Anda di halaman 1dari 4

E.

manajemen strategi dalam perencanaan pendidikan

Penerapan manajemen strategi dalam organisasi pendidikan sesungguhnya merupakan


paradigma baru dalam perencanaan pendidikan. sebab, sebelumnya organisasi pendidikan
dipahami sebagai organisasi non-profit yang didasarkan pada nilai dan falsafah pengabdian dan
kemanusiaan sehingga dalam pengelolaan dan perencanaannya, organisasi pendidikan terlihat
‘’ asing” dan menjaga jarak dengan strategi dan manajemen yang digunakan oleh organisasi-
organisasi profit yang berorientasi bisnis dan mendapatkan keuntungan sebesar-besarnya.
Lebih-lebih dalam organisasi pendidikan terikat dan diatur dengan manajemen yang
dikendalikan oleh pemerintah pusat dan daerah, yang secara berencana dan sistematis telah
menetapkan berbagai peraturan yang meningkat dalam memilih dan mengimplementasikan
manajemennya.

Meskipun demikian, didasari bahwa penentuan manajemen strategi dalam organisasi


pendidikan dibutuhkan sebab manajemen strategi memiliki banyak manfaat. Pertama,
manajemen strategi memberikan penekanan pada analisis internal-eksternal organisasi dalam
merumuskan dan mengimplementasikan rencana organisasi. Kedua, manajemen strategi
memberikan sekumpulan keputusan dan tindakan strategis untuk mencapai sasaran-sasaran
organisasi. Ketiga, manajemen strategis merupakan puncak penyempurnaan paling penting
dalam proses manajemen yang terjadi sejak tahun 1970 an, yaitu ketika model “perencanaan
jangka panjang” , perencanaan,pemrograman, peranggaran, atau anggaran dan kontrol
keuangan,dan kebijakan bisnis.

Berangkat dari hal tersebut, pada bagian ini akan diulas mengenai manajemen strategi dan
perencanaan strategi dalam pendidikan.

1. pengertian manajemen strategi

Pemahaman manajemen strategi dapat dilakukan dengan mengartikan unsur kata yang
membentuknya, yaitu “manajemen” dan “strategis”. Manajemen secara sederhana dapat
diartikan sebagai serangkaian proses yang terdiri atas perencanaan, pengorganisasian,
pelaksanaan, dan pengawasan. Ini semua merujuk pada fungsi –fungsi dalam manajemen.

Adapun kata strategis berasal dari bahasa yunani strategos atau strategeus. Strategos
berarti jenderal, namun dalam yunani kuno sering berarti perwira negara (state officer) dengan
funsi yang luas. Pendapat yang lain mendefinisikan strategi sebagai kerangka kerja (frame
work), teknik dan rencana yang bersifat spesifik atau khusus.
Manajemen strategis dengan demikian dapat diartikan serangkaian keputusan dan
tindakan manajemen (planning, organizing, actuating, controling) yang diimplementasikan
oleh seluruh komponen organisasi dalam rangka pencapaian tujuan organisasi yang
diingainkan. Dalam manajemen strategi, setidaknya mencakup tiga hal, yaitu pembuatan
strategi, penerapan strategi,dan evaluasi/kontrol strategi. Dari hal ini, manajemen strategi juga
sering diartikan sebagai ilmu dan kiat tentang perumusan strategi penerapan dan evaluasi
terhadap keputusan-keputusan strategis antar-fungsi manajemen yang memungkinkan
organisasi mencapai tujuan-tujuan masa depan secara efektif dan efisien.

