Anda di halaman 1dari 10

Manajemen Kapal Perikanan

DOCKING DAN
PERAWATAN KAPAL
Rivinia Arindina, S.Pi

SMK N 1 BULUKUMBA

PPG PRAJABATAN BERSUBSIDI

2017

1
A. Indikator Pencapaian Kompetensi
3.4 Memahami definisi docking kapal
3.5 Menjelaskan persiapan docking kapal
3.6 Menjelskan jenis-jenis docking kapal
3.7 Mengemukakan cara perawatan kapal

B. Tujuan Pembelajaran
Melalui model pembelajaran Discovery Learning peserta didik diharapkan
terlihat aktif, memiliki rasa jujur, disiplin, bertanggung jawab dan
bersosialisasi selama proses pembelajaran berlangsung, serta peserta didik dapat:
1. Menuliskan definisi docking kapal
2. Menuliskan persiapan di dalam perencanaan docking kapal
3. Menjelaskan jenis docking tahuna
4. Mengemukakan cara perawatan kapal

C. Uraian
1. Definisi Docking Kapal
Pengedokan/ Docking Kapal adalah suatu proses memindahkan kapal dari
air/laut ke atas dock dengan bantuan fasilitas pengedokan. Untuk melakukan
pengedokan kapal ini, harus dilakukan persiapan yang matang dan berhati-hati
mengingat spesifikasi bentuk kapal yang khusus dan berbeda-beda setiap kapal.
Biro Klasifikasi Indonesia dan Syah Bandar menentukan periode-periode
pengedokan kapal (perbaikan kapal diatas dok) yang kesemuanya tergantung dari
umur kapal, jenis bahan yang dipakai sebagai badan kapal, keadaan/kebutuhan
kapal.
Untuk keperluan membersihkan badan kapal dibawah garis air, memeriksa
kerusakan-kerusakan, memperbaiki kerusakan-kerusakan serta mencat badan
kapal dibawah garis air maka dapat digunakan beberapa jenis dok yaitu Dok
Kolam (Graving Dock/Dry Dock); Dok Apung (Floating Dock); Dok Tarik
(Slipway Dock); Dok Angkat.

2. Persiapan Pengedokan
a. Proses Persiapan Kapal
 Kapal ditambatkan di Dermaga dan mematikan semua mesin utama kapal.
 Menurunkan barang-barang yang tidak dipelukan dalam proses perbaikan
kapal, misalnya drum dan barang lainnya yang mudah bergeser.
 Memasukan alat-alat yang menonjol keluar kapal misalnya stabilisato kapal.
 Kapal diusahakan tegak tidak dalam posisi miring ataupun nungging.
 Kapal yang naik dock diusahakan dalam keadaan free gas demi keselamatan
karyawan dalam proses perbaikan.

2
 Menyediakan tali temali, fender dan peralatan yang lain yang dapat
digunakan sewaktu-waktu.
 Menyediakan kapal tunda sebagai pemandu kapal.
 Pengosongan tangki, baik tangki bahan bakar, pelumas, ballast dll.
 Menyediakan gambar yang dibutuhkan dalam proses pengedokan, seperti
a. General arrangement
b. Midshipman section
c. Lines plan
d. Shell expantion
 Memperhatikan posisi waktu gelombang air (pasang/ surut) untuk proses
pemasukan kapal maupun pengeluaran kapal dari dock dengan dibantu kapal
bantu dantug boat.

2. Jenis Pengedokan
Untuk keperluan membersihkan badan kapal dibawah garis air, memeriksa
kerusakan-kerusakan, memperbaiki kerusakan-kerusakan serta mencat badan
kapal dibawah garis air maka dapat digunakan beberapa jenis dok yaitu :
a. Dok Kolam (GRAVING DOCK/DRY DOCK).

