Anda di halaman 1dari 6

1.

1 Pengertian dan Fungsi Kewirakoperasian


1. Pengertian Kewirakoperasian
Kewirakoperasian adalah suatu sikap mental positif dalam berusaha secara
koperatif, dengan mengambil prakarsa inovatif serta keberanian mengambil resiko dan
berpegang teguh pada prinsip identitas koperasi dalam mewujudkan terpenuhinya
kebutuhan nyata serta peningkatan kesejahteraan bersama.

2. Fungsi Kewirakoperasian
Menurut Hendar, fungsi kewirakoperasian dibedakan menjadi 3 jenis, yaitu :
1) Kewirakoperasian rutin
Fungsi ini menjelaskan bahwa seorang wirakoperasi bertugas untuk mengendalikan
pendayagunaan sumber daya agar sesuai dengan rencana yang telah ditetapkan.
2) Kewirakoperasian arbitrase
Fungsi ini menjelaskan bahwa seorang wirakoperasi bertugas mencari peluang yang
lebih menguntungkan.
3) Kewirakoperasian inovatif
Fungsi ini menjelaskan bahwa seorang wirakoperasi selalu tidak puas dengan kondisi yang
ada sehingga terus menciptakan hal – hal yang baru (inovasi).

1.2 Tipe-Tipe Kewirakoperasian


Kewirakoperasian dibagi menjadi 4 tipe, yakni:
1. Kewirakoperasian Anggota
Anggota sebagai pemilik koperasi dapat menjadi wirakoperasi, apabila ia
mampu menemukan dan memanfaatkan peluang yang ada untuk pertumbuhan
koperasi. Tetapi kemungkinan ia sangat lemah, mengingat kebanyakan kemampuan
anggota dalam inovasi masih sangat rendah, keterbatasan hak bertindak karena
setiap tindakan harus memperhatikan anggota lainnya dan motivasi yang rendah.
Anggota koperasi di Indonesia umumnya mempunyai tingkat pendidikan yang
rendah sehingga tingkat kemampuan dalam menemukan sesuatu yang baru sangat
terbatas.
Disamping itu, kendatipun anggota mempunyai kemampuan yang tinggi
tetapi motivasi untuk berprestasi di bidang koperasi akan menjadi sangat rendah
sebab manfaat dari hasil inovasi anggota yang dinikmati hanya sebagian kecil oleh

1
anggota yang bersangkutan dan sebagian besar dinikmati oeh anggota lainnya,
anggota potensial atau bahkan para pesaing koperasi.
Dalam kondisi seperti ini, anggota yang rasional akan memanfaatkan peluang
tersebut untuk kepentingan diri sendiri dengan jalan bekerja di luar koperasi.

2. Kewirakoperasian Manager
Koperasi yang mengangkat manager sebagai pelaksana dan penangung jawab
kegiatan operational dan tentunya mengharapkan perubahan yang memberikan
keuntungan. Tetapi kendala yang dihadapi oleh manager adalah keterbatasan
kebebasan untuk bertindak. Keterbatasan ini karena manajer disamping dibebani
peningkatan pertumbuhan usaha koperasi tetap juga dibebani peningkatan
pelayanan terhadap anggotanya. Kedua hal tersebut kadang terjadi kontradiksi.
Bila manajer menginginkan meningkatkan pertumbuhan koperasi, maka ia
harus berorientasi ke pasar eksternal (melayani kebutuhan non anggota) dan ini
berarti mengurangi nilai pelayanan terhadap anggotanya. Sebaliknya bila manajer
menginginkan peningkatan pelayanan terhadap anggota (misal dengan memberikan
harga pelayanan yang lebih rendah dibanding dengan harga pasar), maka ia tidak
akan dapat meningkatkan pertumbuhan koperasi.
Dalam kondisi seperti ini, kendatipun manajer mempunyai kemampuan dan
motivasi yang tinggi untuk mengembangkan organisasi koperasi, tetap saja ia
menghadapi hambatan yang besar yang harus dilewatinya.

