Anda di halaman 1dari 9

KEWIRAUSAHAAN SAP 9

Pengampu : Tjokorda Gde Raka Sukawati

KELOMPOK 5

Disusun oleh:

GRECIA VEGA LOLITA APRILYANTI POLING (1607521097/8)

NI KADEK RINA KRISTIANI DEWI (1607521106/9)

NI MADE ANGGREYANI (1607521131/11)

NI KADEK NITAMI KRISMA DEWI (1607521133/12)

PROGRAM STUDI MANAJEMEN

FAKULTAS EKONOMI DAN BISNIS

UNIVERSITAS UDAYANA
KATA PENGANTAR

Puji syukur kepada Tuhan Yang Maha Esa atas berkat rahmatnya sehingga kami dapat
menyelesaikan pembuatan paper ini. Paper ini dibuat untuk memenuhi salah satu tugas mata kuliah
Kewirausahaan.

Saya ucapkan terima kasih kepada bapak Tjokorda Gde Raka Sukawati selaku dosen mata
kuliah kewirausahaan yang telah membimbing kami dalam memehami materi yang akan kami
buat. Kami menyadari bahwa paper kami ini masih jauh dari sempurna, oleh karena itu kritik dan
saran dari kami semua pihak yang bersifat membangun selalu kami harapkan demi kesempurnaan
paper ini. Akhir kata, kami sampaikan terimakasih kepada semua pihak yang telah berperan dalam
penyusunan paper ini dari awal sampai akhir.

Badung, 2 Maret 2018

Kelompok 5
DAFTAR ISI

COVER …………………………………………………………………………………………..
KATA PENGANTAR ………………………………………………………………………….
DAFTAR ISI ……………………………………………………………………………………
BAB I PENDAHULUAN ……………………………………………………………………….
1.1 Latar Belakang …………………………………………………………………………..
1.2 Rumusan Masalah ……………………………………………………………………….
1.3 Tujuan …………………………………………………………………………………...
BAB II PEMBAHASAN ………………………………………………………………………..
1.2.1 Pengertian Enterpreneur……………………………………………………………….
1.2.2 Iklim Organisasi Yang Mendorong Interpreneurship…………………………………
1.2.3 Karakteristik Kepemimpinan Interpreneur……………………………………………
BAB III PENUTUP ……………………………………………………………………………..
3.1 Kesimpulan ……………………………………………………………………………...
DAFTAR PUSTAKA …………………………………………………………………………...
BAB I
PENDAHULUAN
1.1 Latar belakang

Masalah perusahaan muncul pada saat bisnis mulai semakin besar atau pada saat bisnis
belum menguntungkan dan sedang jatuh. Bisnis yang sukses harus dikelola dengan benar dan
professional di mana pemimpinya tidak berpikir bahwa sebenarnya adalah salah satu dari pemilik
perusahaan. Untuk itu, seorang pemimpin bisnis dalam menjalankan bisnisnya harus berpikir
dengan konsep kewirausahaan organisasi atau Intrapreneurship..

Sebuah kesempatan tercipta oleh perubahan lingkungan, dan salah satu ciri seorang
Intrapreneur adalah kemampuannya yang lebih tajam dalam melihat perubahan-perubahan, serta
menemukan peluang dan kesempatan yang tersimpan di balik perubahan tersebut. Seorang
manajer yang memiliki tingkat intrapreneurship rendah akan menanyakan berapa banyak sumber
daya yang dapat saya kelola dan dari sumber daya yang dimiliki ini apa yang akan dapat dicapai?
Namun seorang manajer yang tinggi tingkat intrapreneurship-nya akan mengatakan berdasarkan
apa yang ingin dicapai, barulah ia mengatakan apa saja yang harus dimiliki untuk mencapainya.
Organisasi yang besar dan stabil seringkali menimbulkan rasa percaya diri yang berlebihan pada
orang-orang yang terlibat di dalamnya sehingga mengurangi sensitivitas terhadap kebutuhan
pelanggan dan kurang responsif terhadap dinamika persaingan. Padahal dalam situasi yang
hypercompetitive, timbulnya sensitivitas terhadap kebutuhan pelanggan dapat berakibat fatal.
1.2 Rumusan Masalah