Gambar : Graving Dock

Graving Dock yaitu suatu fasilitas pengedokan kapal yang berbentuk


menyerupai Kolam yang terletak di tepi pantai. Pada graving dock mempunyai
beberpa elemen atau bagian yang penting diantaranya adalah: pintu penutup (yang
berhubungan dengan perairan pantai), pompa-pompa pengering, mesin gulung
(cupstand), tangga-tangga (untuk naik turun keadasar dan atas kolam, crane
(untuk transportasi) dll.
Dimana umumnya dinding-dinding sisi dan belakang terdiri dari bangunan
beton bertulang, Dasar dari kolam ini terdiri dari beton bertulang yang telah
dipancang paku-paku bumi (concrete pile) sedangkan pintu penutupnya terbuat
dari pelat baja yang konstruksinya dibuat sedemikian rupa, sehingga pintu

3
tersebut dapat mengapung, dimana pintu penutup ini dilengkapi tangki-tangki
ballast yang digunakan untuk menenggelamkan dan mengapungkan pada waktu
pengoperasiannya serta dilengkapi dengan katup-katup (valves) dan pompa-
pompa. Pada bagian bibir pintu yang bersinggungan dengan bibir kolam (graving
dock) diberi packing dari karet untuk memperoleh kekedapan pada waktu air
dalam kolam kosong.
Sebelum kapal dimasukan kedalam graving dock, maka graving dock
diisi diisi dengan air dengan cara membuka katup, setelah permukaan air didalam
graving dock sama dengan permukaan air perairan, maka pintu (gate) dibuka atau
digeser dan kapal dimasukkan kedalam graving dock. Kapal diatur setelah dalam
kedudukan yang direncanakan, pintu ditutup lagi dan air didalam graving dock
dipompa keluar yang sebelumnya katup pemasukannya ditutup . waktu
pemompaan (jumping time) tergantung dari jumlah dan kapasitas pompa serta
jumlah air yang masuk kedalam graving dock. Setelah graving dock dipompa
kering, kekedapan air dari pintu dock tidak sepenuhnya kedap. Kemungkinan
masih masuknya air kedalam dock dialirkan pada got dan selang beberapa waktu
dapat dipompa keluar dengan pompa khusus.
Keuntungan secara umum dari Graving Dock adalah sebagai berikut :
 Aman
Lebih aman untuk pengedokan kapal dibanding peralatan pengedokan lainnya
misalnya floating dock. Sebab graving dock suatu bangunan yang tetap sedangkan
floating dock adalah bangunan yang terapung.
 Umur pakainya lama
 Umur daya pemakaiannya tinggi dan lama dibandingkan peralatan
pengedokan lainnya.
 Perawatan cukup rendah
 Dapat digunakan untuk pembangunan kapal baru
 Dengan merubah atau memperluas dinding samping dan belakang maka
graving dock dapat dirubah menjadi launching dock, yang dapat digunakan
tidak saja untuk reparasi tetapi bangunan baru dengan menggunakan metode
arus posisi (positional flow method far new building ship).

Kerugian secara umum dari Graving Dock adalah sebagai berikut :


 Biaya pembangunannya cukup besar atau mahal.
 Waktu pebuatannya lama
 Permanen/tidak bisa dipindah
 Lokasi/tempat amat berpengaruh

4
b. Dok Apung ( FLOATING DOCK )

Gambar : Floating Dock

Floating Dock adalah suatu bangunan konstruksi dilaut yang digunakan


untuk Pengedockan kapal dengan cara menggelamkan dan mengapungkan dalam
arah vertikal. Konstruksi floating dock ini umumnya terbuat dari baja dan plat,
dimana sumber Listrik penyuplinya dapat digolongkan menjadi dua yaitu : suplai
listrik dari darat atau dari floatingnya sendiri. Salah satu hal yang paling tampak
dari floating dock ini adalah kemampuannya untuk mereparasi pontonya sendiri
(self dockijng).

Bagian-bagian utama dari Dock Apung adalah sebagai berikut :


 Pompa pengeluaran
 Katup-katup pemasukan
 Jangkar dan rantai jangkar
 Crane pengangkat
Pompa-pompa dan katup-katup serta pipa-pipa induk, dimana untuk
pemompaan ini dapat dikendalikan dari suatu tempat yang disebut control house.
Disamping itu karena dok apung merupakan suatu bangunan yang terapung maka
haruslah perlu ada peralatan untuk bertambat agar jangan sampai bergeser
kedudukannya disebabkan oleh arus, ombak, atau angin. Peralatan untuk
bertambat ini jelas dengan jangkar atau rantainya dimana kadang-kadang
digunakan juga bangunan beton atau pipa pancang yang ditempatkan pada dasar
perairan sebagai bantuan.
Selain itu dok juga dilengkapi peralatan untuk menarik atau menggeser kapal
yang akan dinaikkan serta kran – kran yang diperlukan untuk transportasi pada
waktu reparasi. Sebelum Dok apung yang dibuat dari plat dan beton bertulang
untuk pengedokan kapal yang tak begitu besar dipakai material dok apung dari
kayu. Dimana dok apung dari kayu dibuat pada waktu itu karena pemakaian kayu
jauh lebih murah dari pada material lainnya .

