Anda di halaman 1dari 14

TUGAS IPA

MAKALAH IPA
PEMANASAN GLOBAL

Disusun Oleh :

 Lela Musaropah
 Mila Nisa Azzahra
 Nazwa Rachmadina
 Salwa Azzahra
 Wina Nursari
PEMANASAN GLOGAL

A.Efek Rumah Kaca


Efek rumah kaca ini sangat dibutuhkan oleh segala makhluk hidup
yang ada di Bumi, karena tanpanya, planet ini akan menjadi sangat
dingin. Dengan suhu rata-rata sebesar 15 °C (59 °F), Bumi sebenarnya
telah lebih panas 33 °C (59 °F) dari suhunya semula, jika tidak ada efek
rumah kaca suhu Bumi hanya -18 °C sehingga es akan menutupi seluruh
permukaan Bumi. Akan tetapi sebaliknya, apabila gas-gas tersebut telah
berlebihan di atmosfer, akan mengakibatkan pemanasan global.Di
atmosfer Bumi terdapat banyak gas-gas rumah kaca alami. Siklus airm
karbon dioksida (CO2), dan metana adalah abeberapa bagian penting
yang ada dialamnya. Tanpa adanya gas-gas rumah kaca tersebut,
kehidupan di Bumi tidak akan terjadi.
Segala sumber energi yang terdapat di Bumi berasal dari matahari.
Sebagian besar energi tersebut berbentuk radiasi gelombang pendek,
termasuk cahaya tampak. Ketika energi ini tiba permukaan Bumi, ia
berubah dari cahaya menjadi panas yang menghangatkan Bumi.
Permukaan Bumi, akan menyerap sebagian panas dan memantulkan
kembali sisanya. Sebagian dari panas ini berwujud radiasi infra merah
gelombang panjang ke angkasa luar. Namun sebagian panas tetap
terperangkap di atmosfer Bumi akibat menumpuknya jumlah gas rumah
kaca antara lain uap air, karbon dioksida, sulfur dioksida dan metana
yang menjadi perangkap gelombang radiasi ini. Gas-gas ini menyerap
dan memantulkan kembali radiasi gelombang yang dipancarkan Bumi
dan akibatnya panas tersebut akan tersimpan di permukaan Bumi.
Keadaan ini terjadi terus menerus sehingga mengakibatkan suhu rata-
rata tahunan Bumi terus meningkat.
Gas-gas tersebut berfungsi sebagaimana gas dalam rumah kaca.
Dengan semakin meningkatnya konsentrasi gas-gas ini di atmosfer,
semakin banyak panas yang terperangkap di bawahnya.
Perubahan iklim akibat pemanasan global yang terjadi akhir-akhir ini
menjadi salah satu efek yang sangat signifikan dalam perubahan kondisi
Bumi selama beberapa dekade dan abad ke depan. Namun, bagaimana
dengan nasib Bumi jika terjadi pemanasan bertahap saat matahari
menuju masa akhir hidupnya sebagai bintang katai putih? Akankah Bumi
bertahan, ataukah masa tersebut akan menjadi masa akhir kehidupan
Bumi. Perubahan iklim memiliki hubungan dengan perubahan curah
hujan, ketersediaan air permukaan, dan kualitas air yang dapat
berpengaruh pada Water related disease.
Gas Rumah Kaca (GRK) yang berada di atmosfer (troposfer)
dihasilkan dari berbagai kegiatan manusia terutama yang berhubungan
dengan pembakaran bahan bakar fosil (minyak, gas, dan batubara)
seperti pada pembangkitan tenaga listrik, kendaraan bermotor, AC,
komputer, memasak. Selain itu Gas Rumah Kaca juga dihasilkan dari
pembakaran dan penggundulan hutan serta aktivitas pertanian dan
peternakan. Gas Rumah Kaca yang dihasilkan dari kegiatan tersebut,
seperti H2O (uap air),CO2 (karbon dioksida), O3 (ozon), CH4 (metana),
N2O (dinitrogen oksida), CFC (cholorofluorokarbon : CFC R-11 dan CFC
R-12), CO, SO2, NO, dan gas lainnya seperti HFCS, PFCS, dan SF6.
Efek rumah kaca adalah proses pemanasan alami yang terjadi ketika
gas0gas tertentu di atmosfer Bumi memerangkap panas. Prosesnya,
yaitu ketika radiasi sinar Matahari mengenai permukaan Bumi, maka
akan menyebabkan Bumi menjadi panas. Tadiasi panas Bumi akab
dipancarkan lagi ke atmosfer, panas yang kenbali dipantulkan oleh Bumi
terhalang oleh polutan udara sehingga terperangkap dan dipantulkan
kemvali ke Bumi. Proses ini akan menahan panas yang terperangkap
kemudian menyebabkan suhu Bumi meningkat. Akibanya Bumi tetap
menjadi hangat dan suhunya semakin meningkat.
Para ilmuwan telah mempelajari efek rumah kaca sejak tahun 1824.
Joseph Fourier menyatakan bahwa Bumi akan jauh lebih dingin jika
tidak memiliki atmosfer. Adanya gas-gas rumah kaca inilah yang
membuay iklim Bumi layak huni. Tanpa adanya efek rumah kaca,
permukaan Bumi akan berubah sekitar 60oF atau 15,6oC lebih dingin.

