Anda di halaman 1dari 52

Pendahuluan:

Kinerja Jaringan Telekomunikasi


& Komputer

Copy right Hendrawan


hend@telecom.ee.itb.ac.id
Objektif Kuliah
 Utk mengembangkan pemodelan matematis dan
programming tools yg diperlukan utk menentukan
performansi dari jaringan komunikasi & sistem
komputer

 Studi Performansi:
 Estimasi satu atau lebih metrik melalui
 pengukuran,
 simulasi
 analisa

 Metriks umumnya kuantitas statistik


 Throughput, Response Time,
 Availability, Call Blocking, dll.
Outline
 Pendahuluan
 Review Dasar Probabilitas dan Statistik
 Pengumpulan Data & Analisa Pengukuran
 Perbandingan Sistem via Pengukuran & Regresi
 Producing Data: Sampling & Disain Eksperimental
 Pemodelan Sistem & Simulasi
 Simulasi & Software Simulasi
 Analisa dg Sistem Antrian
 Analisa Dg Jaringan Antrian
 Contoh, Studi Kasus Analisa/Evaluasi Performansi
Jaringan Komunikasi & Komputer
Mengapa Analisa/Evaluasi
Performansi
 Menentukan performansi jaringan adalah elemen kunci
dlm “Disain, Operasi, dan Management”
 Set parameter sistem dan design tradeoffs
 Contoh:
 Berapa banyak terminal dp dihubungkan ke suatu sistem
komputer mainframe?
 Tentukan kebutuhan buffer pd suatu switch
 Bagaimanakah adaptive windowing bekerja?
 Switch/router apa yg harus dibeli?
 Jika menambahkan 40 komputer pd suatu LAN campus
backbone, berapakah delay backbone sekarang?
 Kapan?
 Arsitektur/disain sistem
 Disain ditail dan implementasi
 Operasi
Performansi, Disain dan Managemen
Tujuan Umum
 Menspesifikasikan persyaratan performansi
 Evaluasi alternatif disain
 Membandingkan dua atau lebih sistem
 System tuning
 Identifikasi bottleneck
 Karakterisiasi beban/workload
 Dimensioning/capacity planning
 Peramalan/forecasting
Sejarah Pemodelan Performansi (1)
 Diawali oleh Erlang pd
1917
 Mempelajari jaringan
telepon circuit switched
– menentukan berapa
banyak operator utk
menjaga bloking
panggilan pd level yg
reasonable  Pelopor
Teori Antrian
Sejarah Pemodelan Performansi (2)
 Kleinrock, Cerf, mempelajari jaringan data
pada 60’an  Pelopor Internet
 Mempelajari delay pd ARPANET

“Penemu Internet”

Kleinrock Cerf Kahn Roberts


Sejarah Pemodelan Performansi (3)
 Sauer, Chandy – sistem komputer pd 60’an
 Mempelajari strategi time sharing
Metriks, Parameter, Faktor-Faktor
 Metriks
 Kriteria yg digunakan utk evaluasi performansi suatu
sistem

 Parameter
 Parameter sistem
 Parameter h/w dan s/w
 Parameter beban/workload
 Karakteristik dari permintaan/requests user

 Faktor-Faktor
 Parameter-parameter yg akan divariasikan selama studi
 Nilai dp divariasikan ke level-level berbeda (nilai numerik)

 Metriks umumnya adalah kuantitas statistik


Metrik Performansi untuk Jaringan
Komunikasi
 Delay:
 end-to-end / round-trip delay, indication vs. confirmation delay
 Jitter:
 variasi delay
 Throughput:
 jumlah dari requests/packets yang melalui jaringan per unit
waktu
 Goodput:
 sama spt throughput, tetapi tanpa overhead (mis. control
packets, retransmissions)
 Utilization:
 fraksi dari waktu link komunikasi/ resource lain sibuk
 Blocking probability:
 probabilitas tdk mendpatkan service (connection-oriented)
Metriks Performansi
 Moments
 Response time
 Throughput
 Utilization
 Panjang antrian/Queue length
 Probabilitas
 Call blocking rate
 Packet loss rate
 Packet out of order rate
 Distribusi dari response time
 Bit error rates
 Packet error rates
 Display sbg graph atau tabel
Teknik-Teknik Performansi
 Tiga teknik dasar utk analisa performansi

 Pengukuran/Measurements
 Mengumpulkan data eksperimental dari prototype
atau sistem eksisting