5
Pemakaian kayu akan lebih elastis dan baik memakan beban pukulan, tetapi
mempunyai beberapa kekurangan diantarannya terpaksa dibangun banyak seksi
dok akan sukar mendapatkan kekuatan memanjang dok yang diperlukan. Oleh
karena itu agar dapat dibuat dok apung yang mempunyai sifat- sifat yang baik
maka dibuat dari beton bertulang. Dok apung yang dibuat dari beton bertulang
mempunyai beberapa kebaikan diantarannya :
1. Pemakaian material lebih sedikit sekitar 1/3 dari pemakaian material dok
apung dari plat.
2. Harganya kurang lebih 25 % lebih kecil disbanding harga dok apung dari plat.
3. Tidak akan berkarat dan tak akan diperlukan pengecatan.
4. Biaya eksploitasi lebih rendah disbanding dengan dok apung dari plat (dengan
memperhitungkan, lebih rendahnya pemeliharaan, biaya perbaiakan dan
penggantian). Berdasarkan penelitian dok apung dari beton bertulang tak
membutuhkan perbaikan besar, tidak seperti dok apung dari plat setiap 20
tahun karat diadakan reparasi besar.
5. Kekuatan serta daya tahannya menunjukkan beberapa ketebalan.

Ciri – ciri yang baik (positif) dari dok apung dibanding dengan dok kolam ialah :
1. Dok apung dapat dipindahkan kesebarang tempat perairan betapapun jauhnya.
2. Biaya pembuatannya (diukur penjangkaran) 3 – 4 kali lebih murah disbanding
dok kolam.
3. Kemampuan dok apung dapat menaikkan kapal dengan kemiringan memanjang
dan melintang yang cukup besar.
4. Dok apung dapat menaikkan kapal dengan panjang 15 – 20 % daripada panjang
dok apungnya sendiri, sedangkan dok kolam tidak bias.

Ciri – ciri negatifnya ialah :


1. Umur pemakain lebih rendah dibanding dok kolam.
2. Memerlukan dalam perairan yang cukup dalam agar jngan sampai dok apung
duduk dilumpur (dasar peranan) pada waktu akan dapat menaikkan kapal.
3. Memakai tenaga yang lebih besar dibanding dengan dok kolam.

c. Dok Tarik (SLIPWAY DOCK)

Dok tarik (Slip Way) adalah fasilitas pengedokan kapal dengan cara
medudukan kapal diatas kereta yang disebut trolley dan menarik kapal tersebut
dari permukaan air dengan mesin derek dan tali baja melalui suatu rel yang
menjorok masuk kedalam perairan dengan kecondongan tertentu sampai ketepi
perairan yang tidak terganggu oleh pasang surut dari air laut.

6
Slipway adalah peralatan di tepi peraiaran yang digunakan untuk
menaikkan kapal yang akan diperbaiki melalui rel dan pertolongan keret serta
dengan beberapa penggeserannnya. Slipway pun tergantung kedudukan kapal
terhadap rel yang terbagi atas Slipway melintang dan Slipway mamanjang.

Proses pengedokan pada slipway adalah sebagai berikut:


1. Pengaturan keel block dan side block pada kereta yang mengacu pada docking
lines plan.
2. Membuka pintu slip way dengan cara memompa keluar air yang ada di tangki
pintu slipway.
3. Kapal didorong dengan tugboat menuju pintu silway, pada kapal tersebut pada
bagian kanan dan kiri diberi tali untuk mengarahkan kapal supaya pas pada
keel block dan side block yang sudah dibuat.
4. Setelah itu kapal yang sudah duduk diatas kereta ditarik keatas.
5. Slipway ditutup kembali dan airnya dipompa keluar.

d. Dock Angkat (SYNCRHOLIFT)

Gambar : Syncrolift Drydock

Syncrolift adalah cara pengedokan kapal dengan menggunakan lift.


