Anda di halaman 1dari 14

ASUHAN KEPERAWATAN

PADA ANAK N DENGAN DIAGNOSA MEDIS DHF


DI RUANG GARUDA
RSUD dr. M. ASHARI PEMALANG

Disusun guna memenuhi tugas praktik keperawatan anak:

Disusun Oleh :
1. Diah Tri Utraina
2. Dwi Cahyo Prabowo
3. Zaenal Fatkurohman
4. Mega Ratnasari
5. Qomariyah
6. Ratna Hestuningtyas

PRAKTIK KEPERAWATAN PROFESI NERS


PROGRAM STUDI ILMU KEPERAWATAN
SEKOLAH TINGGI ILMU KESEHATANKENDAL
2014
PENGKAJIAN PADA ANAK

IDENTITAS DATA
Nama :An.N
TTL :2 september 2011
Agama :Islam
Usia :3 tahun
Alamat :Pemalang
Nama Ayah :Tn.A
Susku Bangsa :jawa
Pekerjaan ayah :Petani
Pendidikan ayah :SD
Nama Ibu :Ny. S
Pekerjaan ibu :IRT
Pendidikan ibu :SD
Agama :islam
Alamat :Pemalang
Tanggal masuk RS :08 oktober 2014, jam 10.45 WIB
No.CM :26.51.46
Tanggal pengkajian :8 oktober 2014, jam 11.15 WIB

KELUHAN UTAMA
RPS : Pasien datang dengan keluhan demam naik turun, dan sudah
dibawa ke puskesmas dekat rumhnya diberi obat paracetamol sirup
tetapi belum sembuh kemudian anak dibawa ke IGD RSUD dr.M.
ASHARI pada tanggal 8 oktober 2014dan rawat di ruang Garuda
pada pukul 10.45 wib.
RPD :anakN dulunya tidak mempunyai penyakit keturunan(hipertensi),
menular(TBC,hepatitis,campak) ataupun bawaan(flek pada
paru,HIV/AIDS,DM) dari kecil.
RIWAYAH KEHAMILAN DAN KELAHIRAN
Prenatal :saat hamil anak N,ibu tidak ada gangguan kehamilan, dan ibu
anak N selalu memeriksakan kehamilannya kurang lebih 3-4 kali
selama masa kehamilan, dan saat melahirkan ibu tidak mengalami
eklamsia.
Intranatal :saat melahirkan anak N dengan kelahiran normal, tidak ada
gangguan saat melahirkan, anak N lahir dengan sehat.
Postnatal :setelah kelahiran anak N tidak mengalami BBLR, APGAR score
10 pada 1 menit setelah lahir.

RIWAYAT MASA LAMPAU


Penyakit waktu kecil :anak N waktu kecil hanya sakit biasa seperti batuk, flu, panas
yang hanya 1-2 hari sembuh.
Pernah dirawat di RS:anak N tidak pernah dirawat di rumah sakit sebelumnya. Jika sakit
hanya berobat di puskesmas ataupun tenaga kesehatan lainnya
yang dekat dengan rumahnya.
Obat-obatan yang pernah digunakan:jika sakit batuk anak hanya diberikan obat batuk
konidin untuk anak, jika panas minum obat bodrexin anak yang
beli diwarung.
Tindakan (operasi) :anak N sebelumnya belum pernah dilakukan tindakan operasi
karena penyakitnya masa lalu.
Riwayat alergi :anak N tidak mepunyai riwayat alergi makanan,minuman, obat-
obatan ataupun keadaan lingkungan(cuaca atau udara).
Kecelakaan/trauma yang pernah dilami: anak N tidak pernah mangalami kejadian
kecelakaan atau trauma saat masih kecil.
Status imunisasi dasar :lengkap
Macam imunisasi yang didapat:BCG, DPT, Hepatitis B,Polio,campak.
Genogram :
Keterangan :
: laki-laki : klien
: perempuan : menikah
: meninggal : keturunan
Riwayat sosial
Yang mengasuh :anak N selama dirumah yang mengasuh adalah kedua orang tuanya
dari kecil hingga sekarang umur 3 tahun.
Hubungan dengan anggota keluarga :anak N hubungan dengan keluarganya sangat dekat
dengan orang tuanya terutama ibu.
Hubungan dengan teman sebaya:ibu anak N mengatakan anak N jika bermain dirumah
dengan tetangga dan teman sebayanya.
Pembawaan secara umum:anaknya sedikit sulit jika diajak berinteraksi dengan orang
yang baru dikenal.
Lingkungan rumah:ibu anak N mengatakan lingkungan rumahnya kumuh, jika
membuang sampah masih di sungai atau parit, tempat tinggal
keluarga anak N dekat dengan sampah pembuangan akhir.

