Anda di halaman 1dari 4

Dodi Firmansyah

12020116130138

BAB I
PENDAHULUAN
1.1 Latar Belakang
Kemiskinan merupakan hal yang kompleks karena menyangkut berbagai macam aspek
seperti hak untuk terpenuhinya pangan, kesehatan,pendidikan, pekerjaan, dan sebagainya. Agar
kemiskinan di Indonesia dapat menurun diperlukan dukungan dan kerja sama dari pihak
masyarakat dan keseriusan pemerintah dalam menangani masalah ini. Melihat kondisi negara
Indonesia yang masih memiliki angka kemiskinan tinggi, penulis tertarik untuk mengangkat
masalah kemiskinan di Indonesia dan penanggulangannya

1.2 Rumusan Masalah


Dari latar belakang diatas penulis mengambil beberapa rumusan masalah diantaranya :
a) Apakah yang dimaksud dengan kemiskinan?
b) Apa saja satuan ukur kemiskinan?
c) Mengapa kemiskinan itu bisa terjadi?
d) Bagaimana cara menangani kemiskinan?

1.3 Tujuan Penelitian


Adapun tujuan dari pada artikel ini adalah:
a) Untuk mengetahui apa yang di maksud dengan kemiskinan,
b) Untuk mengetahui satuan ukur kemiskinan,
c) Untuk mengetahui bagaimana kemiskinan bias terjadi,
d) U n t u k m e n g e t a h u i c a r a m e n a n g a n i k e m i s k i n a n .

1.4 Landasan Teori

BAB II
PEMBAHASAN

2.1 Kemiskinan

Pengertian umum:
Kemiskinan adalah keadaan dimana terjadi ketidakmampuan untuk memenuhi kebutuhan dasar
seperti makanan, pakaian, tempat berlindung, pendidikan dan kesejahteraan.
Pengertian khusus:
1. Deklarasi Copenhagen menjelaskan kemiskinan absolut sebagai "sebuah kondisi yang dicirikan
dengan kekurangan parah kebutuhan dasar manusia, termasuk makanan, air minum yang aman,
fasilitas sanitasi, kesehatan, rumah, pendidikan, dan informasi."

2. Bank Dunia menggambarkan "sangat miskin" sebagai orang yang hidup dengan pendapatan
kurang dari PPP$1 per hari, dan "miskin" dengan pendapatan kurang dari PPP$2 per hari.
Berdasarkan standar tersebut, 21% dari penduduk dunia berada dalam keadaan "sangat miskin",
dan lebih dari setengah penduduk dunia masih disebut "miskin", pada 2001.

3. Biro Pusat Statistik BPS menentukan seorang disebut miskin manakala mendapatkan (2100
kalori per hari).

4. Kemiskinan adalah ketidakmampuan individu dalam memenuhi kebutuhan dasar minimal untuk
hidup layak (BPS dan Depsos, 2002:3)

2.1 Satuan Ukur Kemiskinan

Kemiskinan mempunyai pengertian yang luas dan tidak mudah untuk mengukurnya.
Secara umum ada dua macam ukuran kemiskinan yang biasadi gunakan yaitu kemiskinan absolute
dan kemiskinan relative (Arsyad dalam TriWidodo,2006: 298)
a. Kemiskinan Absolut

Dalam konsep ini kemiskinan dikaitkan dengan tingkat pendapatan dan kebutuhan. Kebutuhan
tersebut dibatasi pada kebutuhan pokok atau kebutuhan dasar (basic need ) yang memungkinkan seseorang
untuk hidup secara layak. Apabila pendapatan tersebut tidak mencapai kebutuhan minimum, maka
dapat dikatakan miskin. Sehingga dengan kata lain bahwa kemiskinan dapat diukur dengan
membandingkan tingkat pendapatan yang diperlukan untuk memenuhi kebutuhan hidup. Tingkat
pendapatan Pendapatan Tabungan Rendah Rendah Investasi Rendah minimum merupakan
pembatas antara keadaan miskin dan tidak miskin atau sering disebut sebagai garis batas
kemiskinan. Masalah utama dalam konsep kemiskinan absolut adalah menentukan tingkat
komposisi dan tingkat kebutuhan minimum karena hal tersebut tidak hanya dipengaruhi oleh adat
istiadat, aklim dan berbagai faktor ekonomi lain. Konsep kemiskinan yang didasarkan atas
perkiraan kebutuhan dasar minimum merupakan konsep yangmudah dipahami tetapi garis
kemiskinan objektif sulit dilaksanakan karena banyak sekali faktor yang mempengaruhinya. Tidak
ada garis kemiskinan yang berlaku pasti dan umum, hal itu dikarenakan garis kemiskinan berbeda
antara tempat yang satu dengan tempat yang lainnya.