3. Kewirakoperasian Birokrat
Birokrat adalah pihak yang secara tidak langsung berhubungan dengan
pengembangan gerakan koperasi. Setiap kegiatannya memang diarahkan untuk
memacu perkembangan koperasi tetapi untuk melaksanakannya, ia terbelenggu
oleh aturan-aturan yang telah ditetapkan dan setiap turut campur, birokat tersebut
dalam organisasi koperasi belum tentu sesuai dengan keinginan anggota koperasi.
Dengan demikian, kendatipun mempunyai kemampuan dan kemauan yang tinggi
dalam mengembangkan koperasi, tetap saja kewirakoperasiannya terbatas.

4. Kewirakoperasian Katalis
Katalis di sini diartikan sebagai pihak yang berkompeten terhadap
pengembangan koperasi kendatipun ia tidak mempunyai hubungan langsung

2
dengan organisasi koperasi. Para katalis ini jelas mempunyai kemampuan yang
tinggi dan motivasi yang tinggi kendatipun insentif yang diterimanya kadang-
kadang kecil. Di samping itu ia juga mempunyai kebebasan bertindak karena ia
berada di luar organisasi koperasi dan tidak terikat oleh aturan-aturan organisasi
tersebut.
Seorang katalis biasanya adalah seorang Altruis, yaitu orang yang
mementingkan kebutuhan orang lain. Dalam konteks ini, pada dasarnya seorang
katalislah yang mempunyai kemampuan dalam membantu pertumbuhan gerakan
koperasi.

1.3 Tugas-Tugas Kewirakoperasian


Tugas kewirakoperasian adalah menciptakan keunggulan bersaing koperasi
dibanding dengan organisasi usaha pesaingnya. Keunggulan tersebut dapat di peroleh
melalui :
1. Mendudukkan koperasi sebagai penguasa yang kuat di pasar.
Bila para petani bersatu membentuk koperasi,maka keoperasi tersebut mempunyai
kedudukkan yang kuat di pasar.
2. Kemampuan dalam mereduksi biaya transaksi.
Yaitu menekan biaya transaksi.biaya transaksi adalah biaya di luar produksi yang
timbul karena adanya transaksi-transaksi,seperti biaya kontrak.
3. Pemanfaatan interlinkage market.
Interlinked market adalah hubungan transaksi antara pelaku-pelaku ekonomi di
pasar.
4. Pemanfaatan trust capital.
Trust capital diartikan sebagai pengumpulan modal.
5. Pengedalian ketidakpastian.
Upaya pengendalian ketidakpastian sangat dimungkinkan mengingat adanya pasar
internal pada koperasi.
6. Penciptan inovasi.
Inovasi pada koperasi sangat dimungkinkan mengingat banyak pihak yang
berkompeten terhadap pertumbuhan koperasi.Tugas wirakoperasi dalam hal ini
menciptakan inovasi-inovasi baru yang menguntungkan bagi koperasi dan
anggotanya.

3
7. Pembangunan manfaat partisipasi.
Keunggulan koperasi dapat diperoleh melalui partisipasi baik partisipasi kontributif
dalam penyerahan keuangan dan pengambilan keputusan,maupun partisipasi
intensif dalam hal pemanfaatan pelayanan koperasi.

1.4 Persyaratan Keberhasilan Kewirakoperasian


Koperasi sebagai unit usaha yang bergerak dibidang ekonomi dan sosial pada
dasarnya mempunyai tujuan yang sama yaitu: Membantu meningkatkan pertumbuhan
ekonomi,yang merupakan sasaran utama pertumbuhan ekonomi.
Perubahan yang meningkatkan produktivitas hanya dapat dilakukan melalui dua
jalan yaitu:
1. Melalui kegiatan inovatif (penciptan bangunan baru dan penerapannya).

2. Melalui kegiatan peningkatan kegiatan kerja (berprestasi lebih banyak dalam satuan
waktu kerja tetap atau waktu kerja yang diperpanjang.

Masing-masing kemungkinan itu merupakan syarat yang memadai dan perlu


bagi pertumbuhan ekonomi.Kemungkinan pertama berkaitan dengan kenaikan
pendapatan perkapita oleh sebab adanya peralihan kearah penggunaan teknologi yang
produktif,pembuatan penyebaran barang-barang baru,struktur organisasi yang baru dan
keterampilan baru.