KEBUTUHAN DASAR(sebelum sakit dan selama sakit)


Makan yang disukai/ tidak disukai:makanan yang disukai : roti, biskuit, wafer. Makanan
yang tidak disukai : sayuran dan buah.
Selera : klien kurang berselera jika makan makanan yang diberikan dari
rumah sakit.
Alat makan yang dipakai:anak N menggunakan sendok dan piring saat makan.
Pola makan / jam :sebelum sakit pola makan klien teratur 3x sehari dengan porsi
habis, setelah sakit pola makan tidak teratur napsu makan menurun,
hanya habis 1/3 porsi dari yang diberikan di rumah sakit.
Pola tidur :sebelum sakit klien dapat tidur dengan nyenyak tidur malam
9jam tidur siang 2jam, setelah sakit tidur malam 6jam tidur siang
2jam tapi tidak nyenyak dan sering terbangun
Kebiasaan sebelum tidur (perlu mainan, dibacakan cerita, benda yang dibawa saat
tidur,dll.) :anak N tidak mempunyai kebiasaan saat akan tidur.
Tidur siang :kebutuhan tidur anak N pada siang hari tidak terpenuhi, anak N
tidur siang hanya 1-2 jam dan itupun sering terbangun.
Mandi : klien masih usia 3 tahun jadi mandi dan lainnya masih dibantu
orang tua
Aktifitas bermain : aktifitas bermain klien kurang karena masih sakit hanyabermain
dengan keluarga di atas bed pasien dan hanya jalan-jalan di sekitar
ruang pasien
Eliminasi : eliminasi BAK lancar tidak ada gangguan BAK, eliminasi
BAB lancar tapi berwarna hitam dengan konsistensi lembek
(melena).

MANAJEMEN KESEHATAN
Strategi kopping :perhatian keluarga saat anaknya sakit lebih banyak diberikan,
tampak kebutuhan anaknya bermain selalu diberikan.
Manajemen disstres :keluarga belum bisa memanajemen penangan stress akibat dari
anaknya sakit ataupun rewel.
Pemahaman sakit :keluarga anak N tidak mengetahui tentang pengertian, pencegahan
ataupun penanganan penyakit yang diderita anaknya sekarang.