1.2.1 Apa yang dimaksud dengan intrapreneurship?

1.2.2 Bagaimana iklim organisasi yang dapat mendorong adanya intrapreneurship?


1.2.3 Bagaimana karakter dari kepemimpinan intrapreneurship?

1.3 Tujuan Penulisan

1.3.1 Mengetahui apa yang dimaksud dengan intrapreneurship.

1.3.2 Mengetahui tentang iklim organisasi yang dapat mendorong adanya intraprenurship.

1.3.3 Mengetahui apa saja karakteristik dari kepemimpinan intrapreneurship.


Bab II

PEMBAHASAN

1.2.1 Pengertian Entrepreneur

Entrepreneur adalah orang yang melakukan aktivitas wirausaha dicirikan dengan pandai
atau berbakat mengenali produk baru, menentukan cara produksi baru, menyususn operasi untuk
pengadaan produk baru, memesarkannya, serta mengatur permodalan operasinya.
Sedangkan menurut kamus besar Bahasa Indonesia entrepreneur didefinisikan:
“sebagai orang yang pandai atau berbakat mengenali produk baru, menyusun cara baru dalam
berproduksi, menyusun operasi untuk pengadaan produk baru, mengatur permodalan operasinya,
serta memesarkannya”
Jadi seorang entrepreneur harus memiliki kemampuan untuk berfikir kreatif serta imajinatif
ketika ada sebuah peluang usaha dan bisnis baru. Namun disamping itu seorang entrepreneur harus
dapat memberdayakan dirinya untuk kebaikan sekitarnya, bukan orang yang memanfaatkan
sekitarnya untuk kepentingan dirinya.

1.2.2 Lingkungan atau Iklim Organisasi yang Mendorong Entrepreneur

Untuk mendorong adanya entrepreneurshipnmaka diperlukan suasana kepemimpinan yang


menunjang
1. Adanya penerapan teknologi dalam organsasi yang dapat membangkitkan keberanian, dan
menunjang ide – ide baru ,sehingga karyawan tidak jadi penakut
2. Terbuka peluang eksperimen, tidak takut pada kegiatan trial an error. Biasanya untuk
mendapatkan produk baru, ditempuh beberapa kegagalan sampai memperoleh produk baru
yang sempurna, ini memakan waktu, berevolusi
3. Tidak ada ukuran atau parameter baku untuk suatu keberhasilan
4. Harus tersedia dana yang cukup untuk melakukan kebebasan pengembangan ide
5. Harus dikembangkan tim multidisiplin, dan kerjasama antar bidang
6. Spirit interpreneurship tidak berdasarkan pada perseorangan, tapi atas dasar sukarela dan
system hadiah. Hadiah perlu diberikan untuk semua energy, usaha yang dikeluarkan untuk
penciptaan yang baru
7. Akhirnya aktivitas spirit ini harus mendapatkan support daro top management baik secara
fisik maupun dalam bentuk finansial

