Anda di halaman 1dari 7

LAPORAN

PENANGANAN ENDAPAN BATUBARA KEMIRINGAN 45O

Dibuat Oleh :
Kelompok 1

MATA KULIAH TAMBANG TERBUKA


PROGRAM STUDI TEKNIK PERTAMBANGAN
FAKULTAS TEKNIK
UNIVERSITAS LAMBUNG MANGKURAT
BANJARBARU

2017
BAB I

PENDAHULUAN

Batu bara adalah salah satu bahan bakar fosil. Pengertian umumnya adalah batuan
sedimen yang dapat terbakar, terbentuk dari endapan organik, utamanya adalah sisa-sisa
tumbuhan dan terbentuk melalui proses pembatubaraan. Unsur-unsur utamanya terdiri dari
karbon, hidrogen dan oksigen.Batu bara juga adalah batuan organik yang memiliki sifat-sifat
fisika dan kimia yang kompleks yang dapat ditemui dalam berbagai bentuk.
Batubara adalah suatu batuan sedimen tersusun atas unsur karbon, hidrogen, oksigen,
nitrogen, dan sulfur. Dalam proses pembentukannya, batubara diselipi batuan yang
mengandung mineral. Bersama dengan moisture, mineral ini merupakan pengotor batubara
sehingga dalam pemanfaatannya, kandungan kedua materi ini sangat berpengaruh. Dari
ketiga jenis pemanfaatan batubara, yaitu sebagai pembuat kokas, bahan bakar, dan batubara
konversi, pengotor ini harus diperhitungkan karena semakin tinggi kandungan pengotor,
maka semakin rendah kandungan karbon, sehingga semakin rendah pula nilai panas batubara
tersebut.
Batubara indonesia berada pada perbatasan antara batubara subbitumen dan batubara
bitumen, tetapi hampir 59% adalah lignit. Menurut hasil eksplorasi pada tahun 1999 akhir,
sumber daya batubara indonesia jumlahnya sekitar 38,8 miliar ton, dan sampai tahun 2003
sekitar 57,85 miliar ton. Kemajuan pesat teknologi industri khususnya sejak akhir tahun
1950-an membuat konsumsi energi meningkat sangat pesat.
Hal ini membuat pemakaian bahan bakar fosil (minyak bumi, gas alam dan
batubara) secara besar-besaran tidak terhindarkan. Bahan bakar fosil yang mudah di
eksplorasi dan dapat diperoleh dalam jumlah besar adalah batubara dengan biaya yang tidak
terlalu tinggi menjadi sumber energi utama dunia selama berpuluh-pulu tahun.Tetapi
pemakain bahan bakar batubara secara besar-besaran juga membawa dampak yang sangat
serius terhadap lingkungan terutama isu global warming dan hujan asam.
Batubara memiliki keunggulan dibandingkan bahan bakar fosil lainnya, yaitu:
 Jumlah batubara yang economically exploitable lebih banyak.
 Distribusi batubara di seluruh dunia lebih merata.
Batubara jug memiliki kelemahan, antara lain:
 Karena komposisi coal adalah CHONS + Ash, coal identik dengan bahan bakar yang kotor
dantidak ramah lingkungan.
 Dibanding bahan bakar fosil lainnya, jumlah kandugan C per mol dari batubara jauh lebih
besar.
 Hal ini menyebabkan pengeluaran CO2 dari batubara juga jauh lebih banyak. Demikian
juga dengan kandungan sulfur (S) dn nitrogen (N) nya yang bila keluar ke udara bebas
bisa menjadi H2SO4 dan HNO3 yang merupakan penyebab hujan asam.
BAB II

HASIL DAN PEMBAHASAN

Studi kasus yang didapat adalah bagaimana cara eksplorasi dan metode
penambangan apa yang cocok untuk endapan batubara yang memiliki kemiringan 45o ????

Kegiatan eksplorasi meliputi teknik geologi dan teknik geofisika (geophysical


technique). Pada kegiatan teknik geologi, diantaranya membuat lintasan (traverse), pemetaan
geologi (geological mapping), penampang terukur stratigrafi (stratigraphical measuring
section), pemetaan topografi (topographical mapping), pemboran dan pengambilan contoh
(drilling and sampling). Pada umumnya teknik pemetaan geologi, lintasan dan penampang
terukur stratigrafi kurang dipergunakan sesudah tahap peninjauan awal (survey tinjau),
prospeksi atau eksplorasi pendahuluan dikarenakan batubara umumnya lapuk kalau
tersingkap dipermukaan dan sebagian besar lapisan batubara terdapat dibawah permukaan.