b. Kemiskinan Relatif

Seseorang yang sudah mempunyai tingkat pendapatan yang dapat memenuhi kebutuhan dasar
minimum tidak selalu berarti tidak miskin. Hal ini terjadi karena kemiskinan lebih banyak
ditentukan oleh keadaan sekitarnya, walaupun pendapatannya sudah mencapai tingkat kebutuhan
dasar minimum tetapi masih jauh lebih rendah dibandingkan dengan masyarakat sekitarnya, maka
orang tersebut masih berada dalam keadaan miskin. Berdasarkan konsep kemiskinan relatif ini, garis
kemiskinan akan mengalami perubahan bila tingkat Pada umumnya, ukuran kemiskinan dikaitkan dengan
tingkat pendapatandan kebutuhan. Perkiraan kebutuhan dibatasi pada kebutuhan pokok atau
kebutuhan dasar minimum yang memungkinkan seseorang untuk hidup secaralayak. Bila
pendapatan tidak mencapai kebutuhan minimum, maka orang tersebutdapat dikatakan miskin.
Dengan kata lain, kemiskinan dapat diukur dengan membandingkan tingkat pendapatan yang
diperlukan untuk memenuhi kebutuhan hidup. Tingkat pendapatan minimum merupakan pembatas
antara keadaan miskindan tidak miskin atau sering disebut sebagai garis batas
kemiskinan.Kemiskinan bersifat multidimensi sehingga setiap orang akan memberikan pengertian
yang berbeda pula sesuai dengan sudut pandangnya.

3.1 Penyebab Terjadinya kemiskinan


a. penyebab individual, atau patologis, yang melihat kemiskinan sebagai akibat dari
perilaku, pilihan, atau kemampuan dari si miskin
b. penyebab keluarga, yang menghubungkan kemiskinan dengan pendidikan keluarga;
c. penyebab keluarga, yang menghubungkan kemiskinan dengan pendidikan keluarga;
d. penyebab sub-budaya (subcultural), yang menghubungkan kemiskinan dengan kehidupan
sehari-hari, dipelajari atau dijalankan dalam lingkungan sekitar;
e. penyebab agensi, yang melihat kemiskinan sebagai akibat dari aksi orang lain, termasuk perang,
pemerintah, dan ekonomi;
f. penyebab struktural, yang memberikan alasan bahwa kemiskinan merupakan hasil
dari struktur social.

4.1 Cara Menangani Kemiskinan


Kemiskinan dapat ditanggulangi dengan berbagai cara mulai dari pembagian bantuan
secara langsung atau penyediaan lapangan pekerjaan yang padat karya. Bantuan
langsung haruslah bersifat sementara karena tidak akan mendidik masyarakat dan membuat mereka
menjadi malas. Penyediaan lapangan pekerjaan yang cocok bagimereka serta bantuan untuk relokasi supaya
mendapatkan fasilitas yang lebih baik tentu saja lebih cocok untuk solusi jangka panjang. Solusi
yang lain adalah transmigrasi, yakni merelokasi ke pulau lain dan memberikan sebidang tanah
untuk digarap. Dengan begitu diharapkan mereka bisa mengubah nasib. Sudah banyak cerita
tentang orang yang tadinya gelandangan sekarang menjadi kaya raya karena hidup didaerah
transmigrasi. Namun tak sedikit pula yang kembali ke daerah asal dan kembali menjadi
gelandangan.

BAB III
PENUTUP
3.1 Kesimpulan
Kemiskinan di Indonesia sampai saat sekarang masih banyak dan masih belum bisa
ditangani secara keseluruhan. Tapi semoga dengan adanya penangulangan k e m i s k i n a n ya n g
d i a d a k a n p e m e r i n t a h , k e m i s k i n a n a k a n l e b i h b e r k u r a n g d a n w a r g a masyarakat
akan lebih sejahtera dan makmur.

Daftar Pustaka
- https://www.scribd.com/doc/40227855/MAKALAH-Masalah-Kemiskinan-Di-Indonesia
- https://www.scribd.com/doc/53126476/Apa-Yang-Dimaksud-Dengan-Kemiskinan
- https://www.scribd.com/doc/147276730/Contoh-Makalah-kemiskinan