Tipe inovasi ala scumpeter tentang kegitan kerja yang meliputi:


1. Pembuatan dan pemapanan produk-produk baru atau mutu produk yang baru.
2. Pembangunan metode produksi baru.
3. Menciptakan tata laksana produksi baru dibidang industri.
4. Pembuatan prasarana baru.
5. Pencarian sumber pembelian baru.

Hakikat dari fungsi wirausaha adalah melihat dan menerapkan kemungkinan-


kemungkinan baru dalam bidang ekonomi.fungsi ini disebut fingsi inovatif. Fungsi
inovasi dapat dijabarkan dalam berbagai kegiatan kerja meliputi:
1. Mengenai keuntungan atau manfaat dari kombinasi-kombinasi baru.
2. Evaluasi keuntungan yang terlangsung dalam kombinasi baru itu.
3. Pembiayaan.

4
4. Teknologi dan perencanan pembangunan tempat-tempat produksi.
5. Pengadaan,pendidikan dan memimpin tenaga kerja.
6. Negoisasi dengan pemerintah badan atau resmi yang berwenang.
7. Negoisasi dengan pemasok pelanggan.

Dalam melaksanakan fungsi-fungsi tersebut,seorang wirausaha koperasi


dihadapi pada kendala sebagai berikut:
1. Kemungkinan bertindak inovatif tidak selalu merupakan kemungkinan yang diizinkan
menurut hukum.jadi inovator tidak mempunyai hak untuk menerapkan tindakan
inovatif.
2. Kemungkinan inovatif yang diperoleh harus ditemukan dan dilaksanakan
penerapanya.untuk itu diperbolehkan kemampuan baik personal maupun
organisatoris.
3. Kalaupun kemungkinan inovatif tertentu tidak terlarang dan masih dalam rangka
kesangupan seorang atau kelompok,maka perseorangan atau kelompok perlu
memiliki motivasi untuk menerapkan inovasi itu.

Tiga faktor penentu keberhasilan inovasi seorang wirausaha:


1. Hak Bertindak
Merupakan kemungkinan dalam kelompok-kelompok yang tidak terlarang yang
meliputi berbagai pembatas normative terhadap tindakan,disamping peraturan-
peraturan hukum abstrak yang dimodifikasikan,juga nilai-nilai sosial
budaya,etika,agama,ketentuan-ketentuan kongkret dan peraturan-peraturan pihak
pengemban kekuasaan politik.
2. Kemampuan
Kecenderungan individu atau organisasi untuk meningkatkan kemampuanya, sangat
tergantung dari rangsangan ekonomis dan harapan untuk dapat menerapkan
peningkatan kemampuannya dalam tindakan-tindakan inovatif yang nyata.
3. Motivasi untuk berprestasi
Motivasi menyebabkan suatu peristiwa mempunyai nilai, baik nilai positif maupun
negatif.segala aspek yang ada kaitanya dengan motivasi dalam situasi yang dialami
akan mengandung kadar tuntutan.

5
DAFTAR PUSTAKA

https://www.academia.edu/9228228/Kewirausahaan_Koperasi (Diakses pada: 13 April


2015)
http://chankeabiee.blogspot.com/2011/02/wirausaha-koperasi.html (Diakses pada: 13
April 2015)
Artikel Online. 2013. Kewirakoperasian.
http://www.kopmajogja.com/2013/07/kewirakoperasian.html (Diakses pada:
13 April 2015)
Setiawan. 2014. Kewirakoperasian. Artikel Online.
http://herrysetiawan06.blogspot.com/2014/04/kewirakoperasian.html. (Diakses
pada: 13 April 2015)
https://sukasukadwi.wordpress.com/2014/01/03/kewirakoperasian/ (Diakses pada:
13 April 2015)
https://www.academia.edu/9228228/Kewirausahaan_Koperasi (Diakses pada: 13
April 2015)
http://www.kopmajogja.com/2013/07/kewirakoperasian.html (Diakses pada: 13
April 2015)