Tahapan eksplorasi batubara sebagaimana tercantum dalam Standar Nasional Indonesia,


Amandemen 1 – SNI – 13-50141998, tentang Klasifikasi Sumberdaya dan Cadangan
Indonesia, umumnya dilaksanakan dalam beberapa tahap:

1. Survey Tinjau
Survey tinjau merupakan tahap eksplorasi batubara yang paling awal dengan tujuan untuk
mengidentifikasi daerah-daerah yang mengandung endapan batubara yang prospek untuk
diselidiki lebih lanjut. Kegiatan yang dilakukan pada tahap ini meliputi studi geologi regional,
interpretasi potret udara, geofisika, dan peninjauan lapangan pendahuluan. Sebelum
dilakukan kegiatan survey tinjau, perlu dilakukan:
Studi Literatur, sebelum memilih lokasi-lokasi eksplorasi dilakukan studi terhadap data dan
peta-peta yang sudah ada (dari survei-survei terdahulu), catatan-catatan lama, laporan-laporan
temuan dll, lalu dipilih daerah yang akan disurvei. Setelah pemilihan lokasi ditentukan
langkah berikutnya, studi faktor-faktor geologi regional dan provinsi metalografi dari peta
geologi regional sangat penting untuk memilih daerah eksplorasi, karena pembentukan
endapan bahan galian dipengaruhi dan tergantung pada proses-proses geologi yang pernah
terjadi, dan tanda-tandanya dapat dilihat di lapangan.
Survey dan Pemetaan, jika peta dasar (peta topografi) dari daerah eksplorasi sudah tersedia,
maka survei dan pemetaan singkapan (outcrop) atau gejala geologi lainnya sudah dapat
dimulai (peta skala 1 : 200.000 sampai 1 : 50.000). Tetapi jika belum ada, maka perlu
dilakukan pemetaan topografi lebih dahulu. Kalau di daerah tersebut sudah ada peta geologi,
maka hal ini sangat menguntungkan, karena survei bisa langsung ditujukan untuk mencari
tanda-tanda endapan yang dicari (singkapan), melengkapi peta geologi dan mengambil conto
dari singkapan-singkapan yang penting
2. Prospeksi
Pada tahap ini, dilakukan pemilihan lokasi daerah yang mengandung endapan batubara yang
potensial untuk dikembangkan dengan tujuan untuk mengidentifikasi sebaran dan potensi
endapan batubara yang akan menjadi target eksplorasi selanjutnya. Pemboran uji pada tahap
ini bertujuan untuk mempelajari stratigrafi regional atau litologi, khususnya di daerah yang
mempunyai indikasi adanya endapan batubara. Jarak antar titik bor berkisar dari 1000 sampai
3000 meter. Pada tahap ini peta yang dipakai mulai dari 1:50.000 sampai 1:25.000

3. Eksplorasi Pendahuluan
Tujuan dari kegiatan ini adalah untuk memperoleh gambaran awal tentang endapan batubara
yang meliputi jarak titik pengamatan, ketebalan, kemiringan lapisan, bentuk, korelasi lapisan,
sebaran, struktur geologi dan sedimen, kuantitas dan kualitasnya. Jarak antar titik bor berkisar
500 – 1000 meter, skala peta yang digunakan mulai dari 1: 25.000 sampai 1:10.000. Sesuai
dengan Keputusan Direktur Jendral Pertambangan Umum No. 661.K/201/DDJP/1996 tentang
Pemberian Kuasa Pertambangan, Laporan Kuasa Pertambangan Penyelidikan Umum perlu
dilampiri dengan beberapa peta:
- Peta lokasi/situasi
- Peta geologi lintasan dan singkapan (skala 1:25.000)
- Peta kegiatan penyelidikan umum, termasuk lokasi sumur uji, parit uji, pengambilan
contoh batubara (skala 1:10.000)
- Peta anomali geofisika, bila dilakukan (skala 1:10.000)
- Peta penyebaran endapan batubara dan daerah prospek (skala 1:10.000)
- Peta wilayah rencana peningkatan Kuasa Pertambangan
- Penampang sumur uji
- Penampang parit uji
- Penampang lubang bor
Dari kegiatan ini akan dihasilkan model geologi, model penyebaran endapan, gambaran
mengenai cadangan geologi, kadar awal, dll. dipakai untuk menetapkan apakah daerah survei
yang bersangkutan memberikan harapan baik (prospek) atau tidak. Kalau daerah tersebut
mempunyai prospek yang baik maka dapat diteruskan dengan tahap eksplorasi selanjutnya.