Menurut Hadari Nawawi, manajemen strategi dapat diartikan dalam empat pengertian.
Pertama, manajemen strategi adalah proses atau rangkaian kegiatan pengambilan keputusan
yang bersifat mendasar dan menyeluruh, disertai penetapan cara melaksanakannya, yang dibuat
oleh manajemen puncak dan dimplementasikan oleh seluruh jajaran didalam suatu organisasi,
untuk mencapai tujuannya. Kedua, manajemen strategis adalah usaha manajerial
menumbuhkembangkan kekuatan organisasi untuk mengeksploitasi peluang yang muncul guna
mencapai tujuannya yang telah ditetapkan sesuai dengan misi yang telah ditentukan. Ketiga,
manajemen strategis adalah aeus keputusan dan tindakan yang mengarah pada pengembangan
strategi yang efektif untuk membantu mencapai tujuan organisasi, keempat, manajemen
strategi adalah perencanaan berskala besar (disebut perencanaan strategis) yang berorientasi
pada jangkauan masa depan yang jauh (disebut visi), dan ditetapkan sebagai keputusan
manajemen puncak (keputusan yang bersifat mendasar dan prinsipil) agar memungkinkan
organisasi berinteraksi secara efektif (disebut misi).

2. tahapan-tahapan manajemen strategis

Tahapan-tahapan dalam manajemen strategis adalah adanya strategy formulation yang


mencerminkan keinginan dan tujuan organisasi, adanya strategy impleentations yang
menggambarkan cara mencapai tujuan, dan strategy evaluation yang dimaksudkan untuk
mengevaluasi dan memberikan umpan balik kinerja organisasi.

Crown Dirgantoro mengemukakan tahapan manajemen strategis sebagai berikut.

a. formulasi strategi

pada tahapan ini, penekana lebih diberikan kkepada aktivitas-aktivitas utama antara
lain: menyiapkan strategi alternatif, pemilihan strategi, dan menetapkan strategi yang akan
digunakan.
Kegiatan-kegiatan dalam formulasi strategi ini meliputi:

 Perumusan visi, misi dan nilai


 Pencemaran lingkungan internal
 Pencemaran lingkungan eksternal
 Kesimpulan anlisis faktor internal
 Kesimpulan analisis eksternal

b. implementasi strategi

tahap ini adalah tahapan ketika strategi yang telah diformulasikan kemudian di
implementasikan. Pada tahap implementasi ini, beberapa aktivitas atau cakupan
kegiatana yang mendapatkan penekanan adalah menetapkan tujuan tahunan,
menetapkan kebijakan, memotivasi karyawan, mengembangkan budaya yang
mendukung, menetapkan struktur organisasi yang efektif, mendayagunakan sistem
informasi,dan menghubungkan kompetensi karyawan dengan kinerja perusahaan.

c. pengendalian strategi

untuk mengetagui atau melihat sejauh mana efektivitas dari implementasi strategi,
dilakukan tahapan berikutnya, yaitu evaluasi strategi yang menyangkut aktivitas-
aktivitas berikut:

- Meninjau ulang faktor eksternal dan internal yang merupakan dasar dari strategi
yang telah ada.
- Menilai kinerja strategi.
- Melakukan langkah koreksi.
- Pelaporan dan pertanggung jawaban.

c. menggunakan analisis strategi untuk perencanaan strategis

analisis lingkungan merupakan suatu hal yang sangat penting bagi perencanaan strategi
dalam menentukan kekuatan, kelemahan, peluang, dan ancaman terhadap sebuah
organisasi. Dari hasil analisis tersebut, perusahaan dapat mendiagnosis lingkungan dan
mengambil suatu kebijakan strategis yang berdasarkan keunggulan dan kelemahan
yang dimiliki oleh organisasi. Hal yang perlu diperhatikan dalam analisis lingkungan
adalah menyimak informasi lingkungan untuk menentukan faktor apa saja yang akan
menjadi kendala terhadap pelaksanaan strategi dan tujuan organisasi sekarang,
kemudian menentukan faktor apasaja yang akan memberi peluang pencapaian tujuan
organisasi. Dalam menganalisis, juga perlu mengenali resiko-resiko yang melekat dan
mungkin menjadi sebab pasti terdapat ancaman dalam setiap peluang.