

Cara kerja Sintesis UiO-66


Bagian 1: Sintesis UiO-66 Reaksi yang terjadi, tahap-tahap
Sebanyak 2 g FeCl3.6H2O dilarutkan sintesis
dengan 2 mL etanol p.a. dalam labu Pada praktikum ini, dilakukan sintesis
Erlenmeyer 50 mL. Labu kemudian MOF berbasis Zr, UiO-66. Dalam proses
dimasukkan ke dalam penangas air 70oC sintesisnya tidak dibutuhkan waktu yang
dan ditutup aluminium foil. Campuran cukup lama jika tidak ada kendala dalam
dipanaskan selama 15 menit dan proses sintesis. Dimasukkan ZrCl4 ke
kemudian didinginkan pada suhu kamar. dalam tabung schlenk. Penggunaan
Larutan besi(III) yang dihasilkan tabung schlenk bertujuan agar pada saat
kemudian ditambahkan 2 mL proses sintesis, campuran senyawa tidak
etilendiamin dan diaduk sampai ada bereaksi dengan oksigen, karena jika
endapan. Setelah itu, campuran ditutup campuran senyawa bereaksi dengan
dan ditunggu bereaksi. Endapan yang oksigen akan terbentuk ZrO dan kristal

Asisten: Laela Mukaromah, Yuni 1


UiO-66 tidak akan terbentuk. kemudian, 3. Besi(III) dapat membentuk kompleks
ZrCl4 dicampurkan ditambahkan dengan dengan ligan 1,10-fenantrolin
DMF dan H2BDC. DMF (N,N’- berwarna coklat yang diperoleh dari
dimetilformamida) berfungsi sebagai garam Mohr dan 1,10-fenantrolin
pelarut dan H2BDC (asam 1,4- yang dioksidasi menggunakan Cl2.
benzendikarboksilat) berfungsi sebagai Kristal yang diperoleh adalah
sumber ligan. Setelah ditambahkan sebanyak 0,01 g dengan rendemen
dengan H2BDC, campuran kemudian sebesar 0,33%.
ditambahkan kembali dengan DMF dan
dilakukan sonikasi selama 15 menit. V. DAFTAR PUSTAKA
Sonikasi merupakan salah satu teknik
ekstraksi yang menggunakan energi Isi kalo pake dapus tertentu.
vibrasi ultrasonik untuk meningkatkan
interaksi antara zat yang akan diambil
dengan pelarutnya. Penggunaan
gelombang ultrasonik dapat
meningkatkan rendemen dan kualitas
produk yang dihasilkan. Setelah
dilakukan sonikasi, campuran dipindakan
ke dalam vial tertutup dan dimasukkan
kedalam wadah teflon dan disegel
menggunakan autoklaf. Autoklaf yang
berisi campuran kemudian dipanaskan
dengan oven pada suhu 1200C selama 24
jam. Campuran hasil sintesis kemudian
direndam menggunakan DMF selama 1
kali, dan dengan kloroform sebanyak 3
kali. Padatan hasil sintesis kemudian
dikeringkan dan dikarakterisasi dengan
difraksi sinar X

Uji katalisis UiO-66 pada reaksi


asetalisasi
tetesteaeaaeateaeattaeetteataeteataeate
ate

IV. KESIMPULAN

Dari hasil percobaan yang dilakukan,


dapat disimpulkan:
1. Besi(III) dapat membentuk kompleks
dengan ligan etilendiamin berwarna
coklat yang diperoleh dari prekursor
FeCl3.6H2O dan etilendiamin. Kristal
yang diperoleh adalah sebanyak 0,84
g dengan rendemen sebesar 33,14%.
2. Besi(III) dapat membentuk kompleks
dengan ligan oksalat berwarna hijau
yang diperoleh dari prekursor garam
Mohr dan asam oksalat yang
dioksidasi menggunakan H2O2.
Kristal yang diperoleh adalah
sebanyak 1,60 g dengan rendemen
sebesar 49,53%.