B.Pengertian Pemanasan Global


Pemanasan global adalah istilah yang digunakan untuk
menggambarkan peningatan suhu rata-rata atmosfer Vumi dan lautan
secara bertahap, serta sebuah perubahan yang diyakini secara
permanen mengubah iklim Bumi.
Pemanasan global terjadi sebenarnya mengikuti prinsip efek rumah
kaca. Rumah kaca memiliki prinsip, menyerap energi panas yang
dipancarkan oleh matahari dan menahannya, sehingga suhu udara di
dalam rumah kaca menjadi hangat dan bisa menunjang pertumbuhan
tanaman di dalamnya.
Bumi menerima energi panas dari matahari yang menyinari Bumi.
Energi panas yang sampai ke Bumi, menciptakan nuansa panas yang
menghangatkan Bumi. Sebagian dari panas tersebut di serap oleh Bumi
dan sisanya akan dipantulkan kembali. Namun, sebagian besar panas
tersebut tetap terperangkap di atmosfer Bumi akibat menumpuknya gas
rumah kaca. Panas yang dipantullkan oleh Bumi akan diserap oleh gas-
gas rumah kaca dan dipantulkan kembali ke permukaan Bumi. Akibatnya,
energi panas tersebut terperangkap di dalam atmosfer Bumi, sehingga
suhu di permukaan Bumi pun meningkat.
Meningkatnya suhu global diperkieakan dapat menyebabkan
perubahan-perubahan lain, seperti naiknya permukaan air laut,
meningkatnya intensitas cuaca yang ekstrim pula perubahan jumlah dan
pola presipitasi. Akibat-akibat pemanasan global yg lain yakni
terpengaruhnya hasil pertanian, hilangnya gletser & punahnya beragam
tipe hewan.
C.Penyebab Pemanasan Global
Beberapa faktor yang menyebabkan terjadinya Pemanasan global di
antaranya adalah sebagai berikut:
1) Emisi CO2 yang berasal dari pembakaran bahan bakar fosil sebagai
pembangkit tenaga listrik.
2) Emisi CO2 yang berasal dari pembakaran gasoline senagai bajan bakat
alat transportasi.
3) Emisi metana dari hewan, lahan pertanianm dan dari laut Arktit.
4) Deforestation (penebangan liar) yang disertai dengan pembakaran
lahan hutan.
5) Penggunaan chlorofluorocarbons (CFCs) dalam refrigator (pendingin)
6) Meningkatnya penggunaan pupuk kimia dalam pertanian.

D.Dampak Pemasan Global


Konsekuensi dari perubahan gas rumah kaca di atmsofer sulit
diprediksim tetapi beberapa dampak yangtelah nampak, yaitu sebagai
berikut:
1) Temperatur Bumi menjadi semakin tinggi, di beberapa wilayah
mungkin temperaturnya menjadi lebih tinggi dan di wilayah lainnya
mungkin tidak.
2) Tingginya temperatur Bumi dapat menyebabkan lebih banyak
penguapan dan curah hujan secara keseluruhanm tetapi masing-
masing wilayah akan bervariasi.
3) Mencair glesier yang menyebabkan kadar air laut meningkat.
4) Hilangnya terumbu karang.
5) Kepunahan spesies yang semakin meluas.
6) Kegaga;lan panen besar-besaran.
7) Penipisan lapisan ozon.

