Anda di halaman 1dari 10

ANALISA PROSES INTERAKSI

KLIEN NN. I DENGAN GANGGUAN PERSEPSI


SENSORI: HALUSINASI PENDENGARAN
DI RUANGPERAWATAN: MELATI
RUMAH SAKIT JIWA Dr. SOEHARTO HEERDJAN

DISUSUN OLEH :
SITI HASNA ALAWIYAH
18170000066

SEKOLAH TINGGI ILMU KESEHATAN INDONESIA MAJU


PROGRAM STUDI PROFESI NERS
JAKARTA
2018
ANALISA PROSES INTERAKSI
PROGRAM PROFESI NERS STIKIM

Inisial klien : Nn. I


Nama mahasiswa : Siti Hasna Alawiyah
Status interaksi perawat klien : Pertemuan ke-1
Tanggal : 26 Maret 2018
Jam : 10.00 WIB
Tempat : Melati
Lingkungan : Tempat interaksi di kursi di depan ruang perawat, klien berhadapan dengan perawat, suasana tenang
Deskripsi klien : Penampilan klien cukup rapi, klien sudah mandi
Tujuan : Klien mampu:
 Membina hubungan saling percaya
 Mengenal halusinasi yang dialaminya: situasi yang menimbulkan halusinasi, waktu dan frekuensi terjadinya
halusinasi, dan respon klien terhadap halusinasinya.
Komunikasi Non verbal Analisa berpusat pada Analisa berpusat pada Rasional
Komunikasi Verbal
perawat pasien