KEADAAN KESEHATAN SAAT INI


Diagnose medis : DHF (Dengue Hemoragic Fever)
Indikasi tindakan operasi: tidak ada indikasi tindakan operasi
Status nutrisi : ibu klien mengatakan klien tidak mau makan, nafsu makan
menurun
Status cairan : Ibu klien mengatakan sehari klien minum 600 cc
Obat-obatan : cefotaxim 2x250 mg, ranitidine 2x1ml, dexametason 2x1ml.
Aktifitas : aktifitas anak terganggu dan terbatasi, hanya bisa di bed atau pun
di sekeliling tempat tidurnya saja.
Tindakan keperawatan: tindakan keperawatan pada saat di IGD anak sudah dipasang
infus RL 12 tpm, dikaji tanda- tanda vital S : 38°C
Hasil laboratorium : terlampir
Hasil rontgen : tidak dilakukan pemeriksaan rontgen
Data tambahan : klien sudah melakukan tranfusi sebanyak 3 colf (1 colfnya 50cc).
Golongan darah (B) tranfusinya trombosit.
PEMERIKSAAN FISIK
Keadaan umum : sadar, composmetis : masih bisa mengenali lingkungan
disekitarnya
BB sebelum sakit :14kg
BB saat sakit :13kg
Kepala :bentuk : mesosepal, tumbuh rambut warnah hitam, bentuk rambut
ikal, tidak ada lesi, tidak ada udema.
Mata :simetris antara kanan dan kiri, tidak ada gangguan penglihatan,
pupil : isokor, skelera : ikterik, konjungtiva : anemis.
Hidung :simetris antara lubang hidung kanan dan kiri, tidak ada
pernapasan cuping hidung, tidak ada polip, tidak ada lesi, tidak ada
udema.
Telinga :tidak ada gangguan pendengaran pada anak N, bersih, tidak ada
lesi ataupun benjolan pada daun telinga.
Tengkuk/ leher :tidak ada pembesaran kelenjar tiroid.
Dada :bentuk simetris antara kanan dan kiri, tidak ada lesi.
Jantung :S1 : bunyi lup, S2 : bunyi dup, tidak ada suara tambahan.
Paru-paru :tidak ada suara tambahan. Pada saat dilakukan pemeriksaan vocal
premitus paru kanan lebih besar getarannya dibandingkan paru kiri.
Perut :I :tidak ada lesi
A :terdengar bising usus
P :Timpani
P : tidak ada nyeri tekan
Punggung :tidak ada kelainan pada tulang punggung seperti skleorosis,
lordosis, ataupun kifosis.
Genetalia :tidak terkaji
Ekstermitas atas :akral : hangat, tidak ada udema, anak bisa menggerakkan ototnya.
Ekstermitas bawah :akral : hangat, tidak ada udema, anak bisa menggerakkan ototnya.
Kulit :turgor kulit elastis, tidak tampak bintik bintik merah pada kulit.
Tanda vital :S :38ºC RR: 18x/menit
INFORMASI LAIN/ PEMERIKSAAN PENUNJANG
Pemeriksaan Lab pada tanggal 9/10/2014 jam 15.00
Pemeriksaan Hasil Satuan Nilai Rujukan
Hematologi
Hemoglobin 13,2 g/dl 11,5 - 13,5
Lekosit 9,72 10^3u/l 6,00 - 17,00
Led
Led 1 jam 2 M
Diff count
Basofil 2,6 % 0,0 - 2,0
Eosinofil 0,0 % 0,0 - 3,0
Neutrofil 28,9 % 0,0 - 33,00
Limfosit 56,2 % 0,0 - 50,0
Monosit 12,3 % 0,0 - 5,0
Hematokrit 35,2 % 34,0 - 40,0
Trombosit 11.000 /mm3 150.000 – 500.000
Eritrosit 5,12 Juta/mm3 3,90 - 5,30
MCV 68,90 75,00 - 87,00
MCH 25,80 Pg 24,00 - 30,00
MCHC 57,80 g/dl 31,00 - 37,00

Sero imunologi
Widal Negative
S.typhi O (+) 1/160 Negative
S.paratyphi AO (+) 1/320 Negative
S.paratyphy BO (+) 1/320 Negative
S.paratiphy Co (+) 1/320 Negative
S.typhy H (+) 1/160 Negative
S.paratyphy AH Negative Negative
S.Paratiphy BH (+) 1/80 Negative
S.Paratiphy CH Negatife Negative
Anti dengue Igg+Igm
Anti dengue Igg Positif Positif Negative
Anti dengue Ig M positif Positif Negative
Hasil pemeriksaan laboratorium tanggal 10-10-2014
Pemeriksaan Hasil Satuan Nilai rujukan
Hematologi
Hemoglobin 10,7 g/dl 11,5 – 13,5
Lekosit 6,50 10^3ul 6,00 – 17,00
Diff count
Basofil 0,0 % 0,0 – 2,0
Eosinofil 0,0 % 0,0 – 3,0
Neutrofil 40,2 % 0,0 – 33,0
Limfosit 34,5 % 0,0 – 50,00
Monosit 19,3 % 0,0 – 5,0
Hematokrit 32,2 % 34,0 – 40,0
Trombosit 35.000 /mm3 150.000 – 500.000
Eritrosit 4,16 Juta/mm3 3,90 – 5,30
MCV 77,40 75,00 – 87,00
MCH 25,70 Pg 24,00 – 30,00
MCHC 33,20 g/dl 31,00 – 37,00