E. Usaha-usaha Menanggulangi Pemanasan Global


Penyebab utama terbesar pemanasan global adalah karbon dioksida
(CO2)yang dilepaskan ketika bahan bakar fosilseperti muiyak dan batu
nara yangdimakar untuk menghasilkan energi, besarnya penggunaan
bahan bakat fosil utnuk aktivitas manusia akan menyumbangkan
peningkatan CO2 di udara.
Kerusakan lapisan ozon adalah sa;ah satu contoh dampak dari
aktivitas manusia yang mengganggu keseimbangan ekosistem dan
biosfer. Kondisi tingginya polutan di udara menyebabkan terjadinya
pemanasan global.
Beberapa usaha yang dapat dilakukan untuk menanggulangi
pemanasan global, di antaranya sebagai berikut:
1) Menggunakan energi terbarukan dan mengurangi pennggunaan batu
bara, gasoline, kayu, dan bahan bakar organik lainnya.
2) Meningkatkan efisensi bahan bakar kendaraan.
3) Mengurangi deforestation.
4) Mengurangi penggunaan produk-produk yang mangandung chloro-
fluorocarbons (CFCs) dengan menggunakan produk-produk yang
ramah lingkungan.
5) Mendukung dan turut serta pada kegiatan penghijauan
Penelitian dari Louisiana Tech University menemukan bahwa setiap
pepohonan hijau dapat menagkap karbon yang cukup untuk
mengimbangi emisi yang dihasilkan dari gas buang pengendara mobil
selama setahun.
LAPISAN BUMI

Bumi adalah merupakan planat ketiga dalam sistem galaksi. Bumi


memiliki bentuk bulat seperti bola. Seperti yang kita ketahui, bahwa
sebuah bola hanya memiliki selimut yang menyelubungi permukaan saja
sedangkan bagian dalamnya kosong. Namun, apakah planet kita juga
kosong di bagian dalamnya seperti bola?
Bumi merupakan planet urutan ke-tiga dari sembilan planet yang
mengelilingi matahari dan merupakan satu-satunya planet yang dapat
dihuni oleh mahluk hidup. Bumi terbentuk sekitar 4,6 milyar tahun yang
lalu. Jarak bumi dengan matahari sekitar 150 juta km, dengan radius ±
6.370 km. Bumi memiliki 2 macam lapisan, yaitu lapisan internal (dalam)
dan lapisan eksternal (luar).
Bumi tempat kita tinggal saat ini merupakan salah satu anggota tata
surya dengan matahari sebagai pusatnya. Jarak Bumi dengan matahari
sekitar 150 juta km. Bumi berbentuk bulat pepat dengan jari-jari ± 6.370
km. Bumi merupakan planet dengan urutan ketiga dari delapan planet
yang dekat dengan matahari.Bumi diperkirakan telah terbentuk sekitar
4,6 milyar tahun yang lalu, dan merupakan satu-satunya planet yang
dapat dihuni oleh berbagai jenis mahluk hidup. Permukaan Bumi terdiri
dari daratan dan lautan.
Besarnya ukuran bumi menyebabkan manusia kesulitan untuk
mengetahui struktur lapisan bumi. Akan tetapi, para ahli geologi
memperoleh gambaran tentang susunan bagian dalam bumi melalui
pengamatan seismologi (hantaran pada gelombang gempa bumi). Hal itu
karena arah, kecepatan, dan bentuk gelombang gempa ditentukan oleh
komposisi dan kerapatan bagian dalam bumi. Dapat kita bayangkan
struktur bagian dalam memiliki lapisan yang berlapis, seperti bawang.
Lapisan ini dapat didefinisikan dengan baik secara kimiawi atau sifat
reologi mereka.
Proses alam endogen/tenaga endogen adalah tenaga bumi yang
berasal dari dalam bumi. Tenaga alam endogen bersifat membangun
permukaan bumi ini. Tenaga alam eksogen berasal dari luar bumi dan
bersifat merusak. Jadi kedua tenaga itulah yang membuat berbagai
macam relief di muka bumi ini seperti yang kita tahu bahwa permukaan
bumi yang kita huni ini terdiri atas berbagai bentukan seperti gunung,
lembah, bukit, danau, sungai, dsb. Adanya bentukan-bentukan tersebut,
menyebabkan permukaan bumi menjadi tidak rata. Bentukan-bentukan
tersebut dikenal sebagai relief bumi.
Sebagai planet yang memiliki kehidupan di dalamnya, Bumi terdiri atas
beberapa struktur yang memungkinkan untuk dijadikan tempat tinggal. Di
antara macam-macam struktur Bumi di antaranya adalah terdiri dari
banyak jenis material seperti berbagai jenis batuan, tanah, serta air yang
kesemuanya membentuk planet Bumi yang sekarang ini kita diami.
Secara garis besar, lapisan Bumi terdiri atas beberapa bagian, yaitu:
kerak Bumi (crush), selimut (mantle), dan inti ( core). Struktur Bumi
seperti itu mirip dengan telur, yaitu cangkangnya sebagai kerak, putihnya
sebagai selimut, dan kuningnya sebagai inti Bumi.
Secra umum Bumi terdiri dari 3 komponen utama, yakni komponen gas
yang disebut atmosfer, komponen padatan yang disebut litosfer, dan
komponen air yang disebut hidrosfer. Selain 3 komponen utama tersebut,
Bumi juga memiliki komponen lainnya yaitu, Bumi bagian es disebut
kriosfer, dan bagian Bumi tempat di mana berlangsungnya kehidupan
yang dinamakan biosfer.
ATMOSFER