P : Duduk berhadapan, Perawat memulai Klien tampak bersedia Ucapan salam perawat
mengulurkan tangan, tersenyum, percakapan dengan sikap berinteraksi kepada klien menunjukkan
sikap terbuka terbuka penghargaan perawat
P : Selamat pagi mba.
kepada klien. Penghargaan
K : melihat kearah perawat dan kepada orang lain
mengulurkan tangan merupakan modal awal
K : klien memandang perawat dan Perawat tetap menjaga Klien berespon positif seseorang dapat membuka
menjawab salam dari perawat posisi tubuh dengan dengan menjawab salam diri dengan orang lain.
terapeutik yang disampaikan oleh
K : Selamat pagi suster. P : Mempertahankan sikap perawat
terbuka, memandang, dan
mendengarkan dengan penuh
perhatian
P : Perkenalkan nama saya P : Suara jelas, memandang klien Perawat mencoba untuk Klien mendengarkan Membuka diri bagi
perawat Siti Hasna Alawiyah, dengan bersahabat, sikap terbuka membuka diri dan pertanyaan perawat perawat untuk
saya senang dipanggil Siti. dan tersenyum mencoba menggali memudahkan dan
Saya mahasiswi dari identitas klien membina hubungan saling
STIKIM. Nama mas siapa ? K : memandang dan tersenyum percaya dengan klien
Dan senang dipanggil apa
mas ?
K : Suara klien terdengar jelas Perawat menunjukan Klien terlihat mulai Memperkenalkan diri dan
K : nama saya I, suster. namun nada suara rendah (pelan), sikap terbuka dengan menampakan rasa mengatakan nama
Panggil aja I. kontak mata terhadap perawat klien percaya dengan perawat panggilan yang disukai
kurang. dapat meningkatkan rasa
P: mendengarkan dengan penuh percaya kepada orang lain
perhatian dan sikap terbuka
P : Suara jelas, tetap tersenyum,Perawat mencoba Klien tampak menerima Perawat mencoba
mempertahankan sikap terbuka, membuka diri dan dan terbuka dengan menggali kondisi klien
P : oh baik Mba I. memandang klien denganmencoba menggali data diskusi yang akan dengan pertanyaan
Bagaimana perasaan Mba bersahabat baru yang mungkin dilakukan dengan terbuka, memberi
hari ini ? sangat diperlukan dari perawat kesempatan klien
K : Memandang perawat, wajah klien mengeksplorasikan apa
tampak rileks yang dirasakan klien
K : Suara terdengar jelas, klien Perawat menunjukan klien sudah mulai Klien sudah mulai
tenang, klien memandang perawat sikap terbuka dengan menanamkan sikap membuka diri dengan
namun hanya sebentar klien terbuka dengan perawat perawat. Ini merupakan
K : baik suster. awal yang baik untuk
P : Memandang kilen dengan mengetahui lebih dalam
sikap bersahabat dan lagi tentang masalah yang
mempertahankan sikap terbuka dihadapinya
P : Mempertahankan kontak mata, Perawat melakukan Klien mendengarkan Teknik validasi untuk
P : suster mau ngobrol dong
sambil mengangguk perlahan, klarifikasi terhadap penjelasan dan terlihat memastikan ucapan klien.
dengan I, mau ya. Gimana
dengan suara penuh perhatian masalah yang dihadapi ingin mengungkapkan Kontrak waktu, topik dan
kalau kita bahsa tentang
klien serta memmasat permasalahan yang tempat merupakan cara
bisikan yang I pernah I
K : Klien terkadang memandang kontak petemuan dan dihadapi untuk menjalin hubungan
dengar itu ? Jika I mau
perawat. Klien mendengarkan dan menentukan topik yang terapeutik
dimana kita mau ngobrolnya?
menjawab pertanyaan, wajah pembicaraan
Dan mau berapa lama ?
tampak mulai rileks.
K : ngobrol disini aja suster. K : Wajah mulai tampak rileks, Perawat mempetahankan Klien sudah tampak Klien sudah dapat
Terserah suster mau berapa sesekali memandang lawan sikap terbuka dengan percaya dengan memmasat suatu
lama. bicara, dan sesekali tersenyum klien kehadiran perawat dan keputusan yang sederhana
sendiri. dapat memmasat kontrak
P : Tersenyum dan yang jelas
menganggukan kepala
P : Baiklah, bagaimana kalau P : Tersenyum, mempertahakan Perawat mencoba untuk Klien mendengarkan Untuk mengidentifikasi
kita ngobrol 15 menit. Baik, sikap terbuka, suara jelas menggali lebih jauh pertanyaan perawat isi, waktu, frekuensi,
sekarang coba I ceritakan tentang halusinasi situasi, dan respon pasien
mengenai suara-suara yang I K : Mendengarkan dan menjawab pendengaran yang jika terjadi halusinasi
dengar! Apakah suara itu pertanyaan perawat, memandang dialami oleh klien.
menyurug I melakukan perawat.
sesuatu?
K : Iya, I kadang-kadang K : Menjawab dengan suara yang Perawat mencoba untuk Klien menjelaskan
Sikap mendengarkan
mendengar suara berisik, jelas. menggali lebih jauh tentang hal yang
perawat secara nonverbal
suaranya membuat I pusing. tentang halusinasi ditanyakan oleh perawat
mengomunikasikan
P : Mendengarkan penjelasan dari pendengaran yang kepada klien tentang minat