Platform dari syncrolift diturunkan dengan pertolongan penghantar dan lift dari
beberapa mesin Derek listrik kanan dan kiri. Setelah platform mencapai
kedudukan yang tertentu, yang sudah barang tentu telah dipersiapkan balok lunas
dan balok samping yang diperlukan maka kapal dimasukkan . Kemudian platform
diangkut sampai pada permukaan. Penghantar tetap dari platform itu dapat berupa
pipa baja atau beton. Jumlah mesin Derek listrik ini minimum adalah empat, lebih
banyak lebih baik. Untuk mempertinggi efisiensi dari syincrolift ini biasanya
digunakan lagi rel penggeser (transfer system) baik arah memanjang atau
melintang sehingga dapat memperbaiki beberapa kapal atau membuat kapal baru.

7
D. Perawatan Kapal
Menurut Ariyanto (2009), Periode perawatan Kapal Perikanan sebagai berikut:
a. Perawatan rutin
Perawatan rutin adalah perawatan kontruksi kapal yang dilakukan setiap hari
secara teratur yang meliputi kontruksi kapal yang berada diatas permukaan air
laut. Pekerjaan yang termasuk di dalam kegiatan perawatan rutin yaitu:
- Pembersihan dan pengecatan kontruksi kapal
- Pendempulan dan pemakalan kampuh kapal yang rusak
- Perbaikan bagian kontruksi yang rusak.
b. Perawatan periodik
Perawatan periodik adalah perawatan kontruksi kapal khususnya kapal kayu
dilakukan setiap periode waktu enam bulan yang meliputi kontruksi kapal yang
berada dibawah permukaan air laut. Untuk perwatan periodik kapal kayu harus
dilakukan docking kapal ada tiga cara pengedokan kapal yaitu:
1. Pengedokan kapal secara mekanis
2. Pengedokan kapal secara tradisional
Pengedokan kapal dengan cara tradisional ditentukan oleh tinggi rendahnya
pasang surut didaerah sekitar galangan kapal. Apabila perbedaan pasang surut
cukup tinggi maka kapal cukup dikandaskan pada daratan dan selanjutnya
dipasang balok penyangga pada lambung kanan-kiri kapal agar kapal tetap dalam
posisi tegak harus diperhatikan dalam pengedokan dilakukan secara tradisonal
yaitu dasar perairan harus berupa pasir atau lumpur.

c. Docking besar
Docking besar adalah merupakan perawatan kapal penangkap ikan yang
dikerjakan diatas kapal dan di darat khususnya galangan kapal rakyat yang
mencakup seluruh kapal, antara lain: mesin kapal, alat navigasi, radar dan lampu
isyarat, mesin Bantu dan baling-baling, daun kemudi dan alas kemudi,
pelampung, alat pemadam kebakaran/hydrant.

Perawatan/Perbaikan Kayu pada Kapal

Jika perawatan dilakukan oleh pemilik kapal sendiri maka pada perbaikan
kapal yang terbuat dari material kayu, pada umumya pihak galangan hanya
menyediakan tempat (slipway) untuk pross perawatan dan perbaikan kapal. Biaya
yang dikenakan kepada pemilik kapal hanyalah biaya naik/turun kapal dan biaya
sewa slipway per hari. Proses perbaikan dilakukan sendiri oleh pemilik kapal
dengan merekrut pekerja-pekerja sendiri, dengan demikian biaya perawatan dan
perbaikan ditanggung sendiri oleh pemilik kapal secara langsung.

8
Jika perawatan dilakukan oleh galangan kapal maka Proses perawatan dan
perbaikan yang dilakukan pada galangan kapal meliputi perawatan dan perbaikan
untuk bagian badan kapal (Lambung kapal), perawatan dan perbaikan itu
meliputi:

 Pencucian seluruh bagian kapal, pengelontokan cat kapal yang telah rusak atau
bocor dan pengecatan kapal. Namun demikian apabila pihak pemilik kapal
menginginkan hal tersebut dilakukan oleh pihak galangan kapal, maka setelah
terjadi kesepakatan bersana, proses perbaikan akan segera dilakukan.

 Perawatan dan perbaikan lainnya seperti: mesin kapal, baling baling, jangkar,
instalasi listrik dan lainnya juga dapat dilakukan oleh pihak galangan kapal,
sedangkan untuk alat tangkap ikan, pada umumnya dlakukan di tempat lain.

