Anda di halaman 1dari 7

PERCOBAAN : IV

I. Judul Praktikum : Tata Letak Daun dan Rumus Daun (Phyllotaxy


atau Dispossitio Foliorum)
II. Tanggal Praktikum : 02 April 2017
III. Tujuan Praktikum : Untuk mengenal bermacam-macam duduk daun
tersebar metamorfosisnya

IV. Dasar Teori :


Tata letak daun atau duduk daun (phyllotaxis) adalah aturan mengenai
letak daun pada batang. Berdasarkan jumlah daun pada setiap bukunya, terdapat 4
macam duduk daun, yaitu duduk daun tersebar (sparsa), duduk daun berseling
(distidia), misalnya pada daun pacing (Costos speciosus), duduk daun brhadapan
(Opposite), misalnya pada sebagian jenis melati (Jasmina sp.), dan duduk daun
bekarang (Vertillata), misalnya pada alamanda (Allamanda cathartica).1

Tata letak daun menurut rumus 2/5, maka kita harus menggambar terlebih
dahulu 5 ortosiknya, dan seterusnya daun-daun pada setiap buku-bukunya yang
jaraknya satu sama lain sejauh 2/5 lingkaran. Maka kita akan melihat, bahwa
dimulai dengan daun yang mana saja. Setelah garis spiral genetik melingkari
batang sampai dua kali akan melewati 5 daun selama melingkar dua kali tadi.2

Posisi duduk daun dapat dijumpai 3 karakter bentuk daun yang berbeda
yaitu tipe daun tegak, mendatar dan terkulai. Hal ini sesuai yang dikatakan IPGRI
(2006), yang menyatakan bahwa posisi daun manga memiliki posisi daun manga
memiliki 3 kemungkinan yaitu tegak, mendatar, dan terkulai. Tetua arumanis
memiliki posisi daun yang mendatar, sedangkan padang urang memiliki posisi
daun yang tegak dan terkulai.3

Daun tanaman mangga (Mangifera indica) termasuk daun tunggal, dengan


total letak tersebar, tanpa daun penumpu. Panjang tangkai daun bervariasi dari
____________
1
Juwita Ratnasari, Galeri Tanaman Hias Daun, (Bogor : Penebar Swadaya 2008), h.7.
2
Gembong Tjitrosoepomo, Morfologi Tumbuhan, (Yogyakarta: Gadjah Mada University
Press,2005, h.73.
3
Tartik Wardiyanti, “Identifikasi Keragaman Morfologi Daun Mangga pada Tanaman
Hasil Persilangan Antara Varietas Arumanis dengan Podang Urang Umur 2 Tahun”, Jurnal
Produksi Tanaman, Vol.1, No.1, (2013), h.66
1,25-12,5 cm, bagian pangkalnya membesar dan pada sisi setelah atas ada
alurnya. Aturan letak daun pada batang biasanya 3/8, tetapi makin mendekati
ujung. Letaknya makin berdekatan sehingga Nampak seperti dalam lingkaran.4

____________
4
Sunaryo, dkk., “Karakteristik Tanaman Mangga Cantek, Ireng, Empok, Jempel di Desa
Tiron, Kecataman Banyakan Kabupaten Kediri”, Jurnal Produksi Tanaman, Vol.3, No.2, (2015),
h.92.
V. Alat dan Bahan :
a. Alat :

b. Bahan :
1. .Pacing (Costus speciosus)
2. Rumput-rumputan (Poaceae)
3. Teki (Cyperus rotundus)
4. Kubis (Brassica oleracea)
5. Soka (Ixora paludosa)
6. Mengkudu (Morinda citrifoira)
7. Alamanda (Alamanda chatartica)
8. Pepaya (Carica papaya)
9. Waru (Hibiscus tiliaceus)

VI. Cara kerja :

1. Ditulis nama ilmiah dan familinya


2. Disebutkan ikhtisar tata letak daun
3. Dibuat bagan daun dari salah satu bahan diatas
4. Dibuat diagram daun sesuai dengan bagan daun pada butir D

VII. Hasil Pengamtan :


Gambar : Tata letak dan rumus daun Cordia
sebestena Keterangan
Pembesaran :
1. Titik 1
2. Jumlah daun antara
titik 0 sampai 1 (2
kali lingkaran)
3. Titik nol
4. Letak daun

Gambar :
Keterangan
Pembesaran :
1.

VIII. Pembahasan :
Berdasarkan hasil pengamatan dapat diketahui bahwa tata letak daun

IX. Kesimpulan :
1. Lidah tersusun atas otot-otot skelet yang dilapisi oleh membran
mukosa.
2. Lidah memiliki 3 macam papilla, yaitu papillae filiformis,
fungiformis, dan valatae.
3. Papille filiformis terdapat di seluruh permukaan lidah dan tidak
terdapat puting pengecap.
4. Papillae fungiformis terdapat diujung lidah dan terdapat putting
pengecap, sedangkan papillae valatae terdapat di bagian V dan
memiliki banyak puting pengecap.
5. Otot lurik tersusun atas 3 lapisan, yaitu endodermis, peripermis dan
epidermisium.
X. DaftarPustaka :
Daniel S. Wibowo, WidjayaParyana, 2009, AnatomiTubuhManusia,
Singapore : Elsevier.
Dellman Brown, 2002,BukuTeksHistologiVeteriner II, Jakarta:
UniversitasIndonesia(UI-Press).
Firdausdkk, 2013, “Gigi Molar
TigaSebagaiIndikatorPrakiraanUsiaKronologispadaUsia 14-22
Tahun”. Jurnal PDGI. Vol.62.No.1.
SyahrulPanigoro, dkk, 2015,“Kadar KalsiumTulang Gigi yang
TerlarutpadaPerendamanMinumanIsotonik”. Jurnal e-Gigi(eG),.
Vol.3.No.2.