 Simulasi
 Eksperimen dg model komputer dari sistem

 Analisis  Teori Antrian/Queueing Theory


 Model analitis dari sistem
Pengukuran/Measurements
 Melakukan eksperimen pd sistem eksisting atau prototype
 Kelebihan
 High saleability
 Akurasi tinggi
 Mencakup detail

 Kelemahan
 Harus punya peralatan
 Sulit utk mempertimbangkan semua kasus/nilai parameter
 Diperlukan jumlah data yg besar yg harus disimpan/dimanipulasi
 Sulit utk men-generalisasi hasil
 Perlu usaha utk analisa statistik
 Sulit utk menentukan sensitivitas
 Sulit utk melakukan reproduksi
 Menghabiskan waktu/Time consuming
Simulasi
 Melakukan eksperimen pada model komputer dari suatu
sistem
 Kelebihan
 Memungkinkan detail dp dicakup
 Dp membandingkan alternatif disain sistem
 Dp mengendalikan skala waktu
 Sistem eksisting tdk diperlukan

 Kelemahan
 Sulit utk menggeneralisir hasil
 Sulit utk mempertimbangkan semua kasus/nilai parameter
 Sulit utk menentukan sensitivitas
 Perlu waktu utk mengembangkan dan mengeksekusi
simulasi
 Perlu usaha utk validasi model dan analisa data output
Teori Antrian
 Model analitis dari sistem
 Kelebihan
 Cepat
 Aplikasi utk semua tingkatan dari sistem
 Memungkinkan tradeoffs dan sensitivitas utk
dipelajari

 Kelemahan
 Mungkin mencakup aproksimasi
 Abstraksi detail
 Perlu waktu untuk mengembangkan model
Memilih Teknik Performansi
 Tiap metoda punya rentang aplikabilitas
 Sebaiknya cross check hasil
Validasi vs Verifikasi
 Verifikasi (biasanya mudah dilakukan)
 Apakah model dibangun secara benar?
 Model Analitis: “Apakah matematik benar?”
 Model Simulasi: “Apakah model dikodekan dg tepat?”

 Validasi (biasanya sulit dilakukan)


 Apakah model secara akurat merepresentasikan
kelakuan sistem yg menjadi perhatian?
 Model Analitis: “Apakah model ‘benar’?”
 Model Simulasi: “apakah ini simulasi yg akurat utk
pertanyaan yg menjadi perhatian?”
Pendekatan Sistimatis (1)
1. Tentukan objektif studi dan definisikan sistem
 Tentukan batas sistem
 Tujuan akan menentukan batas-batas yg tepat
2. List services (fungsi) dan keluaran services
3. Pilih metriks
 Mis: throughput, latency, availability, dll.
4. List parameter-parameter yg mempengaruhi
performansi
 Parameter-parameter sistem
 Parameter-parameter beban (workload)
Pendekatan Sistimatis (2)
5. Pilih faktor-faktor studi
 Faktor-faktor adalah parameter yg akan divariasikan
 Parameter lain tetap (fixed)
6. Pilih teknik evaluasi
 Analitis
 Simulasi
 Pengukuran/measurement
7. Pilih workload, atau list permintaan service
 Distribusi probabilitas utk studi analitis
 Trace atau distribusi utk studi simulasi
 Script utk pengukuran
Pendekatan Sistimatis (3)
8. Eksperimen disain
 Phase 1: Faktor banyak, nilai sedikit
 Phase 2: Faktor sedikit, banyak nilai
9. Analisa dan interpreatsi hasil
 Hasil-hasil adalah random
 Teknik-teknik statistik diperlukan utk membandingkan
hasil-hasil
10. Mempresentasikan hasil
 Grafik
 Perbaikan dan iterasi mungkin diperlukan
Model Network
 Bagaimana kita memodelkan?
 Jaringan (network) secara umum dimodelkan
dlm tiga kategori:
 Resource sharing networks
 Process networks
 Switching networks
Resource Sharing Network (1)

 Time-shared computer (Programs : CPU/Disk/IO)


 Statistical multiplexer/concentrator
 Packet-based (Packets : Links)
 Channel-based (Calls : Channels)
 Multiple-Access and random access networks
(Packets : Shared Medium)
Resource Sharing Network (2)
 Ukuran performansi
 Waktu tunggu (waiting time)
 Probabilitas blocking

 Pertanyaan
 Bagaimana relasi antara jumlah user, pola
penggunaan, jumlah sumberdaya (resources), dan
performansi?
 Apakah resources diduduki secara adil (atau tepat)
oleh user?
Proces Network (1)

