Anda di halaman 1dari 1

2.5.1.

Poly Aluminium Chloride (PAC)

PAC adalah garam dasar khusus aluminium klorida yang dirancang untuk
memberikan daya koagulasi dan flokulasi yang lebih kuat dan lebih baik daripada
aluminium biasa dan garam besi. PAC digunakan juga di Negara Jepang, Inggris,
Italia, dan Amerika Serikat. Secara umum PAC dapat digunakan untuk mengolah
air permukaan maupun air tanah untuk memperoleh air bersih ataupun air minum.
PAC mempunyai rumus Alm(OH)nCl(3m-n). PAC mempunyai derajat polimerisasi
yang tinggi, suatu bentuk polimer anorganik dengan bobot molekul yang besar.
PAC sangat baik digunakan untuk air yang mempunyai alkalinitas rendah yang
membutuhkan penghilangan warna dan waktu reaksi cepat. Bentuk PAC dapat
berupa cairan jernih kekuningan atau serbuk berwarna kekuningan. PAC
mengandung Al2O3 sebanyak 10-12% dan kandungan basa minimal 50%. (Hardins, N., 2012)

Tabel 1. Spesifikasi PAC


Nama Kode PAC 250A PAC 250AD
Al2O3 (%) 10,3 ± o,3 Min 30,0
Fe (%) Maks 0,006 Maks 0,03
As (ppm) Maks 0,5 Maks 20
Mn (ppm) Maks 10 Maks 75
Cd (ppm) Maks 0,3 Maks 6
Pb (ppm) Maks 1,0 Maks 30
Hg (ppm) Maks 0,1 Maks 0,6
Cr (ppm) Maks 1,0 -
Basicity (%) 51,0 ± 4,0 50,0 ± 5,0
Specific Gravity (250C) 1.204 ± 0,004 0,85 ± 0,05
pH (250C) 2,6 ± 0,3 -
1 w/v soln. pH 4,1 ± 0,5 -
Fiskositas (cp, 250C) 4,0 ± 0,5 -
Freezing Point (0C) -12,0 ± 1,0 -
Beberapa keunggulan PAC adalah selain sangat baik untuk menghilangkan
kekeruhan dan warna, juga efektif pada tingkat pH yang luas, aktifitas tidak
dipengaruhi oleh suhu, kekeruhan tidak akan bertambah meski dengan dosis yang
berlebihan, pemakaian bahan pembantu lebih kecil, penghematan dalam
penggunaan bahan netralisasi, bereaksi lebih cepat. Penentuan dosis pemakaian
koagulan dapat ditentukan dari nilai kekeruhan, pH, dan waktu sedimentasinya.
Kekeruhan merupakan faktor penentu pemilihan dosis pemakaian. Berdasarkan
peraturan Menteri Kesehatan Republik Indonesia No. 416/MENKES/Per/IX/1990
tentang syarat dan pengawasan kualitas air bersih, nilai kekeruhan yang ditetapkan
yaitu maksimal 25 NTU. Hal ini dilakukan karena setelah proses koagulasi,
flokulasi, dan sedimentasi masih ada proses lain yang dapat menurunkan
kekeruhan yaitu proses penyaringan. Hal ini akan menghemat pemakaian
koagulan sehingga biaya yang dikeluarkan akan lebih rendah.
[Al2(OH)5]Cl +H2O → 2 Al(OH)3 + HCl