Anda di halaman 1dari 3

BAB I

PENDAHULUAN

A. LATAR BELAKANG

Kehamilan adalah suatu keadaan dimana janin dikandung di dalam tubuh

wanita, yang sebelumnya diawali dengan proses pembuahan dan kemudian akan

diakhiri dengan proses persalinan. Kehamilan merupakan suatu keadaan fisiologis,

akan tetapi pentingnya diagnosis kehamilan tidak dapat diabaikan. Namun dalam

kehamilan kadang kala terjadi pecah ketuban sebelum waktunya atau yang sering di

sebut dengan ketuban pecah dini. Ketuban pecah dini merupakan masalah penting

dalam obstetri berkaitan dengan penyulit kelahiran prematur dan terjadinya infeksi

sampai sepsis yang meningkatkan morbiditas dan mortalitas perinatal dan

menyebabkan infeksi ibu ( sarwono 2008: 678).Hal ini dapat terjadi pada akhir

kehamilan maupun jauh sebelum waktunya melahirkan. Di RSUD Sosodoro

Djatikoesomo 4 tahun belakang dari tahun 2011 sampai 2013 mengalami kenaikan

yakni pada tahun 2011,sebanyak 5,1% sejumlah 42 Orang, pada tahun 2012

sebanyak 5,7% berjumlah 50 orang dan pada tahun 2013 sebanyak 7% atau 63

orang dari 300 dari persalinan normal persalinan normal.

Insiden dari PROM ( prelobour rupture of membrane ) 6-19 % kehmilan dan

PPROM (preterm prelobour rupture of membrane ) 2% kehamilan. Menurut

organisasi kesehatan (WHO)angka kejadia Ketuban Pecah Dini pada tahun 2013

sebanyak 50-60%. Sedangkan di indonesia pada tahun 2013 sebanyak 35 %

(Depkes RI 2013). Di jawa timur pada tahun 2013 sebanyak 18 % (Profil kesehatan

Jawa Timur tahun 2013). Sedangkan di kabupaten Bojonegoro pada tahun 2013

sebanyak 9,8% (Profil dinkes kabupaten Bojonegoro 2013). Dari survay awal yang

telah di laksanakan pada 12 november 2014 di RSUD Sosodoro djatikoesomo


Bojonegoro sebanyak 6,8% dari total 270 persalinan normal dari bulan Januari

sampai bulan Oktober.

Kehamilan adalah di mulai dari konsepsi (pembuahan) dan berahir pada

persalinan sampai keluarnya plasenta. Selaput ketuban yang membatasi rongga

amnion terdiri atas amnion dan korion yang sangat erat ikatannya. Lapisan ini

terdiri atas beberapa sel seperti sel epitel, sel mesenkim dan sel tropoblas yang

terikat kuat dalam matrik kolagen. Selaput ketuban berfungsi menghasilkan air

ketuban dan melindungi janin terhadap infeksi.Insiden Ketuban Pecah Dini lebih

tinggi pada wanita dengan serviks inkompeten, polihidroamnion, malpresentasi

janin ,kehamilan kembar, atau infeksi vagina atau serviks (misalnya vaginosis

bacterial, klamidia, gonore). Hubungan yang signifikan juga telah di temukan

antara keletihan karena bekerja dan peningkatan risiko Ketuban Pecah dini sebelum

cukup bulan di antara multipara (Verney midwife 2008: 788). Selaput ketuban

pecah karena daerah tertentu terjadi perubahan biokimia yang menyebabkan selaput

ketuban rapuh. Pada trismester ketiga atau terahir selaput ketuban mudah pecah.

Melemahnya kekuatan selaput ketuban ada hubunganya dengan pembesaran

uterus,kontraksi rahim, dan gerakan janin. Pada trimester terakhirterjadi perubahan

biokimia pada selaput ketuban. Pecahnya ketuban pada kehamilan aterm

merupahan hal yang fisiologis. Ketuban pecah dini pada kehamilan prematur di

sebabkan oleh adanya faktor-faktor eksternal, misalnya infeksi yang menjalar dari

vagina, deformitas janin dan hipoksia karena kompresi tali pusat. (sarwono

prawahadjo 2009 :677). Komplikasi yang timbul akibat Ketuban Pecah Dini

bergantung pada usia kehamilan dapat terjadiinfeksi maternal ataupun neonatal,

persalinan prematur, hipoksia karena kompresi tali pusat, deformitas janin,

meningkatnya insiden sectio sesaria, atau gagalnya persalinan normal (Saifudin


Bari A 2008 :677-678). Masalah yang kemungkinan timbul jika Ketuban Pecah

Dini tidak segera di tangani maka kemungkinan risiko infeksi bagi ibu dan anak

meningkat. Pada ibu terjadi korioamnionitis sedangkan pada bayi dapat terjadi

septikemia, pneumonia, omfalitis (sarwono prawahadjo 2009 :679).

Penatalaksanaan Ketuban Pecah Dini dalam kehamilan berisiko tinggi.

Kesalahan dalam mengelola akan membawa akibat meningkatanya angka

morbiditas dan mortalitas ibu maupun bayinya (Norma N, dkk 2013 :251).

Penatalaksanaan tersebut memerlukan perawatan yang komperhensif. Maka untuk

mengatasi hal tersebut harus memiliki kemampuan untuk membantu dan

mendukungan secara bio-psiko-sosio dan spiritual. Memberikan pertolongan bagi

ibu dan janin.

B. TUJUAN PENELITIAN

1. Tujuan Umum

Dapat melaksanakan menejemenasuhan dengan ketuban pecah dini di RSUD

Sosodoro Djatikoesomo Bojonegoro menggunakan menejemen Asuhan

keperawatan sesuai denagan kompetensi.

2. Tujuan Khusus

a. Dapat melaksanakan pengkajian dan analisa data dengan ketuban pecah dini.

b. Dapat merumuskan diagnosa masalah aktual dengan ketuban pecah dini.

c. Dapat menetapkan rencana tindakan asuhan keperawatan dengan ketuban

pecah dini Dapat melaksanakan tindakan asuhan keperawatan yang telah di

rencanakan dengan ketuban pecah dini

d. Dapat mengevaluasi tindakan yang telah di laksanakan.

e. Dapat melakukan pendokumentasi semua hasil dan tindakan yang telah di

berikan dengan ketuban pecah dini.