Atmosfer terdiri dari kata atmos yang berarti uap dan sphaira yang
berarti bola. Atmosfer adalah bulatan udara yang membungkus bola
bumi. Atmosfer termasuk bagian bumi. Karena pengaruh gaya berat,
maka atmosfer berputar atau berotasi bersama-sama bumi setiap hari,
serta beredar mengelilingi matahari setiap tahun (berevolusi). Tebal
atmosfer mancapai kurang lebih 1.000 km. Semakin tinggi lapisan udara,
tekanannya semakin rendah.Atmosfer memegang peranan penting bagi
kelangsungan kehidupan di bumi, dengan pertimbangan sebagai berikut:
1) Dalam atmosfer terkandung berbagai gas yang dibutuhkan oleh
makhluk hidup, misalnya Oksigen (O2). Planet lain yang tidak
beratmosfer tidak memiliki kehidupan seperti halnya dibumi.
2) Panas matahari menghangatkan permukaan bumi sepanjang hari.
Namun, jumlah sinar yang berlebihan berbahaya bagi kehidupan di
bumi. Atmosfer ( melalui gas ozon) memperkecil jumlah cahaya
matahari yang sampai ke bumi.
3) Atmosfer menjerat panas sehingga lebih lambat kembali keruang
angkasa, sehingga memperkecil perubahan suhu antara siang dan
malam serta mengurangi dinginnya udara malam.
4) Atmosfer melindungi bumi dari kejatuhan mereor dan benda-benda
angkasa lain yang membahayakan, sehingga menjadi tempat paling
aman bagi makhluk hidup untuk tinggal.
Di bumi, atmosfer terdapat dari ketinggian 0 km di atas permukaan
tanah, sampai dengan sekitar lebih dari 1000 km dari atas permukaan
bumi. Atmosfer tersusun atas beberapa lapisan. Seperti pada penamaan
sebagian besar benda lainnya, setiap lapisan dinamai menurut fenomena
yang terjadi di lapisan tersebut. Transisi antara lapisan yang satu dengan
yang lain berlangsung bertahap. Studi tentang atmosfer mula-mula
dilakukan untuk memecahkan masalah cuaca, fenomena pembiasan
sinar matahari saat terbit dan tenggelam, serta kelap-kelipnya bintang.
Atmosfer melindungi kehidupan di bumi dengan menyerap radiasi sinar
ultraviolet dari matahari dan mengurangi suhu ekstrem di antara siang
dan malam. 75% dari atmosfer ada dalam 11 km dari permukaan planet.
Komposisi Atmosfer
Atmosfer tersusun atas gas-gas utama, berupa nitrogen (N2), oksigen
(O2), argon (Ar), dan karbon dioksida (CO2). Nitrogen memiliki jumlah
terbesar yang mencapai kurang lebih 78%. Gas ini berperan penting bagi
pertumbuhan tanaman. Oksigen dihasilkan terutama melaui proses
fotosintesis tumbuhan hijau daun. Karbon dioksida secara alami
dihasilkan dari pernafasan makhluk hidup (manusia dan hewan), dan
dimanfaatkan oleh tumbuhan dalam proses fotosintesis.
Beberapa gas lain dengan volume lebih kecil adalah neon, helium,
hidrogen, kripton, methane, xenon, radon, serta ozon.meskipun
jumlahnya sedikit, gas-gas itu memberi pengaruh bagi atmosfer.hidrogen(
H2) yang berasal dari penguapan berbagai perairan dipermukaan bumi,
berperan dalam menjaga kestabilan suhu dan membentuk formasi awan
hujan. Ozon (O3) berperan dalam menyerap radiasi sinar ultra violet
matahari sehingga tidak lagi berbahaya karena jumlahnya sudah
berkurang ketika sampai kepermukaan bumi.