klien dengan serius dialami oleh klien. dan penerimaan perawat.
Perawat mendengarkan Klarifikasi dari klien
keterangan yang menandakan klien sudah
disampaikan klien mencoba berpikir rasional.
Hal ini dilakukan perawat
untuk meningkatkan
kemampuan analisa klien
terhadap suatu masalah.
P : Apakah terus menerus P : Mempertahankan sikap Perawat mencoba untuk Klien mendengarkan Perawat berusaha
terdengar atau sewaktu- terbuka, suara jelas menggali lebih jauh pertanyaan perawat mengeksplorasi dengan
waktu saja (kadang-kadang)? tentang halusinasi memberikan pertanyaan
Kapan I sering mendengar K : Mendengarkan dan menjawab pendengaran yang terbuka yang betujuan
suara itu? Berapa kali dalam pertanyakan perawat. dialami oleh klien. untuk menggali pikiran
sehari suara itu muncul? dan perasaan klien
K : Menjawab dengan suara yang Perawat mencoba untuk Klien menjelaskan Klarifikasi dari klien
jelas. menggali lebih jauh tentang hal yang menandakan klien sudah
tentang halusinasi ditanyakan oleh perawat mencoba beripikir
P : Mendengarkan penjelasan dari pendengaran yang rasional. Hal ini dilakukan
K : lupa suster.
klien dengan serius dialami oleh klien. perawat untuk
Perawat mendengarkan meningkatkan kemampuan
keterangan yang analisa klien terhadap
disampaikan klien suatu masalah.
P : Pada saat I sedang apa P : Mempertahankan sikap Perawat mencoba untuk Klien mendengarkan Perawat berusaha
suara itu muncul? Apakah terbuka, suara jelas menggali lebih jauh pertanyaan perawat mengeksplorasi dengan
pada waktu sendiri? Apayang tentang halusinasi memberikan pertanyaan
I rasakan saat mendengar K : Mendengarkan dan menjawab pendengaran yang terbuka yang betujuan
suara tersebut? Apa yang I pertanyaan perawat. dialami oleh klien. untuk menggali pikiran
lakukan jika mendengar dan perasaan klien
suara itu? Apakah dengan
cara itu suaranya hilang ?
K : Klien menjawab pertanyaan Perawat mencoba untuk Klien menjelaskan Klarifikasi dari klien
perawat dengan serius. Klien menggali lebih jauh tentang hal yang menandakan klien sudah
K : saat sendiri dan saat mau
tampak bingung. tentang halusinasi ditanyakan oleh perawat mencoba berpikir rasional.
tidur suster, tiba-tiba saja ada
P : Perawat mendengarkan pendengaran yang Hal ini dilakukan perawat
suaranya. Kalau suaranya
keterangan yang disampaikan dialami oleh klien untuk meningkatkan
muncul I diam saja suster.
klien kemampuan klien analisa
Suaranya hilang tapi lama.
klien terhadap suatu
masalah.
P : Tersenyum, mempertahankan Perawat mencoba untuk Klien mendengarkan Untuk mencegah dan
P : Bagaimana kalau kita
sikap terbukan, suara jelas mengajarkan cara pertanyaan perawat mengontrol halusinasi
belajar cara-cara untuk
mencegah/mengontrol yang dialami oleh klien
mengontrol dan mencegah
K : Mendengarkan dan menjawab halusinasi pendengaran
suara-suara itu muncul, mau?
pertanyaan perawat. yang dialami oleh klien
K : Klien tampak seperti orang Perawat mencoba untuk Klien menjawab Klarifikasi dari klien
bingung, sesekali melihat lawan mengajarkan cara
pertanyaan perawat menandakan klien sudah
bicara. mencegah/mengontrol mencoba berpikir rasional.
halusinasi pendengaran Hal ini dilakukan perawat
K : Iya boleh.
P : Perawat mendengarkan yang dialami oleh klien untuk meningkatkan
keterangan yang disampaikan kemampuan klien analisa
klien klien terhadap suatu
masalah.
P : Mas, ada empat cara P : Mempertahankan sikap Perawat mencoba untuk Klien mendengarkan Untuk mencegah dan
untuk mencegah suara-suara terbuka, suara jelas mengajarkan cara penjelasan perawat mengontrol halusinasi
itu muncul. Pertama dengan mencegah/mengontrol yang dialami oleh klien
cara menghardik. Caranya K : Mendengarkan penjelasan halusinasi pendengaran
saat suara-suara/bisikan itu perawat, sesekali memandang yang dialami oleh klien
muncul langsung tutup perawat.
telinga dan bilang “pergi,
pergi saya tidak mau dengar,
kamu suara palsu”. Kata-kata
itu diulang sampai suara itu
tidak terdengar lagi. Coba
sekarang mas peragakan!
K : Baik. Kalau suara itu K : Memeragakan cara Perawat mencoba untuk Klien memeragakan cara Untuk mencegah dan
muncul, langsung tutup menghardik mengajarkan cara menghardik suara mengontrol halusinasi
telinga “pergi, pergi saya mencegah/mengontrol yang dialami oleh klien
tidak mau dengar, kamu P : Memperhatikan cara halusinasi pendengaran
suara palsu” menghardik suara yang yang dialami oleh klien
diperagakan oleh klien.
P : Tersenyum, Mempertahankan Perawat mencoba untuk Klien mendengarkan Untuk mencegah dan
