Anda di halaman 1dari 4

2.1.

6 Prosedur Pemberian Oksigen

 Alat dan Bahan :


1. Tabung oksigen lengkap dengan flow meter dan humidifier
2. Kateter nasal, kanula dan masker
3. Vaselin/jeli
4. Sarung tangan

 Prosedur Kerja :
1. Cuci tangan
2. Gunakan sarung tangan
3. Jelaskan prosedur yang dilakukan
4. Cek flow meter dan humidifier
5. Aktifkan tabung oksigen
6. Atur posisi anak dengan cara menempatkan anak diatas pangkuan,
semi fowler atau setengah duduk atau ditidurkan
7. Beri oksigen melalui kanula atau masker
8. Apabila menggunakan kateter, ukur dulu jarak antara hidung dan
telinga setelah itu beri jeli dan masukan kateter
9. Tenangkan anak dan pastikan tindakan benar benar diperlukan
untuk membuat kondisi anak lebih baik
10. Puji anak atas kerja samanya
11. Lepaskan sarung tangan
12. Catat pemberian dan lakukan observasi
13. Cuci tangan

2.2.7 Prosedur Pemberian Suction

 Alat yang harus dipersiapkan yaitu :


1. Penghisap pertebel atau yang terpasang di dinding deengan selang
penghubung
2. Kateter steril 12-16 Fr
3. Air steril atau normal saline
4. Sarung tangan steril
5. Pelumas larut air
6. Handuk mandi atau selimut yang melindungi klien atau baju klien
7. Masker wajah dan kasa steril
8. Pinset anatomis
9. Cairan desenfektan untuk mencuci kateter steril
10. Spatel

a) Alat steril yang disimpan dalam bak steril


· Kateter suction
· Tongue spattel
· Kassa
b) Alat tidak steril
· Tabung oksigen
· Mesin suction
· Perlak
· Bengkok
· Larutan desinfektan alam
· Tissue

 Persiapan Pasien
a. Beri penjelasan bila klien sadar
b. Atur posisi sesuai kebutuhan
· Klien sadar : posisi semi ekstensi (nasal suction)
· Klien tidak sadar : baringkan klien dengan posisi lateral
menghadap pelaksana tindakan (oral/nasal suction)

 Tahap kerja
1. Cuci tangan
2. Pasang pengalas didada klien
3. Pasang oksigen dengan konsentrasi tinggi
4. Buka paket steril dan buat area steril ( buka kateter dan simpan di
bak steril)
5. Nyalakan mesin suction
6. Pasang sarung tangan steril
7. Sambung kateter dengan selang dari mesin suction dengan tangan
memegang ujung selang dari mesin (bersih)
8. Test kemampuan mesin dengan cara menarik cairan NaCl
9. Masukkan kateter perlahan pada lubang hidung yang paling lapang
sampai ke karina. Bila diperlukan oropharingeal suction maka
tindakan dilakukan setelah ( naso) atau ganti kateter.
10. Keterangan :
a. Nhasoparingeal 1per2 kateter yang masuk
b. Oropharingeal 3per4 kateter yang masuk
11. Tutup thum control dan tarik kateter dengan arah memutar (
waktunya berkisar 15-20 detik)
12. Bersihkan kateter dengan cara dimasukkan ke dalam NaCl steril
13. Beri klien oksigen
14. Matikan mesin dengan tangan tangan tidak steril dan askultasi
klien ( suaranya)
15. Bila perlu pengulangan, ulangi prosedur selama 20-30 detik dari
yang pertama
a. Lipat kateter dan pegang dengan sarung tangan steril dan
letakkan sarung tangan ke tempat berisi disenfektan
16. Betulkan kembali posisi klien
17. Bersihkan daerah mulut dan hidung
18. Bereskan alat
19. Cuci tangan
2.3.6 Prosedur Pelaksanaan Pemberian Nebulizer :

 Alat dan Bahan :


1. NaCl 0,9%
2. Set nebulizer
3. Obat bronkodilator
4. Sarung tangan steril
 Prosedur Tindakan :
1. Cuci tangan
2. Jelaskan prosedur yang akan dilakukan
3. Gunakan sarung tangan
4. Atur posisi anak dengan cara menempatkan anak diatas pangkuan,
posisi semi fowler atau setengah duduk atau ditidurkan
5. Lakukan penguapan selama 10-15 menit dimulai dengan
menghidupkan set nebulizer yang diarahkan ke saluran pernapasan,
mulai dari mulut atau hidung
6. Lakukan fisioterapi dada agar lendir mudah terlepas dari dinding
bronkus
7. Tenangkan anak dan pastikan tindakan ini benar-benar diperlukan
untuk membuat kondisi anak lebih baik
8. Puji anak atas kerja samanya
9. Buka sarung tangan
10. Catat status saluran pernapasan dan sekret\
11. Cuci tangan