1. Lapisan Atmosfer
Secara garis besar, atmosfer Bumki terbagi menjadi 2 bagian, yakni
bagian bawah dan bagian atas. Bagian bawah terdiri atas troposfer dan
stratosfer. Bagian atas terdiri atas mesosfer, termosfer, dan eksosfer.
a. Troposfer (0-12 km d.p.l.)
 Troposfer merupakan lapisan atmosfer terbawah dan terpadat. Ciri-
ciri lapisan troposfer adalah sebagai berikut :
 Pada lapisan ini terjadi berbagai fenomena cuaca (awan, hujan,
angin, kilat dan guntur, dan lain-lain).
 Pada lapisan ini terjadi penurunan suhu terhadap ketinggian. Setiap
naik 1000 meter dari permukaan laut, suhu turun kurang lebih
6,4oC.
 Troposfer menerima panas dari sinar matahari dan permukaan bumi.
 Troposfer mengandung lebih banyak uap air dan karbon dioksida.
Puncak dari troposfer disebut lapisan tropopause yaitu lapisan pralihan
antara troposfer dan stratosfer. Ketebalannya kurang lebih 2 km dengan
suhu berkisar antara -55oC hingga -60oC.

b. Stratosfer (12-50 km d.p.l.)


Ciri-ciri khusus pada lapisan stratosfer yakni sebagai berikut :
 Terdapat lapisan isothermal
 Terdapat lapisan ozon yaitu
Batas lapisan stratosfer dengan lapisan diatasnya (mesosfer) disebut
lapisan stratopause. Pada lapisan ini suhu akan meningkat dan turun
kembali.

c. Mesosfer (50-80 km d.p.l.)


Lapisan mesosfer menjadi pelindung bumi dari kejatuhan meteor atau
benda-benda luar angkasa lain. Meteor atau benda langit lain akan
terbakar saat melewati lapisan ini sehingga hanya tersisa serpihan kecil
saat jatuh kebumi. Pada mesosfer hanya sedikit energi matahari yang
terserap, sehingga suhu turun sangat tajam seiring dengan ketinggian.
Batas atas lapisan mesosfer dinamakan lapisan mesopause. Beberapa
hal yang terjadi pada lapisan ini adalah sebagai berikut :
 Dapat terlihat awan malam ( noctulicent clouds ), yang terjadi saat
matahari berada pada posisi 10o-15o dibawah horizon. Namaun
hanya terlihat di daerah lintang tinggi.
 Terdapat lapisan D (lapisan kennelly) yaitu molekul-molekul gas
yang mengalami ionisasi sehingga terbentuk lapisan ozon dan
elektron bebas. Lapisan ini dapat menghantar listrik dan
memantulkan gelombang radio frekuensi rendah (gelombang
panjang).

d. Thermosfer (80-450 km d.p.l.)


