Anda di halaman 1dari 3

Pendahuluan

Secara umum, ion logam blok d mudah membentuk kompleks. Salah satu ion logam
yang dapat dengan mudah membentuk senyawa kompleks adalah ion logam Fe, yang dapat
membentuk bilangan oksidasi stabil, Fe(II) dan Fe(III).
Garam mohr yang secara kinetik lebih stabil terhadap oksidasi disbanding garam Fe(II)
lainnya, merupakan contoh senyawa stabil Fe(II) sehingga seringkali digunakan sebaga
precursor Fe(II) dalam sintesis senyawa kompleks Fe(II). Dalam larutan, garam besi (II) akan
menghasilkan kation [Fe(H2O)6]2+ yang dapat bereaksi dengan ligand dan kemudian
menghasilkan senyawa kompleks besi (II).
Sintesis senyawa kompleks Fe(III) dengan berbagai ligan sudah banyak dilakukan,
antari lain [Fe(en)3]3+, [Fe(H2O)6]3+, [Fe(Ox)3]3-, [Fe(Phen)3]3+, dan [Fe(CN)6]3-. Salah satu
sifat fisik senyawa kompleks Fe(III) yang menarik adalah sifat magner. Garam Fe(III) memiliki
konfigurasi elektron d5. Reaksi garam Fe dengan ligan berbeda dapat mengubah nilai momen
magnet tersebut.
Pembahasan
2. Sintesis Fe(III)-Fenantrolin (Kompleks 3)
Pada sintesis Fe(III)-Fenantrolin, pertama dilarutkan garam mohr dan air. Garam mohr
memiliki sifat yang sulit untuk larut sehingga digunakan air sebagai pelarut. Setelah
ditambahkan air, kemudian ditambahkan beberapa tetes H2SO4 pekat. Asam sulfat berfungsi
sebagai membantu pelarutan garam mohr. Setelah itu, campuran dengan ligan 1,10-fenantrolin
dan ditambahkan air panas agar semua larutan dapat larut sempurna. Reaksi yang terjadi adalah
sebagai berikut :
2Fe2+ + C12H8N2  [Fe2(C12H8N2)]2+
Bila ligan 1,10-fenantrolin bereaksi dengan ion besi, maka akan terbentuk senyawa
kompleks yang disebut ferroin berwarna merah [Fe(Phen)3]2+.
Besi terletak pada periode ke-4 dan golongan VIII B dalam sistem periodik, mempunyai
nomor atom 26 dan berat atom 55,85 g/mol. Besi (Fe) merupakan logam transisi yang dapat
terionisasi dalam beberapa bilangan oksidasi, tapi yang paling umum adalah besi dengan
bilangan oksidasi +2 dan +3. Fe(II) dan Fe(III) dengan adanya satu ligan dapat membentuk
senyawa kompleks. Besi yang murni adalah logam yang berwarna putih perak yang kukuh dan
liat. Jarang terdapat besi komersial yang murni karena biasanya besi mengandung sejumlah
kecil karbida, silida, fosfida dan sulfida serta sedikit grafit. Besi memiliki titik leleh 15350C
dan titik didih 27000C (Vogel, 1990).
Ligan 1,10-fenantrolin seperti dalam gambar 1 atau yang dikenal dengan nama 4,5
diazophenantren monohidrat dengan rumus molekul C12H8N2 adalah suatu ligan dimana pada
gugus tersebut terdapat gugus α-diimin, berbentuk serbuk kristal berwarna putih yang dapat
larut dalam air yang mempunyai titik leleh 93-940C, bersifat higroskopik disimpan dalam N2,
tidak dapat bersamaan dengan asam kuat karena merupakan agen oksidasi kuat. Senyawa ini
dibuat dari pemanasan campuran senyawa ofenilendiamin dengan gliserin nitribenzena dan
asam sulfat pekat.
Gambar 1. Struktur Fenantrolin

Pada percobaan ini, tidak didapatkan kristal senyawa kompleks Fe-fenantrolin.