1.2.3 Karakteristik Kepemimpinan Intrapreneur

Ada beberapa sifat individu yang dapat diidentifikasi sehingga proses intrapreneurial
berjalan dengan baik yaitu: (1) mengerti lingkungannya, (2) menjadi visionary dan fleksibel, (3)
ada pilihan management, (4) melakukan kerjasama team secara multidisplin, (5) mengadakan
diskusi terbuka, (6) membangun pendukung dan berketepatan hati. Mengenal lingkungan adalah
memacu individu untuk tetap belajar dan kreatif. Di samping itu juga seorang pemimpin harus
bersifat dapat bermimpi besar dan mengomunikasikannya sehingga pengikutnya akan menjadi
bagian dari mimpi anda. Pemimpin harus fleksibel, toleransi terhadap perubahan, seorang
pemimpin harus sebagai diplomat yang baik, diperlukan bila mengajak kerjasama team yang
multidisplin. Mereka harus demokrasi, terbuka, mau dikritik dan menerima ketidaksetujuan orang
lain. Intrapreneur harus membuat semua orang sebagai pahlawan. (Soeharto Prawirokusumo,
2010: 158)
Dijelaskan kembali oleh Buchari Alma bahwa, seorang wirausahawan harus memahami
lingkungan baik internal maupun eksternal secara utuh , dia harus mengetahui segala aspek, dia
harus kreatif agar dapat mendorong spirit intrapreneurship. Karakteristik kepemimpinannya adalah
sebagai berikut :
1. Dia harus seorang visioner leader atau a person who dreams great dreams. Dikatakan oleh
Hisrich bahwa a leader is like a gardener. Seorang tukang kebun, apabila ingin
menghasilkan tomat, maka anda harus mencari bibit, menanam , memberi pupuk, dan
memberi air. Anda jangan masukan ke pabrik, tapi tugas anda tanam dan pupuk tomat itu.
Definisi lain dikatakan leadership is the ability to dream great things and communicate these
in such a way that people say yes to being a part of the dream. Jadi coba yakinkan orang
lain, bahwa mimpi anda bagus sehingga mereka tertarik dan mengiyakan lalu mereka
menyokong untuk mewujudkan mimpi tersebut. Kadang – kadang di dalam
perusahaan tertentu dapat muncul ide – ide gila. Ide gila ini mungkin pada awalnya tidak
masuk akal, tapi setelah ditelaah ada juga peluang kemungkinan berhasil. Apabila seseorang
mempunyai sesuatu ide akai a harus meyakinkan banyak orang bahwa idenya ini bagus
sekali. Jika ada yang membantah akai a berusaha mengatasi bantahan itu dan kembali orang
yang membantah berbalik menyokong idenya.
2. Pemimpin intrapreneur harus fleksibel dan menciptakan manajemen yang memberi
kebebasan kreativitas.
3. Mendorong munculnya teamwork, dengan pendekatan multidisiplin dari berbagai keahlian,
seperti engineering, produksi, marketing, keuangan dan sebagainya. Harus diciptakan
diskusi terbuka untuk mencari sesuatu yang baru.
BAB III

PENUTUP

3.1 Kesimpulan

Intrapreneurship adalah kewirausahaan (entrepreneurship) dalam perusahaan


(enterprenership inside of the organization) atau dapat dikatakan bahwa intrapreneurship
adalah entrepreneuship yang ada di dalam perusahaan. Dapat disimpulkan bahwa
Intrapreneurship adalah orang yang menerima tanggung jawab langsung guna menciptakan
sesuatu inovasi di dalam sebuah organisasi dan diaplikasikan di dalam perusahaan tersebut
sehingga diharapkan dapat menguntungkan perusahaan itu sendiri.
Seorang wirausahawan harus memahami lingkungan baik internal maupun eksternal
secara utuh. Dia harus mengetahui segala aspek, dia harus kreatif agar dapat mendorong spirit
intrapreneurship. Karakteristik kepemimpinannya adalah seorang wirausaha harus seorang
visioner leader, seorang pemimpin intrapreneur harus fleksibel dan menciptakan manajemen
yang memberi kebebasan kreativitas, mendorong munculnya teamwork, dengan pendekatan
multidisiplin dari berbagai keahlian.
Untuk mendorong adanya intrapreneruship maka doperlukan suasa kepemimpinan yang
menunjang, yaitu (1) Adanya penerapan teknologi dalam organisasi yang dapat
membangkitkan keberanian, dan menunjang ide-ide baru sehingga karyawan tidak jadi
penakut. (2) Terbukanya peluang eksperimen, tidak takut apda kegiatan trial and error.
Biasanya untuk mendapatkan produk baru, ditempuh beberapa kegagalan sampai diperoleh
bentuk produk baru yang sempurna. Ini memakan waktu berevolusi. (3) Tidak ada ukuran atau
parameter baku untuk suatu keberhasilan. (4) Harus tersedia dana yang cukup untuk
melakukan kebebasan pengembangan ide. (5) Harus dikembangkan tim multidisiplin dan
kerjasam antar bidang. (6) Spirit Intapreneurship tidak berdasarkan pada perseorangan, tapi
atas dasar sukarela dan sistem hadiah. Hadiah perlu diberikan untuk semua energi, usaha yang
dikeluarkan untuk penciptaan yang baru. (7) Aktivitas seperti ini harus mendapat support dari
top manajemen baik secara fisik maupun secara finansial.
DAFTAR PUSTAKA

Alma, Buchari. 2016. Kewirausahaan Edisi Revisi. Bandung:Alfabeta

Haddar, Ragwan. 2013. Intrapreneurship. Scribd. https://www.scribd.com/doc/118540


069/Intrapreneurship-ucup