Pada lapisan ini terjadi proses inversi suhu yang berkisar akibat radiasi
sinar X dan sinar ultra violet dari matahari. Lapisan thermosfer sering
disebut lapisan panas.
Pada thermosfer terjadi proses ionisasi seperti halnya pada lapisan
mesopause. Namun dibedakan atas 2 daerah ionisasi yaitu lapisan E dan
F ( F1 dan F2 ).
 Lapisan E / lapisan Heaviside (± 90-120 km) yang terdiri atas
nitrogen dan oksigen, ionisasi pada lapisan ini disebabkan oleh sinar
X.
 Lapisan F / lapisan Appleton (± 150-300 km) terbagi atas lapisan F1
dan F2. Ionisasi pada lapisan ini terjadi karena sinar ultra violet.
Pada lapisan F1 terkandung banyak atom-atom oksigen, sedangkan
pada lapisan F2 terkandung ion nitrogen.
Lapisan E dan F hanya memantulkan gelombang radio dengan frekuensi
lebih tinggi dari gelombang yang dipantulkan lapisan D. Misalnya
gelombang yang di pancarkan oleh stasiun pemancar TV yang dapat
diterima diseluruh dunia. Dibelahan bumi utara dan selatan pada lapisan
termosfer sering terlihat cahaya yaitu aurora.

e. Eksosfer (450-900 km d.p.l.)


Eksosfer merupakan batas terluar atmosfer yang menbentang dan
menyatu dg angkasa luar. Karena itu lapisan ini sering disebut lapisan
antarplanet.
Beberapa fenomena pada lapisan ini adalah :
 Gas pada lapisan ini sangat tipis, dengan hidrogen sebagai
penyusun utama. Sinar ultraviolet juga mengisi lapisan ini.
 Pada lapisan ini, atom-atom netral dan molekul-molekul bergerak
bebas. Ada yang bergerak kembali ke daerah pengaruh gravitasi
bumi, ada pula yang bergerak menunggalkan atmosfer ke ruang
angkasa.
 Pada lapisan ini terdapat cahaya redup, dikenal sebagai cahaya
zodiakal,merupakan refleksi cahaya matahari yang dipantulkan oleh
partikel debu meteoritik yang sangat banyak jumlahnya.

2. Tekanan Udara
Tekanan udara adalah tenaga yang bekerja untuk menggerakkan
massa udara dalam setiap satuan luas tertentu. Diukur dengan
menggunakan barometer. Satuan tekanan udara adalah milibar (mb).
Garis yang menghubungkan tempat-tempat yang sama tekanan
udaranya disebut sebagai isobar.
Dan juga Tekanan udara merupakan tingkat kebasahan udara karena
dalam udara air selalu terkandung dalam bentuk uap air. kandungan uap
air dalam udara hangat lebih banyak daripada kandungan uap air dalam
udara dingin. kalau udara banyak mengandung uap air didinginkan maka
suhunya turun dan udara tidak dapat menahan lagi uap air sebanyak itu.
uap air berubah menjadi titik-titik air. udara yan mengandung uap air
sebanyak yang dapat dikandungnya disebut udara jenuh.
Tekanan udara dibatasi oleh ruang dan waktu. Artinya pada tempat
dan waktu yang berbeda, besarnya juga berbeda. Tekanan udara secara
vertikal yaitu makin ke atas semakin menurun. Hal ini dipengaruhi oleh:
 Komposisi gas penyusunnya makin ke atas makin berkurang.
 Sifat udara yang dapat dimampatkan, kekuatan gravitasi makin ke atas
makin lemah.
 Adanya variasi suhu secara vertikal di atas troposfer (>32 km)
sehingga makin tinggi tempat suhu makin naik.
Tekanan udara secara horizontal yaitu variasi tekanan udara
dipengaruhi suhu udara, bahwa daerah yang suhu udaranya tinggi akan
bertekanan rendah dan daerah yang bersuhu udara rendah tekanannya
tinggi. Pola penyebaran tekanan udara horizontal dipengaruhi:
 Lintang tempat.
 Penyebaran daratan dan lautan.
 Pergeseran posisi matahari tahunan.