RINGKASAN RIWAYAT KEPERAWATAN

PEMERIKSAAN TINGKAT PERKEMBANGAN


(saat anak sakit atau kondidi sekarang)
Kemandirian dan bergaul :personal sosial pana anak N dengan usi 3 tahun sudah bisa
menyebutkan nama teman bermainnya dirumah yang dekat
dengannya.
Motorik halus :pertumbuhan dan perkembangan usia anak N 3 tahun dia
sudah bisa menyusun menara dari 6 kubus.
Kognitif dan bahasa :pertumbuhan dan perkembangan usia anak N 3 tahun dia
sudah bisa mengetahui atau mengerti 2 kata sifat.
Motorik kasar :pertumbuhan dan perkembangan anak N dengan usia 3
tahun sudah bisa berdirik dengan 1 kaki selam 1 detik.
Kebutuhan anak bermain :selama di rumah sakit kebutuhan bermain terganggu
karena sakit bermain anak terbatasi hanya sebatas ke depan
kamar atau turun dari tempat tidur.

DIAGNOSA DAN PRIORITAS KEPERAWATAN


Diagnosa :
1. Kekurangan volume cairan berhubungan dengan peningkatan permeabilitas kapiler,
perdarahan, muntah dan demam.
2. Hipertermi berhubungan dengan proses infeksi virus dengue.
3. Kurang pengetahuan keluarga tentang proses penyakit berhubungan dengan
kurangnya informasi.
ANALISA DATA
No Tanggal Data focus Masalah Etyologi
1 8/10/2014 Ds : ibu anak N mengatakanjika anak Kekurangan Intake yang tidak
Jm. 11.30 N muntah 1kali saat di rumah sakit volume cairan adekuat

Do :
- S : 38°C
- Mukosa kering
- Turgor kulit tidak elastis
- Minum hanya habis 600 cc/
hari
- Trombosit pd tanggal
8/10/2014 : 11.000/mm³
2 8/10/2014 Ds : ibu anak N mengatakan anaknya Hipertermi Proses infeksi
Jm. 11.45 panas sudah 2 hari yang lalu virus dengue

Do :
- S : 38ºC
- N : 98x/ menit
- RR : 32x/ menit
- Akral berubah hangat

3 8/10/2014 Ds : ibu anak N mengatakan tidak Kurang Kurangnya


Jm. 12.00 mengetahui tentang penyakit anak N pengetahuan informasi yang
yang diderita sekarang diberikan

Do :
- Ibu anak N tampak bingung
saat ditanya tentang penyakit
anaknya
- Ibu pasien banyak tanya
tentang penyakit anaknya
pada perawat
INTERVENSI KEPERAWATAN

Tgl/jam Dx Tujuan dan KH Intervensi Rasional


Tgl I Terpenuhinya kebutuhan  Pantau intake dan output  Untuk menegetahui
8/10/14 cairan elektrolit dalam pengeluaran dan
Jm 11.30 tubuh setelah dilakukan pemasukan cairan dlm
tindakan 3 x 24 jam tubuh
dengan kriteria hasil:
- Input dan output  Anjurkan banyak minum air  Memenuhi kebutuhan
cairan elektrolit putih. cairan elektrolit dalam
seimbang. tubuh.
- Turgor kulit
kembali elastis  Penimbangan BB harian
 Timbang BB setiap hari yang tepat dapat
mendeteksi kehilangan
cairan.

 Menggantikan cairan
 Kolaborasi dengan tim medis yang terbuang.
untuk memasang infus
kristaloid (RL).