 Multi-stage switch
 Distributed simulation system
 Manufacturing process
Proces Network (2)
 Ukuran performansi
 Waktu penyelesaian (delay)
 Throughput (penyelesaain per unit waktu)

 Pertanyaan
 Bagaimana performansi dipengaruhi oleh pola
penggunaan yg berbeda?
 Proses mana yang “bottlenecks” yang membatasi
performansi?
 Apakah input-input berbeda diperlakukan secara
adil dlm kaitannya dg performansi?
Switching Network (1)

 Telephone network (Telepon : Circuit Switches)


 Telephone signaling network (Switches : STPs)
 X.25 packet network (Komputer : Packet Switches)
 Internet (Komputer : Routers)
Switching Network (2)
 Ukuran performansi
 Delay (endpoint to endpoint)
 Throughput
 Utilisasi
 Probabilitas blocking
 Losses

 Pertanyaan
 Apakah topologi terbaik?
 Bagaimana kita me-route-kan?
 Bagaimana kita menjamin Quality of Service?
Contoh : ISP (1)
 Suatu ISP menyediakan akses circuit-switched (sal.
telepon) ke Internet
 Berapa banyak saluran (koneksi aktif simultan
maksimum) harus didukung?
 Kepuasan pelanggan  jumlah saluran banyak utk
mengurangi probabilitas blocking (sibuk)
 Biaya operasi  jumlah saluran sedikit utk
mengurangi peralatan, saluran, pemeliharaan dan
biaya daya
 Kapan sebaiknya saluran baru disediakan?
 Bagaimana toleransi dari kepuasan pelanggan dan
biaya operasi?
Contoh : ISP (2)
 Kebijakan apa harus diambil utk memaksimumkan
keuntungan?
 Tarif flat atau tarif berdasarkan waktu koneksi?
 Sesi dibatasi utk X jam?
 Secara otomatis memutus user yg tdk aktif setelah Y
menit?
 Membedakan service berdasarkan harga?
 Pertanyaan-pertanyaan ini menentukan objektif dan
sistem utk studi performansi
 Informasi managemen diperlukan utk studi
 Hasil studi dp diaplikasikan utk optimasi rancangan
poll modem (dan kebijakan)
Contoh : ISP (3)
Contoh : ISP (4)
 Cat: sistem ini adalah suatu “resource sharing network”
 User hrs menggunakan bersama (share) sejumlah
saluran terbatas
 Jumlah user melebihi jumlah saluran
 Jika jumlah user aktif sama dg jumlah saluran, usaha
penggunaan oleh user lain yg datang akan blocking
Contoh : ISP (5)
 Metriks
 Probabilitas blocking
 Waktu tunggu (sampai suatu saluran bebas)
 Parameter sistem
 Jumlah saluran
 Parameter beban (workload)
 Jumlah panggilan (laju kedatangan)
 Panjang panggilan (holding atau service time)
 Waktu sampai usaha mencoba kembali jika blocking
 Faktor yg diubah-ubah utk studi
 Jumlah saluran
 Jumlah user (laju kedatangan)
Contoh : ISP (6)
 Teknik-teknik evaluasi
 Analitis (model Erlang)
 Pengukuran konfigurasi spesifik utk validasi hasil
analitis
 Memilih beban (workload)
 Asumsi
 Holding time
 Probabilitas kedatangan dari user
 Karakteristik retry
 Asumsi dp dikembangkan dg monitoring pola
penggunaan
 Memerlukan network management (monitoring)
Contoh : ISP (7)
 Disain dan eksperimen
 Mudah utk studi analitis
 Lebih sulit utk pengukuran
 Analisa dan interpretasi hasil
 Juga, mudah utk studi analitis dan lebih sulit utk
pengukuran
 Presentasi hasil
 Validasi hasil analitis menggunakan pengukuran
menambah keyakinan hasil
Contoh: Backbone Service (1)
 Operator menyediakan service backbone ke
perusahaan dan lower-tier ISP
 Akses Internet ke perusahaan dan ISP
 Virtual private network (VPN) service utk corporate
networks
Contoh: Backbone Service (2)
 Sistem ini adalah suatu “switching network”
 Customer networks adalah endpoints
 IP routers pd backbone adalah switches
 Backbone network menentukan batas sistem
Contoh: Backbone Service (3)
 Objektif throughput – relatif sederhana
 Memaksimumkan throughput jaringan diberikan suatu
batasan biaya
 Meminimumkan biaya diberikan batasan throughput
minimum
 Faktor-faktor throughput
 Topologi jaringan
 Kapasitas link
 Kapasitas router
 Algoritma routing (efisiensi)
 Beban/workload (karakteristik trafik)
