Anda di halaman 1dari 4

NAMA : MUHAMMAD IBNUL FAJRI

MATA KULIAH : ANALISIS KESEHATAN LINGKUNGAN

TUGAS :PENCEMARAN DI LINGKUNGAN SEKITAR

1.

Lokasi : Di depan salah satu kampus di Bukittinggi


Komentar:
Komentar saya mengenai selokan di depan kampus sangat tidak baik dan
dapat mencemari lingkungan. Apalagi selokan ini berada di depan kampus yang jelas-
jelas adalah tempat umum. Karena tentu nya fungsi selokan yang awal nya adalah
saluran air dapat menyebabkan berbagai kondisi yang buruk beberapa diantaranya
seperti:

1. Saluran air akan tersumbat dan bisa menyebabkan banjir.


2. Air di di sekitar nya juga akan terkena pencemaran karena disebabkan oleh kotor
nya sampah tersebut.
3. Akan menyebabkan selokan akan menjadi dangkal.
4. Jika sampah sudah menumpuk seperti ini tentu akan menimbulkan bau yang tidak
sedap serta akan mengandung racun dan akan banyak juga menimbulkan binatang
seperti lalat, nyamuk dan sebagainya yang juga akan menyebabkan berbagai
penyakit bagi lingkungan di sekitarnya.

Hal ini saya rasa diakibatkan karena masih kurangnya kesadaran dari pihak
kampus, mahasiswa atau juga pihak terkait mengenai keadaan ini . Kemudian juga hal
ini tentu juga diakibatkan kurangnya ketersediaan tempat sampah di lingkungan ini
dan penanganan yang baik mengenai cara mengatasi sampah.
Solusinya:

Kedisiplinan dalam membuang sampah harusnya selalu diterapkan. Jika kita


sedang berada diluar dan memang tidak ada tong sampah, sebaiknya kita bawa
terlebih dahulu sampah tersebut sampai kita menemukan tempat sampah. Namun,
realitanya banyak yang membuang sampah sembarangan, baik di jalan maupun di
saluran air. Kemuadian kita dituntut untuk saling mengingatkan satu sama lain agar
tidak membuang sampah sembarangan, menyediakan tempat sampah yang layak dan
tepat, melakukan gotong royong bersama membersihan tempat-tempat kotor,
bersama-sama mencari solusi mengenai sampah , melakukan pengerukan selokan jika
sudah mulai dangkal serta dapat juga bekerja sama dengan pihak lain bahkan
pemerintah agar masalah sampah tidak lagi menjadi masalah yang besar.

2.

Lokasi : Nagari Magek, Kabupaten Agam

Komentar :

Hal ini juga akan menimbulkan pencemaran di lingkungan , karena membakar


jerami akan menimbulkan hal-hal negatif seperti yang telah saya baca hal tersebut
menimbulkan kerugian seperti :

1. membakar jerami berarti kita telah membakar unsur hara yang terkandung dalam
jerami tersebut. Unsur hara yang seharusnya bisa menambah kesuburan tanah kita,
terbuang sia-sia.
2. Batang dan daun padi yang bisa menyuburkan tanah secara fisik, jika membusuk
akan menjadi humus, bahan organik atau C-organik. Jika dibakar hanya menjadi
karbon atau arang saja.
3. Jerami yang ditebarkan pada lahan akan menjadi makanan mikroorganisme tanah.
Jika dibakar justru akan membunuh mikroorganisme dipermukaan tanah. Secara
perlahan namun pasti, pembakaran jerami akan menurunkan produktifitas tanah
sehingga panen semakin hari semakin menurun.
4. Asap yang dihasilkan dari pembakaran jerami akan mengakibatkan polusi udara
dan sekaligus juga akan merusak ozone pelindung bumi.

Solusi :

Jerami sangat banyak manfaatnya, di antaranya dapat menjadi kompos atau


pupuk organik dengan cara dikubur di persawahan tersebut atau dibiarkan menumpuk
saja. Jika dibiarkan menumpuk secara otomatis akan menjadi kompos sehingga tanah
menjadi subur.

Manfaat lainnya, bisa dijadikan budi daya jamur dan pakan ternak. Namun,
manfaat ini petani belum banyak diketahui petani. Padahal, dengan pola seperti itu,
petani akan mendapat nilai ekonomi untuk tambahan keluarganya. Kemudian
sebaiknya pemerintah lebih gencar lagi dalam pemberian pengetahuan pada petani
yakni melalui kelompok-kelompok petani yang telah dibuat dan juga mencari solusi
atau menunjukan cara-cara pengolahan dari jerami dengan baik agar petani memiliki
pengetahuan dalam pengolahan jerami tersebut.

3.

Lokasi : Pantai Muara Padang

Komentar :

Dalam foto ini saya mengomentari yaitu adanya pihak yang membakar di
bukit.
Membakar di dibukit tentu dapat menyebabkan hal-hal yang negatif, seperti :

- Kondisi bukit yang dipenuhi pepohonan tentu akan rawan sekali


terjadinya kebakaran lahan atau bukit tersebut.
- Jika terjadi kebakaran di bukit sangat banyak hal yang dirugukan
tentunya dan juga cara untuk memadamkan apinya juga akan sulit.

- Disekitaran bukit juga banyak rumah warga yang sewaktu-waktu juga


dapat terkena dampak dari pembakaran tersebut.

- Asap hitam yang dihasilkan dari pembakaran sampah akan


menghasilkan hidrokarbon benzopirena yang 350 kali lebih berbahaya
dari asap rokok. Ada pula zat-zat berbahaya lain seperti dioksin yang
berasal dari sampah plastik yang dibakar. Jika dihirup di tempat
pembakaran, akan membuat tubuh menjadi sesak napas, bahkan efek
panjangnya dapat memicu penyebab kanker hati.

- Polusi udara akibat pembakaran sampah juga sangat berbahaya bagi


wanita hamiil karena bisa menyebabkan bayi dalam kandungan terkena
racun yang dapat mempengaruhi otaknya, sehingga bayi memiliki
kemungkinan mengalami sindrom Attention Deficit Hyperactivity
Disorder (ADHD), atau lebih sering dikenal dengan istilah hiperaktif.

- Dengan adanya asap tentu juga akan dapat membunuh binatang-


binatang yang ada di bukit secara tidak langsung karena binatang tentu
juga tidak akan sanggup jika harus menghirup asap.

Solusi :

1. Sebaiknya hindari membakar apapun dibukit, jikasampah itu sampah


organik sebaiknya dikubur saja di tanah dan jika sampah plastik sebaiknya
dapat dibawa atau didaur ulang tanpa membakar sampah di bukit.
2. Diharapkan warga juga sadar akan bahaya-bahaya yang terjadi jika
membakar sampah di bukit.

3. Peran pemerintah dan juga seperti kepala RT/RW untuk mengingatkan


warga nya.

4. Menyediakan alat-alat atau sarana yang berguna untuk membawa sampah


dari bukit.