8/10/14 II Setelah dilakukan  Pantau suhu badan klien  Mengetahui perubahan


Jm 11.45 tindakan keperawatan suhu badan klien
selama 3 x 24 jam  Anjurkan orangtua untuk  Memberikan respirasi
diharapkan suhu tubuh memberikan pakaian longgar/ pada kulit.
kembali normal dengan tipis.
kriteria hasil:  Lakukan kompres hangat.  Membuka pori2 untuk
- Suhu tubuh pasien melancarkan sekresi
turun nomal. (36- keringat.
370C)  Kolaborasi dengan tim medis  Menurunkan panas
- Akral normal untuk pemberian antipiretik
(paracetamol).
8/10/14 III Setelah dilakukan  Kaji tingkat pengetahuan ibu  Mengetahui tingakat
Jm.12.00 tindakan keperawatan tentang penyakit anaknya pengetahuan keluarga
selama 3x24 jam tentang penyakit
diharapkan keluarga  Berikan penkes tentang anaknya
pasien mengetahui penyakitnya  Memberi pengetahuan
tentang penyakit anak N dan wawasan kepada
dengan kritia hasil:  Evaluasi kembali tentang keluarga klien
- Keluarga tingkat pengetahuan keluarga  Mengetahui tingkat
mengetahui definisi klien pemahaman klien
- Keluarga
mengetahui tanda
dan gejala
- Keluarga
mengetahui
penatalaksaan
dirumah

IMPLEMENTASI KEPERAWATAN

Tgl/jam Dx Implementasi Respon hasil


8 okt ‘14 I  Memantau intake dan output Ds : ibu klien mengatakan klien
Jam 13.00 minum 600cc/hari
Jam 20.00  Menganjurkan banyak minum air putih. Do : mukosa kering
Jam 24.00 Ds : ibu klien mengatakan klien
 Berkolaborasi dengan tim medis untuk
minumnya masih sedikit
memasang infus kristaloid (RL).
Do : tampak minum air putih
Ds :
Do :
Ds : ibu bersedia anaknya
dipasang infus
Do : tampak terpasang infus
(RL 12tpm)

8/10/14 II  Memantau suhu klien Ds : ibu klien bersedia


Jam 11.00 Do : suhu
Jam 19.15  Menganjurkan orangtua untuk Ds : ibu klien bersedia
Jam 23.00 memberikan pakaian longgar/ tipis. Do : klien tampak memakai
pakaian yang tipis dan
longgar

 Melakukan kompres hangat. Ds : ibu klien mengatakan klien


sudah di kompres hangat
Do : klien tampak di kompres

 Berkolaborasi dengan tim medis untuk Ds : ibu klien bersedia


pemberian antipiretik (paracetamol). Do : klien tampak dieberi obat
melalui injeksi IV

8/10/14 III  Kaji tingkat pengetahuan ibu tentang Ds : ibu klien mengatakan tidak
Jam 13.30 penyakit anaknya tau tentang penyakit anaknya
Do : ibu klien tampak bingung
saat ditanya
9/10/14 I  Memantau intake dan output Ds : ibu klien mengatakan klien
Jam 10.00 minumnya masih sedikit
Jam 15.00 Do : mukosa kering, BAK
Jam 21.30
 Menganjurkan banyak minum air putih.
Ds : ibu klien mengatakan klien
minumnya masih sedikit
Do : mukosa kering ,minum habis
kurang lebih 650 cc
 Memantau tetesan infus Ds : -
Do : 12tpm

Jam 09.00 II  Memantau suhu klien Ds : klien bersedia


Jam 19.30 Do : suhu 37,3o C
Jam 21.00
 Berkolaborasi dengan tim medis untuk Ds : ibu klien bersedia
pemberian antipiretik (paracetamol). Do : klien tampak diberi
paracetamol lewat drip dan injeksi
infus

Jam 09.00 III


 Berikan penkes tentang penyakitnya Ds : klien bersedia
Do : klien memperhatikan

 Evaluasi kembali tentang tingkat Ds : ibu klien menyebutkan


pengetahuan keluarga klien pengertian dan tanda gejala
penyakitnya
Do : klien tampak menjawab