P : Yah, bagus I sudah bisa
sikap terbuka, suara jelas mengajarkan cara penjelasan perawat mengontrol halusinasi
melakukannya, hanya saja
mencegah/mengontrol yang dialami oleh klien
tadi telinganya tidak ditutup
K : Mendengarkan penjelasan halusinasi pendengaran
ya. Nanti telinganya ditutup
perawat, sesekali memandang yang dialami oleh klien
ya.
perawat.
P : Tersenyum, Mempertahankan Perawat melakukan Klien mendengarkan Untuk mengevaluasi dan
P : Bagaimana perasaan I sikap terbuka, suara jelas evaluasi/validasi penjelasan perawat validasi perasaan klien
setelah kita ngobrol dan K : Mendengarkan penjelasan perasaan klien setelah setelah melakukan cara
latihan menghardik? perawat, memandang perawat. melakukan cara menghardik suara
menghardik
K : Mengungkapkan perasaannya Perawat melakukan Klien menjawab Untuk mengevaluasi dan
setelah melakukan cara evaluasi/validasi pertanyaan perawat validasi perasaan klien
K : Senang suster, sudah
menghardik perasaan klien setelah setelah melakukan cara
belajar menghardik.
melakukan cara menghardik suara
menghardik
P : Mempertahankan sikap Perawat melakukan Klien mendengarkan Untuk Mengevaluasi
P : Coba I sebutkan lagi cara
terbuka, suara jelas evaluasi subjektif penjelasan perawat subjektif (kognitif) dan
mencegah dan mengontrol
(kognitif) dan evaluasi evaluasi objektif
suara-suara itu? Setelah itu I
K : Mendengarkan pertanyaan objektif (psikomotor) (psikomotor) klien tentang
peragakan kembali ya
perawat, memandang perawat. klien tentang cara cara menghardik suara
caranya!
menghardik suara
K : Caranya dengan K : Menyebutkan dan Perawat melakukan Klien menjawab Untuk Mengevaluasi
menghardik. Caranya yaitu memperagakan cara mencegah evaluasi subjektif pertanyaan perawat subjektif (kognitif) dan
saat suara-suara itu muncul suara dengan cara menghardik (kognitif) dan evaluasi evaluasi objektif
langsung bilang “pergi, pergi objektif (psikomotor) (psikomotor) klien tentang
saya tidak mau dengar, kamu P : Memperhatikan klien, klien tentang cara cara menghardik suara
suara palsu”. mempertahankan sikap terbuka, menghardik suara
suara jelas
P : Senang, tersenyum, Perawat melakukan Klien mendengarkan Untuk Mengevaluasi
P : Iya sudah benar. Hebat. mempertahankan sikap terbuka, evaluasi subjektif penjelasan perawat subjektif (kognitif) dan
Tapi masih ada yang kurang, suara jelas (kognitif) dan evaluasi evaluasi objektif
telinganya tidak ditutup lagi, objektif (psikomotor) (psikomotor) klien tentang
besok kita latihan lagi ya. K : Mendengarkan penjelasan klien tentang cara cara menghardik suara
perawat, tersenyum. menghardik suara
P : sekarang kita masukkan P : Tersenyum, Mempertahankan Perawat memsukkan cara Klien mendengarkan Memasukkan cara
cara menghardik suara ke sikap terbuka, suara jelas menghardik suara ke penjelasan perawat menghardik ke dalam
dalam jadwal kegiatan harian dalam jadwal kegiatan kegiatan harian klien adar
I ya. K : Mendengarkan penjelasan harian klien dan perawat klien dapat melakukan
Nanti I ingat-ingat suara- perawat. melakukan rencana cara menghardik
suaranya munculnya sering tindak lanjut kepada teratur/jika suara itu
atau jarang, dan berapa kali klien. muncul.
munculnya dalam sehari ya.
P : Baik, untuk saat ini cukup P : Tersenyum, Mempertahankan Perawat melakukan Klien mendengarkan Kontrak untuk kegiatan
dulu ngobrolnya, besok kita sikap terbuka, suara jelas kontrak yang akan penjelasan perawat selanjutnya
ngobrol lagi ya, kita latihan mencegah/mengontrol
menghardik lagi? Mau jam K : Mendengarkan penjelasan suara-suara
berapa ? Bagaimana kalau perawat.
jam 10.00 lagi? Lalu diama
tempatnya. Disini juga?
K : Menyetujui kontrak yang akan Perawat melakukan Klien menjawab Kontrak untuk kegiatan
datang, mengangguk dan kontrak yang akan pertanyaan perawat selanjutnya
K : Iya. Boleh. Jam 10.00.
tersenyum mencegah/mengontrol
Iya disini saja suster.
P: Tersenyum, mempertahankan suara-suara
sikap terbuka, suara jelas
P : Mengucapkan salam Perawat berpamitan Klien medengarkan Salam untuk menjalin rasa
(Mmengulurkan tangan), salam saling percaya
tersenyum
P : Sampai jumpa I, selamat
pagi.
K : Mendengarkan (mengulurkan
tangan untuk berjabat tangan),
tersenyum
K: Mengucapkan salam Perawat berpamitan Klien menjawab salam Salam untuk menjalin rasa
(Mengulurkan tangan untuk saling percaya
berjabat tangan), tersenyum
K : Iya suster.
P : Mendengarkan (mngulurkan
tangan)

Pembimbing Mahasiswa

(..........................................................) (..........................................................)