a. Menjalankan Prosedur Kegiatan Perawatan dan Perbaikan Kapal Kayu


Prosedur yang dilakukan pada dasarnya tidak terlalu rumit dan birokratis.
Setelah ada surat pengantar dari syahbandar (atau hal tersebut bisa dibantu oleh
pihak galangan) dan setelah terjadi kesepakatan bersama maka proses perbaikan
kapal dimulai.
Prosedur pertama yang dilakukan adalah memberitahukan kepada pihak
galangan mengenai keinginan pemilik dalam melakukan kegiatan doking.
Pemberitahuan itu juga menentukan tanggal dan waktu pengedokan kapal ke atas
slipway. Penentuan waktu doking berdasarkan ketersediaan tempat yang ada dan
juga berdasarkan kepercayaan lama dari pemilik kapal. Setelah negosiasi berjalan
lancar dan disetujui oleh kedua belah pihak, kapal dapat langsung dinaikkan ke
atas slipway sesuai tanggal dan waktu yang telah ditentukan sebelumnya.

b. Pencucian Kapal
Setelah kapal berada di slipway, kegiatan yang pertama kali dilakukan
adalah pembersihan atau pencucian seluruh bagian kapal. Pencucian ini
menggunakan air tawar yang berasal dari ledeng. Selama proses pencucian
berlangsung, dilakukan kegiatan pembersihan badan kapal dari binatang laut dan
kotoran lain yang menepel pada lambung kapal.

Alat yang digunakan adalah serok dan sikat besi. Pembersihan ini
dilakukan pada seluruh badan kapal terutama bagian lambung kapal. Kegiatan ini
berlangsung selama 1-2 jam. Dengan keadaan kapal yang sudah bersih, maka
dapat dilihat secara pasti dan jelas mengenai kondisi kapal, sehingga dapat
diketahui bagian bagian yang perlu perbaikan atau pengantian. Bagian bagian
yang rusak dapat dilepaskan terlebih dahulu untuk diperbaiki, diantaranya adalah
baling-baling, daun kemudi, klep depan dan belakang, as baling-baling dan bagian
permesinan.

9
c. Pemakalan dan Pendempulan Badan Kapal
Proses perawatan kapal yang rutin dilakukan setiap tahun adalah
pengecatan kapal kembali. Proses ini dimulai dengan pengelontokan cat yang
telah lama dan telah terkelupas, dilanjutkan dengan proses penggantian papan
papan lambung yang telah lapuk dan pemakalan. Proses pakal adalah kegiatan
menambal, bagian bagian antar papan pada lambung kapal dengan menggunakan
makjun. Makjun merupakan semacam serat yang terbuat dari remi. Serat ini
dimasukkan pada sela sela papan dengan mengunakan palu dan pakal. Proses
pemakalan dan pendempulan memakan waktu 2-3 hari tergantung kepada jumlah
pekerja dan ukuran kapal yang dikerjakan.

d. Pengecatan Kapal
Proses pengecatan dimulai dengan pemberian cat menie pada seluruh
bagian lambung kapal. Pemberian cat menie bermulai dari lunas (dasar) sampai
batas water line tertinggi. Cat ini diharapkan dapat menjadi anti fouling dan anti
karat pada lambung kapal.
Proses selanjutnya adalah pemberian cat yang sesuai dengan keinginan
pemilik kapal. Cat ini melapisi cat menie yang telah kering sebelumnya. Proses
pengecatan kapal deilakukan oleh kelompok pekerja yang brbeda dari
sebelumnya. Berjumlah 5-6 orang sehingga proses ini dapat diselesaikan selama
1-2 hari. Jika seluruh kegiatan perawatan kapal selesai maka bagian bagian kapal
yang lain dilepaskan sebelumnya (daun kemudi, baling baling, clamp depan
belakang dan as baling baling) dapat dipasang kembali.

e. Kegiatan Reparasi
Penggantian kayu lunas, penambahan kayu lunas (memperpanjang lunas
kapal pada bagian buritan, dan penambahan kayu lunas (menambah ketebalan
lunas kapal). Clamp merupakan bagian yang terbuat dari besi yang berada pada
bagian sambungan linggi depan dan belakang kapal dengan lunas kapal. Clamp
berfungsi untuk memperkuat sambugan tersebut. Pemasangan clamp dengan
menggunakan mur yang diborkan ke dalam kayu linggi dan lunas.

Daun kemudi yang telah lapuk atau rusak dapat diganti sesuai dengan
ukurannya semula. Perbaikan atau pergantian baling baling hanya dilakukan jika
mengalami patah saja. Daun baling baling yang patah dapat disambungkan
kembali dengan pengelasan atau menggantinya dengan baling baling yang baru.
Proses perbaikan juga sering dilakukan untuk mengganti papan papan dek yang
telah lapuk.

10