4. Eksplorasi Rinci
Setelah tahapan eksplorasi pendahuluan diketahui bahwa cadangan yang ada
mempunyai prospek yang baik, maka diteruskan dengan tahap eksplorasi detail (White, 1997).
Kegiatan utama dalam tahap ini adalah sampling dengan jarak yang lebih dekat (jarak antar
titik bor 200 meter), yaitu dengan memperbanyak sumur uji atau lubang bor untuk
mendapatkan data yang lebih teliti mengenai penyebaran dan ketebalan cadangan (volume
cadangan), penyebaran kadar/kualitas secara mendatar maupun tegak. Dari sampling yang
rapat tersebut dihasilkan cadangan terhitung dengan klasifikasi terukur, dengan kesalahan
yang kecil (<20%). Sebelum dilakukan kegiatan ini, dilakukan terlebih dahulu studi
kelayakan dan amdal, geoteknik, sertageohidrologi. Skala peta yang digunakan adalah
1:2.000 sampai 1:500. Pengetahuan atau data yang lebih akurat mengenai kedalaman,
ketebalan, kemiringan, dan penyebaran cadangan secara 3-Dimensi (panjang-lebar-tebal)
serta data mengenai kekuatan batuan sampling, kondisi air tanah, dan penyebaran struktur
(kalau ada) akan sangat memudahkan perencanaan kemajuan tambang, lebar/ukuran bahwa
bukaan atau kemiringan lereng tambang. Juga penting untuk merencanakan produksi
bulanan/tahunan dan pemilihan peralatan tambang maupun prioritas bantu lainnya. Sesuai
dengan Keputusan Direktur Jendral Pertambangan Umum No. 661.K/201/DDJP/1996 tentang
Pemberian Kuasa Pertambangan, Laporan Kuasa Pertambangan Eksplorasi perlu dilampiri
dengan ebberapa peta:
- Peta lokasi/situasi
- Peta topografi (skala 1:500 sampai 1:2.000)
- Peta kegiatan eksplorasi, meliputi lokasi singkapan batubara, sumur uji, parit uji,
pemboran, dan pengambilan contoh batubara (skala 1:2.000 sampai 1:10.000)
- Peta geologi daerah (skala 1:500 sampai 1:2.000)
- Peta penyebaran endapan batubara (skala 1:500 sampai 1:2.000)
- Peta perhitungan 2 dimensi batubara (skala 1:500 sampai 1:2.000)
- Peta penyebaran kualitas, antara lain nilai kalori, kandungan abu, dan kandungan sulphur
(skala 1:500 sampai 1:2.000)
- Peta isopach tanah penutup (skala 1:500 sampai 1:2.000)
- Peta isopach ketebalan lapisan batubara (skala 1:500 sampai 1:2.000)
- Peta kontur struktur (skala 1:500 sampai 1:2.000)
- Penampang geologi
- Penampang bor
- Penampang/sketsa singkapan batubara
- Penampang perhitungan cadangan batubara
- Fotokopi hasil analisis contoh batubara dari laboratorium
- Peta wilayah rencana peningkatan dan atau penciutan Kuasa Pertambangan
Dari uraian tentang tahapan kegiatan eksplorasi diatas, dapat disimpulkan bahwa
kegiatan penyelidikan lapangan bertujuan untuk mendapatkan data tentang sifat fisik-
mekanik batuan, struktur geologi dan kondisi air tanah sampai dengan kedalaman rencana
penambangan. Secara spesifik harus dibuat laporan struktur geologi meliputi litologi,
geometri dan kemiringan dari formasi lapisan batubara, geometri dan komposisi struktur
major seperti patahan, serta domain dan orientasi dari bidang-bidang diskontinuitas.
Demikian juga dengan data geoteknik terutama sifat fisik dan mekanik dari over burden,
interburden, lapisan batubara dan batuan alas. Gambaran tentang data level air tanah,
permeabelitas dan aliran air tanah artesis yang diperoleh pada waktu kegiatan pengeboran dan
pemasangan piezometer perlu juga dibuat dalam laporan tertulis.
Pengelompokan jenis-jenis tambang terbuka batubara didasarkan pada letak endapan, dan
alat-alat mekanis yang dipergunakan. Teknik penambangan pada umumnya dipengaruhi oleh
kondisi geologi dan topografi daerah yang akan ditambang. Berikut adalah metode yang
cocok untuk penambangan batubara dengan kemiringan 45o yang tergolong curam.

OPEN PIT METHOD


Metode ini digunakan untuk endapan batubara yang memiliki kemiringan (dip) yang besar
dan curam. Endapan batubara harus tebal bila lapisan tanah penutupnya cukup tebal.
a. Lapisan miring
Cara ini dapat diterapkan pada lapisan batubara yang terdiri dari satu lapisan (single seam)
atau lebih (multiple seam). Pada cara ini lapisan tanah penutup yang telah dapat ditimbun di
kedua sisi pada masing-masing pengupasan (Gambar 3.11).
b. Lapisan tebal
Pada cara ini penambangan dimulai dengan melakukan pengupasan tanah penutup dan
penimbunan dilakukan pada daerah yang sudah ditambang.
Sebelum dimulai, harus tersedia dahulu daerah singkapan yang cukup
untuk dijadikan daerah penimbunan pada operasi berikutnya (Gambar 3.12). Pada cara ini,
baik pada pengupasan tanah penutup maupun penggalian batubaranya, digunakan sistem
jenjang (benching system).
BAB III

KESIMPULAN

Dari hasil pembahasan diatas dapat disimpulkan bahwa endapan batubara dengan
kemiringan 45o tergolong dalam endapan batubara curam. Dengan melakukan berbagai tahap
eksplorasi dapat ditetapkan bahwa metode penambangan yang cocok untuk endapan dengan
kemiringan curam tersebut adalah open pit method

Demikian laporan ini disampaikan salah khilaf kami memohon maaf, saran dan
masukan sangat kami harapkan. Terimakasih