10/10/14 I  Memantau intake dan output Ds : ibu klien mengatakan klien


Jam 13.00 minumnya sudah banyak
Jam 17.00 Do : minum 800 cc
Jam 21.30
 Menganjurkan banyak minum air putih.
Ds : ibu klien mengatakan klien
minumnya sudah banyak
Do : minum 800 cc

 Memantau tetesan infus Ds : -


Do : 12 tpm

Ds : klien bersedia
Jam.11.00 II  Memantau suhu klien Do : suhu 36.5o C
Jam 16.00
 Berkolaborasi dengan tim medis untuk
Jam 22.00 Ds : ibu klien bersedia
pemberian antipiretik (paracetamol Do : klien tampak diberi
paracetamol lewat drip dan injeksi
infus

 Mengkaji kembali tingkat pengetahuan


Jam 10.00 III Ds : ibu klien sudah tau tentang
ibu tentang penyakit anaknya setelah
penyakit anaknya setelah
diberikan penkes
diberikan pendidikan kesehatan
Do : ibu klien menjawab
pertanyaan yg diberikan mengenai
penyakit anaknya

EVALUASI KEPERAWATAN

Tgl/jam Dx SOAP
8/10/14 I S : ibu klien mengatakan anaknya hanya minum sedikit saja
O : mukosa bibir kering, air minum habis kurang lebih 600cc
A : masalah belum teratasi
P : lanjutkan intervensi
- Memantau intake dan output
- Menganjurkan banyak minum air putih.
- Berkolaborasi dengan tim medis untuk memasang infus kristaloid (RL).

II S : ibu klien mengatakan anaknya panas


O : akral teraba panas, suhu 38o C
A : masalah belum teratasi
P : lanjutkan intervensi
- Memantau suhu klien
- Menganjurkan orangtua untuk memberikan pakaian longgar/ tipis.
- Melakukan kompres hangat.
- Berkolaborasi dengan tim medis untuk pemberian antipiretik (paracetamol).

III S : ibu klien mengatakan belum tahu tentang penyakitnya anaknya


O : ibu klien tampak bingung saat ditanya
A : masalah belum teratasi
P : lanjutkan intervensi
- Kaji tingkat pengetahuan ibu tentang penyakit anaknya
9/10/14 I S : ibu klien mengatakan anaknya hanya minum sedikit saja
O : mukosa bibir masih kering, air minum kurang lebih habis 650cc
A : masalah belum teratasi
P : lanjutkan intervensi
- Memantau intake dan output
- Menganjurkan banyak minum air putih.
- Memantau tetesan infus

II S : ibu klien mengatakan anaknya suhu tubuh sudah sedikit turun


O : akral teraba hangat, suhu 37.3o C
A : masalah hipertermi teratasi sebagian
P : pertahankan intervensi
- Memantau suhu klien
- Berkolaborasi dengan tim medis untuk pemberian antipiretik (paracetamol).

III S : ibu klien mengatakan tidak tahu tentang penyakitnya anaknya


O : ibu klien tampak bingung dan cemas dengan penyakit anaknya
A : masalah belum teratasi
P : lanjutkan intervensi
- Berikan penkes tentang penyakitnya
- Evaluasi kembali tentang tingkat pengetahuan keluarga klien

10/10/14 I S : ibu klien mengatakan anaknya hanya minum sedikit saja


O : mukosa bibir kering , air minum kurang lebih habis 800cc
A : masalah belum teratasi
P : lanjutkan intervensi
- Memantau intake dan output
- Menganjurkan banyak minum air putih.
- Memantau tetesan infus

II S : ibu klien mengatakan anaknya sudah tidak panas


O : akral teraba hangat, suhu 36.5o C
A : masalah hipertermi teratasi
P : pertahankan intervensi
- Memantau suhu klien
- Berkolaborasi dengan tim medis untuk pemberian antipiretik (paracetamol

III S : ibu klien mengatakan sudahsedikit tahu tentang penyakitnya anaknya


O : ibu klien tampak menjawab saat ditanya penyakittentang anaknya
A : masalah teratasi
P : pertahankan intervensi
- Mengkaji kembali tingkat pengetahuan ibu tentang penyakit anaknya setelah
diberikan penkes