Contoh: Backbone Service (4)
 Network management
 Identifikasi problem
 Bottlenecks
 Problem routing
 Jaringan pelanggan yg misbehaved
 Kegagalan link dan router
 Memonitor trafik utk memodelkan beban
 Evaluasi performansi
 Studi pengaruh perubahan disain jaringan
 Studi pengaruh perubahan beban
 Identifikasi bottlenecks
 Perencanaan proaktif utk pertumbuhan jaringan
Contoh: Backbone Service (5)
 Disain Jaringan
 Atur kapasita link, kapasitas router, dan topologi
 Optimisasi routing
Contoh: Backbone Service (6)
 Objektif: Quality of service (QoS) atau service level
agreement (SLA) – relatif kompleks
 Jaminan throughput dlm suatu perioda waktu tertentu
 Maksimum delay
 Maksimum variasi delay
 Ketersediaan/availability
 Isue pd customer network memerlukan network
management
 Monitoring service level agreements
 Policing traffic
Contoh: Backbone Service (7)
 Isue backbone network
 Bagaimana set SLA sehingga operator dp memenuhi
untuk satu set network resources yg diberikan?
 Bagaimana mengoptimasikan network utk satu set
SLA yg diberikan?
 Seberapa harus di-charge utk SLA yg diberikan?
 Bagaimana mengoptimalkan revenue?
 Managemen, evaluasi performansi, dan disain harus
dipandang sbg megoptimalkan operasi jaringan (dan
revenues)
Contoh: Packet Switch Design (1)
 Suatu peralatan vendor dirancang sbg suatu high-
performance Layer 3 IP switch
Contoh: Packet Switch Design (2)
 Sistem ini adalah suatu “process network” jika
diimplementasikan sbg suatu multi-stage switch
Contoh: Packet Switch Design (3)
 Sistem ini adalah suatu “resource sharing network”
jika diimplementasikan sbg suatu TDMA bus
Contoh: Packet Switch Design (4)
 Ada banyak isue performansi
 Aggregate dan per port throughput
 Delay input-to-output
 Variasi delay (jitter)
 Probabilitas blocking
 Packet loss krn overflow antrian
 Reliabilitas
Contoh: Packet Switch Design (5)
 Tidak ada sistem operasional utk di-manage (monitor),
shg mencakup hanya …
 Disain
 Evaluasi performansi (dan biaya)
Contoh: MAC Protocol Design (1)
 Seorang peneliti sedang mengembangkan protocol
multiaccess control baru utk wireless ad hoc network
 Ini adalah suatu “resource sharing network”
 Station (mis., A, B, dan C) adalah user-user
 Radio spectrum adalah shared resource (medium)
Contoh: MAC Protocol Design (2)
 Ada banyak isue performansi
 Throughput sistem
 Delay packet
 Alokasi throughput utk user (keadilan)
 Utilisasi kanal
 Probabilitas tabrakan/collision
 Ada sejumlah faktor mempengaruhi performansi
 Trafik yg ditawarkan (offered traffic)
 Jumlah station (dan penempatan)
 Karakteristik kanal
 Operasi protokol
Contoh: MAC Protocol Design (3)
 Dan, ada banyak isue disain …
 Bagaimana menggunakan bersama/share spektrum?
 Skim Circuit-switched
 Frequency division multiple access (FDMA)
 Time division multiple access (TDMA)
 Code division multiple access (CDMA)
 Skim Packet-switched time division multiplexed (TDM)
 Reservation-based TDM schemes, mis., packet
reservation multiple access (PRMA)
 Contention-based TDM schemes, mis., carrier sense
multiple access (CSMA)
Contoh: MAC Protocol Design (4)
 Optimiasi atau “tuning” suatu skim basic
 Berapa kanal utk dialokasikan dlm suatu sistem
circuit-switched?
 Efektifitas dari skim collision avoidance dlm suatu
contention-based system?
 Efisiensi dari skim scheduling dlm suatu reservation-
based system?
 Menspesifikasikan performansi sistem
 Berapa banyak user?
 Berapa kapasitas per user?
 Persyaratan physical layer?
TUGAS KELOMPOK
 Mensimulasikan Jaringan Wireless
Body Area Networks (WBAN)
 Kode Standar IEEE 802.15.6
 Topologi Star (Kelompok 1) (10 node)
 Cluster Tree (Kelompok 2) (3 node
masing masing cluster)
 Software: Mathlab
 Ini untuk materi UTS
 Diserahkan tanggal 9 April 2018